Thursday, April 30, 2015

Hands On Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge

Samsung resmi merilis Galaxy S6 dan S6 Edge
di Indonesia
Kesempatan itu akhirnya datang juga. Bertempat di Raffles Hotel, Rabu (29/4) saya akhirnya bisa memegang Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge yang menjadi senjata utama Samsung kembali ke persaingan di smartphone kelas premium. Sebelumnya, jika Anda sudah membaca berbagai review terhadap dua jagoan Samsung ini, bisa saya katakan bahwa Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini adalah karya masterpiece Samsung.

Acara launching resmi Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini memang memberikan kesempatan bagi para undangan untuk merasakan pengalaman menggunakan Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Meskipun tentu masih sangat terbatas karena perangkat tersebut tidak log in dengan akun saya sendiri sehingga menggunakan berbagai aplikasi ada keterbatasan. Namun demikian, saya bisa mengatakan bahwa Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge benar-benar smartphone kelas premium yang patut dimiliki.

Perhatian utama saya pertama adalah kamera. Saya selalu beranggapan bahwa untuk menentukan bagus tidaknya sebuah kamera adalah dengan melakukan pengambilan foto dalam kondisi default seperti apa adanya yang disediakan vendor. Ini artinya fitur auto merupakan pilihan pertama yang saya uji. Fitur kamera ini bisa saya katakan Samsung telah mencapai level yang sama tingginya dengan kamera lain di kelas premium. Seperti banyak diulas direview, kamera Galaxy S6 dan S6 Edge ini memang bisa menghasilkan foto yang brilian dan detail. Warna-warna yang tampil sedemikian bagusnya apalagi ditunjang oleh layar Super Amoled dengan kerapatan 577 ppi.

Layar Super Amoled di Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini merupakan layar smartphone pertama yang saya lihat sedemikian bagusnya. Layar ini jernih, keren dan menampilkan warna-warna yang alami. Sebagai pemimpin dalam industri layar, hal ini suatu yang tidak aneh. Samsung berhasil memberikan layar smartphone yang bisa menjadi benchmark bagi industri smartphone.

Saya mencoba mengambil beberapa foto selagi Galaxy S6 dan S6 Edge diletakkan dalam posisi berdiri pada security pad (tidak dipegang). Berkat fitur OIS, baik di kamera belakang maupun depannya, foto yang dihasilkan tetap sangat bagus tanpa ada kesan goyang. Berikut contoh foto hasil bidikan kamera Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge.



Fitur kedua yang saya elaborasi adalah desain. Di sisi desain tentu terdapat filosofi yang sedikit berbeda antara Galaxy S6 dan S6 Edge. Saya rasa layar lengkung di Galaxy S6 Edge sangat menarik. Desainnya sedemikian bagus dan presisi. Meskipun secara fungsi mungkin belum bisa dieksplorasi lebih jauh, tetapi layar melengkung di kedua sisi kanan dan kiri ini a step ahead dibandingkan pesaing lainnya di pasar smartphone.

Sisi belakang Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge ini tidaklah berbeda. Dengan material kaca dilapisi Corning Gorilla Glass 4, layar belakang ini kuat dan tak perlu khawatir kalau jatuh. Demikian juga dengan layar depannya. 


Sisi ketiga atau UI TouchWiz yang menurut pengakuan Samsung telah mereka definiskan kembali. Secara umum memang terdapat perbedaan yang jauh antara TouchWiz yang ada di Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge dengan smartphone Samsung lainnya. Samsung menyederhanakan berbagai perintah dan eksekusi agar pengguna mudah dalam menggunakan Galaxy S6 dan S6 Edge. Beberapa ikon dihapus lalu diganti dengan teks yang lebih mudah dimengerti. Samsung juga menghilangkan scrolling sehingga pengguna dapat melakukan eksekusi dalam satu dua klik.

Di sisi UI ini Samsung juga memberikan warna-warna berbeda untuk berbagai fitur seperti penggilan, kontak, message dan lainnya. Samsung menyebutnya Colour Code, yaitu mengenali suatu fitur dengan warna yang berbeda sehingga pengguna bisa lebih bisa membedakan suatu fitur berdasarkan warnanya. Saya rasa warna-warna yang dipilih menyesuaikan dengan tuntutan Google dalam material design.

Namun demikian, yang saya rasa kurang pas adalah tampilan Home yang hampir tidak berbeda dari TouchWiz sebelumnya. Kotak persegi untuk memasuki aplikasi dan pilihan warnanya masih mengikuti Galaxy S seri sebelumnya. Akan sangat lebih baik tampilan Home tersebut dan ikon kotak persegi itu juga ikut diganti atau dipoles oleh Samsung. Sepertinya Colour Code tidak diterapkan Samsung di bagian ini.



Sisi keempat yang saya gunakan adalah Virtual Shoot. Fitur ini secara umum mungkin tidak berbeda dengan fitur Photosphere yang ada di Google Kamera. Fitur ini akan menampilkan foto 360 derajat yang akan memperlihatkan sebuah objek lebih lengkap dan menarik untuk dilihat. Sayangnya fitur ini hanya untuk kesenangan dan foto yang dihasilkan belum bisa dibagi ke media lain, misalnya media sosial. 

Secara umum apa yang ditawarkan Samsung di Galaxy S6 dan S6 Edge ini adalah lompatan yang sangat krusial bagi mereka guna terus bisa bersaing di kelas premium. Saya rasa Samsung boleh berbangga dengan Project Zero mereka sehingga bisa menghasilkan dua buah smartphone yang tidak hanya baik dari segi desain, tetapi juga sangat bagus dari sisi kinerja. Two Thumbs Up untuk Samsung!

Saya rasa, bagi mereka yang ingin memiliki smartphone premium dengan kinerja bagus, Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge harus diletakkan dalam daftar teratas. Dengan harga Rp9.499.000,00 untuk Galaxy S6 dengan kapasitas 32GB saya rasa masih sangat masuk akal apalagi kalau dibandingkan dengan pesaing yang harganya hampir sama (atau mungkin lebih mahal) dengan kapasitas yang cuma 16GB. 

Samsung mengatakan bahwa Galaxy S6 dan S6 Edge akan mulai tersedia pada tanggal 8 Mei di mall Grand Indonesia dan Sun Plaza Medan. Akan ada berbagai pilihan warna dan kapasitas yang disediakan oleh Samsung, yaitu untuk Galaxy S6 tersedia pilihan warna Black Sapphire, Blue Topaz, Gold Platinum, dan White Pearl, sedangkan untuk Galaxy S6 Edge tersedia warna Black Sapphire, Gold Platinum, dan White Pearl. Untuk kapasitas Samsung menyediakan kapasitas 32GB dan 64GB. Untuk kapasitas 128GB Samsung akan menunggu animo masyarakat terlebih dahulu.

