Thursday, August 31, 2017

ASUS Hadirkan Exclusive Store di ITC Cempaka Mas

ASUS Exclusive Store
Berbagai upaya dilakukan vendor agar bisa menjangkau lebih banyak calon pengguna dan juga pengguna perangkat mereka. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Exclusive Store yang khusus menjual perangkat vendor tersebut. Cara ini ditempuh oleh ASUS Indonesia dengan menghadirkan Exclusive Store mereka di ITC Cempaka Mas, Jakarta.

Kehadiran ASUS Exclusive Store  di ITC Cempaka Mas tersebut menjadi momentum keseriusan ASUS untuk melakukan penetrasi di industri perangkat mobile khususnya smartphone. Nantinya toko-toko tersebut akan menjadi official store ASUS yang secara resmi menjual berbagai piranti gadget terbaru serta aksesoris untuk smartphone ASUS ZenFone.

Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia mengatakan bahwa kehadiran ASUS Exclusive Store di ITC Cempaka Mas bertujuan untuk melengkapi toko eksklusif sebelumnya yang telah dibuka di Roxy. Nantinya setelah ITC Cempaka Mas ASUS akan meresmikan satu lagi toko eksklusif yang berlokasi di Bekasi Cyber Park.

Galip menyatakan, kehadiran official store ini juga tidak lepas dari dukungan para pengguna setia produk-produk ASUS di Indonesia dan tingginya permintaan di kawasan ITC Cempaka Mas khususnya dan Jakarta pada umumnya.

Galip menambahkan bahwa ketika pengunjung berada di dalam ASUS Exclusive Store, pengunjung akan merasa seperti berada di rumah sendiri. Hal ini karena desain toko tersebut yang dibuat begitu apik dan mempriotaskan kenyamanan pengunjung.

ASUS Exclusive Store di ITC Cempaka Mas juga tidak hanya menjadi tempat berjualan semata, pengunjung pun bisa merasakan langsung pengalaman menggunakan produk-produk smartphone terbaru yang dirilis oleh ASUS. ASUS telah mempersiapkan sejumlah promoter andal dan ramah, yang akan memandu pengunjung untuk menjajal berbagai gadget terbaru ASUS.

ASUS Exclusive Store ITC Cempaka Mas beralamat di ITC Cempaka Mas, Lt.4 Blok G no 491, Jakarta Pusat. Pengunjung bisa mendatanginya pada jam operasional yang dimulai pukul 10.30 hingga 21.00 WIB setiap hari. Pengunjung juga bisa menghubunginya melalui nomor telefon 021-42902555.

Monday, August 28, 2017

Berkelahi dengan Narasi Kebencian di Media Sosial

Stop Kampanye Kebencian
Si A: Ini sesuatu yang sulit mas. Saya takut diserang banyak akun.
Si B: Saya lebih memilih mendalami hobi, apalagi ini tak ada duitnya.
Si C: Saya tak tertarik, di media sosial hanya iseng.

Bila Anda sering mengajak orang lain untuk ikut berkampanye hal positif di internet, jawaban-jawaban seperti tersebut di atas bukanlah sebuah kejutan. Banyak pengguna media sosial yang cenderung tidak mau tahu, tidak mau urus situasi berinteraksi di media sosial saat ini yang cenderung kejam, menjadi tempat bullying kelompok, memuntahkan berita palsu, fitnah, ancaman dan banyak hal negatif lainnya.

Situasi interaksi di media sosial di Indonesia saat ini bisa dikatakan gawat. Sejak pertengahan tahun lalu atau sejak dimulainya Kampanye Pilkada DKI, situasi media sosial di Indonesia memanas. Sampai sekarang, setelah selesai Pilkada tersebut dan kelompok yang satu berhasil memenjarakan seseorang yang mereka sangka penista, situasi tersebut tidak jauh berubah. Banyak yang beranggapan si penista setali tiga uang dengan rezim sehingga mereka tak akan puas hingga rezim ini juga bertekuk lutut.

Situasi media sosial yang panas ini dibawa ke kehidupan sehari-hari atau bisa juga sebaliknya. Kondisi yang tidak kondusif di kehidupan sehari-hari ditampilkan di media sosial. Contoh paling nyata adalah spanduk tidak mau menyalatkan orang lain yang memilih calon gubernur yang bukan mereka usung. Klaim ini sangat berbahaya, memecah-belah dan semakin membuat panas media sosial.

