Monday, September 26, 2016

Kupas-Tuntas Google Assistant, Artificial Intelligent untuk Hidup Keseharian

Banyak hal di bidang teknologi yang ditujukan untuk mempermudah kehidupan manusia. Sejak maraknya perangkat mobile dan makin tidak terpalingkannya manusia dari perangkat tersebut, ribuan layanan berusaha menjadikan perangkat mobile sebagai the center of your life. Apa saja yang diinginkan ada di perangkat mobile, tidak perlu tengok kiri atau kanan lagi.

Salah satu yang menjadi fokus banyak perusahaan adalah menjadikan satu layanan mereka sebagai pusat informasi atau sumber apapun yang diinginkan pengguna. Khusus untuk Google, layanan seperti ini sudah berevolusi beberapa kali. Pertama kita ingat apa yang disebut dengan Knowledge Grap, lalu Google Now, kemudian Google Now on Tap dan terakhir Google Assistant. Hal yang menarik, sesuai dengan perkembangan kecedasan buatan, Google menyematkan fitur ini di Google Assistan untuk menghadirkan informasi yang lebih up to date, sesuai yang diinginkan pengguna dan bisa melakukan komunikasi dua arah yang meaningful.

Google Assistant ini sebenarnya tidak berdiri sendiri, namun melekat di aplikasi perpesanan baru yang dirilis di Google I/O beberapa waktu yang lalu dan baru resmi (dalam bentuk preview) dirilis ke publik sekitar seminggu yang lalu. 

Download Google Assistant

Sebagaimana diuraikan di atas, Google Assistant tidak berdiri sendiri. Untuk mendownloadnya, cukup download Google Allo di Google Play di link ini. Google Allo khusus ditujukan untuk perpesanan, sementara saudaranya yang sudah lebih dulu dirilis, yaitu Google Duo untuk One to One Video Chatting. 

Setelah download, kita bisa memasukkan nomor ponsel dan bisa dikaitkan dengan akun Google. Basis nomor ponsel ini penting karena Google akan memberikan perbedaan terhadap layanan terdahulu seperti Google Hangout. Pengguna dapat memilih untuk mengkaitkan akun Google-nya kemudian dan menurut saya karena Google akan mempelajari kebiasaan pengguna, tentu saja pengguna perlu mengkaitkan akunnya agar layanan Google Assistant menjadi sangat berguna.

Layanan Google Assistant

Berbeda dengan layanan perpesanan lain semisal WhatsApp, Facebook Messenger, iMessage, Telegram, Line dan masih banyak lainnya, Allo memungkinkan penggunanya untuk chatting dengan Bot Google Assistant yang disediakan Google. Jadi layanan Google Allo ini, meskipun tidak ada seorang pun yang bisa Anda ajak untuk chatting tetap sangat bermanfaat dengan adanya Google Assistant.

Nah, sudah sejak pertama kali Allo dirilis dalam bentuk APK, saya telah menggunakan layanan Google Assistant dari Google ini. Jujur, download Allo cuma untuk dapat layanan Google Assistant karena sebelumnya sudah menggunakan WhatsApp dan Telegram. Meskipun demikian jika ada yang ajak chatting di Allo tentu akan sangat saya layani.

Hal yang menarik dari Google Assistant ini adalah pengetahuannya tentang pengguna dan web yang luar biasa. Plus fitur Artificial Intelligent-nya akan membantu jawaban yang lebih konstekstual. Apapun yang Anda tanyakan akan ada jawabannya, meskipun kadangkala ia juga ngelantur satu atau dua kali karena berbagai alasan, misalnya pertanyaan yang tidak dikenalinya.

Berikut ini akan saya sajikan beberapa screenshot di mana saya melakukan percakapan dengan Google Assistant. 









Bila dilihat dari screenshot tersebut, Google sudah menyediakan beberapa pilihan yang pengguna hanya perlu mengklik pilihan tersebut. Namun pengguna tetap punya keleluasaan menggunakan hal lain, atau daftar pertanyaan lain, termasuk menanyakan sesuatu kepada Googls Assistant itu sendiri, misalnya seperti yang dilakukan oleh Bloomberg DI LINK ini.

Sebagai layanan yang mengandalkan Artificial Intelligent, Google Assistan akan makin mengenali penggunanya jika penggunanya semakin banyak beriteraksi dengannya. Anda bisa memasukkan apa yang Anda suka, misalnya klub sepakbola atau olahraga apa yang Anda suka atau mungkin musik. Google Assistant akan mengingat hal ini untuk kemudian menyajikan informasi yang sesuai dengan kesukaan pengguna tersebut.

Coba perhatikan screenshot berikut ini.






Saya mencoba melakukan troll dengan membandingkan Google Assistant, Cortana dan SIRI. Sejauh dari apa yang saya tanyakan, Google Assistant tidak bisa dengan mudah untuk di-troll untuk mengungkapkan apakah layanan Cortana atau SIRI lebih jelek dibandingkan dengan Google Assistant. Google Assistant sepertinya di-training untuk lebih positif mengingat peristiwa rasial yang dialami oleh Microsft Tay beberapa waktu yang lalu di Twitter. Jika terus mendesak Google Assistant untuk mejawab sebuah pertanyaan dengan kecenderungan negatif, Google Assistant akan mengarahkannya ke web.

Saya berulang kali menanyakan apakah Google Assistant mendukung Hillary atau Trump di pemilu AS atau apakah Trump seorang yang rasis dan mendukung supremasi kulit putih. Google Assistant mengelak dengan memberikan link ke web berisi berita atau profil tentang Donald Trump.

Perhatikan lagi beberapa screenshot berikut ini:






Tentu saja Google berusaha Google Assistant ini layaknya manusia yang bisa diajak berkomunikasi dua arah yang nyambung. Dalam beberapa kesempatan, usaha tersebut cukup bisa dikatakan berhasil, misalnya membuat joke atau saran yang terdengar seperti manusiawi sekali, misalnya A good night's sleep can change everything. Kita tahu befitu besar manfaat tidur malam yang cukup untuk kesehatan dan saran ini tentu sebuah saran yang mungkin juga akan diberikan oleh ahli kesehatan misalnya.

Hal yang sangat saya senang dengan Google Assistant ini adalah bila menginginkan video tertentu yang saya senangi. Videdo tersebut tak perlu lagi berpindah ke aplikasi YouTube, artinya bisa ditonton di sela-sela percakapan dengan Google Assistant. Untuk berita tetap harus ke web.

Hal lain adalah subscribe ke berita tertentu yang menjadi minat. Bila dulu di Google Now harus menambahkan sesuatu yang pengguna inginkan tampil di Google Now dan berdasarkan sejarah pencarian, di Google Assistant sudah tersedia beberapa pilihan yang perlu diklik lalu melakukan subscribe. Atau juga bisa secara manual seperti yang saya lakukan berikut ini.





Tentu hal tersebut akan sangat membantu pengguna, mengingat kini pengguna sangat sulit untuk berpaling dari perangkat mobile mereka. Pengguna juga dapat mengatur alarm, meeting, kalender kemudian Google Assistant akan mengirimkan jadwalnya sesuai dengan yang diinginkan pengguna.

Dari sekian banyak hal yang saya lakukan di Google Assistant bisa disimpulkan bahwa ini baru permulaan. Layanan ini akan semakin baik jika makin banyak data dibagi ke Google. Tentu saja Google Assistant tidak seperti asisten rumah tangga yang bisa memasak atau mencuci atau bahkan bisa menyetrika atau memijat Anda (dan kadang bisa dijadikan istri). Google Assistant akan menunjukkan tempat mencuci yang terdekat dengan Anda, tempat pijat yang terdekat atau mungkin terbaik, dan beberapa layanan istri yang available di online (eh).

Tentu saja, perintah tidak hanya dapat dilakukan dengan mengetiknya langsung, tetapi bisa juga melalui perintah suara. Nah soal perintah suara ini saya coba dalam bahasa Inggris, kadang Google Assistant mengenalinya, namun lebih banyak tidaknya. Tambahan lagi perintah dalam bahasa Indonesia belum bisa dilakukan.

Sementara demikian dulu pengalaman menggunakan Google Assistant. Jika ada yang ingin berbagi pengalaman, silahkan dibagi di bagian komentar.

Thursday, September 22, 2016

ZenPad 8.0 ZE380KL Tablet 8 Inchi Harga Murah

ZenPad Z380KL Black
Tidak lama berselang dari peluncuran Zenfone 3 di Nusa Dua, Bali, ASUS kembali merilis produk baru. Kali ini yang memperoleh penyegaran adalah lini produk tablet dengan andalan terbaru mereka, yaitu ZenPad 8.0 Z380KL.

Sebagaimana dinyatakan oleh ASUS melalui press release yang dikirimkan ke Team SocioGeeks, pada awalnya ZenPad 8 ditujukan untuk pengguna multimedia mobile segmen premium, namun kini ZenPad 8 dapat dimiliki pula oleh kalangan yang lebih luas. Hal ini terlihat dari harganya yang cukup murah untuk ukuran tablet.

