Thursday, November 30, 2017

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Gerbong Kereta Argo Parahyangan
Ekonomi Premium
Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusan itu adalah naik kereta api. Cinta saya ke kereta api sebenarnya sudah lama, tetapi selama itu pula bertepuk sebelah tembok, eh. Ibarat kata syair lagu Dewa:

baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan ...
Dulu ketika masih SMP di sudut kota Padang Panjang, setiap cabut dari jam pelajaran yang saya lakukan adalah mengejar kereta yang membawa batubara dari Sawahlunto yang lewat di belakang sekolah. Kadang saya sampai di Kayu Tanam, kadang hingga Batu Taba atau paling dekat ke stasiun di Padang Panjang yang kini sudah tak ada. Jalur kereta api itupun mungkin kini sudah tak ada, sedih tentunya.

Sekitar tahun 1999 setiba di Jakarta pertama kali, sering naik kereta ekonomi yang nauzubillah sumpeknya. Penumpang berjejalan, pedagang, pengamen dan pengemis tumplek jadi satu dalam gerbong yang begitu pengab. Hanya ada AC alam.

Cinta kepada kereta api benar-benar tak berbalas. Waktu itu rasanya ingin naik kereta Pakuan, namun sayang duit pun tak punya. Kereta ekonomi terlalu tidak manusiawi untuk dinaiki.

Namun kini semua itu cerita lalu. 

Kereta api kini telah membalas cinta saya dan banyak cinta pengguna setia mereka lainnya. Kalau kini Anda naik Commuter Line dari Bogor menuju Tanah Abang atau Stasiun Kota, kereta apinya bersih, mulus dan terawat dan satu lagi yang sangat penting harga tiketnya sangat terjangkau. 

Hal yang patut juga disyukuri adalah bahwa perbaikan layanan kereta api tersebut tidak hanya di Commuter Line. Kereta api jarak jauh seperti ke Jawa atau ke Bandung yang dulu sudah cukup baik kini semakin baik. Beberapa waktu lalu saya sempat ke Purwokerto dengan kereta api eksekutif. Kereta api inipun sangat bagus, layanan ramah dan harga tiketnya terjangkau.

Nah kali ini yang akan saya ceritakan adalah pengalaman naik kereta api Argo Parahyangan Ekonomi Premium dari Bandung ke Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Sebenarnya ingin sekali, baik berangkat maupun pulang menggunakan kereta api. Namun untuk memesan kereta api jurusan ke Bandung tidak tersedia cukup waktu karena berbagai kendala. Pada akhirnya saya harus naik travel pagi-pagi sekali menuju Bandung.

Saya sampai di sebuah kampus di Cibiru, Bandung sekitar 08.30 WIB pagi. Ada pekerjaan yang tak bisa saya sembunyikan (eh) yang harus diselesaikan di sana. Bertemu adik-adik mahasiswa Informatika yang bikin gemez.

Pekerjaan tersebut selesai sekitar pukul 12.30 dan saya memutuskan untuk segera kembali. Pilihan kali ini harus dijalankan, yaitu menggunakan kereta api menuju Jakarta. Persoalannya saya belum booking tiket dan mencoba mencarinya di Google sudah banyak yang habis. 

Setelah berdiskusi sebentar diputuskan saya menumpang sepeda motor agar bisa mencapai stasiun Bandung sebelum kereta api pukul 2 berangkat dan tentunya harus dapat tiket terlebih dahulu. 

Bandung yang cukup macet dari arah Cibiru itu akhirnya harus saya lawan dengan menumpang sepeda motor dan sekitar pukul 13.30 sampai di stasiun Bandung yang waktu itu tidak terlalu ramai. Lihat-lihat loket penjualan, ternyata cukup banyak calon penumpang yang beli tiket Go Show Argo Parahyangan Ekonomi Premium yang menurut saya adalah tiket yang dibeli on the spot sesaat sebelum kereta berangkat. Harga tiketnya Rp90.000 untuk kelas ekonomi premium.

Apa itu kelas ekonomi premium? Sampai saat menuliskan artikel ini saya tak tahu betul artinya dan tak juga tak begitu peduli. Hal yang menjadi perhatian adalah bahwa kelas ini sangat bagus, ada 80 kursi dalam satu gerbong. Jarak antarkursi untuk ukuran badan saya yang kecil masih sangat bagus dan sandaran kursinya bisa diatur kemiringannya.

Kursi yang bisa diatur kemiringan sandarannya

Lorong antarkursi yang lebar

Tempat menyimpan bagasi 
Kursi tersebut disusun dua-dua dan dipisahkan oleh sebuah lorong untuk keluar masuk yang cukup lebar. Gerbong bersih dan ada toiletnya, AC dan tidak ada selimut (tentunya). Tersedia juga lampu baca, colokan listrik untuk mengecas smartphone. Petugas kebersihan berkeliling mengumpulkan sampah sehingga kebersihan gerbong tetap terjaga.

Bisa dikatakan bahwa PT KAI cukup memperhatikan kenyamanan penumpang meskipun kursi yang diduduki ini agak terasa keras dan mungkin tidak akan cocok untuk perjalanan lebih dari 4 jam karena akan membuat (maaf) pantat cukup menderita. Namun tetap apresiasi untuk PT KAI dengan kelas ekonomi premium ini karena ada pilihan yang mampu dijangkau dengan layanan yang setara harga yang dibayar penumpang.

Jarak antar kursi depan dan belakang
cukup bagus
Jika penumpang ingin membeli makanan kecil, KAI juga menyediakan layanan ini, termasuk minuman tentunya. Saya rasa kelas ekonomi premium ini sangat bagus karena harganya terjangkau, layanannya bagus dan tentunya, tidak ada delay keberangkatan seperti kisah-kisah naik kereta api terdahulu.

Sepanjang perjalanan yang selama 3 jam 35 menit menuju stasiun Gambir saya memimpikan moda kereta api ini menjadi pilihan penumpang karena kemampuannya membawa sekian banyak orang dalam satu kali perjalanan. Pilihan menggunakan kereta api merupakan pilihan yang sangat logis mengingat makin padatnya jalan raya, sesak oleh mobil yang pertumbuhannya setahun begitu tinggi.

Tentu membangun moda kereta api di banyak wilayah butuh investasi yang cukup besar. Namun setidaknya, semakin banyak tujuan yang bisa dilayani oleh kereta api, akan semakin baik. Mulai akhir November ini sudah tersedia kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Ini sebuah keputusan yang sangat tepat mengingat begitu macetnya jalan tol menuju bandara.

