Thursday, January 30, 2014

Menjajal Search On ID Bersama Google Indonesia

Amy Kunrojpanya, Head of Communication & Public Affairs
Google Indonesia and Greater Mekong memberikan
keterangan ke media
Masihkah anda melakukan pencarian di mesin pencari dengan mengetikkan key word? Jika ya, tampaknya anda harus mulai mengubah kebiasaan tersebut dengan menggunakan perintah suara atau voice command. Caranya? Sangat mudah. Anda cukup menggunakan smartphone Android atau iPhone.

Jika anda punya smartphone Android atau iPhone anda dapat mengaktifkan fitur Google Now. Fitur ini selain bisa mengadakan pencarian dengan perintah suara (tidak lagi mengetik) juga dapat menjadi asisten pribadi yang tiada kenal lelah. Anda pasti tak percaya.

Sejak diluncurkan beberapa waktu yang lalu di AS dan kini bisa dinikmati pengguna Google di Indonesia melalui Android dan iPhone, fitur Google Now merupakan sebuah evolusi dari sistem pencarian yang selama ini menjadi andalan Google. Dengan fitur Google Now yang sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan preferensi pengguna, informasi tidak lagi harus anda cari, tetapi informasi kini mendatangi pengguna.

Butuh informasi skor pertandingan Manchester United? Butuh informasi berapa harga saham Apple? Butuh informasi mengenai penerbangan? Tidak perlu repot, cukup aktifkan fitur Google Now. Anda akan semakin mudah menjalani kehidupan sehari-hari yang semakin sibuk.

Kemarin (29/1-2014) bertempat di Google Cafe Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Google Indonesia menggelar acara Tips Hidup Efektif dan Hemat Waktu Bersama Google Search untuk media dan blogger. Beruntung saya berkesempatan hadir di acara tersebut, meskipun fitur Google Now sudah lebih dari delapan (8) bulan saya gunakan cukup intensif.

Bagi saya sendiri, apa yang dijelaskan oleh Google kemarin bukan sesuatu yang asing. Sebagai pengguna smartphone Android dan iPhone fitur Google Now (di pasar aplikasi Google Play tetap dinamakan Search) fitur ini sudah jadi asisten pribadi bagi saya terutama untuk mengingatkan jadwal penting yang harus saya kerjakan, seperti meeting

Namun, perintah suara via Google Search boleh jadi merupakan hal yang jarang saya lakukan. Hal ini menjadi tantangan bagi saya pribadi karena Google Search sekarang sudah mengenali perintah dengan Bahasa Indonesia. Misalnya bila anda ingin bangun esok hari pukul 5 pagi, anda cukup aktifkan Google Search, tekan tanda mikrofon dan berikan perintah suara: Set alarm pukul 5 pagi.

Pada dasarnya, apa yang dijelaskan kemarin oleh Google adalah mengubah habit atau perilaku pengguna dalam melakukan pencarian. Pertama, bila anda menggunakan Google Now, terlebih dahulu atur preferensi yang anda perlukan. Misalnya, lokasi rumah anda, lokasi kantor, informasi apa saja yang anda inginkan ditampilkan oleh Google Now, seperti harga saham, skor pertandingan sepak bola, berita selebriti, cuaca di lokasi anda tinggal, keadaan jalan (macet atau tidak) dan lain sebagainya.

Bila preferensi ini sudah anda tentukan, nantinya informasinya akan muncul di layar. Dengan demikian anda tidak perlu lagi mencari sesuatu ketika bangun pagi hari, contohnya mencari skor pertandingan Chelsea versus West Ham semalam. Informasi yang tampil di layar Google Now tersebut bisa anda lihat lebih jauh dengan mengklik pada informasi yang anda butuhkan. Misalnya informasi kondisi jalan dari rumah anda menuju kantor dapat anda lihat via Google Map atau aplikasi Waze jika anda sudah memasang aplikasi Waze. Informasi tentang Real Madrid contohnya, tidak hanya menampilkan skor terkini, tetapi juga history beberapa pertandingan Real Madrid sebelumnya secara detail.

