Saturday, July 29, 2017

Samsung Rilis Galaxy J7 dan J5 Pro More Than Selfie

Galaxy J Friends di launching Galaxy J Pro 

More Than Selfie!
Kini bukan lagi jaman selfie
Namun sudah zamannya Live Vlogging!

More Than Selfie itulah tagline yang diberikan Samsung Indonesia untuk smartphone terbaru mereka di seri J, yaitu Galaxy J Pro. Bertempat di UOB Plaza, Thamrin, Samsung Indonesia merilis dua smartphone seri J, yaitu Galaxy J7 Pro dan Galaxy J5 Pro yang ditujukan untuk pasar anak muda atau millenial Indonesia.

Kedua smartphone ini menyasar pasar yang sama dengan perbedaan harga yang cukup dekat untuk mengantisipasi budget anak muda di Indonesia yang ingin tampil tidak lagi hanya Selfie, tetapi juga melakukan Live Vlogging.

Vebbyna Kaunang, IM Marketing Director Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa Generasi sekarang memasuki era yang menjadikan smartphone sebagai perangkat utama, tidak hanya dalam menikmati, namun juga menciptakan konten digital dalam kehidupan sehari-hari agar membuat hidup mereka memiliki makna lebih dari sekedar informasi dalam tulisan atau foto yang mereka bagikan melalui media sosial.

Samsung Galaxy J Pro hadir tidak sekedar dengan kamera yang mumpuni untuk berfoto atau selfie. Dilengkapi Full HD Video Camera dengan fitur Ultra Data Saving, Signal Max dan Ultra Power Saving menjadi fitur unggulan Galaxy J Pro yang saling melengkapi untuk mendukung generasi digital menjadi terdepan dalam tren sosial media.

Di pasar yang dipenuhi oleh banyak merek ini, Samsung punya strategi tersendiri untuk menarik anak muda. Pertama mereka membawa brand ambassador untuk seri Galaxy J Pro ini. Tidak tanggung-tanggung Samsung menghadirkan enam orang Galaxy J Pro Friends, yaitu Mikha Tambayong, Adipati Dolken, Mischa Chandrawinata, Sahila Hisyam, Kunto Aji dan Devina Aureel.

Kedua tentu saja memberikan fitur yang lebih baik agar bisa bersaing dengan merek lainnya. Beberapa fitur unggulan yang mungkin tidak terdapat di perangkat lain adalah sebagai berikut: 

1. Full HD Video Camera

Kamera pada smartphone kini memiliki kekuatan lebih dari sekedar mengambil foto, namun juga membantu penggunanya untuk dapat menyampaikan cerita dengan lebih kreatif melalui tren live vlogging. Kamera pada Samsung Galaxy J Pro sudah mendukung Full HD Video Camera pada 30 frame per detik. Sehingga hasil rekaman untuk live vlogging bisa tampak lebih mulus. Selain itu, untuk memaksimalkan kreativitas pengguna dalam melakukan live vlogging, baik kamera depan maupun belakang memiliki resolusi 13 MP. Kamera belakang memiliki bukaan lensa f1.7 sedangkan kamera depannya memiliki bukaan lensa f1.9 yang didukung dengan selfie flash.

Pengguna juga dapat dengan mudah menambahkan rekaman lagu atau suara pada foto yang diambil menggunakan kamera Galaxy J Pro menggunakan fitur Sound & Shot yang akan merekam suara selama sembilan detik setelah foto diambil.

2. Ultra Data Saving

Sebagai perangkat utama yang digunakan oleh pengguna untuk terhubung dan mengunggah konten digital selama live streaming, pengguna tidak perlu khawatir akan konsumsi kuota data mereka. Samsung Galaxy J Pro menghadirkan fitur Ultra Data Saving yang dengan otomatis mengkompresi data yang diperlukan selama beraktivitas. 

Ultra Data Saving dapat membantu pengguna untuk memblokir aplikasi lain pada smartphone yang tidak sedang tidak digunakan untuk mendapatkan konektivitas yang lebih baik. Bagi pengguna yang sering menikmati berbelanja online menggunakan smartphone pun dapat terbantu karena kuota datanya bisa dihemat hingga 60%!

