Friday, May 8, 2015

Hands On ZTE Blade S6 dari ZTE Indonesia


ZTE Blade S6
Persaingan di pasar smartphone kini semakin sengit dan menuntut vendor untuk terus-menerus berinovasi dan menghasilkan smartphone yang tidak hanya bagus dari sisi desain, tetapi juga dari sisi kinerja dan harga yang bersahabat. Sebagai sebuah vendor yang sudah lama berada di pasar, jelas ZTE tidak mau ketinggalan dan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi pengguna. Salah satunya dengan merilis seri Blade terbaru mereka, yaitu ZTE Blade S6.

Bertempat di Penang Bistro, Kebon Sirih dua hari yang lalu (Rabu, 6/5-2015), ZTE Indonesia mengundang para blogger untuk merasakan kecanggihan ZTE Blade S6 ini dalam sebuah acara yang bertajuk Bincang Sore. Di acara ini blogger diberikan pengetahuan tentang fitur-fitur penting yang ditawarkan ZTE di Blade S6. Selain itu, tentu saja para blogger bisa langsung hands on ZTE Blade S6 tersebut.

Secara spesifikasi saya melihat bahwa ZTE Blade S6 ini memberikan spek kelas menengah premium. Secara lengkap spesifikasinya adalah sebagai berikut: 

Jaringan:  LTE:  B3/B5/B8, UMTS: 900/2100 MHz, GSM: 850/900/1800/1900
Platform:  Qualcomm Snapdragon™ 615 octa-core chipset (MSM8939)
Sistem Operasi:   Android Lollipop
Ukuran:  144 x 70.7 x 7.7mm
Layar: HD berukuran 5.0 inci dengan In-Cell Technology
Kamera: Sony IMX214 13M AF + 5M wide-angle FF
Baterai  2400mAh
Port: 3.5mm Earphone Port, Dual Nano SIM, 5 pin Micro USB, Micro SD 
Memori: 16GB eMMC + 2GB RAM DDR3
Fitur: HI-FI,Proximity, Ambient Light, Accelerometer, Compass, Gyro, A-GPS/GPS/FM/BT 4.0/Wifi, Wifi: 802.11a/b/g/n/ac, Smart Sense, Aliveshare, MiFavor 3.0 UI

Hands On

1. Hardware
Seri Blade dari ZTE sebelumnya diakui oleh banyak pengguna sebagai smartphone yang bandel dan bagus dari sisi hardware. ZTE Blade S6 tetap melanjutkan tradisi ini. Hal ini terlihat pada modul kamera yang menggunakan Sony IMX 214. Selain itu pemilihan chipset terbaru,  Qualcomm Snapdragon™  615, chipset  octacore  pertama  dari  Qualcomm  yang memiliki  solusi  system on chip dan  image  processor Adreno  405  yang  mampu  untuk men-decode  format  Full-HD  H.265 adalah tanda bahwa secara hardware Blade S6 ini memberikan yang terbaik di kelasnya. Dengan hardware bagus ini tentu saja kinerja yang dijanjikan ZTE Blade S6 rata-rata lebih baik dibandingkan dengan smartphone di kelasnya.

2. Desain
Bila kita lihat sejenak, secara desain ZTE Blade S6 ini mungkin mengingatkan kita kepada desain iPhone 6. Desainnya tipis layaknya iPhone 6. Namun soal desain bukan sesuatu yang patut dipertentangkan karena hal ini sangat mudah ditiru sehingga kinerja perangkat adalah yang lebih dikedepankan. 

Desain tipis ini tidak membuat ZTE menghilangkan salah satu fitur penting di Android, yaitu tambahan slot micro SD Card. Hal ini suatu yang patut dipuji karena kebanyakan vendor memilih memperbesar ROM dan menghilangkan slot micro SD card karena alasan desain yang super tipis. Percaya atau tidak slot micro SD card merupakan salah satu primadona kebanyakan pengguna Android sehingga dengan tetap menyediakannya di Blade S6, ZTE mengerti terhadap keinginan pengguna. Perlu juga diketahui bahwa desain unibody di Blade S6 ini membuat baterainya tidak bisa dibongkar pasang dengan mudah.  

Secara desain ZTE Blade S6 ini adalah smartphone yang enak dipandang. Mungkin agak sulit bagi pengguna untuk membedakannya dengan iPhone 6 jika disandingkan side by side. Namun demikian it is ok. Setiap vendor punya alasan tersendiri, terlebih desain smartphone adalah sesuatu yang terus-menerus berubah.

3. Layar
Saya selalu lebih memilih smartphone Android dengan layar 5 inchi. Saya berpendapat bahwa layar seluas 5 inchi ini adalah layar paling tepat untuk sebuah smartphone. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil dan ini dipenuhi dengan baik oleh Blade S6. ZTE Blade S6 menggunakan layar HD 720 x 1280 dengan kerapatan piksel 294 ppi dan 67,7% screen to body ratio

Hal ini menjadikan layar Blade S6 cerah dan enak dipandang. Dengan In Cell Technology, layar Blade S6 ini mampu menghadirkan smartphone yang lebih tipis, screen imaging yang lebih baik, mengurangi berat smartphone, dan bisa memperbesar baterai. Ketika saya pegang ZTE Blade S6 ini memang terasa sangat ringan, sekitar 134 gram saja.   