Berikut foto-fot lain dari acara Launching Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge.








Tuesday, April 28, 2015

Untuk Apa Tumpukan Uang Sebanyak 194 Miliar Dollar Apple?

Apple Inc.
Media teknologi hari ini cukup ramai memuat laporan keuangan kuartal kedua Apple Inc. Untuk kuartal kedua ini, Apple kembali mematahkan prediksi Wall Street dengan pendapatan sebesar 58,01 miliar dollar dan keuntungan sebesar 13,6 miliar dollar. 

iPhone masih terus menjadi tumpuan penjualan Apple dengan penjualan sebanyak 61,2 juta unit yang setara dengan 40,3 miliar dollar. iPad yang menunjukkan grafik menurun dalam jumlah penjualan masih menyumbang sebesar 5,4 miliar dollar dengan jumlah terjual sebanyak 12,6 juta unit. Selanjutnya Macs berkontribusi senilai 5,6 miliar dollar untuk penjualan sebanyak 4,56 juta unit. Selanjutnya adalah Services yang memecahkan rekor per kuartal dengan penjualan senilai 4,99 miliar dollar dan lainnya sebesar 1,7 miliar dollar.

Bila dilihat dari segi demografis, pasar di luar Amerika Utara  merupakan pasar paling besar sumbangannya terhadap penjualan Apple di mana dari sana Apple menghasilkan 63% penjualan. Pasar Amerika yang menyumbang 21,3 miliar dollar untuk Apple Inc. dan pasar China berada di posisi kedua dengan 16,8 miliar dollar.

Penjualan Apple Inc. yang terus meningkat tersebut bukanlah hal yang aneh. Dengan kombinasi kekuatan ekosistem yang dikontrol sendiri dan harga produk yang sangat tinggi, apa pun perkiraan analis akan dengan mudah dipatahkan Apple. Dampak selanjutnya adalah terus meningkatnya cash on hands Apple Inc yang kini mencapai jumlah 194 miliar dollar.

Jumlah cash on hands sebesar 194 miliar dollar tersebut adalah jumlah yang mungkin tidak akan bisa anda hitung dengan mudah. Apple Inc. berada jauh di atas Microsoft yang memiliki cash on hands sebesar  107,4 miliar dollar, Google dengan 67 miliar dollar, Pfizer dengan 54,4 miliar dollar dan Cisco Systems dengan 54,2 miliar dollar.

Pertanyaannya, untuk apa uang sebanyak 194 miliar dollar tersebut?

Jawabannya bukanlah hal yang mudah. USA Today mencatat bahwa cash on hands sebesar 194 miliar dollar tersebut jika dibagi kepada warga Amerika Serikat, laki-laki, perempuan, dan anak-anak, maka masing-masing mereka akan memperoleh 556 dollar AS. Sebuah jumlah yang cukup besar tentunya.

Menurut USA Today tumpukan uang tunai Apple sangat penting untuk investor yang semakin lapar mengincar dividen yang lebih besar dan buy back saham. Sebelumnya, Apple telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan program buy back saham. Apple Inc. meningkatkan rencana pembelian kembali saham dari 90 miliar dollar menjadi 140 miliar dollar. Selain itu, Apple  juga meningkatkan dividen menjadi 11%. Itu artinya ada kenaikan 1,16 miliar dollar dalam deviden yang dibayarkan. Apple kini merupakan pembayar dividen terbesar, yaitu 12,1 miliar dollar setahun.

Anda mungkin saja bisa capek membayangkan penjualan sebanyak 58,01 miliar hanya dalam satu kuartal. Dengan adanya empat kuartal dalam setahun, bila rata-rata penjualan sekitar 50 miliar dollar itu artinya Apple Inc memperoleh pendapatan 200 miliar dollar setahun. Dengan jumlah sebesar itu tidak akan ada perusahaan lain yang bisa menyaingi Apple Inc.

Sekali lagi, sebagian pengguna produk Apple adalah mereka dengan kantong tebal dan telah sekian lama berada di ekosisten yang diciptakan Apple Inc.Dengan formulasi harga produk yang tinggi karena brand yang bagus, bukan sesuatu yang aneh bila suatu saat nanti cash on hands sebesar 300 miliar dollar. Selama pengguna sedemikian bangganya membeli iDevice meskipun mengorbakan ribuan dollar untuk fungsi yang sebenarnya sama saja dengan yang di device lain, selama itu pula Apple akan terus menambah tinggi tumpukan uang tunainya.

It is up to you, guys (:)|

Sumber: USA Today, Marketing Land

Saturday, April 25, 2015

Baru dari Logitech: Logitech Stereo Headset H151 dengan Headband Adjustable

Logitech H151
Penggunaan headset saat ini sudah sangat umum. Banyak pengguna menggunakan headset agar bisa menikmati musik lebih baik atau melakukan panggilan video atau chatting. Tentu saja produsen headset pun berlomba-lomba memenuhi permintaan pasar ini yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Salah satunya adalah Logitech yang baru saja merilis Logitech Stereo Headset H151.

Logitech Stereo Headset H151, merupakan headset keren yang dirancang secara khusus untuk menyuguhkan output suara yang jernih dan jelas bagi pengguna yang sering melakukan panggilan suara dan video call. Fitur noise canceling-nya mampu meredam suara latar belakang yang berisik sehingga Anda dapat melakukan panggilan jernih dengan rekan kerja, keluarga dan teman.

Dengan desain yang ergonomis dan mudah digunakan, Logitech Stereo Headset H151 menghadirkan pengalaman terbaik  saat melakukan panggilan dengan dukungan suara full stereo untuk menghadirkan suara yang jernih dan jelas selama percakapan berlangsung. Keunggulan lainnya Logitech Stereo Headset H151 menghadirkan kenyamanan maksimum kepada penggunanya dengan headband yang adjustable. Selain itu, posisi mikrofon headset ini dapat dipindahkan ke sebelah kiri atau ke sebelah kanan headset dengan mudah oleh penggunanya. Headset ini juga sudah dilengkapi dengan foam ear cup yang didesain untuk melindungi telinga agar nyaman dipakai meskipun sedang melakukan percakapan telepon yang lama. Headset ini pun mudah diatur. Pengguna cukup plug (memasukkan) headset ke dalam port 3.5 mm  dan siap digunakan. 

Menurut Sony Wahib, Cluster Category & Marketing Manager, Asia Tenggara, Logitech komunikasi yang jelas dan jernih merupakan hal yang utama saat melakukan diskusi dengan lawan bicara meskipun dalam lingkungan yang ramai. Mempertimbangkan hal tersebut Logitech menghadirkan Logitech Stereo Headset H151 yang dilengkapi dengan fitur noise canceling untuk meredam suara sekitar pengguna yang berisik, ditambah dengan fitur stereo sound untuk output audio saat voice chat dan video call.  

