Wednesday, March 30, 2016

Menikmati Music Streaming ala Spotify

Setelah lama menunggu, akhirnya Spotify, layanan on demand music streaming asal Swedia secara resmi hadir di Indonesia. Sehari sebelumnya, Spotify sudah melakukan kampanye di Twitter tentang kehadiran resmi mereka di Indonesia. Tentunya pecinta musik di Indonesia menyambut kehadiran Spotify ini.




Tentunya saya tak ketinggalan mencoba layanan Spotify ini. Pagi hari saya langsung download aplikasinya.


Besaran file Spotify ini terbilang kecil, kurang dari 30MB yang didownload melalui koneksi 4G LTE Advanced Smartfren, hanya beberapa saat aplikasi Spotify ini sudah terpasang. Selanjutnya adalah mendaftarkan diri di Spotify yang bisa melalui akun Facebook atau e-mail. Saya pakai e-mail karena tidak menggunakan Facebook.

Tulis alamat email, user name dan password, beberapa detik kemudian muncul halaman pertama yang berisi berbagai kategori yang sudah disediakan oleh Spotify. Hal yang cukup menyenangkan adalah tersedianya lagu-lagu artis Indonesia dalam beberapa kategori.  

Jika kurang suka dengan kategori yang tersedia, bisa melakukan pencarian seperti berikut ini.


Hasil beberapa kali mencari play list akhirnya saya menemukan lagu-lagu yang sesuai selera, yaitu tahun 80-an. Sebenarnya saya juga mencari lagu-lagu tahun 90-an, namun belum saya temukan.




Sekarang kita bicara soal layanan Spotify, terutama harga yang mereka tawarkan. Harganya cukup bersaing, yaitu Rp50.000,00 per bulan. Pertama kali menggunakan Spotify saya ditawarkan free trial Premium untuk 6 hari. Namun jika ingin lebih lama lagi, pengguna dapat menggunakan kartu kredit atau berbagai cara pembayaran lainnya agar dapat memperoleh free premium upgrade untuk selama 30 hari. Berikut ini screen shot-nya.




Oleh karena tidak punya kartu kredit, kemungkinan saya akan akan melakukan metode prmbayaran transfer. Namun yang pasti ingin merasakan Spotify gratis selama 6 hari ke depan dulu.

Selain itu, pengguna dapat mengatur akun Spotify. Berikut ini screen shot-nya.



Sejauh baru menikmati layanan Spotify beberapa jam saya rasa saya cukup senang dengan layanan on demand music streaming ala Spotify ini. Perlu diketahui layanan music berbayar seperti Spotify lebih kepada kemauan mengubah perilaku dalam mengonsumsi musik. Jika masih senang dengan lagu hasil download ilegal/bajakan, Spotify bukan layanan yang harus Anda gunakan. Namun jika ingin menikamti musik legal, Spotify merupakan pilihan yang sangat masuk akal.

Tuesday, March 29, 2016

TKDN yang Bikin Galau

TKDN bukan sesuatu yang baru. Sejak tahun 2014 atau 2015 TKDN, Tingkat Komponen Dalam Negeri smartphone khususnya 4G LTE sudah dikampanyekan. Pada tahun 2016 ini, syarat 20% TKDN harus dipenuhi oleh vendor dan akan naik menjadi 30% di tahun 2017 nanti. Hal yang sangat repot adalah bahwa dengan TKDN 20% saja vendor sudah kelimpungan, bagaimana jika dinaikkan menjadi 30% di tahun 2017?

Hal yang perlu kita lihat adalah keinginan pemerintah untuk menyeimbangkan neraca impor smartphone yang beberapa tahun terakhir terus meningkat. Smartphone khususnya dari China membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang sangat murah. Pembuatannya yang 100% di China membuat nilai tambah yang kecil bagi perekonomian secara keseluruhan. 

