Tuesday, August 2, 2016

Review Xiaomi Redmi 3 Pro: Budget Smartphone Tak Ada Lawan

Redmi 3 Pro
Xiaomi sepertinya tidak henti merilis smartphone terbaru. Produsen asal China ini seolah-olah punya energi berlipat-lipat untuk membanjiri pasar dengan smartphone terbaru mereka. Salah satunya yang menarik untuk dilihat adalah Redmi 3 Pro.

Sebagaimana diketahui, aturan TKDN membuat banyak produsen smartphone mencari jalan lain menuju pasar Indonesia. Saya tidak terkejut jika Xioami melakukan hal yang sama. Sejauh ini Redmi 3 Pro ini dijual secara online di berbagai online shop. Namun jika offline saya tak menemukan penjual resmi yang artinya langsung dari Xiomi (bukan garansi distributor) sehingga saya harus berpuas hati membeli yang tak resmi melalui toko offline di Bogor.

Pada awalnya saya agak khawatir karena mungkin saja Redmi 3 Pro yang saya beli ASPAL. Untuk itulah pertama kali saya uji IMEI-nya dan ternyata cocok. Kedua saya lihat kualitas foto yang dihasilkan yang bagus serta beberapa aplikasi lain yang turut disertakan Xiaomi seperti Remote dan FM radio. Hasil uji benchmark yang setara dengan yang dihasilkan reviewer lainnya membuat saya tenang karena membeli yang asli.

Demikianlah sekitar 6 hari yang lalu saya membeli Redmi 3 Pro. Smartphone berukuran 5 inchi ini punya banyak hal yang bagus untuk dipertimbangkan pengguna agar bisa memutuskan pembelian dengan baik. Redmi 3 Pro ini tidak berbeda dengan Redmi 3. Perbedaan sehingga diberikan kata PRO adalah di kapasitas RAM yang lebih besar, yaitu 3GB dan ROM yang dua kali lipat lebsih besar dibandingkan dengan Redmi 3 yang 16GB. Spesifikasi  Redmi 3 Pro ini dapat dilihat sebagai berikut.



Dari sisi spesifikasi ini tentu akan lebih bagus jika pengguna membeli Redmi 3 Pro dibandingkan Redmi 3 yang harganya tidak terpaut jauh.

Benchmark

Dari sisi benchmark Redmi 3 Pro mencatatkan skor sebagai berikut.





Dari sisi benchmark ini terlihat Redmi 3 Pro skornya tidaklah tinggi. Di Antutu sekitar 36.605. Jika diuji dengan Geekbench 3 single core menghasilkan nilai 632 dan multicore 2.812. Angka-angka ini sebenarnya tidak terlalu berarti karena hanya sekadar acuan, tidak lebih. Bagi saya sendiri, uji benchmark hanya untuk memastikan bahwa sebuah smartphone masuk kelas tertentu, yang mana Redmi 3 Pro ini termasuk entry level kelas menengah.

Layar

Layar Redmi 3 Pro ini berkualitas HD 720p dengan ukuran 5 inchi. Meskipun ada beberapa orang menganggap kualitas layar ini kurang karena kini mungkin perlu kualitas FHD, namun bagi saya HD inipun sudah sangat cukup. Layar terlihat cerah, enak dipandang. Dengan kecerahan yang diatur secara otomatis, layar Redmi 3 Pro ini lebih dari cukup untuk membaca teks, menonton YouTube dan melihat foto.

Baterai

Xiaomi tidak tanggung-tanggung dalam hal baterai ini. Mereka memberikan baterai 4050/4100 mAh di Redmi Pro 3 ini yang tahan seharian. Bahkan jika penggunaan minimal dan data ON/OFF, sekali isi baterai bisa tahan dua hari. 

Untuk memperoleh penggunaan baterai yang maksimal saya mengatur beberapa hal seperti notifikasi, kecerahan layar dan koneksi data. Cara seperti ini membuat Redmi 3 Pro tahan lebih dari 24 jam dengan penggunaan moderat.

Bila penggunaan masif, misalnya menggunakan untuk bermain game Pokemon, Google Maps, YouTube, media sosial dan banyak kegiatan lainnya, cukup isi sekali sehari di waktu malam sebelum tidur baterai akan tahan seharian.

Bila Anda pengguna yang was-was dengan daya tahan baterai, Xiaomi Redmi 3 Pro ini merupakan pilihan yang menarik untuk dibeli. Dengan baterai 4100 mAh pengguna tak perlu khawatir kehabisan daya.

Kamera

Hasil bidikan kamera smartphone kini semakin bagus. Xiaomi Redmi 3 Pro pun demikian. Saya menemukan hasil kamera yang konsisten di pencahayaan yang bagus, seperti luar ruang. Di dalam ruang, hasilnya juga tidak mengecewakan. Kamera belakang berkekuatan 13 megapiksel di Redmi 3 Pro ini sudah sangat mampu menghasilkan foto yang bagus dan tidak sulit menemukan fokus. Berikut contoh foto.



HDR On

HDR Off

Makro

Selfie

makro


Pengalaman Penggunaan

Finger Print sensor Redmi 3 Pro
Saya tidak terkejut bila misalnya Redmi 3 Pro saya ini sesekali akan mengalami hang atau restart sendiri. Namun tentu akan tetap terkejut jika sering hang dan restart sendiri. Hal ini saya alami hari Minggu yang lalu di mana Redmi 3 Pro ini saya ajak bermain Pokemon Go sepanjang jalan dan di sebuah mall di Bogor.

Dalam beberapa kali mencoba memainkan Pokemon Go sebanyak itu pula Redmi 3 Pro ini mengalami hang. Durasinya cukup lama sehingga kadang restart sendiri dan kadang saya paksa restart. Saya juga sering mengalami GPS lost sehingga tidak bisa melihat peta waktu bermain Pokemon Go, padahal di smartphone yang lebih murah sebelumnya dengan spesifikasi lebih rendah saya tak pernah mengalami hal ini.

Hal yang aneh adalah sejauh ini saya hanya mengalami kondisi ini ketika bermain Pokemon Go. Ketika menggunakan YouTube, Google Maps, Bigo LIVE, dan bermain game lain hal tersebut tidak terjadi. Mungkin nanti akan saya coba lagi bermain Pokemon Go. Semoga saja ini hanya by case. Biasanya bila hal ini saya alami di smartphone lain, saya akan melakukan reset ulang. Semoga saja tidak kali ini.

Lain-lain

Calling dan SMS berjalan lancar. Kualitas suara bersih. Bluetooth bekerja dengan baik demikian juga speaker. Dengan koneksi 4G di kedua kartunya, Redmi 3 Pro ini benar-benar memanjakan pengguna. Untuk dicatat, dual SIM di Redmi 3 Pro ini akan menjadi One SIM bila pengguna memasukkan SD Card. Jadi ini sistemnya swap. Bila ingin memori tambahan (bisa hingga 128GB) artinya pengguna hanya bisa memakai satu SIM Card. Jika ingin dual SIM (salah satu harus Nano SIM Card), pengguna harus rela hanya memiliki 32GB penyimpanan.

Hal yang saya senangi lagi dari Redmi 3 Pro ini adalah UI-nya clean dan ringan serta enak dipandang mata. Konstruksinya bagus dengan material logam serta  tambahan finger print sensor. Sayangnya saya belum mencoba menjadikan sidik jari sebagai pembuka smartphone. Hal ini karena smartphone ini sering dipakai anak saya sehingga repot jika terkunci dengan sidik jari.

Kesimpulan

Dengan harga sekitar dua jutaan (saya membelinya seharga Rp2.250.000,00) menjadikan Redmi 3 Pro ini sebagai budget smartphone yang sulit untuk dilawan. Sejauh pengalaman penggunaan, Redmi 3 Pro dapat bekerja dengan baik, tidak begitu panas setelah beberapa saat dipakai terus-menerus dan hasil kameranya juga bagus. Baterai besar juga salah satu kelebihan yang patut dipertimbangkan pengguna. Biasanya saya lebih menyukai smartphone yang mampu bertahan seharian daripada  yang baterainya kedodoran.

Namun demikian Redmi 3 Pro ini masih menggunakan Android Lollipop (5.1.1) sebagai basis untuk MIUI 7.0 nya. Semoga saja Xiaomi bisa memberikan Android Nougat atau paling tidak Android Marshmallow.

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...