Thursday, January 28, 2016

Pilih Mana WhatsApp atau Telegram?

Sebenarnya saya agak jarang chatting yang memakan waktu lama dan bicara ini itu yang nggak jelas juntrungannya. Namun demikian saya tetap punya aplikasi chatting, terutama WhatsApp, Telegram dan Hangout. Urutan penulisan tersebut tentu sudah saya sesuaikan dengan popularitas aplikasi, di mana saat ini WhatsApp merupakan aplikasi chatting dengan pengguna hampir 1 miliar orang (atau sudah 1 miliar?), kemudian Telegram yang lumayan terkenal dan Hangout yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun tidak jelas mau diapakan oleh Google.

Ketiga aplikasi chatting tersebut kini memiliki kembarannya, yaitu versi web sehingga chatting menjadi lebih mudah. Namun tentu tak semudah yang dikatakan karena berbagai barrier. Khusus untuk Hangout, sebenarnya versi web sudah lebih dulu dibandingkan Telegram atau WhatsApp. Namun Hangout ini entah mau dibuat jadi apa sama Google. Mungkin Google mengalami hal yang sering dialami Jomblo, yaitu Galau melulu.

Nah tinggal dua pilihan, yaitu WhatsApp Web atau Telegram Web?

Saya dalam dua hari ini berusaha untuk membandingkan keduanya. Namun tentu tidak teknis dan lebih kepada kemudahan dan ramah data. Mohon dilihat juga, saya berencana untuk meninggalkan WhatsApp dalam waktu dekat, saat versi barunya dirilis karena ada sharing datang dengan Facebook. As you know, saya tidak menggunakan Facebook dan tidak mau ada data pribadi saya di sana sehingga meninggalkan WhatsApp dan sepenuhnya beralih ke Telegram adalah pilihan tepat.

Untuk mulai menggunakan aplikasi web, WhatsApp tidak perlu Anda download. Anda hanya perlu mengunjungi halaman INI, lalu kemudian scan QR Code dengan cara membuka aplikasi WhatsApp di smartphone Anda. Sekali QR Code bisa di-scan dan dikenali Anda bisa langsung menggunakannya.

Sementara untuk Telegram web, Anda perlu mendownload aplikasi Telegram Web di SINI atau melalui browser di SINI . Nantinya akan ada kode yang dikirim via SMS lalu masukkan kode tersebut dan Anda bisa langsung menggunakannya.

Dari sisi kemudahan pertama kali menggunakan, saya rasa kedua aplikasi web ini tidak berbeda jauh. Bisa disimpulkan kedua aplikasi ini cukup mudah untuk digunakan pertama kali. Namun demikian ada sebagian orang yang tidak mau ribet dengan melakukan scan QR Code seperti cara WhatsApp web dan lebih memilih identifikasi melalui nomor ponsel seperti Telegram. 

Dari sisi penggunaan, saya rasa ini Telegram lebih intuitif dengan pilihan aplikasi di smartphone tidak perlu koneksi ke internet, sementara di WhatsApp web hal ini tidak bisa. Ini artinya aplikasi WhatsApp Anda di smartphone harus tetap aktif agar bisa menggunakan yang di web. Artinya lagi, WhatsApp web lebih berupa tools lain agar tetap bisa chatting, tetapi tidak boleh meninggalkan/mematikan aplikasi asalnya di smartphone.

Sementara, Telegram karena saya menggunakan aplikasi terpisah yang didownload, tanpa dibuka pun tetap bisa chatting. Ini secara data, Telegram web lebih ramah dibandingkan WhatsApp web. Di WhatsApp web Anda harus tetap terhubung ke jaringan Wifi arau koneksi via smartphone sehingga meskipun Anda tidak menggunakan versi ponsel, paket data Anda tetap berjalan. 

Telegram tampaknya memilih cara yang lebih ramah data atau paket internet. Ketika Anda ingin chatting, tetapi kuota internet menipis di akhir masa pemakaian, Anda tetap bisa chatting dengan Telegram web. Ini sebuah keuntungan yang sangat signifikan bila Anda menggunakan Telegram web.

