Friday, September 25, 2015

Opera Max Aplikasi Data Management yang Sia-sia

Sebenarnya, saya jarang sekali mengusik-usik penggunaan data dalam paket data yang saya pakai setiap bulannya. Kadang dalam sebulan habis hingga 10 GB data. Namun, berhubung beberapa waktu terakhir penggunaan data saya melonjak dan terasa cepat sekali habis, saya mencari sebuah aplikasi yang bisa menghemat pemakaian data tersebut. 

Di Google Play Store saya menemukan Opera Max. Sebelumnya saya menanyakan di Twitter siapa saja yang sudah menggunakan aplikasi ini dan bagaimana tanggapannya. Jawaban yang diberikan senada dengan pengalaman saya berikut ini. Demikianlah saya mendownload Opera Max dan melakukan beberapa langkah berikut ini.


Selesai download

Pasang aplikasi

Opera Max menjanjika data kompresi

Agree and Continue

Trust Opera Max
Besaran file Opera Max ini terhitung kecil, yaitu sekitar 5MB saja. Saya tentu tidak meremehkan aplikasi dengan file kecil dan berharap Opera Max ini kecil-kecil cabe rawit bisa menghemat puluhan MB data paket internet saya sehingga bisa berhemat.

Setiap hari, saya selalu memantau seberapa besar paket data yang bisa dihemat oleh Opera Max ini. Namun saya mulai khawatir bahwa mungkin saja aplikasi ini tidak seperti yang dijanjikan oleh developernya. Untuk diketahui, saya menggunakan koneksi WiFi dan 3G HSDPA.

Pantauan saya terhadap Opera Max dapat dilihat berikut ini.

Dari 20,7 MB data yang bisa dihemat
hanya 0,1MB

Dari 58,6MB data yang bisa
dihemat hanya 1,5MB

Dari 287MB data yang bisa
dihemat hanya 9,1MB
Sungguh kecewa. Saya berharap Opera Max bisa menolong saya melakukan kompresi sehingga paket data saya bisa sedikit lebih hemat pemakaiannya. Namun sayangnya, Opera Max bisa dikatakan gagal melakukan tugasnya. Saya tidak tahu apakah setting aplikasi atau faktor lain yang menyebabkan hal ini. Namun, sejauh menggunakan aplikasi dan mengikuti langkah penggunaannya, saya rasa tidak ada yang salah.

Penghematan data yang bisa dilakukan oleh Opera Max tergolong sangat kecil. Bila dari 287MB data yang dihemat hanya 9,1MB itu artinya hanya 3,1% data yang bisa dihemat. Hal ini saya bandingkan dengan Data Saver yang ada di Google Chrome yang juga hampir setiap saat saya gunakan. Datanya sebagai berikut.

Data saver di Google Chrome bisa menghemat sekitar 20% dari penggunaan data saya. Meskipun Google Chrome lebih dulu saya pakai dan saya aktifkan (tiga hari lebih awal dari Opera Max) dan kita anggap bahwa selama tiga hari itu pemakaian dikurangkan sebesar 5%, maka Chrome tetap lebih tinggi kompresi datanya, yaitu 15%.

Berdasarkan data ini, saya akhirnya memilih untuk meng-uninstall aplikasi Opera Max ini. Bisa dikatakan untuk data saver, Opera Max ini terlalu kecil kontribusinya. Namun demikian, aplikasi Opera Max ini juga ada bagusnya. Jika Anda beberapa waktu tidak menggunakan data, aplikasi ini secara otomatis mematikan koneksi data. 

Saya beberapa kali menemukan, ketika satu jam membiarkan smartphone tergelatak di atas meja, sementara koneksi data tidak saya matikan, ketika akan menggunakan kembali, koneksi data muncul tanpa harus diaktifkan terlebih dahulu (karena memang sudah aktif, tetapi nonaktif berkat Opera Max).

Oh, iya, ini tentu saja pengalaman pribadi. Bila Anda lihat di review di Google Play aplikasi ini memperoleh rating yang cukup bagus, yaitu 4,3. Mungkin saja pada saat saya menggunakan aplikasi ini tidak berfungsi sepenuhnya. Mungkin saja versi Android yang ada di smartphone saya memiliki andil karena masih di KitKat 4.4.2. Tentu Anda dapat mencoba dan menuliskan pengalaman Anda sendiri ketika menggunakan Aplikasi Opera Max ini yang mungkin saja jauh berbeda dengan yang saya alami.

Baru: Laptop Gaming ASUS ROG STRIX GL502VM Silver Futuristik

ASUS ROG STRIX GL502VM Memasuki kuartal ketiga di tahun 2017, ASUS kembali menghadirkan produk baru di segmen laptop khusus untuk gamin...