Dengan adanya fitur Ultra Data Saving, manfaat yang dapat dirasakan pengguna adalah:
  • Intensitas yang lebih tinggi dalam melakukan live vlogging di media sosial
  • Membaca berbagai informasi dan berita secara online dengan lebih nyaman karena kuota data yang digunakan lebih sedikit
  • Mengontrol penggunaan kuota data dari berbagai aplikasi agar lebih efektif
  • Keseluruhan penggunaan kuota data internet lebih hemat hingga 50%

Berikut adalah beberapa aplikasi yang dapat dihemat penggunaan kuotanya di antaranya WhatsApp (38,8%), LINE (41,8%), BBM (31,5%), Instagram (57,0%), YouTube (43,2%) Netflix (49,7%, dan Pinterest (42,7%)

3. Signal Max

Samsung Galaxy J Pro juga ingin memberikan pengalaman yang terbaik kepada penggunanya dalam melakukan live vlogging dengan koneksi internet yang lebih baik melalui hadirnya fitur Signal Max. Kedua seri Galaxy J Pro sudah dilengkapi dengan teknologi Dual Antena yang memungkinkan smartphone untuk mendapatkan konektivitas sinyal yang lebih baik sehingga ketika melakukan live vlogging tidak terjadi gangguan sinyal yang memaksa live vlogging tersebut harus berhenti.

4. Ultra Power Saving

Selaint baterai yang cukup besar, yaitu 3000 mAh untuk J5 Pro dan 3600 ,mAh untuk J7 Pro, Samsung juga menyematkan fitur Ultra Power Saving. Fitur ini membantu pengguna untuk mengontrol konsumsi daya baterai pada smartphone Galaxy J Pro sesuai dengan keperluan. Pada halaman antarmuka menu Power Saving, pengguna memiliki pilihan untuk mode penghematan daya baterai yang sesuai dan perkiraan durasi waktu penggunaan smartphone. 

Selain itu, pengguna juga dapat mengontrol aktivitas dari aplikasi yang berjalan pada saat smartphone dalam keadaan standby agar dapat menghemat penggunaan baterai. Walaupun pengguna memilih mode penghematan daya baterai dengan level medium, tidak akan memberikan pengaruh pada pengalaman pengguna saat melakukan live vlogging, karena pada mode ini fitur Power Saving hanya akan membatasi aktivitas beberapa aplikasi saat sedang tidak digunakan serta kecerahan layar.

Terdapat dua pilihan pengaturan mode hemat daya baterai:
  • Medium, untuk menghemat daya hingga 20%: kecerahan layar akan berkurang hingga 10% namun tetap dapat diatur oleh pengguna, membatasi kecepatan prosesor hingga 70%, menutup aplikasi yang aktif pada saat smartphone dalam keadaan standby, mematikan Always On Display.
  • Maksimum, untuk menghemat daya hingga 100%: selain kemampuan yang sama dengan level Medium, pada level Maksimum fitur Power Saving juga akan membatasi jumlah aplikasi yang bisa diakses hingga delapan aplikasi dan mengubah tampilan tema menjadi berwarna gelap.

Berikut ini spesifikasi Samsung Galaxy J7 Pro dan J5 Pro


Samsung Galaxy J Pro akan tersedia di gerai Samsung mulai bulan Juli 2017 ini dengan kisaran harga Samsung Galaxy J5 Pro seharga Rp3.599.000, dan Galaxy J7 Pro seharga Rp3.999.000.

Nah siap untul live vlogging?

Beberapa foto yang diambail dari launching Galaxu J Pro:







Tuesday, July 11, 2017

Baru: Laptop Gaming ASUS ROG STRIX GL502VM Silver Futuristik

ASUS ROG STRIX GL502VM
Memasuki kuartal ketiga di tahun 2017, ASUS kembali menghadirkan produk baru di segmen laptop khusus untuk gaming. Sebagaimana diketahui, segmen ini merupakan niche market yang terus tumbuh seiring makin banyaknya pengguna yang ingin bermain game dengan menggunakan perangkat yang khusus ditujukan untuk kegiatan tersebut. ASUS memiliki produk yang disebut dengan Republic Of Gamers atau ROG untuk memuaskan para pecandu game kelas berat yang mana produk di kelas ini terus diperbarui.

