Wednesday, August 5, 2015

7 Langkah Penting Menggunakan Perangkat Android Pertama Kali

Sekitar tiga atau 4 tahun yang lalu waktu pertama kali menggunakan smartphone Android, saya agak bingung melakukan apa saja yang seharusnya dilakukan terhadap smartphone Android yang baru saya beli dari toko. Seiring waktu dan telah sekian banyak melakukan unboxing, saya menyimpulkan setidaknya ada 7 (tujuh) hal yang perlu dilakukan ketika pertama kali menggunakan smartphone/tablet Android.

1. Cek Device yang Anda Beli

Biasanya pengguna telah terlebih dahulu men-search device Android yang jadi idaman mereka. Berdasarkan data dan pengalaman, kebanyakan pengguna mencari produk yang akan mereka beli sebelum melakukan pembelian. Tidak jarang ada yang membaca review bahkan meminta saran kepada seseorang yang mungkin lebih tahu tentang kelebihan dan kekurangan device. Setelah itu barulah mereka pergi ke toko offline atau online untuk membeli smartphone/tablet Android idaman mereka.

Tidak jarang juga pengguna membeli smartphone/tablet bekas pakai dengan harga yang biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan yang baru. Untuk kondisi seperti ini ada baiknya ditanyakan kepada penjual, bagian mana saja yang mengalami susut karena pakai, misalnya ada retak halus di SIM tray atau colokan. Kegetolan bertanya kepada penjual Android bekas pakai perlu mengingat barang tersebut bekas pakai. Kemudian kalau perlu bertransaksi secara cash on delivery agar bisa melihat langsung Android yang akan dibeli.

Setelah memperoleh smartphone/tablet Android baru atau yang bekas pakai, hal yang pertama dilakukan adalah mengecek kelengkapan yang ada di dalam boks. Biasanya dalam boks Android baru terdapat kartu garansi, charger, kabel data. baterai dan headset. Pada Android yang SIM Tray-nya ada di samping smartphone biasanya dilengkapi dengan colokan untuk mengeluarkan SIM tray tersebut. Tempatkan charger, baterai dan lain-lain pada tempatyang berbeda dan sesuaikan dengan paket pembelian yang biasanya ada di sisi boks Android yang baru saja dibeli. 

2. Persiapkan Data Paket Internet via WiFi

Terkadang Android yang baru dibeli di-bundling dengan SIM Card dari operator. Misalnya setiap saya pertama kali menggunakan Android dari Smartfren, saya memperoleh kartu SIM dan paket data sekaligus. Sayangnya paket data tersebut terlebih dahulu harus diaktifkan dengan mendaftarkan diri ke Smartfren. Demikian juga jika membeli Android yang di-bundling dengan operator lainnya. 

Untuk mengatasi hal ini, sediakan koneksi data melalui WiFi. Untuk sementara hilangkan password tethering agar android baru bisa terkoneksi langsung dengan WiFi tersebut. Cara lain bisa dengan menggunakan SIM card lama yang sudah memiliki paket data, tetapi biasanya untuk koneksi pertama kali lebih disarankan menggunakan koneksi WiFi agar lebih lancar.

3. Login ke Google

Setelah koneksi internet tersambung via WiFi, langkah berikutnya adalah login atau membuat akun baru Google. Jika Anda ingin membuat akun yang berbeda dari akun sebelumnya, Anda bisa membuat akun baru. Akan tetapi jika ingin mempertahankan data yang sudah di-back up sebelumnya di device Android lain, Anda dapat memilih Existing.

Oleh karena data sudah di-back up ke server Google, mereka yang sebelumnya sudah memiliki banyak data akan disinkronisasi ke device baru tersebut. Sayangnya, aplikasi apa saja yang sudah Anda pakai di Android lama belum bisa di-back up. Namun kabar baiknya fitur ini nantinya akan ada di seri Android terbaru, yaitu Android M.

Namun perlu Anda ketahui, ZTE Blade S6 memungkinkan Anda mem-back up aplikasi yang sudah Anda pakai sehingga bila Anda sebelumnya menggunakan ZTE Blade S6 aplikasi dapat Anda back up ke SD card kemudian dipindahkan ke device baru. Hal ini tentu akan menghemat pemakaian data.

Bagi Anda yang sama sekali baru menggunakan Android, setelah membuat akun Google, tugas berikutnya adalah meng-update aplikasi bawaan, terutama yang berasal dari Google. Selanjutnya adalah mendownload berbagai aplikasi yang ingin dipakai. Untuk aplikasi bawaan lain akan dibahas pada langkah berikutnya.

4. Menghapus atau Disable Bloatware

Kebanyakan Android yang beredar di pasar membawa aplikasi pre-installed atau biasa disebut bloatware. Aplikasi ini tentu yang sesuai dengan vendor atau bahkan aplikasi buatan vendor itu sendiri yang sayangnya tidak begitu diperlukan. Ketika aplikasi tersebut tidak diperlukan, maka hanya akan mempersempit ruang storage device. Untuk itu, jika aplikasi bawaan bisa dihapus, sebaiknya dihapus. Namun jika tidak bisa dihapus, lakukan disable (karena perangkat tidak/belum di-root).

Saya termasuk pengguna yang alergi denga bloatware. Aplikasi yang tergolong bloatware ini selalu yang pertama kali saya hilangkan dari device. Karena saya tidak menggunakan Facebook, aplikasi ini selalu jadi korban pertama untuk di-uninstall. Demikian juga dengan aplikasi bawaan lain seperti bank, word processing, game dan banyak lainnya. Dengan menghapus bloatware ini perangkat Android Anda akan lebih bagus kinerjanya.

5. Buka Cakrawala Baru

Banyak pengguna yang menggunakan aplikasi yang sama di setiap device Android yang mereka miliki. Hal ini bukan sesuatu yang salah. Namun ada baiknya Anda membuka cakrawala baru dalam hal pemakaian aplikasi. Maksudnya adalah menggunakan aplikasi yang jauh berbeda dibandingkan dengan device Android terdahulu.

Misalnya bila pada perangkat sebelumnya Anda menggunakan Nova Launcher, mengapa tidak di perangkat baru menggunakan Google Now Launcher. Selain itu, bila biasanya menggunakan aplikasi Twitter native, mengapa tidak coba Falcon atau Carbon atau aplikasi bagus lainnya. Nantinya Anda bisa memperbandingkan aplikasi-aplikasi  tersebut dan yang terbaiklah yang akan lebih banyak Anda gunakan.

6. Amankan Perangkat

Mengamankan perangkat Android bukan berarti Anda harus menginstall aplikasi antivirus. Saya termasuk yang sudah tidak menginstall aplikasi antivirus untuk beberapa lama, tetapi perangkat Android saya tetap aman. Hal yang dimaksud dengan mengamankan perangkat adalah membatasi akses orang lain terhadap perangkat. Contohnya membuat PIN, scan sidik jari dan lainnya.

7. Perdalam Pengetahuan Anda tentang Perangkat

Perangkat Android yang baru saja Anda beli mungkin sudah Anda kenal. Namun bukan berarti Anda tahu seluruhnya tentang kelebihan yang ditawarkan perangkat tersebut. Untuk itu, Anda perlu membaca sekilas buku panduan dan kemudian melakukan praktik di perangkat. 

Perangkat high end seperti Galaxy S6 atau S6 Edge memiliki banyak fitur yang perlu Anda dalami terlebih dahulu agar bisa menggunakannya lebih baik dan lebih efisien. Semakin banyak fitur yang ditawarkan perangkat, semakin banyak yang harus Anda pelajari agar perangkat bisa berfungsi dengan baik.

Biasanya memperdalam pengetahuan tentang perangkat ini dapat Anda lakukan sepanjang Anda menggunakan perangkat. Namun untuk tahap permulaan penting bagi Anda untuk mengetahui fitur-fitur utama dan cara menggunakannya agar bisa menggunakannya pertama kali.

Tentu saja langkah-langkah tersebut di atas tidak berjalan sekali waktu saja. Anda bisa melakukan dua atau tiga hal teratas terlebih dahulu, lalu kemudian mengisi baterai hingga penuh (biasanya disarankan minimal 4 jam) dan baru kemudian melanjutkan ke langkah berikutnya.

Selamat menggunakan Android baru Anda ! Jika merasakan manfaat dari artikel bisa dibagi ke rekan Anda yang lain. 

Baca Juga: 5 (Lima) Aplikasi yang Harus Dibuang dari Android
                  : Review: Smartfren Andromax Ec 4G LTE  

 


Baru: Laptop Gaming ASUS ROG STRIX GL502VM Silver Futuristik

ASUS ROG STRIX GL502VM Memasuki kuartal ketiga di tahun 2017, ASUS kembali menghadirkan produk baru di segmen laptop khusus untuk gamin...