4. Kamera
Dengan mengandalkan modul kamera IMX214 berkekuatan 13 megapiksel dari Sony, hasil foto yang diberikan oleh Blade S6 ini dijamin sangat baik. Saya mencoba mengambil beberapa foto dengan Blades S6 ini dan secara kualitas menurut saya sangat baik. Selain itu kamera depannya yang berkekuatan 5 megapiksel dan bisa mengambil banyak objek sekaligus sehingga memungkinkan untuk selfie beramai-ramai atau wefie.

Tentu saja dengan waktu yang singkat belum semua fitur di kamera ini dapat dieksplorasi. Namun dari paparan ZTE, ZTE menyediakan opsi Simple dan Pro di kamera Blade S6 ini. Saya biasanya cenderung hanya menggunakan opsi Simple (terdapat opsi Auto, HDR) karena memang bukan photography minded dan sudah cukup senang dengan apa yang dihasilkan oleh Blade S6 ini.

5. UI MiFavor 3.0
Setiap vendor Android memiliki UI tersendiri yang membedakannya dengan vendor lainnya. ZTE menggunakan UI MiFavor yang sudah memasuki generasi ketiga di Blade S6. Untuk memahami dan mengambil keuntungan dan UI ini tentu saja perlu eksplorasi yang mendalam. Menurut ZTE sendiri MiFavor 3.0 ini sudah disesuaikan dengan guidance material design dari Google. Melalui MiFavor 3.0 pengguna bisa melakukan pengaturan MiColor, menu, wallpaper dan efek transisi layar. 

Harus diakui bahwa saya tidak sempat mengekplorasi MiFavor 3.0 ini lebih dalam. Namun sekilas seperti pada seri Nubia, semua aplikasi ada layar depan dan dapat bernavigasi dengan mudah.

6. Fitur Tambahan
Jika Anda pernah menggunakan seri Nubia Z5S Mini, tentu tidak akan kaget dengan fitur Smart Sense yang ada di Blade S6 ini. Fitur Smart Sense sepertinya dipinjam Blade S6 dari seri flagship Nubia. Fitur ini merupakan jalan pintas yang bisa digunakan pengguna untuk melakukan sesuatu secara cepat, misalnya menyalakan musik, senter, mematikan nada dering, dan banyak lainnya. Tahun lalu ketika menggunakan Nubia Z5S Mini fitur ini sudah saya coba dan dapat bekerja dengan baik. 


Menggogayang smartphone untuk menyalakan senter

Menyalakan musik dengan smart sense

Kini fitur ini disematkan ke Blade S6 dan merupakan tambahan yang cukup bagus. Misalnya dengan menggoyangkan smartphone sebanyak dua kali, senter bisa menyala, mengangkat smartphone secara horizontal maka kamera akan terbuka, letakkan tangan di layar untuk mematikan nada dering, dan banyak lainnya. 

Namun demikian untuk bisa memanfaatkan fitur ini, tentu pengguna perlu berlatih dan bereksplorasi dan ini membutuhkan waktu. Namun sekali bisa dilakukan, biasanya akan lebih mudah untuk berikutnya. 

Di hands on, saya dan teman-teman mencoba untuk menyalakan musik melalui gerakan membuat huruf V dan menyalakan senter dengan menggoyangkan smartphone sebanyak dua kali. Harus diakui pada awalnya cukup sulit karena memang belum paham caranya. Namun setelah dicontohkan, hal ini dapat dilakukan dengan baik.

Tambahan fitur lain yang juga menarik adalah AliveShare. Dengan fitur ini dimungkinkan perpindahan data 40 kali lebih cepat dibandingkan dengan Bluetooth. Sharing data tidak lagi menggunakan jaringan internet atau data seluler, tetapi menggunakan AliveShare yang dikembangkan ZTE dari fitur WiFi Direct. Tentunya fitur ini juga sangat menarik untuk didalami lebih jauh.

Kecuali itu patut juga dilihat pilihan ZTE menghadirkan Blade S6 dengan dual Nano SIM, yaitu LTE dan 3G dual active. Kita mengetahui bahwa penetrasi 4G LTE di Indonesia masihlah sangat minim karena memang baru dirilis oleh beberapa operator. Oleh karena itu, sambungan data 4G LTE pasti tidak semua orang bisa menikmatinya. Blade S6 menyediakan koneksi 3G HSDPA yang bisa dikatakan lebih merata di wilayah Indonesia. Jadi seandainya tidak ada koneksi LTE, koneksi 3G HSDPA di Blade S6 bisa dipakai. Ini artinya meskipun LTE Ready, Blade S6 memberikan keleluasaan kepada pengguna dengan tetap menyediakan koneksi data 3G yang ketersebarannya jauh lebih tinggi dibandingkan 4G LTE.

Kesimpulan
Terakhir kali saya menggunakan seri Blade dari ZTE adalah ketika hands on Blade Vec Pro. Saya rasa Blade S6 ini peningkatan yang cukup signifikan dari seri Blade Vec Pro, baik dari sisi desain maupun hardware yang digunakan. Sepertinya ZTE menyasar pengguna yang agak sensitif harga, tetapi menginginkan sebuah smartphone yang premium. 

Dari hands on yang saya lakukan, harga Rp2.999.000 yang diberikan ZTE untuk Blade S6 bisa dikatakan sangat sepadan dan mungkin lebih murah dibandingkan vendor lain di kelasnya jika diperbandingkan head to head secara spesifikasi. Dengan spesifikasi yang lebih baik ZTE berani memberikan harga di bawah Rp3.000.000 untuk Blade S6. Pengguna rasanya layak untuk menjadikan Blade S6 dari ZTE ini sebagai pilihan smartphone yang hendak dibeli.


Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...