Friday, July 31, 2015

Ketika Peluang Jadi Walikota Menipis Gara-gara Twitter

Twiiter( Sumber: bt.com)
Tersebutlah dalam beberapa hari ini seorang kandidat yang akan berlaga di Pilkada Serentak pada bulan Desember 2015 yang akan datang tiba-tiba menjadi pembicaraan banyak pengguna Twitter. Bukan karena ia sudah curi start melakukan kampanye, tetapi beberapa tweet masa lalu yang cenderung bernada kasar, memojokkan dan (kata orang) rasis.

Nama kandidat ini tentu sudah tidak asing bagi banyak pengguna Twitter karena semenjak sebelum Pilpres sudah lalu lalang di lini masa. Anda pasti kenal dengan calon Walikota ini. Bagi saya yang tidak mem-follow-nya di Twitter, hanya beberapa kali melintas di timeline. Namun saya kadang tentu mengklik profilnya dan melihat beberapa tweetnya, yang ketika itu tidak saya perhatikan dengan saksama.

Namun beberapa hari terakhir screen shot tweetnya bertebaran di timeline terutama mengkritisi sang presiden dengan bahasa yang (mungkin) kurang elok untuk ukuran seorang cendekia, pembicara, ahli ekonomi dan banyak keahlian lainnya yang dimilikinya.

Setelah screen shot tersebut bermunculan di timeline, akunnya dikunci. Saat sebelum dikunci sekilas saya melihat sekitar 31.200 tweet yang ia cuitkan selama ada di Twitter. Namun setelah dikunci, tinggal sekitar 30.000 - an tweet. Ini artinya ketika akunnya dikunci, ia berusaha menghapus masa lalu yang diwakili oleh tweetnya tersebut yang terlanjur jadi sejarah di internet.

Saya tidak mengkritisi tweet-tweet yang dipandang banyak pengguna tidak elok tersebut. Saya mencoba memberikan analisis mengapa interaksi kita di media sosial cenderung membuat kita lupa diri sehingga menjadi tidak awas terhadap risiko yang mungkin muncul di masa depan yang akan merugikan diri sendiri. Mengapa interaksi manusia dengan mesin (teknologi) cenderung melalaikan manusia terhadap risiko.

Media sosial dibangun di atas pondasi yang terlebih dahulu lebih maju, yaitu internet. Satu hal yang harus kita pahami tentang internet adalah adanya kekekalan informasi. Hal ini karena adanya proses penjaringan informasi yang secara terus-menerus yang dilakukan oleh mesin, terutama mesin Google. Banyak orang mengatakan bahwa jika anda sudah melontarkan informasi di internet, informasi tersebut tidak bisa lagi ditarik. Namun informasi tersebut bisa dihapus, tetapi tidak sepenuhnya terhapus.

Dengan adanya kekekalan informasi di internet, pengguna seharusnya sadar bahwa internet bukanlah tempat yang bagus untuk melakukan umpatan, sikap rasis dan berbagai macam sifat jelek lainnya karena sekali hal itu dilakukan, informasinya akan abadi di internet. Pengetahuan kekekalan informasi internet ini seharusnya mendorong pengguna berlaku lebih hati-hati ketika berinteraksi di internet.

Kemudian media sosial. Media sosial seperti Twitter memberikan keleluasaan dan kenyamanan bagi pengguna, hampir tanpa batas. Meskipun Twitter secara terang-terangan tidak menyetujui tweet rasis, bullying, kasar dan umpatan, namun hal tersebut bisa dilakukan oleh pengguna sepanjang tidak dilaporkan oleh pengguna lainnya. Kalaupun dilaporkan risikonya cukup kecil mengingat Twitter pun cukup khawatir kehilangan pengguna yang cukup punya nama dan membawa banyak percakapan ke Twitter.

Berbeda dengan media sosial lainnya, Twitter adalah media sosial yang sangat terbuka kepada publik. Satu-satunya cara mengurangi akses orang lain terhadap pengguna tertentu adalah dengan mengunci akun yang berakibat sangat tidak mengenakkan bagi banyak orang karena sedemikian terbatasnya hal yang bisa dilakukan. Hal ini berakibat, siapapun pengguna Twitter dapat stalking akun siapapun di Twitter tanpa perlu menjadi follower.

Tidak ada proses approve teman selama akun Anda tidak dikunci di Twitter. Hal ini membuat siapa saja dapat mencari Anda di Twitter dan menemukan apapun yang pernah anda lakukan. Dengan keterbukaan begitu besar kepada publik sudah seharusnya pengguna Twitter berhati-hati terhadap apa yang dicuitkan. Apalagi bagi seorang yang memiliki pendidikan sangat baik, ia kan berpikir tidak hari ini saja, mungkin jauh ke depan, 3 sampai 5 tahun mendatang.

Twitter bisa dikatakan sangat nyaman. Media 140 karakter ini bisa dikatakan sangat mudah digunakan. Hal ini mendorong pengguna untuk melakukan tweet apa saja sekehendak hati. Pengguna cenderung kurang awas terhadap apa yang akan terjadi nanti setelah tweet tersebut menjadi milik umum karena penafisiran tweet bukan lagi kuasa dari yang melakukan tweet, tetapi publik yang menerima atau membaca tweet tersebut sehingga pengertiannya akan berbeda dari yang diharapkan oleh pengguna. 

Tentu saja bukan hanya di Twitter hal tersebut terjadi. Sebagian besar media sosial oleh karena kondisi yang nyaman yang disediakannya membuat pengguna melupakan risiko. Risiko tersebut pada akhirnya melahirkan penyesalan. Hal ini dibuktikan oleh data yang tweetkan @Nukman :


Penyesalan pertama terkait dengan terlihat bodoh. Ini bisa saja seorang pengguna yang cukup banyak latar pendidikan dan kecakapan yang baik, ternyata melakukan kesalahan sehingga ia terlihat bodoh dengan kesalahan yang ia lakukan tersebut. Saya rasa dalam kasus calon walikota tersebut sedikit ada unsur terlihat bodoh karena sudah semestinyalah orang pintar dikendalikan akal pikiran, bukan emosi yang meluap-luap. Seorang cendekia akan selalu memikirkan tiga langkah di depan dibandingkan dengan memperturutkan hawa nafsunya.

Namun coba kita lihat penyesalan ketiga, yaitu I made a comment in the heat of the moment and I may have offended many people. Kata kunci yang bisa kita tarik di sini adalah offended many people. Ketika seseorang menyerang dengan tweet, seseorang yang cukup populer, tidak hanya di online tetapi juga di offline seperti Presiden dan Gubernur, itu artinya ia menyerang sekian banyak orang, mungkin seluruh pendukung kedua orang yang diserang tersebut.

Serangan ini menghasilkan efek berlipat ganda yang mungkin tidak akan hilang dengan mudah. Mengapa demikian?

Pertama adalah internet dan kemudian media sosial adalah dunia tanpa batasan. Yang akan mengomentari atau melakukan screen shot tweet bukan hanya orang yang akan memilih di daerah pemilihan tertentu, tetapi siapapun yang bersimpati dengan isu, siapapun yang merasa bahwa isu tersebut perlu diangkat sedemikian rupa. Mereka akan melakukan tweet balasan, paling tidak akan berkomentar dan menautkan komentar tersebut dengan peristiwa dengan berbagai cara, salah satunya dengan tagar agar mudah ditemukan. Cara-cara seperti ini akan membuat peristiwa yang terjadi di media sosial seperti Twitter menjadikan informasi mudah ditemukan, percakapan dengan cepat terlihat dan ujungnya adalah sulitnya menghapus jejak peristiwa tersebut karena sudah terhubung sedemikian rupa.

Kedua adalah  ketuk tular. Suatu isu tertentu di internet akan sangat mudah menyebar dengan adanya ketuk tular ini. Jadi akan sia-sia melakukan penghadangan atau relokasi isu terkait dengan kesalahan yang dilakukan. Mengunci akun dan menghapus tweet bukan sebuah cara yang bijak untuk menghadapi kesalahan yang sudah dilakukan. Hal ini malah cenderung membuat anggapan negatif. Pesan kesalahan akan sangat cepat menyebar, tidak hanya ke media sosial, seperti Facebook, Path, dan lainnya, tetapi juga di percakapan pribadi semacam chatting WhatsApp, Line KakaoTalk dan BBM. 

Akibatnya kesan yang ditimbulkan sedemikian jelek karena perulangan dan kait-mengkait informasi dalam berbagai macam platform yang sangat sulit dikendalikan. Hal yang bisa dilakukan hanyalah menerima dampak kesalahan tersebut.

Bila kita selidiki lebih jauh, sebenarnya kesalahan calon walikota tersebut bisa dikatakan sepele karena toh sangat banyak akun lainnya di media sosial yang lebih kasar dalam melakukan tweet dan kadang cenderung menghina. Namun terdapat perbedaan mencolok, yaitu mereka yang melakukan tweet kasar tersebut tidak maju dalam Pilkada dan bukan tokoh yang dikenal publik. Dengan kondisi seperti ini mereka hampir tanpa risiko apalagi kadang lebih sering menggunakan akun anonim. Namun ketika tweet serangan tersebut dilakukan oleh tokoh publik yang nantinya (jika terpilih) menjadi bawahan orang yang diserang sebelumnya, tentu saja ada risiko besar. Apalagi akun yang digunakan adalah akun resmi dan sekaligus digunakan menarik massa untuk memilih dirinya nanti di Pilkada.

Itulah pentingnya dalam bermedia sosial selalu memperhitungkan risiko dibandingkan kenyamanan dan banyaknya RT, komentar atau favorit yang diperoleh. Dalam bermedia sosial sikap bahwa Anda tidak akan tahu apa akibat tweet yang dilakukan haruslah selalu menjadi yang utama. Apalagi sebenarnya kualifikasi Anda adalah seorang cendekia.

Pertanyaan berikutnya apakah hal ini memengaruhi keterpilihan?

Saya tidak berani menjawab. Banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut. Namun ada satu hal yang bisa dilakukan jika kita melakukan kesalahan, yaitu pertama meminta maaf. Kedua mengakui adanya kesalahan tersebut dan ketiga membuka kembali akun yang dikunci tersebut. 

Saya rasa untuk keterpilihan di Pilkada (mungkin) media sosial belum terlalu diperhitungkan. Namun, kesalahan tersebut akan menjadi catatan banyak orang sehingga akan mendorong preferensi mereka. Apalagi jika kubu lawan bisa mengelola isu ini dengan baik dan membawanya ke ranah offline.


Disclaimer: Analisis asal-asalan ini tidak ditujukan untuk memojokkan, lebih kepada melihat interaksi manusia di Twitter dan media sosial umumnya bisa menguntungkan sekaligus merugikan.

Monday, July 27, 2015

Mengapa Anda atau #MahmudAbas Tidak Perlu Ikut-ikutan Kampanye #HariPertamaSekolah

Mungkin kampanye hari pertama sekolah
tak begitu penting bagi mereka
Sudah beberapa hari ini lini masa saya penuh dengan kampanye mengantar anak ke sekolah di hari pertama sekolah. Sungguh saya merasa bahwa kampanye seperti ini bertujuan sangatbaik, terutama bagi sang anak yang mulai mengenal lingkungan baru setelah lingkungan keluarga mereka.

Saya ingat waktu anak sulung saya pertama kali memasuki sekolah TK dan SD saya tak pernah mengantarnya di hari pertama sekolah (Ayah macam apa saya ini). Namun saya terkadang berurai air mata melihat rapor anak sulung saya itu yang tak pernah kurang bagus.

Mengantar anak ke sekolah di hari pertama sekolah adalah tugas istri saya. Mungkin demikian juga dengan suami-suami lain yang sudah memiliki anak usia masuk sekolah dan membuat sekolah penuh dengan ibu-ibu muda yang berdandan begitu rapi jali dan wangi melebihi anak yang mereka antar sehingga satpam sekolah yang paling menyeramkan sekalipun akan mencium wangi mereka dari jarak sekian meter.

Demikianlah ibu-ibu muda ini yang sering baru memiliki satu anak dan sering juga mengatur kelahiran anak mereka sedemikian bagusnya meskipun tidak perlu ikut akseptor KB di zaman orde baru, bergerombol di sekolah dan menampilkan pemandangan yang begitu menggoda. 

Mereka ini sering disebut MahmudAbas atau biasa dipanjangkan dengan Mamah Muda Anak Baru Satu (padahal tak melulu baru satu, intinya mereka ini mama-mama muda). Oleh karena mama-mama ini masihlah sangat muda dan punya peri penghidupan yang rata-rata lebih baik, mereka akan tampil heboh di sekolah. Dandanan yang padu padan, tas bermerek, mobil, smartphone atau tablet merupakan prasyarat yang perlu dipenuhi. Mereka pasti punya akun media sosial terutama Facebook dan Instagram dan bagi yang lebih advanced punya Twitter. Layanan BBM, WhatsApp dan Path terkadang juga sering digunakan oleh mereka. 

Kedekatan mama muda anak baru satu dengan perangkat teknologi seperti smartphone bukan suatu yang diragukan lagi. Anda bisa membuktikannya dengan melihat sekian banyak foto selfie atau wefie mereka di Facebook dan Instagram sehingga mereka merupakan pasar yang empuk untuk suatu kampanye, tak terkecuali kampanye Hari Pertama Sekolah.

Dan sesungguhnyalah bukan hanya mamah muda anak baru satu yang ikut kampanye hari pertama sekolah tersebut. Banyak juga bapak-bapak sadar atau tidak, dengan skenario atau menjadi buzzer pak menteri (eh) ikutan kampanye hari pertama sekolah tersebut. 

Sekali lagi saya katakan ini sesuatu yang baik. Namun adakalanya sesuatu yang dikira akan menghasilkan hal yang baik justru menghasilkan risiko yang tak diperkiarakan sebelumnya. Hal ini karena terkait dengan keamanan data. Banyak orang yang ikutan kampanye hari pertama sekolah tersebut mungkin tidak memperhitungkan risiko sehingga justru membahayakan anak anak mereka sendiri. Mereka bisa dikatakan sangat nyaman men-tag lokasi sekolah anak dan membaginya di media sosial, mengupload foto selfie atau foto close up anak (atau bersama anak) dan menyebutkan nama lengkap anak mereka.

Ini sesuatu yang berbahaya karena trend kejahatan saat ini telah bergeser dari kejahatan offline kekejahatan online atau paling tidak mengandalkan data gratis online untuk melakukan kejahatan offline. 

Media sosial adalah tambang data gratis yang sangat banyak dimanfaatkan penjahat. Hal ini karena kemudahan menemukan “sesuatu” di media sosial dibandingkan dengan buku kuning daftar telepon. Banyak pengguna media sosial yang karena kenyamanan yang diberikan media sosial tersebut mengabaikan risiko. Mereka dengan senang hati mengupload foto anak, foto sekolah anak, lokasi sekolah anak dan bahkan nama lengkap anak mereka. Data-data ini merupakan makanan empuk penjahat, terutama predator seksual anak. Akibatnya kampanye yang diharapkan positif tersebut malah berujung pemberian data gratis sekian banyak anak kepada predator seksual anak.

Pertanyaannya tentu saja mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa kampanye bertujuan baik tidak selalu menghasilkan hal yang baik, malah berujung risiko dan menarik perhatian banyak predator seksual anak?

Tidak lain adalah karena rendahnya literasi penggunaan teknologi terutama smartphone. Harus diakui sangat banyak orang tua yang mampu membeli perangkat smartphone atau tablet yang mahal, tetapi terlalu sedikit yang memahami terlebih dahulu risiko memiliki gadget canggih dan mahal tersebut. Banyak orang tua yang paham melindungi anak mereka secara offline, namun lalai terhadap perlindungan online yang justru kini menjadi hal yang sama pentingnya dengan perlindungan offline.

Yang melakukan kampanyepun terkadang terlalu bernafsu kampanye mereka tersebut berhasil dengan alasan tertentu sehingga melupakan prasyarat dan mungkin semacam panduan bagi siapa saja yang mengikuti kampanye yang terkait dengan anak di internet/media sosial. Akibatnya mungkin tidak bisa segera kita perkirakan, namun sejauh ini kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat jumlahnya dan predator seksual anak terus berdatangan ke negara yang awareness -nya terhadap perlindungan data sangat lemah seperti Indonesia.  

Kita harus mengakui, kampanye terkait anak di internet sangat berisiko, terutama karena anak-anak tidak bisa membela diri mereka dari kesalahan orang dewasa yang di luar kendali mereka seperti me-tweet foto atau upload foto mereka. Anak-anak adalah kaum lemah bahkan ketika mereka berada di dekat orang tua mereka sendiri. Ketika awareness perlindungan terhadap mereka sedemikian rendah, apalagi yang bisa kita harapkan selain mereka menjadi makanan empuk para predator?

Artikel ini mungkin  berlebihan. Mungkin seperti sebuah ketakutan tanpa dasar yang jelas, tetapi siapapun harus mengakui bahwa mamah muda anak baru satu itu suatu fakta tak terbantahkan (:D).

Friday, July 24, 2015

5 (Lima) Aplikasi yang Harus Dibuang dari Android

Facebook
Banyak orang yang asal pasang aplikasi di Android mereka. Berbagai alasan dikemukakan untuk dijadikan pembenaran karena memasang aplikasi tersebut, misalnya takut terkena virus bila tidak memasang aplikasi antivirus. Padahal sebagaimana dikemukakan oleh Google, aplikasi antivirus termasuk aplikasi yang mubazir alias tidak perlu.

Berikut ini beberapa aplikasi yang sebenarnya yang perlu Anda buang di Android anda karena berbagai alasan. Tentu saja ini pengalaman saya sendiri dan melihat artikel di Android Pit beberapa hari yang lalu.

1. Aplikasi Antivirus Gratis atau Berbayar

Sekitar tahun 2012 hingga pertengahan 2014, setiap memiliki smartphone atau tablet baru, aplikasi antivirus merupakan aplikasi pertama yang saya pasang, sebelum memasang aplikasi lainnya. Tujuannya tidak lebih untuk mencegah terkena virus. 

Setelah mengalami sendiri sekian banyak perangkat Android (smartphone/tablet) yang saya miliki tidak satupun yang terkena serangan virus atau malware saya berkesimpulan bahwa aplikasi antivirus bukan lagi aplikasi yang layak untuk dipasang. Demikianlah, mulai pertengahan tahun yang lalu, saya tidak lagi memasang aplikasi antivirus. 

Saya berkesimpulan, serangan virus atau malware sangat terkait dengan gaya menggunakan perangkat. Misalnya jika Anda sering menggunakan perangkat Android Anda untuk mengunjungi situs berisiko, seperti situs esek-esek, virus dan malware akan sangat mudah menyusup ke perangkat karena situs-situs tersebut merupakan sarang virus dan malware. Demikian juga bila Anda sering menginstal aplikasi non Google Play dengan APK yang tidak jelas sumber dan otorisasi situsnya.

Perlu juga Anda ketahui bahwa sistem operasi Android merupakan sistem operasi yang sangat aman sebagaimana diungkapkan oleh Android Pit:
Android natively protects your device from attacks and provides encryption of your phone. You're more likely to have your device stolen than you are to have it compromised from within. Moreover, Google is pretty quick to remove potentially harmful apps from the Play Store.
Nah jika saat ini anda masih menggunakan aplikasi antivirus, sudah saatnya anda membuang aplikasi tersebut, sekarang juga.

2. Default Browser

Salah satu kelemahan Android adalah adanya default browser yang tidak bisa dihapus kalau perangkat tidak di-root. Padahal di Google Play tersedia berbagai browser yang sering menjadi pilihan pengguna sehingga default browser hampir-hampir tidak pernah digunakan. Tentunya default browser ini akan membebani memori perangkat. Untuk itu jika tidak mau melakukan root, ada baiknya default browser tersebut di-disable.

Saya sendiri lebih menyukai menggunakan Chrome sehingga di setiap perangkat yang saya miliki saya men-disable default browser ini karena saya tidak melakukan root terhadap perangkat.

3. Aplikasi Boost Performance

Sering sekali pengguna tertipu dengan aplikasi yang mampu meningkatkan performa perangkat setelah menggunakan banyak aplikasi. Aplikasi ini antara lain Clean Master. Aplikasi tersebut mengatakan mereka mampu membersihkan berbagai aplikasi yang dijalankan atau menghapus berbagai tugas sehingga perangkat kembali kencang. Padahal belum tentu demikian karena tetap ada cached data yang tertinggal di setiap aplikasi.

Daripada menginstall aplikasi boost performance tersebut, lebih baik Anda melakukan langkah mudah ini, yaitu klik setting, klik storage dan klik cached data dan pilih OK. Cara lain adalah klik setting, lalu apps, lalu klik aplikasi. Nantinya terlihat seberapa besar cached datanya dan hapus cached data tersebut.

Nah jika saat ini masih menggunakan aplikasi seperti clean master, cleaner, cc cleaner dan banyak aplikasi serupa, sudah semestinya Anda membuang aplikasi tersebut.

4. Aplikasi Cuaca

Saya termasuk orang yang jarang sekali mencari tahu cuaca melalui aplikasi. Bahkan bila perangkat yang saya beli menyertakan aplikasi seperti Accu Weather, aplikasi tersebut langsung saya hapus atau disable. Saya malah lebih mengandalkan Google Now untuk melihat cuaca hari tertentu karena di sana memang telah termasuk kondisi cuaca.

Demikian juga dengan memasang weather widget. Hal ini hampir tidak pernah saya lakukan mengingat tumpang-tindih dengan Google Now. Selain itu tentu akan berakibat juga kepada pemakaian baterai karena aplikasi cuaca tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan. Nah segeralah buang aplikasi atau widget cuaca di Android Anda, lebih baik menggunakan Google Now atau menggunakan OK Google untuk mengetahui cuaca.

5. Facebook

Ini sangat personal. Facebook bagi sebagian orang merupakan jendela yang sangat penting untuk terkoneksi dengan teman, keluarga atau gebetan atau selingkuhan. Bagi saya sejak kehadiran Google Plus, Facebook sudah menjadi masa lalu. Oleh karena itu, setiap ada perangkat Android baru yang menyertakan aplikasi Facebook, langsung saya hapus.

Bagi Anda mungkin tidak perlu seperti hal tersebut karena Anda punya akun Facebook. Namun satu saran saya, coba perhatikan besaran aplikasi Facebook tersebut. Saya kira tidak kurang dari 200 MB. Hal ini akan sangat menyiksa perangkat Anda. Selain itu adanya risiko privasi karena sedemikian banyak syarat yang harus Anda setujui sebelum memasang aplikasi Facebook tersebut.

Untuk itu, lebih baik anda membuat shortcut Facebook mobile daripada memasang aplikasi Facebook karena lebih ringan dan anda tetap bisa terkoneksi dengan teman atau gebetan. Caranya adalah buka Facebook mobile di Chrome, lalu klik tiga titik di ujung link Facebook tersebut, nanti akan ada pilihan Add to Home Screen, klik akan muncul pilihan nama shortcut dan kemudian muncul shortcut Facebook di Home screen. Jangan lupa sebelum membuat shortcut login dulu ke akun Facebook Anda.

Setelah membuat shortcut Facebook di home screen, saatnya anda membuang aplikasi Facebook dari Android Anda.

Selamat mencoba!

Bahan acuan: Android Pit

Wednesday, July 22, 2015

Review: Smartfren Andromax Ec, Smartphone 4G LTE yang Sangat Layak Dibeli

Smartfren Andromax Ec 4G LTE
Penetrasi handset dengan koneksi 4G terus tumbuh sepanjang tahun 2014 hingga pertengah tahun 2015 ini, Diperkirakan pertumbuhan tersebut akan terus terjadi mengingat koneksi 4G LTE baru saja hadir di Indonesia melalui beberapa operator. Salah satu operator yang giat melakukan ekspansi koneksi 4G LTE adalah Smartfren Telekom dengan merilis 5 smartphone 4G LTE mereka beberapa waktu yang lalu dan juga dua buah modem 4G LTE. Salah satu smartphone 4G LTE Smartfren, yaitu Andromax Ec saya gunakan beberapa hari terakhir. Berikut ini merupakan pengalaman saya menggunakan Andromax Ec sekaligus pengalaman menggunakan koneksi 4G LTE Smartfren. Perlu diketahui harga Andromax Ec ini dipatok sangat murah oleh Smartfren, yaitu kurang dari satu juta rupiah atau tepatnya Rp999.000,00.

Spesifikasi Andromax Ec

Jika Anda melihat harga Andromax Ec, Anda akan sangat paham spesifikasi apa yang akan anda peroleh. Dengan harga kurang dari satu juta rupiah, tentu saja spesifikasinya tidak wah, namun yang pasti sangat sesuai dengan harga tersebut. Anda tidak akan merasa rugi untuk membayarkan uang sebesar Rp999.000,00 untuk memperoleh Andromax Ec ini karena ketersediaan koneksi 4G LTE-nya. 

Secara lengkap spesifikasi Andromax Ec adalah sebagai berikut:

Layar WVGA seluas 4 inchi. prosesor Snapdragon 410 1,2 Ghz quad core, RAM 1GB dan ROM 8GB (plus slot micro SD card up to 32GB), kamera belakang 5 mpx, kamera depan 5 mpx, baterai 1500 mAh, serta teknologi DTS Sound. Andromax Ec sudah berbasis Android Lollipop 5.0.2 dengan multi koneksi CDMA EVDO, GSM dan 4G LTE.

Dilihat dari spesifikasi tersebut hampir tidak ada yang menonjol dari Andromax Ec. Namun dengan kemampuan multi koneksinya pelanggan diuntungkan karena memiliki lebih banyak pilihan dalam berkomunikasi, misalnya untuk SMS menggunakan GSM, untuk data bisa menggunakan EVDO dan 4G LTE jika sudah tersedia.

Saya rasa spesifikasi Andromax Ec ini sudah lebih dari cukup untuk smartphone entry level terlebih nanti jika koneksi 4G LTE sudah tersedia merata di banyak tempat, harga yang dibayarkan pelanggan akan sangat sepadan.


What's In The Box

1. Smartphone Andromax Ec 4G LTE
1. Buku Panduan
1. Kartu Garansi
1. Headphone
1. Charger + Kabel Data
1. Baterai
1. SIM Smartfren 4G LTE
1. Paket Bonus Data 2GB + 6GB selama satu minggu

Saya sangat senang dengan apa yang diberikan Smartfren kepada pelanggan bila membeli Andromax Ec, terutama paket data gratis yang sangat besar. Untungnya di tempat saya, di Ciawi Bogor, koneksi 4G LTE Smartfren sudah tersedia sehingga paket data tersebut terasa sangat membantu dalam mengupdate berbagai aplikasi dan browsing gratis selama seminggu dengan kecepatan tinggi.

Tonton Video: Unboxing Smartfren Andromax Ec 4G LTE




Desain dan Hardware

Secara desain, Andromax Ec ini sekilas terlihat iPhone yang berukuran 4 inchi. Andromax Ec berbentuk bar dengan bahan plastik matte yang menjadi penutup di bagian belakangnya. 

Andromax Ec berbentuk bar yang cukup tebal dengan layar  WVGA (480 x 800 pixel) seluas 4 inchi. Bagian belakang smartphone seperti biasa berupa plastik matte yang dapat dibuka dengan mudah. Bagian pinggir  diberikan nuansa emas yang cukup menarik untuk dipandang mata. Tombol ON/OFF berada di sisi kanan, sedangkan port untuk mengisi baterai  berada di sisi bawah. Tidak ada pemisahan antara tombol volume (+) dan volume (-) yang terdapat di sisi kiri smartphone.

Layar dengan kualitas WVGA di Andromax Ec ini harus diakui terlihat redup. Hal ini memaksa pengguna menaikkan indkator kecerahan layar ke titik tertinggi. Dengan kecerahan layar yang tinggi tentu saja akan berimbas kepada kinerja baterai.

Secara desain tidak ada hal yang spesial dari Andromax Ec hal ini karena smartphone ini ditujukan untuk kelas pemula dan lebih diutamakan adalah kemudahan dalam menggunakan. Hal ini cukup bagus karena Andromax Ec ini mudah digunakan, tidak membawa UI tertentu dan pengguna dapat dengan mudah beradaptasi.

Bagian depan Andromax Ec juga ditempatkan kamera depan berosolusi 5 megapiksel. Selain itu terdapat juga speaker. Bagian belakang terdapat kamera di bagian tengah badan ponsel yang juga berkekuatan 5 megapiksel.

Prosesor yang diberikan Smartfren untuk Andromax Ec adalah Qualcomm Snapdragon 410 1,2 Ghz quad core, RAM 1GB dan ROM 8GB (plus slot micro SD card up to 32GB). Saya rasa prosesor ini sudah cukup baik untuk smartphone entry level seperti Andromax Ec ini. RAM dan ROM yang diberikan juga cukup bagus di mana biasanya Smartfren berkutat dengan ROM 4GB, kini naik kelas ke 8GB sehingga cukup tersedia banyak storage sebelum pengguna membeli tambahan micro SD Card.

Tampak Depan Andromax Ec

Tombol ON/OFF

Port headphone 

Port charger/data

Bagian belakang Andromax Ec
Kinerja

Berbicara kinerja hal yang terpenting untuk smarthone entry level adalah kemampuan untuk bisa terhubung dengan berbagai aplikasi media sosial dan kelancaran melakukan browsing. Dengan prosesor quadcore 1,2 Ghz hal tersebut sebenarnya sudah sangat memadai. 

Saya menggunakan Andromax Ec untuk Twitter, Google Plus, aplikasi Google Maps, Waze dan melakukan browsing, panggilan serta SMS. Untuk tugas-tugas tersebut, Andromax Ec ini sudah memadai. Apalagi dengan koneksi 4G LTE segalanya serba sangat cepat. Hal yang paling saya rasakan adalah saat melakukan tweet menggunakan foto atau screen shot yang biasanya perlu menunggu beberapa saat, namun di Andromax Ec hampir tanpa waktu menunggu. Selain itu saya menonton video favorit di YouTube. Koneksi 4G LTE Smartfren meniadakan buffer dan dapat mendownload video yang baru saya tonton dengan cepat.

Selain itu saya menggunakannya juga untuk bermain Race The Stig, permainan balap yang saya gemari. Game ini dapat berjalan dengan baik meskipun kualitas layar hanya WVGA. Saya tidak menemukan lag ketika menggunakan berbagai aplikasi favorit saya seperti membaca dan membagi berita dari aplikasi Google News Stand. Juga ketika membagi artikel dari Google Plus ke Twitter. Tugas-tugas sederhana ini dapat berlangsung dengan baik.

Saya merasakan bahwa GPS-nya cukup cepat menentukan lokasi dan akurat. Sejauh melakukan pengujian Andromax Ec ini memiliki kinerja yang baik. Namun tentu saja ada batasan seperti layar yang hanya berkualitas WVGA seluas 4 inchi. Pengalamannya akan berbeda dengan layar berkualitas lebih tinggi dan lebih lebar. 

Game Race The Stig ini didownload
dalam waktu kurang dari 10 detik

Video Maliq & D'essentials tanpa buffering
dan didownload dengan cepat

Menggunakan aplikasi Waze

Tweet tanpa harus menunggu

Monday, July 13, 2015

Apakah Iklan Google Melakukan Diskriminasi terhadap Perempuan

Kehidupan online kita adalah representasi kehidupan offline. Bila Anda tidak percaya, sesekali ikutilah sebuah forum di mana kegiatan caci-maki sudah menjadi hal yang biasa. Bisa diperkirakan mereka yang suka memaki di online, di offline cenderung lebih mudah memaki. Namun tentu saja ini masih dalam perdebatan dan keakuratan hipotesis ini masih perlu diulik agar tidak terkesan menggeneralisasi. Akan tetapi sesuatu yang pasti adalah, pengguna internet cenderung akan selalu membawa apa yang mereka lakukan di offline ke online.

Demikianlah. Pada dasarnya kita memiliki anggapan-anggapan tertentu tentang bagaimana dunia ini berlaku. Kebanyakan dari kita masihlah mengiyakan adanya supremasi atas perempuan oleh laki-laki, sengaja atau tidak. Jika Anda tidak percaya, silahkan lihat seberapa banyak hadiah yang diperoleh oleh pemenang perempuan di kejuaraan Tennis yang berpredikat Grand Slam. Umum diketahui bahwa hadiah untuk laki-laki lebih besar dari perempuan pada kategori yang sama. Ini tentu bukan sesuatu yang ideal. Ini tidak setara. Kondisi seperti ini juga akan muncul di online karena semua orang membawa yang mereka pahami dan yakini ke internet.

Internet juga tidak terlepas dari kondisi tidak setara tersebut. Baru-baru ini sebuah penelitian dari peneliti di Carnegie Mellon University yang berjudul Automated Experiments on Ad Privacy Settings : A Tale of Opacity, Choice, and Discrimination memberikan bukti bahwa :
Google’s online advertising system, for instance, showed an ad for high-income jobs to men much more often than it showed the ad to women.
We also found that setting the gender to female resulted in getting fewer instances of an ad related to high paying jobs than setting it to male. 
Ini berarti, iklan Google terutama iklan pekerjaan dengan kualifikasi high paying jobs lebih banyak muncul kepada laki-laki dibandingkan kepada perempuan. Hal ini tentu akan mempersempit kesempatan kaum perempuan untuk memperoleh pekerjaan dengan bayaran tinggi sehingga jelas terjadi diskriminasi. 

Sampai di sana saya kira pertanyaannya adalah apakah iklan Google melakukan diskriminasi gender dengan lebih mengutamakan laki-laki daripada perempuan untuk pekerjaan dengan bayaran tinggi? Apakah algoritma Google memang dirancang seperti itu sehingga bisa mempersempit kesempatan perempuan memperoleh pekerjaan dengan bayaran tinggi?

Sebentar kita kembali ke belakang untuk memahami algoritma. 
Algorithms, which are a series of instructions written by programmers, are often described as a black box. Often, algorithms and online results simply reflect people’s attitudes and behavior. Machine learning algorithms learn and evolve based on what people do online.
Saya memahami algoritma pencarian Google seperti yang dikemukakan di atas. Algoritma belajar dari apa yang dilakukan manusia di internet. Semakin banyak yang dilakukan pengguna tentang suatu topik tertentu, akan lebih mudah bagi algoritma untuk menentukan hal-hal selanjutnya. 

Oleh karena pengguna online membawa sekian banyak anggapan-anggapan offline yang mereka pahami, tentu saja hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan anggapan yang mereka pahami tersebut. Mereka yang cenderung partisan akan mudah bertemu dengan yang partisan lainnya. Mereka yang suka memaki akan berkelompok dengan tukang maki lainnya. Demikian juga dengan kasus pekerjaan dengan bayaran tertinggi tersebut.

Tentu hal ini tidak menafikan peran manusia. Meskipun sedemikian pintarnya algoritma, namun peran manusia dibaliknya tentu perlu ditelisik. Apakah manusia turut campur dalam menentukan algoritma Google tersebut dan cenderung dikendalikan untuk menampilkan hasil pekerjaan tinggi kepada laki-laki daripada perempuan. Namun bila itu terlepas sama sekali dari campur tangan manusia, hal ini menggambarkan dunia nyata yang kita hadapi.

Kita harus mengakui masih banyak orang, tidak hanya di Indonesia di mana budaya patriaki begitu kentara, namun juga negara maju yang beranggapan bahwa pekerjaan bagus dengan upah tinggi lebih cocok untuk laki-laki dibandingkan perempuan. Perempuan masih dipandang sebagai kaum kelas dua sehingga isu kesetaraan itu sebenarnya memiliki dinding yang lebih tinggi untuk dihancurkan dibandingkan dengan yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam kasus iklan yang diskriminatif ini saya berpendapat bahwa isu kesetaraan dalam setiap hal memang belum sepenuhnya tuntas, bahkan di dunia maju yang menganggap perempuan (sebenarnya) sudah setara dengan laki-laki. Majikan yang mampu membayar tinggi untuk posisi tertentu cenderung lebih suka laki-laki dibandingkan perempuan, padahal perempuan punya kemampuan yang tidak kalah bagusnya. Posisi strategis dengan bayaran tinggi lebih sering diiklankan kepada laki-laki karena (kemungkinan) lebih mudah untuk terisi (karena adanya) dominasi laki-laki atasi perempuan yang belum sepenuhnya luruh.

Hal-hal seperti itu, anggapan-anggapan dominasi laki-laki atas perempuan saya kira akan memengaruhi hasil pencarian mesin Google yang memang belajar dari perilaku pengguna. Seperti telah saya tulis sebelumnya bahwa apa yang dihasilkan di dunia internet ini (hampir) tidak akan jauh berbeda dengan dunia offline, meskipun dalam beberapa kasus hal ini sama sekali bertolak belakang.

Saya percaya yang mencari pekerjaan dengan bayaran tertinggi tersebut lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Di sisi lain, pemberi kerja juga memiliki persepsi yang serupa, bahwa pekerjaan dengan bayaran tertinggi lebih cocok untuk laki-laki (meskipun harus diakui oleh karena isu gender, perempuan seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk posisi tersebut).

Saya kira butuh penelitian lebih lanjut untuk menentukan sejauh mana sebenarnya real world menampilkan gambaran manusia di internet. Namun setidaknya kita mengetahui bahwa persepsi kita, pengetahuan yang kita miliki, pendapat kita bisa muncul di internet dan membentuk diri kita yang lain yang seharusnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di dunia nyata tersebut. Iklan pekerjaan dengan bayaran tinggi yang lebih sering muncul untuk laki-laki tersebut adalah fakta real world yang harus segera kita perbaiki.

Saturday, July 11, 2015

Smartfren Siap Hadapi Lonjakan Traffic Selama Lebaran 2015

Jajaran manajemen Smartfren yang
hadir dalam acara Buka Bersama
di Pullman Hotel, Jakarta
Momen Lebaran merupakan momen yang mengembirakan bagi operator telekomunikasi di Indonesia. Setiap lebaran traffic data, SMS dan percakapan selalu mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Untuk itu, setiap operator tentu perlu melakukan persiapan yang tidak sedikit guna memastikan kenyamanan pengguna.

Menyambut Lebaran 1436 H, Smartfren merilis informasi kesiapan jaringan selama libur Lebaran dalam acara Buka Bersama di Hotel Pullman, Jakarta (7/10) kemarin. Kesiapan jaringan Smartfren terdiri dari peningkatan kualitas jaringan, meminimalisir masalah jaringan, mengurangi dampak kepadatan trafik jaringan, dan upaya meng-cover blind spots. Terkait peningkatan kualitas jaringan, Smartfren mengoptimalkan infrastruktur pada high traffic area.

Menurut  Paul Hodges, CEO Smartfren, momen Lebaran 2015 menjadi fokus bagi Smartfren untuk membuktikan kualitas layanan terbaik. Hal ini dikemukakan Paul Hodges dalam acara Buka Bersama di Hotel Pullman, Jakarta (10/7) kemarin. 

Munir Syahda Prabowo, Head of Network Special Project Smartfren menambahkan bahwa selama Ramadan dan Lebaran, terdapat perubahan pola traffic Smartfren. Bila biasanya traffic tinggi hanya di Jakarta, namun pada momen Lebaran traffic melonjak di sepanjang jalur mudik, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. 

Menurut Munir, pihaknya memprediksi trafik akan naik sebanyak 6-8 persen di wilayah Sumatera, sementara di Jawa akan naik 10-14 persen. Ia menambahkan Lebaran tahun lalu, Smartfren memprediksi lonjakan traffic di Jawa sekitar 12 persen, namun kenyataannya hanya 11 persen, sedangkan di Sumatera dirediksi 4-6 persen, tetapi real-nya sekitar 5 persen. Lonjakan traffic tersebut merupakan akumulasi, jadi tidak hanya traffic data, tetapi juga SMS dan percakapan.

Munir menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas jaringan di high traffic area seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi perhatian tersendiri dari Smartfren. Sebagai antisipasi, infrastruktur di BTS (Base Transceiver Station) telah diperkuat rata-rata 30-40% di wilayah Pulau Jawa-Bali, Sumatera dan Sulawesi. Dengan demikian, Smartfren berharap masalah yang terkait kualitas jaringan dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Guna mengantisipasi lonjakan traffic selama Lebaran 2015, Smartfren sejak awal bulan Ramadhan telah mengaktifkan tujuh regional offices di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang. Ke tujuh regional offices akan beroperasi 7 x 24 jam selama masa Lebaran. 

Kesiapan Smartfren di puncak Lebaran 2015 diperkuat dengan staf profesional yang dilengkapi kendaraan operasional dan siap bergerak kapan saja bila terjadi gangguan jaringan. Untuk kendali operasional penanganan jaringan, secara keseluruhan ditangani oleh NOC (Network Operations Center) yang berpusat di Jakarta dan Surabaya serta didukung oleh 120 EMS (Equipment Management System) di seluruh regional.

Perlu juga diketahui bahwa momen Ramadhan dan Idul Fitri kali ini juga menjadi pencapaian gemilang bagi Smartfren, khususnya setelah keluarnya SKLO (Sertifikat Kelayakan Operasi) 4G LTE. Smartfren memulai layanan 4G LTE di Batam bersamaan dengan empat operator lainnya pada acara launching bersama layanan 4G LTE, 6 Juli lalu. Selanjutnya Smartfren akan menggelar layanan 4G LTE di kota-kota lainnya pada semester kedua tahun ini, sesuai dengan kesiapan di setiap kota yang sudah terdapat layanan Smartfren CDMA.

Paul Hodges mengatakan bahwa Smartfren bangga telah mengaplikasikan layanan 4G LTE, dan akan terus mempersiapkan layanan mobile broadband ini di beberapa kota lainnya. Smartfren juga telah menyiapkan ekosistem 4G LTE yang tidak hanya sebatas pada layanan jaringan, tetapi juga pada ketersediaan bermacam perangkat bagi pelanggan, yaitu smartphone dan router MiFi 4G LTE yang ditawarkan dengan harga  terjangkau.

Pada awal Juni lalu, Smartfren telah meluncurkan lima smartphone  Andromax 4G LTE, yakni Andromax R, Andromax Q, Andromax Qi, Andromax Ec, dan Andromax Es. Masih di bulan yang sama, Smartfren merilis dua perangkat MiFi (Mobile WiFi) Router dengan kemampuan koneksi 4G LTE. Dua perangkat MiFi 4G LTE, yaitu Andromax M2P dan Andromax M2Y. Selain menawarkan kecepatan koneksi 4G LTE, kedua perangkat yang ditawarkan dengan harga Rp399.000,00 tersebut mendapat dukungan paket bonus data sebesar 4,5 GB dan tambahan 19 GB data per bulan dengan minimum pengisian pulsa Rp100.000,00. Keunggulan lain dari kedua Andromax MiFi tersebut adalah mampu membagi akses internet hingga ke 32 perangkat.

Perlu diketahui juga bahwa sejak awal Ramadhan hingga Lebaran, Smartfren juga memperkenalkan promo Double Kuota. Promo Double Kuota ini akan langsung didapatkan pelanggan Smartfren dengan pembelian kuota minimal Rp 60.000 (Paket Silver). Promo Double Kuota ini berlaku dari tanggal 1 Juni hingga 30 Juli 2015 dan hanya berlaku untuk Paket My Smartplan. Bonus Double Kuota My Smartplan bisa didapatkan dari hasil aktivasi melalui semua channel, seperti SMS, Web portal My Smartplan, dan aplikasi My Smartplan. 

Dengan mempersiapkan jaringan sebaik mungkin serta merilis perangkat dengan harga terjangkau, tentunya Smartfren berharap pengguna bisa memperoleh kenyamanan ketika menggunakan layanan Smartfren selama Lebaran tahun ini. Dengan meminimalisir masalah jaringan, mengurangi dampak kepadatan trafik jaringan, dan upaya meng-cover blind spots pengguna bisa berharap memperoleh pengalaman tanpa gangguan ketika menggunakan layanan Smartfren selama masa Lebaran tahun ini.

Thursday, July 9, 2015

Logitech Perkenalkan Logo dan Label Baru, Logi : Beyond The Tech

Logo baru Logitech
Logo dan label atau brand merupakan hal yang sangat penting dalam menanamkan awareness kepada konsumen. Banyak perusahaan yang mati-matian merancang logo mereka untuk memperlihatkan komitmen mereka kepada produk, teknologi dan konsumen. Tidak sedikit yang berhasil menghasilkan logo yang bagus dan mendapat penerimaan bagus konsumen, namun tidak terhitung juga yang melahirkan logo yang terlalu mubazir untuk dikatakan lebih baik dari logo atau brand sebelumnya.

Tentunya Logitech tidak ingin menjadi yang kedua dengan mengubah logo dan label mereka. Kemarin waktu Amerika Serikat, Logitech memperkenalkan logo dan label mereka terbaru, Logi. Mungkin terasa terlalu pendek dengan menghilangkan kata Tech yang selama ini sangat akrab di telinga konsumen. Namun tentu ada asa yang ingin diwujudkan Logitech dengan logo dan label baru tersebut.

Menurut Bracken Darrell, Logitech President and CEO, Logitech melakukan transformasi pada Logitech dengan menciptakan produk-produk yang memiliki paduan yang selaras antara teknologi canggih dan desain yang menawan demi menciptakan pengalaman yang menakjubkan saat pengguna memakai produk Logitech. Logitechi memiliki tim desain kelas dunia, yang dipimpin oleh kepala desainer Alastair Curtis. Logitech menjadikan desain sebagai fokus utama. Pendekatan Logitech terhadap desain jauh melampaui definisi klasiknya. Karena bagi Logitech desain merupakan kombinasi teknologi terkini, strategi bisnis dan pandangan konsumen terhadap produk. Setelah sekian lama menciptakan produk-produk terbaik, inilah saatnya memperkenalkan brand terbaru Logitech.

Jika dilihat logo dan label baru ini berfokus pada desain. Hal ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Kepala desain Logitech Alastair Curtis dulunya adalah head of design Nokia yang pada tahun 2013 yang lalu pindah ke Logitech. Bila kita perhatikan dengan saksama, fokus pada desain yang elok ini yang membawa Logitech merubah logo dan label mereka. Nantinya, sebagai bagian dari perubahan brand Logitech, pengguna/konsumen akan menemukan merek Logi pada beberapa produk baru dari kategori yang sudah ada, serta beberapa penemuan lainnya pada kategori baru.

Logi, Label baru Logitech

Logitech memperkirakan waktu dua hingga tiga tahun ke depan Logitech akan bertransformasi menjadi Logi dengan harapan tinggi pada kombinasi teknologi terkini, strategi bisnis dan pandangan konsumen terhadap produk. Itu artinya dalam dua atau tiga tahun ke depan Logitech masih akan didengar dan dilihat oleh konsumen. Logitech tampaknya lebih memilih tranformasi logo dan label yang smooth dengan memperkenalkan label Logi di produk-produk terkini dan yang akan datang sambil tetap memelihara awareness konsumen terhadap logo dan label yang lama sehingga ketika nantinya Logi benar-benar hadir, konsumen tetap mengenal mereka sebagai Logitech yang dulu dengan fokus dan produk yang lebih baik.

Penghilangan kata Tech tersebut mungkin juga sebuah langkah berani dari Logitech bahwa mereka  tidak hanya teknologi. Mereka juga adalah desain yang keren, produk yang inovatif (mungkin di luar teknologi). Ini sebuah usaha untuk mengubah arah dan memperlebar jangkauan dan lini produk sehingga di masa depan, konsumen memperoleh produk-produk inovatif di luar teknologi dengan desain yang mengagumkan.


Thursday, July 2, 2015

Menonton Terminator Genisys di Layar Raksasa Ultra XD Cinemaxx

Bintang Film Yayan Ruhiyan turut hadir di Cinemaxx
Lippo Village
Apa yang paling diinginkan penonton ketika menonton di bioskop? Tiada lain adalah pengalaman menonton hingga titik maksimal. Kini harapan itu sudah menjadi kenyataan dengan hadirnya sebuah bioskop baru dengan teknologi layar raksasa Ultra XD, yaitu Cinemaxx di MAXX BOX Lippo Village. Bioskop yang baru di-soft opening kemarin ini merupakan flagship bagi jaringan bioskop Cinemaxx di Indonesia.

Bioskop flagship terbaru Cinemaxx ini adalah satu-satunya sinema di Indonesia yang dilengkapi dengan layar Ultra XD dimana koridor menuju Ultra XD disempurnakan dengan adanya Immersive Corridor yang menampilkan trailer film, animasi, serta jadwal tayang film. Tidak hanya itu saja Maxx Box Lippo Village juga memperkenalkan salah satu area interaktif terbesar dan pertama di Indonesia, yaitu Cinemaxx Hyperstation.

Kemarin saya berkesempatan mencoba menonton dilayar Ultra XD Cinemaxx ini. Ruang bioskop berkapasitas 500 tempat duduk ini memang terasa sangat luas. Layar Ultra XD Cinemaxx ini adalah layar berukuran raksasa yang bila diukur dengan LCD 55 inchi maka akan dibutuhkan sebanyak 370 LCD 55 inchi.  

Sinema Ultra XD menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan dengan menonton di layar biasa. Ditambah dengan teknologi  suara mutakhir dari Dolby, yaitu Dolby Atmos untuk audio dan Dual Digital Projection untuk sistem proyeksi gambarnya, menonton menjadi semakin seru. Selain itu, dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang sangat nyaman dan bentuk geometri ruang yang telah disesuaikan, auditorium sinema Ultra XD juga didesain khusus untuk memberi pengalaman menonton film di bioskop yang maksimal. Cinemaxx Maxx Box Lippo Village adalah satu-satunya bioskop di Indonesia yang memiliki 2 layar Ultra XD dengan total kapasitas tempat duduk hampir 1.000 tempat duduk.

Sejauh pengalaman menonton kemarin, yaitu menonton film Terminator Genisys memang terasa layar Ultra XD ini memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari sebelumnya. Meskipun hanya dalam versi 2D, namun pengalaman sangat seru karena layar raksasa tersebut serasa membawa penonton berada di dalam film. Layar kadang terasa bergerak mendekat atau menjauh hampir dari setiap sisi. Ditambah dengan teknologi suara Dolby Atmos yang mampu menghadirkan suara yang ditempatkan dengan tepat dan berpindah dalam tiga dimensi. 
Layar Ultra XD Cinemaxx

Tentunya layar Ultra XD bukan satu-satunya yang ditawarkan Cinemaxx di Lippo Village. Di Cinemaxx MAXX BOX Lippo Village ini terdapat 9 layar, yang terdiri dari 5 layar reguler, 2 layar Cinemaxx Gold, dan 2 layar Ultra XD. Semua layar tersebut berformat digital 2D dan 3D. 

Untuk penonton yang ingin kenyamanan di tingkat maksimal, Cinemaxx Maxx Box Lippo Village menghadirkan dua layar Cinemaxx Gold. Di Cinemaxx Gold, selagi menonton film-film box office, penonton bisa menikmati berbagai hidangan berkelas, mulai dari makanan ringan dan hidangan pembuka, makanan utama hingga hidangan penutup yang lezat yang langsung diantarkan ke bangku penonton. 

Cinemaxx Gold
Penonton di Cinemaxx Gold akan dimanjakan dengan kursi kulit yang mewah dan dilengkapi dengan twin motor recliners, di mana penonton dapat menyesuaikan posisi duduk mereka, layaknya sofa-sofa premium, hanya dengan sentuhan tombol. Setiap kursi di Cinemaxx Gold juga dilengkapi dengan bantal dan selimut lembut. Berbeda dengan Cinemaxx Gold yang lainnya, Cinemaxx Gold Maxx Box Lippo Village dilengkapi dengan meja yang dapat diputar di setiap tempat duduk, USB port charger, dan juga menyajikan beberapa menu khusus yang spesial. Kapasitas tempat duduk di Cinemaxx Gold ini cukup terbatas, yaitu hanya 40 tempat duduk sehingga sangat menjamin kenyamanan selagi menonton.

Tidak cukup hanya dengan berbagai kelebihan tersebut, di Cinemaxx Maxx Box Lippo Village ini disediakan tools interaktif bagi penonton yang disebut dengan Hyperstation. Hyperstation ini juga berbentuk layar raksasa di mana masing-masing calon penonton dapat berinteraksi dengannya secara mandiri. Penonton dapat mengecek jadwal tayang film, menonton trailer film dan informasi mengenai film yang akan ditonton secara mandiri dengan mengklik pilihan yang ada di layar Hyperstation ini. Masih banyak lagi yang dapat dilakukan penonton dengan Hyperstation ini.

Hyperstation

Layanan lain yang diberikan Cinemaxx Maxx Box Lippo Village adalah Maxx Games. Ini sepertinya cara bagus menghabiskan waktu bagi calon penonton sambil menunggu tayangnya film yang akan ditonton dengan melakukan berbagai permainan. Permainan yang disediakan layaknya tempat bermain lainnya, namun ditujukan dan dipadukan dengan layanan bioskop sehingga penonton tidak perlu jauh dari bioskop untuk menghabiskan waktu menunggu tayangnya film.
Maxx Games
Pertanyaannya bagaimana dengan harga tiket? 

Harga tiket yang dipatok masih sangat bersaing dengan bioskop lainnya. Untuk tipe reguler format 2D harga tiket Senin - Kamis adalah Rp40.000,00, hari Jumat Rp50.000,00 dan Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional Rp60.000,00. Untuk format 3D masing-masing hari ditambah Rp5.000,00 sehingga menjadi Rp45.000,00 (Senin-Kamis), Rp55.000 (Jumat), dan Rp65.000 (Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional).

Untuk tipe Ultra XD format 2D harga tiketnya Senin-Kamis Rp45.000,00, Jumat Rp55.000,00 dan Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional Rp65.000,00. Untuk format 3D harganya menjadi Rp50.000,00 (Senin-Kamis), Rp60.000,00 (Jumat), dan Rp70.000,00 (Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional).

Untuk tipe Ultra XD dengan Dolby Atmos format 2D harga tiketnya Senin-Kamis Rp50.000,00, Jumat Rp60.000,00, dan Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional Rp70.000,00. Untuk format 3D Rp55.000,00 (Senin-Kamis), Rp65.000,00 (Jumat), dan Rp75.000,00 (Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional).

Untuk Cinemaxx Gold format 2D Senin-Kamis Rp75.000,00, Jumat Rp100.000,00, dan Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional Rp125.000,00. Harga tiket untuk format 3D adalah Rp80.000,00 (Senin-Kamis), Rp105.000,00 (Jumat), dan Rp130.000,00 (Sabtu-Minggu/Hari Libur Nasional).

Tentunya harga tiket ini akan menjadi pertimbangan kapan sebaiknya Anda menonton di Cinemaxx Maxx Box Lippo Village. Namun bagi mereka yang ingin memperoleh pengalaman menonton film yang maksimal harga tiket ini cukup pantas untuk dibayarkan.

Perlu juga diketahui bahwa sampai dengan saat ini, bioskop-bioskop Cinemaxx dengan jumlah keseluruhan 60 layar bersistem digital telah hadir di beberapa kota di tanah air. Dua di antaranya ada di Jakarta, yaitu Cinemaxx Plaza Semanggi Jakarta dan Cinemaxx FX Sudirman Jakarta. Lokasi lainnya adalah Cinemaxx Palembang Icon, Cinemaxx Ponorogo City Center, Cinemaxx Lippo Mall Kuta, Cinemaxx Lippo Plaza Manado, Cinemaxx Sun Plaza Medan, Cinemaxx Lippo Plaza Medan, Cinemaxx Maxx Box Orange County, Cinemaxx Lippo Plaza Jogja, serta yang terbaru Cinemaxx Maxx Box Lippo Village. 

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...