Friday, May 18, 2018

ASUS Rilis Zenfone 5, 5Z dan Zenfone Live L1 untuk Pasar Indonesia


Pasar smartphone Indonesia jauh dari sepi perilisan produk. Hampir setiap saat ada rilis produk smartphone terbaru. ASUS misalnya yang beberapa waktu lalu sukses merilis Zenfone Max Pro M1. Tidak lama kemudian, tepatnya tanggal 17/5-2018 kembali merilis smartphone terbaru mereka. Tidak tanggung-tangung, ASUS merilis 3 smartphone sekaligus, yaitu Zenfone 5, Zenfone 5z dan Zenfone Live L1 dalam acara yang bertajuk #BackTo5 & #BackToLive yang diselenggarakan di Hotel Four Season, Gatot Subroto Jakarta.

Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia mengatakan bahwa ASUS percaya bahwa inovasi terbaik wajib mereka hadirkan untuk semua segmen pengguna. Oleh karena itulah mereka mengumumkan 3 pilihan smartphone terbaik untuk pengguna.

ZenFone 5 dan 5Z menawarkan pengalaman AI yang lebih kongkret dan kualitas kamera yang lebih baik. Sementara itu ZenFone Live  L1 menawarkan berbagai fitur yang pengguna cintai, yaitu layar besar, baterai tahan lama, dan sistem penguncian hands free di dalam sebuah smartphone yang ringkas.

ZenFone 5 dengan Kamera Artificial Intelligence

ASUS ZenFone 5 menggunakan material berbahan kaca spesial yang dibuat dengan nano molding technology (NMT), melapisi body berbahan allumunium alloy aeorspace grade di bawahnya. 

ZenFone 5 memiliki layar dengan resolusi Full HD+ yakni 2.246 x 1.080 piksel. Secara keseluruhan luas penampang layarnya adalah 6,2 inci yang dikemas dalam tubuh 5,5 inci. Dibandingkan dengan smartphone full view lainya ZenFone 5 ZE620KL mempunya aspek rasio 19:9 dengan screen to body ratio 90 persen. Artinya smartphone ini hampir tidak memiliki bezel sama sekali dan terlihat sangat indah dengan notch diatasnya.

ASUS menghadirkan teknologi Artificial Intelligence pada kamera ZenFone 5. Teknologi AI Camera pada ZenFone 5 akan meningkatkan kualitas fotografi menjadi lebih baik lagi. AI akan memanfaatkan kemampuan hardware dan software yang ada untuk melakukan improvisasi yang lebih maksimal dalam aspek fotografi. 

Kameranya juga memiliki teknologi AI lain seperti Photo Learning dan Real Time Beautification. Fitur yang pertama, AI Photo Learning, akan mempelajari karakteristik dan keunikan hasil fotografi untuk kemudian menyesuaikan tone warna foto sesuai dengan karakteristik Anda ke depannya.

Kualitas hasil foto kamera ZenFone 5 juga kini diakui oleh DxOMark, lembaga pemeringkat kualitas kamera, lensa dan hasil foto terkemuka di dunia. ZenFone 5 meraih angka 90 DxO Mark Mobile dan 93 DxO Mark Photo. Hasil ini sangat baik dibandingkan smartphone-smartphone yang beredar di pasaran pada umumnya.

Selain pada kameranya, ZenFone 5 juga memiki AI pada perfomance yang dinamakan dengan AI Boost. Fitur tersebut berfungsi untuk mengoptimasi performa CPU menjadi lebih baik. Melalui sebuah test  yang dilakukan secara internal, score benchmark Antutu ASUS ZenFone 5 tanpa menggunakan AI Boost adalah 126.813. Sementara ketika AI Boost dinyalakan performa meningkat drastis menjadi 142.945. 


ASUS ZenFone 5 juga telah dilengkapi dengan dengan teknologi quick charge dan AI Charging untuk membuat masa pakai baterainya (lifespan) bertahan lebih panjang. Dengan baterai sebesar 3.300 mAh, perangkat ini telah di-support adapter 18W untuk memaksimalkan proses pengisian baterainya.

Di Indonesia, ZenFone 5  akan dipasarkan di harga Rp3,999 juta di masa flash sale di JD.ID dan Lazada pada tanggal 30 Mei dan 6 Juni 2018. Setelah itu ia akan tersedia di harga normal Rp4,299 juta

Zenfone 5z

ZenFone 5Z merupakan smartphone dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 pertama di Indonesia. Hadirnya prosesor flagship di ZenFone 5Z akan membuat pengguna bisa menikmati smartphone kelas tertinggi, dengan harga yang relatif terjangkau di kelasnya.

Perfoma ZenFone 5Z yang diukur dengan skor AnTuTu mencapai 267.587 dalam kondisi standar dan mencapai 271.360 saat menggunakan AI Boost. ASUS ZenFone 5Z akan tersedia pada bulan Juli mendatang dengan harga Rp6,499 juta (versi 6GB/128GB), dan Rp 7,499 (versi 8GB/256GB).

