Monday, May 22, 2017

Selular Award 2017 : ZenFone 3 Deluxe Smartphone Terbaik

Aliudin Sutedja (National Sales Manager ASUS)
menerima penghargaan Selular Award 2017
ASUS berhasil menempatkan dua smartphone mereka menjadi yang terbaik dalam ajang Selular Award 2017. Dua smartphone ASUS tersebut adalah Zenfone 3 Deluxe untuk kategori Best Smartphone/Smartphone Terbaik dan Zenfone 3 Max untuk kategori Best Battery Life.

Sebagaimana diketahui, Selular Award adalah ajang penghargaan paling konsisten yang sudah berlangsung hingga tahun ke-14 pada tahun ini. Award ini adalah penghargaan Selular bagi perkembangan industri telekomunikasi dan teknologi mobile di Indonesia.

Penghargaan sekaligus menjadi bukti bahwa ASUS selalu menghadirkan perangkat mobile yang berkualitas dari segala segi, terlebih soal performa. ZenFone 3 Deluxe merupakan salah satu varian gadget tertinggi dengan spesifikasi terbaik yang ASUS miliki saat ini. Adapun ZenFone 3 Max merupakan smartphone yang menawarkan masa aktif baterai yang mumpuni untuk berbagai kebutuhan pengguna sepanjang hari.

Terpilihnya Zenfone 3 Deluxe sebagai The Best Smartphone tentu bukan sesuatu yang kebetulan mengingat spesifikasi tinggi yang dimilikinya. ASUS ZenFone 3 Deluxe merupakan smartphone pertama di dunia yang telah menggunakan prosesor octa-core terbaik saat ini yakni Qualcomm Snapdragon 821. Dengan kecepatan 2,4GHz, prosesor kelas berbasis arsitektur Kryo ini merupakan prosesor smartphone 14 nanometer yang paling bertenaga.

ASUS Zenfone 3 Deluxe menggunakan GPU sekelas PC desktop yakni Adreno 530 yang berjalan pada kecepatan 624MHz.  RAM sebesar 6GB tersebut, jauh lebih besar dibandingkan dengan RAM smartphone rata-rata saat ini. RAM sebesar itu membuatnya mampu membuka dan berpindah antaraplikasi dengan lebih pesat, menjalankan game Android terberat sekalipun dengan mulus, dan membuat sejumlah aplikasi bisa tetap berjalan di background tanpa hambatan.

RAM tersebut dikombinasikan dengan media penyimpanan internal yang sangat cepat berbasis UFS 2.0 sebesar 256GB. Sebagai gambaran, media penyimpanan berbasis UFS 2.0 menawarkan kecepatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan jenis memori eMMC 5.1 yang umum digunakan pada smartphone masa kini.

Adapun kapasitas sebesar 256GB membuat smartphone ini menjadi smartphone dengan penyimpanan internal paling besar yang ada, bahkan bisa jadi lebih besar dibandingkan dengan penyimpanan internal notebook. Pengguna bisa menyimpan sangat banyak konten berkualitas tinggi misalnya 30 film FullHD atau sekitar 100 ribu foto dengan resolusi 23MP. Jika tidak cukup, pengguna juga masih bisa memperluas penyimpanan tersebut lewat slot Micro SD jika ia tidak menggunakan dua buah SIM card. Untuk kapasitasnya sendiri, slot tersebut mampu menampung kartu Micro SD berkapasitas hingga 2TB.

Sementara Zenfone 3 Max merupakan jagoan ASUS untuk bertanding di segmen smartphone dengan daya tahan baterai tinggi. ASUS ZenFone 3 Max 5.5” ZC553KL diperkuat oleh baterai jenis Lithium Polymer berkapasitas 4.100mAh yang didesain dengan densitas tinggi agar dapat dimasukkan ke dalam body yang tipis, hanya 8,3 milimeter. Dari pengujian internal, baterai tersebut mampu bertahan hingga 38 hari saat dalam kondisi standby di jaringan 4G. 

Jika digunakan untuk berkomunikasi suara lewat jaringan telekomunikasi berbasis 3G, baterainya mampu bertahan hingga 17 jam. Adapun untuk penikmat musik, baterai dapat memasok kebutuhan memutar musik selama 72 non stop. Sementara untuk menjelajah Internet, baterai tersebut mampu menopang hingga 19 jam.

