Wednesday, December 24, 2014

Google Jadi Pemenang Penjualan Paten Konsorsium Rockstar

Pada tahun 2011 yang lalu, Google melakukan pertarungan  dengan Konsorsium Rockstar yang dipimpim oleh Apple Inc. untuk memperebutkan 6.000 paten Nortel yang bangkrut. Saat itu, sebagaimana saya cata di Kompasiana, Google hanya datang sebagai penggembira. Bentuk ketidakseriusan Google adalah dengan memberikan penawaran berdasarkan konstanta Matematika. 
Pertama Google memberikan penawaran di angka 1.902.160.540 yang merupakan Konstanta Brun.  Angka kedua yang diberikan Google adalah sebesar 2.614.972.128 yang merupakan Konstanta Meissel–Mertens. Angka terakhir yang diberikan Google adalah  3,14159 (miliar) saat penawaran mencapai 3 miliar dollar. Angka ini dikenal dengan Pi. 
Menurut Dan Lyons Google tidak pernah serius dalam penawaran paten Nortel tersebut. Keikutsertaan mereka lebih karena keinginan agar rival-rivalnya seperti Apple dan Microsoft ikut serta dan membayar mahal untuk paten tersebut. Artinya Google ikut agar harga paten Nortel membubung sehingga rivalnya membayar mahal karena kekhawatiran mereka jika Google memenangkan lelang paten Nortel tersebut.
Hal ini dibuktikan beberapa waktu kemudian, Google membeli Motorola Mobility yang memiliki paten sekitar 24.500 (termasuk yang dalam proses). Dengan membayar hanya 12,5 miliar dollar Google memperoleh 24.500 paten dan bonus handset maker, pembuat handset, yaitu Motorola. Artinya Motorola sebenarnya diperoleh secara gratis oleh Google karena fokus mereka lebih kepada paten yang dimiliki oleh Motorola. Hal ini tentu jauh lebih murah dibandingkan yang dibayar oleh rival-rival mereka yang 4,5 miliar hanya untuk 6.000 paten tanpa mendapatkan bonus karena Nortel sebenarnya sudah bangkrut.

Konsorsium Rockstar-lah yang sangat serius untuk mendapatkan paten Nortel tersebut. Konsorsium ini dipimpin oleh Apple Inc, beranggotakan Microsoft, BlackBerry Ericsson, dan Sony. Keseriusan mereka terutama Apple dan Microsoft adalah karena dominasi Android yang semakin menjalar ke mana-mana jika tidak dihadang dengan paten. 

Paten yang dibeli oleh Konsorsium Rockstar tersebut kemudian digunakan untuk menggugat Google dan beberapa produsen Android seperti HTC, Huawei, dan Samsung atas pelanggaran paten. Namun ternyata, gugatan paten tersebut berakhir damai karena adanya kesesuaian pembayaran tertentu di antara kedua belah pihak.

Tampaknya, Konsorsium Rockstar mungkin menyadari bahwa angka yang mereka bayarkan memang terlalu tinggi dan sadar terbawa oleh permainan Google karena sepanjang tahun 2011 hingga 2014 hampir tidak ada kasus gugatan konsorsium ini yang maju ke pengadilan dan memaksa Google dan produsen Android lainnya berhenti memproduksi atau menjual handset karena pelanggaran paten.

Ujungnya adalah beberapa waktu yang lalu, Google dan beberapa produsen Android bersepakat untuk membayar lisensi paten yang nantinya akan diteruskan oleh RPX, sebuah perusahaan berbasis di San Fransisco yang membeli 4.000 paten dari Konsorsium Rockstar.

Bila kita analisis, jumlah yang dibayarkan Konsorsium Rockstar pada tahun 2011 adalah sebesar 4,5 miliar dollar. Sementara ketika menjualnya ke RPX sebesar 900 juta dollar saja. Jumlah ini tentu sangat jauh dengan 4,5 miliar yang mereka bayarkan sebelumnya.

Saya menduga bahwa ongkos peran paten yang sangat besar memaksa konsorsium Rockstar pada akhirnya mencari jalan damai. Ujung-ujungnya mereka menjual paten tersebut ke RPX, nantinya RPX akan melisensikan paten tersebut ke 30 perusahaan, termasuk Sisco dan Google.

Hal ini juga pertanda baik dalam sistem paten, di mana pihak-pihak bersengketa menghindari jalan ke pengadilan dan lebih suka untuk mencari nilai yang bisa disepakati bersama untuk melisensikan paten yang dipermasalahkan karena biaya perang paten seperti yang dilakukan Apple Inc, terhadap Samsung sangat besar, tidak hanya biaya uang tetapi juga psikologis karena beberapa rahasia perusahaan harus dibuka di pengadilan.

Bagi Google sendiri, tampaknya ketidakseriusan mereka menawar paten Nortell pada tahun 2011 dan kemudian membeli Motorola dan menjualnya kembali ke Lenovo tampaknya memberikan hasil yang maksimal. Konsorsium Rockstar terbawa suasana dan membeli paten Nortell senilai 4,5 miliar dan hanya dapat 900 juta ketika menjualnya kembali, sedangkan Google sampai saat ini tetap memegang 24.000 lebih paten Motorola dan bisa meminjam paten Nortel dengan biaya yang jelas lebih murah dibandingkan membelinya dulu di angka 3,1 miliar dollar.

Saya percaya, paten di bisnis smartphone adalah hal yang sangat krusial dan bisa menjamin kelangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, sudah sewajarnya para pemegang paten untuk lebih mencari jalan damai dengan melisensikan paten dibandingkan membawanya ke pengadilan. 

Pengalaman Konsorsium Rockstar yang merugi karena terburu-buru membeli paten karena hendak membawa Google dan produsen Android ke pengadilan menjadi alasan yang menarik untuk tidak seharusnya berperang melalui paten. Lebih baik memajukan inovasi dan saling melisensikan paten dengan nilai yang bisa disepakati bersama.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ Dirilis 2 Mei di Indonesia

Samsung Galaxy S8 (Source: Samsung) Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang sebulan lalu dirilis di New York dalam waktu dekat akan bisa dibeli ...