Tuesday, August 16, 2016

BIGO Live Broadcasting Disalahgunakan untuk Menyiarkan Adegan Seks LIVE

Perkembangan aplikasi saat ini sangat mencengangkan. Setiap saat muncul aplikasi baru yang menyasar relung-relung pasar yang selama ini tidak dilirik oleh pemain besar seperti Facebook, Google atau Twitter. Salah satunya adalah BIGO LIVE Broadcasting.

BIGO LIVE ini layaknya aplikasi streaming lainnya seperti YouTube LIVE, Periscope, Facebook LIVE dan banyak aplikasi live streaming lainnya. Namun ada keunikan dari BIGO ini, yaitu menyasar para millenial yang ingin tampil menyanyi, menari, memasak atau sekadar bercerita tentang film. 

Dari motto mereka "Bring Fashion Live" tidak heran bahwa BIGO menyasar relung pasar anak-anak muda yang tahu perkembangan fashion, seperti pakaian, sepatu, lipstik dan banyak pernak-pernik lainnya yang bisa ditampilkan secara live untuk ditonton khalayak. Hal yng lebih bagus lagi, tentu saja BIGO menyediakan chat interaktif yang menarik dengan berbagai emoji, kirim virtual gift dan banyak lainnya.

Sayangnya banyak penggunanya menyalahgunakan aplikasi ini untuk menyiarkan berbagai adegan seksual dewasa secara langsung. Ini tentu tidak bagus.

Beberapa pengguna yang menyalahgunakan aplikasi BIGO ini menyiarkan berbagai adegan yang kurang pantas. Penonton pun bila dilihat lebih teliti, ternyata menginginkan aksi ini dengan mengirim berbagai chat berbau porno seperti "buka dong", menyebut alat genital, payudara dan berbagai kata yang tidak pantas lainnya. Tentu cukup mengherankan, aplikasi yang ditujukan untuk fashion ini malah dianggap sebagai aplikasi untuk menyiarkan adegan dewasa secara langsung.

Bila ditelusuri lebih jauh sangat banyak pengguna BIGO ini yang menggunakan BIGO untuk tujuan menyiarkan adegan seksual. Saya kira BIGO sudah sedemikian jauh disalahgunakan oleh penggunanya sehingga akan sulit bagi BIGO untuk mengatasinya jika dibiarkan terus-menerus.

Beberapa video hasil live streaming di Bigo kini banyak tersimpan di YouTube. Ternyata penonton live streaming ini ada yang merekam live streaming tersebut kemudian diupload ke YouTube sehingga konten dewasa di YouTube makin bertambah. 

Hal ini tentu bukan tujuan awal aplikasi in dibangun. Meskipun hal serupa juga terjadi di Facebook LIVE misalnya, bukan berarti hal yang sama juga harus terjadi di BIGO. Untungnya pihak developer BIGO cukup tahu perkembangan dan mungkin juga melihat terlalu banyak adegan dewasa yang disiarkan secara langsung melalui BIGO. Untuk itulah, mereka merilis beberapa ketentuan yang mengikat sehingga bila pengguna melewatinya akunnya di-banned.

Hal ini terjadi semalam ketika saya melihat-lihat beberapa Live Streaming di BIGO. 
Screen shot

Seperti terlihat dalam screen shot di atas, BIGO memberikan 4 batasan untuk para penggunanya, yaitu dilarang memperagakan adegan telanjang atau adegan dengan maksud merangsang seksualitas, konten kebencian atau abuse, graphic violent seperti sennjata dan ancaman, spam atau scam. Dari 4 batasan tersebut yang paling banyak dilanggar adalah yang pertama. Sangat banyak pengguna BIGO ini menampilkan adegan seksual, telanjang atau setengah telanjang, memegang alat genital dan adegan merangsang penonton dengan berbagai adegan yang menunjukkan adegan ranjang.

Sebenarnya ada beberapa lagi pengguna yang di-banned oleh BIGO namun tak sempat saya ambil sceen shotnya. Sepertinya BIGO cukup tegas menerapkan communty guidelines-nya.

Sebelumnya, sehari sebelum penerapan banned ini saya sempat melihat sebuah akun yang selalu menyiarkan adegan dewasa di BIGO. Saya tidak terlalu paham dengan maksud pengguna ini karena ia perempuan berkerudung, namun selalu memperagakan adegan dewasa. Malam itu, saya tak melihat ia melakukan hal yang sama, mungkin takut di-banned

Hal yang harus kita lihat lebih jauh adalah bahwa masih banyak penonton live streaming di BIGO yang menggunakan kata atau kalimat bertendensi pornografi. Seharusnya penonton seperti ini juga di-banned agar ada keseimbangan, baik pihak yang melakukan adegan dewasa, maupun mereka yang memancing atau berkata-kata kasar, sexual oriented words juga di-banned.

Bagi orang tua yang percaya anak-anaknya berada di kamar dan tidak pergi ke mana-mana, aplikasi live streaming seperti BIGO ini bisa saja disalahkangunakan anak-anak. Untuk itu pengawasan perlu dilakukan dengan lebih teliti.

Bagi BIGO sendiri, disalahgunakannya aplikasi mereka untuk menyiarkan adegan seksual secara langsung merupakan kerugian. Aplikasi ini nantinya bisa dicap aplikasi dewasa dan bila terus-menerus membiarkan kegiatan tersebut berlangsung mungkin bisa dilaporkan pengguna ke Google/Apple sehingga bisa dicabut dari Play Store atau Apps Store.

Hal yang penting dalam setiap aplikasi adalah bahwa tujuan semula dari sebuah aplikasi harus menjadi dasar penting dalam perkembangan aplikasi tersebut setelah digunakan pengguna. Pengguna bisa saja menyalahgunakan aplikasi, namun jika developer tegas memberikan batasan, penyalahgunaan tersebut tidak akan bertahan lama. Apa yang diterapkan BIGO ini bisa kita apreasiasi. Namun melihat sedemikian banyaknya konten dewasa yang disiarkan secara langsung di BIGO, saya rasa BIGO akan cukup repot melakukan banned.

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...