Saturday, November 28, 2015

Ketika Start Up Membakar Uang Kas Investor

Tidak diragukan lagi, dunia start up tengah populer di Indonesia, terutama yang terkait dengan pemanfaatan teknologi mobile internet. Banyak sekali start up yang tumbuh, layaknya cendawan di musim penghujan, padahal 8 bulan terakhir Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang.

Demam start up, tentu saja mengikuti arus yang sama yang sebenarnya sudah cukup lama terjadi di Silicon Valley, AS. Google misalnya merupakan sebuah start up di kala memasuki bisnis mesin pencari di tahun 1998. Demikian juga ikon internet terdahulu, Yahoo yang kini tengah dilanda kesulitan. Di sekitar tahun sebelum muncul Facebook, ada Friendster, MySpace dan kemudian Facebook, Twitter, dan masih banyak lainnya. 

Di Indonesia ada sebuah start up fenomenal, yaitu GoJek yang sudah merambah ke berbagai sektor bisnis dengan andalah di sektor ojek online. Memanfaatkan kondisi kota Jakarta yang macet, pendirinya mendirikan sebuah perusahaan ojek online yang berbasis teknologi internet/smartphone. Pengguna tinggal menggunakan aplikasi untuk melakukan permintaan jasa ojek. Suka atau tak suka, start up ini sudah sedemikian berkembang saat ini, terutama jika dilihat bisnis yang mereka lakukan dan driver yang terus bertambah.

Start up Gojek juga mendisrupsi pasar ojek yang selama ini dikuasai oleh ojek pangkalan dengan tarif tidak bersahabat. Dengan GoJek, bukan hanya penumpang yang untung, tetapi juga driver yang bisa memiliki penghasilan yang sangat banyak berkat kebijakan yang menguntungkan.

GoJek beroperasi atas dasar ekonomi subsidi. Logikanya seperti ini. Untuk bisa memperoleh banyak penumpang, GoJek akan melakukan perang tarif. Perang tarif merupakan cara efektik untuk menyingkirkan ojek pangkalan sehingga penumpang akan beralih ke GoJek. Driver akan tetap dapat penghasilan yang sama dan mungkin lebih besar daripada ojek pangkalan, tetapi penumpang membayar dengan harga promosi yang sangat panjang. Harganya memang tidak masuk di akal, misalnya cuma 10.000 ke semua tujuan kurang dari 25 km. 

Rp10.000 tentu saja tidak cukup untuk membayar driver plus pendapatan untuk GoJek. GoJek menyiasatinya dengan membakar kas yang berasal dari investor yang tertarik dengan hype publik terhadap GoJek. Istilahnya, GoJek menjual prospek mereka ke investor dengan berbagai logika dan kemajuan yang telah mereka peroleh. Investor tertarik untuk beli saham GoJek, uang mengalir dari investor, GoJek beroperasi, driver dapat penghasilan dan seterusnya.

Perlu juga diketahui, pada awalnya, demi mencari driver yang banyak, GoJek akan memberikan penawaran yang sangat menarik bagi calon driver, misalnya pembagian pendapatan per tujuan. Contohlah, dari Hotel Indonesia ke UKI Cawang, tarif normal mungkin sekitar Rp25.000,00. Saya menebak, awalnya sekitar 60% dari tarif normal tersebut akan diperoleh oleh driver dan sisanya untuk GoJek. Namun seiring majunya GoJek dan makin banyaknya calon driver, GoJek akan merevisi ketetapan tersebut dengan membaliknya menjadi 60% untuk GoJek (dengan alasan merugi) dan selebihnya untuk driver.

Hal ini tentu nantinya akan menimbulkan gejolak di kalangan driver. Namun, pada dasarnya driver tidak bisa melakukan apapun, selain menerima ketetapan tersebut sebab prospek dan hype GoJek lebih tinggi dari harapan mereka akan persentase pembagian pendapatan.

Seiring waktu, layanan GoJek ini akan semakin diminati masyarakat karena lebih murah secara tarif karena terus-menerus disubsidi. Namun pertanyaannya, sampai kapan terus disubsidi?

Pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah konsumen sudah terbiasa dengan tarif subsidi. Jika mereka harus bayar dengan harga yang sama dengan ojek pangkalan, GoJek tidak lagi menarik. Kedua, GoJek bukan satu-satunya pemain ojek online. Jika tarif mereka naik, bandul akan bergeser ke pemain lain yang lebih kuat permodalannya atau disokong modal yang lebih baik dan terus-menerus memberikan subsidi. Ketiga, GoJek jika harus menaikkan tarif, nilai disruptifnya akan jauh berkurang sehingga hype-nya akan turun sehingga di mata publik tidak lagi menarik dan ujungnya investor akan tidak mau lagi menyediakan uang untuk dibakar.

GoJek tentu bukan tidak berusaha menyiasati tarif ini. Salah satu cara mencari peruntungan di bisnis lain sehingga hype terhadap GoJek tetap tinggi. Misalnya jasa pengantaran makanan atau GoFood. Penganekaragaman bisnis ini adalah salah satu cara untuk tetap bisa memberikan tarif subsidi sampai pada suatu batas di mana GoJek bisa percaya diri untuk memberlakukan tarif yang sesuai pasar yang entah kapan itu terjadi.

Sementara di sisi lain, GoJek dipandang sebagai lawan ojek pangkalan yang selama ini menikmati rente ekonomi yang tidak bisa diatur pemerintah secara jelas. Ini membuat posisi mereka di mata pembuat aturan tidak begitu bagus, meskipun ojek pangkalan juga sama tidak jelas aturannya. Hal ini tentu sebuah posisi yang sulit sehingga GoJek harus bisa melakukan tarik ulur dan mendekati penguasa dengan people power yang selama ini merasakan manfaat GoJek.

Hal yang dialami GoJek adalah jamak dialami oleh start up pada umumnya. The Economist pernah mengkritik cara-cara start up ini di sebuah artikel terkait dengan sebuah start up yang didirikan oleh Elizabeth Holmes, yaitu Theranos.

Theranos sudah termasuk ke dalam Unicorn karena sudah dinilai lebih dari 1 miliar dollar AS. Theranos adalah start up yang mencoba mendisrup pasar blood test di Amerika Serikat yang nilai pasarnya sekitar 75 miliar dollar setahun. Theranos menjajikan teknologi yang memungkinkan konsumen membayar lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada sekarang. Namun, demikian pasar kesehatan adalah pasar yang sangat ketat aturannya di AS sehingga Theranos tidak bisa leluasa dan fisibilitas teknologi mereka diragukan.

Hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Theranos untuk populer. Bahkan pendirinya, self entrepreneur, Elizabeth Holmes digelari The Next Steve Jobs berkat teknologi yang ia janjikan. 

The Economist menulis:
Today there are 142 unicorns, more than three times as many as in 2013. Many of them are growing quickly. But in terms of reaching profitability, they are often far behind the stock market-listed competitors they are seeking to displace, and thus are burning through cash. Theranos, for example, is not believed to have any significant revenues or profits, yet it is valued about as highly as Quest Diagnostics, a listed laboratory company, which last year achieved $7.4 billion in revenues and nearly $600m in net profits.
Kata kunci yang bisa kita ambil adalah Burning through Cash alias membakar uang yang berasal dari para investor yang tertarik dengan hype publik terhadap start up. Kini, daripada sulit mencari pendapatan langsung, start up lebih condong memasarkan diri mereka ke investor yang tertarik dengan hype publik terhadap mereka. Hype start up terus-menerus diperbesar, teknologi mereka digembar-gemborkan, publik diminta untuk membela mereka untuk memperlihatkan ke investor start up memiliki prospek yang sangat cerah. Start up akahirnya terjebak menjual hype daripada layanan. Istilahnya mana tahu ada perusahan yang established mau membeli teknologi yang mereka tawarkan dan sesungguhnyalah hal ini menjadi tujuan utama start up saat ini.