Selamat untuk ASUS!

Thursday, May 18, 2017

Hanya Prelo untuk Barang Bekas Asli Berkualitas

Prelo untuk Barang Bekas Asli Berkualitas
Banyak barang yang tidak bisa dimiliki seketika barang tersebut muncul atau dirilis atau selagi masih baru. Banyak alasan mengapa orang tidak bisa membeli barang baru yang diinginkannya tersebut, namun yang utama adalah kendala anggaran yang terbatas.  Untuk itulah tercipta pasar kedua atau second market yang menjual barang bekas atau barang second

Saya termasuk salah satu pemburu barang bekas yang berkualitas. Ini artinya saya tidak sembarang membeli barang bekas tersebut, namun dengan berbagai kriteria seperti kondisi barang, harga dan kadang juga kenangan tersendiri terhadap barang tersebut. Selera sayapun cukup unik, yaitu membeli barang bekas berupa kaset rekaman artis atau grup band yang dulu tak sempat saya beli karena keterbatasan anggaran. Lalu setelah pemutar kaset tidak lagi mainstream dan tertinggal oleh pemutar CD/DVD sayapun beralih membeli barang bekas CD atau DVD.

Sedikit saya ceritakan tentang kegiatan hunting kaset bekas dan CD/DVD bekas. Dulu saya sangat sering ke Jalan Surabaya di Jakarta untuk mencari kaset bekas dan kemudian CD/DVD bekas, bahkan di sela-sela kerjaan, saya sempatkan ke Pasar Cihapit di Bandung untuk membeli CD Album Second dari Sting. Di hari minggu atau libur sekitar tahun 2001 hingga 2006 saya sering ke Jalan Surabaya untuk mencari album artis atau grup band yang populer sekitar tahun 80-an hingga akhir 90-an. Saya menceritakan pengalaman ini dalam sebuah blog menarik di sini.

Namun seiring perkembangan zaman tentu tak perlu jauh-jauh lagi mencari barang bekas berkualitas. Berkat kemajuan teknologi, kini ada Prelo, sebuah aplikasi yang tidak hanya menyediakan layanan beli barang bekas berkualitas, tetapi juga menyediakan cara yang mudah untuk menjual barang bekas berkualitas Anda. 

Untuk itulah sekitar seminggu yang lalu saya mendownload aplikasi Prelo. Kesan pertama dari aplikasi ini? Menyenangkan. Besaran aplikasinya cukup kecil, yaitu sekitar 9MB saja. Aplikasi kecil tersebut menyenangkan karena tidak memakan banyak space di smartphone. Kedua Prelo menggunakan warna yang menarik, yaitu hijau. Ketiga ada preview mengenai aplikasi tersebut yang perlu diperhatikan pengguna agar kegiatan menggunakan aplikasi Prelo berjalan dengan lancar. Berikut ini screen shot ketika pertama kali pasang aplikasi Prelo.

Download aplikasi Prelo

Add caption





Tutorial pendek sebelum pengguna menggunakan aplikasi Prelo sangat penting karena ini akan menimbulkan love at first sight. Cukup banyak aplikasi market place seperti Prelo yang tidak menyajikan hal ini sehingga pengguna kesulitan melakukan transaksi, misalnya atau mencari barang yang mereka inginkan. 

Dari yang disajikan Prelo saat pengguna pertama kali menggunakan aplikasi ini, pengguna akan tahu bahwa Prelo bukan sebuah aplikasi jadi-jadian, bukan pula sebuah layanan asal karena menjajikan produk berupa barang bekas berkualitas dengan jaminan tersendiri yang disedikan Prelo.

Mengapa hal ini penting?

Karena barang bekas memiliki keunikan, yaitu kebanyakan garansi barang tersebut sudah habis masa berlakunya (misalnya gadget). Kedua tidak setiap barang bekas itu asli dan berkualitas baik sehingga ketika Prelo mengkhususkan dirinya kepada barang ASLI dengan kualitas bagus, konsumen percaya bahwa barang bekas yang mereka beli adalah asli dan memiliki kualitas yang baik.

Setelah melalui tutorial singkat tersebut, kini pengguna bisa berselancar di aplikasi Prelo dengan mudah. Syarat sebuah aplikasi bagus adalah bahwa pengguna tidak perlu banyak klik (maksimal hanya 3 klik) untuk menemukan sesuatu yang diinginkannya. Hal ini dapat dibuktikan ketika saya ingin mencari CD Bekas dari Taylor Swift. Coba kita perhatikan screen shot berikut ini.