Hal ini tentu sangat memudahkan. Terlebih lagi via aplikasi Google Map atau Waze, Google menawarkan jalur-jalur alternatif yang bisa anda tempuh tanpa mengalami macet. Hal ini pernah saya lakukan ketika berlibur ke Jogja ketika harus menuju Malioboro dari arah Magelang dan hasilnya cukup mengesankan.

Dengan Google Now ini hidup pengguna akan jadi lebih mudah, Cukup aktifkan alarm, lalu anda bangun dan informasi yang anda butuhkan di pagi hari sudah tersedia via Google Now.

Kedua adalah habit ketika melakukan pencarian. Banyak dari kita masih mengandalkan texting untuk melakukan pencarian. Saya pun hampir 99% melakukan texting untuk mencari sesuatu di Google. Namun dengan semakin berkembangnya algoritma Google terkait bahasa, kita perlu segera mengubah kebiasaan tersebut dengan menggunakan perintah suara.

Kini voice command yang ada di Android dan perangkat iOS seperti iPhone dan iPad telah bisa mengenali Bahasa Indonesia. Anda cukup mengatakan sesuatu ke mikrofon dan Google akan melakukan perintah tersebut. Anda juga bisa melakukan hal ini di laptop anda yang tentunya harus punya microphone. 

Mulai sekarang anda perlu mengubah habit ketika melakukan pencarian di Google via Android atau iPhone. Tak perlu lagi tangan, cukup tekan logo mikrofon  dan tanyakan langsung apa yang anda inginkan, bisa dalam bahasa Indonesia bisa juga dalam bahasa Inggris. Misalnya: Bagaimana cuaca hari ini? Berapa tinggi gunung Kilimanjaro?

Ingin nonton? Coba tanyakan ke Google: "Bioskop di Jakarta".  Ingin tahu informasi rumah sakit? Coba tanyakan "rumah sakit". 

Thursday, January 23, 2014

Acer Indonesia Luncurkan Iconia W4 Tablet Windows 8 Inchi Quad Core

Mr. Jason Lim, CEO Acer Indonesia saar merilis Iconia W4
Banyak konsumen saat ini mengasosiasikan tablet dengan iPad dan Android. Tidak salah kiranya karena dua platform ini merajai pasar tablet di seluruh dunia. Oleh karena itu, tentunya perlu the third platform yang bisa menjadi pilihan lain bagi konsumen dan Windows adalah jawaban untuk platform ketiga tersebut.

Semenjak beberapa waktu yang lalu, Microsoft dan partner-partnernya cukup sibuk merilis tablet berbasis Windows. Tablet Surface dari Microsoft kini telah memasuki generasi kedua. Beberapa vendor lain juga mencoba memasuki pasar ini, namun sejauh ini belum ada yang bisa dikatakan fenomenal dan punya kualitas mumpuni untuk bisa bersaing dengan iPad dan tablet Android, baik dari sisi performa maupun harga.

Demikianlah, usaha kedua dari Acer Indonesia dengan merilis tablet andalan mereka berlangsung pada tanggal 22 Januari 2014 dengan merilis Iconia W4 di SpinCity Bowling Plaza eX, Jakarta. Melirik namanya tentu anda paham bahwa Iconia W4 ini merupakan penerus Iconia W3 yang beberapa waktu yang lalu dirilis di Indonesia. Saya ingat bahwa Iconia W3 ini sebenarnya belumlah terlalu lama hadir di pasar Indonesia, namun Acer Indonesia tampaknya tak ambil pusing dengan memperkenalkan Iconia W4 sebagai penerusnya selang beberapa bulan saja dari rilis Iconia W3.

Tentu anda bertanya apa yang baru dari Iconia W4? Dilihat dari Tagline yang diusung Acer Indonesia untuk Iconia W4: Faster, Sharper dan Lighter jelas sekali beberapa hal baru yang dijanjikan Inconia W4 dibandingkan Iconia W3. 

Faster: Iconia W4 menjanjikan kinerja lebih cepat dibandingkan Iconia W3. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan dari sisi prosesor dengan mengadopsi prosesor Intel Atom Z3000 Processor Bay Trail 1,8 GHz quad core. Pendahulunya Iconia W3 bermodalkan Intel Atom 1,8 GHz dual core.