Zenfone Life L1

Dengan merilis ZenFone Live L1, ASUS fokus pada pengguna generasi muda yang banyak melakukan aktivitas terkait hiburan multimedia. Zenfone Live L1 memiliki layar lebar, yakni dimensi 5,5 inci namun dalam body smartphone ukuran 5 inci, menggunakan layar FullView 18:9 resolusi HD+ 1440x720 serta diperkuat baterai berkapasitas 3.000mAh. Baterai berkapasitas besar tersebut sanggup memasok daya untuk memutar hingga 9 film, browsing web hingga 18 jam, atau memutar musik hingga 4 hari non stop sebelum kehabisan energi.

Zenfone Live L1 sudah menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo yang dilengkapi dengan antarmuka ZenUI 5 terbaru. Dengan Full View display dan stamina yang cukup  pengalaman menikmati film di layar yang terasa lebih luas dan warna lebih cerah.ZenFone Live L1 sangat cocok untuk pengguna generasi muda yang sangat dinamis.

Tak hanya kamera depan yang telah ditingkatkan. ASUS ZenFone Live juga punya kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.0 serta five-prism lens. Agar dapat mengambil foto lebih tajam, ia mendukung fitur Phase Detection Auto Focus dengan kecepatan hanya 0,3 detik. Sama seperti jajaran smartphone ASUS ZenFone lainnya, ZenFone Live juga menggunakan teknologi low-light yang tersedia pada ASUS PixelMaster Camera. Teknologi low-light tersebut mampu meningkatkan sensitivitas cahaya, mereduksi noise dan meningkatkan kontras warna hingga 400 persen.

Di Indonesia, ZenFone Live L1  akan hadir secara pre-order di JD.ID pada 21 Mei dan flash sale setiap hari Kamis, dimulai pada 31 Mei 2018 serta 7, 14, 21, 28 Juni pukul 11 siang. Untuk harganya, pengguna yang melakukan pre-order ataupun mengikuti flash sale, bisa mendapatkan ZenFone Live L1 di harga Rp1,299 juta (versi 2GB/16GB)

Setelah masa flash sale, ia akan tersedia secara ekslusif pula di JD.ID untuk seluruh pengguna, di manapun ia berada di harga Rp1.399 juta. Untuk ZenFone Live L1 versi 3GB/32GB akan tersedia secara bebas di harga Rp1,699 juta.

Thursday, May 17, 2018

Review ASUS Zenfone Max Pro M1, Smartphone Serba Bisa Tahan Lama

Zenfone Max Pro M1

ASUS menggebrak pasar smartphone Indonesia dengan merilis Zenfone Max Pro M1 pada akhir bulan April yang lalu. ASUS Zenfone Max Pro M1 yang dipersenjatai Snapdragon 636 dari Qualcomm merupakan andalan ASUS untuk melibas dominasi Xiaomi di kelas budget dengan fitur terkini. Bagaimana kinerja ASUS Zenfone Max Pro M1 tersebut? Berikut ini merupakan review setelah menggunakan Zenfone Max Pro M1. 

What's In The Box

Boks Zenfone Max Pro M1 jauh berbeda jika dibandingkan dengan seri smartphone ASUS lainnya. Terdapat paduann warna chrome dan biru menyala yang cukup bagus untuk dilihat. Secara desain boks ini biasa saja, namun warna yang dipilih menarik.

Setelah membuka boks, berikut yang ditemukan di dalamnya:

1 smartphone Zenfone Max Pro M1
1 mobile charger dan kabel
1 softcase
1 kitab-kitab dan kartu garansi
1 SIM Card ejector 

Boks Zenfone Max Pro M1

Smartphone Zenfone Max Pro M1, charger, buku panduan dan kartu garansi

Softcase gratis
Dari apa yang ada di boks, ternyata yang ada di boks tersebut sesuatu yang standar saja. Kebanyakan vendir juga memberikan hal yang sama sehingga tidak ada suatu yang istimewa di sini. Mungkin softcase gratis yang sangat disyukuri karena bisa langsung digunakan untuk mennutup bagian belakang Zenfone Max Pro M1.

Desain dan Hardware

Dari sisi desain, bisa dikatakan Zenfone Max Pro M1 ini khas seri Zenfone Max terdahulu. Dengan body bongsor dan baterai besar. Zenfone Max Pro M1 ini agak sedikit tebal dan berat. Menggunakan layar yang sedang populer yaitu full view dengan aspect ratio 18:9, Zenfone Max Pro ini cukup panjang, tetapi ramping. Meskipun berukuran cukup lebar, yaitu 6 inchi, Zenfone Max Pro M1 ini masih bisa dipegang satu tangan layaknya smartphone berukuran 5,5 inchi. Grip juga sangat bagus.