Untuk itulah, pemerintah memberlakukan TKDN agar impor smartphone ini bisa ditekan karena smartphone tersebut terlebih dahulu harus disertifikasi dan dihitung seberapa banyak komponen lokalnya. Jika tidak sesuai dengan aturan (20% saat ini) smartphone tersebut tidak bisa dijual resmi.

TKDN membuat vendor yang ingin berjualan di Indonesia perlu memikirkan kembali strategi mereka secara keseluruhan. Namun tentu ada yang sangat senang dengan aturan TKDN ini, terutama Samsung dan ASUS yang sudah memiliki pabrik atau tempat perakitan di Indonesia. Bagi vendor yang tidak memiliki pabrik di Indonesia mereka berusaha bekerja sama dengan pabrik yang ada di dalam negeri. Namun tidak semua bisa melakukan hal ini.

Sebagian nama-nama besar seperti Xiaomi dan Apple Inc. tidak akan pernah memiliki keinginan mendirikan pabrik di Indonesia. Selain tidak ada rencana, iklim investasi yang kurang menguntungkan membuat mereka menghapus Indonesia dalam daftar tempat untuk merakit atau membuat perangkat. Hal serupa juga dialami oleh vendor-vendor kecil dari China namun memiliki produk yang menjanjikan seperti Meizu, In Focus, One Plus dan masih banyak merek China lainnya.

Lalu bagaimana vendor yang tidak bisa memenuhi TKDN tersebut tetap bisa berjualan di Indonesia?

Ini bukan isu baru, yaitu melalui black market dengan memberikan garansi toko atau distributor. Tempat jualannya di mana? Melalui e-commerce yang sedang booming di Indonesia dan bahkan secara offline melalui toko fisik di beberapa pusat perbenlanjaan.

iPhone 6S dan 6S Plus yang dirilis pada September 2015 yang lalu sampai hari ini belum dijual resmi di Indonesia. Namun perangkatnya sangat banyak yang menggunakan. Demikian pula dengan Nexus 5X dan Nexus 6P. Sudah sangat banyak yang menggunakan dengan berbagai cara seperti via eBay, Amazon atau black market di e-commerce dengan mengandalkan garansi distributor.

Bukan sesuatu yang baru pula, jika vendor cenderung bermuka dua dalam soal TKDN ini khususnya vendor yang tidak ada dalam daftar perusahaan yang sudah memenuhi TKDN 20% per Januari 2016 yang lalu, yaitu Advan, Haier, Polytron, Acer, Samsung, Oppo, Evercoss, Asus, SPC, Huawei, ZTE, Lenovo, dan Hisense.

Vendor yang tidak memenuhi TKDN 20% ini tetap mau berjualan di Indonesia, tetapi mereka tetap tidak mau meningkatkan komponen lokal karena memang tidak punya atau tidak ingin melakukan hal tersebut. Mereka mengakalinya dengan mengunci koneksi 4G LTE di perangkat mereka (seperti yang dilakukan One Plus di One Plus X) dan menjualnya di koneksi 3G, namun kemudian memberikan clue kepada calon pengguna bahwa kunci tersebut bisa dibuka dengan mudah dan tidak menghilangkan garansi produk. Perlu juga dilihat bahwa Huawei yang per Januari 2016 sudah masuk dalam daftar TKDN 20%, ternyata sampai hari ini belum bisa menjual secara resmi Nexus 6P yang sidah dirilis beberapa bulan yang lalu. Alasannya sama, yaitu soal TKDN. 

Cara lain adalah dengan menjual perangkat 4G LTE yang tidak lulus TKDN tersebut melalui e-commerce. Tentunya bukan vendor tersebut yang langsung menjual, tetapi melalui beberapa orang yang mereka pasok barangnya, sering juga merupakan pemain besar dalam pasar ponsel di Indonesia.