Headset ini pun mudah untuk dipasang dan disesuaikan. Dengan in-line audio control, pengguna dapat mengatur volume suara secara langsung melalui headset ini. Headset ini juga memiliki kompabilitas yang luas sehingga dapat digunakan di seluruh aplikasi panggilan pada sistem operasi atau platform  perangkat manapun.

Sayangnya Logitech tidak menyebutkan berapa harga yang mereka tawarkan untuk Logitech H151. Namun jika dilihat di situs Logitech Malaysia, Logitech H151 ini diharga sebesar 49 ringgit Malaysia. Harga di Indonesia mungkin tidak jauh dari harga di Malaysia tersebut.

Tuesday, April 21, 2015

Smartfren Rilis Andromax C3s dan C3si Seharga 799 Ribu

Andromax C3s dan C3si
Bertempat di Q Dine & Lounge, The Sultan Hotel-Lobby Lagoon Tower, Smatrfren (20/4) merilis smartphone berbasis CDMA dan GSM terakhir mereka, yaitu C3s dan C3si. Sebagaimana diketahui Andromax seri C merupakan smartphone andalan Smartfren di kelas bawah dengan penjualan sangat sukses. 

Andromax C3s & C3si mendapat banyak peningkatan dari pendahulunya, sebut saja yang utama kehadiran dual kamera dengan resolusi 5MP untuk kamera belakang dan 3MP untuk kamera depan, yang kedua kameranya dilengkapi dengan LED flash. Dengan LED flash di kamera depan, ber-selfie ria semakin seru. Selain itu fitur face detection membantu untuk menghasilkan hasil foto selfie dan wefie yang maksimal.

Dalam penjelasannya Deputy CEO Smartfren Telecom, Djoko Tata Ibrahim mengatakan bahwa permintaan pasar terhadap kehadiran smartphone dengan harga terjangkau dibawah satu juta rupiah sangatlah besar, dan Smartfren melihat bahwa kini konsumen di banyak wilayah membutuhkan perangkat komunikasi yang dapat mendukung gaya hidup mereka. Karenanya Smartfren kembali menghadirkan seri Andromax C lainnya, yakni Andromax C3s dan C3si yang dilengkapi dengan fitur dan performa terbaik di kelasnya.

Kehadiran kamera depan dan belakang ber-LED flash jelas menjadi keunggulan utama smartphone C3s dan C3si dimana penggunanya dapat lebih mengekspresikan komunikasi via video chat. Smarfren juga memberikan fitur-fitur lain yang akan memberikan kenyamanan penggunanya, diantaranya Andromax C3s & C3si dipersenjatai dengan prosesor Qualcomm Snapdragon Dual Core 1.2GHz Cortex A7, GPU Adreno 302, layar 4.0 inci resolusi WVGA multitouch, sistem operasi Android 4.4 Kitkat dengan sokongan baterai sebesar 1400mAh untuk C3s dan 1500mAh untuk C3si. Tidak ketinggalan Smartfren menambahkan fitur pengisisan daya cepat, yaitu Qualcomm Quick Charge. 

Ber-selfie dengan Andromax C3s dan C3si
Dengan kombinasi prosesor dual core dan GPU Adreno 302 plus game premium gratis dari Gameloft, diharapkan pengguna bisa main bermain game  seru dan asik. Terlebih Andromax C3s dibenamkan sistem teknologi audio DTS Sound dan C3si dengan Dolby® Digital Plus yang sudah teruji kualitasnya.

Andromax C3s tersedia dalam dua pilihan warna yaitu hitam dan putih, sedangkan dark grey dan putih untuk C3si yang ditawarkan dengan harga Rp 799.000,00 (termasuk PPN) bersama kartu perdana Smartfren dan pengguna langsung mendapatkan paket gratis data 600 MB selama 7 hari.

Spesifikasi Andromax C3s & C3si:

CDMA EVDO Rev. A (3.5G) + GSM
Dual Mode - Dual On Active EVDO + GSM
Snapdragon Dual Core 1.2GHz  Cortex A7 Processor  
Adreno 302 Graphic Processor Unit
4.0 Inch LCD Display WVGA (480x800 pixel)
Internal Memory 4GB ROM + 512MB RAM
OS Android 4.4 KitKat
Dual Camera 5 MP (FF) w/LED Flash Back + 3 MP (FF) w/LED Flash Front
HD 720p Video Recording & Playback
Dolby® Digital Plus (C3si) / DTS Sound (C3s)
Qualcomm Quick Charge
Built-in GPS with A-GPS Support
Wi-Fi Hotspot  (Tethering)  up to 5 Users
Bluetooth 3.0 / 4.0 with A2DP support
Accelerometer, Proximity, Ambience Sensor
Support Micro-SD external memory up to 32GB 
Battery 1400mAh (C3s) / 1500mAh (C3si)


Seperti yang sudah-sudah, Smartfren tetap bertahan dengan fokus pada smartphone dengan harga terjangkau. Strategi ini masuk akal karena harga masih merupakan pertimbangan penting bagi sebagian besar calon pembeli, apalagi mereka yang ingin pindah dari feature phone ke smartphone. Untuk menyiasati tingginya permintaan terhadap Androma C3s dan C3si ini Smartfren bekerja sama dengan dua vendor sekaligus yang Haier dan Hisense. 

Saturday, April 18, 2015

Mengapa Kerja Sama Internet Dot Org dengan Operator Perlu Dikritisi?

Kemarin (17/4) sebuah perusahaan telekomunikasi Indonesia mengumumkan kerja sama mereka dengan internet dot org, sebuah usaha dari Facebook untuk membuat miliaran orang berikutnya agar bisa menggunakan internet. Tidak dipungkiri, bahwa masih ada miliaran orang yang belum tersentuh oleh internet. Kendala utama adalah mereka tidak memiliki akses mencapai internet. Untuk itulah internet dot org berdiri, memberikan akses gratis ke internet yang sayangnya tentu sesuai dengan misi yang punya, yaitu Facebook.

Sebelum sampai di Indonesia, kerja sama internet dot org dengan perusahaan telekomunikasi ini telah mampir di India. Bentuk kerja samanya hampir sama, yaitu perusahaan telekomunikasi membuat sebuah aplikasi gratis yang dengan aplikasi tersebut bisa mengakses internet (situs-situs tertentu yang ikut bekerja sama dengan internet dot org) secara gratis atau tidak dikenakan biaya atau biasa dikenal tanpa bayar.