Produk baru yang dirilis ASUS tersebut adalah ASUS ROG STRIX GL502VM. ASUS ROG STRIX GL502VM hadir dengan warna silver yang berani, lebih futuristis sekaligus menantang dibandingkan dengan varian notebook Republic of Gamers 15 inchi sebelumnya. 

Selain membawa penyegaran dalam hal tampilan, ASUS juga memperbarui prosesor yang digunakan, yaitu prosesor terbaru generasi ke-7 (Intel Core i7-7700HQ) dari Intel dan dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10. Prosesor tersebut dapat bekerja dengan sangat cepat karena memiliki frekuensi maksimum yang dapat berjalan pada frekuensi 3,8GHz.

Di sisi kartu grafis, ASUS ROG STRIX GL502VM memiliki dukungan kartu grafis tambahan dari Nvidia yakni GTX1060. Kartu grafis berkemampuan monster ini mampu bekerja dengan sangat baik untuk mengolah game. Menurut klaim ASUS kartu grafis ini bisa melayani dengan sangat baik game bertipe AAA.

Selain prosesor Intel generasi terbaru, notebook gaming futuristis ini dipersenjatai dengan RAM sebesar 16GB DDR4. ASUS ROG STRIX GL502VM menggunakan media penyimpanan berbasis NVMe SSD PCIe x4 berukuran 256GB. Media penyimpanan ini akan memberikan kenyamanan bagi pengguna karena akan membuat proses loading, booting, hingga membantu multitasking aplikasi yang lebih cepat dan mulus. Dan jika masih terasa kurang, ASUS ROG STRIX GL502VM juga dilengkapi dengan memori penyimpanan berbasis HDD berukuran hingga 1000GB.

Dengan ketebalan 23,5 milimeter dan bobot hanya 2,2 kg ASUS ROGSTRIX GL502VM merupakan salah satu notebook gaming tertipis di kelasnya.

Di sisi keyboard, ASUS ROGSTRIX GL502VM menggunakan full-size chicklet keyboard yang dilengkapi dengan backlight dan jarak tekan sebesar 1,6mm yang memastikan kenyamanan pengguna dalam bermain game.Tak hanya itu, ASUS menambahkan tanda khusus di tombol WASD untuk memudahkan pengguna saat bermain dalam suasana ruangan yang redup.

Bagi gamers yang khawatir dengan suhu pana laptop karena bermain game dalam rentang waktu yang cukup lama, ASUS memastikan hal ini tidak terjadi. ASUS telah mempersiapkan teknologi Hyper Cool duo-copper thermal solution yang diletakkan pada CPU dan GPU notebook ASUS ROG STRIX GL502VM untuk menghasilkan pendinginan maksimal. Selain itu, ASUS juga menyertakan fitur IceCool Technology yang menjaga bagian notebook yang tersentuh telapak tangan tetap dingin.

Di Indonesia, perangkat gaming kelas elit yang portable ini ditawarkan dengan harga Rp26.299.000, sudah termasuk ROG mouse serta headset gaming di dalamnya.

Main Spec.
ASUS ROGSTRIX GL502VM G-Sync
CPU
Intel® Core™ i7-7700HQ Processor(6M Cache, up to 3.80 GHz)
OS
Microsoft Windows 10 Home
Memory
DDR4 2133MHz 16GB
Storage
2,5” SATA 1TB 7200rpm+256GB PCIEx4 SSD NVMe PCIe SSD
Display
15,6”  Non-glare IPS Full HD (1920 x 1080)
Graphics
NVidia GeForce GTX1060M 6GB DDR5 (G-Sync), VR Ready
Input/Output
3x USB 3.0, 1x USB 3.1 Type-C, 1x HDMI port, 1x Mini port, 3-in-1 cardreader (SD/SDXC)
Camera
Built-in HD Camera and array mic
Connectivity
802.11AC+BT
Audio
Dual Array Microphone, Bang & Olufsen ICEpower with SonicMaster
Weight 
2.2Kg
Dimension
39.0(W) x 26.6(D) x 3.01 (H) cm
Keyboard
Anti-ghostingIlluminated chiclet keyboard, 1,6mm of key travel distance, specially designed WASD cursor keys
Special Design
Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
Battery
4 cells, 4120mAh
MSRP
Rp26.299.000 (free ROG mouse)
Warranty
2 years full global warranty

Tertarik memiliki ASUS ROG STRIX GL502VM?