Spesifikasi lengkap dari Zenfone Max Pro M1 bisa dilihat di sini. Saya menggunakan versi terendah dari Zenfone Max Pro M1, yaitu RAM 3GB dan ROM 32GB. Meskipun ini versi terendah, kinerjanya sudah sangat memuaskan.

Dari sisi desain bisa dikatakan biasa. Tombol ON/OFF ada di sisi kanan smartphone, sedangkan SIM tray ada di sisi kiri. SIM tray ini bisa menampung dua SIM Card dan satu SD Card. Sementara bagian atas tidak terdapat tombol fisik karena jack 3,5 milimeter untuk headphone ada di bawah bersama dengan port untuk mengisi baterai.

Zenfone Max Pro M1 memiliki layar full HD+ 2160x1080 seluas 6 inchi. Layar ini sangat jernih dan mudah dibersihkan bahkan dibandingkan dengan Zenfone 3. Meskipun tidak memiliki pelindung Gorilla Glass, layar ini cukup kuat. Layar luas full view ini sangat menguntungkan ketika membaca artikel. Tidak perlu banyak scroll sehingga pengalaman membaca lebih baik. 

Sisi yang sangat patut diperhitungkan dari Zenfone Max Pro M1 ini adalah sisi baterai. Zenfone Max Pro M1 ditenagai oleh baterai dengan kekuatan 5000 mAh. Baterai sebesar ini bisa menjamin pengguna beraktivitas seharian tanpa khawatir kehabisan baterai atau membawa power bank.

Terlebih lagi meskipun memiliki baterai besar, proses pengisian kembali baterai tersebut ternyata tidak lama. Saya melakukan tes pengisian dari posisi 10%. Baterai bertambah menjadi 60% dalam waktu hanya 1 jam dalam kondisi smartphone menyala (tidak dimatikan). Baterai akan terisi penuh dalam waktu sekitar 2,5 jam saja.

Di sisi prosesor, Zenfone Max Pro M1 menggunakan prosesor Snapdragon 636 yang merupakan generasi baru dari prosesor yang terlebih dahulu populer yaitu Snapdragon 625. Prosesor Snapdragon 636 ini memiliki beberapa fitur yang sebelumnya ada di prosesor kelas atas seperti Snapdragon 835 dan 845 sehingga bisa menjamin kinerja yang bagus dan stabil.

Port charging, port jack 3,5 mm dan speaker
Zenfone Max Pro M1

Tombol ON/OFF dan Volume

Kamera belakang ganda
Kinerja Zenfone Max Pro M1

Sudah lebih dari seminggu Zenfone Max Pro M1 ini menjadi smartphone saya sehari-hari. Kebiasaan saya menggunakan smartphone adalah untuk membantu pekerjaan seperti email, membaca artikel, media sosial, perpesanan dan telepon. Saya juga menggunakan smartphone untuk mendengarkan musik, menonton video YouTube, navigasi, main game dan kadang saya jadikan hot spot bagi perangkat saya yang lain.

Secara keseluruhan kikerja Zenfone Max Pro M1 ini sangat bagus hampir di setiap lini yang saya pakai. Perpindahan antaraplikasi gegas, saya tidak menemukan lag. Bila kita lihat skor AnTuTunya, skornya cukup tinggi.





ASUS untuk pertama kalinya tidak menggunakan ZenUI, yaitu pada Zenfone Max Pro M1. Namun berbeda dengan seri Android One yang update sistem operasinya ditangani Google, Zenfone Max Pro sepenuhnya ditangani ASUS. Selain itu, sebenarnya ASUS tidak memberikan sistem Android yang benar-benar murni karena masih menyertakan beberapa aplikasi bawaan yang saya kira agak mubazir, yaitu Facebook, Messenger, Instagram dan Babe.

Namun meskipun demikian hal ini tak banyak berpengaruh. Sistem Android murni Oreo 8.1 yang ada di Zenfone Max Pro M1 ini cukup mudah digunakan. Bila kita menyentuh bagian atas layar Zenfone Max Pro M1 terdapat shor cut yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai hal seperti mematikan data, menyalakan blue tooth  dan wifi, dan setting. 

Bila kita sentuh setting, nanti akan terbuka berbagai pilihan yang dapat digunakan untuk melakukan personalisasi Zenfone Max Pro M1. Jadi tak perlu menunggu lama bagi Anda yang terbiasa menggunakan ZenUI untuk bisa memahami Android murni tanpa skin yang ada di Zenfone Max Pro.

Saya rasa untuk smartphone dengan harga 2,3 juta kinerja Zenfone Max Pro M1 ini secara umum sangat baik. Bermain game berat seperti Asphalt 8 bisa dilakukan dengan lancar, apalagi kalau hanya game ringin semisal candy crush. 