Sayangnya kerja sama ini tidaklah berjalan dengan mulus. Di India banyak yang ikut kerja sama dengan internet dot org menarik dukungan mereka karena khawatir bertentangan dengan prinsip dasar internet, yaitu net neutrality atau netralitas internet. Prinsip ini menyatakan bahwa:
.. among other things, that all bits and bytes should be treated the same on all telco and carrier networks, so that all users can have their experience of exactly the same internet, with no bias for or against any site for any reason. (Quartz)
Dengan prinsip tersebut tidak ada satupun situs yang diistimewakan sehingga memperoleh perlakuan khusus, misalnya diskon akses atau  akses gratis. Prinsip yang sama akan menjamin setiap layanan internet menerima perlakuan yang sama, nondiskriminasi sehingga pengguna memperoleh pengalaman tanpa bias.

Di India dikabarkan bahwa kerja sama internet dot org ini telah membuat publik mengirimkan sebanyak 750.000 email kepada Telecom Authority of India. Tentu saja email tersebut berisi keberatan kerja sama internet dot org tersebut menimbulkan tidak samanya perlakuan terhadap berbagai situs di internet.

Para pengkritik berpendapat bahwa layanan internet dot org bertentangan dengan prinsip net neutrality dengan mendorong konsumen untuk hanya mengakses layanan online yang bebas untuk digunakan alias gratis. Mereka juga mengklaim bahwa hal ini akan menciptakan internet dua tingkat di mana orang-orang yang mampu membayar untuk mendapatkan akses tak terbatas ke internet, sementara mereka yang tidak mampu akan dibatasi untuk mana layanan yang hanya tersedia di internet dot org. 

Kesimpulannya, internet dot org menghilangkan segi universalitas dari internet. Internet akan terkotak-kotak berdasarkan kemampuan pengguna untuk mengaksesnya. Mereka yang mampu bisa membayar lebih agar memperoleh perlakuan lebih istimewa tanpa batas, sedangkan yang tidak mampu terbatasi oleh hanya yang diberikan internet dot org. Hal ini sesuatu yang buruk bagi internet itu sendiri.

Kerja sama Facebook dalam hal ini diwakili oleh internet dot org ini harus dikritisi sebagai sebuah ancaman bagi netralitas internet. Memang diakui masih banyak orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke internet, tetapi dengan memberikan akses gratis terbatas (sesuai dengan kemauan Facebook) bukan suatu cara yang bijak untuk mengatasi hal tersebut.

Akan lebih parah lagi nantinya jika ternyata yang memanfaatkan akses gratis hasil kerja sama internet dot org dengan operator ini mereka yang sebenarnya mampu dari segi keuangan untuk membayar. Ini artinya tujuan semula tidak akan tercapai dan hanya akan menyenangkan segelintir pihak yang sebelumnya sudah memiliki akses ke internet. Akan ada kecenderungan dan diskriminasi dalam berbagai layanan internet. Pengguna akan cenderung terus-menerus menggunakan layanan gratis yang disediakan sehingga traffic-nya tinggi, sementara yang tidak ikut kerja sama terpaksa gigit jari.

Akibat selanjutnya adalah menimbulkan kecemburuan dan membuat beberapa layanan terpaksa untuk ikut hanya untuk menikmati traffic. Mereka rela mengorbankan prisip netralitas internet demi memperoleh traffic. Tentu saja pelanggaran ini sesuatu yang serius.

Untuk mengatasi hal ini tiada lain adalah berbagai layanan di internet mengutarakan keberatan mereka atas kerja sama operator dengan internet dot org. Pihak yang peduli dengan netralitas internet hendaknya bersuara dan menyampaikan keberatan mereka. Contoh di India dapat dijadikan pelajaran penting bahwa netralitas internet tidak seharusnya dikorbankan untuk memenuhi ambisi perusahaan besar guna menarik lebih banyak pengguna baru ke situsnya dengan cara yang dikamuflase seperti internet dot org ini.

Setiap perusahaan tentu boleh-boleh saja berusaha semaksimal mungkin menarik banyak pengguna. Namun cara-cara yang digunakan hendaknya tidak menyalahi prinsip dasar seperti net neutrality ini. Sekian banyak layanan lain di internet akan terabaikan karena pengguna menikmati akses gratis terbatas yang ditentukan oleh internet dot org. Ini bukan suatu yang baik. Ini jelas-jelas diskriminasi bagi mereka yang tidak ikut bekerja sama dengan internet dot org.

Friday, April 17, 2015

Test Your Blog: Mobile Friendly or Not?

Peningkatan jumlah perangkat mobile, membuat perubahan yang cukup signifikan dalam pencarian di internet. Kini sebagian besar pengguna selalu membawa perangkat mobile, bahkan ada sebagian yang tidak lagi bergantung ke perangkat desktop, hanya perangkat mobile.

Dengan demikian, pengguna internet kini sangat bergantung kepada pencarian mobile untuk mencari informasi. Hal ini memaksa Google untuk lebih memperhatikan perangkat mobile lebih serius. 

Dalam rilisnya Google beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa mereka per 21 April 2015 nanti mereka akan melihat apakah sebuah situs mobile friendly atau tidak untuk menentukan peringkat dalam hasil pencarian. Blog atau situs yang mobile friendly diberikan peringkat yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak  atau belum dioptimasi untuk perangkat mobile.

Perubahan ini akan memengaruhi pencarian ponsel dalam semua bahasa di seluruh dunia dan akan memiliki dampak yang signifikan dalam hasil pencarian Google. Pengguna akan lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang relevan, hasil pencarian yang berkualitas tinggi yang dioptimalkan untuk perangkat mobile mereka. Ketertampilan situs/blog yang optimal di perangkat mobile akan bisa dinikmati pengguna karena sudah disesuaikan dengan perangkat pengguna.

Ini artinya, pemilik blog harus segera membuat blog mereka mobile friendly. Untuk membuat blog/situs mobile friendly langkah pertama adalah melakukan tes apakah blog Anda sudah mobile friendly atau belum. Caranya dengan menguji blog/situs di link berikut ini.


Untuk blog Sogiogeeks sendiri, saya telah melakukan tes seperti yang terlihat berikut ini:


Jadi blog yang tengah Anda baca saat bisa diakses dengan perangkat mobile dan juga tampil baik di perangkat mobile.