Hal yang pertama dilakukan adalah Pilih Kategori, yaitu Hobby


Langkah kedua Pilih Musik


Langkah ketiga, browse dan temukan CD Album 1989 Taylor Swift



Sangat mudah bukan? Dengan 3 kali klik, pengguna bisa menemukan barang yang dicarinya. Hal ini tidak saja menghemat waktu pengguna, tetapi juga menghemat penggunaan data bagi pengguna yang data sensitive

Selain cara tersebut, pengguna dalam menemukan barang yang diinginkan di Prelo bisa melalui fitur Editor's Pick. Fitur ini penting bagi pengguna yang tidak mau repot browsing  dan juga sangat menolong karena Prelo sendiri telah melakukan review awal terhadap barang bekas tersebut dan dipercaya memiliki kualitas baik dan kemungkinan banyak diminati pengguna. Fitur ini terlihat sebagai berikut.

Editor Pick
Syarat lain yang perlu dipenuhi oleh sebuah aplikasi yang baik adalah UI yang sederhana, namun fungsional. UI atau biasa disebut User Interface merupakan layar, halaman, button dan ikon yang digunakan untuk interaksi dengan pengguna dalam sebuah aplikasi. Coba perhatikan screen shot berikut ini.



Terlihat bahwa hanya dalam beberapa klik, pengguna bisa memutuskan apakah barang bekas berupa sepatu tersebut ingin dimilikinya. Pengguna bisa memperbesar foto barang untuk melihat lebih detail, setelah itu bisa melakukan chat dan menawar langsung ke penjual dan akhirnya memutuskan membeli. Dengan tiga langkah mudah ini, Prelo mempermudah penjual menjual barang bekasnya, sekaligus membantu pembeli membeli barang bekas yang diinginkan. Dengan UI yang bagus tersebut bisa diyakini bahwa UX dari Aplikasi Prelo ini juga sangat baik. UX atau User Experience merupakan pengalaman keseluruhan yang diperoleh pengguna ketika menggunakan aplikasi. 

Selajutnya yang perlu dilihat adalah segi pembayaran. Segi pembayaran merupakan hal kritis dalam setiap layanan via aplikasi. Pengguna biasanya lebih suka aplikasi yang banyak memberikan kemudahan pembayaran, misalnya COD (cash on delivery), via Indomaret atau Alfa Mart atau via transfer bank dan kartu kredit.

Namun sebelum melakukan pembayaran tentu saja pengguna harus mendaftar terlebih dahulu ke Prelo. Pilihan mendaftar terdiri dari dua, yaitu mendaftar langsung via email atau menggunakan akun Facebook. Oleh karena hampir semua orang kini menggunakan Facebook, pilihan menggunakan akun Facebook merupakan pilihan masuk akal dan mempermudah pengguna. Perhatikan screen shot berikut ini.


Daftar via Facebook
Setelah mendaftar, pengguna perlu mengisi beberapa data, misalnya alamat, jenis kelamin dan alamat tempat tinggal dan kurir yang akan mengirimkan barang yang dibeli. Cukup mudah dan setelah itu pengguna bisa langsung melakukan pembayaran dengan tiga pilihan metode, yaitu transfer bank (BCA, Mandiri, BNI, dan Bank BRI), kartu kredit dan Indomaret. 

Setelah memilih metode pembayaran, pengguna tinggal menunggu barang sampai di rumah. Mudahkan?

Dari pengalaman menggunakan aplikasi Prelo saya percaya bahwa aplikasi Prelo di smartphone Android yang saya gunakan berfungsi dengan sangat baik. dapat digunakan dengan mudah dan memberikan pilihan pembayaran yang cukup bagus meskipun belum tersedia metode pembayaran cash on delivery. Semoga saja ke depannya pilihan pembayaran COD ini bisa ditambahkan untuk memberikan keleluasaan kepada pengguna karena sebagaimana kita ketahui, banyak orang Indonesia berbelanja online dengan menggunakan metode pembayaran COD karena mereka tidak memiliki kartu kredit atau tidak mau repot melakukan transfer bank. Namun pilihan pembayaran via Indomaret pun sebenarnya sudah sangat bagus karena Indomaret tersebar di mana-mana sehingga bisa dijangkau dengan mudah.