Sharper: Dengan teknologi IPS (In-Plane Switching) Iconia W4 bisa menghasilkan gambar, warna dan tingkat kecerahan yang konsisten dari berbagai sudut pandang. Teknologi Zero Gap memungkinkan mengurangi pantulan sehingga diklaim tetap nyaman dilihat di bawah sinar matarahari. Perlu diketahui, resolusi layar Iconia W4 tidak berbeda dengan Iconia W3, yaitu 1280x800 piksel, namun berkat teknologi IPS dan Zero Gap tersebut terlihat layar Iconia W4 lebih tajam daripada Iconia W3 yang mengadopsi teknologi Active Matrix TFT Color LCD.

Lighter: Dari sisi berat bobot Iconia W4 lebih ringan hanya 0,40 kilogram plus bluetooth keyboard seberat 0.38 kilogram, sedangkan iConnia W3 seberat 0.540 kilogram plus bluetooth. Ketebalan Iconia W4 hanya 10.75 milimeter, sedangkan Iconia W3 ketebalannya sebesar 11,35 milimeter. Terlihat Iconia W4 lebih ringan dan lebih tipis dibandingkan Iconia W3.

Peningkatan lain yang dilakukan Acer adalah di sisi kamera di mana Acer menambah kekuatan kamera belakang menjadi 5 megapiksel, sedangkan kamera depan tetap 2 megapiksel. Kamera belakang Iconia W4 autofocus dan mendukung 720p/1080p pada 60/30 fps untuk hasil foto dan video yang lebih baik dibandingkan Iconia W3.

Tidak itu saja, Acer memberikan alternatif koneksi yang lebih terbuka. Bila pada Iconia W3 hanya tersedia versi WiFi, Iconia W4 selain versi WiFi juga tersedia koneksi 3G. Ini memungkinkan pengguna mobile bisa memanfaatkan Iconia W4 dengan lebih leluasa.

Tidak lupa fitur sebelumnya yang sudah ada di Iconia W3 tetap tersedia di W4, seperti port HDMI. Terdapat pula port micro USB untuk terkoneksi dengan perangkat lain seperti smartphone dan printer. Jangan lupa, memori internal yang disediakan Iconia W4 sebesar 32 GB yang bisa diekspansi sampai 64 GB dengan microSD.

Acer pun masih memberikan pre-istalled Microsoft Office Home and Student 2013 full version tanpa biaya tambahan. Ini artinya anda tak perlu lagi beli software word processor, MS Office, Power Point, Excel dan One Note.

Tentu saja dengan peningkatan fitur tersebut harga Iconia W4 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Iconia W3. Harga Iconia W4 sebesar 5.199.000,00 rupiah. Tablet Iconia W4 ini menyasar para profesional muda, pengusaha yang selalu on the go dan juga mahasiswa yang banyak direpotkan dengan tugas dan selalu membawa laptop yang berat. Saya rasa meski bertujuan profesional, sisi hiburan di Iconia W4 ini tetap ada, terutama untuk bermain game dan menonton video.

Thursday, January 9, 2014

Anak Bawah Umur di Facebook Rentan Kejahatan Online

Saat ini Facebook merupakan pemimpin di media sosial. Data terbaru menunjukkan bahwa ada sekitar 62 juta pengguna aktif Facebook di Indonesia sebagaimana dirilis oleh We Are Social. Aktif artinya pengguna ini benar-benar berada di Facebook, bukan sekali dua kali dalam seminggu, mungkin setiap saat menengok Facebook.

62 juta bukan jumlah yang sedikit. Ini mengindikasikan betapa orang Indonesia sangat menyukai media sosial Facebook. Sayangnya tidak banyak yang peduli untuk mengulik data seberapa besar dari 62 juta tersebut yang merupakan anak-anak di bawah umur atau di bawah batas minimal umur 13 tahun?

Benarkah ada anak-anak di bawah umur yang beraktifitas di Facebook?
Data konkret seberapa besar pengguna Facebook di Indonesia yang berada di bawah umur tidak saya temukan. Namun dari pengalaman lebih dua tahun mengkritisi Facebook, saya beranggapan bahwa jumlahnya sangat besar. Arti sangat besar ini, mungkin mencapai sekitar 5% dari 62 juta tersebut, Jumlah pastinya dapat anda hitung sendiri.

