Friday, March 31, 2017

Mengapa Menyinyiri Twitter Sesuatu yang Penting

Nyinyir ajah kerjaannya

Pengguna layanan di zaman digital adalah pengguna yang cerewet atau nyinyir. Kebanyakan layanan digital tersebut, sebutlah Twitter, WhastApp, Facebook, Google dan banyak lainnya free of charge alias gratisan (dalam bentuk tidak membayarkan uang sepersen pun). Namun demikian, meskipun gratis masih banyak pengguna yang cerewet terhadap layanan tersebut. Istilahnya sudah dikasih gratis kok malah dinyinyiri, dikritik padahal tiap hari menggunakannya. Kalau nggak suka tinggalkan saja!

Let me tell you ...

Layanan yang mengatakan diri mereka gratis tersebut pada dasarnya tidaklah gratis. Di zaman digital, selain uang yang Anda bayarkan untuk transaksi sehari-hari, berlaku juga data dan privasi sebagai uang di zaman digital. Artinya, layanan yang gratis tersebut Anda bayar dengan data dan privasi Anda. Lebih jauh lagi, dengan menggunakan layanan gratis tersebut Anda setuju interaksi Anda di layanan tersebut dicatat dan dikumpulkan lalu dijadikan mata dagangan baru untuk pengiklan yang akan menghidupi layanan gratis tersebut dan bahkan membuat pembuatnya kaya raya.

So, Anda memang tidak membayar apa-apa (kecuali harga berlangganan internet tentunya), namun secara tidak kasat mata, Anda selalu membayar setiap jengkal interaksi yang Anda lakukan di Twitter, Facebook, Google dan lainnya dengan data Anda. Data di sini tentu sangat banyak, mulai dari data diri,, tempat tinggal, umur, hobi, perangkat yang Anda pakai, lokasi yang Anda kunjungi, foto yang Anda upload dan masih banyak lagi. 

Data tersebut akan membuat kaya pemilik layanan, menghidupi sekian banyak karyawan layanan tersebut karena pengiklan menginginkannya agar iklan mereka tepat sasaran. Pengiklan akan membayar layanan tersebut untuk data Anda. Anda tentu tahu Mark Zuckerberg. Apakah pernah Mark meminta Anda membayar untuk layanan Facebook? Tetapi mengapa Mark Zuckerberg bisa kaya raya, sementara Anda malah tetap saja tak berubah nasibnya? (eh :)

Di sisi privasi, Anda mengijinkan Twitter, Facebook dan lainnya layanan gratis itu untuk membagi data Anda ke pihak lain atau pihak ketiga seperti pengiklan. Anda setuju bahwa privasi Anda akan terganggu dengan adanya iklan, Anda setuju orang lain melihat Anda dan apa yang Anda perbincangkan secara publik, dan banyak lainnya.

Hal tersebut di atas memang tidak perlu mengeluarkan keringat atau merogoh dompet untuk membayarnya, cukup dengan mengklik AGREE saat Anda membuka akun di layanan gratisan tersebut. 

Nah, ternyata layanan gratisan tersebut tidak gratis bukan?

Oleh karena tidak gratis setiap pengguna perlu mengkritisi apa saja yang dilakukan pemilik layanan. Apa saja tweak yang mereka lakukan agar interaksi makin bagus. Misalnya menghilangkan @ username yang baru hari ini berlaku di Twitter agar tidak lagi termasuk bagian yang dihitung di 140 karakter. 

Kritik tersebut perlu dan bahkan Twitter memintanya (sebenarnya) agar mereka bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi. Mereka kadang memberikan apreasiasi karena pada dasarnya tidak ada layanan yang sempurna, semua layanan gratis ada saja kacaunya. 

Berikutnya, kritik terhadap layanan gratisan tersebut bukanlah sesuatu bentuk kebencian atau nyinyir. Mengapa? Karena yang dikritik ada dasarnya, ada solusi yang ditawarkan dan pada dasarnya kritik tersebut bertujuan untuk menjaga agar layanan tersebut tidak sewenang-wenang karena sudah memperoleh data pengguna sekian banyaknya.

