Wednesday, January 14, 2015

Dari Mana Apple Dapat Duit?

Tentu selalu menarik untuk membahas Apple. Di pasar smartphone, perusahaan warisan Steve Jobs ini merupakan satu-satunya perusahaan yang terus memperoleh kenaikan penjualan dan keuntungan. Meskipun hanya menguasai sebagian kecil dari pasar smartphone, Apple boleh berbangga bahwa merekalah yang paling tinggi dalam hal keuntungan. Hal ini tidak terlepas dari harga iPhone yang memang sangat mahal.

Sampai saat artikel ini dipublikasikan iPhone merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan Apple. Hal ini diungkapkan oleh info grafis sederhana yang dibuat oleh Business Insider. 


Dari info grafis di atas dapat dilihat bahwa iPod hanya menyumbang pemasukan bagi Apple sekitar 2,2 miliar dollar, asesoris sebesar 6 miliar dollar, iTunes dan Software 18 miliar dollar, Mac sebesar 24 miliar dollar, iPad 30,2 miliar dollar dan iPhone sebesar 101,9 miliar dollar.

Angka penjualan sebesar 101 miliar dollar tersebut merupakan jauh di atas penjualan iPod, asesoris, iTunes & Software, Mac, dan iPad yang hanya mencapai sekitar 81 miliar dollar. Itu artinya iPhone merupakan urat nadi bisnis Apple sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu.

Bila dibandingkan dengan perusahaan lain, jumlah pendapatan Apple berada di posisi ketiga di bawah Walmart dan Exxon Mobile. Namun kedua perusahaan ini bukanlah perusahaan teknologi atau core business mereka bukan berada di bidang teknologi.

Di bidang teknologi, sudah jelas Apple merupakan perusahaan nomor satu dilihat dari sisi pendapatan. Penjualan iPhone saja mengalahkan pendapatan total banyak perusahaan lain seperti Microsoft, Amazon, Google, dan Facebook.

Dengan kondisi tersebut, tidak heran Apple sangat protektif terhadap iPhone. Hal ini bisa kita lihat dari peristiwa video BBC Panorama yang mengorek kondisi pekerja iPhone di Foxconn dan kondisi tambang timah liar di Bangka.

Tim Cook sampai bereaksi bahwa apa yang diungkapkan oleh BBC tersebut ofensif. Namun, peristiwa tersebut bukan sekali dua diungkap ke publik. Sekitar tahun 2012 yang lalu, kondisi tambang dan timah ilegal yang dipasok ke pembuat iPhone juga menjadi konsumsi publik selain kondisi pekerja yang juga buruk.

iPhone dengan harga premium tersebut menjadi tumpuan Apple karena pengguna yang sedemikian terobsesi dengan apa yang Apple kampanyekan. Dengan perkiraan pasar iPad yang diperkirakan akan terus melemah, iPhone akan semakin jadi bisnis paling utama bagi Apple karena permintaannya yang tak pernah menyusut. Ditambah dengan bisnis Mac yang juga tidak begitu baik, meskipun terus menunjukkan pertumbuhan. Namun Apple tetap berada di bawah lima besar dalam pasar PC sebagaimana dirilis oleh IDC.

Saya memperkirakan untuk tahun 2015 ini Apple akan merilis setidaknya dua atau tiga seri iPhone terbaru. Hal ini semakin menjadi lumrah bagi Apple sejak sukses merilis dua iPhone sekaligus, yaitu iPhone 5S dan 5C dua tahun yang lalu. Di tahun 2014 Apple merilis iPhone 6 dan 6 Plus yang berukuran jumbo.

Di tahun 2015 ini sekuel dari iPhone 6 dan 6 Plus kemungkinan akan dirilis oleh Apple plus sebuah iPhone baru berukuran 4 inchi untuk memenuhi permintaan mereka yang kurang nyaman dengan layar 6 Plus yang jumbo. Pengguna di AS tampaknya sangat meminati iPhone 6, tetapi kurang begitu berminat dengan iPhone 6 Plus yang terlalu besar layarnya. Mereka menginginkan ukuran 4 inchi yang bisa dipakai satu tangan sehingga Apple mungkin saja memenuhi permintaan ini. Dengan tiga seri iPhone baru tersebut, nantinya pendapatan Apple  dari iPhone tentu akan terus meningkat.

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...