Sesuai dengan tagline-nya, Prelo, Jual-Beli Barang Bekas Aman Berkualitas, Prelo telah berupaya sebaik mungkin mencapai hal tersebut. Aman di sini bukan hanya dari sisi pembayaran, tetapi juga dari barang bekas itu sendiri di mana Prelo memberikan jaminan bahwa barang bekas yang dijual adalah barang asli, bukan KW atau bajakan. Namun barang asli atau aman dari barang KW saja tentu tidak cukup, Prelo juga menjamin bahwa barang yang dijual memiliki kualitas yang baik dan masih sangat layak untuk digunakan sehingga jika tidak sesuai bisa dikembalikan dalam waktu 3x24 jam setelah status transaksi diterima dengan memperoleh refund 100%.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari menggunakan aplikasi Prelo adalah sebagai berikut.

1. Aplikasi ringan, tidak memakan space ROM smartphone yang banyak.
2. UI sederhana, namun fungsional sehingga meningkatkan UX pengguna. 
3. Secara keseluruhan aplikasi Prelo ini bagus karena fokus kepada kemudahan bagi pengguna. Barang yang dicari mudah ditemukan hanya dalam tiga kali klik.
4. Jaminan barang bekas yang asli dengan kualitas baik dan adanya klausul refund yang mudah.

Saya tentu merasa beruntung, sebagai pemburu CD/DVD bekas bisa membeli album asli penyanyi atau grup band yang saya sukai melalui aplikasi Prelo. Semoga ke depannya penjual CD/DVD bekas asli makin banyak di Prelo sehingga makin ada pilihan sehingga harganya makin kompetitif. 

Terima kasih Prelo!


Wednesday, May 17, 2017

Zenfinity 2017: ASUS Hadirkan Zenfone Zoom S & Zenfone Live


Bertempat di Hotel Pullman, Central Park, kemarin (16/5) ASUS secara resmi merili dua smartphone terbaru unggulan mereka untuk bersaing di pasar Indonesia. Kedua smartphone terbaru tersebut adalah Zenfone Zoom S dan Zenfone Live yang menyasar pasar yang berbeda bila dilihat dari fitur dan harganya. Zenfone Live ditujukan secara spesifik untuk video live streaming dan Zenfone Zoom untuk all day professional photography.

ASUS ZenFone Live merupakan perangkat yang khusus dibuat untuk pengguna yang gemar dan kerap melakukan live video streaming ataupun video conference secara mobile. Dimensi layarnya yang 5 inci membuat smartphone ini sangat kompak sehingga sangat mudah digenggam oleh satu tangan saat pengguna akan melakukan video call.

Zenfone Live menempatkan aplikasi BeautyLive (satu-satunya saat ini di dunia) yang akan membuat pengguna tampak semakin menarik dengan fitur skin softening yang bekerja secara instan dan terus-menerus sepanjang durasi video live streaming

Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia mengatakan bahwa ASUS bekerja sama secara intens dengan Facebook, Instagram dan Google agar fitur live stream beautification dapat berjalan secara seamless dengan ketiga platform livestream terpopuler, yaitu Facebook Live, Instagram Live dan YouTube. Ke depannya, akan semakin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk video stream dan BeautyLive juga akan segera mendukung aplikasi tersebut.

Dengan dukungan BeautyLive, pengguna juga tidak perlu repot melakukan editing video tambahan, khususnya agar pengguna tampak cantik sempurna. Bagi pengguna yang terpaksa melakukan streaming dari ruangan yang berpencahayaan kurang, ASUS juga menempatkan sebuah LED flash yang dapat diaktivasi dari aplikasi BeautyLive, saat akan melakukan streaming.

Dengan Zenfone Live, pengguna juga bisa menyiarkan secara langsung apapun aktivitas yang sedang mereka lakukan kepada siapapun, kapanpun, dari seluruh dunia ke seluruh dunia.  

Untuk membuktikan kecanggihan teknologi BeautyLive, pada event Zenfinity 2017 ini ASUS menggandeng secara resmi Facebook, Instagram, YouTube, Bigo dan 17. Zenfone Live dapat dimiliki dengan harga hanya Rp1.799.000,00.