Ini sesuatu yang sangat disayangkan. Sesuai aturan TKDN adalah sesuatu yang mutlak bagi vendor untuk bisa berjualan handset di Indonesia secara resmi. Sayangnya, pemerintah juga tidak konsisten dengan aturan yang mereka buat sendiri. Banyaknya smartphone 4G LTE black market dengan garansi distributor di e-commerce adalah bukti bahwa pemerintah juga tidak punya cukup keberanian untuk melaksanakan TKDN seratus persen karena yang memasukkan barang tersebut tentu punya modal besar yang berarti bukan orang kebanyakan dan ini bisa diatasi jika pemerintah bisa membenahi diri mereka sendiri terutama kepabeanan.

Di sisi pengguna, saya kira TKDN ini sementara ini akan membuat mereka berpikir apakah menunggu barang resmi atau membeli di e-commerce (sejatinya barang black market) dengan risiko garansi yang hanya ada di distributor. Namun kecenderungan yang saya lihat, demam smartphone baru lebih tinggi sehingga pengguna cenderung sudah sangat senang dengan garansi distributor tersebut. Bukti bahwa banyak smartphone 4G LTE terbaru yang baru beberapa waktu dirilis di China atau di AS sudah beredar di Indonesia  menandakan bahwa pengguna tidak terlalu peduli apakah smartphone itu resmi atau black market.

Dengan kecenderungan tersebut, sudah seharusnya pemerintah bukan hanya memaksa vendor memenuhi TKDN 20% dan 30% di tahun 2017. Pemerintah harus punya solusi yang bisa diterima vendor sehingga mereka bisa berjualan secara resmi. Kalau tidak, kucing-kucingan akan selalu terjadi antara pemerintah dengan vendor yang bisa melakukan berbagai taktik akal bulus agar tetap bisa berjualan di Indonesia.

Solusinya tentu saja tidak harus mendirikan pabrik baru di Indonesia. Jikapun melalui investasi baru, sudah seharusnya pemerintah membenahi iklim investasi yang kalah jauh dibandingkan negara lain. Pemerintah sehendaknya mendorong vendor untuk bekerja sama dengan pabrik yang sudah ada dan memiliki kapasitas untuk hal tersebut. Sayangnya, sungguh sayang, kendala sumber daya manusia yang setara dengan yang di China mungkin belum bisa terpenuhi sehingga bisa dikatakan ini lingkaran setan TKDN.

Kalau sudah seperti itu, kita tak bisa berharap dalam waktu dekat akan banyak vendor yang mampu memenuhi TKDN, jangankan 30%, 20% saja mungkin tidak akan bertambah. Jadinya, akan selalu terjadi permainan antara tikus dengan kucing. Vendor akan menggunakan taktik dan memberikan keleluasaan di segi garansi selagi pengguna mau membeli handset. Pemerintah akan tetap berkoar tentang TKDN, kadang untuk melaksanakan peraturan, kadang cuma untuk menakut-nakuti. 

Monday, March 21, 2016

Review | Andromax R2: Smartphone VoLTE Murah Kinerja Bagus

Andromax R2
Tahun lalu Smartfren merilis Andromax R sebagai bagian dari diperkenalkannya jaringan baru 4G LTE Advanced Smartfren. Tahun ini, Smartfren merilis generasi kedua dari Andromax R tersebut dengan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan, terutama dengan adanya fitur Voice over LTE atau VoLTE. Andromax R2 merupakan smartphone pertama di Indonesia yang memiliki fitur VoLTE tersebut.

Bagaimana kemampuan Andromax R2 tersebut? Apakah fitur yang diberikan cukup bagus dibandingkan dengan seri terdahulu? Bagaimana kemampuan VoLTE?

Ikuti Review Andromax R2 berikut ini.

Preview
Andromax R2 merupakan smartphone 4G LTE Advanced Smartfren yang paling bagus sejauh ini bahkan dari seluruh smartphone seri Andromax yang pernah dirilis oleh Smartfren. Andromax R2 cepat, stabil serta fitur VoLTE dan desain yang eye catching layaknya smartphone premium.