Monday, July 3, 2017

Menelisik Potensi Radikalisme Rohis

Potensi Radikalisme Aktivis Rohis
Radikalisme bukan hoax. Bila ada yang menganggap hoax mungkin belum mau mengakui gejala kecenderungan radikalisme terutama yang dipertontonkan di media sosial di Indonesia. 

Nah bila di media sosial atau internet kita melihat potensi radikalisme ini bagaimana dengan yang lebih spesifik seperti di kalangan anak sekolah menengah umum terutama mereka yang aktif di kegiatan Rohanis Islam atau Rohis?

Sejenak kembali ke belakang, Rohis bukanlah organisasi kemarin sore. Organisasi ini bisa dikatakan organisasi ekstrakurikuler permanen di setiap sekolah menengah. Tujuannya tentu saja sesuai dengan namanya, yaitu mendalami agama Islam. Menurut sebuah makalah penelitian (Hayadin, Pusat Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag RI)  Rohis menjawab kegelisahan orang tua di perkotaan dan Rohis merupakan bagian dari model gerakan Islam di Indonesia. Kehadiran Rohis di sekolah umum memberikan manfaat yang besar dalam membentuk sikap dan perilaku keagamaan serta membangun keimanan dan ketaqwaan siswa.

Namun demikian keberadaan Rohis bukan tanpa efek negatif. Menurut Sidney Jones, aktivitas keislaman (taklim) sekolah merupakan lahan lahirnya benih terorisme. Kegiatan di lembaga Rohis bisa menjadi pintu masuk virus terorisme karena itu pemerintah harus mengawasi jaringan terorisme masuk ke wilayah SMP dan SMA melalui kegiatan di lembaga tersebut.

Kekhawatiran yang diungkapkan oleh Sidney Jones ini menjadi kenyataan ketika terungkapnya fakta, bahwa mantan pengurus dan aktivis Rohis salah satu sekolah menengah kejuruan terlibat aksi terorisme, tertangkap oleh Densus Anti Teror-88, pada tahun 2011. Enam di antara tujuh pelaku yang ditangkap tersebut berasal dari sekolah menengah kejuruan tersebut. Di antara enam orang tersebut, tiga orang masih berstatus pelajar dan tiga lainnya adalah alumninya.

Fakta ini merupakan fakta sekitar enam tahun yang lalu. Pertanyaannya bagaimana kondisinya saat ini?

Setahun yang lalu Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama dan Wahid Foundation meneliti potensi radikalisme di kalangan aktivis Rohani Islam (Rohis) dengan menyebarkan angket sebanyak 1.626 angket kepada aktivis Rohis di sekolah menengah umum Jabodetabek dan luar Jabodetabek.

Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh Majalah Berita Mingguan Tempo 25 Juni 2017 dan di-tweet-kan oleh Iman Brotoseno kemarin. 

Dari publikasi Tempo memang agak terkesan ada cherry picking karena hanya menampilkan sesuatu kekhawatiran yang besar (untuk menarik lebih banyak pembaca). Namun intinya bukan hal tersebut karena bila kita lihat data yang ada, kesan menjalarnya potensi radikalisme di Rohis terlihat nyata. 

Sebagaimana kita ketahui radikalisme agama Islam memiliki dua ciri sebagaimana dicantumkan di hasil penelitian tersebut. Pertama Islam harus diimplementansikan penuh dan literal sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran dan Hadist tanpa kompromi. Biasanya hal ini terkait dengan isu-isu relasi sosial, ketaatan dan hukum pidana. Kedua, biasanya bersikap reaktif, baik melalui bahasa, ide maupun kekerasan fisik terhadap masalah-masalah yang dianggap menyimpang, materialistik dan sekularistik yang merusak keyakinan umat Islam.