Lalu apa salahnya anak di bawah umur beraktifitas di Facebook? Ya, jelas salah. Pertama batas minimal pengguna Facebook adalah 13 tahun. Ini artinya anak bawah umur yang ada di Facebook telah melanggar aturan Facebook. Kedua, supaya bisa menggunakan Facebook, anak atau orang tua, teman atau orang lain yang membuatkan akun Facebook harus mencuri umur. Tindakan ini tidak dibenarkan karena dengan cara mencuri umur, iklan yang tidak sepantasnya dilihat anak, muncul di sisi halaman Facebook. Ketiga, Facebook tidak dirancang untuk anak-anak, setidaknya bukan untuk anak di bawah 13 tahun karena mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin melanda anak di bawah umur.

Berbicara risiko, jelas sekali terdapat banyak risiko ketika anak bawah umur beraktifitas di Facebook. Bahkan orang dewasa pun sebenarnya yang sudah tahu cara mengatur privasi di Facebook masih mengalami risiko privasi yang sangat besar. Sialnya lagi sebagian besar pengguna Facebook bahkan tidak mengutak-atik sama sekali pengaturan privasi di Facebook. Mereka membiarkan semua default (apa yang diberikan Facebook) sehingga data-data mereka yang sensitif terpapar ke mana-mana.

Inilah betapa pentingnya mencegah anak atau sama sekali menghapus akun anak bawah umur yang ada di Facebook. Secara sadar atau tidak sadar, anak bawah umur misalnya yang sudah bisa baca tulis (anak SD), mengisikan data-data mereka di Facebook. Data-data ini biasanya sangat lengkap, sampai nama sekolah, alamat rumah, nama orang tua, pekerjaan orang tua, tanggal ulang tahun, tanggal perkawinan orang tua, teman dekat, sepupu, kakak, adik, dan masih banyak lagi.

Saya diberi penjelasan oleh seorang teman tentang cara bagaimana sebuah akun di Facebook di profiling. Profiling ini maksudnya adalah jika seseorang punya maksud tertentu terhadap seorang anak di Facebook, maka ia akan mengumpulkan data-data yang terkait dengan anak tersebut. Tahukah anda, kurang dari 30 menit semua data tentang seorang anak dapat dikumpulkan sangat detail. Anda tidak akan percaya, betapa mudahnya data anak tersebut dikumpulkan dan bisa digunakan untuk berbuat kejahatan terhadap si anak.

Berdasarkan data-data yang diperoleh dengan sangat mudah itulah, muncul berbagai kejahatan terhadap anak yang sebenarnya berasa dari keteledoran, entah itu si anak sendiri atau orang tuanya yang membiarkannya beraktifitas di Facebook. Baik anak bawah umur, maupun yang sudah cukup umur sangat rentan terhadap berbagai kejahatan online yang dimulai dari perkenalan atau aktivitas di Facebook.

Menurut Komnas Perlindungan Anak, sepanjang 2012 lalu  setidaknya ada 27 kasus penculikan anak yang awalnya melalui perkenalan melalui Facebook. 1 dari 27  korban tersebut, ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa atau meninggal. 

Selain risiko penculikan, patut juga dicermati adalah risiko pelecehan seksual yang banyak dilakukan oleh para predator online. Predator online yang mengincar anak-anak ini biasanya disebut Pedofil. Anda tidak perlu heran, jumlah pedofil online ini sangat besar, mereka beroperasi rapi dan memperoleh data-data anak dengan sangat mudah melalui akun anak di Facebook. Mereka bisa berteman dengan anak-anak dengan menyamar sebagai orang baik-baik, semisal dokter.

Anakpun dengan sangat mudahnya berteman karena merasa aman berteman dengan seseorang yang mengaku punya profesi misalnya "dokter". Ditambah dengan pengawasan orang tua yang hampir sama sekali tidak ada, pedofil online ini dengan mudahnya menyuruh anak-anak melakukan apapun yang mereka kehendaki. Anak-anak bisa dengan mudah dilumpuhkan oleh pedofil tersebut karena adanya unsur kepercayaan hiperrealitas. Ujungnya, anak-anak tersebut dilecehkan secara seksual, mereka dipermalukan di muka publik sehingga membuat anak depresi bahkan mungkin bisa bunuh diri.