Selain perubahan di atas, kemarin Google juga melakukan perubahan yang cukup signifikan terhadap ketertampilan situs dalam hasil pencarian mobile dengan merilis well-structured URLs. Menurut Google:
Well-structured URLs offer users a quick hint about the page topic and how the page fits within the website. To help mobile searchers understand your website better when we show it in the mobile search results, today we’re updating the algorithms that display URLs in the search results to better reflect the names of websites, using the real-world name of the site instead of the domain name, and the URL structure of the sites in a breadcrumbs-like format.
Well-structured URLs ini nantinya akan menampilkan nama situs/blog lebih baik dibandingkan sebelumnya yang lebih berfokus kepada URL. Well-structured URLs ini akan mulai berlaku bagi pengguna Amerika Serikat saat ini. Perlu juga diperhatikan bahwa well-structured URLs ini hanya berlaku bagi pencarian mobile dan tidak berlaku di pencarian desktop.

Dengan well-structured URLs nantinya di pencarian mobile yang ditampilkan pertama kali adalah nama situsnya, bukan lagi URL hasil pencarin. Misalnya seperti yang dicontohkan Google berikut ini.

Sebelum well-structured URLs
Setelah well structured URL
Dari dua contoh di atas terlihat bahwa gambar pertama menunjukkan URL terlebih dahulu, misalnya :www.google.com/about/company/history. Namun setelah adanya well-structured URL hasil pencariannya berubah menjadi google > about >company>history.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa nama situs lebih didahulukan oleh Google. Jadi hasil pencarian mobile nantinya akan menampilkan nama-nama situs dibandingkan dengan URL yang selama ini berlaku. Langkah ini nantinya akan membuat pengguna mobile lebih mengetahui nama situs yang sering mereka kunjungi dan mereka percaya dibandingkan dengan hanya URL yang mungkin saja tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Siap untuk Go Mobile?

Thursday, April 16, 2015

Temukan Android (Hilang) dengan Find My Phone


Seringkali pengguna  lupa tempat menaruh smartphone Androidnya. Bisa juga terkadang disembunyikan teman atau malah dimainkan anak hingga bercampur dengan mainannya. Tentu saja agak sulit untuk menemukan smartphone Android dengan kondisi tersebut. Bisa juga bila Android Anda tertinggal di mobil, tetapi mencarinya di dalam kamar hingga usaha mencarinya menemui jalan buntu.

Untuk kondisi seperti ini, Google memberikan solusi, yaitu pencarian Android melalui dekstop dengan mengetikkan Find My Phone di bilah pencarian Google di desktop. Namun jangan disangka Anda tidak perlu melakukan sesuatu sebelum melakukan Find My Phone tersebut.

Kesan mudah terlihat karena Google beranggapan Anda selalu menghidupkan lokasi di mode High Accuracy. Untuk hal ini memang tidak butuh banyak usaha melakukan Find My Phone.

Sayangnya pengguna dihadapkan kepada berbagai personalisasi ketika menggunakan Android. Ada yang terus-menerus mematikan lokasi (GPS) dan kalaupun dinyalakan dalam kondisi Low Accuracy untuk menghemat baterai. GPS merupakan salah satu faktor yang mempercepat habisnya baterai, apalagi dalam kondisi high accuracy jadi tidak heran sangat banyak pengguna memilih untuk mematikannya.

Untuk hal seperti ini terlebih dahulu adalah mengikuti petunjuk yang diberikan di halaman bantuan seperti di LINK INI. Meskipun saya pada dasarnya selalu menggunakan Google Now, GPS selalu saya matikan sehingga ketika melakukan Find My Phone, Android saya tidak bisa saya temukan. 

Untuk itulah, pertama sekali, pengguna harus memenuhi anggapan Google agar Find My Phone dapat dilakukan dengan mudah. Persyaratan tersebut misalnya:
  • The most recent version of the Google app
  • Now cards turned on
  • Web & App activity turned on
  • Google Now notifications turned on
  • Location reporting on "High accuracy" mode
Setelah memenuhi hal tersebut di atas Find My Phone dapat dilakukan dengan mudah. Dalam uji coba yang saya lakukan, saya menggunakan halaman Google Dot Com, bukan Google Dot Co Dot Id. Yang terpenting dari syarat di atas saya kira ada lokasi (GPS) dengan High Accuracy Mode. Saya kira meskipun tidak menggunakan Google Now misalnya atau tidak menyalakan web activity lokasi masih dapat ditemukan, tetapi jika GPS tidak ON pasti tidak akan bisa dideteksi oleh Google.

Fitur ini tidak dirancang untuk melakukan lock and erase. Jadi fitur ini dirancang Google agar lebih mudah menemukan Android yang salah ditaruh atau dimainkan oleh anak atau teman sekamar pengguna. Untuk lock and erase pengguna bisa memanfaatkan Android Device Manager. 

Hal yang bagus sebenarnya adalah anda bisa membuat Android anda berdering setelah tempatnya ditemukan. Tinggal klik Ring sehingga smartphone berdering dan tempat paling akurat dari Android tersebut bisa dengan mudah ditemukan. Hal ini berarti Anda tidak perlu lagi meminta teman untuk menelpon ke Android Anda yang Anda lupa tempat menaruhnya untuk menemukan Android tersebut. Sangat membantu!

Fitur ini akan sangat bermanfaat menemukan Android yang sembarangan diletakkan. Namun fitur ini akan bekerja dengan baik jika memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Untuk itu, bagusnya persyaratan tersebut selalu (GPS high accuracy mode) dipenuhi terlebih dahulu. Ini artinya jika anda suka menaruh Android di sembarang tempat, ada baiknya persyaratan tersebut dipenuhi agar Android Anda mudah ditemukan. 

Saya beranggapan bahwa dalam Flight Mode atau android dimatikan, Android Anda tidak akan bisa ditemukan. Untuk mengatasi hal ini, Anda memang harus cepat-cepat melakukan pencarian jika Android Anda tidak ditemukan. Khawatirnya baterai smartphone Anda keburu habis.

Sign in
Lokasi ditemukan


Tuesday, April 14, 2015

Apa Kabar Android One Google?

Android One 
Masih ingat proyek Android One Google?

Proyek Android One Google ini merupakan jawaban Google terhadap strategi murah windows yang dijalankan oleh Microsoft. Selain itu, Google mengakomodasi mereka yang sensitif harga tetapi ingin merasakan performa ala Nexus yang harganya masih jauh dari jangkauan. Tambahan lagi, Android One yang pertama sekali bekerja sama dengan vendor lokal seperti Mito, Evercross dan Nexian ini bisa mengangkat vendor lokal selangkah lebih maju terkait bagaimana menghasilkan smartphone Android yang tidak hanya baik dari segi pengalaman pengguna, tetapi juga baik dari segi hardware karena diuji terlebih dahulu oleh Google.

Bila kita tengok sejenak ke belakang, sekitar bulan-bulan yang lalu, tampaknya Nexian, Evercross dan Mito menjual cukup banyak Android One mereka. Ada vendor yang melakukan pemesanan beberapa kali di online terkait cukup banyaknya peminat. Namun sejauh ini, kita tidak tahu pasti seberapa banyak jumlah yang terjual.