Secara tampilan versi web, baik WhatsApp maupun Telegram tidak berbeda jauh dengan versi smartphone sehingga hal ini bisa diabaikan.

Tampilan Telegram Web
Hal yang perlu Anda pikirkan sebelum beralih setelah adanya sharing data antara WhatsApp dengan Facebook adalah apakah mereka yang chatting dengan Anda, baik perorangan atau grup bisa juga beralih ke aplikasi lain seperti Telegram. Saya sendiri harus mengakui karena pekerjaan, saya banyak terhubung melalui WhatsApp dibandingkan dengan Telegram dan sepertinya agak sulit untuk meninggalkan WhatsApp begitu saja. 

Namun jika dilihat keunggulan Telegram di sisi data, saya rasa saya ingin berpindah ke Telegram. Mungkin nanti minta permisi dulu ke berbagai grup yang saya ikuti dan memberikan kabar kepada klien soal tidak lagi menggunakan WhatsApp. 

Nah Anda pilih mana?

Tuesday, January 26, 2016

ASUS Zenfone Laser ZE500KL, Smartphone 4G LTE Premium Harga Murah

Kecenderungan pengguna smartphone Indonesia menyukai smartphone dengan harga yang bersahabat, tetapi fiturnya bagus. Hal ini memaksa vendor untuk memutar otak untuk memadukan fitur yang bagus dengan harga yang tidak mahal. Untuk vendor sekelas ASUS mereka melahirkan ASUS Zenfone Laser ZE500KL, smartphone dengan layar HD 720p yang sangat bagus secara fitur, tetapi dengan harga murah.

Dalam beberapa hari terakhir, saya menggunakan Zenfone Laser ZE500KL sebagai smartphone utama untuk berbagai kegiatan sehari-hari. Artikel berikut merupakan pengalaman hands on selama beberapa hari tersebut.







Spesifikasi

Model
ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 410 quad core 64-bit 1,2GHz
GPU
Adreno 306 400MHz
RAM
2GB RAM
Storage
16GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super FastWi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuksinyallebihbaik
4G LTE Cat4 Download speed hingga 150Mbps
LTE band 1 (2100), 2 (1900), 3 (1800), 5 (850), 7 (2600), 8 (900), dan 20 (800) MHz
SIM Card
Dual Micro-SIM Support
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
5 inci super bright IPS HD 720x1280 with 178’ wide view angle, 294 ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology
Super Scratch Corning Gorilla Glass 4
Ultra sensitive touch panel with glove touch support, ASUS ZenMotion support Touch and Motion gesture (termasuk tap-tap untukmembukadanmenguncilayar)
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps
Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 2070 mAh
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus dengan waktu fokus kurang dari 0.03detik. Diafragma besar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untuk foto dan video lebih terang hingga 400%
Front Camera
5 Megapixel Autofokus dengan diafragma besar f/2.0, selfie panorama up to 140’
Sensor
Accelerometer/Ambient Light/Proximity/E-Compass/Hall Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih dan bass lebih dalam dengan 5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 dengan lebih dari 1000+ peningkatan fitur (What’s next, PC Link, Share Link, Quick Access, ASUS Splendid, dll)
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, Supernote
BBM &Whatsapp Ready
Dimension
143,7x71,5x(10,5~3,5) mm
Weight
145g
Warna
Pure Black, Glamour Red, Ceramic White, Hairline Gold, Hairline Silver
Price
Rp2.099.000

ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini secara spesifikasi menurut saya sangat bagus bila dibandingkan dengan berbagai merek lain. Dengan kamera belakang 13 megapiksel dengan laser focus menjadikan smartphone sangat cepat untuk menemukan fokus foto. Selain itu, teknologi layarnya juga sangat  bagus dengan adanya  ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology. 

