Saturday, September 26, 2015

BlackBerry Powered By Android: Too Little Too Late?

BlackBerry Priv aka BlackBerry Venice
berbasis Android
Finally. Setelah rumor panjang tentang kehadiran BlackBerry berbasis Android, John Chen, CEO BlackBerry secara resmi memperkenalkan sekaligus mengakui adanya BlackBerry Priv aka BlackBerry Venice yang berbasis Android. Dalam sebuah video yang disiarkan oleh situs BNN, Chen memperkenalkan sebuah smartphone BlackBerry Slider dengan versi Android Lollipop. Chen mengatakan bahwa smartphone BlackBerry berbasis Android tersebut akan diluncurkan pada tahun ini juga (2015). Jadi mungkin sekitar bulan Oktober karena sudah ada di genggamannya.

Tentu saja hal ini sesuatu yang menarik. Dengan merilis BlackBerry berbasis Android, BlackBerry ingin pengguna mereka yang mengeluhkan sedikitnya aplikasi dapat terjembatani dengan lompat ke Android (Google Play) yang memiliki lebih dari satu juta aplikasi. Namun di sisi lain, sebagaimana dikatakan Chen, dipilihnya Android bukan berarti mengorbakan sisi keamanan yang selama ini menjadi kekuatan BlackBerry.

BlackBerry memadukan sisi keamanan mereka dengan aplikasi yang berlimpah di Android dalam sebuah smartphone berbasis Android yang mungkin saja bisa menarik kembali penggemar mereka yang sudah lama pergi karena kesal BlackBerry tak kunjung menarik. Selain itu, bagi mereka yang sangat menyukai keyboard fisik, BlackBerry Priv yang slider menyediakan keyboard fisik yang selama ini sangat mereka gemari di BlackBerry 10. Ini tentu sebuah win-win solution.

Perlu diketahui, secara global penguasaan pasar BlackBerry di kuartal pertama tahun 2015 ini hanya 0,4%. Angka ini sudah sedemikian jauh dari angka ketika mereka tengah jaya di sekitar kuartal pertama tahun 2009 dengan penguasaan pasar 20,1%. Hal ini tentu sebuah mission impossible bagi BlackBerry Priv dan generasi berikutnya dari BlackBerry berbasis Android untuk kembali mengangkat nama BlackBerri di pasar smartphone dunia.

Saya menanggapi dirilisnya BlackBerry berbasis Android ini sebagai sesuatu yang sangat biasa dan mungkin agak sudah terlambat bagi BlackBerry. Ada beberapa hal yang membuat BlackBerry Powered by Android ini dalam banyak hal mungkin tidak akan begitu menolong BlackBerry dari keterpurukan.

Pertama adalah momen atau waktu. Bila kita lihat saat ini pemain di pasar Android sudah sedemikian sesak. Dengan datangnya BlackBerry butuh waktu yang cukup lama untuk mengdukasi pasar dengan BlackBerry berbasis Android. Pilihan di pasar Android sudah sangat banyak dan ini membuat tidak mudah bagi BlackBerry untuk menarik pengguna baru agar menggunakan perangkat mereka.

Saya kira BlackBerry jauh terlambat untuk menyadari betapa pentingnya Android bagi keselamatan mereka. Bila hal ini disadari sekitar 2 tahun yang lalu, saya percaya BlackBerry sudah menikmati hasilnya saat ini. Dengan merilis BlackBerry berbasis Android di tahun 2015, BlackBerry akan bersaing secara ketat dengan vendor yang sudah lama eksis seperti Samsung, LG, Sony, HTC dan berbagai macam start up yang menawarkan smartphone dengan cara-cara tidak biasa. 

Hal ini suatu yang tidak mudah. Apalagi kini pasar Android bergerak ke affordable price dengan fitur yang melimpah. Sejauh mana BlackBerry bisa mengantisipasi hal ini karena Samsung pun dan vendor yang bermain di kelas atas lainnya saat ini kelimpungan dengan serangan vendor baru seperti Xiaomi atau One Plus One dan ASUS (Baca: Masa Suram Produsen Snartphone Android Premium).

Kedua adalah cost barrier. Untuk menghasilkan smartphone BlackBerry berbasis Android ini tidaklah murah. Untuk perusahaan seeksis BlackBerry saya percaya cost mereka sudah tinggi dan akan sulit untuk turun. Hal ini akan menciptakan halangan harga bagi BlackBerry itu sendiri. Perangkat yang mereka hasilkan akan sulit bersaing secara harga di pasar dengan berbagai vendor yang masih seumuran jagung dan memiliki cara-cara tidak biasa dalam memasarkan perangkat.

Dengan cost yang lebih tinggi, harga jual BlackBerry Priv ini mungkin akan menengah ke atas. Saya memperkirakan harganya tidak akan kurang dari 450-500 dollar USD. Harga ini mungkin bagi BlackBerry sebuah harga yang sepadan dengan fitur keamanan dan privasi ala BlackBerry yang mereka tawarkan. Namun bagi pengguna harga ini tergolong mahal untuk pendatang baru di pasar Android. Apalagi cukup banyak smartphone Android yang harganya sama atau bahkan lebih murah dengan kemampuan yang sudah teruji seperti Motorola, Xiaomi dan banyak vendor lainnya.

Hal ini membuat BlackBerry Priv akan kurang menarik bagi pengguna dari sisi harga. Meskipun dari sisi keamanan dan privasi bisa menjanjikan lebih.

Ketiga tentu saja sejauh mana kemampuan BlackBerry Priv ini dibandingkan dengan perangkat Android lainnya. Untuk hal ini review yang positif sangat diperlukan BlackBerry untuk menumbuhkan awareness pengguna sehingga kemudian mereka mau untuk membeli. Terkait kemampuan tersebut, perangkat yang easy to use, hasil kamera, dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan yang baik adalah hal yang perlu dipikirkan BlackBerry sedari awal ketika membuat BlackBerry Priv ini. Jika hal ini tidak bernilai baik, terutama para kritisi yang selama ini cukup nyinyir dengan BlackBerry, BlackBerry Priv ini tak akan mampu mengubah nasib BlackBerry.

Keempat adalah apakah BlackBerry seterusnya akan menghasilkan BlackBerry berbasis Android? Hal ini penting karena bagi banyak pengguna, kontinuitas produk adalah hal yang perlu karena mereka ingin melakukan upgrade setiap tahun. Lalu, bagaimana dengan BlackBerry berbasis BB10?

Saya kira, BlackBerry seharusnya dua tahun yang lalu lompat ke Android. Namun kata orang, lebih baik terlambat daripada tidak pernah. Akan tetapi ini terlalu terlambat, terlalu sedikit yang akan dicapai mengingat ketatnya persaingan di pasar Android.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ Dirilis 2 Mei di Indonesia

Samsung Galaxy S8 (Source: Samsung) Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang sebulan lalu dirilis di New York dalam waktu dekat akan bisa dibeli ...