Menurut ASUS, ZenPad 8 hadir dengan keunggulan desain premium untuk pengguna masa kini, dilengkapi fitur ASUS Visual Master untuk tampilan layar yang memuaskan. Pengguna juga dimudahkan untuk berkomunikasi ataupun menikmati layanan data dengan ketersediaan dukungan 4G yang dapat melengkapi pengalaman multimedia terbaik.

ASUS ZenPad 8 Z380KL menggunakan desain yang tipis dan elegan. Ini terlihat dari kombinasi desain Zen ASUS yang menghadirkan kerharmonisan antara kecantikan dan fungsi. Di bagian belakang kita bisa menemukan desain seperti kulit (leather) premium yang elegan dan menarik perhatian setiap orang yang memandang atau memegangnya. 

Selain itu juga desain tersebut dilengkapi dengan garis metalik yang menambah kesan mewah tablet. Garis metalik yang terletak di seluruh sisi body tablet menggunakan teknologi Non Conductive Vacumm Mettalization (VCM) yang membuatnya punya daya tahan yang lebih baik. ASUS ZenPad Z380KL dilengkapi dengan layar 8” yang merupakan layar yang cocok sekali untuk menikmati konten multimedia karena mendukung resolusi 1280x800. 

Layar tersebut juga sudah menggunakan teknologi IPS sehingga layar memiliki tingkat kecerahan yang lebih baik. Selain itu, ASUS juga menambahkan lapisan anti fingerprint coating yang akan melindungi layar dari bercak sidik jari.
ZenPad Z380KL White

Untuk tampilan, ASUS ZenPad Z380KL mendukung Visual Master yang terdiri dari Tru2Life, Truvivid, Bluelight Filter dan Splendid. Visual Master ini akan membuat tampilan konten di layar menjadi lebih hidup. Sempurna untuk kebutuhan multimedia. Untuk menopang multimedia, dari sisi audio ASUS sudah menyediakan speaker bersertifikasi DTS HD Premium Sound.

ASUS memberikan harga Rp2.599.000 untuk ZenPad Z380KL terbaru mereka ini. Berikut spesifikasi lengkapa ZenPad 8.0 Z380KL.

Model
ASUS Zenpad 8 Z380KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 410quad core 64-bit 1,2GHz
GPU
Adreno 306
RAM
2GB
Storage
16GB + 5GB ASUS Webstorage
Micro SD
Yes (up to 128GB)
Connectivity
802.11b/g/n, Wi-Fi Direct, Bluetooth 4.0
Network
GSM 850 / 900 / 1800, HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
Up to 21.1/5.76 Mbps DL/UL, 4G LTE (Band 20, 5, 8, 3, 2, 1, 7)
SIM Card
Micro SIM
Navigation
GPS, AGPS, GLONASS, BDS
Display
8"  HD IPS Display (128×800) /
Video
HD 1280x720p recording
Battery
13.3W, 4000mAh, non-removable polymer battery
Main Camera
8MP PixelMaster Camera with f/2.0 aperture
Front Camera
2MP
Sensor
Accelerometer, E-Compass, Proximity, Ambient-light
OS
Brand-new ASUS ZenUI with Android 5.1 Lollipop
Dimension
101.4 x 187.96 x 8.85mm
Weight
265g
Warna
Glacier Gray, Pearl White
Price
Rp2.599.000

Tuesday, September 20, 2016

Review Zenfone 3 ZE520KL: Kualitas High End Harga Mid Range

Zenfone 3 ZE520KL
Sekitar dua minggu yang lalu, ASUS merilis Zenfone 3 di Nusa Dua, Bali. Setidaknya ada tiga varian Zenfone 3 yang akan dijual ASUS di Indonesia, yaitu Zenfone 3 (Basic) Zenfone 3 Ultra (untuk penikmat multimedia) dan Zenfone 3 Deluxe (flagship). Zenfone 3 yang basic ini juga terdiri dari dua varian berdasarkan layar, yaitu ZE520KL (Varian layar 5,2 inchi) dan ZE552KL (Varian layar 5,5, inchi)Review saya berikut ini adalah tentang Zenfone 3 ZE520KL yang sudah saya gunakan dua minggu terakhir. 

