Thursday, August 28, 2014

Xiaomi Redmi 1S dan Zero Budget Marketing Campaign

Xiaomi, yang sering disebut Apple dari China resmi hadir di Indonesia. Kemarin bertempat di Moovina, Plaza Indonesia, Xiaomi melakukan press conference dan perilisan smartphone pertama mereka di Indonesia secara resmi, yaitu Redmi 1S. Turut hadir dalam acara itu cofounder Xiaomi Mr. Lin Bin, Hugo Barra, Vice-president Xiaomi Global, dan Steve Vickers, General Manager (Southeast Asia).

Dalam acara yang dihadiri sangat banyak wartawan dari berbagai media massa offline maupun online serta blogger tersebut, terasa sekali tempat yang dipilih terlalu kecil. Undangan yang hadir sebagian besar tidak mendapat tempat duduk. Namun acara tetap berlangsung menarik, meriah, meski tanpa satupun hiburan layaknya peluncuran smartphone dari vendor lain.

Acara dibuka oleh cofounder Lin Bin yang bercerita tentang sejarah Xiaomi, mulai pada saat didirikan empat tahun yang lalu. Paparannya cukup menarik tentang para pendiri perusahaan yang bisa dikatakan mencengangkan bagi banyak orang terutama karena prestasi mereka yang mentereng dalam waktu kurang dari lima tahun. Xiaomi kini disebut-sebut sebagai the rising star karena mampu menyalip Samsung di pasar China dan vendor-vendor lain seperti LG, Sony, Acer, ASUS dan banyak lainnya.

Cukup panjang cerita yang diuraikan oleh Lin Bin termasuk jumlah penjualan Xiaomi yang kini mencapai 7o juta handset. Namun yang menarika tentu saja skin yang mereka kenakan pada Android Mi Phone produksi mereka yang dikenal sebagai MIUI. 

Lin Bin mengatakan bahwa mereka berupaya mewujudkan integrated customer experience dengan menyatupadukan hardware, software dan internet service. Core semua itu ada pada skin MIUI yang terus-menerus diperbaharui dan mendapat update seminggu sekali di hari Jumat. Layaknya Apple (rujukan mereka selama ini) Xiaomi berniat menyediakan layanan dari hulu hingga ke hilir, terintegrasi.

Sementara Hugo Barra, mantan Googler (Android VP) yang kini menjadi Vice Presiden Global Xiaomi bercerita dari sisi marketing. Perlu digarisbawahi bahwa semenjak Hugo Barra hadir di Xiaomi, pemasaran mereka sangat aktif menjangkau negara-negara lain di Asia selain China, misalnya India, Singapura, Indonesia dan Malaysia.

Pemasaran mereka memang unik, disebut dengan flash sale, yaitu waktu tertentu di mana calon konsumen dapat membeli ponsel dengan harga yang sangat menarik. Cara seperti ini telah menarik sangat banyak konsumen membeli Mi Phone beramai-ramai, dan mereka bangga melakukan hal tersebut karena menjadi orang-orang pertama yang memperoleh ponsel terbaru dari Xiaomi.

Jika kita lihat, hal ini tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh Apple, di mana fanboys mereka melakukan antre berhari-hari untuk memperoleh iPhone terbaru. Cara ini diyakini Xiaomi bisa meningkatkan brand awareness dengan memberikan harga yang bagus dengan spesifikasi ponsel yang lebih baik dibandingkan pesaing.
Hugo Barra

Fokus Xiaomi dalam marketing juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook di mana di sana diumumkan ponsel terbaru. Selain itu Xiaomi membentuk komunitas di setiap negara tempat mereka menjual Mi Phone sehingga mereka bisa terus dekat dengan pengguna dan menerima feed back langsung demi perbaikan terutama soal alih bahasa.

Dengan cara-cara tersebut mereka bisa menekan biaya marketing yang sering menghantui vendor, terutama mereka yang baru muncul seperti Xiaomi. Menarik, tentu saja, cara flash sale ini dengan integrasi media sosial yang sangat disukai pengguna smartphone saat ini menjadi jalan baru untuk memasarkan ponsel yang hampir-hampir tidak dikenal sebelumnya. Bukti yang diberikan oleh Xiaomi lebih dari cukup betapa manjurnya cara flash sale tersebut menjaring pengguna ponsel untuk membeli Mi Phone.

