Monday, February 20, 2017

Apa dan Mengapa Hoax Populer

Awas ada hoax

Beberapa waktu terakhir, hoax sedemikian populer. Ini bukan di Indonesia saja, tetapi di berbagai negara. Amerika Serikat sebagai perwujudan kemajuan dan kiblat sebagian besar sumber berita juga dilanda hoax. Kampanye dan Pemilihan Presiden AS tahun 2016 merupakan salah satu bukti nyata populernya hoax di AS. Di Indonesia pun berita hoax ini peredarannya begitu masif, meskipun situs hoax terbilang lebih sedikit, tetapi peredarannya di media sosial cukup tinggi karena ada kecenderungan berita hoax dibungkus oleh isu SARA.

Tentu menarik untuk memahami hoax ini. Pemahaman yang paripurna terhadap mengapa hoax muncul dan populer diperlukan agar kita tidak salah kaprah dalam menanggapi hoax dan melakukan upaya peredaman terhadap hoax. Dan hal ini bukanlah kaji satu malam atau semudah membalikkan telapak tangan. Sangat banyak faktor yang saling berkelindan untuk memicu dan mempopulerkan hoax sehingga ketika memahami hoax tidak detail akan membuat kebijakan atau langkah untuk menghadapi hoax menjadi senjata makan tuan.

Artikel ini mencoba menelisik apa sebab munculnya berita hoax, bagaimana berita hoax tersebut populer dan cara menghadapi berita hoax.

Munculnya Hoax

Bagaimana sampai hoax muncul? Perlu diketahui kabar bohong sudah dari dulu ada, namun tentu penyebarannya tidak semasif sekarang. Ada beberapa motivasi yang menyebabkan munculnya hoax. Pertama ketidaksenangan kepada rezim atau suatu kelompok dalam perebutan kekuasaan. Saya percaya ketidaksenangan kepada rezim bisa memicu orang membuat hoax dan ini sudah kita lihat di Indonesia. Banyak berita hoax karena mereka tidak senang dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Ketidaksenangan ini bisa disebabkan oleh kekalahan di pemilu atau berbagai alasan lain.

Kedua adalah iseng. Keisengan di internet yang berbuah pendapatan. Seperti yang dijelaskan oleh salah seorang pelaku pembuat hoax di saat pemilihan umum di AS, ia membuat hoax semata karena iseng dan ternyata keisengan tersebut kemudian dipercaya orang lain. Terlebih kemudian keisengan berbuah pendapatan yang tidak disangka-sangkanya. Keisengan tersebut terus meningkat karena pengguna internet sedemikian mudahnya dikelabui. Mereka tidak pernah melakukan cek dan ricek ketika membaca sebuah artikel tertentu dan langsung membaginya ke teman-teman mereka.

Ketiga adalah motif pendapatan. Sangat banyak pelaku hoax dengan motif pendapatan ini. Mereka secara sengaja atau tidak mengetahui bahwa pengguna internet sangat mudah dipengaruhi oleh berita-berita bombastis dengan kebenaran yang dipelintir apalagi kalau sudah dikaitkan dengan kesukaan atau kebencian terhadap sesuatu. Dalam pemilu AS yang lalu, ada pembuat konten palsu di Facebook yang bermarkas di Macedonia yang semata-mata hanya membuat hoax yang pro ke Trump dan mendeskreditkan Hillary. Hoax yang mereka buat ini kemudian disebar di Facebook dan memperoleh angka re-share yang sangat tinggi. Pembuat hoax ini bukanlah orang yang pro-Trump, tetapi hanya memanfaatkan pertarungan antara Trump dengan Hillary dan memilih Trump karena Trump memang lebih berbasis berita yang bombastis dan sering membuat pernyataan berlebihan, fabrikasi fakta dan lainnya. Bukan berarti hoax yang dibuat oleh mereka yang pro atau tidak pro ke Hillary tidak ada, namun sejauh pengamatan saya, hoax lebih populer di kubu Trump (bahkan sampai sekarang) dan lebih menguntungkan Trump meskipun tidak bisa dikatakan mereka yang membuat hoax tersebut seluruhnya pro-Trump.