Anda bisa membaca kritik pedas BuzzFeed terhadap Twitter dalam sebuah artikel panjang terkait populernya hate speech, bullying, trolling dan berbagai penyalahgunaan layanan yang dibiarkan Twitter selama hampir 10 tahun. Jika tidak ada kritik seperti itu dan tekanan banyak pengguna agar Twitter mengatasi penyalahgunaan layanannya, apakah Twitter (misalnya) akan se-proaktif sekarang terhadap hate speech? Wong setelah dikritik habis-habisan masih tenang-tenang saja.

Ini artinya, layanan gratis yang diberikan tidak otomatis mematikan hak pengguna untuk melakukan kritikan bahkan nyinyiran. Semestinyalah layanan merasa beruntung (dan juga pengguna lainnya) karena ada pengguna yang aktif mengkritik agar layanan gratisan tersebut tidak asal-asalan karena sudah merasa memberikan layanan gratis. 

Lalu kalau nyinyir melulu tapi terus memakainya gimana nih

Bagi saya nyinyir atau kritikan berulang terhadap layanan tertentu bukan berarti orang yang melakukannya sekalian keluar saja dari layanan tersebut. Pada banyak situasi, justru tidak ada layanan yang sepadan sebagai pengganti sehingga keluar dari layanan bukan solusi yang diinginkan.

Kedua pengguna memiliki pilihan dan tidak harus dipaksa keluar dari suatu layanan hanya karena ia sering mengkritik atau menyinyiri layanan tersebut. Ariel Waldman yang menjadi korban kelalaian Twitter terhadap penyalahgunaan layanan mereka dan secara keras mengkritik Twitter tetap saja menggunakan Twitter. Ini tandanya bahwa mereka yang mengalami dan menggunakan layanan gratis tersebut akan lebih mampu memberikan kritikan yang berimbang serta mungkin solusi yang diperlukan. Jika tidak menggunakan tentu saja repot.

Nah, sudah dulu yah. Jangan serius gitu, ayo ngopi ...


Thursday, March 30, 2017

Samsung Rilis Galaxy S8 dan S8+ dengan Infinity Display Mengesankan

Launching Galaxy S8 dan S8+

Persaingan smartphone kelas atas selalu sengit. Banyak vendor yang bertarung di kelas ini, namun hanya sedikit yang bisa dikatakan sukses. Di antara yang sukses tersebut adalah Samsung. Samsung, sejak generasi Galaxy S pertama memang sangat konsisten di kelas atas ini dan kini dengan generasi ke-8 Samsung kembali ingin meninggalkan lawan-lawan mereka dengan merilis Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Semalam di New York (via YouTube) Samsung merilis Galaxy S8 dan S8+ dengan segudang fitur terdepan. Salah satu yang patut dilihat adalah Samsung kini mengatakan GOOD BYE kepada flat screen. Di seri terdahulu, Samsung merilis Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge untuk membedakan layar flat (S7) dan layar rounded edge to edge (S7 Edge). Di Seri Galaxy S8 ini karena keduanya sudah menggunakan rounded edge to edge screen otomatis penamaannya tidak lagi mengikuti seri 7. Samsung menambahkan + (Plus) untuk seri Galaxy S8 dengan layar yang lebih besar (6,2 inchi) untuk membedakannya dari Galaxy S8 dengan bentang layar lebih kecil (5,8 inchi).

Bisa dikatakan Galaxy S8 dan S8+ ini kembali meninggalkan vendor lain dari sisi desain smartphone, meskipun sebenarnya desain tersebut telah terlihat di Samsung Galaxy S7 Edge sebelumnya. Bentang layar rounded edge to edge yang tidak biasa ukurannya 5,8 inchi dan 6,2 inchi jelas memberikan perbedaan yang signifikan bila diperbandingkan dengan smartphone lainnya. Samsung Galaxy S8 dan S8+ terlihat makin tinggi dibandingkan smartphone yang ada saat ini di pasar dan ini memberikan keuntungan dari sisi view bagi pengguna.
Galaxy S8 dan S8+

Sebagaimana Samsung sendiri inginkan, layar dengan bentangan 5,8 inchi dan 6,2 tersebut akan meminimalisasi scrolling sehingga pengguna tidak lagi repot untuk menggunakan jari lebih sering untuk scrolling konten yang tampil di layar.

Samsung menyebut layar di Galaxy S8 dan S8+ ini dengan Infinity Display. Infinity Display secara umum dapat diartikan  a bezel-less, full-frontal, edge-to-edge screen. Bila dilihat, sisi kiri dan kanan Galaxy S8 dan S8+ ini memang tidak ada bezel-nya. Layar yang melengkung di kiri dan kanan tersebut akan bertemu dengan penampang untuk bagian belakang smartphone sehingga hal ini akan memperbesar view smartphone.

