Friday, November 28, 2014

Wearable Trend: Sport Bra dengan Heart Rate Monitor

Wearable tampaknya dalam beberapa waktu ke depan akan semakin disukai banyak pengguna. Bila kini banyak produsen yang fokus pada jam tangan dan kacamata pintar, Victoria Secret, produsen pakaian dalam terkenal di dunia mencoba untuk fokus di bidang mereka, yaitu pakaian dalam, terutama perempuan dengan merilis sport bra yang di-attach heart rate monitor.

Sprot Bra sendiri sudah lama diproduksi oleh Victoria Secret. Namun yang bisa dikategorikan wearable karena memiliki fungsi lain seperti heart rate monitor baru kali ini mereka hasilkan. 

Sport Bra  telah menjadi salah satu rahasia Victoria Secret, tetapi model terbaru ini adalah model luar biasa. Sport Bra ini  menjadi rumah bagi sensor dan teknologi lain yang terhubung dalam kain, berkat kain pintar milik produsen Finlandia Clothing+. Clothing+ adalah juga perusahaan yang sama yang berada di balik teknologi olahraga dari brand seperti Adidas dan Under Armour. 

Sport Bra seharga 75 dollar AS tersebut dilengkapi dengan elektroda all-built in, tetapi tidak memiliki monitor denyut jantung sendiri. Victoria Secret mengklaim Sport Bra tersebut memberikan perlindungan maksimal. Sport Bra tersebut diklaim sempurna untuk lari, tinju dan high impact worksout dan dilengkapi dengan sensor kebugaran yang menempel pada monitor denyut jantung.



Tuesday, November 25, 2014

Xiaomi Dihantui Kemacetan Produksi dan Pengiriman

Hugo Barra saat rilis Xiaomi Redmi 1S di Indonesia
Produsen smartphone nomor satu di pasar China Xiaomi boleh saja berbangga berhasil menyalip Samsung dan Apple di pasar China. Tidak hanya itu, di beberapa pasar lain seperti Indonesia dan India, Xiaomi sedemikian populer sehingga membuat banyak orang penasaran dan ingin memiliki smartphone Xiaomi seperti Redmi 1S atau Redmi Note.

CEO Xiaomi dalam Lei Jun World Internet Conference di China beberapa waktu yang lalu mengemukakan ambisi Xiaomi, yaitu menjadi raja smartphone dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Ambisi ini bisa saja sebuah mimpi karena Xiaomi baru berusia empat tahun. Namun bila melihat ekspansi mereka beberapa waktu terakhir, mimpi tersebut mungkin saja terwujud.

Namun apa yang diungkapkan oleh Bloomberg menjadi pertanda awal bahwa Xiaomi mungkin tidak akan bisa mengimbangi ambisi tersebut. Sebagaimana diketahui, pada tahun ini Xiaomi akan masuk ke 10 pasar, namun hanya mampu masuk ke lima pasar. Menurut Bloomberg alih-alih melakukan ekspansi ke 10 pasar baru tahun ini, Xiaomi hanya masuk ke lima pasar. Hal tersebut menyebabkan konsumen di Brazil, Rusia, Thailand, Meksiko dan Turki  harus menunggu  lebih lama untuk bisa membeli ponsel Xiaomi. 

Apa masalahnya?

Masalahnya adalah adanya kemacetan  produksi dan pengiriman sehingga memperlambat Xiaomi yang kini berada di posisi ketiga produsen smartphone dunia mengejar  Samsung dan Apple.

Menurut Bloomberg, dalam dua bulan terakhir Xiaomi yang berbasis di Beijing harus mencarter empat kali penerbangan  khusus untuk melakukan pengiriman ke India. Xiaomi biasanya bergantung pada penerbangan kargo komersial untuk pengiriman, namun tidak selalu bisa mendapatkan ruang yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan sehingga terpaksa mencarter pesawat.

Untuk solusinya, Xiaomi berencana memproduksi  smartphone di negara-negara di mana ia ingin berkembang. Menurut Hugo Barra, wakil presiden yang bertanggung jawab atas operasi global, Xiaomi sudah dalam pembicaraan dengan produsen elektronik Foxconn Technology Group. Produksi di India kemungkinan akan dimulai pada 1-2 tahun, dan Brasil mungkin mulai lebih cepat.