What's In The Box

1. Smartphone Andromax R2 4G LTE Adavnced
1. Buku Panduan
1. Kartu Garansi
1. SIM Ejector
1. Headphone
1. Charger + Kabel Data
1. SIM Smartfren 4G LTE
1. Paket Bonus Data 2GB + 6GB selama satu minggu

Seperti biasa packaging smartphone Smartfren mengandalkan warna merah menyala. Kotak berwarna merah ini mudah dibuka dan saat membuka akan ditemukan paket seperti di atas. Untuk unboxing Andromax R2 bisa dilihat video berikut ini.



Desain dan Hardware

Andromax R2 seperti generasi sebelumnya berbentuk bar, namun lebih enak digenggam dan dipandang. Secara desain, Andromax R2 merupakan loncatan yang sangat signifikan. Frame logam diselingkar ponsel menambah kesan premium Andromax R2. Saya kira, Smartfren bersama partnernya Hisense sangat serius mendesain  Andromax R2. Hal ini menjadikan Andromax R2 smartphone seri Andromax Terbaik dari segi desain yang pernah dirilis oleh Smartfren.

Desain Andromax R2 ini memakai konsep unibody. Hal ini membuat baterainya tidak bisa dicopot. Untuk memasukkan SIM Card dan SD Card disediakan SIM ejector dalam paket pembelian. Sepengetahuan saya, desain unibody ini merupakan pertama kali di seri Andromax yang dirilis Smartfren.

Saya mengapresiasi pendekatan Smartfren ketika mendesain Andromax R2. Desain R2 yang dirancang Smartfren dan Hisense membuat Andromax R2 smartphone yang stylist, keren dan premium dengan frame logam di bagian pinggir ponsel.

Biasanya setiap seri Andromax, bagian belakang atau back cover selalu bisa dibuka. Untuk Andromax R2 ini tidak bisa dibuka. Dengan back cover berbahan plastik, memang terkadang agak licin. Back cover ini juga mudah tergores atau terkena kesan pemakaian. Oleh karenanya Smartfren sudah melapisinya dengan lapisan plastik tipis.

Dari segi prosesor, Smartfren meningkatkan prosesor Andromax R2 menjadi Snapdragon 415 Octa Core 1.4 GHz Cortex A53 plus GPU Adreno 405 dengan RAM 2GB dan ROM 16GB yang bisa diekspansi dengan micro SD Card up to 32GB. Peningkatan ini sangat signifikan dibandingkan dengan seri Andromax R terdahulu dan menjadikan Andromax R2 ini sangat bagus di segi spesifikasi.

Di sisi baterai, Andromax R2 juga mengalami peningkatan menjadi 2320 mAh. Oleh karena desain Andromax R2 yang unibody, baterainya tidak bisa dicopot.  

Berikut ini foto-foto Andromax R2:

Layar Andromax R2

Speaker grill dan port charging

Volume button dan slot Micro SD Card

Back cover Andromax R2


Port headphone
Slot SIM Crad dan ON/OFF buttom
Kinerja

Seperti apa ekspektasi Anda terhadap sebuah smartphone dengan harga kurang dari dua juta rupiah? Jika ekspekstasi tersebut cukup tinggi, terutama terkait dengan fitur dan kinerja, Anda bisa mengandalkan keduanya kepada Andromax R2 Smartfren.

Dari pengalaman pemakaian, saya menemukan hal yang mengasyikkan kerika menggunakan Andromax R2. Andromax R2 ini sangat mampu digunakan untuk tugas sehari-hari dan menjadi smartphone utama saya sejak awal bulan ini.

Kinerjanya bagus, tidak mengalami lag ketika melakukan multitasking. Saya mengujinya dengan menonton video YouTube berkualitas high definition sekaligus melakukan download APK aplikasi dan terus menggunakan Twitter dan Google Plus. Hasilnya semua tugas tersebut berjalan dengan mulus.

Andromax R2 ini juga saya uji untuk menjalankan berbagai game yang saya sukai seperti Asphalt Nitro, Riptide GP2, Candy Crush dan beberapa game lainnya. Semua game ini berjalan dengan mulus.