Berikut ini spesifikasi teknis ASUS Zenfone Live:

Model
ASUS Zenfone Live ZB501KL
CPU
Qualcomm Snapdragon @1.40 GHz
GPU
Adreno 305
RAM
2GB
Storage
16GB + 5GB ASUS Webstorage +  Google Drive 100GB free (2 years)
Micro SD
Yes (up to 128GB)
Connectivity
802.11b/g/n, Bluetooth V 4.0 +EDR, Wi-Fi direct
Network
2G Band 850/900/1800/1900, 3G Band 1/5/8, 4G Band 1/3/5/8, TDD Band 40
DC-HSPA+: UL 42 / DL 5.76 Mbps, LTE Cat4:UL 150 / DL 50 Mbps
SIM Card
Micro SIM slot + Nano / MicroSD slot
Navigation
GPS, AGPS, GLONASS, BDS
Display
5” HD (1280 x 720) IPS display, 75% screen-to-body ratio, 400nits
Video
Full HD Video recording 1080p @30 FPS, Take still photo while recording
Battery
Lithium-Polimer2650mAh Li-ion battery (non-removable)
Main Camera
13MP, f/2.0-aperture,Five-prism Lens with Low-Light Technology
Front Camera
5MP, 1.4μm pixels, 82o wide-angle Lens
Sensor
Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light, Fingerprint
OS
Android™ 6.0 with brand-new ASUS ZenUI 3.0
Dimension
141.18 x 71.74 x 7.95mm
Weight
120g
Warna
Navy Black, Shimmer Gold, dan Rose Pink.
Berbeda dengan Zenfone Live, penggemar fotografi yang membutuhkan smartphone berkemampuan mumpuni, akan terbantu dengan hadirnya ASUS ZenFone Zoom S. Smartphone dengan sistem dual camera inovatif tersebut punya kamera utama dengan aperture f/1.7 serta 25mm wide-angle dipadankan dengan sensor Sony IMX362 resolusi 12MP dan ukuran sensor besar yakni 1.4µm pixel (ukuran sensor 1/2.55”).

Selain kamera utama tersebut, di bagian belakang juga tersedia sebuah kamera zoom 59mm 12MP dengan dukungan 2,3x optical zoom serta total 12x zoom.Kombinasi kedua kamera belakang tersebut memastikan fokus yang tajam dari jarak manapun. 

Bagi para mobile photographer, ASUS ZenFone Zoom S juga diperkuat oleh baterai berkapasitas besar, yakni 5.000mAh. Dikombinasikan dengan salah satu platform yang paling hemat energi saat ini, yakni Snapdragon 625 Mobile Platform, ZenFone Zoom S dirancang untuk mampu bertahan hingga 6,4 jam non stop saat digunakan untuk merekam video 4K Ultra HD, atau waktu standby yang mencapai 42 hari.

Zenfone Zoom S bisa dimiliki dengan harga Rp5.999.000. 

