Tuesday, April 28, 2015

Untuk Apa Tumpukan Uang Sebanyak 194 Miliar Dollar Apple?

Apple Inc.
Media teknologi hari ini cukup ramai memuat laporan keuangan kuartal kedua Apple Inc. Untuk kuartal kedua ini, Apple kembali mematahkan prediksi Wall Street dengan pendapatan sebesar 58,01 miliar dollar dan keuntungan sebesar 13,6 miliar dollar. 

iPhone masih terus menjadi tumpuan penjualan Apple dengan penjualan sebanyak 61,2 juta unit yang setara dengan 40,3 miliar dollar. iPad yang menunjukkan grafik menurun dalam jumlah penjualan masih menyumbang sebesar 5,4 miliar dollar dengan jumlah terjual sebanyak 12,6 juta unit. Selanjutnya Macs berkontribusi senilai 5,6 miliar dollar untuk penjualan sebanyak 4,56 juta unit. Selanjutnya adalah Services yang memecahkan rekor per kuartal dengan penjualan senilai 4,99 miliar dollar dan lainnya sebesar 1,7 miliar dollar.

Bila dilihat dari segi demografis, pasar di luar Amerika Utara  merupakan pasar paling besar sumbangannya terhadap penjualan Apple di mana dari sana Apple menghasilkan 63% penjualan. Pasar Amerika yang menyumbang 21,3 miliar dollar untuk Apple Inc. dan pasar China berada di posisi kedua dengan 16,8 miliar dollar.

Penjualan Apple Inc. yang terus meningkat tersebut bukanlah hal yang aneh. Dengan kombinasi kekuatan ekosistem yang dikontrol sendiri dan harga produk yang sangat tinggi, apa pun perkiraan analis akan dengan mudah dipatahkan Apple. Dampak selanjutnya adalah terus meningkatnya cash on hands Apple Inc yang kini mencapai jumlah 194 miliar dollar.

Jumlah cash on hands sebesar 194 miliar dollar tersebut adalah jumlah yang mungkin tidak akan bisa anda hitung dengan mudah. Apple Inc. berada jauh di atas Microsoft yang memiliki cash on hands sebesar  107,4 miliar dollar, Google dengan 67 miliar dollar, Pfizer dengan 54,4 miliar dollar dan Cisco Systems dengan 54,2 miliar dollar.

Pertanyaannya, untuk apa uang sebanyak 194 miliar dollar tersebut?

Jawabannya bukanlah hal yang mudah. USA Today mencatat bahwa cash on hands sebesar 194 miliar dollar tersebut jika dibagi kepada warga Amerika Serikat, laki-laki, perempuan, dan anak-anak, maka masing-masing mereka akan memperoleh 556 dollar AS. Sebuah jumlah yang cukup besar tentunya.

Menurut USA Today tumpukan uang tunai Apple sangat penting untuk investor yang semakin lapar mengincar dividen yang lebih besar dan buy back saham. Sebelumnya, Apple telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan program buy back saham. Apple Inc. meningkatkan rencana pembelian kembali saham dari 90 miliar dollar menjadi 140 miliar dollar. Selain itu, Apple  juga meningkatkan dividen menjadi 11%. Itu artinya ada kenaikan 1,16 miliar dollar dalam deviden yang dibayarkan. Apple kini merupakan pembayar dividen terbesar, yaitu 12,1 miliar dollar setahun.

Anda mungkin saja bisa capek membayangkan penjualan sebanyak 58,01 miliar hanya dalam satu kuartal. Dengan adanya empat kuartal dalam setahun, bila rata-rata penjualan sekitar 50 miliar dollar itu artinya Apple Inc memperoleh pendapatan 200 miliar dollar setahun. Dengan jumlah sebesar itu tidak akan ada perusahaan lain yang bisa menyaingi Apple Inc.

Sekali lagi, sebagian pengguna produk Apple adalah mereka dengan kantong tebal dan telah sekian lama berada di ekosisten yang diciptakan Apple Inc.Dengan formulasi harga produk yang tinggi karena brand yang bagus, bukan sesuatu yang aneh bila suatu saat nanti cash on hands sebesar 300 miliar dollar. Selama pengguna sedemikian bangganya membeli iDevice meskipun mengorbakan ribuan dollar untuk fungsi yang sebenarnya sama saja dengan yang di device lain, selama itu pula Apple akan terus menambah tinggi tumpukan uang tunainya.

It is up to you, guys (:)|

Sumber: USA Today, Marketing Land

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...