Di Indonesia motif uang ini juga terasa. Namun saya bisa simpulkan, motif uang ini sudah sedikit bercampur dengan ketidaksenangan dengan rezim Pak Jokowi dan orang-orang yang pernah dekat dengan Jokowi (seperti Ahok).Beberapa situs yang sering memproduksi hoax dan sudah beberapa kali di-banned merupakan pelaku dari kelompok yang bila ditelusuri memiliki kaitan dengan salah satu atau salah dua (eh) parpol yang kalah di pemilu 2014 yang lalu. Unsur kedaerahan juga menunjukkan salah satu motif unik di Indonesia. Salah satu daerah di mana calon presiden yang bersaing di 2014 yang lalu menang lebih dari 90% merupakan produsen hoax melalui situsnya yang sangat terkenal di Indonesia. Orang-orang daerah ini (yang terlihat melalui pengamatan media sosial) sebagian besar juga tidak menyenangi pemerintahan Jokowi.

Tiga motif tersebut merupakan motif yang bisa dilihat dengan jelas dan bisa ditelusuri jika ada hoax yang populer. Namun demikian, motif pendapatan dan ketidaksenangan terhadap rezim/kelompok cenderung lebih banyak digunakan. Terlebih motif iseng juga bermuara kepada diperolehnya pendapatan melalui iklan di situs atau blog. 

Mengapa Hoax Populer

Zaman internet menyajikan fakta yang cepat hilang dari ingatan. Kejayaan mesin pencari Google telah membuat manusia malas berpikir yang rumit karena dengan melakukan pencarian lebih mudah diperoleh fakta yang diinginkan. Manusia menjadi malas untuk mengingat dan makin kurang berpikir karena segala sesuatunya tinggal bertanya kepada Google.

Hasilnya adalah fakta yang dipahami setengah-setengah, tidak paripurna. Orang lebih cenderung suka ke judul besar atau sesuatu yang secara psikologis menarik bagi mereka dan mempercayai hal tersebut sekuat tenaga. Sebagian orang akan sangat malas membaca meskipun itu hanya sekitar 2 sampai 3 paragraf. Apalagi membaca buku. Pun kalau membaca buku lebih senang memfoto cover bukunya atau isi buku tersebut untuk dibanggakan di media sosial. Ini parah sekali. Kebenaran ilmu akan sulit diterima karena orang lebih mempercayai kebenaran yang selama ini ia percayai yang ia peroleh dari fakta ambigu di internet. Hal ini akan berimbas kepada bagaimana orang memahami suatu berita tertentu yang banyak dibagi di media sosial Facebook.

Di sisi sosial, berkuasanya Facebook menjadi kartu mati sekaligus kartu hidup bagi sebagian besar orang di zaman internet. Facebook merupakan pelabuhan emosi banyak orang. Sebagian besar pengguna Facebook tak pernah berpikir lurus karena emosi lebih menguasai mereka. Dan memang sebagai media sosial, Facebook adalah sarana menumpahkan emosi sehingga akan sangat bagus bagi mereka yang menginginkan sesuatu memainkan emosi pengguna Facebook. Hal ini ini merupakan salah satu kunci menyebar dan populernya hoax.

Bukan rahasia bahwa manusia cenderung lebih suka informasi yang hidup dan dan merangsang emosi. Menurut Herman Saksono di tweetnya:
Informasi yang "hidup" dan merangsang emosi akan bertahan lebih lama di pikiran kita.
Produsen hoax sengaja atau tidak mengetahui hal ini sehingga terus-menerus membagi berita yang hidup dan menguras emosi. Berita yang hidup di sini menurut saya adalah berita yang menonjolkan suatu ketertarikan serius pengguna sehingga kemudian mengklik atau sama sekali tidak mengklik, namun kemudian membagi berita hoax tersebut. Cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan teknik click bait, menggunakan judul besar yang bombastis yang tanpa dibaca pun pengguna sudah tahu isinya atau tidak mau peduli isinya sama sekali.

Hal seperti ini sangat masif di Facebook. Sebagaimana di-tweetkan oleh Herman Saksono, jumlah hoax di Facebook tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan dua layanan lain, yaitu Google dan Twitter.

Sebaran hoax di Facebook lebih besar daripada
Google dan Twitter
Kembali ke Pemilu AS, sebagaimana dicatat oleh BuzzFeed, hoax memang telah menjadi raja di Facebook ketika pemilu AS. Jumlah hoax yang dibagi jauh mengalahkan berita asli yang dibuat oleh outlet berita resmi seperti The New York Times dan The Washington Post. Salah satunya yang membuat hoax populer tersebut adalah permainan berita yang hidup dan merangsang emosi.

Faktor kedua adalah adanya ketakutan. Bagi saya ini sama sekali baru karena selama ini saya memahami bahwa emosilah yang paling utama membuat hoax menjadi populer. Pertanyaannya adalah ketakutan seperti apa yang bisa mempopulerkan hoax?

Rasa takut membuat orang mudah terkena hoax
(Sumber: tweet Herman Saksono)
Tentu saja manusia memiliki rasa takut. Namun memanfaatkan ketakutan demi mempopulerkan hoax bagi saya sendiri hal yang baru. Namun hal ini ada buktinya jika dikaitkan dengan agama dan ras. Klaim memilih pemimpin Islam karena takut masuk neraka misalnya atau klaim jangan memilih suku tertentu. Tentunya bukan klaim itu sendiri yang hoax, tetapi berbagai hal yang disandarkan kepada klaim tersebut yang membuat pemeluk agama tertentu menjadi takut sehingga menyebarkan berita hoax. Contoh nyata bisa kita temukan di Facebook atau bahkan di media sosial lain di mana satu pesan hoax tertentu diminta untuk disebarkan, kalau tidak disebarkan ada siksa atau ketakutan tertentu yang muncul yang didasarkan pada agama yang dianut.

Faktor ketiga adalah faktor kelompok. Di dalam faktor ketiga ini Facebook memainkan peranan penting. Banyak orang berteman di Facebook dan masuk ke dalam kelompok-kelompok kecil yang sering tertutup dan kemudian memproduksi hoax untuk membenarkan pengetahuan/informasi/fakta yang mereka percayai. 

Orang cenderung mempercayai apa yang dipercayai oleh kelompoknya. Contoh ( ini hanya contoh) ketika suatu kelompok mengklaim jumlah orang yang ikut demo sebanyak 7 juta, anggota kelompok tanpa pandang bulu meyakini fakta ini, meskipun secara logika tempat tertentu tidak akan bisa memuat orang sebanyak 7 juta. Jika ada fakta yang digali dari ilmu pengetahuan untuk mengkritisi jumlah tersebut, hal tersebut tidak akan mampu mengubah kepercayaan seseorang karena mereka lebih percaya apa yang dipercaya oleh kelompoknya. Dan kepercayaan ini terus-menerus ditularkan dengan berbagai cara agar anggota kelompok tidak punya pilihan atau alternatif informasi yang lain. Hoax tersebut terus-menerus dibagi dan disebarkan untuk mempertahankan kepercayaan anggota kelompok dan selalu mengecap mereka yang menentang hoax tersebut adalah hoax dan perlu dilawan.

Algoritma Facebook merupakan bagian penting dalam pembenaran kelompok ini. Facebook telah membuat kelompok-kelompok yang saling terpisah satu sama lain yang meyakini kebenaran mereka dan menafikan kebenaran kelompok lain sehingga tidak mengherankan bahwa Facebook adalah sarang hoax nomor satu di internet. Algoritma Facebook menutup pintu suatu kelompok terhadap kelompok lain, anggota kelompok hanya akan berinteraksi dan mempercayai apa yang dibagi di kelompok tersebut sehingga ketika mereka berinteraksi dengan kelompok lain akan terjadi ketegangan, perselisihan dan mungkin chaos. 

Sebagaimana telah saya kemukakan di bagian awal tulisan ini, jumlah hoax yang dibagi di Facebook ini sangat menakjubkan. Saya menduga, Presiden Trump terpilih pun berkat peranan Hoax ini. News feed yang hadir ke halaman seseorang selalu dipilihkan oleh Facebook dan pasti disukai oleh pengguna. Saya telah menuliskan kegagalan algoritma Facebook ini dalam artikel terdahulu di sini, di sini dan di sini.

Peranan kelompok ini sangat terasa di Indonesia beberapa waktu terakhir. Kita melihat kelompok tertentu tanpa malu-malu memproduksi hoax untuk membenarkan apa yang mereka percayai. Mereka terkadang memilintir satu ayat atau beberapa ayat untuk membenarkan klaim. Media hoax juga tanpa malu mencari celah untuk mengabarkan hoax, misalnya menggunakan blanko bekas e-KTP untuk membenarkan klaim penyusupan. Ini tentu sangat membahayakan. 

Melawan Hoax

Pertanyaannya: Bagaimana melawan hoax?

Ada yang beranggapan bahwa hoax adalah fenomena selintas jalan yang tidak perlu dikritisi apalagi dilawan. Hoax dianggap sebagai sesuatu yang selalu ada dan tidak perlu usaha untuk melawannya sebab akan hilang dengan sendirinya. Ini menggelikan. 

Bila Anda hidup di zaman unconnected anggapan tersebut mungkin bisa benar. Namun jika Anda hidup di zaman kemajuan internet dengan segala sesuatu terhubung, anggapan tersebut menggelikan dan melecehkan akal. Mengapa demikian?

Dalam zaman internet, pengalaman online akan merasuki kehidupan offline. Imformasi yang dikonsumsi tanpa putus akan membentuk lingkar pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Bagaimana kalau informasi yang dikonsumsi tanpa putus tersebut melalui berbagai alat ternyata hoax? Chaos. Pemberontakan, dan mungkin banyak hal lainnya yang tidak diharapkan bisa timbul karena informasi hoax sehingga hoax ini harus dilawan.

Bagaimana melawan hoax?

Jawabannya tidak semudah membeli es krim (To Be Continued

Friday, February 10, 2017

Mengurus Paspor Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Map berisi persyaratan
mengurus paspor
Judulnya Lebay yah? 
Sebenarnya tidak lebay, tetapi begitulah kenyatannya. Hari ini saya memperpanjang masa berlaku paspor yang akan habis masa berlakunya akhir bulan Februari ini. Semulanya masih ragu, khawatir sulit atau lama. Namun keraguan tersebut sirna setelah saya mengalami sendiri mengurus paspor langsung secara mandiri.

Ceritanya begini.

Masa berlaku paspor saya akan berakhir pada akhir bulan Februari ini. Paspor ini saya buat lima tahun yang lalu. Sebelumnya saya sudah memiliki paspor dari tahun 2004, namun setelah habis masa berlakunya tidak saya perpanjang. Kemudian sebuah undangan menghadiri Samsung Forum di Bangkok tahun 2012 yang lalu memaksa saya membuat ulang paspor karena yang lama sudah tidak berlaku lagi.

Waktu itu saya tidak mau repot dan saya serahkan saja kepada teman untuk mengurusnya, meskipun saya tetap hadir untuk wawancara dan foto. Namun kali ini hal tersebut tidak boleh terulang lagi. Saya bertekad mengurus sendiri perpanjangan paspor sekaligus ingin melihat bagaimana kinerja kantor imigrasi tempat saya mengurus paspor.

Sebelum memutuskan untuk mengurus paspor secara langsung dan mandiri, terlebih dahulu saya mengakses situs keimigrasian di http://www.imigrasi.go.id/. Saya ingin mengurus secara online. Teman mengatakan agar tidak antri lebih baik urus secara online. Sayangnya ketika saya klik layanan paspor online, link-nya tidak bisa dibuka atau down. Santer terdengar bahwa memang saat itu dan sampai hari ini tidak bisa mengurus paspor secara online sehingga akhirnya saya mengurusnya secara langsung.

Hari Kamis (9/2) saya mengunjungi Kantor Imigrasi Bogor.Saya datang terlambat karena harus mengantar anak sekolah terlebih dahulu. Seketika tiba di kantor Imigrasi, nomor antrian sudah habis. Saya bertanya ke petugas, petugas menyarankan untuk datang lebih pagi karena hanya tersedia kuota 150 setiap harinya. Namun saya tidak terlalu menyesal gagal memperoleh nomor antrian hari tersebut karena petugasnya berbaik hati memberikan form isian dan permohonan paspor yang harus diisi.

Form isian dan permohonan tersebut kemudian saya isi di rumah dan mempersiapkan data yang harus dilampirkan, yaitu fotokopi e-KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi akte kelahiran, fotokopi surat nikah. Data tersebut dilampirkan bersama form isian dan permohonan paspor. Jangan lupa untuk menempelkan materai Rp6.000,00 di surat permohonan pembuatan paspor dan ditandatangani. Form isian juga harus ditandatangani, tetapi tidak perlu pakai materai.

Form isian juga harus diisi dengan huruf besar dengan pena tinta HITAM. Jadi tidak boleh tinta BIRU apalagi MERAH. Isi sebaik-baiknya dan lengkap. Data yang diisikan harus yang sebenarnya (tentu saja).

Antri di luar kantor Imigrasi Bogor
Persiapkan semua data yang diperlukan dalam satu map yang terpisah dengan aslinya. Jadi e-KTP asli, KK asli, surat nikah asli, dan akte lahir asli harus dibawa. Demikian juga dengan paspor lama yang nantinya akan diminta oleh petugas.

Setelah semua persyaratan yang diminta siap, tibalah waktunya untuk mendatangi kantor imigrasi. Sesuai dengan saran petugas sebelumnya, hari ini pagi-pagi sekali setelah shalat subuh, sekitar jam 5 pagi saya menuju kantor imigrasi Bogor. Sesampai di sana ternyata sudah cukup banyak yang antri. Saya memperoleh nomor 35. Nomor antrian ini bukan dari petugas, namun dibuat oleh sesama yang mengurus paspor agar tidak saling telikung ketika mau masuk ke kantor Imigrasi.

Cukup lama menunggu karena saya mulai antri di luar kantor sekitar pukul 05.30 WIB dan berakhir pada pukul 07.00 WIB ketika dipersilahkan masuk. Karena sudah berbentuk antrian, masuknya sangat teratur tidak rebutan. Sesampai di area kantor imigrasi Bogor ada petugas yang mengarahkan. Saya karena sudah mengisi form dan surat permohonan langsung memberikannya ke petugas yang menempatkan di rak yang telah disediakan.

Setelah itu duduk menunggu nama dipanggil dan ini tidak lama, mungkin sekitar 20-30 menit. Saya dipanggil sekitar pukul 08.00 WIB, dilihat kelengkapan syaratnya dan jika sudah lengkap diberikan map berwarna kuning dan nomor antrian ke loket. Kalau sudah dapat nomor antrian berarti masa sulit pengecekan persyaratan telah berlalu. Ini melegakan karena proses kedua akan lebih mudah.

Loket permohonan paspor

Duduk menunggu panggilan

Masuk ke proses kedua, yaitu menemui petugas loket yang akan memeriksa form isian dan surat permohonan. Langkah pertama antri lagi kemudian dipanggil sesuai dengan nomor antrian untuk menghadap petugas di loket. Jika masih ada isian yang kurang, di loket akan diminta untuk menambahkan. Saya ternyata belum mengisikan tinggi badan sehingga petugas dengan ramah bertanya berapa tinggi badan saya dan langsung diisikannya di form isian. 

Oleh karena data e-KTP sudah online, pengecekan di counter ini berlangsung singkat, kurang dari lima menit. Petugas sepertinya tinggal mencocokkan data-data yang dimasukkan dengan data e-KTP yang sudah ada. Di petugas pertama ini juga paspor lama diminta.

Setelah selesai petugas pertama, berikutnya adalah petugas kedua yang akan memfoto dan mengambil sidik jari. Di petugas kedua ini juga tidak lama. Kita bisa melihat terlebih dahulu foto yang akan dipasang di paspor nantinya. Petugasnya juga sangat ramah dan suka bercanda sehingga kesan sulit atau dipersulit kini tidak ada lagi.

Setelah difoto dan diambil sidik jari kembali duduk menunggu untuk antri wawancara. Menunggu wawancara juga tidak lama. Saya perkirakan lamanya waktu menunggu tidak lebih dari 5-7 menit.

Wawancara berlangsung singkat. Isi wawancara terutama untuk keperluan apa membuat paspor. Saya ditanya di mana bekerja, negara mana yang akan dikunjungi. Jawabannya pun pendek-pendek saja dan petugas dengan ramah sambil mengecek form mencocokkan jawaban. Di petugas wawacara ini juga kepastian data terakhir. Saya mengalaminya karena huruf terakhir dari nama tidak ada kepanjangannya sehingga saya diminta petugas untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan arti singkatan nama tersebut dalam sebuah form pernyataan yang harus ditempelkan materai Rp6.000 kemudian ditandatangani.

Sekali lagi petugas mempermudah kekurangan tersebut dengan menunjukkan form yang akan diisi dan ditunggu ketika mengisinya serta kemudian setelah semua selesai memberikan stempel dan tanda pembayaran.

Saya rasa proses di petugas wawancara ini juga sangat cepat, saya sedikit lama karena harus membuat surat pernyataan tentang singkatan nama. Sementara yang lainnya saya lihat sangat cepat selesai.

Setelah petugas wawancara selesai, artinya proses memperpanjang paspor atau membuat paspor baru selesai. Saya diberikan tanda untuk membayar layanan memperpanjang paspor senilai Rp355.000,00 di bank yang banknya bisa bank mana saja yang kemudian langsung saya bayar sambil pulang.

Menurut petugas, paspor akan selesai 7 hari kerja dari saat membayar paspor. Itu artinya jika hari ini saya membayar, hari Senin 20/2 atau Selasa 21/2 paspor bisa diambil di kantor imigrasi Bogor dengan membawa tanda pengambilan paspor dan tanda pembayaran ke bank.

Tentunya senang sekali. Proses memperpanjang paspor atau membuat paspor baru tidak memakan waktu yang lama. Kalau saya hitung mulai dari memperoleh map hingga memperoleh tanda pembayaran waktu yang diperlukan hanya satu setengah jam. Hal yang lebih bagus lagi adalah keharusan membayar ke bank sehingga hal ini benar-benar menghilangkan penyalahgunaan.

Saya benar-benar mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Bogor ini. Kesan sulit sebelum mengurus paspor kini tinggal kenangan. Petugasnya juga sangat ramah, mau membantu dan tidak segan bercanda untuk menghilangkan ketegangan. Saya rasa kini mengurus paspor semudah membalikkan telapak tangan. Masyarakat tentu sangat diuntungkan.

Dari pengalaman di atas ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengurus paspor secara mandiri di kantor imigrasi agar mudah dan cepat selesai, yaitu sebagai berikut.

1. Lengkapi persyaratan, selengkapnya, jangan ada persyaratan yang kurang. Untuk itu persiapkan sebelum menuju kantor imigrasi. Fotokopi e-KTP dengan hasil fotokopi hampir setengah kertas A4, fotokopi kartu keluarga, akte lahir, dan surat nikah, masukkan ke dalam satu map dan serahkan waktu pertama kali datang.
2. Isi form isian dengan baik menggunakan tinta hitam. Jangan ada yang lupa diisi dan tanda tangani surat permohonan dengan memberikan materai Rp6.000,00.
3. Datanglah lebih pagi agar bisa memperoleh nomor antrian. Jangan datang setelah pukul 7 pagi karena kuotanya sangat cepat penuh.

Demikian pengalaman memperpanjang paspor langsung secara mandiri. Terima kasih kepada segenap petugas di Kantor Imigrasi Bogor yang telah membantu dan mempermudah masyarakat dalam mengurus paspor. Kinerja baik ini semoga terus ditingkatkan.

Saturday, February 4, 2017

Zenfone 3 Max, Smartphone Nggak Ada Matinya dari ASUS

Zenfone 3 Max
Pernah terlintas ingin memiliki smartphone dengan daya tahan baterai super? 

Saat ini di pasar sudah sangat banyak smartphone dengan baterai besar yang menjajikan daya tahan baterai sangat lama. ASUS pun dari tahun lalu juga sudah menghadirkan Zenfone Max yang meramaikan persaingan di pasar smartphone dengan daya tahan baterai lama ini. 

Dan tahun ini, ASUS kembali menghadirkan generasi terbaru Zenfone Max, yaitu Zenfone 3 Max. Sesuai dengan namanya, Zenfone 3 Max adalah varian dari Zenfone 3 yang akan bersaing di ceruk pasar smartphone dengan daya tahan baterai lama.

Baterai yang ada di ZenFone 3 Max yang berukuran 4.100mAh bisa bertahan hingga seharian untuk menemani aktivitas penggunanya. Namun ASUS tidak hanya memberikan fitur baterai sebagai satu-satunya fitur yang akan menarik pengguna untuk memiliki Zenfone 3 Max ini. Beberapa fitur lain yang menonjol di Zenfone 3 Max yang mungkin saja tidak disediakan vendor lain adalah sebagai berikut.

1. ZenFone 3 Max punya standby time yang sangat baik, hingga 38 jam dalam jaringan 4G. Pengguna bahkan bisa browsing internet selama 19 jam non stop via Wi-Fi dan 72 jam memutar musik tanpa harus mengisi ulang baterai. Ini artinya, selain baterai besar, Zenfone 3 Max juga dapat digunakan secara maksimal oleh pengguna.