Jika sudah terjadi seperti itu, apakah anda baru akan berteriak minta tolong? Saya katakan, tidak mudah untuk minta pertolongan di Indonesia ini atas berbagai kejahatan online, terutama menyangkut anak-anak. Sampai saat ini, hampir tidak ada help desk yang bersifat nasional yang bisa diandalkan untuk melakukan pengaduan. Lalu anda minta tolong ke siapa? Kalaupun anda mau melaporkan kejahatan yang menimpa anak anda, sudahkan anda memperhitungkan secara matang, misalnya depresi yang mungkin terjadi terhadap anak anda?

Sebelum semua hal tersebut di atas terjadi, tinjau ulanglah kegiatan anak anda di Facebook, apakah itu mereka masih di bawah umur atau sudah cukup umur. Saran saya, jika masih di bawah umur, pertimbangkanlah untuk menghapus akun Facebook mereka. Jika sudah cukup umur lakukan pengawasan ketat atas aktifitas mereka di Facebook.

Lakukanlah sebelum terlambat!

Monday, January 6, 2014

Apa Trend Teknologi di Tahun 2014?

Tahun 2014 baru berjalan beberapa hari, namun teknologi terutama d bidang gadget sudah berlari sangat kencang. Mulai tanggal 7 Januari ini, ada Consumer Electronics Show di Las Vegas sebagai ajang tahunan untuk melihat teknologi apa saja yang ditawarkan banyak perusahaan untuk tahun 2014.

Semestinyalah ajang CES bukan satu-satunya indikator tentang apa trend teknologi yang akan muncul dan banyak dipakai pengguna. Di tahun 2013 yang lalu, cukup banyak teknologi baru atau gadget baru yang mungkin akan menjadi trend di tahun 2014 ini. Salah satunya adalah Google Glass yang saya perkirakan akan memperlihatkan kemajuan signifikan, baik di bidang teknologinya, aplikasi yang kompatibel, maupun dari segi jumlah pemakai. Bukan sesuatu yang mengada-ada sebenarnya, dari jumlah pemakai Google telah memperlebar kesempatan untuk memiliki Google Glass dengan mengundang para pengguna Music All Access untuk membeli Google Glass. Dari segi aplikasi yang kompatibel, tentu akan semakin banyak developer yang berusaha membuat aplikasi untuk Google Glass. Sedangkan dari segi teknologi, saya rasa Google akan mengusahakan Google Glass makin ramah manusia dengan memberikan desain lensa dan bentuk Google Glass yang makin baik.

Di tahun 2013 yang lalu, Apple Inc. memperkenalkan iPhone 5S dengan prosesor 64 bit. Meskipun belum jelas benar apakah pengguna butuh sesuatu yang 64 bit, namun saya rasa akan makin banyak vendor yang mengikuti langkah Apple Inc. Vendor yang cukup kuat ingin merealisasikan prosesor 64 bit selain Apple Inc, tentu saja Samsung. Namun saya menyangsikan apakah pengguna cukup peduli dengan prosesor 64 ini apabila tidak banyak hal yang mereka rasakan manfaatnya secara nyata.

Di tahun 2013 yang lalu juga muncul gadget dengan dua sistem operasi yang berdampingan, umumnya dalam bentuk tablet, yaitu Android plus Windows. Asus merupakan salah satu vendor yang mencoba merilis gadget dengan spesifikasi OS kembar ini. Namun sejauh ini, gadget seperti ini tidak begitu terdengar, apakah cukup laku atau tidak. Saya rasa di tahun 2014 ini akan ada lagi gadget dengan OS kembar ini, namun saya meragukan konsumen cukup tertarik untuk membelinya. So, meski mungkin akan ada vendor yang mencoba membawa trend OS kembar ini, hal ini tidak akan begitu menarik bagi konsumen.