Tentu saja terjadinya kemacetan produksi dan pengiriman ini akan berpengaruh terhadap ambisi Xiaomi. Mengingat sedemikian populernya produsen asal China ini, calon konsumen akan terpaksa menunggu beberapa lama untuk bisa membeli ponsel Xiaomi sehingga jumlah pasar yang dimasuki sedikit dan sebaran produk juga akan sempit.

Bila kita teliti lebih dalam, Xiaomi tidak memiliki pabrik sendiri dan bergantung kepada banyak perusahaan untuk memproduksi ponsel mereka, termasuk Foxconn. Dengan permintaan konsumen yang terus meningkat seiring ekspansi yang dilakukan, masalah kemacetan produksi dan pengiriman ini sebenarnya tinggal menunggu waktu untuk muncul.

Ketiadaan pabrik ponsel sendiri merupakan tipikal dari vendor baru yang sebelumnya tidak ada di pasar smartphone. Dengan ambisi besar, biasanya mereka bergantung kepada perusahaan lain dan lebih mengurus penjualan dan marketing. Ketika ponsel yang dijual menjadi sangat populer, baru akan terasa bahwa mereka tidak memiliki pabrik sendiri untuk memenuhi permintaan konsumen sehingga terjadilan kemcaetan produksi dan pengiriman.


Friday, November 21, 2014

Kejutan di 47 Tahun Indosat: Super 4G LTE 185 Mbps

Sebuah kejutan yang manis, di usianya yang ke 47 tahun, Indosat merilis jaringan 4G mereka dengan nama Super 4G LTE dengan kecepatan hingga 185 mbps yang menjadikannya jaringan 4G tercepat di Indonesia.

Saya sebelumnya tidak menyangka karena sebelumnya hanya ingin mengikuti acara Hari Ulang Tahun Indosat yang ke-47 yang bertempat di kantor pusat Indosat. Acara itu sendiri dihadiri oleh Menkominfo, Rudiantara yang sebelumnya juga merupakan pejabat di lingkungan Indosat.

Perlu diketahui bahwa jaringan Super 4G LTE yang dirilis oleh Indosat tersebut sama dengan kondisi jaringan 4G yang disediakan oleh operator lain, yaitu belum komersial. Jaringan tersebut sudah sepenuhnya bisa dikomersilkan jika sudah ada keputusan Kominfo dan ijin dari Kemkominfo untuk dikomersialkan ke pelanggan. Saat ini menurut Menkominfo Rudiantara, jaringan 4G yang akan dikomersialkan berada di frekuensi 900 Mhz meskipun ekosistem yang paling tepat bagi 4G adalah pada frekuensi 1800 Mhz.

Tentu sebuah prestasi tersendiri bagi Indosat dengan merilis jaringan 4G tercepat di Indonesia. Bila disimak, sesuai dengan mottonya "Inovasi Untuk Negeri" Indosat selalu berada di depan dalam hal memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Dimulai dengan jaringan Indosat 3G+ dengan kecepatan hingga 7,2 mbps, kemudian dilanjutkan dengan Indosat Super Wifi dengan kecepatan hingga 20 mbps di delapan (8) kota besar Indonesia. Kemudian Indosat melakukan modernisasi jaringan  dengan memperkenalkan Super Internet dengan menggunakan teknologi U900 dan DC-HSPA+ di 23 kota dengan kecepatan hingga 42 mbps dengan kualitas sinyal yang lebih baik, baik outdoor maupun indoor. 

Dengan makin banyaknya operator di negara lain menerapkan jaringan 4G, bukan sesuatu yang mustahil Indosat pun ingin menerapkan jaringan 4G di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan merilis Super 4G LTE dengan kecepatan download hingga 185 mbps dan upload hingga 41 mbps yang diklaim sebagai jaringan 4G tercepat di Indonesia saat ini.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa jaringan 4G tersebut harus diikuti oleh ekosistem pendukung dan kesiapan perangkat yang mampu memanfaatkan jaringan 4G tersebut karena kalau tidak ada ekosistem pendukung dan perangkat yang LTE Ready, teknologi jaringan 4G tersebut akan sia-sia jika dikomersialkan ke pelanggan. Hal ini akan memberikan layanan yang mislead terhadap pengguna.

