Friday, June 12, 2015

Proyek Android One Google Gagal?

Dalam artikel terdahulu, saya sudah mengkhawatirkan bahwa Proyek Android One Google kemungkinan gagal, kalaupun tidak gagal mungkin akan biasa saja. Saya kutip bagian akhir dari artikel tersebut.
Tiga faktor tersebut menjadi sebab kemungkinan Android One tidak akan sebesar yang diharapkan oleh Google. Saya rasa, penjualan akan tetap ada, namun mungkin  akan datar-datar saja. Namun, hal ini bukanlah kata akhir. Saya rasa Google masih optimis untuk tetap meneruskan proyek Android One ini. Apalagi di Indonesia baru berjalan dalam hitungan bulan. Apa Kabar Android One Google?
Per hari ini Android Authority mengkonfirmasi bahwa penjualan Android One di India tidak sebagaimana diperkirakan oleh MediaTek, yaitu sekitar 2 juta unit. Penjualan di seluruh India diperkirakan hanya mencapai angka 800 ribu unit. Angka ini tentu sangat jauh dari yang diperkirakan oleh MediaTek.

Mengapa India yang dijadikan tolok ukur dalam hal ini? Tidak lain karena India merupakan pasar pertama yang dimasuki oleh Android One. Keberhasilan di pasar India akan bisa menjadi benchmark bagi pasar-pasar lain seperti Indonesia, Bangladesh atau Piliphina.

Bagi saya sendiri, sedari awal saya mengkhawatirkan proyek Android One ini. Saya agak pesimis karena harga smartphone Android yang sudah terlalu rendah. Namun saya tetap mengapresiasi langkah Google untuk memberikan pengalaman fully google dengan harga perangkat sangat murah. 

Sebagaimana pernah saya tulis sebelumnya, memasuki lapisan bawah dari pengguna Android ini hampir sama saja sulitnya dengan mengambil hati mereka yang ada di lapisan atas pasar. Jika dilapisan atas brand produk sangat berpengaruh, di lapisan bawah justru harga yang sangat penting.

Harga smartphone Android maksimal 100 USD itu sudah sangat banyak pemainnya. Motorola sangat bagus dengan seri Moto E-nya demikian juga vendor lain. Ketika Google memasuki pasar di mana pemainnya sudah sangat banyak ini, pengalaman ala Google yang ditawarkan Google tidak lagi menjadi daya tarik bagi pengguna. Apalagi masih sangat banyak smartphone dengan harga di bawah harga Android One ini.

Selain itu ketiadaan nama-nama vendor besar membuat proyek Android One ini kurang dukungan. Kita melihat kasus di Indonesia di mana Android One dipasok oleh tiga vendor lokal, Mito, Nexian, dan Evercross. Saya rasa penjualannya mungkin tidak akan jauh-jauh dari kasus di India.

Namun demikian walaupun bisa dikatakan gagal, Google dikabarkan tetap akan meneruskan proyek Android One ini.
Google stresses the fight is not over and we hope this is the case. They promise next-generation devices coming from almost 20 OEMs and state they will come in both low and mid-end price points. In fact, Caesar claims $100-$200 devices are growing faster than $70-$120 devices, as people who buy a second phone tend to go for more powerful options. 
Tampaknya Proyek Android One ini akan terus diupayakan oleh Google sebagai jalan untuk membawa miliaran orang berikutnya menggunakan internet. Namun caranya agak diubah dengan menggeser harga Android One antara 100 sampai dengan 200 USD. Kita melihat hal ini dengan peluncuran Android One di Turki yang spesifikasinya sangat bagus dan kemungkinan harganya lebih dari 100 USD.

Google tentu saja belajar dari pengalaman Android One ini. Bisa dikatakan kegagalan pertama ini lebih kepada strategi dengan menonjolkan pengalaman ala Google. Google kurang awas bahwa mereka yang kelas bawah kurang tersugesti dengan pengalaman ala Google tersebut. 


BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...