Wednesday, November 11, 2015

Apple Music for Android Resmi Dirilis

Persaingan layanan musik di perangkat bergerak kini sudah sangat ketat. Di smartphone berbasis Android pengguna dapat menggunakan berbagai aplikasi musik. Pemain besar seperti Google Play Music memberikan berbagai kelebihan kepada pengguna. Demikian juga aplikasi musik lainnya mulai dari hanya sekadar player hingga bisa menawarkan berbagai lagu dengan berbagai tingkat harga.

Persaingan tersebut akan tambah memanas dengan resmi dirilisnya Apple Music (beta) untuk Android. Dari semalam, sangat banyak pengguna Android yang mencoba layanan dari Apple ini yang dulunya disebut Beats Music. Saya pun tidak ketinggalan ingin mencoba, namun ketika mendaftar diminta kartu kredit saya mengalah karena memang tidak punya kartu kredit. Mungkin saya terlebih dahulu harus ke iTunes membuat Apple ID Gratis lalu baru mendownload dan Apple Music.

Sekilas, sejauh pengamatan saya sampai dengan siang ini, Apple Music sudah diinstal antara 100-500 ribu pengguna Android. Tampaknya dalam hal musik, pengguna Android tidak begitu keras terhadap Apple seperti yang dialami oleh Apple di aplikasi Move to iOS yang dibombardir oleh review satu bintang. Namun bukan berarti Apple Music selamat dari review negatif para pengguna Android. Dari rating bisa kita lihat, bahwa Apple Music memperoleh rating 3,2 sedikit lebih baik daripada aplikasi Move to iOS yang memperoleh rating 2,1. Aplikasi Move to iOS ini memang jadi bulan-bulanan korban bully  pengguna Android di mana pengguna yang memberikan satu bintang lebih banyak dibandingkan bintang lainnya, yaitu 32.548 hampir tiga kali lipat dari jumlah mereka yang memberikan bintang lima yang berjumlah 11 ribuan.

Satu hal yang membuat Apple Music bernasib berbeda dibandingkan Move to iOS adalah adanya tawaran free trial selama 3 bulan. Apple menjanjjikan katalog lagu sebanyak 30 juta lagu untuk dinikmati selama masa free trial 3 bulan tersebut. Namun, seperti yang dialami oleh Apple di platform mereka sendiri, di mana setelah masa free trial tiga bulan sebagian besar pengguna tidak lagi menggunakan layanan Apple Music. Itu artinya mereka hanya mencari gratisan.

Dengan kondisi tersebut, di mana selama ini pengguna Android identik dengan sesuatu yang gratis (meskipun hal ini mulai berkurang), saya percaya pengguna Android yang mendownload Apple Music lebih karena adanya tawaran gratis selama tiga bulan tersebut dan mencoba bagaimana layanan Apple bekerja di Android. Di rating pun Apple Music tidak termasuk yang bagus, yaitu 3,2 dengan yang memberikan rating satu bintang hampir sama banyaknya dengan mereka yang memberikan rating lima bintang. Jumlah pengguna yang memberikan rating 5 bintang adalah sebanyak 1.641, sedangkan yang memberikan rating satu bintang sebanyak 1.422.

Sebagaimana kita ketahui, data terakhir menunjukkan, setelah masa free trial berakhir pengguna iOS yang masih bertahan menggunakan Apple Music (artinya melakukan subscribe dan membayar) sekitar 6 jutaan pengguna. Bila kita bandingkan dengan total pengguna iOS, angka ini sangat kecil, mungkin sekitar 1,2% saja (jika ada 500 juta pengguna iOS). Dengan kondisi tersebut, ditambah rasa antipati pengguna Android terhadap Apple selama ini, saya rasa setelah masa free trial berakhir bisa diperkirakan pengguna yang terus menggunakan layanan Apple Music ini akan turun drastis. Saya memperkirakan, mungkin sekitar 500 ribuan hingga satu juta pengguna saja yang akan meneruskan layanan Apple Music di Android nantinya.

Perkiraan itu masuk akal melihat situasi persaingan layanan musik saat ini. Google Music yang memberikan layanan hampir sama merupakan pesaing yang perlu diperhatikan Apple. Selain itu, sebenarnya layanan musik di perangkat bergerak ini dari dulu tidak begitu menjual di negara-negara yang awareness-nya terhadap hak cipta rendah seperti Indonesia. Mereka masih berkutat mendownload lagu di web dan tidak ingin terikat dengan layanan tertentu.

Dengan alasan seperti di atas, saya percaya Apple Music di Android tidak akan jadi layanan yang gagal. Namun demikian, juga tidak akan begitu sukses sebagaimana dialami oleh berbagai layanan serupa sebelumnya. Mungkin harapan Apple adalah mereka yang berada di negara-negara yang menghargai hak cipta lebih baik dan memiliki kemampuan membayar lebih baik seperti di AS. Namun tentunya di sanan Apple Music juga punya pesaing yang tidak kalah bagus seperti Spotify dan Play Music.

Ke Bengkulu Ngopi Sambil Menikmati Sunset dan Jejak di Fort Marlborough

Welcome to Bengkulu Ke Bengkulu untuk ngopi? Bengkulu cukup dekat dari Jakarta, hanya memakan waktu 50 menit jika menggunakan pesawa...