Tugas lain adalah tugas keseharian yang saya lakukan, seperti download attachment email dan membukanya di aplikasi doc, pdf dan berbagai kegiatan lain seperti chatting, menonton YouTube, mendengarkan musik, ambil foto dan membaginya ke media sosial, melakukan SMS dan calling di jaringan 4G dan lainnya. Bisa dikatakan semua tugas tersebut berjalan dengan lancar. Hal lain yang saya lakukan dengan Andromax R2 adalah mendengarkan musik. Dengan suara Dolby Digital Plus mendengarkan musik lebih mengasyikkan.

Saya rasa Andromax R2 mengalahkan ekspektasi saya terhadap kemampuan smartphone dengan harga di bawah dua juta rupiah. Smartphone ini cepat, stabil dan mampu memenuhi berbagai tugas secara simultan.

Layarnya yang seluas 5 inchi berkualitas HD 720p sudah sangat cukup untuk menikmati konten video dan browsing internet. Layar ini dilapisi Dragon Trail jadi tidak perlu kahwatir kalau tergores.

Saturday, March 19, 2016

ASUS Transformer T100HA Quad Core Intel x5 Harga Bersaing

ASUS Transformer T100HA
Sejak pertama kali hadir pada tahun 2013 lalu, Transformer T100 telah mendongkrak reputasi ASUS sebagai pemain utama di industri perangkat komputer 2-in-1. Tidak salah jika kemudian ASUS memperbarui lini produk Transformer tersebut di tahun 2016 dengan menghadirkan Transformer T100HA.

Dibanding Transformer T100, ASUS Transformer T100HA  kini dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 Home hadir dengan desain metal yang lebih tipis dengan warna-warna cerah, lebih ringan dan menawarkan daya tahan baterai hingga 12 jam penggunaan. Sebagai informasi, perangkat 2-in-1 Transformer merupakan kombinasi antara notebook 10,1 inci ultra portabel dan ringan, serta tablet super tipis.

Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia mengatakan bahwa Transformer Book T100, ASUS telah memimpin pasar notebook 2-in-1 dari sisi inovasi, desain dan performa produk. Transformer T100HA akan meneruskan reputasi tersebut dengan menawarkan kombinasi unik antara notebook ultra ringan dengan performa tinggi serta tablet yang sangat tipis. Transformasi dari notebook menjadi tablet, kini semakin kuat dan handal karena sudah menggunakan engsel yang kuat dan berbasis magnetik. 


Sejumlah pembaruan besar juga telah dihadirkan ASUS pada Transformer T100HA. Selain kehadiran Windows 10 dengan Cortana, beberapa update lain yang dihadirkan di antaranya adalah penggunaan prosesor quad-core Intel Atom x5 quad-core 64-bit yang bertenaga, serta dukungan USB 3.1 Type C.

Prosesor Intel Atom x5 Z8500 menawarkan performa 2 kali lebih baik dari sisi grafis dibanding sebelumnya. Demikian pula kinerja komputasi lainnya secara umum, misalnya saat bekerja, menjelajah internet, ataupun menikmati konten multimedia. Dukungan RAM hingga 4GB juga memberikan kenyamanan lebih pada pengguna.
ASUS Tranformer T100HA

Sebagai sebuah tablet Windows 10, Transfomer T100HA kini 20 persen lebih tipis. Ketebalannya hanya 8,45 millimeter dan bobotnya juga sudah dipangkas hingga tinggal hanya 580 gram.  Sebagai sebuah laptop, keyboard detachable milik Transformer T100HA juga didesain secara ergonomis agar menghadirkan kenyamanan lebih saat bekerja. Dengan jarak tekan 1,5 milimieter, tombol-tombol pada keyboard dioptimalkan untuk digunakan dalam jangka waktu lama. Touchpad-nya yang responsif juga memiliki ukuran yang sangat lebar di kelasnya.