Sudah saatnya pula masyarakat untuk lebih memilih menggunakan angkutan massal seperti kereta api. Sudah tidak zamannya lagi menggunakan mobil pribadi yang selalu terkena macet, sementara kereta api ini antimacet. Bila pesawat udara hanya bisa membawa maksimal 100-150 lebih penumpang dalam satu kali perjalanan, kereta api bisa membawa sekitar 400 hingga mungkin 500 penumpang dalam sekali perjalanan meskipun tentu waktu tempuhnya berbeda jauh. Tinggal memperbaiki teknologi, membangun infrastruktur baru bagi kereta api cepat agar kereta api semakin menjadi pilihan moda transportasi.

Wednesday, November 22, 2017

Hands On BlackBerry KEYone, Smartphone Pecinta Sejati BlackBerry

BlackBerry KEYone
Kangen BlackBerry? Pecinta sejati BlackBerry? Ingin merasakan lagi masa-masa menggunakan keyboard fisik yang begitu mengasyikkan sebelum dilibas on screen keyboard di Android dan iPhone? Kamu punya kesempatan untuk mencicipi kembali masa-masa itu dengan BlackBerry KEYone dari BlackBerry Merah Putih di Indonesia.

Sejenak ke belakang, mengapa bukan BlackBerry sendiri yang menjual BlackBerry KEYone di Indonesia? Karena brand BlackBerry untuk pasar Indonesia ada pada BlackBerry Merah Putih. Sejatinya tentu BlackBerry KEYone ini dibuat oleh BlackBerry, namun untuk Indonesia dijual oleh BlackBerry Merah Putih.

Berbicara BlackBerry KEYone, sebenarnya smartphone ini bukan smartphone yang baru di-launching. Untuk pasar Amerika contohnya, KEYone sudah ada sejak bulan Mei 2017 yang lalu. Namun, pasar Indonesia, meskipun terlambat tetap dirilis mengingat masih banyak pecinta BlackBerry di Indonesia.

BlackBerry KEYone menunjukkan filosofi BlackBerry dalam membangun sebuah smartphone. Terlihat rancang bangun yang bagus, kokoh dan tak mudah jatuh, dan so pasti sebuah keyboard fisik yang semakin smart diikutkan oleh BlackBerry sebagai penanda penting kehadiran mereka sekaligus pembeda dengan vendor Android lainnya. Paling tidak itu yang saya rasakan ketika melakukan hands on terbatas dengan BlackBerry KEYone.

Hands on terbatas ini saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari saya terhadap BlackBerry KEYone ini. Berikut ini saya uraikan satu per satu.

Spesifikasi

1. Fully Android™
2. Access to over a million apps on Google Play
3. 4.5” scratch-resistant display
4. Convenience Key
5. 8MP front camera
6. 12MP auto-focus large pixel rear camera
7. Fingerprint Sensor
8. BlackBerry Security software
9. 3505 mAh battery

BlackBerry KEYone dengan keyboard fisik

Layar FHD seluas 4,5 inchi

Tampilan shortcut
Secara spesifikasi, BlackBerry KEYone tidaklah istimewa. Dengan prosesor Snapdragon 625, RAM 4GB, ROM 64GB yang bisa ditambah hingga 2TB (dengan micro SD) KEYone setara dengan beberapa vendor Android yang menghasilkan Android untuk harga sekitar 3 sampai 4 jutaan. Namun KEYone memiliki harga 2 sampai 3 kali harga smartphone Android dengan prosesor yang sama. Kesimpulan saya adalah BlackBerry tidak menyasar pengguna yang price sensitive, mereka menyasar kelas brand sensitive terutama mereka di kalangan bisnis. Untuk kalangan bisnis, BlackBerry adalah andalan karena mampu menopang pekerjaan dan bisnis lebih baik.

Tagline BlackBerry KEYone BE BOLD BE DIFFERENT mempertegas hal tersebut. Pengguna BlackBerry KEYone bangga dan berbeda dibandingkan dengan pengguna smarphone lainnya, karena ini BlackBerry. Mungkinkah tagline ini akan bisa bekerja dengan baik nantinya? Kita tunggu nanti.

Desain

1. tinggi 149.3 mm / 5.8 in
2. lebar 72.5 mm / 2.8 in
3. ketipisan 9.4 mm / 0.37 in

Bila dulu handset BlackBerry terkesan tebal, gendut dan tak menarik secara desain, BlackBerry KEYone memberikan hal yang berbeda. Berbentuk persegi dengan ketipisan yang lumayan bagus, KEYone adalah masterpiece secara desain dari BlackBerry. Meskipun terkesan agak berat dibandingkan dengan smartphone lainnya yang cenderung makin ringan, BlackBerry KEYone bisa dikatakan keren. Penempatan keyboard fisik di bagian bawah dengan back light sangat membantu ketika melakukan pengetikan. Namun tentu ada learning curve. Setelah hampir 5 tahun tidak mengetik di keyboard fisik di sebuah smartphone, terasa agak canggung di awal menggunakannya. Ada beberapa hal yang harus dipelajari kembali dan ini butuh waktu hingga bisa lancar menggunakannya.

Screen/layar BlackBerry KEYone
1. kerapatan 433 PPI
2. resolusi 1620 x 1080 IPS LCD
3. luas layar 4.5” diagonal
4. aspect ratio 3:2

Di atas keyboard fisik ini tersedia layar seluas 4,5 inchi yang bagus dengan resolusi full HD dan scratch resistant yang artinya anti gores. Layar yang hanya 4,5 inchi ini tentu lebih kecil dibandingkan dengan smartphone Android atau iPhone yang makin borderless. Namun seberapa besar layar yang sebenarnya kita inginkan? BlackBerry KEYone sepertinya tidak menghiraukan layar besar di smartphone lainnya karena itulah mereka membenamkan keyboard fisik di bawah layar sehingga mengurangi space untuk layar.

Kamera terlihat agak besar, berada di sudut kiri

Karet bagian belakang meningkatkan grip
Kehilangan layar yang besar ini saya rasa bisa dikonversikan kepada produktivitas yang akan diperoleh dengan keyboard fisik. So, untuk menonton video terasa kurang bagus, bermain game juga, namun seberapa banyak business man/business woman yang menonton video dan bermain games?

Di bagian belakang, BlackBerry KEYone ini dilapisi oleh karet yang sangat bagus untuk meningkatkan handling terhadap samrtphone. Dengan kontur tertentu, dipercaya BlackBerry KEYone ini tidak akan mudah meluncur dan lepas dari tangan pengguna. Saya merasakan grip-nya sangat baik, namun demikian memang terasa agak berat.