Untuk diingat, Android One bukan hanya ada di Indonesia. Pertama sekali diluncurkan di India, lalu Bangladesh dan negara lainnya seperti Philipina. Mengingat harga yang ditawarkan cukup murah, saya memperkirakan jumlah yang terjual tentu sangat banyak. Namun demikian, tetap ada kemungkinan bahwa Android One ini tidak begitu menggembirakan penjualannya atau minimal tidak seperti yang ditargetkan oleh Google.

Isu ini muncul dari sebuah artikel CCS Insight. Menurut mereka: 

However, our checks indicate that Android One has had a limited direct effect on the market, despite initial enthusiasm for the programme. Sales of Android One-based smartphones began more than half a year ago in India, but volumes don't stand out. 
The first Android One products came from Karbonn, Micromax and Spice, with more familiar brands expected to begin adopting the platform. Acer, Asus, HTC, Lenovo and Panasonic were among the smartphone manufacturers listed by Google as partners in the project, but this interest appears to have stalled. 
The fading momentum of Android One is an indication of the expanding selection of equally well-specified, low-cost smartphones and tablets in emerging markets. Hundreds of models are available at $100 or below — a once impossible price band has become very ordinary.
Perlu diingat CCS mengangkat kasus yang terjadi di India. Volume penjualannya bisa dikatakan tidaklah besar atau tidak masuk dalam kualifikasi booming. Android One mungkin terjual, namun dalam jumlah yang terlalu biasa. Tampaknya pengguna di India tidak begitu antusias dengan kehadiran Android One.

Hal yang mungkin agak mirip juga terjadi di Indonesia. Meskipun penjualan akan terus bertambah seiring waktu, namun mungkin penjualannya masih dalam kualifikasi biasa. Tidak ada booming atau semacam kehebohan dan sampai sekarang pun kita belum memiliki data seberapa banyak yang terjual.

Saya rasa, meskipun secara spesifikasi dan harga sangat menarik plus pengalaman menggunakan Android tanpa embel-embel vendor, Android One tetap kurang menarik bagi sebagian besar pengguna. Ada beberapa alasan untuk hal ini.

Pertama, tersedianya cukup banyak pilihan harga (lebih murah) dibandingkan dengan Android One. Vendor lokal seperti Smartfren dan vendor luar seperti Acer dan ZTE memiliki smartphone entry level yang cukup menarik dan harga lebih murah dibandingkan dengan Android One. Vendor lokal yang merilis Android One juga memiliki smartphone entry level mereka sendiri yang kadang spesifikasinya berada di atas Android One dengan perbedaan harga yang kecil. Ini tentu membuat Android One menjadi kurang menarik.

Kedua, sejatinya dari dulu smartphone Android sudah terkenal karena murah dan ketika ada Android One yang disebut murah, mantra tersebut menjadi kurang laku. Murah bagi Android One harganya masih bersaing dengan Moto E dan Xiaomi Redmi 1s, misalnya. Plus beberapa vendor lain seperti Huawei yang juga gencar merilis smartphone entry level. Teman pernah meminta saran smartphone entry level apa yang bagus untuk dibelinya. Saya sarankan Android One karena harganya yang lebih murah. Namun akhirnya ia lebih memutuskan membeli Redmi 1s karena harganya masih bisa dikatakan murah, tetapi spesifikasinya lebih bagus.

Ketiga, mereka yang merasakan pengalaman ala Google Nexus kemungkinan masih berkutat di Nexus 4, Nexus 5 dan sebagian kecil mulai mencicipi Nexus 6. Bagi mereka ini, saya rasa Android One bukanlah pilihan dan lebih berusaha untuk melakukan upgrade ke Nexus 6 atau Nexus 9.

Tiga faktor tersebut menjadi sebab kemungkinan Android One tidak akan sebesar yang diharapkan oleh Google. Saya rasa, penjualan akan tetap ada, namun mungkin  akan datar-datar saja. Namun, hal ini bukanlah kata akhir. Saya rasa Google masih optimis untuk tetap meneruskan proyek Android One ini. Apalagi di Indonesia baru berjalan dalam hitungan bulan.

Dengan kondisi tersebut, kemungkinan Android One hanya akan dipasok oleh tiga vendor lokal tersebut. Meskipun semula cukup banyak vendor yang berminat untuk turut serta di proyek Android One, apa yang dialami tiga vendor perintis ini akan menjadi guidance bagi mereka untuk memutuskan apakah jadi terlibat atau tetap merilis smartphone entry level mereka sendiri.

Thursday, April 9, 2015

Should You Buy Samsung Galaxy S6?

Samsung Galaxy S6
Tidak lama lagi Galaxy S6 akan hadir di pasar Indonesia. Beberapa hari yang lalu, ada acara rilis resminya di Singapura yang cukup banyak diikuti oleh media dari Indonesia. Jujur saya bahkan belum memegang sama sekali Galaxy S6 ini. Kebanyakan informasi yang saya terima adalah dari hasil review situs gadget yang cukup dihormati seperti The Verge, Gizmodo, Engadget, AnandTech, CNet dan banyak lainnya.

Sekilas bila kita bandingkan dengan generasi terdahulu dari Galaxy S, misalnya Galaxy S5, Galaxy S6 ini memiliki filosofi yang jauh berbeda. Rancang bangun, material dan pendekatan yang digunakan Samsung juga jauh berbeda. Hal ini memberikan perbedaan yang sangat kontras dibandingkan dengan Galaxy S5 atau generasi Galaxy S lainnya.

Tampak sekali, Samsung berupaya memutar arah dari segi desain, material dan pendekatan. Samsung tidak lagi menggunakan fake leather atau plastik di bagian back cover. Kini TouchWiz juga lebih mudah dikendalikan serta kemampuan kamera yang semakin baik. Di sisi lain Samsung menghilangkan fitur anti air dan micro SD card slot.

Tentu saja dengan material yang jauh berbeda dan desain serta kemampuan hardware yang lebih mumpuni, kenaikan harga tidak bisa dihindari. Ini menjadi masalah tersendiri bagi banyak pengguna Galaxy S5 terdahulu yang ingin melakukan upgrade ke Galaxy S6. Saya percaya, versi 32GB dari Galaxy S6 ini akan mendekati angka 10 juta rupiah jika nanti dipasarkan di Indonesia.

Pertanyaannya, tentu saja, apakah Galaxy S6 layak untuk dibeli?

Bagi saya sendiri, harga selalu menjadi pertimbangan yang penting dalam pembelian smartphone. Sejauh saya melakukan pembelian smartphone, saya beranggapan harga 5 jutaan rupiah merupakan harga maksimal yang bisa saya bayarkan untuk sebuah smartphone. Hal ini karena smartphone bagi saya masih sebagai alat untuk melakukan hal-hal ringan dan agar tetap online.  