Layarnya yang lebar sangat baik untuk menikmati video berlualitas tinggi di YouTube. Jika Anda berlangganan Netflix, Zenfone Max Pro M1 ini sangat bagus untuk menikmati film berkualitas bagus di Netflix.


Kinerja Baterai

Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, keunggulan utama Zenfone Max Pro M1 ini ada pada baterai. Saya menguji daya tahan baterai Zenfone Max Pro ini dengan pengguna cenderung sedang. Dengan berbagai tugas seperti navigasi dengan Google Maps, media sosial, ambil foto dan video, mendengarkan musik, menonton video YouTune, bermain game dan tugas lainnya seperti email, SMS dan menelpon baterai memilik daya tahan yang sangat baik. 

Waktu yang dibutuhkan dari posisi 100% hingga menjadi 10% adalah 16 jam dan 46 menit dengan screen usage mencapi 9 jam lebih. Perlu diketahui bahwa saya mengatur kecerahan layar sekitar 50% dan menggunakan adaptive brightness.

Saya rasa seiring adanya update sistem operasi, daya tahan baterai ini masih bisa meningkat. Dengan daya tahan baterai yang tinggi ini saya tak khawatir lagi walaupun level baterai tersisa 20%. Saya juga kadang hanya sekali melakukan pengisian baterai sehari, bahkan kalau sedang tidak banyak menggunakan smartphone bisa sekali dalam dua hari. Ini merupakan kelebihan yang sangat bagus dan menguntungkan bagi pengguna karena mereka tak perlu lagi kahwatir kehabisan baterai kalau bermain game cukup lama. Mungkin masih perlu membawa power bank, tetapi lebih kepada berjaga-jaga saja. Untungnya lagi, pengisian baterai berlangsung cukup cepat untuk baterai berukuran 5000 mAh.

Kinerja Kamera

Zenfone Max Pro M1 sudah mengadopsi kamera belakang ganda. Untuk Zenfone Max Pro M1 versi 3GB RAM/32GB ROM ukuran kamera belakang utama adalah 13 megapiksel dan kamera kedua berukuran 5 megapiksel untuk foto bokeh. Sementara kamera depan Zenfone Max Pro M1 berukuran 8 megapiksel.

Bagi saya sendiri, unsur kamera di Zenfone Max Pro M1 ini tak begitu menjadi pertimbangan meskipun hasil kameranya tidak bisa dikatakan jelek. Untuk cahaya yang cukup, kamera belakang Zenfone Max Pro M1 ini bisa menghasilkan foto yang cukup bagus. Berikut beberapa foto yang saya ambil dengan Zenfone Max Pro M1.










Kamera di Zenfone Max Pro M1 ini bukanlah kamera yang biasa kita kenal di peragkat ASUS lainnya, yaitu Pixel Master. Kameranya disebut Snapdragon. Fitur kamera ini terbatas dan tidak ada mode manual. Pada awal menggunakan terdapat cukup lama lag antara pengambilan foto, namun kemudian ada update sistem sebanyak dua kali hingga lag ini berkurang. Oleh karena menggunakan Android murni, ASUS tidak menyertakan Gallery untuk menyimpan foto, foto akan langsung diupload ke Google Photos sebagai default penyimpanan foto. File foto bisa dilihat di Media File.

Saya rasa sebagai sebuah smartphone yang ditujukan untuk kinerja, sisia kamera di Zenfone Max Pro M1 ini tidaklah jelek. Overall bisa dikatakan hasilnya tetap bagus, namun tentu tidak sebagus merek lain yang ditujukan untuk foto. Bagi saya sendiri kemampuan kamera Zenfone Max Pro M1 ini sudah lebih dari cukup.


Kesimpulan

Pengguna smartphone di Indonesia umumnya sensitif terhadap harga smartphone. Biasanya mereka sudah suka kalau harganya pas di kantong. ASUS menyasar segmen ini dengan memberikan smartphone dengan fitur terkini, daya baterai besar dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pesaing. Zenfone Max Pro M1 sejauh ini merupakan smartphone termurah yang bisa dimiliki konsumen Indonesia yang ditenagai oleh Snapdragon 636 yang menjanjikan kinerja sangat baik. Baterai 5000 mAh juga akan menghilangkan kekhawatiran kehabisan baterai saat bermain game yang sering dialami pengguna smartphone Indonesia.

Pengguna yang menginginkan sebuah smartphone yang bisa dibawa bermain game dalam jangka waktu lama perlu memilih Zenfone Max Pro M1. Begitupun bagi pengguna yang tidak ingin repot sering mengisi baterai, ribet membawa power bank dan menginginkan sebuah smartphone dengan kinerja overall baik. Zenfone Max Pro M1 merupakan sebuah smartphone serba bisa tahan lama.  Pengguna tak perlu khawatir dengan kinerjanya demikian juga dengan daya tahan baterainya. Mereka yang suka bermain game akan sangat tertolong oleh Zenfone Max Pro M1 ini.

