Wednesday, November 12, 2014

Review: Acer Liquid Jade Smartphone Tipis dan Ringan dari Acer

Liquid Jade
Saya mengalami mixed feeling setelah beberapa waktu terakhir menjadikan Acer Liquid Jade sebagai smartphone utama. Dari sisi desain, Liquid Jade ini menandai pergeseran desain smartphone yang sangat cantik dari Acer. Dari sisi kinerja, Acer Liquid Jade berada sedikit di bawah kakaknya, Liquid E700.

Whats In The Box?
1. Smartphone Liquid Jade, baterai terpasang, tidak bisa dibongkar pasang
1. Headphone
1. Charger dengan kabel data
1. Kartu Garansi
1. Buku Panduan

Spesifikasi dan Software
  • 1,3 Ghz Quad Core MediaTek MT6582
  • 5 Inchi IPS HD (1080 x 720) dengan Zero Air Gap Technology
  • Corning Gorilla Glass 3
  • HSPA (Download up to 42 mbps
  • Ringan, hanya 110 gram, Ketipisan 7,5 mm
  • DTS Sound
  • Acer Liquid UI
  • Acer SnapNote
  • Acer LiveScreen
  • Acer QuickMode
  • Acer Extend
  • RAM 2 GB, ROM 16 GB
  • Android 4.4.2 KitKat
  • Baterai 2.100 mAh
  • Kamera Belakang 13 megapiksel F/1.8 Plus Acer Bright Magic , kamera depan 2 megapiksel
Antutu Benchmark Liquid Jade
Dari sisi spesifikasi yang ditawarkan oleh Liquid Jade tidak jauh berbeda dengan Liquid E700. Kedua smartphone ini memberikan Android KitKat 4.4.2 dengan Acer Liquid UI. ROM dan RAM sama besarnya, yaitu 16 GB dan 2 GB. Prosesor yang digunakan persis sama dengan E700, yaitu Mediatek MT6582 1,3 Ghz quadcore. Dengan prosesor yang sama, hasil benchmark-nya tidak akan jauh berbeda. 

Untuk software bawaan, Acer juga menyertakan berbagai software buatan mereka sendiri yang membantu dalam multitasking seperti Acer SnapNote, Live Screen dan Acer Float, Acer Extend, tetapi tidak terdapat Acer Rapid seperti di E700. Tidak lupa Acer Liquid UI untuk navigasi. 

Acer SnapNote, Live Screen dan Acer Float tentu tidak perlu lagi saya bahas karena sudah ada di Review Liquid E700. Untuk itu saya fokuskan pembahasan kepada Acer Extend.

Geekbench tes
Fitur Acer Extend ini menarik karena anda bisa melakukan segala hal yang bisa dilakukan di smartphone Liquid Jade  melalui komputer atau laptop yang terhubung dengan Liquid Jade secara WiFi atau pun melalui kabel data.

Saya menghubungkan Liquid Jade dengan laptop melalui kabel data. Seketika Anda mengklik tampilan di layar laptop sudah tersedia aplikasi yang harus dijalankan di laptop. Dengan beberapa langkah mudah, fitur Acer Extend ini terpasang dan siap digunakan, misalnya melakukan tweet, chatting via WhatsApp dan banyak lainnya. Fitur ini bermanfaat ketika anda bekerja di laptop, Anda tidak perlu lagi menengok smartphone. Cukup gunakan fitur Acer Extend ini, segala apa yang ada di Liquid Jade bisa dilakukan melalui laptop. Ini artinya tidak usah bolak-balik smartphone lalu laptop dan menghemat waktu. Anda tinggal bekerja melalui laptop dan sekaligus bermain di smartphone, seperti melakukan tweet, update status facebook dan lainnya.