Sampai sekarangpun di kehidupan sehari-hari efek negatif dari pertarungan di pilkada DKI ini masih terasa. Dalam sebuah Focus Group Discussion yang saya ikuti beberapa hari yang lalu, sumber bercerita bagaimana mereka yang dari kelompok agama berbeda terkejut dengan kasus yang menimpa Ahok.

Mereka ini masih gelisah dan tidak berani membicarakan kegelisahannya. Sumber bercerita bagaimana khutbah di lingkungannya masih terus membawa isu-isu kebencian. Hal yang sama juga terjadi di media sosial. Hal tersebut membuat ruang sosial mereka menjadi terbatas, mereka takut berbuat salah sehingga membatasi aktivitas terlihat di publik atau paling tidak di sekitar tempat tinggal.

Mereka cenderung tidak tahu harus berbuat apa dan merasa pemerintah tak cukup melindungi ekspresi keagamaan mereka. Salah seorang yang bercerita kepada sumber mengatakan bahwa ia tidak membolehkan anaknya ikut peringatan Hari Kemerdekaan, sesuatu yang diakuinya sebuah kesalahan. Namun ia tidak punya banyak pilihan karena berada dalam kondisi yang membingungkan.

Separah itu? Mungkin ini kasuistis. Namun kondisi seperti ini bukanlah rekaan. Narasi kebencian yang terus digembar-gemborkan di media sosial dan di kehidupan sehari-hari telah membuat jurang dalam interaksi di media sosial dan kehidupan sehari-hari. Jika ini terus dibiarkan tanpa ada yang mau berkelahi untuk memeranginya, Indonesia yang majemuk dan beragam ini bisa saja tamat dalam waktu dekat.

Terus berkembangnya narasi kebencian ini disebabkan juga oleh perlawanan yang hampir tidak ada dan saling mengandalkan dari kelompok antikebencian. Mereka yang WARAS ini cenderung tidak mau tahu dan lebih memilih untuk diam, tidak mau repot dan mentalnya kurang kuat dibandingkan dengan kelompok pronarasi kebencian. Perlawanan tetap ada, namun cenderung sendiri-sendiri, tidak memiliki tokoh yang cukup capable untuk fight dan kalah dari segi mesin pencari dan kenampakan di media sosial.

Dalam FGD yang saya ikuti kemarin terlihat meskipun kondisi narasi antikebencian, antiektremis, antikekerasan sudah mulai diperhitungkan namun masih kalah jauh. Dalam peringkat situs Islam terpopuler, hanya NU Online yang berada di 10 besar yang membawa pesan-pesan perdamaian, keberagaman, mengedepankan Islam yang damai. Selain NU Online, hampir semua situs Islam terpopuler merupakan (setidaknya) pengusung Islam Puritan, terkadang penganjur kekerasan dalam tingkat gawat atau kurang dari itu. 


Peringkat popularitas situs Islam
Ada beberapa alasan mengapa situs pengusung pesan perdamaian dan keberagaman tersebut jauh tertinggal daripada situs yang cenderung konservatif atau kampanye kebencian. Pertama adalah kecenderungan pengguna yang ingin mendalami Islam dengan berbasiskan artikel-artikel keislaman praktis, terutama terkait dengan fiqih, aqidah. Konten seperti ini jarang bahkan mungkin sangat sulit ditemukan di situs seperti NU Online, Islami Co, Aswaja atau lainnya. 

Artikel keislaman praktis, yang to the point ini banyak menghiasi laman situs Islam konservatif dan menjadi pendulang traffic yang sangat tinggi. Dalam FGD ini ditemukan salah satu situs Islam yang hanya bersandar kepada mesin pencari Google untuk traffic-nya dan traffic tersebut ternyata sangat tinggi.

Situs pengusung perdamaian ini cenderung memiliki konten yang lebih advanced dibandingkan situs Islam konservatif. Tema seperti Islam dan Demokrasi, Islam dan Kemanusiaan dan sejenisya akan mudah ditemukan di sana. Sayangnya bukan itu yang ingin dicari atau dibaca pengguna. 