Bisa dikatakan, flash sale ini tak berbiaya alias zero budeget marketing campaign. Hal ini bisa menekan harga jual ponsel dan membuat konsumen beralih ke Xiaomi. Sukses menjual 70 juta handset dalam 4 tahun adalah bukti bahwa zero budget marketing campign bisa berhasil jika dilakukan dengan benar.

Ini pun terlihat dari pelayanan yang diberikan Xiaomi pada press conference kemarin. Tidak ada kesan mewah bahkan terkesan seadanya, hanya ada satu banner Redmi 1S. Selebihnya adalah presentasi, video dan pemunculan banyak komunitas dan hype yang begitu tinggi dari pengguna yang menggunakan Mi Phone. 

Saya rasa setiap ada acara press conference Xiaomi yang mereka tularkan adalah hype. Bukti pengguna Xiaomi yang setia, update berkelanjutan terhadap MIUI dan spesifikasi ponsel yang cukup bagus dengan harga sangat murah. 

Untuk Indonesia, Xiaomi hadir dengan membawa Redmi 1S. Smartphone berukuran 4,7 inchi ini sejatinya bukan jajaran baru dari Xiaomi karena dirilis pada bulan Mei 2014 yang lalu. Dengan telah dirilisnya Mi4, juga sebelumnya ada Redmi Note dan Mi Pad, dengan hanya membawa Redmi 1S ke Indonesia, Xiaomi berisiko kurangnya Hype yang merupakan kekuatan pemasaran Xiaomi selama ini. 

Saya sendiri menyayangkan mengapa hanya membawa Redmi 1S. Saya membayangkan paling tidak mereka merilis Mi Pad dan Redmi Note jika tidak Mi4. Akan jadi suatu hal yang menggembirakan bagi konsumen Indonesia yang sudah lama ingin mencicipi Xiami dan MIUI.

Cukup banyak yang menanyakan mengapa bukannya merilis Mi3, Mi Pad, Redmi Note atau Mi4 sekaligus di Indonesia. Namun Xiaomi berdalih merekan ingin menciptakan user base yang kuat terlebih dahulu, terutama dengan skin/ROM MIUI. Alasan yang masuk akal, namun bagi saya tetap saja dengan hanya satu handset yang dijual secara resmi, Xiaomi kalah selangkah dibandinkan vendor lain yang menawarkan sedemikian banyak model.

Untuk Redmi 1S ini saya rasa speknya cukup tinggi untuk harga hanya 1.499.000,00 rupiah. Harga ini jauh di bawah Moto G (16/8 GB) atau bahkan ASUS Zenfonne 5 dengan Antutu Benchmark hanya kalah dari Nexus 5. Layar 4,7 juga menjanjikan luas layar yang lebih baik dibandingkan Moto G dengan IPS anti gores. Smartphone dual SIM ini dapat dibeli di Lazada dengan mendaftar terlebih dahulu lalu mengikuti flash sale pada tanggal 3 September dengan asumsi siapa cepat dia dapat. Pengiriman mulai dilakukan pada tanggal 4 September.

Sangat menarik jika dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan oeh Redmi 1S ini. Anda bisa melihat harga smartphone dengan chipset Qualcomm MSM8228 Snapdragon 1,6 quadcore bisa di atas 2,5 atau bahkan 3,5 juta. Namun Xiaomi hanya menawarkan 1,5 juta saja. Akan menjadi suatu kerugian tersendiri untuk tidak membeli Redmi 1S murah ini.

Untuk foto press conference Xiaomi anda dapat mengklik tautan ini

Monday, August 18, 2014

Ikut Yuk, Dialog Nasional Tata Kelola Internet Indonesia

Agak terlambat untuk menuliskan hal ini karena hari Rabu besok tanggal 20 Agustus forum Dialog Tata Kelola Internet Indonesia berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta. Forum dialog ini mempertemukan pemangku kepentingan dalam tata kelola internet, yaitu  dari unsur pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi dan komunitas teknis. 

Para pemangku kepentingan majemuk tersebut akan berdialog mengenai tata kelola internet Indonesia. Tujuannya, menurut saya bukan untuk mencari satu kata sepakat, tetapi dialog yang egaliter untuk menentukan suatu kebersamaan sikap mengenai tata kelola internet Indonesia.

Di Indonesia, perlu adanya tata kelola Internet Indonesia yang dirumuskan bersama oleh pemangku kepentingan majemuk (multi-stakeholder), yaitu dari unsur pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi dan komunitas teknis. Harapannya, dengan semangat dialog yang kolaboratif, egaliter dan inklusif antarpemangku kepentingan, maka penyusunan, pelaksanaan dan pengawasan tata kelola Internet di Indonesia akan menjadi lebih baik ke depannya. Tata kelola Internet yang professional, transparan dan akuntabel akan dapat mendorong pemaksimalan potensi manfaat dan dampak positif Internet untuk masyarakat Indonesia, serta meminimalisir potensi kerugian dan dampak negatifnya.

