Wednesday, June 3, 2015

Membatasi Akses Anak terhadap Konten Dewasa di Google Play

Google Play
Kemajuan dunia smartphone/tablet khususnya Android tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga membawa bencana yang tidak sedikit bagi anak-anak. Oleh karena murahnya perangkat bergerak seperti tablet dan smartphone berbasis Android, membuat penetrasi mereka sedemikian dalam, tidak hanya pengguna dewasa, tetapi juga anak-anak.

Sayangnya sebagian besar konten yang disediakan di pasar aplikasi Google Play adalah untuk orang dewasa sehingga kemungkinan anak terpapar konten yang tidak pantas sangat tinggi. 

Google sangat menyadari hal ini dan sudah sejak lama berusaha mengurangi akses anak terhadap konten dewasa dengan berbagai cara. Jika orang tua berbagi tablet dengan anak ada Restricted profiles yang bisa dibuat oleh orang tua agar anak tidak bisa mengakses aplikasi tertentu yang tidak sesuai dengan umur mereka.

Namun kini kecenderungannya orang tua tidak lagi berbagi perangkat dengan anak. Oleh karena harga perangkat yang terjangkau, orang tua cenderung lebih suka membelikan anak mereka tablet atau smartphone tersendiri. Sayangnya pemberian tablet atau smartphone kepada anak tersebut tidak diiringi dengan literasi atau penjelasan kepada anak bagaimana perangkat tersebut bisa sangat bermanfaat bagi mereka. Anak cenderung dibiarkan menggunakan smartphone atau tablet, orang tua cenderung happy dengan kedekatan anak dengan perangkat yang sebenarnya bisa sangat berbahaya bagi anak itu sendiri.

Untuk itulah pentingnya orang tua mengetahui terlebih dahulu apa yang pantas dan tidak pantas dikonsumsi anak dari pasar aplikasi Google Play. Orang tua sebelum memberikan perangkat ada baiknya melakukan setting terhadap perangkat terkait dengan aplikasi apa saja yang bisa digunakan anak. Caranya dapat dilakukan sebagai berikut.

Langkah pertama adalah membuka aplikasi Google Play. Pada sisi kiri aplikasi terlihat Setting. Pilih Setting lalu pilih Parental Control. Pada halaman yang baru geser bilah pilihan ON/OFF ke ON seperti terlihat berikut ini.


Setelah melakukan ON, orang tua diminta mengisi password. Isikan password sehingga kemudian akan muncul halaman berikut ini.


Pilih aplikasi yang sesuai dengan anak Anda yang nantinya akan menggunakan smartphone. Terdapat banyak pilihan, yaitu maksimal 3 tahun, maksimal 7 tahun , 12, tahun, 16 tahun, dan 18 tahun atau tampilkan semua termasuk yang Unrated. Setelah melakukan pemilihan akan tampil peringatan berikut ini. 


Peringatan di atas tidak perlu Anda risaukan, yang terpenting adalah akses anak terhadap konten yang akan mereka download sudah dibatasi sesuai dengan umur mereka. Hal ini penting karena anak-anak cenderung sangat cepat bosan dengan games tertentu dan selalu berusaha meminta games (terutama) yang baru. Ketika aplikasi dan games baru tersebut sudah disesuaikan dengan usia mereka, orang tua tidak perlu lagi khawatir.

Selain cara tersebut di atas, Google juga telah memberikan klasifikasi baru untuk aplikasi di Google Play dengan nama Family seperti gambar berikut ini.


Klasifikasi aplikasi Family ini membantu orang tua mengontrol apa saja aplikasi yang dikonsumsi anak. Berikan pengarahan kepada anak bahwa mereka seharusnya hanya mengakses klasifikasi aplikasi ini di Google Play demi keamanan mereka.

Dengan berbagai cara yang sudah disediakan Google tersebut, orang tua seharusnya bisa memanfaatkannya dengan baik. Orang tua tidak boleh abai dengan hal ini karena sangat terkait dengan anak mereka. Selain itu, perlu juga kesadaran dari orang tua untuk menyediakan waktu berbagi dengan anak ketika mereka menggunakan perangkat.

Dengan berbagai cara di atas, sebenarnya dampak buruk teknologi terhadap anak sangat dapat diminimalisasi. Kuncinya orang tua harus terlebih dahulu tercerahkan dan bisa menguasai teknik-teknik sederhana sebelum anak-anak menguasai perangkat.

Tiba-Tiba Dua Malam di Purwokerto

Stasiun Purwokerto di malam hari Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto , namanya.  Se...