Perlu kita ketahui, melihat dari vendor yang memperkenalkan gadget baru mereka di CES, Android tampaknya semakin jadi pilihan dalam berbagai keperluan. Indikasinya adalah munculnya all in one pc berbasis Android dengan layar yang cukup lebar. Lenovo di ajang CES baru saja merilis Lenovo ThinkVision dengan layar 4k selebar 28 inchi berbasis Android KitKat. Layar kualitas 4k ini diperkirakan akan menjadi pilihan banyak vendor dan jika bisa diterima konsumen dengan harga wajar, bisa menjadi trend tersendiri di tahun 2014 ini, entah itu di smartphone, tablet maupun all in one pc.

Di laptop, tampakanya penurunan pengapalan PC desktop akan terus terjadi seiring dengan makin bergantungnya konsumen kepada perangkat mobile. Ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi Microsoft dan Intel untuk segera lebih fokus ke mobile. Microsoft telah mencoba dengan merilis tablet Surface yang sudah memasuki generasi kedua. Namun tampaknya, di segi tablet ini iPad dan Android tablet masih akan melanjutkan trend positif di sepanjang tahun 2014. iPad meskipun pasarnya menunjukkan penurunan, sebenarnyalah tetap merupakan tablet pilihan nomor satu. Android merupakan pemimpin di pasar tablet, tetapi lebih kepada banyaknya vendor yang merilis tablet berbasis Android. Dari segi keuntungan, iPad tetap nomor satu dengan harga yang premium, sementara Android tablet akan terus menunjukkan trend positif. 

Bagaimana dengan Surface? Saya rasa, sebagaimana survei telah menunjukkan, segi hiburan di tablet merupakan fitur utama. iPad dan Android tablet telah menunjukkan bahwa mungkin hanya sebagian kecil dari pengguna yang menggunakan tablet mereka untuk menunjang pekerjaan. Hal ini berbeda dengan pendekatan Microsoft yang mencoba mengubah pengguna PC desktop/laptop untuk bekerja dengan tablet Surface. Tentu saja hal ini tidak akan berhasil. Oleh karena itu, trend negatif akan terus mengikuti perkembangan tablet Surface Microsoft, sampai muncul suatu solusi berdasarkan perilaku pengguna yang bisa menggiring pengguna untuk beralih ke Surface. Namun saya pun meragukan hal tersebut, sepanjang iPad masih sangat bagus dalam hal pengalaman pengguna.

Microsoft juga memperoleh tantangan yang cukup berat dari laptop berbasis Chrome Google. Di tahun 2013 yang lalu, selama penjualan diwaktu liburan, Amazon mencatat 2 dari 3 laptop paling laku adalah berbasis Chrome. Di tahun 2013 juga makin banyak vendor yang mencoba peruntungan di laptop berbasis Chrome, seperti Samsung, Acer, dan HP. Tampaknya tahun 2014 ini merupakan kesempatan bagi Chrome untuk lebih menekan Microsoft. 

Saya perkirakan, jika makin banyak pasar yang menyediakan laptop berbasis Chrome, bukan tak mungkin konsumen akan beralih ke Chrome dan meninggalkan latop berbasis Windows. Di tahun 2014 ini, trend laptop Chrome saya perkirakan akan meningkat. Syaratnya harus masuk ke pasar-pasar potensial seperti Indonesia atau China. Saya sendiri menginginkan laptop berbasis Chrome karena Windows bukanlah pilihan saya, sementara Linux tidak familiar. Selain itu harganya yang sangat terjangkau merupakan alasan yang lain yang membuat saya ingin membeli laptop berbasis Chrome dari Google.

Tentunya akan masih banyak trend teknologi yang akan muncul di tahun 2014. Apple Inc. dan Google tampaknya akan tetap memimpin trend teknologi tersebut, sementara Microsoft mencoba konsolidasi dan berubah fokus ke mobile lebih dari yang sudah-sudah. Perlu juga diketahui, mobil juga akan jadi bidang rebutan Apple Inc. dan Google. Android dan iOS akan berperang untuk melayani perusahaan pembuat mobil semacam Audi, BMW, Mercedes, Honda, Toyota, dalam menyediakan entertainment di mobil yang terintegrasi dengan smartphone berbasis Android dan iOS.

Tahun 2014 ini akan semakin asyik nantinya dengan munculnya trend baru di bidang teknologi. Mari kita nantikan dan ikuti.

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Gerbong Kereta Argo Parahyangan Ekonomi Premium Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusa...