Saturday, February 28, 2015

Ericsson dan Smartflash Gugat Apple Inc. karena Melanggar Paten

Apple Inc.
Dua minggu terakhir di bulan Februari 2015 mungkin minggu yang tidak terlalu sibuk bagi Apple Inc. Persiapan rilis Apple Watch mungkin tidak sebanyak persiapan peluncuran iPhone yang selalu menjadi produk andalan bagi Apple. Apple Watch diperkirakan akan dirilis pada 9 Maret 2015 nanti, sesuai dengan undangan yang disebar Apple beberapa hari yang lalu.

Terlepas dari hal tersebut, Apple sebenarnya tidak bisa berleha-leha mengingat beberapa kasus paten yang siap menghadang. Sekitar tiga hari yang lalu, pengadilan Texas mengabulkan gugatan sebuah perusahaan bernama Smartflash (sebagian mendefinisikan perusahaan ini sebagai Patent Troll). Apple Inc. diharuskan membayar sebesar 533 juta dollar karena melanggar paten Smartflash.

Menurut Smartflash ada tiga paten yang dilanggar Apple terkait dengan data storage and managing access through payment systems. Smartflash mengklaim bahwa iTunes (Apple Inc.) memakai penemuan mereka dalam aplikasi seperti Game Circus LLC’s Coin Dozer dan 4 Pics 1 Movie. Awalnya Smartflash menuntut Apple Inc. untuk membayar ganti rugi sebesar 852 juta dollar, sedangkan Apple Inc. memperkirakan tidak lebih dari 4,5 juta dollar. Hakim di pengadilan Texas menetapkan Apple Inc. harus membayar 533 juta dollar tepatnya di 532,9 juta dollar dan Apple Inc. langsung menyatakan banding.

Belum lepas dari kekalahan tersebut di atas, lagi-lagi Apple Inc. harus berhadapan kembali dengan Smartflash. Perbedaan kali ini adalah bahwa tuntutan terbaru tersebut melibatkan penggunaan teknologi Smartflash dalam perangkat yang lebih baru yang diluncurkan setelah kasus awal yang dimenangkan Smartflash disidangkan oleh pengadilan.

Gugatan paten baru tersebut juga diajukan pada  pengadilan yang sama dimana Apple diperintahkan untuk membayar hampir 533 juta dollar karena melanggar paten Smartflash. Smartflash mengklaim bahwa kasus sebelumnya tidak mencakup penggunaan teknologi dalam perangkat Apple terbaru, seperti iPhone 6 dan 6 Plus, serta iPad Air 2.

Tampaknya kasus tersebut akan kembali disidangkan meskipun belum diketahui kapan akan dimulai. Namun, belum selesai masalah tersebut, Apple Inc. kembali digugat atas penyalahgunaan paten. Kali ini yang menggugat bukanlah perusahaan main-main seperti Smartflash, tetapi Ericsson.

Ericsson mengajukan tujuh tuntutan hukum di pengadilan Texas terhadap Apple karena melanggar 41 paten Ericsson. Perusahaan jaringan nirkabel itu juga menginginkan International Trade Commission  ITC) Amerika Serikat untuk memblokir penjualan produk Apple di AS.

Beberapa paten tersebut berhubungan dengan standar 2G, 3G dan 4G LTE, paten lainnya sangat penting untuk fitur khusus di perangkat iOS Apple. Selain tuntutan hukum, Ericsson juga mengajukan dua keluhan kepada ITC agar melakukan penghentian penjualan produk Apple Inc. karena pelanggaran paten.

Untuk diketahui, Apple Inc. telah membayar royalti kepada Ericsson sampai perjanjian lisensi berakhir pada bulan Januari. Pembicaraan lebih lanjut tentang pembaharuan lisensi gagal dan perusahaan menggugat satu sama lain. Apple Inc. berpendapat bahwa Ericsson telah bersikap tidak adil dalam tuntutan royalti untuk teknologi yang fundamental.

Ericsson mengajukan gugatan di Texas bulan lalu untuk mencari penilaian independen tentang apakah tawaran lisensi paten global mereka ke Apple Inc. sesuai dengan komitmen perusahaan untuk menawarkan persyaratan yang adil, wajar dan non-diskriminatif (FRAND). Apple kemudian menolak untuk mengambil lisensi paten baru. Apple Inc. menuduh Ericsson melakukan praktek lisensi kasar. 

Kepala kekayaan intelektual Ericsson mengatakan bahwa Ericsson  membuat beberapa upaya untuk mengatasi masalah tersebut termasuk menawarkan solusi keputusan pengadilan mengenai persyaratan lisensi yang adil, tetapi Apple menolak dan meninggalkan Ericsson tanpa pilihan selain untuk menggugat Apple Inc. ke pengadilan dan ITC.

Juru bicara Apple mengatakan Apple memiliki rasa hormat yang mendalam untuk properti intelektual dan selalu bersedia membayar harga yang adil untuk hak paten standar penting yang meliputi teknologi dalam produk Apple Inc. Sayangnya, Apple Inc. belum bisa setuju dengan Ericsson pada tingkat yang wajar untuk paten mereka sehingga sebagai upaya terakhir, Apple Inc. meminta pengadilan untuk memutuskan.

Mengingat jumlah paten yang dipersengketakan sangat banyak, yaitu 41 paten, sidang gugatan Ericsson terhadap Apple Inc. ini mungkin akan menjadi kasus yang menarik setelah kemenangan Apple Inc. terhadap Samsung beberapa waktu yang lalu.

Satu hal yang patut dicatat adalah kemenangan perusahaan kecil seperti Smartflash terhadap Apple Inc. adalah hal yang menarik karena Apple Inc. setidaknya pada tingkat pengadilan pertama terbukti menyalahgunakan paten milik perusahaan lain. Kasus lanjutan dengan Smartflash juga sangat menarik karena kasus sebelumnya belum mencakup perangkat yang lebih baru seperti iPhone 6 dan 6 Plus.

Dengan tambahan kasus Ericsson, setidaknya ada tiga kasus paten yang harus dihadapi oleh Apple Inc. Tentu kasus tersebut bisa saja berakhir di luar pengadilan jika pihak-pihak yang bersengketa bisa bertemu dalam satu kesepakatan. Saya rasa setelah dengan Samsung, baru kali ini lagi Apple Inc maju ke pengadilan paten. Kali ini sebagai tergugat yang tentu saja belum pasti akan menang atau kalah. Setidaknya gugatan Smartflash yang dimenangkan oleh pengadilan bisa dijadikan semacam pertanda untuk melihat akhir kasus ini.

Sumber: The Next Web, Giga Om, Reuters dan Bloomberg

Samsung Galaxy S8 dan S8+ Dirilis 2 Mei di Indonesia

Samsung Galaxy S8 (Source: Samsung) Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang sebulan lalu dirilis di New York dalam waktu dekat akan bisa dibeli ...