Tranformer T100HA dihadirkan dalam dua versi RAM. Untuk RAM 2GB 64GB eMMC harganya Rp4.599.000,00, sedangkan untuk RAM 4GB 128GB eMMC harganya Rp6.099.000,00. Berikut ini spesifikasi lengkap Transformer T100HA.


Main Spec.
Transformer T100HA
CPU
Intel Atom x5 Z8500 quad core 64-bit(2MB up to 2.24GHz)
Memory
LPDDR3L 1600 MHz SDRAM 2GB/4GB
Storage
64GB eMMC
128GB eMMC
Display           
10.1" 16:10 WXGA (1280x800)
Graphics
Integrated Intel® HD Graphics
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack
1 x USB 2.0 port(s)
1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)
1 x Micro USB
1 x micro HDMI
Camera
Front 2MP, Rear 5MP
Connectivity
Integrated 802.11 a/b/g/n
Built-in Bluetooth™ V4.0
Audio
Built-in Speakers And Digital Array Microphone
Weight 
Tablet: 0.58Kg
Mobile Dock: 0.46Kg
Dimension
Tablet: 265 x 175 x 8.45 mm (WxDxH)
Mobile Dock: 265 x 173.7 x 10 mm (WxDxH)
Colors
Metal Tin Grey, Silk White, Aqua Blue and Rouge Pink
Battery
30Whrs up to 12 hours
MSRP
Rp4.599.000
Rp6.099.000
Warranty
1 year full global warranty
ASUS Transformer T100HA

Thursday, March 17, 2016

ASUS Rilis VivoBook Pro N552VX, VivoBook Flip TP200, dan VivoBook Flip TP301

Launching notebook ASUS
Dalam ajang ASUS Notebook Unveil (15/5) yang berlangsung di hotel Le Meriedien Jakarta dua hari yang lalu, ASUS merilis tiga notebook andalan mereka di kelas VivoBook. VivoBook merupakan lini produk ASUS yang menekankan kepada portabilitas, jadi notebook ini bisa berfungsi sekaligus sebagai notebook atau tablet.

Tidak tanggung-tanggung, ASUS merilis tiga seri baru di lini VivoBoo, yaitu VivoBook Pro N552VX, VivoBook Flip TP200, dan VivoBook Flip TP301. Bila dilihat dari spesifikasi, tampaknya ASUS menyasar tiga segmen yang berbeda, yaitu kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah yang harganya lebih terjangkau.

ASUS VivoBook Flip TP200

Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia mengatakan ASUS secara resmi menghadirkan notebook flip terbaru bernama VivoBook Flip TP200. ASUS VivoBook Flip TP200 adalah varian termutakhir yang memiliki sejumlah peningkatan dari lini produk notebook flip versi sebelumnya. Salah satunya adalah penggunaan konektor USB Type-C. Sebagaimana generasi sebelumnya, TP200 juga bisa dijadikan notebook biasa atau tablet.

ASUS VivoBook Flip TP200
Penggunaan port konektor USB 3.1 Type-C sangat penting karena mampu membuat desain dari VivoBook Flip TP200 lebih tipis dan elegan. Hal ini dimungkinkan karena desain dan ukuran port USB Tyoe-C sudah mereduksi hingga 67 persen  port USB type A.

Kelebihan lain yang ditawarkan oleh TP200 adalah daya tahan baterai. ASUS TP200SA dirancang menggunakan prosesor quad-core Intel PentiumBraswell N3700 dan disokong dengan RAM DDR3L sebesar 4GB. Kapasitas baterainya adalah 38Whr dan menggunakan baterai jenis Li-Polymer. Untuk mempercepat performa, VivoBook Flip TP200 menggunakan media penyimpanan berbasis SSD yang selain lebih kencang dan hening saat bekerja, juga lebih hemat energi dibanding harddisk konvensional.

Dengan spesifikasi hardware tersebut, laptop ini mampu bertahan hingga 8 jam penggunaan. Kekuatan durasi pemakaiannya tidak hanya terletak pada jenis dan kapasitas baterainya saja, melainkan juga nilai TDP (Thermal Design Power) yang sangat kecil yakni 6 watt yang berarti memiliki konsumsi daya sangat hemat dan tidak mengeluarkan suhu terlalu tinggi

ASUS VivoBook TP200 ini dijual dengan harga Rp6.099.000. Berikut spesifikasi ASUS VivoBook Flip TP200.

Main Spec.
VivoBook Flip TP200SA
CPU
Intel® Quad Core Pentium N3700 (2M Cache, up to 2.4 GHz)
Operating System
DOS
Memory
4GB DDR4 1600 MHz RAM
Storage
128GB SSD
Optic Drive
-
Display
11,6HD (1366 x 768) touch
Graphics
Intel HD
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x USB 2.0 port(s), 1 x USB –C Gen 1 (up tp 5 Gbps) 1, 1 x HDMI
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac or 802.11 b/g/n (WiDi), BT 4.0 support
Audio
Built-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster
Dimension
297 x 201.3 x 18.45 mm (WxDxH)
Battery
38 Whrs Polymer Battery, up to 8 hours
Accessory
-
MSRP
Rp6.099.000
Warranty
1 tahun garansi global

VivoBook Flip TP301

ASUS VivoBook Flip TP301
Pada dasarnya, VivoBook Flip TP301 merupakan peningkatan dari seri TP200. Peningkatan tersebut terlihat pada prosesor Intel yang digunakan, yaitu generasi ke-6 (Core i7-6500U atau Intel Core i5-6200U). TP301 ini memiliki rancangan desain yang inovatif, sehingga dapat bertransformasi ke dalam empat bentuk, yaitu notebook biasa, tablet, dan dalam dua bentuk lain dengan memutarnya hingga 300 derajat, tergantung kebutuhan penggunanya.

Bentuk-bentuk yang ditawarkan TP30 tersebut akan berguna manakala pengguna ingin menggunakan notebook ini menjadi sebuah perangkat yang dapat berdiri (standing display) untuk menampilkan konten multimedia atau lain. Misalnya saat Anda akan menyaksikan film HD secara streaming ataupun yang tersimpan di internal storage-nya yang sebesar 1.000GB.

ASUS VivoBook Flip TP301 memiliki ketebalan hanya 19,9 milimeter. Menyusut dibandingketebalan versi sebelumnya yakni TP300 yang 22 milimeter. Perbaikan dari sisi ketebalan fisik  menjadikan VivoBook Flip TP301 semakin tampil gaya juga trendi ketika dipergunakan dimanapun. Plus penggunaan bahan metal yang membalut bodi notebook ini turut menimbulkan kesan elegan serta prestise tinggi pada perangkat berukuran layar 13,3 inchi tersebut.

Di Indonesia, produk yang memiliki garansi global selama 2 tahun ini ditawarkan senilai Rp10.299.000,00 (Core i5-6200U) hingga Rp12.799.000 (Core i75-6500U). Berikut ini spesifikasi teknis ASUS VivoBook Flip TP301.

Main Spec.
VivoBook Flip TP301UJ
CPU
Intel® Core™ i7-6500U / Intel® Core i5-6200U
Operating System
Windows 10 Home / DOS
Memory
DDR3L 1600MHz 4GB
Storage
1000 GB HDD
Display
13.3” IPS HD (1366x768)
Graphics
NVIDIA® GeForce® GT 920M - 2GB
Input/Output
External cable supports10/100 Mbps Ethernet
Built-in Bluetooth v2.1 + EDR
BT 4.0 support (on WLAN+ BT 4.0 combo card)
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
802.11 a/g/n & 802.11 ac, Bluetooth 4.0
Audio
Built-in B&O ICEpower® audio system
Integrated microphone
Weight 
1.5Kg
Dimension
322.7 x 227.1 x 19.9 mm
Colors
Metallic Pure Black, Icicle Gold
Battery
55W Lithium-polymer up to 10hrs battery life
MSRP
Rp10,299,000 / Rp12,799,000
Warranty
2 years full global warranty


ASUS VivoBook Pro N552VX

Berbeda dengan dua seri VivoBook sebelumnya, ASUS VivoBook Pro N552VX tidak menonjolkan segi portabilitas. ASUS VivoBook Pro N552VX merupakan sebuah notebook multimedia yang memiliki keunggulan utama pada aspek audio dan video. Hadir dengan ukuran layar seluas 15 notebook ini ditunjang dengan sejumlah kemampuan yang luar biasa.