Ini sepertinya tidak akan kita temukan beberapa tahun yang lalu, terutama ketika mendirikan perusahaan bukanlah ditujukan untuk dijual melainkan untuk dikelola dengan baik. 

Hal yang sama bisa kita lihat pada Uber, taksi swasta yang berusaha mendisrup pasar "taksi" yang sudah sekian lama dikuasai oleh pemain lama. Uber hadir menawarkan mobil pribadi yang dirawat dengan baik oleh pemilik sekaligus sopirnya. Sampai sekarangpun, setelah beroperasi sekian lama, Uber tetap tak pernah bisa untung dan terus membakar uang dari investor meskipun dinilai memiliki nilai pasar 51 miliar dollar pada Agustus yang lalu. Berbagai kendala hukum setempat memaksa Uber untuk keluar (misalnya di Jerman) dan aturan plat kuning memaksa Uber harus kucing-kucingan dengan polisi di Jakarta. 

Selalu dari sisi pengguna (dan mungkin driver) start up seperti GoJek atau Uber sangat menguntungkan. Baik itu Uber atau GoJek, start up memberikan alternatif angkutan yang murah dan nyaman seperti yang banyak dicitakan pengguna selama ini sehingga hype publik terhadap mereka sangat tinggi. Sayangnya, publik tak mau membayar mahal atau terbiasa diberikan tarif murah sehingga meskipun tertolong, mereka tetap tak mau membayar lebih banyak demi kenyamanan yang lebih baik.

Ini akan memaksa start up untuk terus membakar uang kas mereka sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Mereka akan terus-menerus diinjeksi oleh investor, sampai suatu waktu investor lelah karena tidak lagi bisa melihat prospek yang bagus dari start up tersebut yang akan berakibat gagalnya start up.

Tuesday, November 24, 2015

Review: Zenfone 2 Laser (ZE500KG), Smartphone Pilihan Harga 2 Jutaan

Zenfone 2 Laser
Menuju penghujung tahun 2015, di saat vendor lain tidak begitu aktif merilis smartphone baru, ASUS menggebrak pasar dengan merilis beberapa varian dari Zenfone 2 mereka yang sukses. Salah satu produk yang dirilis adalah Zenfone 2 Laser 5 inchi (ZE500KG) dengan harga yang sangat menarik untuk pengguna yang dibatasi oleh budget.

Review berikut ini merupakan hasil dari pemakaian saya selama beberapa hari terakhir menggunakan Zenfone 2 Laser (ZE500KG). 




What's in The Box

1. Zenfone 2 Laser 5 Inchi (ZE500KG)
1. Buku Panduan
1. Kartu Garansi
1. Charger
1. Kabel data/charger

Spesifikasi dan Harga

Model
ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG
CPU
Qualcomm Snapdragon 410 quad core 64-bit 1,2GHz
GPU
Adreno 306 400MHz
RAM
2GB RAM
Storage
16GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super FastWi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuksinyallebihbaik
3G

SIM Card
Dual Micro-SIM Support
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
5 inci super bright IPS HD 720x1280 with 178’ wide view angle, 294 ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology
Super Scratch Corning Gorilla Glass 4
Ultra sensitive touch panel with glove touch support, ASUS ZenMotion support Touch and Motion gesture (termasuk tap-tap untukmembukadanmenguncilayar)
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps
Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 2070 mAh
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus denganwaktufokuskurangdari 0.03detik. Diafragmabesar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untukfotodan video lebihteranghingga 400%
Front Camera
5 Megapixel Autofokusdengandiafragmabesar f/2.0, selfie panorama up to 140’
Sensor
Accelerometer/Ambient Light/Proximity/E-Compass/Hall Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMasteruntuksuaralebihjernihdan bass lebihdalamdengan5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 denganlebihdari 1000+ peningkatanfitur(What’s next, PC Link, Share Link, Quick Access, ASUS Splendid, dll)
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, Supernote
BBM &Whatsapp Ready
Dimension
143,7x71,5x(10,5~3,5) mm
Weight
145g
Warna
Pure Black, Glamour Red, Ceramic White, Hairline Gold, Hairline Silver




Dari spesifikasi dan harga di atas, terlihat jelas Zenfone 2 Laser (ZE500KG) ditujukan bagi pengguna kelas menengah bawah yang ingin merasakan sebuah smartphone yang dirancang dengan sangat baik.  

Dari spesifikasi layar ASUS juga memberikan Gorilla Glass 4 untuk perlindungan. Ini sebuah keunggulan lagi karena dengan harga terjangkau tidak banyak vendor smartphone yang mau memberikan hal yang sama.

Dari segi spesifikasi dan harga ini, saya rasa ASUS memberikan hal yang terbaik untuk konsumen karena Zenfone 2 Laser (ZE500KG) memberikan nilai lebih di atas pesaing mereka.

Desain dan Hardware

Secara desain Zenfone 2 Laser (ZE500KG) ini dirancang dengan benchmark ke ASUS Zenfone 2 yang sudah terlebih dahulu sukses di pasar. Desainnya mempertimbangkan sisi ergonomis dengan bagian belakang melengkung sehingga smartphone sangat enak digenggam. Sudut-sudut lengkungnya enak dipandang dan tipis. Saya rasa ASUS dengan kesuksesan pada Zenfone 2 ingin menularkan kesuksesan tersebut ke varian selanjutnya yang masih keluarga Zenfone 2 dan secara desain saya menyukainya. Tidak banyak smartphone di harga dua juta rupiah yang didesain sebagus Zenfone 2 Laser ini. Ini salah satu keunggulan yang dimiliki Zenfone 2 Laser (ZE500KG).

Untuk desain tombol terdapat perbedaan mencolok dibandingkan dengan smartphone lain. Tombol ON/OFF berada di bagian atas smartphone berdampingan dengan jack earphone. Sisi kiri dan kanan smartphone sama sekali tidak terdapat tombol apapun yang biasanya ada di smartphone lain. Tombol volume +/-  berpindah ke bagian belakang smartphone atau di back cover. Desain seperti ini memiliki kekurangan tersendiri karena pengguna harus membiasakan diri untuk mengambil screen shot dengan cara baru, yaitu tombol ON/OFF di atas dan tombol (-) di bagian belakang. Namun demikian, setelah beberapa kali melakukan, ternyata cepat juga ketika mengambil screen shot dengan cara baru tersebut.

Beralih ke hardware, ASUS memiliki prosesor Qualcomm Snapdragon 410 1,2 Ghz dengan empat inti yang sejatinya sudah berusia dua tahun. Meskipun demikian, prosesor ini tidaklah lambat namun sesuai peruntukannya di device menengah ke bawah. ASUS memberikan GPU Adreno 306 400 Mhz untuk mendukung kinerja di Zenfone 2 Laser (ZE500KG).

Layar Zenfone 2 Laser (ZE500KG) seluas 5 inchi (tepatnya 4,97 inchi) berkualitas HD 720p dengan pelapis Gorilla Glass 4 yang telah ditingkatkan kemampuannya.

RAM yang diberikan pada Zenfone 2 Laser ini sudah standar yaitu 2GB dengan ROM 16GB yang bisa diekspansi up to 128GB. Spesifikasi ini sudah sangat bagus untuk smartphone dengan harga dua juta rupiah.  

Dengan pilihan bahan plastik di bagian belakang, Zenfone 2 Laser menjadi tidak berat. Smartphone ini ringan dan desain melengkungnya membuatnya enak untuk dipegang dan digenggam lama-lama.








Kinerja

Secara keseluruhan kinerja Zenfone 2 Laser (ZE500KG) ini cepat. Smartphone ini dapat melakukan tugas multitasking tanpa menderita lag. Membuka halaman dan sekaligus melakukan download atua bermedia sosial dapat dilakukan dengan baik. 

Jika kita tes benchmark dengan Antutu, Zenfone 2 Laser (ZE500KG) ini menghasilkan skor yang tidak mengecewakan untuk smartphone kelas menengah bawah.



Saturday, November 21, 2015

ASUS Zenfone 2 Deluxe Smartphone dengan Internal Storage 128GB

Zenfone 2 Deluxe Special Edition
Seberapa banyak internal storage yang Anda inginkan di sebuah smartphone? Beberapa vendor sudah menyediakan smartphone dengan internal storage 128GB, tetapi tidak ada tambahan ekstenal storage. Selain itu harganya sangat mahal sehingga pengguna mengurungkan niat untuk membelinya. 

ASUS hadir memberikan solusi untuk pengguna yang ingin memiliki internal storage besar plus tambahan eksternal storage yang sama besarnya dengan internal storage tersebut dengan merilis ASUS Zenfone 2 Deluxe Special Edition di ajang Zen Festival 19/11 kemarin.

Juliana Cen , Country Product Group Leader, ASUS Indonesia mengatakan bahwa Zenfone 2 Deluxe tetap menggunakan prosesor quad core terbaik Intel, 64-bit Intel Atom Z3580, RAM ekstra lega 4GB, plus illusion cover serta kapasitas simpan ekstra lega, hingga 256GB (internal + eksternal). 

Untuk penyimpanan internal, tersedia storage luar biasa lega yakni sebesar 128GB. Jika tidak cukup, kapasitas tersebut masih bisa ditambah slot microSD hingga 128GB. Jika masih kurang, ada  penyimpanan online gratis seumur hidup sebesar 5GB dari ASUS WebStorage. Tak hanya itu, ada pula Google Drive sebesar 100GB yang bisa digunakan secara gratis selama 2 tahun. 

Secara desain, ASUS memberikan desain baru kepada Zenfone 2 Deluxe dengan Zen Spirit yang menggambarkan keseimbangan antara keindahan dan kekuatan. Konsepnya diambil dari batu kristal yang menggambarkan keindahan murni namun bertenaga. Menggunakan tekstur bersegi-segi dengan lebih dari 500 polygon, Zenfone 2 Deluxe akan menghadirkan rasa yang berbeda dan genggaman terbaik.

Untuk menyempurnakan permukaannya yang bertekstur poligon, desainer ASUS membuat setiap poligon melengkung, permukaannya saling bertemu, titik demi titik. Pada akhirnya, illusion cover Zenfone 2 Deluxe memiliki bentuk bagaikan kristal yang sangat unik dan elegan. Pelaipis serupa bunglon yang disediakan membuatnya bagaikan memancarkan sinar dengan kilauan berbeda dari setiap sudut.

Dari sisi kinerja, Zenfone 2 Deluxe tetap menjanjikan kinerja bagus. Smartphone berbasis Android Lollipop 5.0 ini  diperkuat dengan prosesor quad core Intel 64-bit (Moorefield) Z3580 berkecepatan 2.3GHz. 

Prosesor Intel Z3580 memiliki performa hingga 3 kali lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan kecepatan hingga 7 kali lebih pesat pada gaming. Bermain game, menjelajahi web, dan memutar video Full HD bisa berjalan dengan lancar. Menjalankan beberapa aplikasi secara multitasking juga tidak masalah.

Dari perbandingan yang sudah dilakukan, Intel menyebutkan bahwa prosesor terbarunya ini menawarkan kecepatan 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan prosesor octa core MediaTek, atau hampir dua kali lebih cepat dibanding salah satu prosesor kelas atas Qualcomm yakni Snapdragon 800.

Sama dengan keluarga varian baru Zenfone 2 lainnya, ASUS Zenfone 2 Deluxe memiliki teknologi kamera, yakni PixelMaster Camera 2.0. PixelMaster merupakan sistem imaging yang dikembangkan khusus oleh ASUS yang bekerja dengan cara mengombinasikan algoritma khusus, hardware, dan optik untuk menghasilkan foto berkualitas.

Teknologi tersebut mampu menghasilkan foto hingga 400% lebih terang saat dalam kondisi pencahayaan minimal, atau low light mode. Untuk mendukung pengambilan foto, ASUS ZenFone 2 Deluxe dilengkapi dual-tone flash untuk menghasilkan warna lebih alami pada foto. 

Dengan storage lega plus kinerja mumpuni seperti yang telah dibuktikan Zenfone 2, serta teknologi kamera yang telah ditingkatkan, Zenfone 2 Deluxe pantas untuk kelas premium. ASUS memberikan harga Rp5.999.000 untuk Zenfone 2 Deluxe ini.

Spesifikasi Zenfone 2 Deluxe Special Edition:

Model
ASUS Zenfone 2 Deluxe ZE551ML
CPU
Intel ntel Atom Quad Core Z3580 (2.3GHz)
GPU
PowerVR G6430 up to 533MHz, with OpenGL 3.0 support
RAM
4GB LPDDR3 RAM
Storage
128GB internal + 128GB microSD + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super FastWi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuk sinyal lebih baik
4G LTE Cat4 Download speed hingga 150Mbps
LTE Band 2100/1900/1800/1700 / 850/2600/900/800
SIM Card
Dual Micro-SIM Support, Dual SIM Dual Active
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
5,5inci super bright IPS HD1920x1080 with 178’ wide view angle, 403ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology
Super Scratch Corning Gorilla Glass 3
Ultra sensitive touch panel with glove touch support, ASUS ZenMotion support Touch and Motion gesture (termasuk tap-tap untuk membuka dan mengunci layar)
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps
Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 3000mAh
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus dengan waktu fokus kurang dari 0.03detik. Diafragma besar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untuk foto dan video lebih terang hingga 400%
Front Camera
5 Megapixel Autofokus dengan diafragma besar f/2.0, selfie panorama up to 85’ Dual LED dual tone flash
Sensor
G-Sensor/E-Compass/Gyroscope/Proximity/Ambient Light Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS Sonic Maste runtuk suaral ebih jernih dan bass lebih dalam dengan 5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 dengan lebih dari 1000+ peningkatan fitur (What’s next, PC Link, Share Link, Quick Access, ASUS Splendid, dll)
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, Supernote
BBM &Whatsapp Ready
Dimension
77.2 x 152.5 x 3.9 ~ 10.9 cm
Weight
170g
Warna
Illusion Blue, Illusion White
Price
Rp5,999,000,00


ASUS Zenfone 2 Selfie, Smartphone-nya Penggemar Selfie

Zenfone 2 Selfie
Foto Selfie sudah sedemikian populer di pengguna smartphone. Bila ditelusuri, sebenarnya hampir tidak pernah ada (sebelum selfie mewabah) smartphone yang khusus ditujukan untuk mengambil foto selfie. Kamera depan smartphone pada awalnya ditujukan untuk video chatting, bukan untuk Selfie.

Namun dalam perkembanganya, foto selfie mewabah. Setiap pengguna ingin melakukan foto selfie. Produsen smartphone pun mengetahui potensi pasar ini dan merilis smartphone selfie. ASUS merupakan salah satu vendor yang turut meramaikan pasar smartphone selfie dengan merilis ASUS Zenfone 2 Selfie di ajang Zen Festival 19/11 kemarin.

Berbeda dengan vendor lain, smartphone Zenfone 2 Selfie dari ASUS memberikan fitur yang sama bagusnya dengan kamera belakang. Menurut Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia, Zenfone 2 Selfie memiliki kamera depan resolusi tinggi, wide angle dan dual-LED tone flash sehingga hasil foto selfie akan lebih indah dibanding sebelumnya. Hasil foto dari kamera belakang juga lebih baik karena Zenfone 2 Selfie sudah mendukung Laser Auto-Focus untuk mempercepat proses menemukan fokus pada objek foto.

Menurut Juliana Cen, sesuai namanya, ASUS Zenfone 2 Selfie diciptakan dengan membawa kekuatan utama pada kamera. Di seri ini, ASUS menyebutnya sebagai kamera PixelMaster dengan Dual-Camera 13MP (kamera depan dan belakang), Dual-Flash (kamera depan dan belakang), serta fokus otomatis super cepat yang hanya membutuhkan waktu 0,03. Keunggulan inilah yang menjadi salah satu andalan utama di Zenfone 2 Selfie.

Kamera belakang Zenfone 2 Selfie  juga dilengkapi dengan dual-tone LED Flash yang terdiri dari dua buah LED yang memiliki tone warna putih-kekuningan dan sebuah LED jingga. Penggunaan dual-tone LED flash ini akan menghasilkan efek pencahayaan yang lebih alami. Misalnya, jika objek fotonya adalah wajah manusia, maka warna kulit objek foto tersebut akan lebih natural dibandingkan dengan kamera smartphone biasa yang hanya menggunakan LED flash berwarna putih.

Dual-tone LED flash ini tidak hanya disediakan pada kamera belakang, tetapi juga kamera depan Zenfone 2 Selfie. Hasilnya, foto selfie menjadi lebih indah dan alami dibandingkan dengan smartphone lain yang tidak memiliki flash di kamera depan atau flash dengan LED biasa.

Sesuai peruntukannya, Zenfone 2 Selfie  merupakan smartphone yang ditujukan untuk mereka yang gemar mengambil foto, khususnya foto-foto selfie. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ASUS sudah memperhitungkannya dengan menyediakan kapasitas storage yang ekstra lega pada model ini.

Untuk penyimpanan internal, tersedia storage lega sebesar 16GB atau 32GB. Jika tidak cukup, kapasitas tersebut masih bisa ditambah lewat microSD hingga 128GB. Jika masih kurang, ada tersedia penyimpanan online cuma-cuma seumur hidup sebesar 5GB dari ASUS WebStorage. Tak hanya itu,  terdapat Google Drive sebesar 100GB yang bisa digunakan secara gratis selama 2 tahun.

Nah, pengguna yang hampir tidak bisa berhenti mengambil foto selfie tidak perlu khawatir kekurangan ruang penyimpanan. ASUS sudah memperhitungkan dan menyediakan storage yang sangat besar untuk menyimpan foto selfie tersebut.

Spesifikasi Zenfone 2 Selfie:

Model
ASUS Zenfone 2 Selfie 5,5 inchi  ZD551KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 615octa core 64-bit 1,7GHz
GPU
Adreno 405550MHz
RAM
3GB RAM
Storage
16GB / 32GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super FastWi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuk sinyal lebih baik
4G LTE Cat4 Download speed hingga 150Mbps
LTE band 1 (2100), 2 (1900), 3 (1800), 5 (850), 7 (2600), 8 (900), dan 20 (800) MHz
SIM Card
Dual Micro-SIM Support
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
5,5inchi super bright IPS HD1920x1080 with 178’ wide view angle, 403ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology
Super Scratch Corning Gorilla Glass 4
Ultra sensitive touch panel with glove touch support, ASUS ZenMotion support Touch and Motion gesture (termasuk tap-tap untukmembukadanmenguncilayar)
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps
Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 3000mAh
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus denganwaktufokuskurangdari 0.03detik. Diafragmabesar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untukfotodan video lebihteranghingga 400%
Front Camera
13 Megapixel Autofokusdengandiafragmabesar f/2.0, selfie panorama up to 140’ Dual LED dual tone flash
Sensor
Accelerometer/Ambient Light/Proximity/E-Compass/Hall Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMasteruntuksuaralebihjernihdan bass lebihdalamdengan5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 denganlebihdari 1000+ peningkatanfitur (What’s next, PC Link, Share Link, Quick Access, ASUS Splendid, dll)
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, Supernote
BBM &Whatsapp Ready
Dimension
156.5 x 77.2 x 10.8 mm
Weight
170g
Warna
Aqua Blue, Chick Pink, Pure White
Price

Samsung Rilis Galaxy J7 dan J5 Pro More Than Selfie

Galaxy J Friends di launching Galaxy J Pro  More Than Selfie! Kini bukan lagi jaman selfie Namun sudah zamannya Live Vlogging! ...