Bila kita kembali membaca review dari berbagai situs, tampaknya review positif terhadap Galaxy S6 ini sangat banyak. Saya hampir tidak menemukan kelemahan fatal yang bisa memengaruhi orang untuk tidak membeli Galaxy S6. Ini menandakan bahwa Samsung cukup sukses melahirkan Galaxy S6.

Hal yang saya khawatirkan dulu, yaitu kemampuan baterai ternyata memberikan hasil di atas iPhone 6. Ini artinya meskipun kekuatan baterai berkurang dari Galaxy S5, tetapi tetap masih lebih baik dibandingkan iPhone 6. Namun demikian, perlu juga diperhatikan bahwa kekuatan sinyal yang merata di mana Galaxy S6 diuji coba turut memengaruhi daya tahan baterai sehingga belum tentu juga akan sama hasilnya bila diuji di Indonesia yang sangat banyak blank spot-nya.

Dengan review yang positif tersebut Galaxy S6 ini sangat pantas untuk dimiliki, namun barangkali bukan untuk setiap orang. Bila Anda seorang yang membutuhkan smartphone terbaru yang desainnya keren dan Anda tidak ada batasan anggaran, Galaxy S6 ini adalah pilihan pertama yang harus dimiliki. Bila Anda pengguna Galaxy S5 sebelumnya, mau tidak mau Anda harus melakukan upgrade ke Galaxy S6 karena sudah jauh berbeda dari Galaxy S5. Para profesional yang menginginkan penampilan kerennya ditemani oleh smartphone bagus, Galaxy S6 ini juga bisa menjadi pilihan utama untuk dibeli karena desain dan materialnya yang bagus.

Bagi Anda yang price sensitive, Galaxy S6 ini bukan pilihan bijak, demikian juga dengan smartphone kelas atas lainnya semisal HTC One M9 dan iPhone 6 atau iPhone 6+. Saran saya jika price sensitive seperti saya, akan cukup bahagia dengan smartphone bagus di harga 5 jutaan. Di kisaran harga ini sangat banyak pilihan smartphone bagus dari segi fungsi, kinerja dan kamera yang dapat dibeli. 

Tuesday, April 7, 2015

C Launcher, Launcher Keren, Cepat dan Ringan

Salah satu alasan saya menggunakan Android adalah soal kebebasan. Artinya dengan tidak melakukan langkah lebih jauh seperti root, saya sudah sangat bebas melakukan apa saja di Android yang saya beli. Salah satunya adalah gonta-ganti launcher yang sangat sering saya lakukan.

Coba Anda ketikkan launcher di pencarian Google Play, sekian banyak hasil yang ditemukan. Ada yang benar-benar bagus, ada juga yang sebenarnya tidak bagus, namun tertolong karena telah lebih dahulu ada di -rate pengguna.

Saya perkirakan bisnis launcher di Android termasuk salah satu yang sangat disukai oleh developer. Fungsinya tentu jelas sebagai personalisasi pengguna sehingga pengguna lebih mudah mengoperasikan Android-nya.

Kebiasaan saya dalam menggunakan launcher adalah tidak suka dengan widget meskipun banyak pengguna yang tertolong oleh widget dengan menempatkan widget tertentu di home screen. Karena alasan itu, sampai beberapa lama saya mencoba beberapa launcher termasuk Nova, Holo, Solo, Z launcher, Aviate dan masih banyak lainnya. Sayangnya setelah beberapa lama menggunakan saya balik lagi ke Google Launcher. Alasannya klise karena tidak punya widget padahal Google Launcher ini sangat terbatas, terutama karena ikon-nya. 

Dua hari yang lalu, iseng-iseng mencoba lagi mencari launcher. Harapan saya menemui kenyataan dengan adanya C Launcher-Speedy Brief Launch atau saya sebut C Launcher saja. C Launcher masih tergolong sangat baru, yaitu baru memasuki Google Play pada tanggal 30 Maret yang lalu. Namun penetrasinya sudah cukup tinggi, yaitu 5-10 juta instalasi.

Ada beberapa hal yang dijanjikan oleh C Launcher, yaitu Speedy, Secure, Smart, dan Customizable. Hal ini saya rasakan ketika menggunakan C launcher. C Launcher ini cepat, aman, smart dan bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna. Poin plus saya lainnya adalah tidak ada widget di bagian atas layar dan di halaman setelah ikon aplikasi habis. 

Melakukan personalisasi juga sangat mudah. Di Home screen tarik layar ke atas, nanti akan terlihat berbagai pilihan, apakah mengganti wallpaper dan efek lainnya misalnya melakukan blur atau tidak blur.

Poin plus lainnya adalah ikon aplikasi yang rounded tampak cantik dan stylist. Padu padan warnanya juga sangat menarik membuat tak bosan menatap layar. Jika di layar ditarik ke atas terdapat kustomisasi lain seperti membuat folder. Saya rasa baru kali ini saya punya launcher yang sangat saya sukai.  

Bagi Anda yang suka mengganti launcher saran saya coba C Launcher ini. Bagusnya lagi C Launcher ini totally free dan (mungkin) tidak ada versi berbayarnya. Ini poin plus lagi karena biasanya launcher selalu ada batasan jika free, seperti Nova Prime atau Smart Launcher.

Tampaknya C Launcher ini akan lama saya gunakan. Tidak seperti launcher lainnya yang bertahan kadang hanya beberapa hari.






Friday, April 3, 2015

migme Hadirkan Layanan Music Streaming dengan Deezer

Masih ingat layanan social entertainment Mig33 yang kini menjadi migme?  Layanan ini semakin memanjakan penggunanya dengan berbagai fitur baru. Salah satunya adalah kerja sama dengan Deezer yang memungkinkan pengguna Migme mendengarkan lagu gratis sebanyak 35 juta lagu yang berasal dari artis lokal dan internasional.

Deezer adalah penyedia audio on-demand pertama yang menawarkan layanan streaming musik digital di lebih dari 180 negara, dengan 16 juta pengguna aktif bulanan dan 6 juta pelanggan di seluruh dunia. Dengan Deezer memungkinkan penggemar mengakses secara cepat  katalog musik terbesar di dunia, dengan lebih dari 35 juta lagu dan 30.000 saluran radio pada perangkat apapun. Deezer global editorial merupakan pencarian untuk musik terbaik di seluruh dunia dan rekomendasi algoritmik yang membantu penggemar menemukan musik yang mereka sukai. Deezer tersedia pada perangkat termasuk smartphone, tablet, PC, laptop, sound system rumah, mobil yang terhubung atau smart TV.