Untuk menjawab hal ini, Indosat cukup siap dengan komitmen untuk membangun ekosistem pendukung sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dari teknologi 4G. Indosat bekerja sama dengan berbagai mitra konten antara lain Orange-TV (Genflix, TV streaming khususnya siaran pertandingan sepak bola), ES Games, Gameloft untuk menyediakan layanan hiburan, berita, kesehatan, pendidikan, soluso bisnis, dan banyak lainnya. 
Ketika acara perilisan tersebut dilakukan, Menkominfo turut menyambangi beberapa booth yang menjadi ekosistem pendukung teknologi 4G antara lain Net TV dan Genflix.

Mengenai kesiapan perangkat tidak diragukan bahwa perangkat merupakan hal utama dalam jaringan 4G. Sama seperti waktu jaringan 3G pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 yang lalu, perangkat akan menyesuaikan dengan teknologi jaringan yang ada di pasar. Artinya vendor akan selalu berusaha menyediakan perangkat yang kompatibel dengan jaringan, termasuk jaringan Super 4G LTE Indosat. 

Saat ini cukup banyak perangkat smartphone, baik Android, Windows Phone, iPhone maupuan BlackBerry yang sudah LTE Ready. Perangkat seperti iPhone 6 dan BlackBerry Passport misalnya sudah bisa digunakan dalam jaringan Super 4G LTE Indosat nantinya jika dikomersialkan pada pertengahan tahun 2015 nanti. Perangkat berbasis Android pun sudah sangat banyak yang tersedia di pasar seperti Galaxy S4 dan S5 dan seri Xperia dari Sony. Ini artinya dari segi ekosistem pendukung dan perangkat sudah siap, tinggal menunggu ijin komersial agar jaringan Super 4G LTE Indosat ini dapat dinikmati masyarakat.

Indosat tentu berharap dengan jaringan Super 4G LTE ini nantinya akan semakin memberikan kenyamanan berkomunikasi bagis berbagai segmen pelanggan Indosat, baik pelanggan retail maupun pelanggan bisnis.

Dalam acara ulang tahun ke-47 Indosat dan sekaligus perkenalan jaringan Super 4G LTE tersebut juga mengemuka seberapa besar harga yang harus dibayar oleh pelanggan untuk bisa menikmati teknnologi 4G tersebut. Perwakilan Indosat dalam acara tanya-jawab tidak memberikan angka pasti yang akan dikenakan kepada pelanggan karena masih wait and see. Artinya secara teknologi, jaringan Super 4G LTE Indosat saat ini sudah ready di 23 kota di Indonesia, namun keputusan tentang ijin komersial belum dikeluarkan oleh Kominfo sehingga pihaknya akan menunggu ijin keluar dahulu sebelum menetapkan harga. Namun demikian harga yang akan ditetapkan kelak tetap bisa dijangkau oleh pelanggan.

Perlu diketahui bahwa biaya berlangganan data di Indonesia saat ini merupakan yang termurah di dunia. Hal ini merupakan perangkap yang mungkin agak sulit untuk dihindari bila nantinya jaringan 4G sudah bisa dinikmati pelanggan. Mungkin nanti karena terlalu lama menikmati biaya berlangganan yang murah, pelanggan mungkin akan sedikit kaget bila harga yang harus dibayar untuk berlangganan teknologi 4G lebih mahal.

Tentu perlu juga diketahui bahwa SIM Card untuk jaringan Super 4G LTE Indosat nantinya berbeda dengan SIM Card untuk teknologi 3G HSDPA. SIM Card yang digunakan adalah SIM Card dengan memori 128 kilobyte. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli dalam keterangannya ke media seusai rilis jaringan 4G Indosat. Jaringan Super 4G LTE nantinya menggunakan SIM card model baru. Model baru tersebut diperlukan karena pengaturan konfigurasi jaringan 4G LTE memerlukan ruang lebih besar di kapasitas memori yang tersimpan dalam chip SIM card. Meski demikian, para pemilik kartu SIM lama bisa menukar SIM card dengan model baru sambil tetap mempertahankan nomer seluler.  