Dengan harga hanya 2,3 juta saya sangat menyarakan pengguna untuk membeli Zenfone Max Pro M1 ini. Untuk smartphone dengan kemampuan baterai super untuk bermain game hampir tanpa henti, harganya bisa dikatakan murah. Demikian pula bagi pengguna yang menginginkan sebuah smartphone yang bisa digunakan sepanjang hari tanpa kahwatir kehabisan baterai.

Desain : * * *
Kinerja : * * * * 
Kinerja Baterai : * * * * *
Kamera : * * * *

Friday, May 11, 2018

5 (Lima) Alasan Mengapa ASUS Zenfone Max Pro M1 Disukai Pengguna Smartphone Indonesia

Zenfone Max Pro M1
Pada akhir bulan April yang lalu, ASUS membuat gebrakan dengan merilis smartphone yang sudah ditunggu-tunggu pengguna smartphone Indonesia, yaitu Zenfone Max Pro M1. Zenfone Max Pro M1 merupakan smartphone segala MAX. ASUS dengan berani memberikan motto limitless gaming karena Zenfone Max Pro M1 ini tak akan habis-habisnya bisa digunakan untuk bermain game. Namun tentu bukan itu saja yang menjadi kekuatan ASUS Zenfone Max Pro M1.

Saya sudah mengikuti ASUS beberapa tahun terakhir. Pada awalnya ASUS membuat gebrakan dengan merilis smartphone yang secara spesifikasi bagus, namun dengan harga yang sangat terjangkau. Namun gebrakan tersebut beberapa waktu terakhir kurang terdengar karena hadirnya vendor yang cukup intens merilis smartphone seperti ASUS. Untuk itulah, ASUS kembali ke khittah mereka dengan merilis Zenfone Max Pro M1, di mana secara spesifikasi mengalahkan saingan mereka, namun harganya juga sangat murah. 

Berikut ini saya uraikan alasan mengapa ASUS Zenfone Max Pro M1 yang baru dirilis ASUS akan menjadi smartphone pilihan dan disukai pengguna smartphone Indonesia.

1. Harganya Sangat Murah

Bila dibandingkan dengan smartphone lain di kelas 2 jutaan, ASUS Zenfone Max Pro merupakan smartphone spesifikasi tinggi dengan harga termurah. 

Anda ingin bukti?

Coba cek di online market seperti Lazada, smartphone dengan spesifikasi full view, layar 6 inchi, full HD+, baterai berkekuatan besar dan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 636 dengan harga 2, 3 juta. Pasti tidak akan Anda temukan. Yang akan Anda temukan malah sebaliknya, spesifikasi lebih rendah atau setara dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa vendor malah berani menjual smartphone dengan prosesor yang lebih tua, lebih rendah skor AnTuTu-nya dibandingkan Zenfone Max Pro M1 dengan harga sampai dua kali lipat. Sebut saja Xiaomi Redmi Note 5 yang memiliki spesifikasi setara, namun dihargai Rp2.499.000. Demikian juga dengan Huawei Nova 2 Lite, Honor 9 Lite bahkan Samsung A6 dan A6+ yang ditenagai oleh Exynos 7870 dan Snapdragon 450 dijual dengan harga 3,7 juta dan 4,9 juta. Belum lagi Vivo V9 misalnya atau Vivo V7+ atau Oppo. 

Semua vendor di atas tak ada yang bisa mengalahkan harga Zenfone Max Pro M1 yang hanya Rp2.199.000 di flash sale dan Rp2.299.000 setelah flash sale. Dengan harga yang sangat murah ini, konsumen smartphone Indonesia sangat diuntungkan karena bisa memiliki smartphone dengan spesifikasi tinggi, tetapi ramah di kantong.

Faktor harga merupakan faktor yang sangat menentukan pembelian. Jika harga murah, konsumen Indonesia biasanya menyukai smartphone tersebut. Mereka tidak lagi memikirkan hal lain karena harga sudah cocok. Namun di ASUS Zenfone Max Pro M1, harga murah ini diberikan kelebihan lain yang tidak dimiliki banyak vendor lain, yaitu spesifikasi yang lebih baik. Jadi bukan asal murah.

2. Baterai Besar 5000 mAh plus Fast Charging

Salah satu faktor yang juga menentukan keputusan pembelian adalah daya tahan baterai. Pengguna tidak ingin terlalu sering mengecas smartphone karena memakan waktu dan kalau mengecas mereka tidak ingin lama-lama.

ASUS memahami hal ini dengan memberikan Zenfone Max Pro M1 baterai besar berkekuatan 5000 mAh. Dengan baterai besar ini, pengguna tidak perlu khawatir lupa membawa power bank. Cukup isi penuh di pagi hari, Zenfone Max Pro M1 bisa melayani seharian. Baterai besar tersebut juga bisa menghilangkan kekhawatiran saat bermain game, di mana biasanya pengguna khawatir kalau sering atau lama bermain game baterai harus sering dicas. Berdasarkan pengujian, gamer dapat memainkan Mobile Legend hingga 12 jam lamanya dengan Zenfone Max Pro M1.