ASUS VivoBook Pro N522VX
ASUS VivoBook Pro N552VX merupakan notebook yang menonjolkan kualitas pada ranah suara. Perangkat ini telah dilengkapi dengan dukungan fitur baik dari sisi hardware ataupun software, untuk menghasilkan keluaran audio yang memukau pendengar. 

Menurut Julian Cen   VivoBook Pro N552VX dipersenjatai dengan teknologi audio terbaik yang dikembangkan ASUS SonicMaster bersama Waves MaxxAudio untuk kualitas suara premium. Kombinasi dua teknologi ini akan memanjakan pengguna saat mendengarkan apapun musik pilihannya, dengan kualitas yang sempurna.

Untuk performa yang luar biasa pada notebook, ASUS menanamkan Graphic  Prosessing Unit (GPU) kelas gaming di ASUS N552VX. Selain itu dipersenjai pula dengan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 950M yang menawarkan performa tinggi, serta dengan video memori ekstra lega, sebesar 4 GB untuk pengolahan grafis 3D resolusi tinggi.

Dari sisi prosesor, notebook ini juga telah dipersejatai dengan prosesor Intel Core generasi ke-6 yakni Core i7-6700HQ. Prosesor ini mampu berpacu pada kecepatan maksimal hingga 3,5GHz. Selain cepat, ia juga memiliki cache memori sebesar 6MB. Dengan ruang penyimpanan data sementara sebesar itu, performa komputasi akan menjadi semakin cepat. 

Dari sisi desain, ASUS N552VX yang memiliki layar 15,6 inchi dengan resolusi Full HD 1920x1080 piksel. Dengan spesifikasi layar tersebut, dapat dipastikan notebook dengan RAM DDR4 sebesar 8GB ini  akan mampu menampilkan kualitas gambar yang baik dan tajam. Layar jenis anti-glare yang digunakan juga akan membuat pengalaman menyaksikan konten di layar menjadi lebih nyaman karena tidak ada pantulan cahaya dari arah belakang pengguna.

Di Indonesia, ASUS VivoBook Pro N552VX ini ditawarkan dengan harga Rp16.299.000. Berikut ini spesifikasi ASUS VivoBook Pro N552VX.

Main Spec.
N552VX
CPU
Intel® Core™ i7-6700HQ (6M cache up to 3,5GHz)
Operating System
Windows® 10 Home
Memory
8GBDDR4 2133 MHz SDRAM
Storage
1000GB 7200RPM HDD
Display
15.6” IPS FHD (1920x1080), 94% NTSC Anti-Glare
Graphics
NVIDIA® GeForce® GTX 950M - 4GB
Input/Output
1 x Headphone-out jack (Audio-in Combo)
1 x Microphone-in/Headphone-out jack
1 x USB 3.1 TYPE C port(s)
3 x USB 3.0 port(s)
1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert
1 x HDMI
1 x mini Display Port
Camera
HD 720p CMOS module
Connectivity
Integrated 802.11 b/g/n or 802.11 ac
10/100/1000/Gigabits Base T
Audio
Built-in 2 Speaker(s) And Microphone
Bang & Olufsen ICEpower®
SonicMaster
ICE Power support
Weight 
2.53Kg
Dimension
383 x 260 x 29.9 mm
Colors
Metallic Gray
Battery
4Cells 3200 mAh
MSRP
Rp16.299.000
Warranty
2 years full global warranty

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...