Cek dulu hands on BlackBerry KEYone ini!




Sotfware

BlackBerry KEYone berbasis Android 7.1.1 Nougat yang bisa di-upgrade nantinya ke Android Oreo (8.0). Menurut BlackBerry, mereka cukup rajin memberikan security patch dan handset yang saya genggam memiliki security patch di 15 September. Selayaknya smartphone Android lainnya berbasis Nougat, tidak ada yang berbeda di BlackBerry KEYone. Bila dilihat lebih jauh, bisa dikatakan mendekati versi Android standar tanpa kustomisasi yang banyak seperti yang digunakan Samsung pada Galaxy S misalnya atau MIUI dari Xiaomi.

Software ini memakan cukup banyak ROM yang disediakan, sekitar 13GB sehingga mungkin ROM yang tersedia dari 64GB sekitar 50GB saja.

Namun demikian BlackBerry menyematkan banyak shortcut di layar yang bisa diklik untuk melakukan berbagai kegiatan seperti mengirim email, mengirim SMS dan lainnya. Hal yang lebih membantu lagi, tersedia shortcut di keyboard yang bila ditekan akan memunculkan task tertentu. Saya belum sempat mengeksplorasi lebih jauh shortcut ini mengingat keterbatasan waktu.

Oleh karena baru menggunakan BlackBerry lagi, saya rasakan cukup banyak lag yang terjadi ketika saya mencoba berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas lainnya ketika menggunakan BlackBerry KEYone. Tentunya perlu pembiasaaan kembali, namun sejauh mencoba sebenarnya cukup mudah untuk menggunakan KEYone ini.

Kamera

Dengan kamera belakang 12 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel, BlackBerry KEYone tidaklah istimewa. Beberapa foto yang saya coba ambil menujukkan hasil yang cukup baik. Hal ini sudah sangat cukup karena memang tidak ditujukan bagi pengguna yang senang melakukan eksplorasi kamera. Foto yang dihasilkan bagus, bahkan di kondisi kurang cahaya fotonya masih bagus. Untuk selfie hasilnya biasa-biasa saja. Sekali lagi penggila selfie tak perlu menyinyiri BlackBerry KEYone karena memang bukan untuk selfie.

Kamera BlackBerry KEYone juga menyajikan pengaturan manual yang cukup detai seperti ISO yang sampai 10000. Selain itu bisa mengambil video 4k dan terdapat EIS untuk menstabilkan hasil video meskipun tidak bisa digunakan pada pengambilan video 4k.

Baterai

Dengan baterai berkekuatan 3505 mAh, BlackBerry KEYone merupakan BlackBerry dengan daya terbesar yang pernah ada. Daya sebesar itu menjanjikan ketahanan 26 jam pemakaian. Plus dengan Quick Charge 3.0 baterai bisa terisi hingga 50% dalam waktu hanya 36 menit. Hal ini tentunya perlu dibuktikan dalam pemakaian nanti. Namun beberapa video di YouTube bisa dijadikan bukti di mana on screen time yang mencapai 7 jam.

Demikian beberapa catatan saya setelah hands on BlackBerry KEYone. Oh, ya BlackBerry KEYone sudah bisa dipesan via Lazada dan beberapa online market lainnya seperti Dino Market, JDid dan banyak lainnya dengan harga Rp8.999.000. Kaget dengan harga tersebut? Tidak perlu kaget karena ini BlackBerry KEYone.

Last but not least BlackBerry mengatakan bahwa mereka sudah memenuhi TKDN 30% software dan hardware sehingga bisa dijual di Indonesia. So, yang ingin memiliki BlackBerry KEYone segera pre-order saja ya!

Monday, November 13, 2017

Twitter Tak Butuh 280 Karakter

Twitter merupakan media sosial dalam kategori Hidup Segan Mati Tak Mau. Berbeda dengan Facebook yang digunakan hampir 2,2 miliar penduduk bumi, Twitter cukup bahagia karena bisa digunakan sekitar 300 jutaan pengguna saja. Berbeda dengan Google Plus yang juga bisa dikategorikan ke dalam kategori yang sama, Twitter lebih crowded dan bising.

Sudah sejak lama Twitter disibukkan oleh permasalahan mereka sendiri. Media sosial ini dari semula abai terhadap aturan yang mereka buat sendiri. Mereka menjunjung tinggi free speech sehingga tak mau repot dan tak mau disibukkan oleh ekses yang timbul dari free speech yang dipakai secara kebablasan oleh penggunanya sendiri.

Free speech yang diagungkan secara berlebihan oleh Twitter tersebut memakan banyak pengguna dan bahkan Twitter itu sendiri. Santer terdengar bahwa cukup banyak pihak yang ingin mengakuisisi layanan Twitter, satu-satunya layanan berbasis Tweet dan tidak ada pesaing dekat yang mampu mengusik. Namun mereka mundur teratur karena tingginya tingkat penyalahgunaan layanan di Twitter, termasuk harassment, bullying, ancaman dan lainnya.


Karena tidak kunjung laku, Twitter tentu berupaya memperbaiki diri. Memberikan layanan lebih baik bagi penggunanya, menegakkan aturan dan terutama menjadikan layanan Twitter lebih mudah digunakan oleh orang kebanyakan. 

Salah satu upaya Twitter terbaru adalah meningkatkan jumlah karakter yang bisa di-tweet-kan pengguna dua kali lipat, dari sebelumnya 140 (link, foto @ handle tidak dihitung) menjadi 280 karakter. Uji coba sudah dilakukan sejak bulan September yang lalu dan sudah resmi bisa digunakan oleh semua pengguna di awal bulan November ini.

Namun persoalan di Twitter bukanlah kekurangan karakter untuk di-tweet. Dengan memberikan 280 karakter Twitter sebenarnya ingin bersembunyi dari tanggung jawab mereka karena mengagungkan free speech. Untuk membuktikan hal ini saya mencoba melakukan polling di Twitter (meskipun legitimasi polling di Twitter tentu tak sebaik polling lainnya) yang diikuti lebih dari 1200 pengguna. Hasil polling tersebut adalah sebagai berikut:

Hasil polling di Twitter
Hasil polling tersebut menunjukkan bahwa banyaknya akun palsu merupakan masalah penting yang harus diselesaikan Twitter daripada menambah jumlah karakter menjadi 280. Keberadaan akun palsu, baik yang menyamar menjadi orang tertentu atau bot cukup meresahkan di Twitter. Mereka biasanya anonim dan bersembunyi dibalik nama tertentu dan ada yang sengaja diternakkan untuk diperjualbelikan.