Bila kita lihat RAM-nya juga sudah standar di 2GB dan ROM 16GB yang bisa diekspansi hingga 128GB. Tambahan lain yang cukup menarik adalah gratis penyimpanan cloud Google Drive 100GB selama dua tahun untuk setiap pembelian ASUS Zenfone Laser ZE500KL. 

Secara spesifikasi di atas, kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel merupakan kelebihan yang patut dipertimbangkan calon pembeli. Apalagi bila dilihat lebih jauh, terutama kamera belakang memiliki banyak sekali fitur, misalnya Manual, Auto, HDR, Deep Field, Low Light dan banyak lagi. Fitur-fitur kamera ini sangat berguna bagi pengguna yang ingin menghasilkan foto bagus dari smartphone. Tambahan lagi ASUS Zenfone Laser ZE500KG ini sudah memiliki koneksi 4G LTE untuk berbagai band. Jadi bisa kompatibel dengan berbagai operator 4G LTE di Indonesia.

Secara hardware, ASUS membenamkan prosesor Qualcomm Snapdragon 410 quad core 1,2 GHz 64 bit di ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL ini plus GPU Adreno 306. Pilihan ini adalah pilihan mainstream, di mana sangat banyak vendor yang menggunakan prosesor serupa sehingga Zenfone Laser ZE500KL ini tidak tertinggal dibandingkan dengan vendor lain.

Berikut ini foto-foto Unboxing ASUS Zenfone Laser ZE500KL:





Putih Zenfone Laser ZE500KL(4G LTE)
Merah Zendone Laser ZE500KG (3G)






Perlu diingat, jika Anda memiliki ASUS Zenfone Laser ZE500KG (3G) sebelumnya, bentuk dan desain ASUS Zenfone Laser ZE500KL (4G) sangat identik dengan Zenfone Laser ZE500KG (3G) tersebut. Jadi secara desain tidak ada yang berbeda. Perbedaan terletak pada koneksi 4G LTE dan ukuran megapiksel kamera, di mana ASUS Zenfone Laser ZE500KL memiliki koneksi 4G LTE dan kamera 13 megapiksel.

Hands On

Seperti biasa hands on ditujukan untuk melihat impresi awal dari sebuah smartphone baru. Selama pemakaian beberapa hari, ASUS Zenfone ZE500KL ini menunjukkan kapabilitasnya sebagai smartphone yang sangat layak dibeli. Ada beberapa alasan untuk hal tersebut.

Pertama, meskipun ber-body plastik, namun desainnya sangat bagus dan bisa dikatakan premium dengan bagian belakang melengkung mengikuti kontur telapak tangan. Hal ini membuat Zenfone Laser ZE500KL sangat enak digenggam. Desain ini juga telah memenangkan award, yaitu IF Award 2015. Selain itu, built quality Zenfone Laser ZE500KL ini sangat baik, seperti smartphone ASUS lainnya. Smartphone tidak terlihat rapuh atau terlalu mudah untuk jatuh dari tangan.

Kedua No Lag. Sejauh saya menggunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti bermedia sosial dan mengambil foto dan bermain game Asphalt Nitro tidak ditemukan lag meskipun terkoneksi ke internet dan membuka aplikasi lain. 

Ketiga kemampuan kamera yang jauh meningkat dibandingkan Zenfone Laser ZE500KG. Kamera belakang 13 megapiksel dengan laser focus sangat cepat menemukan fokus dan saya bisa mengabadikan momen lebih cepat.

Hal lain yang saya rasakan selama pemakaian beberapa hari adalah beberapa fitur yang dibawa oleh ZenUI 2.0 seperti auto start manager yang bisa dimanfaatkan untuk menghemat pemakaian baterai. Untuk layar dengan kualitas HD 720p tentu saja tidak mencolok, tetapi teknologi ASUS TruVivid mampu memaksimalkan layar sehingga terlihat bagus. Tambahan fitur Gorilla Glass 4 untuk melapisi layar membuat layar Zenfone Laser ZE500KG ini tahan goresan dan merupakan nilai plus yang lain.

Sejauh ini saya belum menggunakan koneksi 4G, masih menggunakan WiFi dengan pemakaian lebih ditujukan ke media sosial dan mengambil beberapa foto sehingga baterai bisa bertahan dalam 24 jam. Hal ini akan sangat berbeda nantinya jika pemakaian lebih ekstensif dan menggunakan koneksi 4G LTE.

Untuk foto, sebagaimana sering saya katakan di artikel yang lain di blog bahwa saya sangat menyukai fitur Deep Field di kamera ASUS. Fitur ini membuat saya bisa belajar mengambil foto dari jarak dekat dengan baik yang menurut opini saya cukup baik. Hal yang sama saya rasakan di ASUS Zenfone Laser ZE500KL. Berikut ini merupakan contoh foto yang saya ambil dengan menggunakan ASUS Zenfone Laser ZE500KL.






Kesimpulan

Bagi pengguna yang ingin merasakan smartphone dengan koneksi 4G LTE yang ramah di dompet, ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini sangat layak untuk dibeli. Fitur yang diberikan ASUS di Zenfone Laser ZE500KL ini sangat baik, sedangkan harganya hanya Rp2.099.000. Bagi pengguna yang tidak ingin smartphone dengan layar terlalu lebar, Zenfone Laser ZE500KL ini juga bisa dipertimbangkan karena layarnya hanya 5 inchi. 

Friday, January 22, 2016

ASUS ZenPad 8.0 Z380KL Tablet 8 Inchi Untuk Hiburan Multimedia

ZenPad 8.0 Z380KL
ASUS punya sejarah yang bagus di tablet. Sedikit ke belakang, tablet Nexus pertama Google merupakan buatan ASUS. Demikian juga dengan generasi kedua tablet Nexus yang berukuran 7 inchi sehingga tidak mengherankan jika ASUS cukup fokus menghasilkan tablet yang bagus, salah satunya adalah ZenPad 8.0 Z380KL, tablet 8 inchi yang ditujukan untuk hiburan multimedia.

ASUS ZenPad 8.0 Z380KL diperkenalkan menjelang penghujung tahun 2015. ASUS ZenPad 8 Z380KL muncul sebagai varian baru yang menawarkan berbagai fungsi dan hadir dengan desain revolusioner yang lebih intuitif. Konsep yang hadir kali ini tak sekedar menyajikan tablet dengan kinerja lebih baik, namun juga memberikan fleksibilitas fungsi dan gaya melalui desain back cover yang bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan.

Kehadiran ASUS ZenPad 8.0 menyempurnakan generasi tablet ASUS terdahulu yang tetap membawa berbagai kelebihan. Kini ASUS ZenPad 8.0 tampil lebih mempesona dan juga lebih bertenaga dengan spesifikasi dan fitur yang mendukung teknologi terdepan. Selain terfokus untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, ASUS ZenPad 8.0 juga menyediakan sarana hiburan  yang belum pernah disajikan produk sekelasnya.

Spesifikasi

Asus ZenPad 8.0 Z380KL memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Brand
ASUS
Model Name
Zenpad 8.0 Z380KL
Operation System
Android TM 5.0 Lollipop
Display
8-inch IPS HD Panel wih ASUS Tru2Life Technology WXGA(1280x800), 216 Pixel per inch. ASUS TruVivid Full lamination technology IPS with 178 degree wide view angle Super Anti-Scratch Corning® Gorilla® Glass. 10 finger multi-touch, Anti-finger Coating, 76,5% screen to body ratio. Zen Motion support Touch Gesutre
CPU
Qualcomm MSM8929 Snapdragon 615 Octa-Core Processor  1,3GHz
64-bit, support 3D graphic
Graphics
Adreno 405
Memory
32-Bit Single channel LPDDR33GB RAM
Storage
32GB+ 16GB of ASUS WebStorage(5 GB for life+ 11GB for the 1st year)
Connectivity
WiFi 802.11 b/g/n - Bluetooth 4.0 with A2DP, aptX - Wi-Fi Direct - Support Miracast
Network Standard
4G-LTE: 2100 (1) / 1900 (2) / 1800 (3) / 850 (5) / 2600 (7) / 900 (8) / 800 (2)
3G-WCDMA : 900/2100/850/1900
2G : EDGE/GSM:850/900/1800/1900
Camera
Rear Camera : 8MP,Auto-Focus, F2.0, PixelMaster Camera for brighter photo and video up to 400% with low light mode, Zero Shutter Lag(rear),720p@30fps video recording, IR filter, Beautification, Panorama, HDR
Front Camera
Front Camera: 2MP with 140-degree wide-angle selfies and beautification mode
Audio
1 x Front Speaker  with DTS HD Premium Sound  MP3, AAC, AAC+, 3AAC+, MIDI, WAV, FLAC, DTS
Interface
1x MicroUSB 2.0 wiith USB host support. 1x2-in-1 Audio Jack (Headphone/Mic-in). MicroSD card support up to 128GB SDXC, Single Micro SIM
Battery
10,5 hours battery life. 15,2Wh, 4000 mAh.  Li-polymer battery
Navigation
GPS/A-GPS/GLONASS
Sensor
Accelerometer/G-sensor/E-compass/Light Sensor/Hall Sensor/Proximity Sensor
Colors
Premium embossed leather patterns                                                                                                     Leather Black, Pearl White, Aurora Metallic
Dimension
209(W) x 123 (L) x 8,5(H) mm
Weight
350 g
User Interface
ASUS ZenUI 2.0 with over 1000+ software enhancement
(What's Next, ZenLink, Kids Mode, ASUS Splendid, etc
Video
Playback :1080p@30fps, Format : MP4, M4V, 3GP, 3G2, AVI, MKV, WEBM

Dari spesifikasi tersebut terlihat bahwa ASUS ZenPad 8.0 Z830KL memiliki spesifikasi yang sangat baik. RAM yang diberikan cukup besar dan jarang ada di tablet yang lain sekelasnya, yaitu 3GB plus ROM atau memori internal yang besar, yaitu 32GB. Selain itu kamera belakang juga sangat bagus dengan kekuatan 8 megapiksel serta kamera depan sebesar 2 megapiksel. 

Desain 

Bila kita lihat, ASUS ZenPad 8.0 Z380KL ini memiliki aspect ratio 4:5 yang membuatnya terlihat layaknya desain iPad. Saya rasa aspect ratio 4:5 ini sangat cocok untuk hiburan multimedia karena layar tablet terlihat seperti kotak yang enak dilihat.

Untuk memenangi persaingan dengan begitu banyak kompetitor, ASUS merancang ZenPad 8.0 Z380KL dengan cita rasa yang berbeda. Kesan menarik yang pertama dihadirkan adalah melalui finishing back cover dengan kontur ala kulit yang memberikan kesan mewah dan juga enak saat digenggam. Pendekatan desain inilah yang dilakukan ASUS pada tablet ZenPad 8.0 Z380KL sehingga membawa tablet akan tampak sebagai kebiasaan membawa dompet atau tas jinjing dan terlihat tetap bergaya.

Daya tarik lain yang ditampilkan dalam desain ZenPad 8.0 Z380 adalah potongan sudut tablet yang membulat dan sangat nyaman digenggam dengan ketebalan hanya 8,5mm. Meski bukan yang paling tipis namun bentuk ini sudah sangat ergonomis untuk kemudahan saat dipakai dan juga mudah diselipkan dalam tas. Desainer ASUS juga memasangkan frame metal disepanjang pinggiran tablet.
Sisi tumpul ergonomis

Frame metal tersebut menggunakan sistem pelapisan dengan teknologi Non-Conductive Vacuum Metallization (NCVM). Hasilnya, tablet terlihat mewah,bergaya, sekaligus juga menampakkan kesan kokoh. Frame ini juga membantu bagian tepi layar menahan tekanan dari tangan atau benda lain kala dimasukkan dalam tas.

Untuk diingat ASUS ingin menampilkan filosofi desain ZEN yang mengkombinasikan harmonisasi keindahan bentuk dan fungsi penting dari sebuah produk serta kekuatan fisik. Karakter ZEN di ZenPad 8.0 Z380KL  akan terlihat dari garis yang bersih, desain yang unik, serta kontur elegan yang membuatnya berbeda dibanding produk lainnya. 

Dari sisi cover belakang, ASUS menghadirkan cover yang bisa diganti-ganti di ZenPad 8.0 Z380KL. Umumnya tablet hadir dengan bentuk unibody yang sehingga back cover tidak bisa dilepas-pasang. ZenPad 8.0 Z380KL  terbilang unik di mana back cover bisa dilepas-pasang dengan berbagai casing fungsional sesuai kebutuhan penggunanya.  ASUS sengaja menghadirkan konsep yang berbeda agar pengguna ZenPad 8.0 Z380KL mendapatkan sesuatu yang baru dan tidak banyak ditawarkan oleh tablet umumnya. Pergantian back cover ini meliputi beberapa model yakni Zen Clucth, Zen Case, Power Case, dan Audio Cover.

Zen Clucth merupakan cover dengan material kulit yang memberi kesan premium yang juga memunculkan desain lipatan layaknya sebuah agenda atau dompet tangan. Desain cover lipat ini juga memudahkan penggunaan tablet kala difungsikan untuk mengetik atau nonton film.
Zen Clutch

Zen Case merupakan  pilihan cover punggung dalam 5 warna atraktif yang bisa dilepas-pasang. Cover seperti ini menjadikan tablet seperti halnya smartphone yang lebih sering berganti back cover sehingga penampilannya lebih segar.

Zen Case

Power Case (CB81) merupakan cover yang juga berupa baterai tambahan kapasitas 4330mAh sehingga memperpanjang masa pakai tablet mencapai 16 jam alias meningkat 175%. Bisa dibilang, ASUS Power Case ini layaknya sebuah powerbank. Kerennya, Power Case bisa terintegrasi ke tablet melalui mekanisme back cover sehingga tetap terlihat sebagai sebuah kesatuan tablet, bukan seperti tablet yang terhubung dengan power bank.

Zen Power Case

 Hardware

Untuk menjalani setiap aktivitas komputasi mobile, ASUS ZenPad 8.0 Z380KL dibekali prosesor Qualcomm 1,3GHz yang memiliki 8 inti (quad-core) 64-bitSelain prosesor utama yang kencang, ZenPad 8.0 Z380KL juga mengusung RAM 3GB untuk memuluskan berbagai tugas komputasi dan juga multi-tasking atau menjalankan banyak apliksi secara bersamaan. 

RAM yang cukup besar ini akan sangat membantu kinerja sistem secara keseluruhan dan pengguna akan dapat merasakan peningkatan proses yang jauh lebih baik dibandingkan gadget dengan RAM 1GB ataupun 2GB. Guna mendukung penggunaan beragam aplikasi pun disertakan pula ruang memori internal 32GB, jumlah yang ideal untuk sistem Android baru, penguna pun bisa lebih leluasa meng-install bermacam aplikasi tanpa perlu cemas kehabisan ruang simpan. Kalaupun masih butuh storage, pengguna bisa menambahkan kartu memori microSD hingga kapasitas 128GB pada tablet ini.

Tidak lupa, ASUS memberikan baterai 4000 mAh untuk menopang kinerja ZenPad 8.0 Z380 ini. Dengan baterai sebesar ini ZenPad dapat digunakan seharian.

Thursday, January 21, 2016

Surface Phone? Are Kidding Me Microsoft?

Surface Phone?
Rumor terus berkeliaran dalam beberapa hari terakhir terkait akan lahirnya versi baru dari smartphone Microsoft setelah masa brand Lumia Nokia usai. Sejak Nokia membakar Symbian dan beralih ke Windows Phone secara total, hampir bisa dipastikan tidak ada smartphone mereka yang laku. Laku dalam hal ini bisa didefinisikan terjual sebanyak vendor lain menjual handset mereka. Ini pengalaman pahit sebab dulu apapun ponsel yang dibuat Nokia bisa dikatakan laku seperti kacang goreng.

Nokia yang sekarat dan satu-satunya vendor yang mendukung penuh Windows Phone tentu perlu diselamatkan. Hal inilah yang dilakukan oleh Microsoft dengan membeli divisi ponsel Nokia lebih dari 7 miliar dollar. Namun seperti yang pernah dialami Nokia, Microsoft yang kini menjadi perusahaan hardware dan punya kendali penuh terhadap hardware dan software smartphone Lumia juga tidak beruntung. Penguasaan pasar windows juga tidak membaik, terakhir malah jauh turun.

Namun tentu Microsoft terus berusaha. Mereka punya sukses kecil di tablet dengan brand Surface meskipun sukses tersebut sebenarnya belum  bisa dibandingkan dengan iPad. Brand Surface inilah (yang menurut perkiraan Microsoft bisa lebih menarik) yang akan dijadikan brand baru untuk smartphone setelah masa Lumia (Nokia) berakhir.

Namun demikian, sepertinya Microsoft salah melihat apa sebenarnya yang menjadi permasalahan sehingga tak banyak orang yang membeli Lumia dan bahkan nanti Surface Phone jika sudah dirilis.

Dari zaman Lumia pertama kali hadir, Nokia yang terbiasa dengan hardware yang bagus menghadirkan hardware yang bisa dikatakan setara bahkan mungkin lebih baik dari beberapa vendor Android. Hardware atau pun brand sebenarnya bukan masalah yang menggerogoti Nokia kemudian Microsoft.

Masalah pelik Microsoft adalah masalah software sehingga ketika mereka membuat smartphone bagus dengan hardware bagus seperti di seri Lumia, ponsel mereka tersebut menjadi tidak menarik karena salah fokus. Artinya Microsoft menawarkan hardware bagus dan mungkin juga harga yang bisa bersaing (tetapi sering Lumia juga cukup mahal) padahal bukan itu masalah yang harus mereka selesaikan. 
Lumia has never had a hardware deficiency; the problems have always been the software. People want to buy phones that can do things that their friends’ phones can do. And when Lumia can’t do Snapchat (officially), has limited functionality in Instagram (still in beta), apps don’t that get updated, apps that take 2-3 years to make it over from iOS (if ever)
Dan apapun nantinya nama smartphone terbaru Microsoft, entah itu Surface, Scarface atau FaceSurf, selagi gap di sisi software tidak teratasi tak akan banyak berpengaruh terhadap kemajuan pangsa pasar windows di mobile.

Lalu Surface nanti akan memberikan solusi software bagi Microsoft? Continuum jelas-jelas menarik. Namun apakah orang akan selalu pakai Continuum?  

Eli Fennel dalam update-nya di Google Plus juga menekankan hal ini. Apapunlah nantinya ponsel terbaru Microsoft mereka kembali terancam gagal seperti  Nokia. 

Microsoft is probably planning a Surface Phone. It will probably have great hardware. It will probably have a beautiful, premium design. It will probably be surprisingly affordable despite this. 
In the end, though, it probably won't change anything for Microsoft's mobile efforts. It won't fundamentally solve the app gap problem. Nokia slogged away for years with surprisingly affordable phones, with great hardware and design, and the powerful Lumia brand. They still failed 
No market share means no apps, which mean no sales and thus no market share growth, in a vicious cycle with no end in sight. This is the reason multiple players with significant market share don't tend to emerge in two-horse markets, as smartphones are fast becoming.

Selular Award 2017 : ZenFone 3 Deluxe Smartphone Terbaik

Aliudin Sute d ja (National Sales Manager ASUS) menerima penghargaan Selular Award 2017 ASUS berhasil menempatkan dua smartphone mereka...