Sebelum lebih jauh melangkah ada hal yang patut kita perhatikan, yaitu pengaruh internet dan media sosial terhadap Rohis tersebut. Sebagian besar informasi masalah-masalah keagamaan tidak diperoleh melalui internet atau media sosial, melainkan melalui pengajian (28%), sekolah (12%), Uztad (11%), Orangtua (9%). Buku atau kitab hanya 4%, ceramah di TV 5%, grup diskusi di media sosial 6%, serta Twitter, Facebook, dan YouTube masing-masing hanya 0,1%, 3% dan 2%.

Di sini kita melihat pentingnya peran tatap muka melalui pengajian yang memang merupakan kegiatan rutin Rohis. Responden yang mengaku aktif mengikuti pengajian sebanyak 82% (Rutin 49% dan Cukup Sering 33%). Pemateri utama dalam pengajian ini adalah Guru Agama mereka sendiri (50%), Alumni (14%), kakak kelas 7%. Jika akumulasikan ketiga pemateri ini mencapai 71% sehingga kesan bahwa Rohis dipersiapkan oleh sekolah secara internal menguat karena sedikitnya peran pihak luar. Itu artinya jika memang ada radikalisme, radikalisme ini cenderung ditumbuhkan oleh sekolah atau mereka yang terkait dengan sekolah itu sendiri.

Selain itu, buku atau kitab bukan merupakan sumber pengetahuan yang penting bagi Rohis terkait informasi keagamaan demikian juga internet pada umumnya. Saya rasa di zaman kemajuan internet seperti sekarang ini agak sulit untuk menolak internet atau media sosial sebagai sumber informasi keagamaan. Namun buktinya hal ini tidak terjadi pada Rohis sehingga peran internet menjadi minimal dalam membentuk radikalisme mereka.

Selanjutnya yang perlu kita lihat adalah materi pengajian tersebut. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata di atas 20% responden mengakui (sangat sering dan sering) mendengar materi dan pendapat dalam pengajian yang cenderung radikal. Pengajian yang cenderung radikal ini meliputi:
a. Kebencian umat agama lain terhadap Islam,
b. Perlawanan bahkan perang terhadap umat lain atau terhadap pemerintah yang memusuhi atau mengancam umat Islam,
c. Perang pemikiran untuk meracuni kita dengan berbagai pemikiran yang menyimpang,
d. Agama/keyakinan merupakan pertimbangan utama dalam memilih teman.

Bila di-breakdown kesimpulan di atas menunjukkan hal berikut ini.

Materi pengajian Rohis
Sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa ciri radikalisme Islam pertama terkait dengan isu-isu relasi sosial, ketaatan dan hukum pidana. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut.

Relasi Sosial

Bila kita lihat, ternyata di relasi sosial ini terlihat bagus. Artinya secara umum, pandangan dan sikap Rohis terkait relasi sosial cenderung terbuka dengan dukungan rata-rata di atas 70%. Namun relasi sosial terlihat sangat rendah pada kesediaan mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain seperti Selamat Hari Raya Natal atau Selamat Hari Raya Nyepi. Sebanyak 1.080 responden atau 66% menolak mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain.

Tentu timbul pertanyaan mengapa hal ini terjadi? Padahal dalam pertanyaan bila ada teman yang berbeda keyakinan sakit, sebanyak 92% mau menjenguk. Saya menduga adanya unsur ketaatan dalam hal ini, terutama terkait adanya fatwa yang melarang mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain. Hal yang sama terlihat pada bentuk ketaatan lain, yaitu larangan berduaan dengan bukan muhrim. Sebanyak 57% (Sangat Setuju) dan 32% setuju laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya harus dilarang untuk berduaan.

Dalam Hukum Pidana terlihat jelas bahwa Rohis lebih memilih menggunakan hukum Islam sebagai panduan. Sebanyak 17% setuju orang murtad dibunuh, sebanyak 62% mendukung orang yang berzina dirajam (dilempari batu hingga meninggal) dan sebanyak 58% mendukung hukuman potong tangan bagi pencuri.

Bila saya simpulkan dari ciri radikalisme yang pertama ini sudah terlihat potensi radikalisme bila melihat beberapa faktor terkait ketaatan dan hukum pidana.

