Thursday, August 11, 2016

Menjadi Google Local Guide, Kenapa Tidak?

Salah satu produk Google yang membutuhkan kontribusi pengguna yang sangat tinggi adalah Maps. Hal ini karena meskipun Google dapat memetakan lokasi, namun detail yang ada dilokasi tersebut belum tentu bisa dieksplorasi secara tepat oleh Google. Apalagi ada kecenderung lokasi tertentu atau bangunan tertentu beralih fungsi. Contoh nyata adalah Gedung Bale Binarum di Bantarkemang, Bogor. Gedungnya saat ini sudah tidak ada (dirobohkan) namun di Google Maps (sebelum saya edit) masih terpampang dengan jelas. Tentu saja informasi ini salah sehingga bisa menyesatkan. Untuk itulah Google membutuhkan para Local Guides untuk membuat produk Maps-nya semakin bagus melayani penggunanya.

Sebenarnya saya pada awalnya tidak begitu tertarik untuk bergabung di komunitas Local Guide ini. Hal ini karena meskipun sering mengunjungi tempat-tempat di Bogor atau Jakarta atau beberapa tempat di Jogjakarta, saya menandai tempat-tempat tersebut untuk kepentingan sendiri. Mengambil foto bangunan, produk atau layanan di suatu tempat tertentu, tidak lebih untuk mengingat bahwa saya pernah mengunjungi tempat tersebut. Namun di Local Guide ini ada prinsip membantu orang lain dengan pengalaman yang pernah kita alami di suatu tempat tertentu. Ini tentu akan sangat membantu orang lain karena bisa mengetahui orang yang sebelumnya telah berkunjung ke tempat tersebut.

Demikianlah, akhirnya dengan niat ingin berbagi, saya bergabung ke komunitas Local Guide, khususnya Jakarta. Saat ini sudah di Level 4 dan dapat hadiah 100GB Google Drive untuk setahun. Senang karena ada apresiasi langsung dari Google.

Tentu saja saya memulai dari nol artinya Level 1 dan tidak butuh waktu lama untuk mencapai Level 4. Local Guide ini lebih kepada keinginan untuk meluruskan informasi yang ada di Google Map sehingga Google Map benar-benar menjadi panduan yang bagus bagi para pengguna. Oleh karena itu, tampaknya mengedit informasi yang sudah ada sebelumnya di Google Maps adalah hal yang utama, namun bukan berarti menambahkan tempat-tempat baru ke Maps melalui fitur Add Missing Place bukan hal yang penting.

Local Guide yang dibentuk oleh Google ini bagi saya sendiri merupakan semacam catatan perjalanan yang mungkin berguna bagi orang lain. Oleh karena apa yang dialami oleh seseorang belum tentu dialami oleh orang lain, Local Guide berfungsi memberikan panduan sesuai dengan pengalaman orang-orang yang sudah mengunjungi suatu tempat, merasakan layanan tertentu atau lainnya.

Hal yang menarik sebenarnya adalah Local Guide bisa menampilkan informasi tentang tempat-tempat yang unik. Unik dalam pengertian ini adalah bahwa suatu tempat tertentu mungkin belum muncul di Google Maps atau tempat tersebut memiliki ciri khas tertentu, misalnya produk atau layanannya atau bahkan mungkin desain bangunan atau layout. Contohnya adalah Fat Bubble yang ada di jalan Pajajaran Bogor. Tempat ini dari desainnya unik, meskipun menu yang disajikannya sebenarnya menu standar yang umum seperti pizza. 

Oleh karena merupakan fitur dari Google Maps, setiap review atau foto yang ditambahkan akan dikonsumsi oleh publik. Ini perlu dimengerti sebelum memutuskan untuk ikut Local Guide. Selain itu, karena selalu mencatat dan menandai lokasi-lokasi, maka akan ada timeline pengguna yang privasinya sangat dijaga oleh Google. 

Intinya seperti ini. Setiap orang bisa melihat setiap review dan foto yang diupload untuk suatu tempat tertentu. Namun titik-titik pergerakan atau timeline di hari tertentu hanya bisa dilihat oleh pengguna sendiri. 

Hal yang perlu lagi adalah bahwa tempat-tempat yang sudah ada di Google Maps sebenarnya belum bisa dipastikan benar (kecuali landmark atau tempat publik seperti hotel). Untuk itu, setiap Local Guide harus berkunjung ke tempat tersebut dan melakukan perbaikan/edit jika diperlukan, mulai dari nama tempat, alamat, label dan lainnya. Local Guide tidak harus mereview suatu tempat tertentu karena dengan mengupload foto atau mengedit informasi sehingga benar sudah sangat cukup.

Setelah menjadi Local Guide dan berkontribusi sangat banyak untuk perbaikan Google Maps apa yang diberikan Google kepada Local Guide?

Sejauh yang saya alami barulah di level 4 local guide diberikan bonus berupa storage Google Drive 100GB untuk setahun. Ini mungkin terlalu kecil untuk kontribusi meluruskan sekian banyak informasi di Google Maps. Nantinya di level 5 ada kesempatan menguji produk Google sebelum dirilis ke publik yang tentu saja ada nilai finansialnya. Namun untuk mencapai level 5 ini local guide setidaknya harus memiliki 500 poin sangat jauh dari level 4 yang hanya 200 poin.

Di beberapa diskusi di forum local guide juga ada kegundahan mengenai reward dari Google ini. Mungkin karena setelah level 5 reward berupa akses uji coba produk Google tidak bisa begitu mudah diperoleh. Untuk itu, memang perlu ada semacam reward yang tidak melulu berupa poin, namun bisa berupa voucher belanja atau diskon, potongan harga dan berbagai pernik lainnya. Namun sejauh ini belum ada kata pasti tentang reward ini.

Tentu Andapun dapat menjadi local guide. Segeralah mulai hari ini dengan cara mengklik tautan berikut.

Local Guide

ASUS Bundling Zenfone 3, Zenfone 3 Laser, dan Zenfone Go dengan Kartu Telkomsel

Meskipun sudah cukup lama koneksi 4G LTE ada di Indonesia, ternyata penetrasi koneksi 4G LTE ini belum terlalu dalam. Masih banyak peng...