Deezer akan memberikan kemudahan akses kepada pengguna migme untuk dapat mengakses lebih dari 35 juta lagu yang berasal dari artis lokal dan internasional terpopuler, melalui saluran radio di Deezer Music. Setiap saluran dapat diakses melalui migme di Android dan via platform web migme yang akan menampilkan kurang lebih 80 lagu untuk dipilih sendiri dan akan diperbarui setiap bulannya.  

Pengguna migme dapat terus mendengarkan lagu melalui saluran musik, sambil tetap melakukan kegiatan lain seperti chatting, chat room dan miniblog. Dengan mendengarkan berbagai lagu favorit melalui saluran radio di Deezer Music akan menciptakan pengalaman yang terus-menerus bagi pengguna migme. Pengguna juga dapat berbagi apa yang mereka dengarkan di migme ke jaringan sosial lainnya.

Menurut CEO migme Steven Goh, migme sedang berada di dalam bisnis yang menjembatani para artis dengan penggemarnya. Pada platform migme, para musisi dapat menampilkan musik mereka melalui saluran radio ini dan dapat menampilkan live music mereka secara streaming di migme, untuk menumbuhkan dan membangun basis  penggemar. Para penggemar dapat berinteraksi dengan idola mereka dengan cara seperti bertukar virtual gift, bermain game, mendapatkan tawaran untuk memenangkan gitar sang idola atau bahkan untuk memenangkan kencan bersama dengan artis spesial mereka. Ada berbagai macam cara kreatif yang para artis dapat gunakan untuk menghasilkan uang dengan migme. 

Selain mengumumkan kerja sama dengan Deezer, migme juga mengumumkan kerja sama mereka dengan Branded Limited. Branded  adalah sebuah perusahaan  event production ternama di Asia yang telah sukses menyelenggarakan berbagai acara mengesankan dan menarik di bidang entertainment, seperti Music Matters (satu-satunya forum dan konferensi musik di Asia Pasifik). Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas jaringan artis dan media migme serta membangun kemitraan baru dalam dunia entertainment di kawasan Asia.

Sumber: Siaran Pers migme

Thursday, April 2, 2015

Review Liquid Leap: Smartband Serba Guna dari Acer


Liquid Leap

Liquid Leap merupakan smartband Acer yang dirilis beberapa waktu yang lalu. Sebagaimana gadget lain yang ditujukan untuk kebugaran, Liquid Leap mampu memberikan informasi penting terkait dengan aktifitas penggunanya. Setelah menggunakan Liquid Leap beberapa waktu lamanya, saya rasa smartband ini cukup bagus untuk melihat aktivitas sehari-hari pengguna.

What's in The Box
1. Liquid Leap
2. Charger beserta kabel
3. Buku Panduan
Liquid Leap

Spesifikasi
Display : 1 inch OLED (128x32) touchscreen display
Waterproof certified: IPX7
Sensor: Accelerometer
Battery: Rechargeable (Non Replaceable)
Dimension: 243 x 17.3 x 9,9 mm
System Requirement: Android KitKat ke atas, iOS 7 ke atas, Bluetooth 4.4, Acer Leap Manager (Bisa didownload di  on Play Store and App Store)

Untuk pengetahuan awal tentang Liquid Leap bisa dibaca artikel saya terdahulu, di LINK INI sehingga bisa memperoleh gambaran awal yang lebih baik. Pada artikel ini saya akan fokuskan ke fungsi Liquid Leap.

Unboxing, Pemasangan dan Fungsi
Pertama kali menerima boks Liquid Leap akan terlihat Liquid Leap yang dibungkus dengan plastik transparan. Secara desain boks-nya cukup baik karena berupa persegi kecil yang cantik.

Dalam boks ini ada Liquid Lepas dan charger plus kabel serta buku panduan kecil. Sebelum mengaktifkan Liquid Leap harus mendownload dulu Leap Manager yang file-nya sekitar 40MB di Play Store atau App Store. 

Ketika pertama kali membuka Liquid Leap saya melakukan pengisian baterai yang tidak terlalu lama, yaitu 90 menit. Setelah itu hubungkan Liquid Leap dengan Leap Manager. Sebelumnya tentunya Bluetooth di perangkat diaktifkan.






Jika pertama kali menggunakan, pengguna diwajibkan untuk mendaftarkan diri di Leap Manager. Setelah mendaftar nantinya ketika menggunakan Liquid Leap akan ada angka yang ada di Liquid Leap yang harus dimasukkan ke Leap Manager. Setelah dimasukkan Liquid Leap akan tersambung dengan Leap Manager.

Terdapat beberapa fungsi penting di Liquid Leap ini. Pertama adalah menghitung langkah kaki yang dilakukan dalam satu hari tertentu. Melalui Leap Manager pengguna bisa mengatur program seberapa banyak langkah kaki yang akan dilakukan dalam satu hari. Nantinya Liquid Leap akan mencatat jumlah langkah kaki tersebut dan melalui Leap Manager bisa dilihat apakah tercapai atau tidak.

Leap Manager

Tentukan Play List dan nyalakan/matikan musik dengan Liquid Leap

Kedua adalah menghitung jarak tempuh (dalam kilometer). Jika anda melakukan lari, selain langkah kaki, juga jarak yang Anda tempuh dapati diketahui dengan tepat. Ini juga dapat diatur di Leap Manager.

Ketiga jumlah kalori yang dibakar. Anda bisa mengetahui seberapa banyak kalori yang Anda bakar dalam satu hari tertentu dari kegiatan yang Anda lakukan. Keempat adalah lamanya kegiatan yang Anda lakukan. Misalnya Anda melakukan fitness atau berenang. Lamanya waktu fitnes tersebut bisa Anda atur dan lihat di pencapaiannya di Liquid Leap

Kelima waktu tidur. Anda dapat mengetahui seberapa lama Anda tidur dalam satu hari tertentu. Sebelum tidur Anda harus mengaktifkan mode tidur terlebih dahulu sehingga Liquid Leap bisa merekamnya.

Keenam adalah fungsi notifikasi. Fungsi ini sangat menarik bagi saya. Melalui Leap Manager Anda bisa mengatur notifikasi apa saja yang bisa terhubung dengan Liquid Leap, misalnya Twitter, Facebook, WhatsApp dan lainnya. Fungsi notifikasi ini berguna di kala Anda tidak memegang smartphone dalam jarak yang masih bisa dijangkau oleh BlueTooth. Anda bisa melihat sebaris pesan yang masuk, pesan WhatsApp, komentar di Twitter atau bahkan ketika melakukan panggilan Liquid Leap akan bergetar jika anda sinkronkan dengan smartphone.

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...