Friday, March 27, 2015

Bekerja, Bermain, Suka-suka dengan Galaxy Note Edge

Spesifikasi Galaxy Note Edge
Sumber: Samsung
Bayangkan jika Anda memiliki Samsung Galaxy Note Edge, apa yang hendak anda lakukan dengan smartphone kelas atas tersebut?

Ini adalah pertanyaan sulit. Pertama sekali Anda belum pernah memegangnya sama sekali. Kedua sebelum menggunakan tentu Anda harus mempelajari fitur-fitur yang ada di Galaxy Note Edge. Ketiga mungkin tidak mudah bagi Anda menggunakan Galaxy Note Edge meskipun anda telah mempelajari fiturnya.

Lalu bagaimana jika saya yang memegang Galaxy Note Edge? Ceritanya akan lain dan mungkin akan seperti yang saya tuliskan berikut ini.

Samsung Galaxy Note Edge seperti yang Anda lihat pada gambar di atas adalah smartphone dengan layar lengkung di sisi kanannya. Galaxy Note Edge pada dasarnya adalah Galaxy Note 4 dengan berbagai tambahan fitur yang bisa ditempatkan di layar lengkung di sisi kanan smartphone.

Sebagai smartphone kelas atas Galaxy Note Edge diberikan spesifikasi  tinggi untuk menunjang kinerjanya. Spesifikasi ini termasuk prosesor quad core 2,7 Ghz, layar seluas 5,6 inchi Quad HD+ Super AMOLED (2560 x (1440+160) yang menjadikannya sangat enak untuk dipandang, kamera belakang berkekuatan 16 megapiksel dengan Smart OIS dan kamera depan untuk selfie dengan kemampuan wide selfie.

Jangan dilupakan dari generasi pertamanya, Galaxy Note sudah menyertakan S Pen yang di generasi keempatnya semakin bagus. S Pen akan mempermudah pengguna dalam menyeleksi teks, menyimpannya dan kemudian membagikannya. Juga dengan S Pen ini Samsung memberikan pengalaman menulis tangan yang makin baik.
Dari perkenalan tersebut di atas terdapat beberapa hal yang  akan saya lakukan dengan Galaxy Note Edge.

      Bekerja
Kemajuan perangkat bergerak seperti smartphone telah mengubah pola banyak orang dalam bekerja. Mereka yang bekerja terutama yang sangat mobile memerlukan sebuah perangkat yang sangat memadai. Galaxy Note Edge sangat mampu untuk melayani tuntutan bekerja ini. Mengirimkan email beserta attachment-nya, menerima email, melakukan hangout (video chatting) dengan teman kantor atau sekadar menyelesaikan pekerjaan seperti membuat janji dengan rekanan bukanlah hal yang sulit untuk diselesaikan.  Sebagai smartphone yang dirancang untuk menangani berbagai tugas secara simultan, Galaxy Note Edge akan bisa membantu saya dalam bekerja, terutama karena layarnya yang bagus dan berukuran besar. Semua review yang saya baca tentang Galaxy Note Edge menilai layarnya sebagai the best.

Sebagai seorang yang bekerja di dunia penerbitan, membaca naskah  adalah tugas utama yang harus saya lakukan. Layar  sangat bagus dan besar dari Galaxy Note Edge akan membantu tingkat keterbacaan teks menjadi lebih baik. Ini akan membuat pekerjaan saya lebih mudah dilakukan. S Pen akan membantu menandai teks-teks yang perlu saya perbaiki atau bahkan bila perlu ditulis ulang. Juga karena storage yang  besar (32GB untuk seri terendah plus tambahan memori eksternal) saya bisa memasukkan berbagai macam file naskah, entah itu berupa word atau PDF ke Galaxy Note Edge untuk kemudian diedit dan dipublikasikan. Bekerja pun dapat dilakukan di mana saja, entah itu sambil duduk di commuterline atau sambil menunggu busway. Selesai mengerjakan naskah tertentu dapat disimpan atau dikirimkan untuk diperiksa atau diedit lagi jika masih ada kesalahan. Mengirimkan via email juga sangat mudah,  tinggal buka email tambahkan attachment dan kirim. Selesai sudah.

Saya tetap beranggapan bahwa bekerja di perangkat mobile sebagai bekerja dengan sesuatu yang juga mobile, seperti email, video chatting dan mengatur janji meeting dengan client. Bekerja serius, butuh banyak resources meskipun pada dasarnya dapat dilakukan di perangkat mobile tetapi terdapat kendala mengenai pembiasaan dan ketersediaan waktu dan tempat, Dengan kondisi tersebut Galaxy Note Edge akan sangat mampu melayani pekerjaan mobile yang dibebankan kepadanya.

       Berkreasi dengan S Pen
Bagi mereka yang suka sketching, Galaxy Note Edge menyediakan pena sylus S Pen untuk melanjutkan hobinya tersebut. Namun sayangnya saya tidak bisa melakukan hal tersebut. Seni, seperti menggambar bukanlah hal yang bisa saya lakukan. Lalu kreasi apa yang akan saya lakukan dengan S Pen?

Seperti telah saya uraikan di atas S Pen bisa digunakan untuk menandai teks sehinga sangat menunjang pekerjaan saya. Ini yang utama. Namun jika tidak bisa sketching bukan berarti S Pen tidak bisa dibawa untuk berkreasi di sisi yang lain. Seperti halnya menandai teks di naskah pekerjaan, S Pen dapat pula digunakan untuk menandai dan meng-copy kalimat tertentu di web dan kemudian dikirimkan, entah itu melalui aplikasi chatting. Ini akan menjadikan chatting menjadi kegiatan yang menarik apalagi kalau teman chatting juga menggunakan S Pen di Galaxy Note Edge.

Selain kemampuan ini, S Pen dapat digunakan untuk memanipulasi foto. Misalnya jika saya ingin berkreasi terhadap foto teman yang diambil dengan kamera Galaxy Note Edge, misalnya mengganti rambutnya, memasangkan topeng atau gambar lain yang bisa ditambahkan ke gambar tersebut. Tentu ini sebuah hal yang tidak bisa dilakukan di smartphone lain dan akan cukup menyenangkan.

Pengguna yang serius dapat juga memanfaatkan berbagai aplikasi untuk S Pen ini yang tersedia di toko Samsung. Beberapa aplikasi untuk S Pen ini antara lain adalah AutoCad 360, CameraAce, SkecthBook Mobile. Dengan berbagai aplikasi ini nantinya, berkreasi dengan S P menjadi tanpa batas. Ke depannya saya percaya akan makin banyak aplikasi yang compatible dengan S Pen ini. Ini artinya pengguna bisa memanfaatkan seluruh fungsi yang ada di S Pen secara maksimal.