Di media sosial pengusung tema antikebencian juga jauh tertinggal. Mereka biasanya cenderung tidak cukup kuat mental untuk berkelahi melawan serangan akun-akun yang sengaja dibuat untuk menyerang orang-orang yang membawa pesan tersebut. Selain itu, tidak ada yang benar-benar meniatkan kegiatannya untuk berkelahi memerangi konten kebencian di media sosial. Kalaupun ada, perlawanan tersebut tersebut on the spot, tanpa satu disiplin yang kuat dan mengandalkan orang lain untuk melakukannya. "Ah, itu bukan urusan saya", tampaknya mendominasi.

Fenomena lain yang sering kita lihat di media sosial dan internet umumnya adalah silent majority. Sebagian besar pengguna mengetahui bahwa konten kebencian berbasis SARA merupakan sesuatu yang salah, hoax yang beredar juga salah. Namun dengan berbagai alasan mereka tidak mau melakukan sedikit aksi untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut. Ada banyak alasan untuk menjadi silent majority ini, tentunya.

Faktor lain yang membuat suburnya narasi kebencian di media sosial adalah faktor layanan itu sendiri. Layanan seperti Twitter dan Facebook dan juga Google (YouTube) tidak cukup berusaha maksimal untuk menangkal konten seperti ini. Twitter misalnya merupakan tempat narasi kebencian yang cukup gawat. Hampir tidak ada tindakan Twitter yang bisa disebut signifikan untuk memberantas para penyebar kebencian ini.

Tentunya masih banyak hal yang membuat lebih suburnya narasi kebencian ini dibandingkan dengan usaha untuk melawannya. Namun tentu bagi mereka yang waras, upaya melawan narasi kebencian, kekerasan dan antikebergaman ini tidaklah tamat.

Cukup banyak usaha yang telah dan sedang digarap untuk mengampanyekan perdamaian, keberagaman, saling menghargai sesama pemeluk agama dan upaya untuk tidak saling menghadap-hadapkan satu sama lain dengan alasan berbasis agama. Namun usaha ini perlu keterlibatan banyak pihak.

Hal yang menarik adalah bahwa usaha perlawanan narasi kebencian ini sangat kentara dilakukan oleh mereka yang berada atau terkait dengan NU. NU tidak diragukan lagi merupakan wadah yang sangat mendorong pesan-pesan damai untuk pemeluk agama. Sementara organisasi Islam seperti Muhammadiyah, bukan tidak ikut serta, tetapi usaha Muhammadiyah tidak sebesar atau mungkin ada tetapi tidak seterlihat usaha NU. Muhammadiyah cenderung tidak banyak melakukan tindakan untuk melawan narasi kebencian ini. Entah mengapa.

Untuk itu, Muhammadiyah harus lebih giat lagi mendorong pesan perdamaian ini. Mereka harus bisa bekerja sama dengan NU untuk bersinergi demi interaksi damai di media sosial dan internet.

Usaha lain yang layak dijalankan adalah diversifikasi konten situs-situs Islam pembawa perdamaian. Mereka harus mampu memberikan konten yang disuka pengguna terkait how to atau ibadah praktis sehari-hari agar bisa bersaing di mesin pencari.

Konten-konten baru yang segar seperti video satu menit atau tiga puluh detik yang membawa pesan keberagaman, perdamaian juga perlu diperbanyak agar bisa menarik anak muda yang kini menjadi bagian besar dari pengguna internet agar bisa menjauhi konten bertema kebencian.

Dari segi pemilik layanan, program trusted flagger di YouTube bisa menjadi solusi penting agar konten bertema kebencian bisa disaring terlebih dahulu. Semoga pihak yang ditunjuk untuk menjadi trusted flagger bisa menghasilkan sesuatu yang bagus sehingga bisa dipertimbangkan Google untuk dihapus.

Layanan lain seperti Facebook dan Twitter harus menggiatkan usahanya untuk memerangi hoax, hate speech dan peredaran konten negatif lainnya. Di Twitter misalnya, jika akun melanggar sudah seharusnya dihapus dan tidak bisa mendaftar lagi dengan mudah seperti sekarang ini. Di Facebook hal serupa juga harus jadi pertimbangan agar pengguna tidak mengonsumsi berita hoax yang biasany bermuatan isu SARA.