Urutan kedua yang butuh perhatian serius dari Twitter adalah Hate Speech dan Hoax. Ini persoalan serius yang terus menghantui Twitter karena memang tidak ditangani sejak semula. Free speech kebablasan  yang dianut Twitter membuat hate speech tak terbendung. Sementara hoax merupakan persoalan lama, namun dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan disinformasi yang juga kurang diperhatikan oleh Twitter.

Saya rasa, meskipun polling tersebut hanya diikuti seribuan voters, namun jelas terlihat penambahan karakter tweet bukan sesuatu yang sangat dibutuhkan. Persoalan Twitter bukanlah kekurangan tweet, justru dengan 140 karakter sangat banyak inovasi yang dilakukan pengguna (meskipun kadang tak nyambung dengan kaidah berbahasa yang baik dan benar). 

Sudah cukup lama Twitter bersembunyi dan tidak mau bertanggung jawab atas ekses layanan mereka. Bahkan ketika mereka mengajak penggunanya untuk melaporkan pelanggaran layanan yang terjadi, mereka terlalu tinggi hati untuk memperbaiki kesalahan dan membiarkan hal tersebut berlarut-larut demi statistik pengguna yang lebih baik, seperti banyaknya RT, komentar dan engagement. Apa salahnya Twitter lebih responsif, lebih mau melaksanakan keputusan yang mereka buat sendiri tanpa banyak memikirkan efek terhadap jumlah pengguna misalnya dengan menghapus akun yang dilaporkan yang sudah diakui sendiri oleh Twitter melakukan pelanggaran TOS.

Memang ada usaha Twitter untuk memperbaiki layanannya, namun usaha ini cenderung tidak serius, tidak langsung diterapkan dan terlalu memakan waktu sehingga layanan Twitter terus-menerus dibombardir oleh hate speech, misalnya. Belum lagi satu masalah selesai datang lagi masalah lain, misalnya soal centang biru yang semena-mena diberikan kepada anggota neoNazi.

Jelas terlihat layanan Twitter hidup segan mati tak mau. Hidup segan karena tak ada upaya menyeluruh untuk memperbaiki layanan, sementara mati pun bukan pilihan karena ada potensi pendapatan yang diharapkan. Malah membuat kebijakan baru yang jauh dari permasalahan yang ada. Yang diharapkan pengguna jauh sekali dengan apa yang diberikan Twitter. 

Sudahlah .....


Wednesday, November 1, 2017

Karyawan Samsung Electronics Indonesia Perbaiki SDN Sukasari 01 Rumpin Bogor


Cukup banyak perusahaan yang memiliki komitmen memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu perusahaan tersebut adalah Samsung Electronics Indonesia. Baru-baru ini sebagai wujud kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, Samsung Electronics Indonesia memberikan bantuan perbaikan bangunan Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01, Rumpin, Bogor. 

Bantuan perbaikan bangunan ini diberikan melalui program Love and Care, dalam rangka memperingati Global Volunteer Month, sebuah program tahunan aksi sosial karyawan Samsung di seluruh dunia di mana karyawan dengan sukarela mendedikasikan waktunya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Tahun ini, program Love and Care dari Samsung Electronics Indonesia mengajak karyawan melakukan perbaikan sekolah dan menikmati permainan edukasi bersama dengan murid-murid di SDN Sukasari 01, Rumpin, Bogor, Jawa Barat.

Pilihan program Love and Care dari Samsung Electronics Indonesia tahun ini sekaligus mendukung program pembangunan kualitas manusia yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Keberhasilan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia bergantung pada tiga tolak ukur, yaitu tingkat kesehatan, pendidikan dan standar hidup yang layak. Dalam bidang pendidikan, pemerintah mencatat terdapat 196.708 ruang belajar yang perlu direhabilitasi di seluruh Indonesia , termasuk di antaranya Kecamatan Rumpin, satu dari 10 kecamatan di Bogor di mana terdapat lebih dari 1000 sekolah dalam kondisi memprihatinkan. 


KangHyun Lee, Corporate Affairs Vice President Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa Samsung Electronics Indonesia memfasilitasi karyawannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela dan berkontribusi bagi masyarakat. Selain produk, Samsung ingin berbagi ilmu, ketrampilan, dan waktu agar memberikan makna bagi orang lain. Oleh karena itu, bersama 70 karyawan Samsung yang sukarela mengangkat kuas cat, memperbaiki tembok, berinteraksi dengan anak didik dan kebun yang dibangun bersama di sekolah ini.

Samsung melalui karyawannya memperbaiki kelas-kelas yang ada di sekolah SDN Sukasari 01, Rumpin, Bogor mulai dari mengganti keramik yang retak dan kaca jendela yang banyak pecah agar tidak membahayakan siswa, menyediakan meja dan kursi belajar agar siswa duduk dengan sikap baik dan nyaman, perbaikan kamar kecil, hingga mengecat ulang dinding sekolah agar sekolah menjadi tempat yang membuat siswa semangat belajar. Ditambah lagi, sejalan dengan perkembangan teknologi, Samsung menambahkan fasilitas Samsung Learning Corner yang dilengkapi dengan 10 unit Samsung Galaxy Tab A with S Pen 8” dan Smart TV LED 55” agar membaca semakin menyenangkan, karena membaca merupakan cara untuk memperluas ilmu dan wawasan baru.

Sebelum direnovasi, SDN Sukasari 01, Rumpin, memiliki 178 murid dan tujuh guru, yang difasilitasi dengan delapan ruang belajar, di mana satu kelas berisikan 25 orang murid. Empat dari delapan ruang belajar tersebut tidak memiliki meja dan kursi sehingga para murid melakukan proses belajar mengajar sambil duduk di lantai tanpa beralaskan apapun. Lantai-lantai keramik di kelas-kelas tersebut juga sebagian dalam kondisi pecah, langit-langit kelas, serta jendela juga atap sekolah dalam keadaan yang berisiko bagi keselamatan murid-murid SD tersebut.


Ada 70 karyawan Samsung Electronics Indonesia yang terlibat dalam program Love and Care Samsung Electronics Indonesia tahun ini. Kegiatan diawali dengan interaksi antara para sukarelawan dan murid-murid, bermain edu games seperti cerdas cermat dan bahasa Inggris menggunakan tablet, serta membuat prakarya seperti tempat pensil dari bahan-bahan bekas yang bisa disimpan dan digunakan oleh murid-murid. Selain itu Samsung juga menyisipkan program urban farming agar murid-murid nantinya dapat melanjutkan kegiatan ini sebagai salah satu program rutin di sekolah.