Dengan motto Limitless Gaming, kini pengguna smartphone Indonesia bisa bermain game sepuasnya. Baterai 5000 mAh Zenfone Max Pro M1 bisa melayani mereka yang suka bermain game lebih lama tanpa khawatir kehabisan baterai. Lebih bagusnya lagi, jika baterai Zenfone Max Pro M1 habis, bisa dicas dengan sangat cepat dengan fast charging.


3. Layar Full HD+ Didukung Cristal Clear 2K Resolution

Beberapa vendor juga bermain di layar full view dengan resolusi 18:9 seperti Zenfone Max Pro M1. Sayangnya cukup jarang yang memiliki kualitas full HD+ crystal clear 2k resolution. Kalaupun ada harganya sudah jauh lebih mahal dibandingkan dengan Zenfone Max Pro M1. Kebanyakan vendor hanya sampai berani di kualitas layar HD+, namun harganya juga setara atau lebih mahal daripada Zenfone Max Pro M1.

Jika layar hanya dapat mendukung resolusi HD, maka tidak ada gunanya memutar video beresolusi 2K atau dengan kualitas tinggi di layar tersebut sebab perangkat hanya memutar ulang konteks pada grafis HD. Inilah sebabnya mengapa Zenfone Max Pro M1 dilengkapi dengan layar layar ultra-slim berukuran 1660x1080, Full HD+ ultra-tipis dengan aspek ration 18:9. Kecerahan layar naik hingga 450 nit, dan memiliki rasio kontras 1500: 1. Sebagian besar ponsel kelas menengah di pasar memiliki layar HD 5,45 inci atau 5,7 inci. Sangat sedikit yang dilengkapi dengan layar beresolusi tinggi seperti Zenfone Max Pro M1.


4. Sistem Operasi Android Pure 8.1

Mungkin bukan hanya saya yang kaget ketika ASUS merilis Zenfone Max Pro M1 tanpa ZenUI yang selama ini menjadi andalan ASUS di setiap smartphone yang mereka rilis. Untuk Zenfone Max Pro M1, ASUS berani memutuskan untuk meninggalkan ZenUI dan beralih ke Android Pure Oreo 8.1 atau android murni tanpa kustomisasi. Ini sebuah kemajuan yang sangat saya senangi karena dari dulu saya jarang sekali menggunakan ZenUI dan memilih menggunakan launcher yang lebih sederhana seperti Pixel Launcher.


OS Android Pure 8.1 ini cepat, sederhana dan cerdas. Perubahan ini juga dibuat berdasarkan pengalaman pengguna, karena seri Zenfone Max ditujukan untuk para gamer, banyak di antaranya lebih menyukai OS Android Pure dengan beberapa penyesuaian fitur. Dari feedback tersebut, ASUS akhirnya memutuskan untuk menggunakan Android Pure untuk merespon keinginan pengguna.

5. Teknologi Dual Camera yang Sedang Trend

ASUS memahami bahwa teknologi dual camera kini tengah populer. Untuk itu, Zenfone Max Pro M1 juga dibekali oleh teknologi dual camera ini. 
 
Dual camera Zenfone Max Pro M1

ZenFone Max Pro M1 menawarkan kamera ganda, di mana kamera kedua berfungsi untuk menghasilkan tingkat kedalaman foto, menghasilkan efek bokeh yang lebih akurat dalam mode potret. Dengan satu lensa berfokus pada gambar jarak dekat dan yang lain pada objek yang jauh, pengguna dapat dengan mudah membuat foto subjek dengan latar belakang yang buram. Mode real-time beauty digabungkan dengan lampu kilat LED Softlight juga menyajikan hasil foto terbaik pengguna saat berselfie atau memotret wajah. 

Dengan lima alasan tersebut di atas, Zenfone Max Pro M1 akan jadi primadona pengguna smartphone Indonesia. Harga murah, spesifikasi tinggi, layar bagus full view full HD+, dua camera dan sistem Android murni akan menarik sangat banyak pengguna smartphone Indonesia. Mereka yang suka bermain game mobile juga sangat diuntungkan karena tak khawatir lagi kehabisan baterai. 

Tertarik untuk membeli ASUS Zenfone Max Pro M1? Anda bisa membelinya di Lazada.

Saturday, May 5, 2018

Zenfone Max Pro M1, Smartphone Snapdragon 636 Termurah dan Terbaik

Zenfone Max Pro M1
Harus diakui bahwa sebagian besar konsumen smartphone Indonesia berada di segmen menengah. Keterbatasan anggaran merupakan salah satu alasan mengapa pengguna smartphone Indonesia menyukai smartphone pada segmen ini. Namun bukan berarti segmen menengah ke atas atau segmen flagship tak ada peminatnya.