Ciri kedua yang perlu dilihat adalah bersikap reaktif, baik melalui bahasa, ide maupun kekerasan fisik terhadap masalah-masalah yang dianggap menyimpang, materialistik dan sekularistik. Di sini bisa kita lihat sikap terhadap jihad, pengertian jihad itu sendiri dan anggapan terhadap tokoh teroris yang dikatakan mati syahid karena memperjuangkan Islam.

Peta Dukungan terhadap Pelaku
dan Aksi Terorisme
Terkait pengertian jihad sebanyak 33% responden mengartikan jihad adalah berperang dan mengangkat senjata melawan orang kafir serta sebanyak 78% responden mendukung ide kekhalifahan. Angka yang mendukung ide kekhalifahan ini tentulah sebuah kejutan karena mencapai 78%. Saya rasa tanpa melihat sisi lain, besarnya dukungan terhadap ide kekhalifahan ini menunjukkan potensi radikalisme yang besar di dalam tubuh Rohis karena ide kekhalifahan ini bisa menjadi senjata ampuh untuk memengaruhi orang agar mau melakukan tindakan apapun termasuk kekerasan untuk mewujudkannya.

Tentu perlu juga dilihat bahwa banyak juga responden yang tidak setuju dengan tindakan ISIS misalnya atau tidak menganggap Osama Bin Laden, Amrozi, Imam Samudra, Bahrun Naim, dan Abdurrahman sebagai representasi muslim yang mempraktikkan jihad sejati. Akan tetapi sebanyak 60% responden siap bergabung untuk berperang saat ini di Suriah, Palestina, dan Poso serta sebanyak 68% siap berperang di masa depan.

Di sini terjadi semacam kebimbangan di aktivis Rohis tersebut. Meskipun sangat sedikit yang mendukung apa yang dilakukan ISIS memiliki tujuan mulia untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam, di sisi lain sebanyak 60% siap berperang  di Suriah yang menjadi medan perang ISIS. 

Dari uraian di atas saya berkesimpulan bahwa Rohis seperti yang dikhawatirkan oleh Sidney Jones memang telah menjadi lahan lahirnya benih terorisme dan kegiatan di lembaga Rohis bisa menjadi pintu masuk virus terorisme. Meskipun di penelitian ini tidak semua temuan mendukung hal tersebut, namun benih terorisme dan potensinya terlihat nyata di penelitian ini, antara lain melalui ketaatan, hukum pidana dan ide kekhalifahan.

Apalagi sebenarnya seperti disampaikan di awal artikel ini sudah ada aktivis Rohis sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yang ditangkap Densus 88 di tahun 2011 yang lalu karena terkait aksi terorisme. 

Selebihnya, penelitian ini tentu saja perlu digarisbawahi perlu penelusuran lebih lanjut dan tidak dianggap sebagai satu-satunya sumber klaim terhadap potensi radikalisme di kalangan anak muda khususnya siswa menengah umum setingkat SMA. 

Terakhir, artikel ini bukanlah klaim, melainkan sebuah usaha untuk melihat penyebaran radikalisme di kalangan anak muda. Kita melihat kecenderungan radikal akhir-akhir ini terus meningkat, untuk itu perlu usaha bersama untuk mencari sebab pangkalnya dan solusi cepat agar anak-anak muda Indonesia tidak terjebak virus radikalisme ini. Sudah saatnya kita mengakui bahwa radikalisme ini ada, bukan hoax untuk menyudutkan agama tertentu seperti Islam. 

Artikel ini lebih kepada kekhawatiran bahwa Rohis bisa saja telah disalahgunakan untuk tujuan-tujuan radikal seperti pembentukan khilafah. Untuk itu setiap sekolah, orang tua, departemen pendidikan dan kementerian Agama perlu melihat ulang keberadaan Rohis dan menjauhkan mereka dari ide-ide radikal.

Pembaca dapat melakukan analisis sendiri terhadap penelitian ini dengan mendownload hasil penelitian ini di SINI

Hands On BlackBerry KEYone, Smartphone Pecinta Sejati BlackBerry

BlackBerry KEYone Kangen BlackBerry ? Pecinta sejati BlackBerry? Ingin merasakan lagi masa-masa menggunakan keyboard fisik yang begitu...