Di sisi hukum, tentu saja ada kewenangan blokir dan penangkapan. Sudah seharusnya Polri menangkap tokoh-tokoh atau leader yang mengusung isu kebencian berbasis SARA. Jika kelompok Saracen bisa diringkus, semestinya tidak ada alasan tidak bisa meringkus pelaku individu yang menggelontorkan isu-isu kebencian berbasis SARA.

Thursday, August 24, 2017

Samsung Rilis Galaxy Note 8, Dual Camera, Layar Quad HD+ Super AMOLED Infinity Display 6.3 inchi

Samsung Galaxy Note 8
Samsung ingin mengubur dalam-dalam kenangan jelek terhadap Galaxy Note 7. Upaya tersebut sebenarnya sudah dimulai dengan Galaxy S8 dan S8+ yang menjadi smartphone Android paling populer saat ini. Namun tentu pengguna tetap bertanya-tanya apakah seri Galaxy Note akan dilanjutkan atau malah dimatikan karena masalah baterai di Galaxy Note 7. Samsung memutuskan untuk melanjutkan seri Galaxy Note ini dengan merilis seri baru untuk Galaxy Note, yaitu Galaxy Note 8.

Bila ditengok ke belakang, seri Galaxy Note merupakan pelopor smartphone berlayar lebar yang dulu sempat dikenal dengan nama Phablet. Tentu dengan pengalaman dan penjualan yang tidak sedikit, Samsung ingin terus melanjutkan seri ini. Untuk itulah Galaxy Note 8 hadir dengan segala baru, termasuk ukuran layar yang 6,3 inchi.

Layar yang makin lebar ini menunjukkan keinginan Samsung untuk Do Bigger Things with Samsung Galaxy Note8, the Next Level Note.

Dalam peluncurannya semalam, DJ Koh, president of Mobile Communications Business, Samsung Electronics mengatakan bahwa Samsung mengapresiasi antusiasme dari komunitas Note yang sangat bersemangat. Menurut Koh, Mereka terus menjadi inspirasi bagi Samsung dan Galaxy Note 8 adalah produk Note yang diancang Samsung untuk mereka.

Pertanyaannya apa saja yang ditawarkan Galaxy Note 8 ini untuk komunitas atau pengguna Galaxy Note yang setia? 

1. Infinity Display

Konsep Infinity Display tentu kini bukan asing lagi setelah pertama kali diperkenalkan Samsung pada Galaxy S 8 dan S8+. Galaxy Note8 memiliki layar terbesar di antara Note lainnya. Hal ini membuatnya nyaman dalam genggaman satu tangan. 

Dengan layar berkualitas Quad HD+ Super AMOLED Infinity Display sebesar 6.3 inci, pengguna dapat melihat lebih banyak tanpa perlu banyak melakukan scrolling yang bikin capek. Galaxy Note8 memberikan ruang yang lebih luas bagi pengguna untuk menonton, membaca dan menulis, menjadikannya sebuah smartphone termutakhir untuk multitasking.

Galaxy Note8 kini hadir dengan fitur baru App Pair yang dapat memberikan pengguna kemampuan untuk membuat sejumlah pasangan aplikasi di Edge panel. Secara bersamaan, kedua aplikasi tersebut dapat dijalankan dengan mudah, seperti menonton video sambil mengetik pesan, atau melakukan conference call sambil membuka nomor kontak dan agenda.

Layar Galaxy Note 8 berukuran 6,3 inchi
Infinity Display

2. S Pen yang Ditingkatkan Kemampuannya

Pada Galaxy Note8, peningkatan kemampuan S Pen membuka cara baru untuk menulis, menggambar dan berinteraksi  dengan smartphone maupun berkomunikasi dengan teman. 

S Pen hadir dengan ujung yang lebih tipis, peningkatan pada sensitivitas tekanan, dan berbagai fitur baru lainnya. Dengan SPen baru ini pengguna dapat mengekspresikan diri dalam berbagai cara yang tidak dapat diberikan oleh stylus atau smartphone lain. Misalnya, Live Message membantu mengungkapkan uniknya kepribadian pengguna dan bercerita dengan ekspresif. 

Dengan Galaxy Note8, sekarang pengguna dapat berbagi animasi teks atau gambar melalui berbagai platform yang mendukung format GIFs (AGIF). Hal ini menjadi suatu cara baru untuk berkomunikasi dengan S Pen dalam menghidupkan pesan pengguna dengan interaksi yang lebih hidup serta emosional.