Sampai sekarang Samsung terus menambah kemampuan pena stylus S Pen ini. Jika diingat beberapa tahun yang lalu ada yang mengatakan bahwa pena stylus merupakan hal yang kurang menarik untuk ditambahkan di perangkat mobile, ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. S Pen yang ada di Galaxy Note versi awal sampai dengan Galaxy Note Edge sudah multifungsi, entah itu untuk menulis tangan, sketching, dan tugas lain guna memperlancar pengguna dalam menggunakan perangkat. Tidak lupa juga untuk having fun seperti memanipulasi foto.

            Bermain-main dengan Kamera
Kamera selalu menjadi perhatian pada smartphone kelas atas seperti Galaxy Note Edge ini. Dari seri ke seri, kemampuan kamera yang dibenamkan Samsung ke perangkat Galaxy Note terus membaik, tidak terkecuali di Galaxy Note Edge.

Salah satu keunggulan smartphone kelas atas seperti Galaxy Note Edge ada mode kamera yang beragam. Hal ini akan mempermudah pengguna menghasilkan foto yang paling diinginkan layaknya seorang fotografer profesional.

Samsung memberikan Smart OIS di kamera Galaxy Note Edge sehingga foto yang dihasilkan shake free atau anti goyang. Smart OIS akan menjadikan foto yang saya ambil dan bagi ke media sosial terlihat bagus. Kualitas kamera belakang beresolusi 16 megapiksel merupakan jaminan untuk mengambil foto bagus sebanyak mungkin untuk kemudian dibagi ke media sosial.

Buat yang suka melakukan welfie atau selfie beramai-ramai kamera depan dengan kekuatan 3,7 megapiksel dan wide selfie akan mampu menangkap lebih banyak objek. Jadinya welfie akan makin seru nantinya. Meskipun saya sebenarnya bukanlah penyuka selfie, namun tetap akan saya lakukan di Galaxy Note Edge ini sesekali di saat yang penting seperti meeting dan mengikuti berbagai acara terkait kampanye internet sehat di Indonesia.

Fitur Smart Mode yang ada di Galaxy Note Edge akan saya eksplorasi lebih jauh. Fitur Smart Mode ini menghasilkan 8 foto yang bisa dipilih mana yang terbaik. Smart Mode memberikan berbagai pilihan bagi pengguna Galaxy Note Edge agar bisa menghasilkan foto sepeerti yang dihasilkan oleh fotografer professional. Misalnya fitur Rear cam selfie bisa mengambil foto selfie dengan kamera belakang Galaxy Note Edge. Selain itu fitur Selective Focus membantu pengguna memilih subjek yang ada di foto.

Mungkin tak akan bosan untuk terus mengeksplorasi kemampuan kamera Galaxy Note Edge ini. Biasanya sesuai dengan kebiasaan saya, foto yang dihasilkan kamera smartphone tersebut saya bagi ke media sosial khususnya Twitter. Ini hal yang menyenangkan dan bisa langsung dilihat atau di-retweet atau dikomentari langsung oleh orang banyak.

       Eksplorasi Layar Lengkung yang Unik
Pertanyaan besar di kepala saya adalah mengapa Samsung memberikan layar lengkung di sisi kanan Galaxy Note Edge? Mungkinkah untuk menyesuaikan dengan namanya, yaitu Edge?

Saya masih ingat ketika menggunakan Galaxy Note versi pertama ada fitur Multi Window yang ditawarkan oleh Samsung. Multi Window ini memungkinkan pengguna memilih beberapa aplikasi favorit untuk ditempatkan di window yang berdempetan dengan layar utama. Nantinya tidak usah jauh-jauh lagi memanggil aplikasi favorit tersebut, cukup klik di multi window tersebut.

Perkiraan saya kurang lebih layar lengkung di sisi kanan Galaxy Note Edge ini digunakan untuk fungsi semacam itu. Bedanya, kalau di versi terdahulu berdempetan dengan layar utama, di Galaxy Note Edge dijadikan layar lengkung yang menawan sekaligus mempercantik tampilan Galaxy Note Edge secara keseluruhan.

Melalui layar lengkung ini nantinya pengguna dapat melihat aplikasi favorit, berbagai informasi yang mengalir, entah itu notifikasi pesan, email dan lainnya. Tentu akan sangat mengesankan mengeksplorasi sampai sejauh mana kemampuan layar lengkung Galaxy Note Edge ini.

Jujur mungkin saya akan mengalami sedikit kekagetan menggunakan layar lengkung Galaxy Note Edge ini. Sebagai  smartphone pertama yang memberikan layar lengkung butuh sedikit penyesuaian ketika pertama kali menggunakannya. Namun, biasanya teknologi dapat sangat cepat dipelajari sehingga layar lengkung ini akan menjadi sesuatu yang sangat menarik nantinya. Apalagi jika developer bisa mengembangkan aplikasi tertentu yang cocok dengan layar lengkung ini. Hal ini akan menjadikan layar lengkung Galaxy Note Edge akan sangat powerful.


Demikian sekelumit cerita suka-suka saya tentang  apa yang saya lakukan di Galaxy Note Edge. Masih banyak cerita lain tentang apa yang  bisa saya lakukan di Galaxy Note Edge ini, namun untuk sementara saya simpan dulu. Sementara ini saya akan bermimpi dulu, memimpikan Galaxy Note Edge (:)))

Tuesday, March 24, 2015

Review: Andromax C2s, Smartphone Wefie Smartfren

Andromax C2s
Apa yang bisa Anda harapkan dari sebuah smartphone low end untuk kelas pemula? Mungkin salah satunya kemampuan merekam gambar sendiri secara bersama-sama yang lebih baik. Untuk hal ini mungkin Androma C2s cocok bagi Anda.

Beberapa waktu terakhir saya menggunakan Andromax C2s untuk menguji kecanggihan smartphone low end dari Smartfren ini. Hasilnya dijelaskan dalam review berikut ini.

What's In The Box

1. Smartphone Andromax C2s
1. Buku Panduan
1. Kartu Garansi
1. Headphone
1. Charger + Kabel Data
1. Baterai
1. SIM Smartfren yang sudah terpasang
1. Paket Bonus Data 600 MB selama satu minggu

Spesifikasi dan Software

Sebagai srmartphone untuk mereka yang pertama kali mencoba smartphone, Andromax C2s ini memberikan spesifikasi biasa saja. Secara keseluruhan terlihat dari gambar berikut ini.

Dilihat dari spesifikasi di atas, Andromax Cs2 ini memang ditujukan untuk kelas bawah. Pasar yang hendak dituju Smartfren adalah mereka yang pemula atau baru berpindah dari feature phone ke smartphone. Dari segi ROM dan RAM saya sedikit menyorotinya karena ROM 4GB saat ini sudah sangat tidak mencukupi mengingat akan diisi sistem sehingga ROM yang tersisa kurang dari 2GB. Segi RAM juga kurang karena saat ini ada smartphone GSM yang juga ditujukan ke pasar bawah sudah membawa ROM 1GB. Jadi menurut saya Smartfren perlu memberikan spesifikasi yang lebih baik, terutama di sisi RAM karena ROM bisa ditambah dengan Micro SD Card.



Namun demikian, Smartfren cukup bijak dengan menambahkan spesifikasi kamera depan belakang yang sama besarnya, yaitu 5 megapiksel. Kamera depan berosolusi 5 megapiksel ini lompatan dari seri C sebelumnya yang memiliki megapiksel lebih rendah. Ini artinya Smartfren cukup menangkap trend saat ini, yaitu Selfie atau Welfie.

Versi Android yang digunakan pada seri C2s ini adalah KitKat 4.4.2. Ini sepertinya sudah menjadi trend banyak vendor karena dipandang lebih stabil dan tidak terlalu berjarak dari software terkini, yaitu Lollipop. Dari segi versi Android C2s ini setara dengan banyak smartphone lainnya. Prosesor C2s adalah Snapdragon Dual Core 1.2GHz  Cortex dengan GPU Adreno 302. Spek ini sudah lebih dari cukup untuk smartphone kelas bawah.

Spesifikasi Andromax C2s
Kesimpulan dari spesifikasi C2s adalah RAM yang hanya 512GB terasa cukup kecil karena saat ini ada smartphone kelas bawah yang memberikan RAM 1GB dengan harga kurang lebih sama atau bahkan mungkin lebih murah.

Desain dan Hardware

Andromax C2s berbentuk bar yang cukup tebal. Layar  WVGA (480x800 pixel) seluas 4 inchi. Bagian belakang smartphone seperti biasa berupa plastik yang dapat dibuka dengan mudah. Bagian atas dan bawah diberikan nuansa aluminium yang cukup menarik untuk dipandang mata. Tombol ON/OFF berada di bagian atas smartphone, sedangkan port untuk mengisi baterai dan volume (plus/minus) berada di sisi kanan. Tidak ada pemisahan antara tombol volume (+) dan volume (-).

Secara desain tidak ada hal yang spesial dari C2S hal ini karena smartphone ini ditujukan untuk kelas pemula dan lebih diutamakan adalah kemudahan dalam menggunakan. Hal ini cukup bagus karena Andromax C2s ini mudah digunakan, tidak membawa UI tertentu dan pengguna dapat dengan mudah beradaptasi.

Bagian depan Andromax C2s juga ditempatkan kamera depan berosolusi 5 megapiksel. Selain itu terdapat juga speaker. Bagian belakang terdapat kamera di bagian tengah badan ponsel yang juga berkekuatan 5 megapiksel.

Kesimpulan dari desain dan hardware ini adalah biasa. Artinya untuk kelas pemula hadrware dan desain bukan sesuatu yang dipertimbangkan. Kelas ini sensitif dengan harga jadi desain dan hardware yang bagus bukan sesuatu yang bisa diberikan oleh vendor. 

Thursday, March 19, 2015

Review Kata i4: Smartphone Kelas Menengah High End Looks and Feel

Back cover Kata i4
Pernah mendengar vendor Kata Digital? Mungkin belum pernah, namun smartphone mereka sudah sangat banyak dijual di salah satu online store terkenal di Indonesia, Lazada. Kata Digital ini sudah membuat sangat banyak smartphone berbasis Android. Di situsnya sendiri Kata Digital mengatakan bahwa mereka adalah brand yang berasal dari Amerika Serikat. Namun produksi smartphone mereka seluruhannya dilakukan di China.

Beberapa waktu terakhir saya menggunakan salah satu smartphone andalan mereka dan mungkin merupakan smartphone dengan spesifikasi tertinggi yang mereka keluarkan, yaitu Kata i4. Kata i4 kalau dilihat dari spesifikasi di atas kertas menyasar pengguna smartphone kelas menengah ke atas. Hal ini terlihat dari spesifikasi yang cukup baik untuk smartphone kelas menengah. Kira-kira bagaimana kinerja Kata i4 ini? Berikut ini merupakan review Kata i4.

What’s In The Box?

1. Smartphone Kata i4
2. Charger
3. USB kabel
4. Buku Panduan
5. Kartu Garansi
6. Headset



Spesifikasi dan Software

Salah satu yang saya senang dengan Kata i4 ini adalah spesifikasinya yang cukup tinggi. Kata i4 memiliki spesifikasi sebagai berikut.
  • Processor MTK 6592 Octa Core 1.7GHz
  • Display 5.0-inch Super HD Display 1280x720
  • Frequency QuadBand GSM 850/900/1800/1900, TriBand 3G 850/1900/2100
  • Operating System Android 4.4 KitKat
  • RAM 2GB Storage 32GB (Partisi 5 GB dan 22 GB)
  • Cameras,Photos, and Video Recording: Front Camera 8 Mega Pixel camera Support video call Rear Camera 16 Mega Pixel camera Autofocus
  • Battery Built-in 2300mAh rechargeable lithium-polymer battery, Charging via power adapter or USB to computer system
  • Standby time 350 hours, Talk Time 5 hours
  • Buttons Power ON/OFF, Vol+, Vol-, Input/Output, Earphone jack
  • Speaker 8 ohm
  • Connectivity Wifi 802.1.1 b/g/n, Bluetooth 4.0
  • Audio Playback MP3, WMA, WAV, APE, OGG, OGA, M4A, FLAC, ACC Audio
  • Video MP3, WMA, WAV, APE, OGG, OGA, M4A, FLAC, ACC AudioH.264 video up to image size 48×48 pixels to 1920×1080 pixels, MPEG 4, AVI, MKV,MP4, MOV, 3GP, DIVX, Rm, RmVB, Motion JPEG, 3MVC, GOOGLE VP8, WEBM, VC-1,WMV,ASF, TS
  • Environmental Requirements: Internet Access, Synchronize with FishTune on PC requires: Win7 or Win XP only 

Dari spesifikasi tersebut di atas, Kata i4 memberikan spek yang sangat bagus untuk smartphone kelas menengah atas. RAM 2GB sudah menjadi standar yang memang harus dipenuhi setiap vendor di kelas menengah atas, namun pada ROM masih sangat banyak yang hanya memberikan 16GB atau bahkan 8GB. Dalam hal ini Kata i4 memberikan ROM 32GB yang tidak bisa ekspansi. Ini artinya Kata i4 tidak menyediakan micro slot SD Card (bisa dilihat di bagian desain). 

Namun absennya  slot micro SD card tersebut rasanya tidak berpengaruh karena ROM yang sudah sangat besar. Ditambah lagi, Kata Digital memberikan cloud storage gratis sebesar 35GB. Untuk urusan storage ini, saya mengapresiasi apa yang diberikan oleh Kata i4. Kebiasaan saya menggunakan smartphone selama ini, memang tidak menyukai tambahan micro SD Card. Saya perkirakan tak banyak juga yang memiliki file hingga puluhan gigabyte sehingga ROM 32GB tersebut sudah sangat memuaskan.

Kata i4 berbasis Android KitKat 4.4.2. Dari sisi software ini mungkin terdapat nilai kurangnya karena tidak berbasiskan KitKat 4.4.4 atau Android 5.0 Lollipop. Namun bila kita lihat lebih jauh, sejauh ini masih segelintir vendor yang memberikan Android Lollipop out of the box. Jadi dengan KitKat, Kata i4 ini masih bisa diterima. 

Kata i4 juga membawa sensor yang lengkap, yaitu Accelerometer sensor, Proximity sensor, Light sensor, Gyroscope sensor, Orientation sensor, Magnetic field sensor, Rotation vector sensor, dan Linear acceleration sensor

Desain dan Hardware

Dari sisi desain, Kata i4 ini tidak kalah bagusnya. Smartphone dengan layar 5 inchi IPS HD 720p didesain dengan cukup baik. Dengan ketipisan sekitar 6,5 milimeter, berbentuk bar dan bezel logam, Kata i4 ini terkesan premium. Juga terdapat garis-garis di sisi kanan, kiri, dan bawah mirip garis yang ada di iPhone 6.

Bagian depan Kata i4 ini sepenuhnya didominasi oleh layar HD 5 inchi. Pada bagian atas terdapat kamera depan berkekuatan 8 megapiksel, sensor, dan receiver. Bagian depan bawah terdapat mic, Home, Menu dan Back

Sisi kanan terdapat tombol ON/OFF, sementara di sisi kiri terdapat tombol volume (-) dan Volume (+) yang dipisah. Pemisahan tombol volume ini merupakan hal kecil yang saya apresiasi karena saya sangat sering mengambil screenshot dari layar sehingga lebih mudah melakukannya.

Pada bagian atas smartphone Kata i4 terdapat slot kartu GSM. Kata i4 bukan smartphone dual SIM, tetapi single SIM yang cara memasukkan SIM-nya hampir sama dengan di iPhone. Dalam paket pembelian disertakan SIM ejector. Pengguna tinggal menggunakannya, masukkan pada lubang yang telah tersedia sehingga SIM tray akan keluar dan kemudian masukkan SIM. Setelah memasukkan SIM lakukan restart sehingga SIM akan terdeteksi dengan sendirinya. Pada bagian bawah smartphone terdapat port untuk melakukan pengisian baterai sekaligus untuk menyambungkan Kata i4 dengan komputer.

Bagian belakang Kata i4 didominasi oleh plastik yang tidak bisa dibuka. Jadi jangan coba-coba membukanya. Desain (setengah) unibody (karena bagian belakangnya plastik) yang ada di Kata i4 dan ketipisannya yang hanya 6,5 milimeter sangat kokoh. Saya rasa desain  dan ketipisan yang cukup baik ini yang menyebabkan tidak tersedianya tambahan micro SD Card di Kata i4. Jadi satu-satunya slot yang ada di Kata i4 adalah slot kartu GSM. 

Pada bagian belakang ini terdapat kamera utama berkekuatan 16 megapiksel serta flash. Posisinya berada di bagian atas tengah smartphone Kata i4. Bezel logam yang terlihat kokoh menambah cantik desain Kata i4 ini. Ketika menggenggam Kata i4 terasa grip yang cukup baik meskipun sangat disayangkan bagian belakangnya masih berupa plastik. Desain Kata i4 ini dapat dilihat sebagai berikut.


Hardware yang dibenamkan dalam Kata i4 dimotori oleh prosesor octa core Mediatek MTK 6592 berkekuatan 1,7Ghz dengan RAM sebesar 2GB. Internal memori sebesar 32GB dibagi menjadi dua partisi, internal storage 5,21GB dan phone storage sebesar  22GB. 

Secara desain dan hardware yang ditawarkan, Kata i4 ini lebih maju dibandingkan dengan smartphone kelas menengah atas lainnya. Bezel logamnya terasa kokoh dan sangat membantu  grip. Hal ini sangat saya rasakan ketika memainkan game balapan Real Racing 3. Kata i4 sangat enak digenggam, grip terasa kuat sehingga memainkan game berjalan dengan lancar.

Ketipisan yang 6,5 milimeter menjadikannya terlihat premium. Logo Kata i4  dan brand Kata hanya berada di bagian belakang smartphone terlihat bagus dan minimalis sehingga tampilan smartphone secara keseluruhan sangat baik.

Kinerja

Dengan spesifikasi yang cukup bagus, kinerja bagus tentu sangat diharapkan. Selama menggunakan Kata i4 ini saya rasa sangat lancar. Multitasking dapat dilakukan dengan lancar. Sebagian besar kegiatan yang saya lakukan di Kata i4 adalah mengirim dan menerima email, media sosial, menonton video, main game, download, chatting, dan maps. Semua aktivitas ini berjalan dengan lancar.

Khusus untuk game saya menyukai game balap Real Racing 3 yang cukup menyita ROM dan RAM. Namun game ini dapat dimainkan dengan lancar. Selain itu saya memainkan Subway Surf yang juga dapat berjalan dengan sangat baik. Selain itu mendengarkan musik dengan pemutar musik bawaan (AOSP) juga dapat dilakukan dengan baik. Kecuali itu saya mendownload aplikasi music shuttle yang juga saya pakai berulang kali. Tampilan layar HP 720p nya sangat membantu dalam menonton video seperti video Masha and The Bear berkualitas HD 720p.

Untuk kinerja ini seperti biasa saya melalukan benchmark test dengan Antutu dan GeekBench 3. Hasilnya cukup bagus seperti berikut ini.




Dari hasil benchmark test di atas, Kata i4 ini menghasilkan skor Antutu sebesar 31.503 dan skor Geekbench 3 untuk single core 442 dan multicore sebesar 2316. Skor tersebut tentu terpaut jauh dengan smartphone flagship seperti Galaxy S5 dan Xiaomi Mi3 namun berada cukup dekat dengan LG G3. Ini menandakan Kata i4 cukup bisa diandalkan dalam kinerja meskipun bukan smartphone untuk kelas atas.



Kinerja aplikasi juga cukup bagus, Ketika melakukan multitasking mendownload file game Real Racing 3 sekaligus membuka Twitter dan Google Plus tidak terasa lag. Game ini dapat dimainkan dengan lancar sekaligus tetap terhubung ke Twitter dan Google Plus.

Dalam hal aplikasi ada yang patut diapresiasi dari Kata i4 ini, yaitu aplikasi bawaan yang sangat sedikit, bahkan aplikasi Google. Kata Digital menyertakan beberapa aplikasi bawaan mereka seperti Fish Store dan Kata Cloud yang memang tidak bisa di uninstall. Aplikasi lain yang diikutsertakan adalah WipeOut, WPS Office, Facebook dan Evernote. WipeOut, WPS Office,  dan Evernote tidak bisa di-unsinstall, namun Facebook dapat di-uninstall dengan mudah. 

Aplikasi Google yang pre-installed juga minim. Hanya GMail, PlayStore, Google Maps, Hangout dan YouTube yang pre-installed, sedangkan aplikasi seperti browser Chrome, Google Plus dan Google Play News tidak diikutsertakan. Hal ini membuat pengguna lebih bisa memilih aplikasi apa yang akan mereka install dan lebih memberikan kebebasan kepada pengguna.

Kinerja multitasking yang lancar tersebut tentu ditopang oleh prosesor yang cukup baik, yaitu MediaTek octa core 1,7 Ghz ditambah dengan GPU Mali 450. Sejauh menggunakan dalam tugas-tugas multitasking seperti menonton YouTube sambil Twitteran atau Google Plus, Kata i4 ini dapat berjalan dengan sangat lancar.

Kinerja Kamera

Kamera sudah menjadi bagian yang sangat penting dari sebuah smartphone. Namun bagi pengguna biasa, kamera tetaplah sebagai sebuah alat yang lebih banyak digunakan untuk foto selfie dan bukan untuk foto yang serius. Karena itulah tak banyak yang menggunakan pengaturan sendiri (setting manual) di kamera smartphone. Sebagian besar pengguna cukup puas menggunakan fitur auto. 

Bagi saya sendiri kekuatan kamera sering tidak menjadi pilihan dalam menentukan pembelian smartphone. Hasil foto yang cukup jelas terlihat sudah sangat baik. Kata i4 ini mengusung kamera utama berkekuatan 16 megapiksel dan kamera depan sebesar 8 megapiksel. Hasil foto dari Kata i4 ini menurut saya  detail dan bagus. Foto jelas terlihat dan bisa diupload ke media sosial dengan sangat mudah.

Terdapat beberapa mode kamera di Kata i4, yaitu Auto, HDR, dan lainnya. Namun saya lebih sering menggunakan mode auto dan HDR yang hasilnya cukup bagus dan stabil. Untuk selfie terdapat kamera depan dengan mode face beauty yang default. Jadi apabila menggunakan kamera depan untuk selfie hasilnya otomatis diperbaiki, hasil fotonya terlihat terlalu terang dan terlalu bersih karena sudah diolah software.

Wednesday, March 18, 2015

Google Terapkan Review Manual dan Rating Aplikasi Berdasarkan Umur

Bukan rahasia sebenarnya bahwa selama ini aplikasi di Google Play tidak di-review oleh manusia, melainkan mesin. Hal ini punya sisi positif dan negatif. Sisi positifnya mungkin pertambahan jumlah aplikasi cukup tinggi, sedangkan sisi negatifnya adalah ada banyak aplikasi yang diketahui melanggar, lolos dan dipakai oleh banyak pengguna, namun kemudian terpaksa ditarik oleh Google. Hal ini tentu sangat mengecewakan.

Untuk menghindari hal tersebut, kemarin secara resmi Google mengatakan bahwa mereka sudah mulai mereview aplikasi yang di-submit ke Google Play secara manual beberapa bulan yang lalu dan kemarin karena diperkirakan developer sudah siap hal tersebut dirilis ke publik.

Dalam rilisnya Google mengatakan bahwa tujuan review manual terhadap aplikasi adalah untuk melindungi komunitas dan meningkatkan katalog aplikasi. Menurut Google proses baru tersebut melibatkan tim ahli yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi pelanggaran Google developer policy. Google menghargai inovasi yang cepat dan aksi yang cepat dan unik untuk Google Play dan akan terus membantu pengembang merilis aplikasi mereka ke Play Store dalam hitungan jam setelah pengajuan, bukan hari atau minggu. Bahkan, tidak ada perubahan nyata bagi para pengembang selama peluncuran aplikasi.

Untuk membantu upaya ini dan memberikan  transparansi kepada pengembang, Google juga meluncurkan perbaikan terhadap cara menangani status publikasi aplikasi. Pengembang sekarang memiliki lebih banyak wawasan mengapa aplikasi mereka ditolak atau ditangguhkan dan mereka dapat dengan mudah memperbaiki dan mengirimkan kembali aplikasi mereka untuk pelanggaran kebijakan kecil.

Langkah yang diambil Google ini boleh jadi tertinggal dibandingkan Apple yang menerapkan kebijakan ketat terhadap aplikasi di App Store. Menurut CNet, banyak pengembang diminta untuk men-tweak aplikasi mereka sebelum penerimaan dan proses tersebut dapat memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Hal ini membangkitkan kemarahan pengembang. Apple telah membuat langkah maju untuk mempercepat  aplikasi sampai ke App Store, tetapi masih mengkaji setiap aplikasi sebelum dirilis ke App Store.

Setidaknya apa yang ditempuh Google ini memungkinkan pengguna lebih aman dalam menggunakan aplikasi. Aplikasi yang dirilis di Google Play karena telah direview secara manual dapat dipercaya dan tidak ada lagi aplikasi yang merugikan pengguna karena ternyata melanggar kebijakan Google.

Selain kebijakan review aplikasi secara manual, Google juga memperbaiki rating aplikasi dengan menyesuaikannya dengan umur pengguna. Hal ini tidak lain karena pengguna Android tidak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak yang bisa saja terkontaminasi oleh konten dewasa.

Sebelumnya Google memberikan rating yang sangat umum, mulai dari everyone to high maturity. Di sisi lain App Store Apple memberikan rating yang lebih bisa diterima para orang tua, mulai dari 4+ yang berarti aplikasi tersebut cocok untuk siapa saja yang berusia 4 tahun ke atas hingga 17+ yang berarti minimal usia pengguna adalah 17 tahun. 

Dengan rating yang terlalu umum yang diterapkan oleh Google tersebut aplikasi dewasa bisa dkonsumsi oleh anak-anak sehingga tidak cocok dengan usia mereka. Karena itulah untuk membantu mengatur aplikasi, Google telah menempatkan kuesioner rating baru pada halaman pengembang. Pengembang saat ini dan masa depan perlu untuk menyelesaikan kuesioner untuk masing-masing aplikasi mereka. Setelah mereka melakukannya, rating konten akan diberikan. 

Di AS, rating aplikasi akan didasarkan pada standar yang ditetapkan oleh Entertainment Software Rating Board (ESRB). Google juga telah bermitra dengan International Age Rating Coalition, the Pan-European Game Information and the Australian Classification Board dan sistem rating lainnya untuk memberikan penilaian yang relevan di negara-negara lain. Bila rating resmi tidak tersedia, Google akan memberikan penilaian berdasarkan usia generik.

Google memberikan  waktu enam minggu ke depan kepada para pengembang agar aplikasi mereka bisa dinilai. Sampai pengembang selesai mengisi dokumen, aplikasi mereka akan terdaftar sebagai unrated. Mulai bulan Mei, semua aplikasi akan diminta untuk membawa rating agar dapat diakses di Google Play.

Tentu saja dengan langkah yang lebih maju ini, Google berharap aplikasi di Google Play yang dirilis sesuai dengan rating yang telah ditetapkan Google. Hal ini tentu juga membutuhkan kerja sama dari para pengembang untuk mengikuti aturan baru Google tersebut. Langkah ini meskipun cukup terlambat, tetap harus diapresiasi karena ke depannya akan makin banyak aplikasi yang hadir di Google Play.

Sumber: Android Developer Blog, CNet, Android Authority

Tuesday, March 10, 2015

Segeralah Berpindah Login di TweetDeck

Salah satu tool favorit saya untuk melakukan tweet adalah TweetDeck. Mulai dari versi lama (yang memerlukan Adobe Air) sebelum diakuisisi oleh Twitter hingga setelah jadi milik Twitter, TweetDeck tetap merupakan tool nomor satu dalam melakukan tweet. Sebagian besar tweet yang saya lakukan menggunakan TweetDeck. Hal yang saya sukai dari TweetDeck adalah fitur yang keren dan lebih jago dibandingkan Twitter versi web. Selain itu, adanya fungsi Mute dan menggunakan banyak akun merupakan kelebihan lain yang sangat baik digunakan di TweetDeck.

Empat hari yang lalu, ketika akan melakukan login di TweetDeck, terdapat pesan yang meminta saya untuk berpindah login dari akun TweetDeck (menggunakan email) dengan login Twitter. Pesan tersebut sebagai berikut:
We're improving TweetDeck by switching to Twitter login. Switch your account before March 31st to secure your existing setup
Tampaknya pesan tersebut terlalu manis untuk tidak dilakukan. Demikianlah akhirnya saya melakukan switching login dari TweetDeck (menggunakan email) ke username dan password Twitter dengan harapan setting yang ada di TweetDeck tidak berubah seperti yang dijanjikan Twitter.

Cara yang saya tempuh dapat dilihat sebagai berikut.
Pertama tentu mengklik Switching Login dan akan sampai ke opsi berikutnya: 


Jika Anda sendiri yang menggunakan TweetDeck tersebut, klik Yes dan akan muncul pilihan berikutnya:

Isikan alamat email dan password yang digunakan untuk Login ke TweetDeck. Setelah itu akan muncul opsi berikutnya:


Pilih username dan password yang digunakan untuk Login ke Twitter. Setelah itu akan muncul opsi berikutnya:


Setelah merasa pasti klik Make The Switch untuk berpindah login dari TweetDeck ke Twitter login sehingga muncul pemberitahuan sebagai berikut:


Dengan adanya pemberitahuan tersebut di atas, artinya Anda sudah tidak bisa lagi Login ke TweetDeck dengan menggunakan Login TweetDeck. Anda harus mulai menggunakan Login Twitter. Jika Anda mencoba login dengan akun TweetDeck, akan muncul peringatan seperti ini:


Sayangnya, apa yang dijanjikan Twitter bahwa jika pengguna berpindah login sebelum tanggal 31 Maret 2015, maka setting yang ada saat sekarang di akun TweetDeck akan tetap seperti apa adanya tidak terlalu tepat atau malah tidak tepat sama sekali.

Ketika saya mulai Login dengan akun Twitter, beberapa akun yang biasanya saya sembunyikan, bermunculan di timeline. Padahal semestinya kalau setting TweetDeck tetap, mereka tidak akan muncul di timeline. 

Untuk mengatasi hal ini, saya lakukan logout dan kembali masuk dengan akun Twitter. Untuk beberapa waktu, settingan TweetDeck kembali seperti sediakala. Namun ketika saya membuka TweetDeck keesokan harinya, muncul lagi masalah serupa. Dan terpaksalah saya kembali mengatur beberapa akun yang terlalu sering muncul di timeline tersebut.

Namun, mau tidak mau, per 1 April 2015, tampaknya Twitter akan memaksa pengguna TweetDeck lama yang login dengan akun TweetDeck mereka untuk berpindah login menggunakan Twitter Login. Twitter beralasan hal ini untuk keamanan dan kesederhanaan. 

Kalau tidak mau, sepertinya HootSuite jadi alternatif yang cukup menjanjikan. Sayangnya saya tidak bisa menggunakan HootSuite. Ah sudahlah :))))

Friday, March 6, 2015

Ini Dia Harga Samsung Galaxy S6

Samsung Galaxy S6
Tidak bisa dipungkiri, harga masih merupakan faktor utama pengguna dalam melakukan pembelian. Untuk pengguna yang sangat peduli dengan harga, boleh jadi fitur akan menjadi pertimbangan yang terakhir karena price sensitivity mereka sangat tinggi. 

Perlu diketahui, ketika diluncurkan di Barcelona beberapa hari yang lalu, Samsung belum memberikan harga untuk Samsung Galaxy S6 andalan mereka. Mungkin mereka yang hadir di Barcelona, termasuk saya yang menonton secara live streaming di YouTube agak heran mengapa Samsung tidak merilis harga untuk Galaxy S6. 

Sampai kemarin setelah melakukan pencarian di internet, saya tidak menemukan harga Samsung Galaxy S6 yang resmi. Barulah ketika sebuah situs teknologi menemukan halaman pendaftaran untuk membeli Samsung Galaxy S6 di sebuah operator di AS yang berhadiah Galaxy S6, saya bisa menebak-nebak harga Samsung Galaxy S6 tersebut. Dalam halaman hadiah bagi pemenang, halaman operator di AS itu menuliskan harga Samsung Galaxy S6 seharga 699 dollar AS atau sekitar 9 juta rupiah (dengan kurs Rp13.000,00).
Sumber T-Mobile

Pertanyaan yang muncul adalah untuk varian yang mana harga sebesar 699 dollar tersebut? Untuk diketahui, di Samsung Galaxy S6, Samsung tidak lagi menyediakan varian 16GB, varian yang paling rendah adalah yang sebesar 32GB kemudian 64GB dan 128 GB. Dengan varian terendah sebesar 32GB, berarti Samsung berupaya mereduksi rasa kehilangan konsumen terhadap slot micro SD card yang selama ini menjadi salah satu fitur yang sangat disukai pengguna. Storage sebesar 32GB tersebut sudah sangat mampu menampung sekian banyak file pengguna, plus apalagi kalau konsumen memiliki cloud storage yang harganya kini semakin murah.

Saya menebak harga 699 dollar AS adalah untuk varian 32GB. Jika tebakan harga 699 dollar AS tersebut untuk varian 32GB, saya rasa harganya cukup masuk akal. Mengapa demikian?

Ada beberapa alasan mengapa harga sebesar 699 dollar AS cukup masuk akal untuk varian Samsung Galaxy S6 yang 32GB. Pertama dari sisi desain, Galaxy S6 merupakan pengejawantahan desain premium dari Samsung yang sudah ditunggu-tunggu pengguna sangat lama. Kedua dari sisi material yang mengalami 100% peningkatan dibandingkan dengan seri terdahulu. Ketiga dari sisi storage yang sebesar 32GB, yang berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan varian terendah seri yang lalu. Keempat dari sisi kinerja atau performa yang dijanjikan Galaxy S6 dengan prosesor Exynos 14nm pertama di dunia meskipun hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut.

Sekali lagi, harga sebesar 699 dollar AS itu hanyalah harga dugaan dari Samsung Galaxy S6. Harga yang pasti dari Samsung Galaxy S6 tentunya akan dirilis Samsung pada saat yang tepat. Harga sebesar 699 dollar AS tersebut juga tidak bisa dijadikan patokan untuk mengatakan Galaxy S6 lebih mahal dibandingkan dari smartphone lain, karena harga tersebut bukanlah harga resmi. Mungkin saja harga yang dicantumkan operator sekadar menarik calon pembeli untuk mengikuti kontes yang mereka adakan.

Untuk tidak terus penasaran mengenai harga Samsung Galaxy S6, coba tonton dulu video berikut ini.

Thursday, March 5, 2015

Warna-Warni Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge

Samsung Galaxy S6 Black Saphire dan Pearl White
Warna yang disukai kadang menjadi penentu seseorang dalam melakukan pembelian smartphone. Ketersediaan warna yang berbeda dibandingkan dengan pesaing dapat menjadi kelebihan sehingga calon konsumen lebih memilih membeli smartphone tertentu karena warnanya yang ia sukai. 

Sejauh yang kita lihat, dua warna utama smartphone saat ini adalah hitam dan putih. Warna ini adalah warna umum, artinya siapa pun bisa menerima pilihan warna hitam atau putih kalau memang hanya dua opsi itu yang tersedia. Namun ada juga smartphone yang memberikan pilihan warna yang cukup banyak sehingga konsumen lebih leluasa untuk melakukan pilihan.

Hal ini dilakukan oleh Samsung pada smartphone terbaru andalan mereka, yaitu Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Senin pagi yang lalu, ketika merilis Galaxy S6 dan S6 Edge saya kurang memperhatikan warna apa saja yang disediakan Samsung. Seingat saya hanya satu warna yang menjadi perhatian saya waktu itu, yaitu Emerald Green. Rasanya itu sebuah warna baru di smartphone. Namun ternyata Samsung menyediakan berbagai pilihan warna di Galaxy S6 dan S6 Edge. 

Pilihan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Gold Platinum tersedia untuk Galaxy S6 dan S6 Edge.
2. White Pearl juga tersedia untuk Galaxy S6 dan S6 Edge.
3. Green Emerald hanya tersedia untuk Galaxy S6 Edge
4. Blue Topaz hanya tersedia untuk Galaxy S6
5. Black Saphire juga tersedia untuk Galaxy S6 dan S6 Edge.

Pilihan warna yang disediakan Samsung seperti tersebut di atas sangat menarik. Warna Gold Platinum misalnya bisa menampilkan warna gold (keemasan) dan kadang juga bisa menampilkan warna platinum. Dua warna khusus hanya tersedia di salah satu Galaxy S6 atau S6 Edge. Warna Green Emerald misalnya hanya tersedia di Galaxy S6 Edge, sedangkan warna Blue Topaz hanya tersedia di Galaxy S6.

Bagi saya sendiri, jika bisa memiliki Galaxy S6 saya akan memilih warna Blue Topaz. Tidak lain karena ini warna spesial yang hanya ada di Galaxy S6. Untuk memastikan warna Galaxy S6 atau S6 Edge mana yang ingin anda miliki, coba tonton video dari si cantik Erica Griffin berikut ini.



Seperti yang dijelaskan oleh Erica Griffin dalam video di atas terdapat banyak pilihan warna di Galaxy S6 dan S6 Edge. Tampaknya sangat menarik untuk memilih salah satu di antaranya. Erica Griffin juga menjelaskan bahwa bahan kaca di Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini tidak memantulkan wajah pengguna. Namun, tentu sebaiknya klaim ini harus dicoba terlebih dahulu, meskipun dari video di atas, wajah Erica Griffin memang tidak memantul melalui bagian belakang Galaxy S6 atau S6 Edge.

Satu hal lagi yang patut diapresiasi dari Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini adalah pemilihan bahan kaca dan alumunium. Sebagai orang yang mengamati teknologi smartphone saya senang akhirnya Samsung memberikan bahan premium untuk smartphone andalannya tersebut. Dengan bahan premium Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini akan sulit untuk ditiru. Kalaupun bisa ditiru akan membutuhkan usaha lebih banyak dan biaya yang lebih besar daripada biasanya. Apalagi dari sisi desain S6 Edge yang memiliki dua layar lengkung akan sangat sulit untuk menirunya.

Pilihan pengguna tentu bukan hanya karena warna smartphone. Namun dengan segala kelebihan dari sisi material, desain, kinerja, kamera dalan banyak lainnya yang ditawarkan oleh Galaxy S6 dan S6 Edge ditambah pilihan warna yang lebih banyak akan lebih memudahkan pengguna dalam memutuskan pembelian. Tinggal menunggu berapa harga yang ditetapkan oleh Samsung untuk kedua smartphone tersebut. Semoga tidak jauh berbeda dari seri sebelumnya.

Oh iya, patut juga diperhatikan, kapan Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge hadir di pasar Indonesia. Seperti yang direncanakan Samsung, kedua smartphone tersebut sudah bisa dibeli mulai tanggal 10 April 2015. Semoga pada tanggal yang sama, Galaxy S6 dan S6 Edge juga sudah bisa dibeli di Indonesia.

Nah, warna Galaxy S6 atau S6 Edge mana pilihan Anda?  


Wednesday, March 4, 2015

Hasil Bechmark Test Samsung Galaxy S6

Hasil tes benchmark Galaxy S6 menunjukkan performa yang sangat menjajikan. Sebagaimana dikutip dari BGR, hasil tes bechmark Galaxy S6 menghasilkan poin tertinggi dibandingkan dengan beberapa smartphone lainnya yang ada di pasar saat ini.

Tentu hasil tes benchmark bukanlah satu-satunya ukuran performa yang bisa dijadikan patokan. Namun dari hasil tes benchmark tersebut dapat diperkirakan bagaimana kelak jika Galaxy S6 sudah berada di pasar dengan software yang sudah final.

Seperti dilihat dari hasil tes tersebut di atas Samsung Exynos 7420 64 bit yang ditanamkan di Galaxy S6 menghasilkan skor 4.547. Angka ini cukup jauh berada di atas hasil tes benchmark prosesor yang berada di posisi kedua.

Hasil tes benchmark ini menambah tanggapan positif analis dan beberapa media teknologi terhadap Galaxy S6 dan S6 Edge. Bila kita perhatikan setelah perilisan Galaxy S6 kemarin, media teknologi dan analis memberikan perhatian yang sangat banyak terhadap Galaxy S6 dan S6 Edge yang sejauh ini cukup positif.

Sebagaimana diketahui, Samsung memberikan  material  baru di Galaxy S6 yang seluruhnya dari Gorilla Glass 4 dan aluminium sehingga menghasilkan kesan premium. Selain itu Samsung juga memperbaiki sisi kamera dan TouchWiz sehingga Galaxy S6 adalah perubahan yang cukup radikal dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya.

Samsung juga memberikan prosesor terbaru   Exynos octa core 14nm yang yang merupakan pertama ada di smartphone. RAM yang diberikan sebesar 3GB  LPDDR4  dan UFS 2.0 flash storage yang lebih cepat dari apa pun yang ada di pasar saat ini.

Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge
(Getty Images)
Kesan awal lain yang juga cukup menarik untuk diketahui adalah kecepatan membuka kamera di Samsung Galaxy S6. Untuk keperluan ini Android Central melakukan tes kecepatan membuka kamera dengan membandingkan Galaxy S6 dengan beberapa smartphone kelas atas lainnya.

Pengujian ini diperlukan karena ketika merilis Galaxy S6 dua hari yang lalu, di atas panggung perwakilan Samsung mengklaim bahwa kamera Galaxy S6 yang berkekuatan 16 megapiksel dapat dibuka lebih cepat. Klaim tersebut bisa dibuktikan dengan melihat hasil tes Android Central di link ini

Untuk benar-benar bisa memberikan hasil penilaian yang bagus, tentu hands on dan pengujian singkat terhadap Samsung Galaxy S6 tidaklah cukup. Dibutuhkan review yang mendalam agar bisa diambil kesimpulan yang lebih baik terhadap kinerja Galaxy S6 dan kembarannya S6 Edge. Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk itu ada baiknya kita menunggu hasil review menyeluruh terhadap Galaxy S6 dan S6 Edge ini.

Sumber: BGR dan Android Central

Tuesday, March 3, 2015

Samsung Pay Cara Bayar Terbaru di Galaxy S6 dan S6 Edge

Samsung Pay
Dalam acara pelucuran Galaxy S6 dan S6 Edge di Barcelona kemarin, Samsung tidak hanya merilis kedua smartphone flagship mereka tersebut, tetapi juga sebuah cara pembayaran baru yang mereka sebut Samsung Pay.

Cara pembayaran dengan menggunakan smartphone sudah dikenal beberapa tahun yang lalu. Namun sampai sekarang mungkin belum begitu banyak yang menggunakannya, terutama pengguna smartphone di negara berkembang seperti Indonesia. Ke depannya seperti yang diperkirakan banyak orang, termasuk Sundar Pichai yang tampil di ajang Mobile World Congress semalam di Barcelona, cara pembayaran dengan menggunakan smartphone ini akan semakin menjadi pilihan pengguna. 

Tidak lain karena smartphone selalu dibawa ke mana saja oleh penggunanya. Bahkan ada kecenderungan pengguna yang lebih rela dompet mereka tertinggal di rumah dibandingkan dengan smartphone mereka. Ini menunjukkan bahwa keterikatan pengguna dengan smartphone sangatlah tinggi sehingga memberikan cara pembayaran yang praktis dan lebih aman yang built in di smartphone sangat masuk akal.

Tampaknya hal tersebut yang melandasi Samsung memberikan cara pembayaran built in di Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Cara pembayaran tersebut disebut Samsung Pay. Pertanyaannya, apa beda Samsung Pay dengan cara pembayaran dengan menggunakan smartphone lainnya?

Sejauh yang saya saksikan melalui YouTube, tampaknya Samsung Pay menggunakan Near Field Communication (NFC) dan Magnetic Secure Transmission (MST) sekaligus. Dengan menggunakan keduanya menurut GigaOM:
That means that it can not only make the same secure contactless transactions, but it can also make “swipe” purchases on the vast majority of older payments terminals that haven’t upgraded to NFC. 
Ini artinya, Samsung Pay bisa diterima lebih luas karena terminal yang belum melakukan upgrade ke NFC juga bisa berpartisipasi. Tentunya kita tidak tahu seperti apa Samsung Pay kalau kita tidak mencobanya, namun saya rasa Samsung Pay mungkin satu-satunya metode pembayaran di smartphone yang menggunakan NFC dan MST sekaligus.

Munculnya Samsung Pay tentu bukanlah tiba-tiba. Sebelum dikenal sebagai Samsung Pay, cara pembayaran ini disebut dengan LoopPay. LoopPay adalah produk dari sebuah start up yang berbasis di Boston, AS bernama Loop, yang kemudian diakuisisi oleh Samsung dan me-rebranding-nya dengan brand Samsung Pay.

Samsung Pay juga diklaim memberikan keamanan yang lebih baik. Menurut Will Graylin kepada GigaOm, Samsung Pay memiliki potensi untuk mengubah pembayaran statis yang tidak aman menjadi pembayaran  dinamis yang aman. Samsung Pay  dengan MST dapat mengirim data dinamis melalui magnetic read head yang dirancang khusus untuk mengambil data statis. Samsung Pay dapat menggunakan metode yang sama untuk mengirim token, nomor satu kali pakai yang didukung teknologi pembayaran terbaru yang dikirimkan melalui pembaca kartu.

Tentunya dengan kelebihan ini serta telah built in di Galaxy S6 dan S6 Edge pengguna akan lebih mudah menggunakan cara pembayaran dengan Samsung Pay. Sekaligus Samsung Pay mengirim sinyal kepada pesaing lain dalam bisnis pembayaran dengan smartphone. Sebaliknya keberadaan fitur Samsung Pay di Galaxy S6 dan S6 Edge bisa menjadi pertimbangan calon konsumen untuk membeli Galaxy S6 dan S6 Edge.

Namun demikian, sebaik apa pun metode pembayaran yang diberikan, jika tidak ada kerja sama dengan bank tentu akan sia-sia. Kita berharap bahwa Samsung tidak hanya bekerja sama dengan bank-bank di Amerika, namun juga dengan bank-bank di Indonesia sehingga Samsung Pay yang ada di Galaxy S6 dan S6 Edge dapat berfungsi dengan baik di Indonesia. Artinya fitur tersebut tidak sia-sia (jika benar dibenamkan di Galaxy S6 dan S6 Edge yang dijual di Indonesia). Tidak itu saja tentu perlu juga peningkatan di terminal-terminal pembayaran yang ada di Indonesia agar bisa digunakan untuk pembayaran dengan menggunakan smartphone seperti Galaxy S6 dan S6 Edge.

Sumber: GigaOm 

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...