Fitur Acer Extend
Di Liquid Jade berbagi link di browser ternyata lebih mudah dilakukan. Tidak seperti di Liquid E700, Liquid Jade menggunakan fitur yang lebih umum sebagaimana ditemukan di smartphone Android lainnya. Jika ingin berbagi artikel ke media sosial, selain dengan button media sosial yang tersedia di artikel, bisa juga dengan mengklik bagian kanan atas artikel tersebut.

Dari sisi kinerja, meskipun memiliki spesifikasi prosesor persis sama dengan Liquid E700, saya mengalami mixed feeling ketika menggunakan Liquid Jade. Terdapat beberapa lag (kecil) ketika menggunakan media sosial Google Plus dan Twitter dan browsing. Saya tidak tahu persis apa sebab hal tersebut terjadi, namun pengalaman yang saya alami terdapat hal yang tidak saya temukan di Liquid E700. 



Pun demikian bisa dikatakan tugas multitasking di Liquid Jade dapat dilakukan dengan baik. Dalam heavy use, saya menggunakan media sosial Twitter dan Google Plus bersamaan dengan GPS yang dihidupkan untuk keperluan Google Waze dan Google Map. Selain itu, mengambil cukup banyak foto dan membaginya ke Twitter. Tidak lupa menonton video satu dua video di YouTube. Hal tersebut dapat dilakukan dengan lancar, meskipun tingkat kepuasannya sedikit berbeda jika menggunakan Liquid E700.

Layar
Liquid Jade ini didesain sangat spesial oleh Acer. Layarnya yang curved glass sangat cantik untuk dipandang. Selain itu, layar IPS HD 5 inchi ini dilapisi Corning Gorilla Glass 3. Ini membuat Liquid Jade jauh lebih istimewa dibandingkan Liquid E700. 
Kiri Liquid E700, kanan Liquid Jade
Sama halnya dengan Liquid E700, Acer juga memberikan Zero Air Gap Technology di Liquid Jade sehingga layarnya tetap nyaman dipandang di bawah terik matahari. Hal ini merupakan poin yang sangat saya sukai dari Acer karena saya sering menengok smartphone, tidak peduli di kala terik matahari. 

Layar HD seluas 5 inchi tentu lebih menawarkan view yang lebih bagus dibandingkan layar yang lebih sempit. Menonton video, berselancar di internet dan membaca artikel adalah hal yang paling sering saya lakukan di Liquid Jade. Sebagaimana biasa, saya memang pecinta layar 5 inchi.

Desain dan Hardware
Kiri Liquid E700, Kanan Liquid Jade
Saya bisa mengklaim, Liquid Jade merupakan smartphone paling cantik yang pernah dihasilkan oleh Acer. Hal ini bukan klaim semata, tetapi sudah menjadi bukti karena Liquid Jade memenangkan Good Design Award 2014

Dari segi desain, Liquid Jade lebih premium dibandingkan Liquid E700 bahkan dengan smartphone lain sekelas. Badan ponsel yang membulat di sudut-sudutnya sangat enak dipandang mata. Selain itu desain super tipisnya membuat Liquid Jade sangat ringan, sangat enak digenggam. Bagian belakang dari Liquid Jade ini mungkin bahan (plastik mengkilat) yang dirancang khusus oleh Acer. Ketipisannya yang hanya 7,5 milimeter membuat Liquid Jade ini salah satu smartphone tipis yang bagus desainnya sangat elok dipandang mata. Klaim Acer bahwa Liquid Jade sangat cocok buat mereka yang suka fashion dan ingin bergaya dengan smartphone mereka mungkin ada benarnya jika melihat Liquid Jade ini. 
Saya mengapresiasi lompatan desain smartphone yang dilakukan Acer di Liquid Jade. Liquid Jade terlihat sangat elegan, enak dipandang, tipis dan keren. 
Namun desain tersebut bukan tanpa kekurangan. Saya melihat tampilanl di bagian depan atas ponsel untuk speaker kurang menarik. Mungkin desain spreaker yang berbentuk garis akan lebih baik. Selain itu logo Acer yang ada di bagian depan bawah ponsel mungkin seharusnya tidak ada karena di bagian belakang sudah ada.