Mengingat beberapa negara sudah lama menerapkan teknologi 4G, tentu pihak pemerintah melalui Kominfo sudah seharusnya mempercepat regulasi jaringan 4G tersebut. Dengan adanya kesiapan operator untuk memberikan layanan ditambah dengan ekosistem pendukung dan perangkat, regulasi jaringan 4G ini sudah seharusnya bisa dikeluarkan pada akhir tahun 2014 dan bisa digunakan pelanggan secara komersial pada pertengahan tahun 2015 nanti.

Terakhir, Selamat Ulang Tahun ke-47 Indosat, semoga jaringan Super 4G LTE Indosat dapat segera dinikmati oleh pelanggan.

Beberapa foto acara Ulang Tahun ke-47 dan perkenalan Jaringan Super 4G LTE Indosat dapat dilihat berikut ini.

Wednesday, November 19, 2014

Kabar Gembira, Nokia Sekarang Ada Tabletnya: Nokia N1

Tablet Nokia N1 (The Verge)
Berjarak hanya hitungan bulan dari penjualan divisi ponsel mereka ke Microsoft secara resmi, Nokia tiba-tiba membuat kejutan dengan merilis tablet berbasis Android. Sebelumnya, sehari sebelum rilis tersebut, Nokia melakukan kampanye dengan memperlihatkan boks berwarna hitam yang ternyata berhubungan dengan rilis Nokia N1, tablet Nokia terbaru tersebut.

Bila Anda cukup jeli melihat desain Nokia N1 tersebut, Anda akan dengan mudah menebak benchmark desain yang digunakan Nokia yang tiada lain adalah iPad Mini 3. Secara umum bisa dikatakan, sebagaimana banyak tanggapan situs teknologi Nokia N1 adalah iPad Mini dengan sistem operasi Android 5.0 atau Lollipop. Rancang bangun N1 memang sangat identik dengan iPad Mini 3 karena tidak lain karena ada Foxconn dibalik semua itu. Kita mengetahui bahwa Foxconn adalah perusahaan yang digandeng Apple dalam membuat hampir semua gadget mereka, termasuk iPad Mini.

Dengan ketipisan yang lebih tipis dibandingkan iPad Mini 3, Nokia N1 memiliki layar 7,9 inchi aspek 4:3 layaknya iPad Mini 3. 7.9 inch (4:3) dengan resolusi 2048 x 1536 dilapisi Gorilla® Glass 3. Nokia N1 berlayar IPS dengan LED backlight dengan zero air-gap sehingga tetap nyaman di bawah sinar matahari.

RAM yang diberikan pada Nokia N1 adalah 2GB dengan ROM 32 GB. Selain itu, Nokia memberikan kamera belakang sebesar 8 megapiksel auto focus dan kamera depan 5 megapiksel dengan kemampuan merekam 1o80p. Untuk tablet N1 ini, Nokia memakai prosesor 2,3 Ghz 64 bit dari Intel.

Nokia sepertinya tidak memberikan UI tersendiri di Nokia N1 dan kemungkinan besar menggunakan stock Android dengan Z Launcher yang telah dirilis sebelumnya. Nokia berencana pertama kali akan menjual Nokia N1 di China dan kemudian ke pasar-pasar lain seperti Eropa, Asia dan banyak lainnya. Harga yang dipatok Nokia untuk Tablet Nokia N1 adalah sebesar 249 dollar AS.

Tentu saja sebuah kejutan yang cukup menyenangkan ketika tiba-tiba Nokia merilis tablet berbasis Android yang terpisah sama sekali dengan Microsoft. Saya menduga bahwa tablet tidak termasuk perjanjian antara Nokia dan Microsoft sehingga mereka secara leluasa menggunakan nama Nokia. Sebagaimana diketahui, untuk smartphone Nokia tidak bisa menggunakan nama Nokia sampai dengan tahun 2016 mendatang.

