Friday, May 29, 2015

Sharp Aquos Crystal Murah Rp3,9 Juta?

Sharp Aquos Crystal
(Engadget)
Setelah seminggu sebelumnya informasinya di-buzz di Twitter dan media sosial lainnya, Sharp akhirnya merilis smartphone pertama mereka di Indonesia, yaitu Aquos Crystal. Sayangnya saya tak bisa mengikuti acara tersebut secara langsung sehingga hanya bisa menikmatinya melalui timeline Twitter.

Perlu diketahui, Aquos Crystal bukanlah smartphone baru sama sekali. Selain Jepang, Aquos Crystal telah dijual di Amerika Serikat melalui Amazon dan Boost Mobile sekitar bulan Agustus tahun yang lalu. Jadi Aquos Crystal ini sudah berumur hampir satu tahun, meskipun baru masuk pasar Indonesia bulan Mei 2015 ini.

Jika kita melihat, spesifikasi yang diusung oleh Sharp Aquos Crystal, smartphone ini adalah kelas menengah. Dengan layar IGZO seluas 5 inchi HD 720p yang terlihat seperti bezelless, smartphone ini terlihat sangat cantik. Tampaknya fokus Sharp di sini adalh mengupayakan bagaimana layar tersebut memiliki luas yang lebih besar dibandingkan smartphone lainnya dengan layar 5 inchi. Tampaknya usaha Sharp tersebut berhasil jika kita melihat perbandingan layar berikut ini.

Sumber:  Reddit
Bila kita melihat perbandingan layar di atas, Sharp Aquos Crystal berada di posisi pertama karena bagian depannya memiliki layar paling luas, yaitu 78,5%. Hal ini sesuatu yang patut diapresiasi. 

Namun hal tersebut bukan tanpa risiko. Demi mengejar kesan bezelles tersebut posisi kamera depan jadi berada di bagian bawah smartphone. Ini posisi yang aneh dan semacam joke yang tidak lucu karena kebanyakan kamera depan untuk selfie berada di bagian atas smartphone. Tentunya hal ini akan memberikan kesulitan tersendiri.

Hal lain yang perlu dikritisi dari Aquos Crystal ini adalah harganya yang termasuk mahal untuk smartphone kelas menengah. Dengan harga 3,9 juta rasanya terlalu mahal, padahal di Amerika sana dirilis dengan harga 149 USD. Saya bisa mengatakan harga Aquos Crystal ini mahal karena spesifikasinya yang kelas menengah namun harga menengah premium. Mungkin Sharp terlalu menghargai desain smartphone yang bezelles tersebut.

Bagi saya kesesuaian spesifikasi dengan harga adalah kunci bersaing di pasar Android yang sangat banyak pemain ini. Saya rasa desain belum merupakan bagian yang dipertimbangkan, artinya kalau desain bagus pengguna suka, tetapi tidak bagus pun asal harganya masuk akal akan dibeli.

Harga tetap menjadi pertimbangan penting. Tak banyak orang yang mau membayarkan 3,9 juta untuk memperoleh smartphone dengan spesifikasi ROM hanya 8GB (meskipun tersedia slot micro SD Card hingga 128GB) dan RAM 1,5 GB karena di pasar tersedia smartphone yang memiliki ROM dan RAM yang lebih besar dan kemampuan kamera yang  setara  atau lebih baik, tetapi dengan harga jauh lebih murah meskipun desainnya tidak bezelles. Dua contoh yang bisa saya kemukakan adalah ZTE Blade S6 dan Xiaomi Mi 4i. Tambahan lagi Aquos Crystal masih berbasis KitKat meskipun sudak ada drop test untuk Lollipop. 

Demikian juga dengan prosesor. Aquos Crystal mengandalkan Snapdragon 400 1,2 Ghz quad core. Prosesor ini sudah cukup berumur (sekitar 2 tahun) dan juga digunakan oleh Moto G 2nd.

Sebagai produsen layar, Sharp Aquos Crystal tidak diragukan kecemerlangan layarnya. Namun demikian, spesifikasi layar seperti Mi 4i juga sangat bagus dengan memberikan Full HD 1080p. 

Saya membaca beberapa review terhadap Sharp Aquos Crystal ini. Sejauh yang saya baca, kesannya biasa saja

Saya rasa Sharp perlu lebih realistis dalam menentukan harga Aquos Crystal ini. Saya merekomendasikan harga 2,7 juta hingga 2,9 juta untuk Aquos Crystal ini. Itupun jika melihat besarnya ROM masih kalah dibandingkan vendor lain, namun bisa sedikit bersaing karena desain yang jauh lebih baik.

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...