Ada ciri penting yang harus dikuasai vendor untuk bisa eksis di segmen ini, di mana rentang harganya antara dua hingga tiga jutaan ini. Pertama, memiliki fitur terkini, kedua kemampuan kamera terutama terkait dengan selfie, dan ketiga kemampuan baterai serta bisa diajak bermain game dengan baik. Namun yang terpenting dari semua itu adalah harga yang ramah di kantong pengguna smartphone Indonesia.

Demikianlah beberapa waktu yang lalu, ASUS merilis smartphone kelas menengah terbaru mereka untuk pengguna Indonesia. Smartphone terbaru ASUS ini dinamai Zenfone Max Pro M1. Zenfone Max Pro M1 ini merupakan smartphone andalan ASUS untuk menggebrak dominasi Xiaomi di segmen harga. Kita mengetahui bahwa selama ini harga smartphone Xiaomi sangat ramah di kantong pengguna Indonesia sehingga sangat populer di Indonesia. ASUS membuktikan bahwa tidak hanya Xiaomi yang bisa bermain di harga, karena ASUS Zenfone Max Pro M1 harganya lebih murah dibandingkan Redmi Note 5. 

Bila kita lihat lebih jauh, Zenfone Max Pro M1 ini memiliki kelebihan utama di sektor baterai dengan ukuran jumbo 5000 mAh. Dengan baterai besar ini ASUS berani memberikan tagline untuk Zenfone Max Pro M1, yaitu limitless gaming yang bisa diartikan bermain game tanpa batas, tanpa khawatir baterai cepat habis karena Zenfone Max M1 memiliki baterai super besar.

Namun tentu bukan hanya sektor baterai yang diandalkan ASUS pada Zenfone Max Pro M1. Salah sati sektor penting dari smartphone adalah prosesor. ASUS memahami bahwa tanpa prosesor yang mumpuni, hemat daya kelebihan di sektor baterai tidak akan cukup bisa menarik konsumen untuk beralih dan membeli Zenfone Max Pro M1. Untuk itu, ASUS memilih untuk menggunakan prosesor kelas menengah terbaru dari Snapdragon, yaitu seri 636 yang memiliki beberapa fitur prosesor kelas atas. Dengan prosesor Snapdragon 636 ini diharapakan Zenfone Max Pro M1 bisa berlari kencang, berkinerja bagus, hemat daya, namun tetap ramah di kantong pengguna.

Snapdragon 636 merupakan prosesor baru yang akan segera populer menggantikan kakaknya yang sudah cukup lama berada di pasar, yaitu Snapdragon 625. Prosesor ini memiliki cukup banyak kelebihan. Kelebihan terpenting adalah teknologi yang ada di seri flagship seperti Snapdragon 835 ternyata "diturunkan" ke Snapdragon 636 ini. 

Menurut Jagat Review salah satu teknologi yang ada di seri flagship seperti seri 835 dan 845 adalah Kyro. Qualcomm menggunakan custom core di dalam Snapdragon 636, yaitu Kryo 260. Kryo 260 di sini memiliki 8 core yang terbagi dalam 2 cluster. Cluster dengan performa tingginya menggunakan basis dari Cortex A73 yang juga ada di Snapdragon 636.

Jagat Review juga menyajikan hasil tes AnTuTu 7.0 Benchmark Snapdragon 636 ini, yaitu sebagai berikut.

Skor AnTuTu Benchmark Snapdragon 636

Bila kita lihat hasil benchmark tersebut, Snapdaron 636 jauh meninggalkan lawan-lawannya, misalnya Snapdragon 650, Kirin 659, Snapdragon 450, Snapdragon 625 dan Helio P20. Dengan skor AnTuTu tinggi ini bisa diperkirakan kinerja smartphone yang menggunakan Snapdragon 636 akan sangat kencang.

Dengan Snapdragon 636 ini ASUS percaya bahwa secara kinerja Zenfone Max Pro M1 ini tidak akan mengecewakan. Namun tentu saja hal tersebut belum cukup. Sisi kamera misalnya, ASUS juga memberikan kamera belakang berukuran 13 megapiksel dan kamera kedua (wide) dengan ukuran 5 megapiksel untuk foto bokeh. Untuk kamera depan, ASUS memberikan variasi ukuran megapiksel kamera, yaitu untuk seri versi RAM 3GB, ROM 32GB dan RAM 4GB dan ROM 64GB)  kamera depannya adalah 8 megapiksel, sedangkan untuk versi RAM 6GB ROM 64GB kamera depan dan belakang berkekuatan 16 megapiksel.

Sementara di sisi layar ASUS memberikan layar ukuran besar, yakni 6 inci dan resolusi Full HD+ 2.160 x 1080p dengan rasio 18:9 serta full-view display demi memaksimalkan pengalaman bermain game. 

Untuk keleluasaan pengguna, ASUS memberikan tiga slot kartu di Zenfone Max Pro M1 ini. Hal ini sebuah kelebihan lain, di mana ASUS menyadari bahwa pengguna smartphone Indonesia setidaknya memiliki dua nomor dan selain itu, meskipun sudah memiliki storage besar, mereka tetap ingin melakukan ekspansi penyimpanan dengan kartu SD Card. Hal ini didengar dan dipahami oleh ASUS sehingga mereka memberikan tiga slot kartu, bukan lagi dua slot hybrid seperti yang ada di Zenfone 3.
Zenfone Max Pro M1 memilik 3 slot kartu

Salah satu faktor yang menjadi hal yang sangat penting bagi pengguna smartphone Indonesia adalah masalah harga. Pengguna Indonesia ingin smartphone terkini, namun harganya jangan mahal. Nah soal harga ini, merupakan kelebihan lain Zenfone Max Pro M1 karena Zenfone Max Pro M1 merupakan smartphone termurah yang ditenagai Snapdragon 636.

Sewaktu rilis, ASUS memberikan variasi harga Zenfone Max Pro M1, yaitu sebagai berikut:


1. ZenFone Max Pro M1 (3GB/32GB) Rp2.199.000, hanya tersedia di Lazada di masa flash sale. Setelah flash sale, harganya akan menjadi Rp2.299.000.
2. ZenFone Max Pro M1 (4GB/64GB) Rp2.799.000 tersedia secara bebas
3. ZenFone Max Pro M1 (6GB/64GB) Rp3.299.000 tersedia secara khusus didistribusikan oleh Erajaya

Harga Zenfone Max Pro M1 versi RAM 3GB dan ROM 32GB merupakan harga termurah sebuah smartphone dengan Snapdragon 636. Ini merupakan keunggulan ASUS yang bisa menjadi senjata melibas lawan-lawannya karena harga Redmi Note 5 misalnya dengan Snapdragon 636 (RAM 3GB dan ROM 32GB) lebih mahal, yaitu Rp2.499.000.

Apalagi jika dibandingkan dengan vendor lain yang hanya menggunakan Snapdragon 625 atau bahkan Snapdragon 430 atau 450, namun harganya jauh lebih mahal. Dari sisi harga keunggulan Zenfone Max Pro M1 ini terlihat jelas sehingga konsumen yang memiliki anggaran terbatas tetap bisa membeli Zenfone Max Pro M1

Konsumen Indonesia dikenal sensitif dengan harga sehingga mereka berusaha mencari smartphone yang pas di kantong. Dengan harga paling murah dan fitur terkini, saya rasa ASUS Zenfone Max Pro akan memperoleh tanggapan positif dan konsumen Indonesia karena bisa menyesuaikan fitur terkini smartphone dengan harga yang terjangkau.

Kesimpulannya, Zenfone Max Pro M1 ini memiliki fitur terkini, prosesor terbaik di kelasnya dan harga yang sangat terjangkau sehingga tidak ada alasan untuk tidak memilikinya.

Spesifikasi lengkap Zenfone Max Pro M1:


Model
ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)
Display, Resolution
Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display
2.5D curve glass with 450nits
SoC Processor
CPU
Powerful 14nm Qualcomm Snapdragon 636 Octa Core Processor with  1.54x Antutu CPU score than SD625
GPU
Qualcomm® Adreno™ 509 GPU             
Memory
RAM / Storage
LPDDR4 3GB RAM, 32GB ROM
LPDDR4 4GB RAM, 64GB ROM
LPDDR4 6GB RAM, 64GB ROM
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)
Camera System
Rear (main)
Camera
16MP (6G/64GB), 13MP (3G/32GB, 4GB / 64GB), PDAF
Rear (wide)
Camera
5 Megapixel for bokeh mode
Front camera
16MP (6G/64GB) , 8MP (3G/32GB , 4GB / 64GB), softlight LED flash
Camera feature
PixelMaster 4.0 camera mode:
Beauty
, Auto (with HDR features), Selfie Panorama, GIF Animation
Wireless
WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Sensor
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor, Gyroscope
SIM card and SD slot
Triple Slots: dual SIM, one MicroSD card
Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM
Data rate:
DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps; LTE CAT7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support
GPS
GPS, AGPS, Glonass, BDS
OS
Pure Android 8.1 Oreo
Battery
5.000mAh capacity
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver
Size / Weight
159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Color
Deepsea Black and Meteor Silver


ASUS Hadirkan Zenfone 5Z Varian Tertinggi RAM 8GB ROM 256GB

Setelah sebelumnya merilis Zenfone 5Z versi 128GB, di bulan Oktober ini ASUS Indonesia akan menghadirkan ZenFone 5Z varian tertinggi. P...