Berikut ini spesifikasi teknis ASUS ZenFone Zoom S:
Model
ASUS ZenFone Zoom S ZE553KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 625 Octa-core 14nm processor, 8x 2.0GHz with FinFET LPP (Low Power Plus) powersaving technology
GPU
Adreno™ 506
RAM
4GB RAM
Storage
eMCP 64GB + 5GB ASUS WebStorage + 100GB Google Drive (free for 2 years)
MicroSD
Supports up to 2TB
Connectivity
802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Network
FDD-LTE (Bands 1, 3, 5, 8), TD-SCDMA (Band 40), WCDMA (Bands 1, 5, 8), GSM (850, 900, 1800, 1900 MHz), LTE Cat4: UL 50 / DL 150 Mbps (WW/US/BR/IN/ID version), DC-HSPA+: UL 5.76 / DL 42 Mbps
SIM Cards
SIM 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card, SIM 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card, Dual SIM dual standby (Only use the Nano SIM card or the MicroSD card at a time). Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 3G WCDMA / 4G LTE service at a time.
Navigation
GPS, A-GPS, GLONASS, BDSS
Display
5,5” FHD (1920 by 1080) AMOLED display, 500nits brightness, Corning® Gorilla® Glass 5 for best screen protection, Over 100% NTSC high color gamut display, Bluelight filter for eye care, 10-finger capacitive touch, Fingerprint and smudge-resistant oleophobic coating, Slim bezel (2.08mm), 76.5% screen-to-body ratio
Video
4K video recording (3840 by 2160) at 30fps, 1080p HD video recording at 30fps, 720p HD video recording at 30fps, 3-axis electronic image stabilization, Take still photo while recording video
Battery
5.000mAh (non-removable) + Reverse Charging
Main Camera
12MP, f/1.7 aperture Sony IMX362 sensor (1/2.55" large sensor size, 1.4µm large pixel size), Focal Length 25mm, 6p lens, 82° field of view, 4-axis, 4 stops Optical Image Stabilization for steady photos, 3-axis Electronic Image Stabilization for shake-free videos, 4K UHD (3840 by 2160) 30 frame per second video recording, Color correction (RGB) sensor for the best white balance and natural-looking colors, Dual-LED real tone flash, ASUS Exclusive TriTech+ Auto Focus system with 0.03s instant focus, ASUS SuperPixel™ Technology for 2.5 times light sensitivity
Zoom Camera
12MP, 12x total zoom, 2.3x optical zoom, Focal length 59mm, 5p lens
Front Camera
13MP, Sony IMX214 sensor (1/3.06", 1.12um), f/2.0 aperture, Screen flash
Sensor
Accelerator, E-Compass, Gyroscope, Proximity sensor, Ambient light sensor, RGB sensor, IR sensor, Fingerprint
OS
Android 6.0 with ASUS ZenUI 3.0, upgradable to Android 7.0 Nougat
Dimension
154.3 x 77 x 7.99mm
Weight
170 gram
Color
Navy Black, Glacier Silver


Berikut ini foto-foto peluncuran Zenfone Live dan Zenfone Zoom S.










Saturday, May 13, 2017

Melawan Hoax, Catatan Penting yang Boleh Diabaikan


Menarik untuk dibaca dan didalami apa yang dipublikasikan oleh Open MIC beberapa waktu yang lalu. Publikasi yang berjudul Fake News, Hate Speech & Free Expression tersebut mengulas tentang hoax dengan cukup detail termasuk bagaimana perusahaan besar seperti Google atau Facebook menghadapinya.

Publikasi ini bukanlah sebuah hasil penelitian, tetapi lebih kepada sebuah rangkuman bagaimana fake news sedemikian telah menyebar dan usaha yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terutama media sosial seperti Facebook yang kini menjadi pelabuhan utama setiap orang untuk memperoleh berita serta Google yang menguasai pasar mesin pencari di dunia.

Dari publikasi tersebut ada beberapa hal yang patut kita perhatikan terkait makin menularnya fake news, hoax, konten fabrikasi dan konten senada yang bertujuan untuk melakukan disimformasi dan membentuk suatu perlawanan terhadap demokrasi. Saya percaya bahwa di belakang hoax ini ada unsur lain yang bermain, entah itu tujuan finansial maupun tujuan merusak demokrasi dengan cara menempelkan berbagai isu sensitif seperti agama dan ras serta kesenjangan di sisi ekonomi sebagai bara yang siap dilemparkan mana kala dirasa kondisi sudah cukup matang.

Pengalaman di Amerika Serikat pada pemilu tahun 2016 menunjukkan bahwa peredaran hoax ini bisa mengubah hasil pemilu, meskipun secara tegas Facebook sebagai media penyebaran hoax nomor satu menolak peran mereka. Namun, tidak dapat dibantah bahwa Facebook telah menjadi gate keeper informasi hampir 2 miliar manusia di bumi dan algoritmanya telah menimbulkan fenomena echo chamber dan membuat polarisasi tajam di antara berbagai kelompok yang pada awalnya cuma di internet, namun dengan makin menyatunya kehidupan online dan offline manusia hal tersebut terus merembet ke dunia nyata, ke pergaulan sehari-hari sehingga tinggal menunggu waktu meledak saja.

Itulah mengapa kita perlu memahami bagaimana hoax ini bekerja dan memengaruhi sebegitu banyak orang dan orang tersebut tidak merasa dibohongi karena mereka hidup di bawah tempurung mereka sendiri, kelompok mereka sendiri yang terus-menerus mengonsumsi dan mendistribukan hoax atau fake news tersebut.

Sebagaimana pernah saya tuliskan sebelumnya, di Apa dan Mengapa Hoax Populer faktor kelompok memainkan peran yang cukup signifikan dalam penyerabaran hoax sekaligus menjadi rintangan untuk menumpas hoax tersebut. Mengapa demikian?

Orang cenderung mempercayai apa yang dipercayai oleh kelompoknya. Contoh ( ini hanya contoh) ketika suatu kelompok mengklaim jumlah orang yang ikut demo sebanyak 7 juta, anggota kelompok tanpa pandang bulu meyakini fakta ini, meskipun secara logika tempat tertentu tidak akan bisa memuat orang sebanyak 7 juta. Jika ada fakta yang digali dari ilmu pengetahuan untuk mengkritisi jumlah tersebut, hal tersebut tidak akan mampu mengubah kepercayaan seseorang karena mereka lebih percaya apa yang dipercaya oleh kelompoknya. Dan kepercayaan ini terus-menerus ditularkan dengan berbagai cara agar anggota kelompok tidak punya pilihan atau alternatif informasi yang lain. Hoax tersebut terus-menerus dibagi dan disebarkan untuk mempertahankan kepercayaan anggota kelompok dan selalu mengecap mereka yang menentang hoax tersebut adalah hoax dan perlu dilawan.

Algoritma Facebook merupakan bagian penting dalam pembenaran kelompok ini. Facebook telah membuat kelompok-kelompok yang saling terpisah satu sama lain yang meyakini kebenaran mereka dan menafikan kebenaran kelompok lain sehingga tidak mengherankan bahwa Facebook adalah sarang hoax nomor satu di internet. Algoritma Facebook menutup pintu suatu kelompok terhadap kelompok lain, anggota kelompok hanya akan berinteraksi dan mempercayai apa yang dibagi di kelompok tersebut sehingga ketika mereka berinteraksi dengan kelompok lain akan terjadi ketegangan, perselisihan dan mungkin chaos. 
Democracy relies on people being informed about the issues so they can have a debate and make a decision. Having a large number of people in a society who are misinformed and have their own set of facts is absolutely devastating and extremely difficult to cope with ( Stephan Lewandowsky, University of Bristol)
Itulah mengapa akhir-akhir ini pressure group yang atas nama demokrasi melakukan tekanan melalui upaya turun ke jalan meminta hukuman dijatuhkan yang sebenarnya didasari oleh misinformasi. Mereka memiliki kebenaran sendiri yang bila mana didebat tidak akan cukup waktu seabad untuk mengubah pendirian kebenaran versi mereka karena sudah ditanam sedemikian rupa plus ditempeli isu agama dan ras.

Pertanyaannya adalah mengapa kelompok ini memiliki kebenaran versi mereka sendiri? Tidak lain karena interaksi mereka yang intensif melalui internet yang difasilitasi terutama oleh media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp bahkan mesin pencari Google. Untuk itulah, sudah seharusnya kita meminta tanggung jawab ke perusahaan-perusahaan besar tersebut meskipun (sekali lagi) Facebook berlepas tangan.

Namun tentu Facebook dan Google sebenarnya tidak bisa berlepas tangan dengan fenomena fake news atau hoax yang menyebar di platform mereka. Facebook sendiri sudah berupaya cukup bagus dengan kampanye mengenali peredaran berita palsu atau hoax di platform mereka sendiri yang di Indonesia bekerja sama dengan Dewan Pers dan ICT Watch. Kampanye persuasif ini dilakukan dengan merilis berbagai langkah yang ditempelkan di atas news feed setiap pengguna agar mereka mengenali fake news dan tidak membaginya. Namun sejauh ini tindakan tegas seperti penghapuasan akun belum terlihat di Indonesia.

Di Prancis kekhawatiran terhadap peredaran berita palsu ini sebelum pemilu pemilihan presiden juga cukup tinggi. Namun Facebook bertindak cukup cepat dengan menghapus sebanyak 3.000 akun palsu sebelum pemilu tahap pertama. Perlu kita pahami, fake news atau akun palsu tersebut belum tentu berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan salah satu kandidat presiden. Berdasarkan pengalaman di Pemilu AS akun palsu dan berita palsu cenderung memanfaatkan emosi pengguna yang sering sangat cepat tercetus dengan seolah-olah mendukung salah satu calon demi keuntungan finansial.

Di Inggris, pemilu akan segera berlangsung di bulan Juni dan Facebook telah melakukan kampanye antipenyebaran fake news ini dengan memasang iklan di surat kabar cetak di Inggris sekaligus terus menghapus berbagai akun palsu. Upaya ini tentu sebuah hal yang patut kita apresiasi. 

Tambahan lagi, Facebook bekerja sama dengan fact checker pihak ketiga melakukan penandaan terhadap berbagai berita yang terindikasi palsu. 
Facebook recently announced that it is willing to pay third-parties to monitor news feeds; it has reportedly established relationships with third parties such as Politifact, Snopes, Associated Press, AFP, BFMTV, L’Express, Le Monde and Berlin-based non-profit Correctiv. If a user reports a story on Facebook to be misleading, and a third-party fact checker then confirms it is inaccurate, the story is flagged as “disputed.”
Namun pendekatan ini memiliki kelemahan yang signifikan terkait dengan algoritma news feed yang digunakan oleh Facebook itu sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh Alison Griswold dari Quartz: 
A weakness of this approach is that because of the way Facebook’s social networks evolve, disinformation is often circulating among friends with similar ideologies, so fabricated content is less likely to be reported.
Harus disadari bahwa disimformasi terutama beredar di antara teman yang memiliki ide yang sama sehingga upaya untuk melaporkan bahwa suatu berita palsu akan sangat tidak disukai karena menguntungkan untuk ide tersebut/kelompok tersebut. Hal ini berarti upaya pelaporan berita palsu akan dihalangi oleh kelompok yang selama ini sebenarnya dibentuk oleh algoritma Facebook itu sendiri sehingga upaya ini mungkin tidak efektif.

Robyn Caplan dari Researcher at Data & Society juga meragukan kefektifan sistem pelaporan ini dengan mengatakan:
Until Facebook changes its own financial model, which prioritizes content that is easily shared, there is little hope for disrupting the current norms affecting the production of fake news or misleading content. While these policies do inhibit fake news producers from generating money on their own site, Facebook still benefits from the increased traffic and sharing on the News Feed. It’s unclear how Facebook will reduce their own reliance on easily shareable content, which has influenced the spread of fake or misleading news.
So bagaimana seharusnya Facebook memerangi fake news ini?

Ini adalah pertanyaan yang sulit. Dengan pengguna hampir dua miliar, sangat sulit bagi Facebook untuk mengawasi setiap konten yang diposkan dan dibagi di Facebook. Namun, tentu Facebook tidak bisa berlepas tangan begitu saja. Usaha-usaha yang telah dilakukan Facebook seperti diuraikan di atas sudah cukup baik dan perlu dilakukan secara terus menerus, bukan hanya per event seperti yang sudah dilakukan di Pemilu Prancis.

Di Indonesia sirkulasi berita palsu ini juga sudah terlihat dari beberapa waktu yang lalu dan akan terus membanjiri internet dengan semakin dekatnya Pemilu 2019. Kelompok-kelompok yang sudah tidak senang mulai terlihat dan mengutub, sementara kelompok pendukung juga mulai menyatukan kekuatan. Kita akan melihat nanti bahwa berbeda dengan di negara lain di mana peredaran berita palsu meskipun menguntungkan salah satu calon, belum tentu officially didukung oleh calon tersebut, di Indonesia justru berita palsu digunakan kelompok untuk mengeratkan kelompok mereka dan menggunakan keeratan kelompok tersebut untuk aksi-aksi di jalan untuk melakukan tekanan.

Di Indonesia ada kecenderungan berita palsu atau konten fabrikasi digunakan untuk menjaga anggota kelompok untuk tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan, menjaga semangat mereka dengan menempeli berita palsu tersebut dengan isu agama, ras dan kesenjangan ekonomi. Hal ini tentu berbahaya bagi demokrasi dan peran perusahaan seperti Facebook, Google dan Twitter untuk memutus sirkulasi berita palsu tersebut menjadi semakin penting. 

Pengguna pun semakin penting untuk dibuat melek informasi. Bisa membedakan mana informasi palsu dan mana informasi yang sebenarnya agar mereka tidak terperangkap dalam jaring kebodohan yang tidak mereka sadari atau terus berada di dalam kelompok yang memanfaatkan isu SARA demi kekuasaan.

Samsung Rilis Galaxy J7 dan J5 Pro More Than Selfie

Galaxy J Friends di launching Galaxy J Pro  More Than Selfie! Kini bukan lagi jaman selfie Namun sudah zamannya Live Vlogging! ...