Spesifikasi Zenfone 3 

Secara spesifikasi Zenfone 3 melakukan upgrade yang cukup besar dibandingkan Zenfone 2 terdahulu. Berikut spesifikasi lengkap Zenfone 3:

Model
ASUS ZenFone3 ZE552KL / ZE520KL / ZE520KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 625octa core 64-bit 2GHz
GPU
Adreno 506650MHz
RAM
4GB / 4GB / 3GB RAM
Storage
64GB / 32GB / 32GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128GB)
Connectivity
WIFI 802.11ac, MiMO Wi-Fi,Bluetooth 4.2, USB Type-C, Fingerprint sensor
Network
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100, LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 5(850), 8(900), 26(850), 28(700), 39(1900), 40(2300), Speed          HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat6 300/50 Mbps
SIM Card
Micro SIM slot + Nano / MicroSD slot
Navigation
GPS, AGPS, GLONASS, Beidou
Display
5.2” / 5.5” FHD 1920 x 1080, Super IPS+ display with 178’ wide view angle,  Corning Gorilla Glass 3 display
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps, Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 3.000 mAh / 2600 mAh non removable
Main Camera
16MPSony Exmor RS IMX298, f/2.0, Laser/Phase Detection AF, OIS (4-axis), dual-LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR
Front Camera
8MP, f/2.0, 1080p
Sensor
Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih dan bass lebih dalam dengan 5 magnet sound chamber
OS
Android M with next-gen ZenUI 3.0
Dimension
146.9 x 74 x 7.7mm / 152.6 x 77.4 x 7.7mm
Weight
144g / 155g
Warna
Ocean Blue, Moonlight White, Shimmer Gold

Peningkatan spesifikasi terlihat pada penggunaan sensor kamera  Sony IMX298 16 megapiksel untuk menyuguhkan hasil foto yang lebih bagus. Sebelumnya, kalau tidak salah ASUS menggunakan sensor kamera Toshiba. Kedua adalah dari sisi material yang meningkat sangat jauh dengan penggunaan material kaca dan frame alluminium alloy. Dari sisi RAM dan ROM tidak terdapat perbedaan yang mencolok. ASUS Zenfone 3 ZE520KL dibekali RAM 3GB dan ROM 32GB yang bisa diekspansi hingga 128GB.

Dari sisi prosesor, ASUS Zenfone 3 ZE520KL ini diperkuat prosesor octa-core 2,0 Ghz terbaru Qualcomm Snapdragon 625. Prosesor menawarkan efisiensi energi hingga 35 persen lebih tinggi sehingga meskipun baterai yang ada di Zenfone 3 ZE520KL hanya berdaya 2600mAh akan sangat mampu untuk bertahan seharian. 

Desain & Hardware

Jika Anda pengguna smartphone yang memperhitungkan desain smartphone, ASUS Zenfone 3 ini bisa masuk salah satu daftar smartphone dengan desain bagus. Meskipun terlihat sederhana, namun Zenfone 3 ini menghadirkan desain yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. 

Bila Zenfone 2 melengkung di bagian belakang, Zenfone 3 sangat rata dengan material kaca yang dilapisi Gorilla Glass 3. Menurut ASUS panel kaca tersebut juga mendukung kontur sudut 2.5D yang merekat dengan mulus pada metal frame untuk menghadirkan daya genggam yang lebih baik. Soal genggaman ini saya agak sering menemukan ASUS Zenfone 3 terlepas karena terlalu licin. Namun demikian, upgrade dari sisi desain dan material ini tentu lebih berharga dari sekadar mempertimbakan  daya genggam.

Penggunaan metal frame juga merupakan tambahan yang perlu dilihat dan dipertimbangkan konsumen. Seperti yang dikemukakan oleh ASUS sendiri, penggunaan bezel yang sangat tipis ini (2,1 mm) akan mengoptimalkan screen to body ratio hingga 77,3%.

Box Zenfone 3 ZE520KL
Oleh karena bagian belakang tidak bisa dibuka tutup seperti seri Zenfone terdahulu, ASUS menempatkan slot SIM di sisi kiri Zenfone 3 yang bisa dibuka dengan SIM ejector yang disediakan. Slot SIM ini mendukung SIM Nano dan Micro sekaligus (double SIM), tanpa ada tambahan memory card. Namun jika Anda berniat menambah memory card, slot untuk SIM Nano dapat dikorbankan. Ini adalah hal yang lazim di banyak vendor lainnya.

Sementara volume dan ON/OFF button ada di sisi kanan smartphone. Port headphone ada di kiri atas dan port untuk charging menggunakan USB Type C ada di bagian bawah smartphone. 

Terhadap penempatan port dan button ini saya tidak ada komplain karena hal ini sebuah perbaikan dibandingkan tahun lalu yang menempatkan ON/OFF button di bagian atas dan tombol volume di bagian belakang smartphone. Saya mengapresiasi langkah ASUS di Zenfone 3 ini karena tombol-tombol tersebut menjadi lebih terjangkau. Terkait tombol kapasitif saya mengalami kesulitan untuk menemukan ketika kondisi gelap karena tidak adanya backlight. Jadi sebaiknya, tombol ini ada backlight-nya.

Kesimpulan saya di sisi material dan desain adalah bahwa perpaduan material yang digunakan dan desain yang bagus ini menjadi secara keseluruhan Zenfone 3 smartphone ASUS yang paling enak dilihat sejauh ini. Zenfone 3 ini tipis, desain premium dan mudah mengoperasikannya.

Kinerja

ASUS Zenfone 3 Ze530KL diperkuat oleh  prosesor octa-core 2,0 Ghz terbaru Qualcomm Snapdragon 625. Prosesor ini sangat mampu menyelesaikan berbagai tugas secara simultan tanpa perlu mengalami lag. Sejauh penggunaan untuk berbagai kegiatan multimedia, membuat slide presentasi dengan Google Slide, bermain game, dan berbagai kegiatan lainnya saya tidak menemukan kendala. Semua berjalan dengan lancar. Zenfone 3 ini merupakan smartphone yang gegas atau cepat. Download/upload, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain tanpa kendala. 

Namun tentu perlu saya uji dengan tool benchmark seperti screenshot berikut ini.








Angka yang dihasilkan dari tool benchmark bukan segalanya. Saya lebih sering melihat apakah sebuah smartphone melambat kinerjanya jika melakukan berbagai tugas secara simultan dan ini dapat dilakukan dengan lancar oleh Zenfone 3. Ketika bermain game, misalnya game Asphalt Nitro, Pokemon Go atau Riptide GP2, game terbuka dengan cepat, tidak ada lag ketika bermain game secara online. GPS yang ada di Zenfone 3 ini juga mengunci lokasi dengan cepat. Berkat GPS, AGPS, GLONASS, dan Beidou bermain Pokemon GO di ASUS Zenfone 3 tanpa kendala GPS not found atau masalah akurasi. 

Tambahan lain yang patut dilihat pada Zenfone 3 ini adalah fitur sidik jari. Bila pada kebanyakan smartphone pad sidik jari berbentuk lingkaran, Zenfone 3 memakai bilah persegi kecil di bagian belakang untuk sidik jari. Percaya atau tidak, fitur sidik jari di ASUS Zenfone 3 ini sangat cepat mengenali sidik jari dan membuka ponsel.  

Secara keseluruhan saya tak ragu mengatakan bahwa Zenfone 3 ini adalah salah satu smartphone yang terbaik di kelasnya. Zenfone 3 ini cepat, gegas, bekerja tanpa lag. 

Zenfone 3 ZE520KL menggunakan layar Super IPS+ Full HD 5,2 inchi dengan resolusi 1920x1080 dan kerapatan 401ppi. Layarnya sangat enak dipandang, meskipun tidak berkualitas 2k. Saya berkesimpulan, dengan harga 4,1 juta tentu bukan hal yang mudah untuk meningkatkan kualitas layar menjadi 2k. Dan saya rasa layar FHD sudah sangat bagus.

Kamera dan Video

Berbicara kamera dan video, Zenfone 3 punya tagline khusus, yaitu Build for Photography. Penekanan pada sisi fotografi ini bukan sesuatu yang mengada-ada. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sisi kamera merupakan hal yang dipertimbangkan calon konsumen ketika akan membeli smartphone, meskipun bukan yang utama terutama di Indonesia di mana harga masih sangat berperan.

Smartphone modern ditutut untuk bisa menghasilkan foto yang bagus, tidak terkecuali Zenfone 3. Dengan sensor Sony Exmor RS IMX298 16 megapiksel, f/2.0, Laser/Phase Detection AF, OIS (4-axis), dual-LED flash, Zenfone 3 menjanjikan hasil gambar brilian. Beberapa foto yang saya ambil dapat dilihat berikut ini.










Secara fitur kamera, Zenfone 3 ini bisa dikatakan sangat lengkap. Terdapat 20 mode pemotretan pada kamera Zenfone 3 ini untuk berbagai kondisi, seperti Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Children, Low Light, QR Code, Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion, Time Lapse. Zenfone 3 sudah menggunakan aperture 2.0 sehingga cahaya yang dihasilkan oleh kamera cukup terang. Selain itu, perpaduan dengan software ASUS PixelMaster 3.0 mampu memanjakan para penggemar fotografi. 

Meskipun demikian, andalan saya tetap mode Auto, HDR Pro dan Deep Field. Namun bagi Anda yang hobi fotografi mobile, Zenfone 3 ini sangat mampu melayani kemauan fotografer. Saya percaya mode manualnya sangat menarik, demikian juga dengan mode Low Light-nya.

Di sisi video, Zenfone 3 ZE529KL ini bisa merekam video dengan kualitas 4k. Berikut ini contoh video 4k yang saya rekam.

 

Selain video kualitas 4k ada yang menarik bagi pengguna yang sering mengambil video dengan menggunakan smartphone, yaitu fitur Three-Axis Electronic Image Stabilization yang memungkinkan pengambilan video tidak nge-blur karena kondisi tangan yang bergerak. Contoh video fitur Three-Axis Electronic Image Stabilization dapat ditonton berikut ini.



Baterai

Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, baterai yang diberikan ASUS di Zenfone 3 ZE520KL ini adalah sebesar 2600mAh. Jumlah dayanya sepertinya kecil dibandingkan dengan smartphone lain yang ada di angka 3000mAh atau bahkan 4100mAh. Namun saya menemukan bahwa kinerja baterai Zenfone 3 ZE520KL ini sangat baik. Saya uji dengan penggunaan sehari-hari sebagaimana saya menggunakan smartphone lain yang dimulai pukul 6 pagi kondisi baterai 100%.

Dengan berbagai penggunaan seperti GPS, mendengarkan musik, menonton YouTube, bermain game Asphalt Nitro atau Pokemon Go, baterai bisa bertahan seharian. Seharian ini maksudnya adalah saya hanya melakukan satu kali pengecasan selama satu hari. 

Pada pukul 9 malam baterai masih tersisa 20% dan kemudian saya gunakan sebagai hotspot selama 2 jam lebih sampai tersisa 9%. Saya rasa kinerja baterainya bagus sehingga pengguna tidak perlu repot mengisi baterai berulang kali dalam sehari.

ZenUI 3.0

ASUS menyematkan ZenUI 3.0 di atas Android Marshmallow pada Zenfone 3 ini. ZenUI 3.0 ini jauh lebih baik dari sebelumnya, meskipun tetap saya kritisi karena membawa terlalu banyak aplikasi bawaan yang saya rasa kurang saya butuhkan. Untungnya ada beberapa aplikasi yang di ZenUI sebelumnya tidak bisa di-uninstall kini sudah bisa di-uninstall.

Bernavigasi, berpindah dari satu aplikasi atau melihat setting aplikasi, manajer aplikasi dan lainnya, karena sebelumnya sudah menggunakan smartphone ASUS saya tidak mengalami kendala. Tampilan ZenUI terbaru juga makin bagus dengan ikon-ikon aplikasi yang rounded enak dilihat. Selain itu, Zenfone 3 ini juga sangat cepat dari kondisi mati hingga bisa digunakan. Ini sebuah kemajuan karena sebelumnya, versi Zenfone yang saya pakai waktu booting-nya lama.

ZenUI ini bisa dikatakan clean, ringan dan enak dipandang. Navigasi dapat dilakukan dalam satu dua ketukan, tidak perlu banyak ketukan untuk  melakukan suatu kegiatan.

Kesimpulan

ASUS telah menaikkan standar permainan mereka di smartphone dengan merilis Zenfone 3. Zenfone 3 ini gegas, enak dipandang, desain dan material premium, lancar ketika digunakan, hasil fotonya bagus, video kualitas 4k dan baterai yang awet. Jika Anda menginginkan sebuah smartphone kelas menengah yang mampu bersaing dengan smartphone kelas atas, pilihan terbaik ada di Zenfone 3 ZE520KL ini. Zenfone 3 ZE520KL ini merupakan smartphone  kualitas high end dengan harga mid range.

Harga Zenfone 3 ZE520KL ini Rp4.099.000,00 yang saya rasa sangat seimbang bahkan mungkin lebih murah dari fitur dan pengalaman yang akan diperoleh pengguna. 

Disclaimer: ASUS memberikan Zenfone 3 ini kepada penulis untuk direview, namun hal ini bukan alasan bagi penulis untuk tetap independen dalam memberikan review.

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...