Dari pengalaman, pengelolaan Internet yang sukses di beberapa negara di dunia, selalu melibatkan semua pemangku kepentingan, baik sebagai fasilitator, inisiator maupun motivator laju pertumbuhannya, yang disinkronkan dengan perencanaan strategi pembangunan bidang-bidang terkait lainnya. Oleh sebab itu, dalam rangka pengelolaan internet yang baik, diperlukan dibentuknya suatu organisasi nasional sebagai focal point pengelola yang mengendalikan dan memfasilitasi perkembangannya di tingkat nasional, pelaksanaan koordinasinya di tingkat regional maupun internasional.

Nah tentu saja peran serta semua pemangku kepentingan sangat diharapkan dalam dialog nasional tata kelola Internet Indonesia ini. Sampai dengan hari ini sudah cukup banyak peserta yang mendaftar untuk mengikuti acara dialog ini. Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung bisa mendaftar secara online di tautan ini

Partisipasi aktif para pemangku kepentingan majemuk dalam tata kelola internet Indonesia tentu sangat diharapkan agar tidak ada suatu aturan di internet yang lahir yang berasal hanya dari satu pemangku kepentingan. Hal ini akan merusak semangat kebersamaan dalam mengelola internet Indonesia. Kita dapat mengambil contoh kasus, misalnya yang terbaru mengenai Peraturan Menteri Kominfo tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif yang hanya dilakukan secara sepihak dan menafikan saran dari pihak lain terutama organisasi masyarakat sipil.

Akibatnya aturan tersebut cenderung hanya memuaskan satu pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah yang diwakili oleh Menkominfo, sedangkan kepentingan pihak lain yang menyangkut kebebasan berpendapat online diabaikan. Lebih jauh lagi dasar yang digunakan untuk melakukan penanganan situs bermuatan negatif tersebut tidak akuntabel dan cenderung ilegal. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa pengabaian terhadap kepentingan pemangku kepentingan yang lain dalam tata kelola internet kontraproduktif. dan berujung sanggahan dan bahkan penolakan agar Permen tersebut dicabut.

Untuk itu, Anda perlu berpartisipasi dalam Dialog Nasional Tata Kelola Internet ini. Demi Internet Indonesia yang lebih baik di masa depan.


Thursday, August 7, 2014

Malu Bertanya Pakai Waze Saja!

Sekitar beberapa tahun yang lalu, ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah atau tempat yang belum pernah dikunjungi atau masih asing, saya tak henti bertanya ke orang-orang yang ditemui suatu daerah atau tempat tertentu yang akan saya kunjungi. Hal ini tentu saja membuat repot dan menyita waktu serta keasyikan perjalanan. Contohnya bila saya melakukan perjalanan karena pekerjaan kantor ke Bandung atau ke Yogyakarta, saya harus bertanya ke sekian banyak orang yang saya temui mengenai arah atau navigasi yang dapat saya jadikan pegangan agar tidak nyasar. 

Untungnya kini berkat kemajuan teknologi mobile smartphone hal tersebut tidak lagi menjadi hal yang harus dilakukan berkat adanya aplikasi navigasi. Berbicara soal aplikasi navigasi terbaik saat ini, tidak diragukan lagi adalah Waze. Waze yang merupakan bagian dari Google merupakan aplikasi navigasi yang sangat sering saya pakai. Seperti diketahui, Waze tersedia di Google Play dan Appstore Apple dan bekerja sama baiknya di kedua platform, baik Android dan iOS.

Aplikasi Waze di iOS (Sumber: Tweet 
Damar Juniarto)


Kecanggihan Waze sebagai aplikasi navigasi karena aplikasi ini berbasis user generated content. Ini artinya data-data yang ada di Google diunggah oleh para penggunanya secara real time. Penggunanya saat ini mungkin lebih dari 50 juta pengguna (sewaktu dibeli Google setahun yang lalu pengguna sudah 50 juta dan pengguna aktif 28 juta) di berbagai negara. 