2. Bisa Mengisi Ulang Ponsel Lain
 Dengan menggunakan adapter USB on-the-go (OTG) yang disertakan dalam paket pembelian, pengguna bisa menjadikan Zenfone 3 Max sebagai power bank sehingga bisa mengisi perangkat mobile apapun. 

3. Layar 5,5 inchi Full HD
Kelebihan lain yang ditawarkan Zenfone 3 Max adalah layar full HD berukuran 5,5 Inchi. Layar besar ini sangat pas untuk hiburan seperti menonton video YouTube, film dan bermain game.

4. Kamera 16 Megapiksel
Jarang sekali sebuah smartphone yang ditujukan untuk daya tahan memiliki kamera dengan resolusi besar. Hal ini tidak berlaku di Zenfone 3 Max. ZenFone 3 Max hadir dengan kamera 16 Megapixel f/2.0 beserta dengan laser, phase detection serta continuous auto-focus yang akan membuat smartphone ini menjadi impian para fotografer. Dengan harga yang sangat terjangkau, ZenFone 3 Max menawarkan performa pengambilan foto terbaik di kelasnya.

Zenfone 3 Max dilengkapi kamera
berukuran 16 megapiksel yang keren
Kamera 16 megapiksel tersebut tentu dilengkapi berbagai fitur yang sangat menarik sehingga pengguna dapat berkreasi selayaknya fotografer profesional. Kamera ZenFone 3 Max mampu memperluas dynamic range hingga 4x dan meningkatkan kecerahan hingga 400%. Tak hanya itu, dengan Super Resolution, pengguna bisa melakukan berbagai percobaan macro photography dan mengambil beberapa gambar secara langsung untuk dijadikan satu foto dengan ketajaman 64MP. ASUS juga membenamkan modus Low Light di ZenFone 3 Max untuk mengambil foto dengan bersih dan terang, bahkan dalam kondisi pencahayaan kurang memadai.

Kalau fitur-fitur kamera tersebut belum cukup, ASUS menambahkan fitur autofocus di Zenfone 3 Max. Tidak tanggung-tangung, ASUS memberikan 3 fitur autofokus sekaligus, yaitu pertama Advanced Phase Detection Auto Focus cocok untuk mengambil objek pada lingkungan pemotretan dalam ruangan (indoor).

Kedua, Laser Auto-Focus Generasi Kedua yang dapat mengambil foto dengan fokus, dalam jarak 3x lebih jauh dibanding sebelumnya. Ideal untuk mengambil foto indoor ataupun dalam kondisi redup dan ketiga Continuous Auto-Focus, yang menggunakan laser auto-focus untuk menjaga titik fokus secara real-time pada obyek yang bergerak. Sangat cocok untuk mengambil foto olah raga ataupun foto-foto aktivitas outdoor lainnya.

Masih terkait dengan kamera di Zenfone 3 Max, fitur lainnya yang tidak dimiliki oleh pesaing adalah fitur fitur three-axis Electronic Image Stabilizer (EIS). Dengan fitur ini pengguna bisa merekam video luar biasa dan bebas guncangan. Teknologi EIS ini bermanfaat dalam banyak situasi, seperti saat merekam pertandingan olahraga, merekam aksi hewan peliharaan kesayangan, atau merekam video saat di dalam kendaraan bahkan sambil berkeliling taman sambil mengendarai sepeda.

Tentunya masih banyak fitur lain yang dimiliki oleh Zenfone 3 Max ini. ZenFone 3 Max diperkuat oleh prosesor octa-core bertenaga yakni Qualcomm Snapdragon 430. Dengan performanya yang tinggi dibarengi dengan efisiensi energinya yang sangat baik, Anda bisa mengambil foto yang tajam dengan kecepatan tinggi dan juga merekam serta mengedit video full HD 1920x1080 tanpa baterai terkuras banyak. 

Zenfone 3 Max bisa mengisi perangkat
mobile lainnya
Selain itu, dengan ketersediaan RAM berukuran 3GB, pengguna akan dapat menjalankan beberapa macam aplikasi favorit tanpa mengalami penurunan performa sistem.

Pengguna akan memperoleh banyak keuntungan dengan memilih Zenfone 3 Max ini, apalagi harganya sangat bersahabat.

Selular Award 2017 : ZenFone 3 Deluxe Smartphone Terbaik

Aliudin Sute d ja (National Sales Manager ASUS) menerima penghargaan Selular Award 2017 ASUS berhasil menempatkan dua smartphone mereka...