Friday, April 14, 2017

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note
Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. Setiap pengguna yang membeli smartphone, bisa dipastikan akan membeli power bank, bukan karena tidak percaya terhadap daya tahan baterai smartphone tersebut, tetapi lebih kepada usaha berjaga dari ketiadaan daya pada satu kondisi tertentu.

Tentu saja sangat banyak produsen yang menawarkan berbagai macam power bank. Saya sendiri telah mencoba berbagai mereka Power Bank, di antaranya ASUS, Samsung, dan Xiaomi. Bisa dikatakan semua power bank yang tersebut mampu memenuhi kebutuhan daya, namun harganya bisa dikatakan agak kurang bersahabat.

Oleh karena itu saya mencoba membeli power bank murah (terutama saat promo) hanya Rp130.000 untuk daya sebesar 10.500 mAh, yaitu DelCell. Pengalaman menggunakan power bank DelCell yang mengklaim real capacity ini saya uraikan berikut ini.

Spesifikasi

Spesifikasi DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity, 10.500 mAh

Kapasitas: 10.500mAh Real Capacity
Input : DC 5 V - 1A
Output : DC 5V - 2.1A
Dimensi : 15 x 8 x 1 cm
1 Tahun Garansi

Bila dilihat dari sisi spesifikasi bisa dikatakan tidak ada yang istimewa. Masukan sebesar 1A membuat DelCell ini sukup lama untuk diisi, sementara keluarannya sebesar 2,1A membuat proses pengisian berlangsung cukup cepat. DelCell menyediakan kabel built-in Micro USB yang digunakan untuk melakukan pengecasan perangkat. Kabelnya sangat pendek jadi ketika mengisi perangkat harus sangat dekat dengan power bank.

Kabel built-in Micro USB tersebut hanya bisa berfungsi jika perangkat memiliki colokan untuk micro USB. Sementara sekarang sudah cukup banyak yang meninggalkan micro USB dan beralih ke USB Type C. Untuk mengatasinya DelCell punya colokan sehingga kabel USB Type C yang untuk perangkat dipasangkan ke colokan ini kemudian disambungkan ke perangkat. 

Selain itu, DellCell ini memiliki teknologi cut off. Ini sangat membantu ketika melakukan pengisian karena pengisian akan otomatis berhenti jika perangkat telah penuh diisi.

Desain

Dilihat dari desain, DelCell berupa persegi panjang yang cukup tebal dan berat. Bila Anda pernah melihat bentuk smartphone dengan layar lebih besar dari 5 inchi, bentuk DelCell mirip dengan smartphone tersebut. Bedanya hanya karena tidak punya layar. Desain kemasan juga seadanya, hanya berupa boks tipis yang tidak begitu menarik untuk dilihat.  

Foto DellCell dapat dilihat sebagai berikut.

Kabel Micro USB untuk mengisi
perangkat

Spesifikasi DellCell Power Bank
Note 10.500 mAh

Bila melakukan pengecasan
lampu indikator akan menyala

Kinerja

Saya membeli DelCell Power Bank Note 10.500 mAh ini di Lazada dengan harga Rp129.000,00. Menurut saya harga tersebut cukup murah untuk sebuah power bank dengan daya 10.500 mAh yang menjanjikan real capacity. 

Setelah dikirimkan, hal pertama yang dilakukan adalah mengisi baterai power bank DelCell ini. Ketika akan melakukan pengisian lampu indikator isi DelCell menunjukan setengah. Jadi ada sekitar 50% daya yang tersedia ketika pertama kali dibeli, namun saya memutuskan untuk tetap melakukan pengecasan.

DelCell diisi hingga penuh dan tidak kurang dari 6 jam lamanya. Saya sengaja membiarkan tetap diisi walaupun indikator telah menunjukkan penuh. Setelah diisi selama 6 jam barulah kemudian saya gunakan untuk membuktikan klaim real capacity tersebut.

Ternyat klaim real capacity tersebut benar adanya. Saya bisa mengisi ulang baterai Zenfone 3 yang memiliki kapasitas baterai sebesar 2.650 mAh sebanyak tiga kali plus baterai modem XL Go 1.500 mAh satu kali. Setelah itu indikator baterai power bank DelCell menunjukkan masih tersisa satu lampu. Tentu saja kondisi baterai perangkat yang diisi tidak kosong sama sekali ada sekitar 10-15% baterai tersisa. 

Saya rasa DellCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity merupakan pilihan yang cukup murah untuk daya sebesar 10.500 mAh. Sering sekali power bank mengklaim real capacity, ternyata setelah mengisi satu kali dan hanya satu perangkat, dayanya langsung habis. Di DelCell Power Bank Note hal ini tidak terjadi. Indikator baterai akan berkurang atau bahkan tidak berkurang bila hanya mengisi perangkat dengan kapasitas baterai 1.500 mAh seperti modem. 

Setelah menggunakan power bank DelCell ini selama 2 bulan, power bank ini menunjukkan kinerja yang stabil dan belum terlihat bermasalah, misalnya daya berkurang jauh setelah mengisi saru perangkat dari kondisi power bank penuh.

Dari pengalaman menggunakan saya merekomendasikan DelCell Power Bank Note Polymer untuk dibeli. Hal ini karena harganya murah dan klaim real capacity tersebut benar adanya. Meskipun proses pengisian agak lama, saya rasa tidak masalah karena bisa diisi sewaktu akan tidur dan di pagi harinya sudah terisi penuh kembali.

Tuesday, April 11, 2017

Zenfone 3 Max Rose Pink, Pilihan Warna Baru Smartphone Gak Ada Matinya

Model dengan Zenfone 3 Max ZC553KL
Asus Indonesia menghadirkan pilihan warna baru untuk Zenfone 3 Max Gak Ada Matinya, yaitu warna rose pink. Hadirnya ZenFone 3 Max ZC553KL berwarna Rose Pink tersebut menggenapi model yang sudah hadir dalam warna Sand Gold, Titanium Gray dan Glacier Silver.

Menurut Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia, ASUS tidak menyangka bahwa permintaan atas ZenFone 3 Max ZC553KL dalam warna pink sangat tinggi. Ia menambahkan berdasarkan masukan dari pengguna dan mitra distribusi ASUS, banyak yang menanyakan kapan versi Rose Pink akan tersedia di pasaran. Untuk itulah akhirnya ASUS Indonesia merilis versi wana rose pink untuk Zenfone 3 Max ZC553KL.

Namun pihak ASUS sendiri tidak menyediakan ASUS Zenfone 3 Max warna rose pink dalam jumlah yang sangat banyak. ASUS hanya menyediakan 2 ribu unit Zenfone 3 Max Rose Pink untuk seluruh pengguna di Indonesia. Jumlah ini tentu saja jauh lebih sedkit dari kemungkinan permintaan konsumen dari seluruh Indonesia.

Terlepas dari warna Rose Pink yang sangat menawan bagi kawula muda, Zenfone 3 Max ZC553KL tetap merupakan smartphone dengan tagline Gak Ada Matinya. Zenfone 3 Max ZC553KL mengandalkan kekuatan baterai jenis Lithium Polymer berkapasitas 4.100mAh yang didesain dengan densitas tinggi agar dapat dimasukkan ke dalam body yang tipis, hanya 8,3 milimeter. Dari pengujian internal, baterai tersebut mampu bertahan hingga 38 hari saat dalam kondisi standby di jaringan 4G. 

Mau pilih yang mana?
Zenfone 3 Max?

Jika digunakan untuk berkomunikasi suara lewat jaringan telekomunikasi berbasis 3G, baterainya mampu bertahan hingga 17 jam. Adapun untuk penikmat musik, baterai dapat memasok kebutuhan memutar musik selama 72 nonstop. Sementara untuk menjelajah Internet, baterai tersebut mampu bekerja tanpa henti hingga 19 jam.

Selain punya kapasitas baterai besar dan fitur penghemat energi, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL juga bisa membagikan kapasitas energi yang disimpan di baterainya ke perangkat lain. Dengan fitur reverse charging capability, smartphone ini dapat berubah fungsi pula menjadi sebuah powerbank.

Cara pemakaiannya mudah.  Pengguna cukup menghubungkan smartphone atau gadget lain yang akan diisi ulang menggunakan kabel USB on the go (OTG) yang disediakan pada paket penjualan dan kabel data yang juga sudah disediakan. Pasangkan ujung kabel data (micro USB) ke smartphone yang akan diisi, dan hubungkan ujung kabel USB OTG ke ASUS ZenFone 3 Max. Dengan demikian, daya yang masih dimiliki oleh baterai milik ZenFone 3 Max akan ditransfer ke smartphone yang akan diisi baterainya.

Tentunya baterai bukan satu-satunya kelebihan yang ditawarkan oleh Zenfone 3 Max ZC553KL. Di sisi kamrea, kamera utama ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL memiliki resolusi 16 Megapixel yang dilengkapi dengan sistem Tri-Tech Autofocus dapat membantu pengguna untuk mendapatkan fokus dengan lebih cepat dalam berbagai kondisi. Dengan demikian, pengguna dapat membidik lebih baik dan mendapatkan foto yang lebih jelas dan tajam.Tri-Tech Autofocus sendiri terdiri dari Laser Auto Focus generasi kedua, Phase Detection Auto Focus, serta Continuous Auto Focus.

Dari sisi software, ASUS PixelMaster Camera merupakan aplikasi fotografi yang sangat lengkap. Pengguna bisa memilih hingga 20 modus pemotretan untuk kamera belakang, dan 10 modus pemotretan untuk kamera depan. 

Fitur Manual mode dapat mengatur banyak opsi mulai dari White Balance, Exposure Value, ISO, Shutter Speed sampai ke jarak fokus. Ada pula fitur Super Resolution yang dapat membuat ZenFone 3 Max ZC553KL bisa mengambil foto resolusi tinggi hingga 64 megapixel. 

Di Indonesia, ZenFone 3 Max ZC553KL Rose Pink dipasarkan di harga Rp3.099.000. Berikut ini spesifikasi teknis ASUS ZenFone 3 Max 5,5” ZC553KL:

Model
ASUS ZenFone 3Max ZC553KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 430 64-bit octa-core processor (1,4GHz)
GPU
Adreno 505 450MHz
RAM
3GB RAM
Penyimpanan
32GB + 5GB ASUS Webstorage + Google Drive 100GB free (2 years)
MicroSD
Yes (up to 128GB)
Konektivitas
802.11b/g/n, Bluetooth V 4.0 +EDR, Wi-Fi direct
Jaringan
FDD-LTE (Bands 1, 2, 3, 5, 7, 8, 20), WCDMA (Bands 1, 2, 5, 8), GSM/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)DC-HSPA+: UL 42 / DL 5.76 Mbps, LTE Cat4:UL 150 / DL 50 Mbps
SIM Card
Micro SIM slot + Nano / MicroSD slot
Navigasi
GPS, AGPS, GLONASS, BDS
Display
5.5” Full HD (1920 x 1080) IPS display, 77,5% screen-to-body ratio, 450nits
Video
Full HD Video recording 1080p @30 FPS, Take still photo while recording
Baterai
Lithium-Polimer 4.130 mAh
Kamera Belakang
16MP PixelMaster 3.0 camera with 1/3" sensor size, f/2.0 aperture, Ultra-fast 0.03s TriTech AF system instant focus and subject tracking, Dual-LED real tone flash
Kamera Depan
8MP, f/2.2 aperture, 84˚ field of view
Sensor
Proximity, Ambient light sensor, Gyro sensor, Ecompass, Fingerprint Scanner, Accelerator, Laser Sensor
OS
Android™ 6.0 with brand-new ASUS ZenUI 3.0
Dimensi
151.4mm x 76.24mm x 8.3mm
Bobot
175g
Warna
Titanium Gray, Glacier Silver, Rose Pink, Sand Gold
Harga
Rp3.099.000

Monday, April 10, 2017

ZenBook UX410UQ Jagoan Baru ASUS di Pasar Ultrabook

ZenBook UX410UQ
Pasar notebook kelas atas merupakan pasar yang sudah lama digarap oleh ASUS melalui beberapa produk ultrabook mereka. Beberapa produk kelas atas ASUS hadir meramaikan pasar ini. Tentunya ASUS terus memperbarui lini produk mereka di pasar ini secara reguler dan kali ini ASUS merilis ZenBook UX410UQ untuk konsumen di Indonesia.

Notebook berbasis sistem operasi Windows 10 dengan prosesor Intel Core i7 generasi ke-7 Kaby Lake ini merupakan generasi penerus dari ZenBook UX310. Sebagai penerus generasi sebelumnya, ASUS memberikan beragam upgrade dari perangkat pendukungnya. Salah satu yang paling menarik adalah ukuran layarnya diperbesar menjadi 14 inchi. Meskipun diperbesar, namun tidak serta-merta membuat dimensi notebook ini jauh lebih besar. Bahkan ZenBook UX410UQ memiliki ukuran yang serupa dengan notebook berukuran 13 inchi.

Hal tersebut dimungkinkan oleh penggunaan bezel yang tipis, hanya 6 milimeter sehingga membuat screen to body ratio ZenBook UX410UQ  dengan ketebalan hanya 1,895cm dan diperkuat Core i7-7500U yang punya cache sebesar 4MB berkecepatan hingga 3.50 GHz mencapai 80%. Jauh lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Upgrade lain yang diberikan ASUS adalah di sisi grafis. Pada umumnya, ultrabook hanya diperkuat oleh grafis terintegrasi seperti Intel HD Graphics. Namun ASUS memberikan Nvidia GeForce 940MXdengan GDDR3 VRAM sebesar 2GB untuk memperkuat sisi grafis ZenBook UX410UQ sehingga bisa memenuhi kebutuhan pengguna untuk menopang pengolahan foto, video ataupun multimedia playback.

Untuk memori utama, ASUS telah menggunakan RAM DDR4 2133MHz pada ZenBook UX410UQ. RAM berteknologi terbaru ini menawarkan bandwidth hingga 34GBps, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan RAM DDR3 yang antara 17GBps sampai 30GBps.

Di sisi layar, ZenBook UX410UQ ini memiliki layar LED backlit 14 inci dengan rasio 16:9 FullHD 1920x1080. Panel Anti-Glare yang disediakan juga dapat mereduksi pantulan silau yang mungkin akan muncul dari arah belakang pengguna. Adapun layar IPS membuat tampilan dapat dilihat dengan baik dari sudut pandang hingga 178 derajat.

Seperti pada notebook ASUS lain pada umumnya, ZenBook UX410UQ juga sudah didukung oleh seamless one-piece keyboard yang akan membuat pengalaman mengetik menjadi lebih nyaman. Keyboard jenis ini lebih padat dan kuat sehingga terasa mantap saat ditekan. Belum lagi travel distance tombolnya yang mencapai 1,6mm atau hampir 3 kali lebih jauh dibanding notebook pada umumnya, membuat pengalaman mengetik menjadi semakin menyenangkan. Selain itu, yang juga sangat penting, notebook ini juga dilengkapi dengan Illuminated Chiclet Keyboard sehingga pengguna bisa tetap bekerja dengan nyaman meski di malam hari atau dalam kondisi pencahayaan redup.
ZenBook UX410UQ

Di Indonesia ZenBook UX410 UQ ini sijual di kisaran harga Rp15.799.000. Yang menarik, setiap pembelian unit ZenBook UX410UQ pengguna juga akan mendapatkan sleeve premium dari ASUS untuk memudahkan mereka membawa notebook ini ke manapun mereka pergi. 

Demi kemudahan saat akan menghubungkan notebook ini dengan proyektor saat akan melakukan presentasi, ASUS juga menyediakan aksesoris HDMI to VGA cable. Adapun untuk terhubung dengan jaringan, tersedia pula USB 3.0 to RJ45 dongle. Semuanya tersedia secara cuma-cuma di dalam paket penjualannya.

Spesifikasi lengkap dan harga ZenBook UX410UQ

Spesifikasi

CPU
Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.50GHz)
Operating System
Windows 10
Memory
8GB DDR4 2133MHz SDRAM + 1 x SO-DIMM socket, up to 16GB RAM
Storage
1TB 5400RPM SATA HDD + 128GB SATA3 M.2 SSD
Display
14” FHD (1920x1080) IPS 178˚ (wide-viewing angle display) Anti-Glare with 72% NTSC
Graphics
NVIDIA GeForce 940MX, with 2GB GDDR3 VRAM
Input/Output
2x USB 2.0, 1x USB 3.0, 1x USB3.1 Type-C (gen 1), 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack, 1x HDMI
Keyboard
Illuminated Chiclet Keyboard
Camera
HD Web Camera
Connectivity
802.11ac+Bluetooth 4.1 (Dual band) 2*2
Audio
Support Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology
Battery
3 Cells 48 Whrs Battery
Dimension
323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)
Weight
1.45Kg with Battery
Colors
Rose Gold, Quartz Grey
Accessories
Sleeve + USB3.0 to RJ45 cable + HDMI to VGA cable
Price
Rp15.799.000

Wednesday, April 5, 2017

Samsung Electronics Indonesia Raih Penghargaan CSR Global 2017

Samsung Electronic Indonesia
menerima Silver Award di ajang
Global CSR Summit

Program Corporate Social Responsibility (CSR)  merupakan program yang banyak dilakukan perusahaan sebagai salah satu bentuk tanggung sosial mereka. Samsung Electronic Indonesia juga melakukan program CSR tersebut dengan fokus pada memajukan remaja dan SMK.

Samsung Electronics Indonesia bekerja sama dengan panti-panti remaja serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan melakukan pembangunan fasilitas belajar, serta menyusun kurikulum pelatihan keterampilan elektronika, seperti cara memperbaiki handphone, AC, TV, kulkas hingga mesin cuci. Program ini dilakukan Samsung sebagai upaya untuk mendukung usaha pemerintah dalam menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia.

KangHyun Lee, Vice President Corporate Affair, Samsung Electronics Indonesia memaparkan bahwa memajukan pendidikan Indonesia memang menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan-kegiatan Corporate Citizenship Samsung, untuk pembangunan komunitas dan masyarakat Indonesia. 

Program Rumah Belajar Samsung atau Samsung Tech Institute ini telah mulai dilakukan sejak tahun 2011 dan hingga kini telah menghasilkan 2.507 lulusan. Sebanyak 585 orang lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan, salah satunya di Samsung Service Center dan pabrik Samsung Cikarang, dan 1.067 orang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal keterampilan yang mereka miliki. Program ini memang pada awalnya diberikan untuk para remaja yang putus sekolah dan selanjutnya dikembangkan untuk mendukung SMK-SMK agak memiliki kapasitas yang semakin baik dalam menciptakan lulusan yang siap terjun ke masyarakat dan memiliki daya saing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

Salah satu kegiatan
di Rumah Belajar Samsung

Saat ini sudah terdapat 7 Rumah Belajar Samsung atau Samsung Tech Institute di Indonesia yaitu di Cikarang, Duri Kepa, Medan, Makassar, Banjarmasin, Kendal dan Madiun. 

Menurut Lee, kesuksesan Samsung tidak hanya diukur dengan pencapaian bisnis, tetapi juga dari seberapa baik Samsung melayani masyarakat dan membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Samsung melihat pendidikan sebagai benih inovasi dan bekerja untuk membuat program-program yang mendukung pendidikan pemuda dan pelatihan kerja melalui penggunaan teknologi, layanan, dan keahlian. 

Upaya Samsung Electronic Indonesia memajukan remaja dan siswa SMK tersebut berbuah hasil gemilang di mana di dalam ajang Global CSR Summit and Awards 2017, Samsung Electronics Indonesia mendapatkan penghargaan Silver untuk kategori Excellence for the Provision of Education and Literacy

Ajang tahunan ini adalah ajang penghargaan internasional bergengsi untuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan dengan tujuan menciptakan sebuah standar global untuk meningkatkan kesadaran CSR dengan  memberikan pengakuan serta penghargaan pada individu-individu maupun perusahaan di seluruh dunia untuk kontribusi mereka dalam memajukan  masyarakat serta komunitas. Penghargaan tahun ini diberikan pada Samsung Electronics Indonesia atas kontribusinya memajukan pendidikan di Indonesia melalui program Samsung Tech Institute atau Rumah Belajar Samsung (RBS)

Piala Global CSR Silver
Menurut Lee, penghargaan yang dimenangkan oleh Samsung Electronic Indonesia di The 9th Global CSR Summit and Award 2017 tersebut merupakan sebuah dorongan bagi Samsung untuk melanjutkan program-program Samsung Corporate Citizenship lainnya yang diharapkan dapat semakin membawa kemajuan bagi masyarakat di Indonesia.

Friday, March 31, 2017

Mengapa Menyinyiri Twitter Sesuatu yang Penting

Nyinyir ajah kerjaannya

Pengguna layanan di zaman digital adalah pengguna yang cerewet atau nyinyir. Kebanyakan layanan digital tersebut, sebutlah Twitter, WhastApp, Facebook, Google dan banyak lainnya free of charge alias gratisan (dalam bentuk tidak membayarkan uang sepersen pun). Namun demikian, meskipun gratis masih banyak pengguna yang cerewet terhadap layanan tersebut. Istilahnya sudah dikasih gratis kok malah dinyinyiri, dikritik padahal tiap hari menggunakannya. Kalau nggak suka tinggalkan saja!

Let me tell you ...

Layanan yang mengatakan diri mereka gratis tersebut pada dasarnya tidaklah gratis. Di zaman digital, selain uang yang Anda bayarkan untuk transaksi sehari-hari, berlaku juga data dan privasi sebagai uang di zaman digital. Artinya, layanan yang gratis tersebut Anda bayar dengan data dan privasi Anda. Lebih jauh lagi, dengan menggunakan layanan gratis tersebut Anda setuju interaksi Anda di layanan tersebut dicatat dan dikumpulkan lalu dijadikan mata dagangan baru untuk pengiklan yang akan menghidupi layanan gratis tersebut dan bahkan membuat pembuatnya kaya raya.

So, Anda memang tidak membayar apa-apa (kecuali harga berlangganan internet tentunya), namun secara tidak kasat mata, Anda selalu membayar setiap jengkal interaksi yang Anda lakukan di Twitter, Facebook, Google dan lainnya dengan data Anda. Data di sini tentu sangat banyak, mulai dari data diri,, tempat tinggal, umur, hobi, perangkat yang Anda pakai, lokasi yang Anda kunjungi, foto yang Anda upload dan masih banyak lagi. 

Data tersebut akan membuat kaya pemilik layanan, menghidupi sekian banyak karyawan layanan tersebut karena pengiklan menginginkannya agar iklan mereka tepat sasaran. Pengiklan akan membayar layanan tersebut untuk data Anda. Anda tentu tahu Mark Zuckerberg. Apakah pernah Mark meminta Anda membayar untuk layanan Facebook? Tetapi mengapa Mark Zuckerberg bisa kaya raya, sementara Anda malah tetap saja tak berubah nasibnya? (eh :)

Di sisi privasi, Anda mengijinkan Twitter, Facebook dan lainnya layanan gratis itu untuk membagi data Anda ke pihak lain atau pihak ketiga seperti pengiklan. Anda setuju bahwa privasi Anda akan terganggu dengan adanya iklan, Anda setuju orang lain melihat Anda dan apa yang Anda perbincangkan secara publik, dan banyak lainnya.

Hal tersebut di atas memang tidak perlu mengeluarkan keringat atau merogoh dompet untuk membayarnya, cukup dengan mengklik AGREE saat Anda membuka akun di layanan gratisan tersebut. 

Nah, ternyata layanan gratisan tersebut tidak gratis bukan?

Oleh karena tidak gratis setiap pengguna perlu mengkritisi apa saja yang dilakukan pemilik layanan. Apa saja tweak yang mereka lakukan agar interaksi makin bagus. Misalnya menghilangkan @ username yang baru hari ini berlaku di Twitter agar tidak lagi termasuk bagian yang dihitung di 140 karakter. 

Kritik tersebut perlu dan bahkan Twitter memintanya (sebenarnya) agar mereka bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi. Mereka kadang memberikan apreasiasi karena pada dasarnya tidak ada layanan yang sempurna, semua layanan gratis ada saja kacaunya. 

Berikutnya, kritik terhadap layanan gratisan tersebut bukanlah sesuatu bentuk kebencian atau nyinyir. Mengapa? Karena yang dikritik ada dasarnya, ada solusi yang ditawarkan dan pada dasarnya kritik tersebut bertujuan untuk menjaga agar layanan tersebut tidak sewenang-wenang karena sudah memperoleh data pengguna sekian banyaknya.

Anda bisa membaca kritik pedas BuzzFeed terhadap Twitter dalam sebuah artikel panjang terkait populernya hate speech, bullying, trolling dan berbagai penyalahgunaan layanan yang dibiarkan Twitter selama hampir 10 tahun. Jika tidak ada kritik seperti itu dan tekanan banyak pengguna agar Twitter mengatasi penyalahgunaan layanannya, apakah Twitter (misalnya) akan se-proaktif sekarang terhadap hate speech? Wong setelah dikritik habis-habisan masih tenang-tenang saja.

Ini artinya, layanan gratis yang diberikan tidak otomatis mematikan hak pengguna untuk melakukan kritikan bahkan nyinyiran. Semestinyalah layanan merasa beruntung (dan juga pengguna lainnya) karena ada pengguna yang aktif mengkritik agar layanan gratisan tersebut tidak asal-asalan karena sudah merasa memberikan layanan gratis. 

Lalu kalau nyinyir melulu tapi terus memakainya gimana nih

Bagi saya nyinyir atau kritikan berulang terhadap layanan tertentu bukan berarti orang yang melakukannya sekalian keluar saja dari layanan tersebut. Pada banyak situasi, justru tidak ada layanan yang sepadan sebagai pengganti sehingga keluar dari layanan bukan solusi yang diinginkan.

Kedua pengguna memiliki pilihan dan tidak harus dipaksa keluar dari suatu layanan hanya karena ia sering mengkritik atau menyinyiri layanan tersebut. Ariel Waldman yang menjadi korban kelalaian Twitter terhadap penyalahgunaan layanan mereka dan secara keras mengkritik Twitter tetap saja menggunakan Twitter. Ini tandanya bahwa mereka yang mengalami dan menggunakan layanan gratis tersebut akan lebih mampu memberikan kritikan yang berimbang serta mungkin solusi yang diperlukan. Jika tidak menggunakan tentu saja repot.

Nah, sudah dulu yah. Jangan serius gitu, ayo ngopi ...


Thursday, March 30, 2017

Samsung Rilis Galaxy S8 dan S8+ dengan Infinity Display Mengesankan

Launching Galaxy S8 dan S8+

Persaingan smartphone kelas atas selalu sengit. Banyak vendor yang bertarung di kelas ini, namun hanya sedikit yang bisa dikatakan sukses. Di antara yang sukses tersebut adalah Samsung. Samsung, sejak generasi Galaxy S pertama memang sangat konsisten di kelas atas ini dan kini dengan generasi ke-8 Samsung kembali ingin meninggalkan lawan-lawan mereka dengan merilis Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Semalam di New York (via YouTube) Samsung merilis Galaxy S8 dan S8+ dengan segudang fitur terdepan. Salah satu yang patut dilihat adalah Samsung kini mengatakan GOOD BYE kepada flat screen. Di seri terdahulu, Samsung merilis Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge untuk membedakan layar flat (S7) dan layar rounded edge to edge (S7 Edge). Di Seri Galaxy S8 ini karena keduanya sudah menggunakan rounded edge to edge screen otomatis penamaannya tidak lagi mengikuti seri 7. Samsung menambahkan + (Plus) untuk seri Galaxy S8 dengan layar yang lebih besar (6,2 inchi) untuk membedakannya dari Galaxy S8 dengan bentang layar lebih kecil (5,8 inchi).

Bisa dikatakan Galaxy S8 dan S8+ ini kembali meninggalkan vendor lain dari sisi desain smartphone, meskipun sebenarnya desain tersebut telah terlihat di Samsung Galaxy S7 Edge sebelumnya. Bentang layar rounded edge to edge yang tidak biasa ukurannya 5,8 inchi dan 6,2 inchi jelas memberikan perbedaan yang signifikan bila diperbandingkan dengan smartphone lainnya. Samsung Galaxy S8 dan S8+ terlihat makin tinggi dibandingkan smartphone yang ada saat ini di pasar dan ini memberikan keuntungan dari sisi view bagi pengguna.
Galaxy S8 dan S8+

Sebagaimana Samsung sendiri inginkan, layar dengan bentangan 5,8 inchi dan 6,2 tersebut akan meminimalisasi scrolling sehingga pengguna tidak lagi repot untuk menggunakan jari lebih sering untuk scrolling konten yang tampil di layar.

Samsung menyebut layar di Galaxy S8 dan S8+ ini dengan Infinity Display. Infinity Display secara umum dapat diartikan  a bezel-less, full-frontal, edge-to-edge screen. Bila dilihat, sisi kiri dan kanan Galaxy S8 dan S8+ ini memang tidak ada bezel-nya. Layar yang melengkung di kiri dan kanan tersebut akan bertemu dengan penampang untuk bagian belakang smartphone sehingga hal ini akan memperbesar view smartphone.

Infinity Display Galaxy S8 dan S8+

Untuk teknologi layar ini memang tidak ada yang membantah inovasi Samsung karena mereka merupakan leader di teknologi layar. Dengan layar yang lebih besar tanpa harus memperbesar ukuran smartphone secara signifikan, membuat Galaxy S8 dan S8+ ini menurut Samsung masih sangat enak untuk digenggam. 

Resolusi layar Infinity Display inipun bisa diubah oleh pengguna, sesuatu yang kecil sebenarnya namun memiliki arti yang cukup besar dari sisi tampilan layar bagi pengguna. Selama ini kita mengenal bahwa sebuah smartphone hanya memiliki pilihan resolusi layar default sesuai dengan yang dirilis vendor. Namun dengan dengan Galaxy S8 dan S8+ Samsung memberikan pilihan menarik. Resolusi layar default untuk Galaxy S8 dan S8+ adalah Full HD+. Resolusi ini bisa diubah di setting menjadi QHD+ (WQHD+) sehingga pengguna bisa memilih saat menikmati konten video QHD+ untuk tampilan yang lebih baik atau hanya Full HD+ untuk penggunaan sehari-hari.

Tentunya inovasi di layar bukan satu-satunya yang dibawa oleh Samsung di Galax S8 dan S8+. Dari sisi prosesor, Galaxy S8 dan S8+ tidak berbeda, yaitu menggunakan prosesor terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 835 atau inhouse Prosesor Samsung sendiri. Galaxy S8 dan S8+ menghadirkan ketangguhan performa dan konektivitas berkat 10nm chip, pertama di kelasnya, memungkinkan kecepatan dan efisiensi yang ditingkatkan. Galaxy S8 dan S8+juga mendukung gigabit LTE dan gigabit Wi-Fi dengan dukungan hingga 1 Gbps memungkinkan pengguna untuk mengunduh file secara cepat dengan berbagai ukuran.

Pilihan warna Galaxy S8 dan S8+

Salah satu fitur yang menarik adalah Bluetooth 5.0. Galaxy S8 dan S8+ merupakan smartphone pertama di dunia yang menggunakan Bluetooth 5.0. Kelebihan Bluetooth 5.0 ini menurut The Verge ada di tiga kategori, yaitu audio/suara, kecepatan, dan daerah jangkauan. Bluetooth 5.0 lebih cepat dua kali lipat dibandingkan Bluetooth 4.2 dan jangkauannya empat kali lebih luas sehingga nanti dapat menjangkau hingga 240 meter. Di sisi audio, Galaxy S8 dan S8+ nantinya akan memungkinkan tersambung ke dua headphone sekaligus secara bersamaan sehingga tak perlu lagi membagi headphone ketika mendengarkan lagu bersama pasangan.

Di sisi kamera Galaxy S8 dan S8+dilengkapi dengan lensa kamera canggih 8MP bukaan F1.7 serta Smart autofocus pada kamera depan dan 12MP bukaan F1.7 pada kamera belakang yang dilengkapi dengan Dual Pixel untuk memastikan kualitas gambar yang menakjubkan dalam kondisi minim cahaya, zoom dan anti-blur yang didukung dengan proses gambar yang ditingkatkan.

Galaxy S8 dan S8+akan hadir dengan berbagai fitur-fitur khas dari seri Galaxy yang disukai oleh pengguna, termasuk IP68 yang menjadikan Galaxy S8 dan S8+tahan terhadap air dan debu, MicroSD yang mendukung memori hingga 256GB, tampilan always-on yang memudahkan pengguna untuk melihat waktu atau melihat catatan penting tanpa menghidupkansmartphone, kemampuan pengisian ulang daya baterai cepat dan tanpa kabel serta koneksi internet tethering dari satu perangkat ke perangkat lain dan konektivitas Wi-Fi.

Hal lain yang perlu dilihat adalah penggunaa Iris Scan untuk membuka smartphone. Namun itu bukan satu-satunya yang dihadirkan di Galaxy S8 dan S8+. Bagi pengguna dengan berbagai kesukaan Samsung menyediakan pilihan Face recognition, Fingerprint, Pattern, Password atau PIN. Penggunaan Iris Scan dan Face recognition sepertinya akan sangat menarik selain metode lama fingerprint, pattern, password atau PIN.

Iris Scan

Spesifikasi lengkap Galaxy S8 dan S8+

 
Galaxy S8
Galaxy S8+
Sistem Operasi
Android 7.0
Jaringan
LTE Cat. 16*
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Dimensi
148.9 x 68.1 x 8.0 mm, 152g
159.5 x 73.4 x 8.1 mm, 173g
AP
Octa core (2.3GHz Quad + 1.7GHz Quad), 64 bit, 10 nm process
Octa core (2.35GHz Quad + 1.9GHz Quad), 64 bit, 10 nm process
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Memori
4GB RAM (LPDDR4), 64GB (UFS 2.1)
*May differ by markets and mobile operators
*Dapat berbeda-beda di setiap negara dan operator jaringan telekomunikasi
Layar
5.8” (146.5mm)1Quad HD+
(2960x1440), (570ppi)
6.2” (158.1mm)1 Quad HD+
(2960x1440), (529ppi)
1 Screen measured diagonally as a full rectangle without accounting for the rounded corners
1 layar dikukursecara diagonal sebagai kotak persegi tanpa memperhitungkak lekukan di bagian pojoknya
Kamera
Rear: Dual Pixel 12MP OIS (F1.7), Front: 8MP AF (F1.7)
Kamera depan: Dual Pixel 12MP OIS (F1.7), Kamera belakang: 8MP AF (F1.7)
Baterai
3,000 mAh
3,500 mAh
Fast Charging on wired and wireless
Wireless Charging compatible with WPC and PMA
Pengisian daya baterai cepat dengan menggunakan kabel dan tanpa kabel
Pengisian daya baterai cepat tanpa kabel kompatibel dengan WPC dan PMA
Metode Pembayaran
NFC, MST
Konektivitas
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2.4/5GHz), VHT80 MU-MIMO, 1024QAM
Bluetooth® v 5.0 (LE up to 2Mbps), ANT+, USB Type-C, NFC,
Location (GPS, Galileo*, Glonass, BeiDou*)
*Galileo and BeiDou coverage may be limited.
*Jaringan Galileo dan BeiDou mungkin terbatas.
Sensor
Accelerometer, Barometer, Fingerprint Sensor, Gyro Sensor,
Geomagnetic Sensor, Hall Sensor, Heart Rate Sensor, Proximity Sensor,
RGB Light Sensor, Iris Sensor, Pressure Sensor
Audio
MP3, M4A, 3GA, AAC, OGG, OGA, WAV, WMA, AMR, AWB,
FLAC, MID, MIDI, XMF, MXMF, IMY, RTTTL, RTX, OTA,DSF, DFF
Video
MP4, M4V, 3GP, 3G2, WMV, ASF, AVI, FLV, MKV, WEBM

Pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah berapa harga untuk Galaxy S8 dan S8+ yang ditetapkan oleh Samsung?

Untuk Galaxy S8 Samsung memberikan harga USD720 (sekitar Rp9.720.000, kurs Rp13.500) dan Galaxy S8+ USD840 (sekitar Rp11.340.000, kurs Rp13.500).







Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...