Infinity Display Galaxy S8 dan S8+

Untuk teknologi layar ini memang tidak ada yang membantah inovasi Samsung karena mereka merupakan leader di teknologi layar. Dengan layar yang lebih besar tanpa harus memperbesar ukuran smartphone secara signifikan, membuat Galaxy S8 dan S8+ ini menurut Samsung masih sangat enak untuk digenggam. 

Resolusi layar Infinity Display inipun bisa diubah oleh pengguna, sesuatu yang kecil sebenarnya namun memiliki arti yang cukup besar dari sisi tampilan layar bagi pengguna. Selama ini kita mengenal bahwa sebuah smartphone hanya memiliki pilihan resolusi layar default sesuai dengan yang dirilis vendor. Namun dengan dengan Galaxy S8 dan S8+ Samsung memberikan pilihan menarik. Resolusi layar default untuk Galaxy S8 dan S8+ adalah Full HD+. Resolusi ini bisa diubah di setting menjadi QHD+ (WQHD+) sehingga pengguna bisa memilih saat menikmati konten video QHD+ untuk tampilan yang lebih baik atau hanya Full HD+ untuk penggunaan sehari-hari.

Tentunya inovasi di layar bukan satu-satunya yang dibawa oleh Samsung di Galax S8 dan S8+. Dari sisi prosesor, Galaxy S8 dan S8+ tidak berbeda, yaitu menggunakan prosesor terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 835 atau inhouse Prosesor Samsung sendiri. Galaxy S8 dan S8+ menghadirkan ketangguhan performa dan konektivitas berkat 10nm chip, pertama di kelasnya, memungkinkan kecepatan dan efisiensi yang ditingkatkan. Galaxy S8 dan S8+juga mendukung gigabit LTE dan gigabit Wi-Fi dengan dukungan hingga 1 Gbps memungkinkan pengguna untuk mengunduh file secara cepat dengan berbagai ukuran.

Pilihan warna Galaxy S8 dan S8+

Salah satu fitur yang menarik adalah Bluetooth 5.0. Galaxy S8 dan S8+ merupakan smartphone pertama di dunia yang menggunakan Bluetooth 5.0. Kelebihan Bluetooth 5.0 ini menurut The Verge ada di tiga kategori, yaitu audio/suara, kecepatan, dan daerah jangkauan. Bluetooth 5.0 lebih cepat dua kali lipat dibandingkan Bluetooth 4.2 dan jangkauannya empat kali lebih luas sehingga nanti dapat menjangkau hingga 240 meter. Di sisi audio, Galaxy S8 dan S8+ nantinya akan memungkinkan tersambung ke dua headphone sekaligus secara bersamaan sehingga tak perlu lagi membagi headphone ketika mendengarkan lagu bersama pasangan.

Di sisi kamera Galaxy S8 dan S8+dilengkapi dengan lensa kamera canggih 8MP bukaan F1.7 serta Smart autofocus pada kamera depan dan 12MP bukaan F1.7 pada kamera belakang yang dilengkapi dengan Dual Pixel untuk memastikan kualitas gambar yang menakjubkan dalam kondisi minim cahaya, zoom dan anti-blur yang didukung dengan proses gambar yang ditingkatkan.

Galaxy S8 dan S8+akan hadir dengan berbagai fitur-fitur khas dari seri Galaxy yang disukai oleh pengguna, termasuk IP68 yang menjadikan Galaxy S8 dan S8+tahan terhadap air dan debu, MicroSD yang mendukung memori hingga 256GB, tampilan always-on yang memudahkan pengguna untuk melihat waktu atau melihat catatan penting tanpa menghidupkansmartphone, kemampuan pengisian ulang daya baterai cepat dan tanpa kabel serta koneksi internet tethering dari satu perangkat ke perangkat lain dan konektivitas Wi-Fi.

Hal lain yang perlu dilihat adalah penggunaa Iris Scan untuk membuka smartphone. Namun itu bukan satu-satunya yang dihadirkan di Galaxy S8 dan S8+. Bagi pengguna dengan berbagai kesukaan Samsung menyediakan pilihan Face recognition, Fingerprint, Pattern, Password atau PIN. Penggunaan Iris Scan dan Face recognition sepertinya akan sangat menarik selain metode lama fingerprint, pattern, password atau PIN.

Iris Scan

Spesifikasi lengkap Galaxy S8 dan S8+

 
Galaxy S8
Galaxy S8+
Sistem Operasi
Android 7.0
Jaringan
LTE Cat. 16*
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Dimensi
148.9 x 68.1 x 8.0 mm, 152g
159.5 x 73.4 x 8.1 mm, 173g
AP
Octa core (2.3GHz Quad + 1.7GHz Quad), 64 bit, 10 nm process
Octa core (2.35GHz Quad + 1.9GHz Quad), 64 bit, 10 nm process
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Memori
4GB RAM (LPDDR4), 64GB (UFS 2.1)
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Layar
5.8” (146.5mm)1Quad HD+
(2960x1440), (570ppi)
6.2” (158.1mm)1 Quad HD+
(2960x1440), (529ppi)
1 Screen measured diagonally as a full rectangle without accounting for the rounded corners
1 layar dikukursecara diagonal sebagai kotak persegi tanpa memperhitungkak lekukan di bagian pojoknya
Kamera
Rear: Dual Pixel 12MP OIS (F1.7), Front: 8MP AF (F1.7)
Kamera depan: Dual Pixel 12MP OIS (F1.7), Kamera belakang: 8MP AF (F1.7)
Baterai
3,000 mAh
3,500 mAh
Fast Charging on wired and wireless
Wireless Charging compatible with WPC and PMA
Pengisian daya baterai cepat dengan menggunakan kabel dan tanpa kabel
Pengisian daya baterai cepat tanpa kabel kompatibel dengan WPC dan PMA
Metode Pembayaran
NFC, MST
Konektivitas
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2.4/5GHz), VHT80 MU-MIMO, 1024QAM
Bluetooth® v 5.0 (LE up to 2Mbps), ANT+, USB Type-C, NFC,
Location (GPS, Galileo*, Glonass, BeiDou*)
*Galileo and BeiDou coverage may be limited.
*Jaringan Galileo dan BeiDou mungkin terbatas.
Sensor
Accelerometer, Barometer, Fingerprint Sensor, Gyro Sensor,
Geomagnetic Sensor, Hall Sensor, Heart Rate Sensor, Proximity Sensor,
RGB Light Sensor, Iris Sensor, Pressure Sensor
Audio
MP3, M4A, 3GA, AAC, OGG, OGA, WAV, WMA, AMR, AWB,
FLAC, MID, MIDI, XMF, MXMF, IMY, RTTTL, RTX, OTA,DSF, DFF
Video
MP4, M4V, 3GP, 3G2, WMV, ASF, AVI, FLV, MKV, WEBM

Pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah berapa harga untuk Galaxy S8 dan S8+ yang ditetapkan oleh Samsung?

Untuk Galaxy S8 Samsung memberikan harga USD720 (sekitar Rp9.720.000, kurs Rp13.500) dan Galaxy S8+ USD840 (sekitar Rp11.340.000, kurs Rp13.500).







Thursday, March 23, 2017

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800
Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah notebook seharga sebuah mobil di kisaran harga Rp90 juta hingga Rp100 juta? Percaya tak percaya, ASUS baru saja merilis sebuah notebook khusus untuk bermain game dengan harga Rp95.499.000!

Bertempat di Empirica, Jakarta, ASUS resmi memperkenalkan ASUS ROG GX800, satu-satunya notebook gaming di dunia yang memiliki water cooling terpisah dan mempunyai performa paling gahar.  

ASUS ROG GX800 adalah notebook gaming pertama yang menggunakan watercooling di dunia, mempunyai spesifikasi “tingkat dewa” dan dihadirkan tidak hanya sekedar menjadi mesin game untuk para pecinta game garis keras.

Notebook ini sekaligus menyuguhkan rentetan teknologi mutakhir yang paling canggih saat ini berbekal prosesor Intel Core i7-7820HK yang dapat di overclock serta sistem operasi Windows 10 yang telah ditingkatkan kemampuannya untuk kebutuhan gaming.

Menurut Galip Fu Country Marketing Manager ASUS Indonesia, lahirnya ASUS ROG GX800 diawali dari sebuah ide dasar untuk mewujudkan sebuah komputer mobile yang performanya dapat menyamai perangkat desktop. ASUS menurutnya sangat berambisi terhadap gagasan ini dan telah memulai riset untuk menciptakan teknologi water cooling pada perangkat gaming sejak 2003.

Docking ASUS ROG GX800

ASUS akhirnya berhasil mewujudkan impian tersebut dengan merilis perangkat pertamanya dengan nama ASUS ROG GX700 pada tahun 2015 lalu dan tahun 2017 ini ASUS merilis generasi berikutnya, yaitu ASUS ROG GX 800.

ASUS ROG GX800 adalah beast gaming notebook yang dilahirkan untuk menaklukan semua konten 3D gaming paling berat sekalipun apalagi ditambah dengan kemampuannya overclocking-nya. Penggunaan pendinginan berbasis watercooling, memastikan semua jenis "siksaan" yang dibebankan padanya menjadi aman terkendali. ASUS ROG GX800 adalah notebook yang menawarkan prestise dan kemewahan untuk memberikan kepuasan pada para “sultan” atau konsumen yang tidak punya masalah dengan anggaran.

Melihat harganya yang hampir 100 juta rupiah, apa yang dikatakan Galip Fu tersebut benar adanya. ASUS ROC GX800 ini memang tidak diciptakan untuk pasar mainstream atau gamer kebanyakan. Dengan spesifikasi dan harga sangat tinggi, ASUS ROG GX800 ditujukan bagi game kelas atas yang tidak bermasalah dengan anggaran sehingga mereka mencari performa tinggi yang bisa meladeni keinginan mereka dalam bermain game. Tampanya ASUS ROG GX800 ini merupakan jawaban dari keinginan game kelas berat tersebut.

ASUS ROG GX800 menggunakan teknologi 2 way SLI GTX1080 graphic cards, prosesor Intel Core i7-7820HK, layar 18,4 inci beresolusi 4K dilengkapi G-Sync, dua buah adapter berukuran 330W dan RGB backlit keyboard.

ASUS ROG GX800 ini masih sanggup di overclock dengan aman hingga 4,6GHz. Sebelumnya, ASUS ROG GX700 hanya sanggup di overclock mencapai 4,4GHz. Tidak hanya prosesor, tetapi kartu grafisnya pun mampu di-overclock hingga 1961MHz. Sementara Video RAM (VRAM) dan DRAM (Dinamic Random Access Memory) juga bisa ditingkatkan dengan mudah sampai 5,2GHz dan 2800MHz melalui ASUS Gaming Center. 

Clock speed yang lebih tinggi tentu saja berpengaruh besar pada kinerja dan processing speed pada komputer secara keseluruhan, antara lain mampu meningkatkan frame rate (FPS) pada game, mempercepat waktu rendering 3D/video editing serta membuat berbagai aplikasi yang sangat boros daya, seperti game dan beberapa aplikasi sosial media yang menggabungkan foto, video dan teks sekaligus di dalamnya berjalan lebih gegas.

Dari sisi kenyamanan dan meningkatkan suasana bermain game yang lebih terasa, RGB keyboard dengan fitur anti ghosting 30 roll over keyboard serta mechanical switch, sanggup memberikan kenyamanan ekstra serta presisi yang tepat pada saat memainkan game terutama game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti DOTA 2, League of Legends,maupun game FPS (First Person Shooter) Counter Strike, Point Blank dan lainnya. Dikombinasikan dengan teknologi ROG AURA, menyuguhkan pengguna pilihan kustomisasi hingga 8juta pilihan warna untuk dipilih.

Salah satu teknologi penting di ASUS ROG GX800 adalah Docking Water cooling Generasi ke-2 yang lebih bertenaga. Docking yang  oleh ASUS disebut sebagai Hydro Overclocking Station ini masih sama dengan water cooling pada GX700. Pendingin bekerja dengan cara mengalirkan cairan yang berasal dari tangki melalui tabung selang yang didorong oleh pompa menuju ke dalam perangkat untuk mendinginkan sistem yang sedang bekerja. 

Namun pada docking station generasi kedua ini, ASUS mendesain ulang konsep pendinginannya sehingga aliran coolant mampu mengalir pula pada CPU serta dua buah GPU-nya untuk meredam panas. Setelah meredam panas di CPU dan dua buah GPU, cairan panas yang telah mendinginkan sistem tersebut dialirkan lagi keluar sistem dan kembali menuju docking untuk mendinginkan suhu dengan radiator. Panas akan dibuang keluar melalui lubang ventilasi pada radiator.

Karena mempunyai tugas yang cukup berat, secara otomatis water cooling pada ASUS ROG GX800 dibuat menjadi lebih besar 20 persen dibanding pendahulunya untuk menampung lebih banyak coolant. Secara otomatis bobotnya pun bertambah berat menjadi 4,7Kg.


ASUS ROG GX800

Desain radiator water cooling dibuat dengan proses manufaktur yang sama dengan sistem pendingin yang ada pada sebuah mobil, agar dapat memberikan penyegaran dan pendinginan yang maksimal. Water cooling-nya pun sangat mudah digunakan, karena pengguna hanya tinggal mengaitkan konektor yang ada di docking dengan notebook.

Berikut ini spesifikasi dan harga ASUS ROG GX800.

Main Spec.
ROG GX800 (G-SYNC)
CPU
Intel® Core™ i7-7820HKprocessor overclock up to 4,6GHz
Operating System
Windows 10
Memory
64GB DDR4 up to 2800MHz
Storage
M.2 PCIEX4  NVMe 512G*3 RAID0
Display
18.4” UHD IPS LED backlight (3840X2160) with G-SYNC
Graphics
NVIDIA® GeForce® GTX 1080 SLI with 16GB GDDR5X VRAM
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 3 x USB 3.0 port(s), 1 x USB 3.1 port Type C Gen2 (with Thunderbolt), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI
Camera
Built-in HD camera and array mic
Connectivity
Integrated 802.11ac, BT 4.1 (Dual band) 2x2
Audio
Built-in Speakers and Analog Microphone, SonicMaster, 4 speakers, ESS Sabre Headphone DAC to enhance audio performance.
Dimension
45.8(W) x 33.8(D) x 4.34 ~ 4.74 (H) cm
Battery
74WHrs, 4S2P, 8 Cell Li-ion Battery pack
Keyboard
Mechanical Keyboard with RGB LED
MSRP
Rp 95.499.000
Accessories
GX800VH Liguid Cool Docking
Gaming Mouse
Gaming Suitcase & Backpack bag & Antenna
Warranty
2 years full global warranty

Friday, March 17, 2017

ASUS Bundling Zenfone 3, Zenfone 3 Laser, dan Zenfone Go dengan Kartu Telkomsel


Meskipun sudah cukup lama koneksi 4G LTE ada di Indonesia, ternyata penetrasi koneksi 4G LTE ini belum terlalu dalam. Masih banyak pengguna smartphone di Indonesia yang harus puas menggunakan koneksi 3G HSDPA atau bahkan mungkin 2G. 

Masalahnya mungkin saja ketersediaan perangkat 4G yang mungkin belum cukup banyak. Bisa juga operator masih belum sepenuhnya mengandalkan koneksi 4G LTE dan masih bermain di koneksi 3G.

Dalam ketersediaan perangkat ini, ada yang menarik untuk dilihat, yaitu ASUS. ASUS merupakan vendor smartphone yang memiliki pasar yang cukup bagus di Indonesia dan perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir sangat cepat. 

Untuk mendukung penetrasi koneksi 4G LTE ini, ASUS menggandeng salah satu operator besar Indonesia, yaitu Telkomsel dan produsen chip modem 4G LTE, yaitu Qualcomm. Tujuan kerja sama tersebut tidak lain untuk memastikan teknologi 4G LTE lebih tepat sasaran.

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan memberikan bundling terhadap sejumlah perangkat telepon selular ASUS Indonesia termasuk seri ZenFone 3 ZE552KL, ZenFone 3 Laser ZC551KL dan Zenfone Go ZB500KL. Pengguna ponsel seri tersebut dapat menikmati paket data spesial dari Telkomsel dengan kuota hingga 14GB per bulan seharga Rp59.000,00. 

Benjamin Yeh, Regional Director, ASUS South East Asia mengatakan bahwa seluruh ponsel yang ada dalam product bundling didukung modem LTE dari Qualcomm Snapdragon yang memberikan konektivitas yang unggul, lebih sedikit drop call, dan kapasitas unduh yang lebih besar bagi para pengguna. ASUS menargetkan lebih banyak lagi pengguna di Indonesia yang dapat menikmati akses internet cepat lewat perangkat mobile yang terjangkau untuk mereka.

Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia mengtakan bahwa Qualcomm sangat gembira untuk kembali bekerja sama dengan mitra mereka, yaitu Telkomsel dan ASUS, dalam menawarkan program product bundling smartphone ASUS di seluruh Indonesia. Menurutnya, dengan makin luasnya adopsi jaringan 4G/LTE, Qualcomm ingin memastikan bahwa para pengguna dapat menikmati pengalaman terbaik yang bisa ditawarkan oleh jaringan tersebut. Selain mempersembahkan rangkaian solusi modem berkualitas, Qualcomm juga akan terus bekerja sama dengan mitra lokal untuk membawa solusi konektivitas yang lebih baik dan lebih cepat ke ekosistem mobile di Indonesia yang mana potensinya sangatlah besar.

Sementara itu, Onang Prihadi dari Telkomsel mengatakan kerja sama dengan ASUS sebagai produsen perangkat 4G/LTE yang berkualitas, melahirkan product bundling istimewa yang telah dilengkapi layanan internet 4G Telkomsel yang cepat dan stabil dengan kuota besar yang memadai. Kerja sama ini diharapkan dapat terus mengakselerasi adopsi 4G ke masyarakat yang lebih luas lagi

Product bundling ZenFone 3 ZE552KL, ZenFone 3 Laser ZC551KL dan Zenfone Go ZB500KL hasil kerja sama tersebut tersedia dengan paket data Telkomsel dengan kuota sebesar 14GB per bulan dengan harga terjangkau, yaitu Rp59.000,00 berlaku hingga 12 bulan. Di dalamnya tersedia pula gratis paket langganan konten video on demand dari HOOQ dan Viu. Aktivasi paket data ini dapat dilakukan dengan mudah dengan mengakses *363*93#. 

Selain paket data, tersedia juga penawaran menarik bagi 500 pelanggan pertama yang melakukan pembelian product bundling Asus Zenfone 3 di  20 GraPARI terpilih di Jabotabek, yaitu berupa cash back sebesar Rp500.000,00 Informasi lebih lanjut dapat diakses di http://www.telkomsel.com/asus.

Sekilas tentang produk yang dibundling ASUS dengan Telkomsel

Pada program bundling kali ini, ASUS menyediakan tiga pilihan produk yang terjangkau untuk tiap-tiap segmen pengguna. Mulai dari ASUS ZenFone 3 ZE552KL, ASUS ZenFone 3 ZC551KL, dan ZenFone Go ZB500KL.

ASUS ZenFone 3 ZE552KL merupakan smartphone flagship yang dipasarkan di harga mainstream. Menggunakan desain premium, berlapis corning Gorilla Glass dengan kontur 2.5D di bagian depan dan belakangnya, smartphone ini diperkuat oleh prosesor octa-core Qualcomm Snapdragon 625 yang terkenal memiliki performa mumpuni namun paling hemat energi di kelasnya. Smartphone dengan RAM 4GB dan storage sebesar 64GB resolusi FullHD 1920x1080 ini dipasarkan di harga Rp5.099.000.

ASUS ZenFone 3 Laser ZC551KL adalah smartphone mainstream yang dipasarkan di harga terjangkau, Rp3.399.000 namun punya fitur fotografi yang mumpuni. Diperkuat prosesor octa-core Qualcomm Snapdragon 430, ia punya RAM sebesar 4GB dan storage 32GB dan dapat diekspansi lewat kartu MicroSD hingga sebesar 128GB untuk menyimpan foto. Kameranya sendiri menggunakan sensor Sony IMX214 dengan resolusi 13MP, aperture f/2.0 serta laser autofocus yang dapat membidik dalam waktu 0,03 detik.

ASUS juga menyediakan ZenFone Go ZB500KL yang sangat terjangkau, yakni dipasarkan di harga Rp1.399.000. Smartphone 5 inci HD 1280x720 dengan prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 410 dan RAM 2GB ini menyediakan dua buah slot SIM card yang dapat memanfaatkan konektivitas 4G LTE dari seluruh operator yang ada di Indonesia.

Monday, March 13, 2017

Zenbook UX330UA, Ultrabook untuk Pengguna Premium Mobilitas Tinggi

Ultrabook Zenbook UX330UA
Produk Ultrabook merupakan produk yang sangat penting. Banyak pengguna melihat desain tipis laptop sebagai kelebihan yang patut dipertimbangkan dalam membeli laptop. Hal ini sudah lama menjadi fokus vendor khususnya ASUS dengan berbagai produk ultrabook-nya yang sangat mumpuni.

Menanggapi permintaan konsumen terhadap ultrabook yang tidak hanya cantik dari sisi desain,tetapi juga memiliki mobilitas tinggi, ASUS kembali merilis ultrabook terbaru mereka bagi pengguna premium yang memiliki mobilitas tinggi. Ultrabook yang dirilis ASUS tersebut adalah ASUS Zenbook UX330UA.

Filosofi yang dibangun ASUS dengan Zenbook UX330UA ini adalah sebuah ultrabook terbaik bukanlah sebuah perangkat yang hanya mengandalkan semata-mata performa, melainkan juga mampu menjadi solusi untuk penggunanya. ZenBook dedikasikan untuk itu, agar bisa menjadi sarana bagi pekerja mobile maupun wahana untuk mendongkrak citra dan penampilan penggunanya. Jadi selain performa yang ciamik, sebuah ultrabook haruslah mereflesikan siapa penggunanya.

Tentu saja ASUS tidak main-main dengan filosofi ultrabook mereka tersebut. Dari sisi performa, Zenbook UX330UA menjanjikan performa kencang dan durabilitas baterai lebih panjang. Bukan zamannya lagi baterai yang hanya tahan 2 hingga 3 jam sehingga ASUS ZenBook UX330UA menawarkan masa aktif baterai sangat panjang. Zenbook UX330UA menggunakan baterai jenis Lithium-Polymer yang lebih awet dibanding baterai silinder Lithium-ion standar. Kapasitas baterainya yang besar, yakni 57 Whrs mampu memasok energi hingga 12 jam jika notebook digunakan untuk menjelajah web.

Selain itu Zenbook UX330UA juga punya siklus pengisian ulang yang jauh lebih banyak. Hal ini dimungkinkan karena baterai Lithium-Polymer mampu tetap mempertahankan kapasitas muatannya dengan baik meskpun telah melalui ratusan kali siklus pengisian. Dengan kata lain, baterai Zenbook UX330UA ini tidak cepat drop.

Untuk performa multitasking, ASUS menjanjikan Zenbook UX330UA sebagai sebuah perangkat yang menyenangkan sebab spesifikasi internalnya telah dilengkapi RAM berukuran 8GB DDR3 yang mampu diekspansi hingga 16GB. Disertai dengan media penyimpanan berbasis Solid State Drive (SSD) berukuran 256GB, akan semakin menambah kegesitan performanya untuk membuka dan menutup aplikasi. Storage juga dapat ditambah menjadi 512GB. 
Zenbook UX330UA memiliki layar FHD
13,3 inchi

Oleh karena ditujukan bagi pengguna premium yang memiliki moobilitas tinggi, ASUS Zenbook UX330UA ini didesain sedemikian rupa sehingga hanya memiliki berat 1,2 kilogram saja. Dengan bobot yang lebih ringan, pengguna yang sering berpindah-pindah meeting dapat dengan mudah membawa Zenbook UX330UA ini tanpa khawatir.

Selain bobotnya yang sangat ringan, ASUS memberikan kelebihan lain kepada Zenbook UX330UA ini, yaitu supertipis. Zenbook UX330UA ini tidak akan menyulitkan ketika hendak ingin dimasukan ke dalam tas, meskipun pengguna membawa cukup banyak barang di dalam tas.

ASUS memberikan harga Rp13.799.000 untuk Zenbook UX330UA ini. Berikut ini spesifikasi lengkap Zenbook UX330UA.

Spesifikasi

CPU
Intel® Core™ i5-7200U
Operating System
Windows 10 Home
Memory
8GB DDR3L 1600MHz up to 16GB SDRAM
Storage
265GB SATA3 M.2 SSD
Display
13.3" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with 72% NTSC with IPS
Graphics
Intel® HD Graphics 515
Input/Output
1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down
Camera
HD Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Technology with Harman/Kardon
Battery
3 Cells 57 Whrs Polymer Battery, up to 12 hours
Dimension
323 x 220 x 13.9 mm (WxDxH) (w/ 3cell battery) / 32.3(W) x 22.3(D) x 1.84 ~ 1.90 (H) cm
Weight
1,2Kg with Battery
Colors
Grey
Price
Rp13.799.000
Warranty
2 tahun garansi global

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...