Setelah dibeli oleh Google, dengan adanya Google Maps, Google menambahkan mesin pencari canggih ke dalam aplikasi Waze. Dengan demikian, pengguna Waze akan lebih mudah menemukan tempat tertentu serta rute menuju tempat tersebut. Khusus buat kota yang super macet seperti Jakarta, dengan Google Waze kita bisa menemukan jalan-jalan yang tingkat kemacetannya kurang atau jalur-jalur tikus yang meskipun sedikit lebih panjang namun lebih bersahabat.

Dengan berbasis user generated conten, pengguna Waze dapat mengupload kondisi jalan, kecelakaan, pom bensin, harga bensin dan berbagai pernik lain seperti tempat istirahat atau makan. Pengalaman saya sendiri ketika menggunakan Waze dari Magelang menuju Yogyakarta pada libur akhir tahun yang lalu menunjukkan betapa Waze ini sangat bermanfaat untuk menuju kawasan Malioboro yang macet.

Bahkan kadang-kadang sebagai pengguna setia angkot menuju tempat kerja, saya iseng menggunkan Waze untuk melaporkan kondisi jalan di sekitar Ciawi dan Kota Bogor yang memang sering sekali mengalami kemacetan, entah itu karena kecelakaan atau karena perbaikan jalan atau karena volume kendaraan yang membludak.

Sewaktu melakukan liburan  akhir tahun lalu ada tiga tempat yang utama yang saya kunjungi, yaitu Wonogiri, Solo, dan Yogyakarta. Berikut ini beberapa screenshot yang sempat saya ambil waktu itu.




Ada peristiwa yang menarik yang saya alami ketika dari Magelang setelah mengunjungi Candi Borobudur, arus menuju Yogyakarta ternyata sangat padat. Untuk itu, saya membuka Waze mencari jalur-jalur alternatif menuju Malioboro. Waze sangat menolong untuk menemukan beberapa rute yang meski tetap bermuara di Jalan raya Magelang, tetapi bisa menghindari beberapa titik kemacetan parah yang terjadi saat itu. Dengan demikian aya bisa sampai di Malioboro sesuai waktu yang direncanakan, meskipun terkendala macet tetapi bisa diselamatkan oleh Waze.

Dengan adanya Waze ini, hampir di setiap perjalanan, Anda tak perlu lagi bertanya ke orang di pinggir jalan rute menuju suatu tempat tertentu. Hal ini tentu sangat memudahkan dan membuat anda bisa menikmati asyiknya perjalanan. Nah, sekarang jika malu bertanya, pakai Waze saja, ya!

Bagi saya sendiri, Waze sangat berguna untuk navigasi. Namun bagi yang lain masih ada fitur Waze yang cukup bagus untuk saling berlomba dengan teman dengan memberikan hadiah traktiran pulsa atau makan minum. Dengan melaporkan kondisi jalan, Waze akan memberikan pengguna poin tertentu yang akan semakin bertambah jika semakin sering melaporkan kondisi jalan. Jumlah poin ini bisa dilombakan dengan teman sehingga bila teman telah menyalip poin yang kita miliki, kita harus memberikan hadiah untuk pencapaiannya. Demikian pula sebaliknya. Tentu saja hal ini sangat mengasyikkan.

Tentu saja Waze dapat dipakai jika pengguna memiliki kuota internet. Bisa diperkirakan, jika Anda sering menggunakan Waze kuota internet pengguna akan semakin tergerus. Hal ini tentu saja akan membuat khawatir karena paket internet sering untuk waktu sebulan atau jangka waktu tertentu seperti per minggu atau bahkan per hari.

Untungnya jika Anda pelanggan IM3 seperti saya dan berada di Pulau Jawa dan Bali serta melakukan aktivasi mulai bulan Juni 2014 anda dapat mengakses Waze sepuasnya tanpa bayar alias gratisan. Tentu saja sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku yang dapat anda baca langsung di situs IM3 ini

Gratisan ala IM3 ini tentu sangat bagus bagi pengguna yang memang sangat bergantung kepada navigasi Waze. Mereka yang sangat sering menggunakan Waze untuk melihat serta melaporkan kondisi jalan tak perlu lagi khawatir paket pulsa berkurang. Cukup sediakan baterai cadangan atau power bank tambahan agar dapat terus ber-Waze sepanjang hari.

Bagi saya sendiri, sisi navigasi Waze memang lebih utama, namun berlomba mengumpulkan poin dengan teman tanpa khawatir kuota paket internet adalah sesuatu yang patut dicoba. Semoga saja, beberapa waktu ke depan dalam perjalanan saya bisa melakukan hal ini. Tentunya saya akan kontak dulu teman yang mau diajak lomba ini.

Nah yuk, gunakan Waze sepuasnya!

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...