Always On Display akan memberitahu pengguna Galaxy notifikasi terbaru tanpa membuka kunci smartphone. Terlebih lagi dari Galaxy Note 8, Screen off memo akan memberikan lebih banyak ruang bagi pengguna ruang pencatatan hingga 100 halaman. 

Seketika S Pen dilepaskan, proses pencatatan maupun edit sudah dapat dilakukan di Always On Display. Bagi pengguna yang aktif bepergian ke luar negeri atau ketika surfing ke situs web berbahasa asing, fitur S Pen Translate yang ditingkatkan akan membantu menerjemahkan, tak hanya kata per kata namun satu kalimat secara keseluruhan, hingga 71 bahasa. Selain itu S Pen juga dapat mengkonversi secara langsung satuan hitung beserta mata uang asing dengan cepat, semua hanya dengan mengarahkan S Pen di atas teks yang ditargetkan.


Galaxy Note 8
3. Dual Camera

Kamera merupakan pertimbangan penting saat membeli smartphone, terutama untuk seri flagship seperti Ga;axy Note. Samsung sangat memahami hal ini dan menyesuaikannya dengan trend yang ada saat ini, yaitu dual camera. Galaxy Note8 dilengkapi dua kamera belakang 12MP, dengan Optical Image Stabilization (OIS) pada lensa wide-angle dan lensa telephoto. 

OIS akan memberikan jaminan hasil foto yang lebih tajam. Untuk proses pengambilan gambar yang lebih canggih, fitur Live Focus dari Galaxy Note8 dapat mengatur kedalaman ruang foto. Fitur ini memberikan pengguna kemampuan untuk mengatur efek ‘bokeh’ dalam preview mode, maupun setelah foto diambil.

Dalam mode Dual Capture, kedua kamera belakang dapat mengambil gambar sekaligus dan menghasilkan dua gambar, lalu pengguna dapat menyimpan kedua gambar tersebut; satu foto closeup dari lensa telephoto dan satu foto sudut lebar yang memperlihatkan seluruh latar belakang foto dengan lensa wide-angle.

Lensa wide-angle mempunyai sensor Dual Pixel dengan rapid Auto Focus, jadi pengguna dapat menangkap gambar yang lebih tajam dan lebih jernih bahkan dengan pencahayaan minim. Melengkapi kemampuan kameranya, Galaxy Note8 mempunyai kamera depan Smart Auto Focus berukuran 8MP untuk selfie dan video chat yang lebih tajam.

Selain fitur tersebut di atas Galaxy Note 8 juga menghadirkan fitur Galaxy yang sudah ada sebelumnya, pertama Tahan Air dan Debu (IP684) yang ada pada smartphone dan S Pen. Pengguna bahkan dapat menulis ketika layar basah.

Kedua Pengisian Daya Nirkabel, Galaxy Note8 mendukung kemampuan wireless charging terkini, sehingga pengguna dapat melakukan pengisian daya dengan cepat dan mudah.

Ketiga, Keamanan: Galaxy Note8 menawarkan pilihan otentikasi biometrik—termasuk pemindai iris mata dan sidik jari. Samsung Knox6 menyedikan keamanan defensegrade pada hardware dan software. Melalui Secure Folder, pengguna bisa memisahkan data profesional dari data pribadi.

Keempat, Performa Tangguh dengan RAM 6GB, prosesor 10nm, serta memori yang bisa ditambah hingga 256GB.

Kelima Samsung DeX yang memberikan pengalaman desktop, hanya dengan menggunakan smartphone. Pengguna dapat menyimpan dokumen di perangkat smartphone, mengerjakan pekerjaan, dan menggunakan Samsung DeX apabila membutuhkan layar yang lebih besar. Galaxy Note8 juga
dilengkapi fitur Bixby.

Galaxy Note8 akan tersedia pada pertengahan September, dengan opsi warna Midnight Black, Orchid Grey, Maple Gold dan Deepsea Blue.

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy Note 8 dapat dilihat di sini. Sayangnya untuk Indonesia, Samsung belum mengungkapkan berapa harga Samsung Galaxy Note 8 ini.

Tiba-Tiba Dua Malam di Purwokerto

Stasiun Purwokerto di malam hari Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto , namanya.  Se...