Hal yang lebih saya perhatikan adalah posisi kamera belakang yang keluar dari badan ponsel. Bulatan kamera ini cukup besar dan mencolok dan bila Anda menaruh Liquid Jade di atas meja, maka yang pertama mengenai meja adalah bagian kamera tersebut. Saya cukup mengerti bahwa untuk mengejar target ketipisan yang hendak dicapai, bagian kamera terpaksa agak menjorok keluar dari badan ponsel. Namun secara desain, kalaupun harus keluar dari badan ponsel, mungkin harus dikurangi tonjolannya mengingat kamera adalah bagian penting dari smartphone.
Bagian belakang Liquid Jade
 


Untuk posisi SIM Card ada di bagian kiri atas Liquid Jade. Perlu diketahui, Liquid Jade pada dasarnya adalah smartphone dual SIM Card. Namun hal tersebut bisa Anda ubah dengan mengganti SIM Card kedua dengan tambahan memory card. Ini artinya anda dapat tukar guling SIM Card sehingga Liquid Jade jadi smartphone satu SIM Card dengan tambahan memory card atau smartphone dual SIM Card tanpa tambahan memory card.


Memasukkan Nano SIM Card ke SIM Card Tray juga tidak sulit. Anda cukup menarik keluar tray tersebut dan memasukkan dua Nano SIM Card atau satu Nano SIM Card plus tambahan memory card. Posisi SIM Card (Memory Card) yang dimasukkan melalui sisi kiri atas ponsel tersebut menandakan bagian belakang atau cover Liquid Jade tidak bisa Anda bongkar pasang. Hal ini suatu yang baru sama sekali bagi Acer karena sejauh ini, bagian belakang ponsel mereka selalu dapat dibuka dengan mudah. Hal ini merupakan langkah yang harus diambil karena desainnya yang super tipis tersebut.


Desain super tipis Liquid Jade ini tentu ada dampaknya terhadap kekuatan baterai yang ditawarkan. Liquid Jade memberikan baterai berkekuatan 2.100 mAh, jauh berada di bawah Liquid E700 yang 3.500 mAh. Tentang baterai ini akan dibahas pada bagian tersendiri.


Kamera

Sejak pertama menggunakan Liquid Jade saya sangat tertarik dengan kameranya yang berkekuatan 13 megapiksel dan bukaan 1,8 plus Acer Bright Magic. Untuk hasil foto saya bisa mengklain jauh lebih baik dibandingkan dengan E700. Plus tambahan Acer Bright Magic menjadikan Liquid Jade masih bisa diandalkan untuk mengambil foto di ruang minim cahaya. Cukup banyak fitur kamera lain yang ditawarkan Liquid Jade yang harus dieksplorasi. Namun sejauh menggunakan saya baru menggunakan dua fitur, yaitu Normal/auto dan HDR. Hasil fotonya bisa dilihat berikut ini.
Dalam ruang minim cahaya

HDR

Normal/Auto

Normal/Auto
  
Luar ruang, auto


Dalam ruang

Dalam ruang, banyak cahaya

Ada Jomblo
Bagi saya foto yang dihasilkan oleh Liquid Jade ini sudah sangat baik. Foto tajam dan jelas dan fokus dapat diperoleh dengan cepat. Tambahan kemampuan mengambil foto di ruang minim cahaya menjadikannya semakin lengkap. Bagi mereka yang sangat suka dan paham fotografi mungkin apa yang ditawarkan Liquid Jade belum tentu sama seperti yang saya rasakan. Namun demikian, bagi saya fitur kamera di sebuah smartphone selalu hanya untuk ambil foto untuk diupload di media sosial. Hasil foto Liquid Jade sudah sangat melebihi harapan saya tersebut.


Kinerja baterai dengan pengguna masif
Kinerja Baterai
Selalu ada trade off jika Anda menginginkan sebuah smartphone yang sangat tipis, yaitu salah satunya baterai. Dengan ketipisan yang hanya 7,5 milimeter kekuatan baterai yang ditawarkan Liquid Jade perlu dikurangi. Liquid Jade memberikan baterai berkekuatan 2.100 mAh yang menjadi hal yang saya kritisi sebelum memakai Liquid Jade.Seperti biasa, pertama kali menggunakan Liquid Jade saya mengisi baterai hampir 7 - 8 jam dalam keadaan ponsel dimatikan. 

Perlu diketahui, pertama menggunakan Liquid Jade saya mengatur kecerahan layar hampir 70% dan fungsi GPS (high battery use) dinyalakan. Saya menggunakan secara masif  Liquid Jade dalam sebuah perjalanan. Media sosial, ambil dan upload foto, GPS untuk Waze dan Google Maps, membalas beberapa email dan lainnya. Dalam kurun waktu tersebut saya hampir tidak pernah lepas menggunakan Liquid Jade, terutama untuk ambil foto dan menguploadnya ke media sosial. 
Mode Hemat Baterai, Best Mode

Setelah hampir 3,5 jam menggunakan Liquid Jade baterainya harus diisi ulang. Mungkin sebuah daya tahan baterai yang patut dipertanyakan. Namun karena saya menggunakan Liquid Jade tanpa henti, itu sebabnya baterai bekerja lebih keras dan lebih cepat habis.

Pada pemakaian berikutnya saya mengaktifkan fitur hemat baterai yang disediakan oleh Acer. Fitur hemat baterai tersebut tidak saya utak-atik dan saya biarkan pengaturannya otomatis (Best Mode) seperti yang ditawarkan oleh Acer. Dengan fitur hemat baterai ini dan pemakaian yang kurang daripada pemakaian pertama kali, daya tahan baterai Liquid Jade menjadi meningkat menjadi 9 jam lebih.

Namun demikian, fitur hemat baterai dengan Best Mode tersebut menjadikan penggunaan Liquid Jade agak merepotkan karena layar dengan sangat cepat mati dan kecerahan layar turun sangat jauh sehingga kepuasan menggunakan menjadi rendah. Kemudian pengaturan hemat baterai tersebut saya matikan dan saya atur sedemikian rupa dengan kecerahan layar otomatis. Hasilnya tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 7 hingga 8 jam dengan pemakaian sedang. Kesimpulan saya, mungkin baterai dengan kekuatan 2.100 mAh kurang cukup untuk sebuah smartphone layar HD seluas 5 inchi.

Kesimpulan
Liquid Jade merupakan smartphone stylist, bezelnya tipis, curved glass dengan corning gorilla glass 3 dan keren. Hasil foto kameranya juga bagus. RAM sebesar 2 GB sangat memadai untuk smartphone dengan harga 3 jutaan plus ROM sebesar 16 GB. Sepanjang menggunakan Liquid Jade saya sangat tertarik dengan desain smartphone yang tipis, ringan dan keren ini. Kinerja multitasking dapat berjalan dengan baik. Namun demikian, kinerja baterai kurang memuaskan.

Kelebihan Liquid Jade
  • Desain tipis, keren, sangat ringan
  • Corning Gorilla Glass 3
  • Suara kualitas DTS HD
  • Kinerja multitasking bagus
  • Foto tajam dan bisa digunakan di ruang kurang cahaya
Kekurangan Liquid Jade
  • Kinerja baterai kurang memuaskan
  • Desain kamera yang keluar dari badan ponsel
Verdict: 
Dengan harga sekitar 3,5 juta, Acer menawarkan sebuah smartphone tipis, ringan dan keren. Desain Liquid Jade premium, cocok untuk mereka yang fashion-ista. Bagi Anda yang butuh smartphone berdesain bagus, tipis dan enak dipandang mata serta harga yang tidak mahal, Acer Liquid Jade adalah pilihan paling tepat.

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...