Dalam menentukan sekolah yang akan dibantu, Samsung bekerja sama dengan YAPPIKA-ActionAid, sebuah lembaga nirlaba yang mempunyai misi di antaranya mendukung terwujudnya pelayanan publik yang adil dan berkualitas. Dr. Meuthia Ganie-Rochman, Ketua Pembina YAPPIKA-ActionAid melihat banyaknya data dan kasus sekolah rusak di Indonesia yang membahayakan keselamatan anak-anak selama belajar, sehingga ia bersama mitranya terus menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan sekolah yang aman bagi anak-anak. Dukungan perusahaan seperti Samsung sangat penting untuk memperluas manfaat kampanye ini untuk anak-anak Indonesia. .

Global Volunteer Month program merupakan inisiatif filantropi dari Samsung global. Setiap tahunnya lebih dari 1.500 karyawan Samsung dari seluruh dunia terlibat dalam program ini dan menyentuh banyak kehidupan melalui program-program kemasyarakatan yang berbeda-beda. Di Samsung Electronics Indonesia, program Love and Care ini telah dilakukan tiga kali di Indonesia dan hingga saat ini telah melibatkan lebih dari 260 karyawan.

Thursday, October 5, 2017

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda
dibukanya Galaxy International Experience Store

Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Indonesia meresmikan Galaxy International Experience Store (GIES) dengan konsep yang lebih canggih dan premium, sekaligus yang terbesar se-Asia Tenggara. Bersamaan dengan peresmian tersebut, Samsung  juga melakukan penjualan perdana untuk konsumen Samsung Galaxy Note8 secara serentak di Jakarta dan Surabaya. 

Jae Hoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa peresmian Galaxy International Experience Store ini merupakan langkah besar Samsung membawa pengalaman futuristik melalui smartphone dan ekosistemnya, khususnya untuk masyarakat Indonesia. 

GIES dibangun dengan konsep yang kental dengan kesan lebih canggih, premium dan terbesar se-Asia Tenggara. Selain memberikan solusi menyeluruh bagi pengguna, mulai dari pengalaman digital yang interaktif, konsultasi produk hingga layanan purna jual terlengkap, GIES juga yang pertama kali menyediakan promoter yang fasih beberapa bahasa asing untuk melayani konsumen internasional dan area training yang memberikan pembelajaran gratis bagi para pengguna dan anak muda untuk mengoptimalkan gawai, baik untuk produktivitas mereka maupun untuk membuat konten maupun aplikasi.

GIES mengutamakan pengalaman bagi pengguna, agar dapat mengoptimalkan smartphone yang dimilikinya. Bekerja sama dengan PT Nusa Abadi Sukses Artha,  GIES seluas lebih dari 500 meter persegi, terdiri dari area experience yang masif dan lebih interaktif dengan konsumen, area purna jual, transaksi penjualan, ruang training, dan Coffee Shop Caribou yang membuat GIES ini lebih nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung. 

Samsung Electronics Indonesia dan PT. Nusa Abadi Sukses Artha (NASA), anak usaha Erajaya Group, berkomitmen merealisasikan upayanya dalam menghadirkan smartphone terbaik dan juga layanan terbaik bagi para pelanggan. Budiarto Halim, President Director Erajaya Group mengatakan bahwa teknologi yang berkembang sangat pesat mendorong EraJaya untuk terus mendekatkan konsumen dengan kecanggihan teknologi agar produk yang sarat teknologi terdepan dapat mendukung gaya hidup dan produktivitas mereka. Samsung merupakan produk yang banyak dicari konsumen, dan GIES di Lotte Shopping Avenue ini merupakan yang ke-67 yang dioperasikan. EraJaya sangat senang bekerja sama mengoperasikan GIES ini yang mengedepankan pengalaman dan edukasi, selain memberikan layanan purna jual dan konsultasi produk.

Di saat yang sama, Samsung Galaxy Note8, yang telah ditunggu kehadirannya sejak peluncuran global di bulan Agustus, dijual perdana di Lotte Shopping Avenue, Jakarta dan Pakuwon Mall, Surabaya, mulai tanggal 29 September 2017 sampai tanggal 1 Oktober 2017 yang lalu. Samsung Galaxy Note8 adalah smartphone dengan fitur terbaik yang dilengkapi dengan Infinity Display, S Pen yang canggih, Dual Camera dengan Dual OIS, Dual Pixel dan 2x optical zoom, dan fitur lainnya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang banyak melakukan aktivitas di luar dengan mobilitas dan produktifitas tinggi.

Pengguna Galaxy Note termasuk dalam kategori pekerja mobile (mobile worker) di mana pekerja mobile ini sejak tahun 2015 telah diprediksi oleh IDC akan mencapai 1,3 miliar. Jumlah ini mencerminkan 37,2% dari total angkatan kerja. Samsung Galaxy Note8 memiliki fitur terlengkap yang memudahkan aktivitas mereka yang memiliki mobilitas tinggi tersebut. Samsung Galaxy Note8 juga dilengkapi dengan layar lebar Infinity Display, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan beberapa hal bersamaan dengan lebih nyaman, mulai dari menonton acara TV favorit dalam format HDR dan search engine dapat dilakukan bersamaan, atau membuka peta digital dan mendengarkan lagu bersamaan, dan berbagai hal lainnya.

Berbekal fitur terbaik di industri, sambutan konsumen pada pre order Galaxy Note8 sangat positif. 

Saturday, September 9, 2017

Tiba-Tiba Dua Malam di Purwokerto

Stasiun Purwokerto di malam hari
Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto, namanya. 

Sekilas ke belakang, saya termasuk orang yang jarang jalan-jalan atau beredar secara offline. Beberapa teman di komunitas MADE Initiative mengatakan bahwa kaki saya jarang menginjak bumi/offline (tapi bukan berarti hantu, lho) karena hidup saya terlalu banyak online sehingga ketika saya jalan-jalan ke sebuah kota atau lokasi tertentu mereka menyebut sebuah pengecualian. Tentu hal ini berlebihan sebab sejatinya saya suka jalan kaki demi menghemat ongkos ojek pangkalan.

Jadilah, suatu waktu yang tak bisa saya sebutkan harinya karena terkait dengan privasi dan keamanan (ciyeeee) pihak-pihak yang terlibat dalam perjalanan setengah rahasia yang saya lakukan, saya sampai di Purwokerto untuk satu-dua urusan yang harus dituntaskan demi kejayaan Nusa dan Bangsa Indonesia (yang ini lebay mode on). 

Berangkat dari Gambir dengan kereta Taksaka. Sebelum berangkat, sebagai Google Local Guides, tentu terlebih dahulu mereview stasiun besar ini. Saya mengambil beberapa foto, singgah di outlet yang jual makanan, rekam video, upload dan beri rating dan poin pun bertambah, yang nantinya dibalas oleh Google dengan berbagai macam hal gratisan.

Selanjutnya, print boarding pass agar bisa masuk dan berangkat. Layanan self service PT. KAI ini cukup membantu meminimalkan antrian dan petugas. I like it.

Setelah semua selesai tinggal menunggu kereta datang. Hampir tidak teringat lagu Iwan Fals yang menanyakan "kereta tiba pukul berapa?" sebab kereta Taksaka ini tepat waktu datang dan berangkatnya. Kereta Taksaka menuju Jogja ini merupakan kereta kelas eksekutif yang terisi penuh (setidaknya gerbong yang saya tempati).

Akhirnya berangkat menuju Purwokerto dan 4 jam kemudian sampai di stasiun Purwokerto disambut seorang bapak tua tukang ojek yang menawarkan jasa mengantar ke hotel. Saya sengaja tak mengambil jasa ojek online yang tersedia di Purwokerto. Dari Google Maps terlihat jarak stasiun ke hotel ini sekitar 7 menit perjalanan dengan sepeda motor. 

Sampai di sebuah hotel baru yang megah, langsung ke meja layanan tamu hotel untuk check in. Hotel ini berada di sisi jalan raya yang cukup ramai. Tamunya pun cukup banyak, namun harga kamar Deluxe/Twin-nya sangat terjangkau, per malam hanya Rp345.000 plus sarapan. Kamarnya pun cukup luas dengan televisi layar datar (bukan bumi datar) yang cukup besar serta meja dan kursi untuk bekerja plus sebuah sofa. 

Check In 

Kamar Twin

Televisi LED dengan pilihan channel yang cukup banyak

Meja dan kursi untuk bekerja

Sofa untuk santai
Setelah istirahat di kamar hotel, di malam hari hal yang perlu dilakukan adalah makan malam. Jadilah saya ikut rombongan dan ikut makan malam gratis di sebuah restoran yang cukup terkenal di Purwokerto. Nama restoran ini Oemah Daun

Cafe dan Resto Oemah Daun ini menyediakan berbagai macam makanan dan minuman yang harganya cukup terjangkau. Terdapat minuman khas yang patut dicoba, yaitu Jus Grendong yang merupakan mix dari kedondong dan buah lainnya dan diberi asam jawa sehingga rasanya asem manis yang menggelitik. Oemah Daun ini menyediakan tempat yang cukup luas dan kekinian. Sepertinya tempat ini cukup populer bagi anak muda dan mungkin pula instagramable. Parkir cukup luas di bagian samping restoran.

Gurame Asam Manis

Jus Grendong

Pengunjung

Oemah Daun di waktu malam
Setelah selesai makan malam di Oemah Daun ada teman yang mengajak keliling Purwokerto. Sebagai orang yang dituduh jarang menginjak bumi tentu ajakan ini berlawanan dengan tuduhan tersebut sehingga saya tak berminat untuk jalan-jalan dan lebih memilih untuk kembali ke hotel agar bisa istirahat dan online via Wifi hotel yang cukup kencang.

Bangun di pagi hari dan belum mandi langsung sarapan. Bisa dikatakan menu sarapan di hotel ini terbatas. Namun untuk harga kurang dari Rp400.000 menunya sudah sangat memadai. Ada nasi goreng, bubur ketan hitam, bubur ayam, anek kue, susu, kopi/teh, jus dan buah.

Hari ini rencananya misi wajib ke Purwokerto harus dituntaskan sebelum kembali ke Jakarta pukul 23.40 malam waktu Purwokerto. Misi pertama bertempat di sebuah hotel yang cukup ramai karena ada pagelaran musik jazz di halaman parkirnya. Sementara misi kedua akan dimulai pada pukul 19.00 waktu Purwokerto.

Sebelum misi kedua, isi perut terlebih dahulu. Pilihan kali ini adalah Sate Kambing Hot Plate Dua Saudara yang ada di jalan raya Bumiayu - Purwokerto. Sate Kambing Dua Saudara ini menyajikan (tentu saja) Sate Kambing yang disajikan panas-panas di atas hot plate. Selain itu ada Gulai Kambing. 

Pilihan Sate Kambing Hot Plate Dua Saudara ini tak salah. Saya yang tidak suka sate kambing jadi ikut makan beberapa tusuk sate dan mencoba gulai kambingnya. Daging kambingnya empuk (ternyata daging kambing enak ya). Plus ada Teh Poci yang saya suka sukai. Enak sekali. Sate Kambing Dua Saudara ini cukup ramai dikunjungi pengunjung.

Sate Kambing Dua Saudara

Sambel pedas mantap

Sate Kambing ini enak

Harganya bersahabat

Gulai Kambing lezat

Untuk harga, Sate Kambing Hot Plate Dua Saudara ini bisa dikatakan sangat bersahabat, hanya Rp34 ribuan satu porsi untuk daging kambing biasa. 

Selesai dari Sate Kambing Hot Plate Dua Saudara, misi kedua menunggu di dekat GOR Purwokerto untuk bertemu sebuah komunitas. Sepanjang perjalanan menuju tempat ini terlihat bahwa Purwokerto ini kota yang rapi, bersih dan enak untuk ditinggali. Kota Purwokerto ini juga cukup ramai berkat keberadaan Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Di misi kedua ini juga bertemu Pungky yang lama dikenal hanya melalui chat sebuah grup dan artikel di blognya. 

Sekitar pukul 10 malam, saya harus kembali ke hotel dan untungnya dapat tumpangan seorang mahasiswa asal Bogor yang kuliah di Universitas Jenderal Soedirman. Setiba di hotel tak perlu packaging karena memang tidak bawa barang banyak, langsung check out dan diantar ke stasiun. Pukul 12.00 kembali ke Jakarta dengan kereta eksekutif Argo Dwipangga yang keren.

Meskipun hanya dua malam, namun saya memperkirakan tinggal di Purwokerto ini asyik. Sangat banyak ditemukan bank-bank besar di sini. ATM bisa ditemukan di banyak tempat dan kulinernya banyak. Selain itu, tempat wisata Baturraden juga bisa menjadi pilihan untuk wisata yang sayangnya tak bisa saya kunjungi.

Mau ke Purwokerto? Coba tanya Pungky dulu, eh. 

Thursday, August 31, 2017

ASUS Hadirkan Exclusive Store di ITC Cempaka Mas

ASUS Exclusive Store
Berbagai upaya dilakukan vendor agar bisa menjangkau lebih banyak calon pengguna dan juga pengguna perangkat mereka. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Exclusive Store yang khusus menjual perangkat vendor tersebut. Cara ini ditempuh oleh ASUS Indonesia dengan menghadirkan Exclusive Store mereka di ITC Cempaka Mas, Jakarta.

Kehadiran ASUS Exclusive Store  di ITC Cempaka Mas tersebut menjadi momentum keseriusan ASUS untuk melakukan penetrasi di industri perangkat mobile khususnya smartphone. Nantinya toko-toko tersebut akan menjadi official store ASUS yang secara resmi menjual berbagai piranti gadget terbaru serta aksesoris untuk smartphone ASUS ZenFone.

Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia mengatakan bahwa kehadiran ASUS Exclusive Store di ITC Cempaka Mas bertujuan untuk melengkapi toko eksklusif sebelumnya yang telah dibuka di Roxy. Nantinya setelah ITC Cempaka Mas ASUS akan meresmikan satu lagi toko eksklusif yang berlokasi di Bekasi Cyber Park.

Galip menyatakan, kehadiran official store ini juga tidak lepas dari dukungan para pengguna setia produk-produk ASUS di Indonesia dan tingginya permintaan di kawasan ITC Cempaka Mas khususnya dan Jakarta pada umumnya.

Galip menambahkan bahwa ketika pengunjung berada di dalam ASUS Exclusive Store, pengunjung akan merasa seperti berada di rumah sendiri. Hal ini karena desain toko tersebut yang dibuat begitu apik dan mempriotaskan kenyamanan pengunjung.

ASUS Exclusive Store di ITC Cempaka Mas juga tidak hanya menjadi tempat berjualan semata, pengunjung pun bisa merasakan langsung pengalaman menggunakan produk-produk smartphone terbaru yang dirilis oleh ASUS. ASUS telah mempersiapkan sejumlah promoter andal dan ramah, yang akan memandu pengunjung untuk menjajal berbagai gadget terbaru ASUS.

ASUS Exclusive Store ITC Cempaka Mas beralamat di ITC Cempaka Mas, Lt.4 Blok G no 491, Jakarta Pusat. Pengunjung bisa mendatanginya pada jam operasional yang dimulai pukul 10.30 hingga 21.00 WIB setiap hari. Pengunjung juga bisa menghubunginya melalui nomor telefon 021-42902555.

Monday, August 28, 2017

Berkelahi dengan Narasi Kebencian di Media Sosial

Stop Kampanye Kebencian
Si A: Ini sesuatu yang sulit mas. Saya takut diserang banyak akun.
Si B: Saya lebih memilih mendalami hobi, apalagi ini tak ada duitnya.
Si C: Saya tak tertarik, di media sosial hanya iseng.

Bila Anda sering mengajak orang lain untuk ikut berkampanye hal positif di internet, jawaban-jawaban seperti tersebut di atas bukanlah sebuah kejutan. Banyak pengguna media sosial yang cenderung tidak mau tahu, tidak mau urus situasi berinteraksi di media sosial saat ini yang cenderung kejam, menjadi tempat bullying kelompok, memuntahkan berita palsu, fitnah, ancaman dan banyak hal negatif lainnya.

Situasi interaksi di media sosial di Indonesia saat ini bisa dikatakan gawat. Sejak pertengahan tahun lalu atau sejak dimulainya Kampanye Pilkada DKI, situasi media sosial di Indonesia memanas. Sampai sekarang, setelah selesai Pilkada tersebut dan kelompok yang satu berhasil memenjarakan seseorang yang mereka sangka penista, situasi tersebut tidak jauh berubah. Banyak yang beranggapan si penista setali tiga uang dengan rezim sehingga mereka tak akan puas hingga rezim ini juga bertekuk lutut.

Situasi media sosial yang panas ini dibawa ke kehidupan sehari-hari atau bisa juga sebaliknya. Kondisi yang tidak kondusif di kehidupan sehari-hari ditampilkan di media sosial. Contoh paling nyata adalah spanduk tidak mau menyalatkan orang lain yang memilih calon gubernur yang bukan mereka usung. Klaim ini sangat berbahaya, memecah-belah dan semakin membuat panas media sosial.

Sampai sekarangpun di kehidupan sehari-hari efek negatif dari pertarungan di pilkada DKI ini masih terasa. Dalam sebuah Focus Group Discussion yang saya ikuti beberapa hari yang lalu, sumber bercerita bagaimana mereka yang dari kelompok agama berbeda terkejut dengan kasus yang menimpa Ahok.

Mereka ini masih gelisah dan tidak berani membicarakan kegelisahannya. Sumber bercerita bagaimana khutbah di lingkungannya masih terus membawa isu-isu kebencian. Hal yang sama juga terjadi di media sosial. Hal tersebut membuat ruang sosial mereka menjadi terbatas, mereka takut berbuat salah sehingga membatasi aktivitas terlihat di publik atau paling tidak di sekitar tempat tinggal.

Mereka cenderung tidak tahu harus berbuat apa dan merasa pemerintah tak cukup melindungi ekspresi keagamaan mereka. Salah seorang yang bercerita kepada sumber mengatakan bahwa ia tidak membolehkan anaknya ikut peringatan Hari Kemerdekaan, sesuatu yang diakuinya sebuah kesalahan. Namun ia tidak punya banyak pilihan karena berada dalam kondisi yang membingungkan.

Separah itu? Mungkin ini kasuistis. Namun kondisi seperti ini bukanlah rekaan. Narasi kebencian yang terus digembar-gemborkan di media sosial dan di kehidupan sehari-hari telah membuat jurang dalam interaksi di media sosial dan kehidupan sehari-hari. Jika ini terus dibiarkan tanpa ada yang mau berkelahi untuk memeranginya, Indonesia yang majemuk dan beragam ini bisa saja tamat dalam waktu dekat.

Terus berkembangnya narasi kebencian ini disebabkan juga oleh perlawanan yang hampir tidak ada dan saling mengandalkan dari kelompok antikebencian. Mereka yang WARAS ini cenderung tidak mau tahu dan lebih memilih untuk diam, tidak mau repot dan mentalnya kurang kuat dibandingkan dengan kelompok pronarasi kebencian. Perlawanan tetap ada, namun cenderung sendiri-sendiri, tidak memiliki tokoh yang cukup capable untuk fight dan kalah dari segi mesin pencari dan kenampakan di media sosial.

Dalam FGD yang saya ikuti kemarin terlihat meskipun kondisi narasi antikebencian, antiektremis, antikekerasan sudah mulai diperhitungkan namun masih kalah jauh. Dalam peringkat situs Islam terpopuler, hanya NU Online yang berada di 10 besar yang membawa pesan-pesan perdamaian, keberagaman, mengedepankan Islam yang damai. Selain NU Online, hampir semua situs Islam terpopuler merupakan (setidaknya) pengusung Islam Puritan, terkadang penganjur kekerasan dalam tingkat gawat atau kurang dari itu. 


Peringkat popularitas situs Islam
Ada beberapa alasan mengapa situs pengusung pesan perdamaian dan keberagaman tersebut jauh tertinggal daripada situs yang cenderung konservatif atau kampanye kebencian. Pertama adalah kecenderungan pengguna yang ingin mendalami Islam dengan berbasiskan artikel-artikel keislaman praktis, terutama terkait dengan fiqih, aqidah. Konten seperti ini jarang bahkan mungkin sangat sulit ditemukan di situs seperti NU Online, Islami Co, Aswaja atau lainnya. 

Artikel keislaman praktis, yang to the point ini banyak menghiasi laman situs Islam konservatif dan menjadi pendulang traffic yang sangat tinggi. Dalam FGD ini ditemukan salah satu situs Islam yang hanya bersandar kepada mesin pencari Google untuk traffic-nya dan traffic tersebut ternyata sangat tinggi.

Situs pengusung perdamaian ini cenderung memiliki konten yang lebih advanced dibandingkan situs Islam konservatif. Tema seperti Islam dan Demokrasi, Islam dan Kemanusiaan dan sejenisya akan mudah ditemukan di sana. Sayangnya bukan itu yang ingin dicari atau dibaca pengguna. 

Di media sosial pengusung tema antikebencian juga jauh tertinggal. Mereka biasanya cenderung tidak cukup kuat mental untuk berkelahi melawan serangan akun-akun yang sengaja dibuat untuk menyerang orang-orang yang membawa pesan tersebut. Selain itu, tidak ada yang benar-benar meniatkan kegiatannya untuk berkelahi memerangi konten kebencian di media sosial. Kalaupun ada, perlawanan tersebut tersebut on the spot, tanpa satu disiplin yang kuat dan mengandalkan orang lain untuk melakukannya. "Ah, itu bukan urusan saya", tampaknya mendominasi.

Fenomena lain yang sering kita lihat di media sosial dan internet umumnya adalah silent majority. Sebagian besar pengguna mengetahui bahwa konten kebencian berbasis SARA merupakan sesuatu yang salah, hoax yang beredar juga salah. Namun dengan berbagai alasan mereka tidak mau melakukan sedikit aksi untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut. Ada banyak alasan untuk menjadi silent majority ini, tentunya.

Faktor lain yang membuat suburnya narasi kebencian di media sosial adalah faktor layanan itu sendiri. Layanan seperti Twitter dan Facebook dan juga Google (YouTube) tidak cukup berusaha maksimal untuk menangkal konten seperti ini. Twitter misalnya merupakan tempat narasi kebencian yang cukup gawat. Hampir tidak ada tindakan Twitter yang bisa disebut signifikan untuk memberantas para penyebar kebencian ini.

Tentunya masih banyak hal yang membuat lebih suburnya narasi kebencian ini dibandingkan dengan usaha untuk melawannya. Namun tentu bagi mereka yang waras, upaya melawan narasi kebencian, kekerasan dan antikebergaman ini tidaklah tamat.

Cukup banyak usaha yang telah dan sedang digarap untuk mengampanyekan perdamaian, keberagaman, saling menghargai sesama pemeluk agama dan upaya untuk tidak saling menghadap-hadapkan satu sama lain dengan alasan berbasis agama. Namun usaha ini perlu keterlibatan banyak pihak.

Hal yang menarik adalah bahwa usaha perlawanan narasi kebencian ini sangat kentara dilakukan oleh mereka yang berada atau terkait dengan NU. NU tidak diragukan lagi merupakan wadah yang sangat mendorong pesan-pesan damai untuk pemeluk agama. Sementara organisasi Islam seperti Muhammadiyah, bukan tidak ikut serta, tetapi usaha Muhammadiyah tidak sebesar atau mungkin ada tetapi tidak seterlihat usaha NU. Muhammadiyah cenderung tidak banyak melakukan tindakan untuk melawan narasi kebencian ini. Entah mengapa.

Untuk itu, Muhammadiyah harus lebih giat lagi mendorong pesan perdamaian ini. Mereka harus bisa bekerja sama dengan NU untuk bersinergi demi interaksi damai di media sosial dan internet.

Usaha lain yang layak dijalankan adalah diversifikasi konten situs-situs Islam pembawa perdamaian. Mereka harus mampu memberikan konten yang disuka pengguna terkait how to atau ibadah praktis sehari-hari agar bisa bersaing di mesin pencari.

Konten-konten baru yang segar seperti video satu menit atau tiga puluh detik yang membawa pesan keberagaman, perdamaian juga perlu diperbanyak agar bisa menarik anak muda yang kini menjadi bagian besar dari pengguna internet agar bisa menjauhi konten bertema kebencian.

Dari segi pemilik layanan, program trusted flagger di YouTube bisa menjadi solusi penting agar konten bertema kebencian bisa disaring terlebih dahulu. Semoga pihak yang ditunjuk untuk menjadi trusted flagger bisa menghasilkan sesuatu yang bagus sehingga bisa dipertimbangkan Google untuk dihapus.

Layanan lain seperti Facebook dan Twitter harus menggiatkan usahanya untuk memerangi hoax, hate speech dan peredaran konten negatif lainnya. Di Twitter misalnya, jika akun melanggar sudah seharusnya dihapus dan tidak bisa mendaftar lagi dengan mudah seperti sekarang ini. Di Facebook hal serupa juga harus jadi pertimbangan agar pengguna tidak mengonsumsi berita hoax yang biasany bermuatan isu SARA.

Di sisi hukum, tentu saja ada kewenangan blokir dan penangkapan. Sudah seharusnya Polri menangkap tokoh-tokoh atau leader yang mengusung isu kebencian berbasis SARA. Jika kelompok Saracen bisa diringkus, semestinya tidak ada alasan tidak bisa meringkus pelaku individu yang menggelontorkan isu-isu kebencian berbasis SARA.

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Gerbong Kereta Argo Parahyangan Ekonomi Premium Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusa...