Wednesday, December 23, 2015

Google Bikin Aplikasi Perpesanan Baru?

Aplikasi perpesanan sudah sangat banyak. Ada Telegram, WhatsApp, Facebook Messenger, Line, Kakao Talk, Google Messenger, Google Hangout dan masih banyak lagi. Namun Google, meskipun sudah memiliki dua aplikasi perpesanan, yaitu Messenger dan Hangout dikabarkan memiliki rencana membuat aplikasi perpesanan yang baru. Adalah Wall Street Journal yang memberitakan rumor ini yang mengutip (seperti biasa) sumber yang tidak bisa disebut namanya.

Aplikasi perpesanan bisa dikatakan merupakan aplikasi yang banyak digandrungi oleh pengguna smartphone. WhatsApp contohnya memiliki lebih dari 900 juta pengguna per bulan, demikian juga Facebook Messenger yang sangat disukai pengguna Amerika Serikat. Belum lagi BlackBerry Messenger yang penggunanya juga sangat banyak, bisa dikatakan lebih dari 500 juta pengguna jika dilihat dari pengguna BlackBerry dan aplikassi BBM di Android dan iPhone.

Menurut Portio Research Ltd sebagaimana dikuti WSJ, diperkirakan ada sekitar 2 miliar orang yang menggunakan aplikasi perpesanan di smartphone mereka. Satu pengguna bisa menggunakan setidaknya tiga aplikasi perpesanan dan di sini bisa dikatakan Google tidak memiliki pengguna yang banyak. Aplikasi Messenger misalnya dan Hangout memiliki fitur yang tidak kalah bagus dibandingkan aplikasi perpesanan lainnya, namun pengguna sangat jarang menggunakan meskipun sudah terinstall di perangkat (Hangout).

Ada beberapa alasan mengapa Google tidak memiliki porsi pasar yang besar dalam aplikasi perpesanan. Pertama adalah nama. Jika kita lihat, Google terlambat masuk ke pasar ini sehingga sehingga Google memang tidak dikenal di pasar ini. Hangout misalnya kalah start dibandingkan WhatsApp meskipun sebenarnya dulu adaalah Google Talk.

Kedua keseriusan Google di aplikasi perpesanan ini dirasa kurang (meskipun kemudian membaik). Jika Google cukup serius, sebenarnya Google Talk bisa berkembang lebih baik dan memiliki fitur yang tidak kalah dibandingkan dengan aplikasi perpesanan.

Ketiga, perusahaan lain ada yang hanya fokus mengembangkan aplikasi perpesanan. Misalnya Line dan perusahaan Jepang dan WeChat dari Tencent China yang kini bisa menjadi market berbagai keperluan lain. Padahal dulunya mereka cuma aplikasi perpesanan. 

Hal yang lebih mengkhawatirkan sebenarnya adalah Facebook Messenger yang sekarang sudah disapih oleh Facebook dan menjadi aplikasi perpesanan yang mandiri. Pengguna aplikasi ini di Amerika Serikat sangat banyak dan mengalahkan layanan Google lainnya seperti GMail. Ini suatu pertanda bahwa Google harus bertindak untuk membangun aplikasi perpesanan yang lebih baik.

Terlebih sebenarnya meskipun memiliki fitur yang tidak kalah bagus, Hangout cenderung diartikan pengguna lebih sulit digunakan, hanya untuk video call, butuh bandwith tinggi dan segala macam hal negatif lainnya. Ini memperlihatkan Google memerlukan sebuah aplikasi perpesanan yang sama sekali baru dengan cara pandang baru agar terlihat lebih baik dibandingkan aplikasi perpesanan yang ada saat ini.

Saya rasa di sini cukup masuk akal rumor yang dihembuskan oleh WSJ tersebut. Google memang memerlukan sebuah aplikasi perpesanan yang punya fitur superior dibandingkan dengan yang sudah ada plus keseriusan Google mengembangkan aplikasi tersebut. Untuk modal aplikasi perpesanan yang superior ini Google tidak akan mencari dari luar karena artificial intelligent mereka sudah bekerja sebagian di search sehingga fitur ini dapat dimasukkan.

Hal ini diungkapkan oleh WSJ:
Google is building a new mobile-messaging service that taps its artificial intelligence know-how and so-called chatbot technology.
Bila kita lirik ke Wikipedia, Chatbot Technology adalah:
A chatterbot (also known as a talkbot, chatbot, Bot, chatterbox, Artificial Conversational Entity) is a computer program which conducts a conversation via auditory or textual methods. Such programs are often designed to engage in small talk with the aim of passing the Turing test by fooling the conversational partner into thinking that the program is a human. However, chatterbots are also used in dialog systems for various practical purposes including customer service or information acquisition. Some chatterbots use sophisticated natural language processing systems, but many simply scan for keywords within the input and pull a reply with the most matching keywords, or the most similar wording pattern, from a textual database.
Beberapa hal dari Chatbot technology di atas dimiliki dengan sangat berlimpah oleh Google. Artificial Intelligent Google kini sudah sangat bisa diandalkan dalam membantu pencarian di search engine Google. Natural Language Processing juga sudah sangat berkembang di Google demikian juga tekstual data base yang terdiri dari sekian banyak pengguna internet. Bila fitur-fitur ini dimasukkan ke aplikasi perpesanan tentu akan memiliki keuntungan tersendiri.

Saya memperkirakan nantinya aplikasi perpesanan Google ini akan terlait dengan Google Now on Tap. Hal ini penting karena akan membedakannya dari aplikasi lain. Nantinya aplikasi ini akan mampu memberikan jawaban dari pertanyaan pengguna. Namun tentu Google tidak bisa berharap terlalu tinggi karena kompetisi di aplikasi perpesanan ini sangat sengit.

Pasar aplikasi perpesanan saat ini dikuasai oleh beberapa aplikasi, seperti WhatsApp dan Facebook Messenger (Facebook), Line (Jepang), WeChat (Tencent) BBM (BlackBerry) dan beberapa aplikasi lain yang tidak kalah bagusnya seperti Telegram. Google harus bisa memberikan aplikasi yang bagus dan serius untuk bertarung di pasar ini mengingat kompetisi yang tidak mudah. 

Oleh karena kompetisi yang sulit ini bisa saja rumor tersebut tidak benar. Google mungkin lebih memilih memberdayakan Hangout dan Messenger yang sebenarnya juga bagus dan hampir setara dengan aplikasi lain. Hangout misalnya juga bisa chatting dan memiliki keunggulan data percakapan yang selalu ada meskipun berpindah gadget. Namun fitur ini sering tidak diperlihatkan Google karena mereka mungkin terlalu sibuk untuk mengurus Android yang lebih besar. Google juga harus memperbaiki Hangout ini agar semudah meggunakan Skype dan tidak berat di bandwith. 

Jika Hangout bisa superior dalam fitur, tentu akan lebih baik Google tidak merilis aplikasi baru yang kadang ujung-ujungnya hanya proyek sebentar yang tidak serius digarap.

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...