Hal yang lebih menarik adalah dengan terjun ke pasar tablet, artinya Nokia siap-siap merugi karena tidak ada vendor yang untung di pasar tablet, khususnya Android. Bahkan Apple pun kini diisukan mungkin akan menghentikan proyek iPad Mini karena dipandang tidak cukup bagus perkembangannya dan fokus di tablet dengan layar lebih besar.

Saya rasa ini sebuah come back yang terlalu cepat bagi Nokia ke pasar setelah tenggelam karena salah urus dan kalah bersaing serta akhirnya dijual murah ke Microsoft. Namun sebagaimana diberitakan oleh Financial Time, come back Nokia ini mungkin tidak terlalu mengejutkan karena mereka masih memiliki insinyur-insinyur brilian. Financial Time melaporkan hanya 35 insinyur Nokia yang ikut pindah ke Microsoft, selebihnya bertahan di Nokia. Ini merupakan aset bagus yang mungkin sekali lagi bisa membawa Nokia ke pasar dan sukses.

Tentu sangat layak ditunggu bagaimana Nokia N1 setelah dirilis nanti mengingat persaingan di pasar tablet sesama produsen Android sedemikian ketat dengan Samsung sebagai pemimpin pasar. Saya sendiri sangat menunggu tanggapan pasar terhadap Nokia N1 karena sejauh ini, tablet berbasis Android bisa dikatakan kurang mampu bersaing dengan iPad, bahkan sekelas Nexus buatan Google.

Foto Nokia N1 (The Verge): 







Wednesday, November 12, 2014

Review: Acer Liquid Jade Smartphone Tipis dan Ringan dari Acer

Liquid Jade
Saya mengalami mixed feeling setelah beberapa waktu terakhir menjadikan Acer Liquid Jade sebagai smartphone utama. Dari sisi desain, Liquid Jade ini menandai pergeseran desain smartphone yang sangat cantik dari Acer. Dari sisi kinerja, Acer Liquid Jade berada sedikit di bawah kakaknya, Liquid E700.

Whats In The Box?
1. Smartphone Liquid Jade, baterai terpasang, tidak bisa dibongkar pasang
1. Headphone
1. Charger dengan kabel data
1. Kartu Garansi
1. Buku Panduan

Spesifikasi dan Software
  • 1,3 Ghz Quad Core MediaTek MT6582
  • 5 Inchi IPS HD (1080 x 720) dengan Zero Air Gap Technology
  • Corning Gorilla Glass 3
  • HSPA (Download up to 42 mbps
  • Ringan, hanya 110 gram, Ketipisan 7,5 mm
  • DTS Sound
  • Acer Liquid UI
  • Acer SnapNote
  • Acer LiveScreen
  • Acer QuickMode
  • Acer Extend
  • RAM 2 GB, ROM 16 GB
  • Android 4.4.2 KitKat
  • Baterai 2.100 mAh
  • Kamera Belakang 13 megapiksel F/1.8 Plus Acer Bright Magic , kamera depan 2 megapiksel
Antutu Benchmark Liquid Jade
Dari sisi spesifikasi yang ditawarkan oleh Liquid Jade tidak jauh berbeda dengan Liquid E700. Kedua smartphone ini memberikan Android KitKat 4.4.2 dengan Acer Liquid UI. ROM dan RAM sama besarnya, yaitu 16 GB dan 2 GB. Prosesor yang digunakan persis sama dengan E700, yaitu Mediatek MT6582 1,3 Ghz quadcore. Dengan prosesor yang sama, hasil benchmark-nya tidak akan jauh berbeda. 

Untuk software bawaan, Acer juga menyertakan berbagai software buatan mereka sendiri yang membantu dalam multitasking seperti Acer SnapNote, Live Screen dan Acer Float, Acer Extend, tetapi tidak terdapat Acer Rapid seperti di E700. Tidak lupa Acer Liquid UI untuk navigasi. 

Acer SnapNote, Live Screen dan Acer Float tentu tidak perlu lagi saya bahas karena sudah ada di Review Liquid E700. Untuk itu saya fokuskan pembahasan kepada Acer Extend.

Geekbench tes
Fitur Acer Extend ini menarik karena anda bisa melakukan segala hal yang bisa dilakukan di smartphone Liquid Jade  melalui komputer atau laptop yang terhubung dengan Liquid Jade secara WiFi atau pun melalui kabel data.

Saya menghubungkan Liquid Jade dengan laptop melalui kabel data. Seketika Anda mengklik tampilan di layar laptop sudah tersedia aplikasi yang harus dijalankan di laptop. Dengan beberapa langkah mudah, fitur Acer Extend ini terpasang dan siap digunakan, misalnya melakukan tweet, chatting via WhatsApp dan banyak lainnya. Fitur ini bermanfaat ketika anda bekerja di laptop, Anda tidak perlu lagi menengok smartphone. Cukup gunakan fitur Acer Extend ini, segala apa yang ada di Liquid Jade bisa dilakukan melalui laptop. Ini artinya tidak usah bolak-balik smartphone lalu laptop dan menghemat waktu. Anda tinggal bekerja melalui laptop dan sekaligus bermain di smartphone, seperti melakukan tweet, update status facebook dan lainnya.

Fitur Acer Extend
Di Liquid Jade berbagi link di browser ternyata lebih mudah dilakukan. Tidak seperti di Liquid E700, Liquid Jade menggunakan fitur yang lebih umum sebagaimana ditemukan di smartphone Android lainnya. Jika ingin berbagi artikel ke media sosial, selain dengan button media sosial yang tersedia di artikel, bisa juga dengan mengklik bagian kanan atas artikel tersebut.

Dari sisi kinerja, meskipun memiliki spesifikasi prosesor persis sama dengan Liquid E700, saya mengalami mixed feeling ketika menggunakan Liquid Jade. Terdapat beberapa lag (kecil) ketika menggunakan media sosial Google Plus dan Twitter dan browsing. Saya tidak tahu persis apa sebab hal tersebut terjadi, namun pengalaman yang saya alami terdapat hal yang tidak saya temukan di Liquid E700. 



Pun demikian bisa dikatakan tugas multitasking di Liquid Jade dapat dilakukan dengan baik. Dalam heavy use, saya menggunakan media sosial Twitter dan Google Plus bersamaan dengan GPS yang dihidupkan untuk keperluan Google Waze dan Google Map. Selain itu, mengambil cukup banyak foto dan membaginya ke Twitter. Tidak lupa menonton video satu dua video di YouTube. Hal tersebut dapat dilakukan dengan lancar, meskipun tingkat kepuasannya sedikit berbeda jika menggunakan Liquid E700.

Layar
Liquid Jade ini didesain sangat spesial oleh Acer. Layarnya yang curved glass sangat cantik untuk dipandang. Selain itu, layar IPS HD 5 inchi ini dilapisi Corning Gorilla Glass 3. Ini membuat Liquid Jade jauh lebih istimewa dibandingkan Liquid E700. 
Kiri Liquid E700, kanan Liquid Jade
Sama halnya dengan Liquid E700, Acer juga memberikan Zero Air Gap Technology di Liquid Jade sehingga layarnya tetap nyaman dipandang di bawah terik matahari. Hal ini merupakan poin yang sangat saya sukai dari Acer karena saya sering menengok smartphone, tidak peduli di kala terik matahari. 

Layar HD seluas 5 inchi tentu lebih menawarkan view yang lebih bagus dibandingkan layar yang lebih sempit. Menonton video, berselancar di internet dan membaca artikel adalah hal yang paling sering saya lakukan di Liquid Jade. Sebagaimana biasa, saya memang pecinta layar 5 inchi.

Desain dan Hardware
Kiri Liquid E700, Kanan Liquid Jade
Saya bisa mengklaim, Liquid Jade merupakan smartphone paling cantik yang pernah dihasilkan oleh Acer. Hal ini bukan klaim semata, tetapi sudah menjadi bukti karena Liquid Jade memenangkan Good Design Award 2014

Dari segi desain, Liquid Jade lebih premium dibandingkan Liquid E700 bahkan dengan smartphone lain sekelas. Badan ponsel yang membulat di sudut-sudutnya sangat enak dipandang mata. Selain itu desain super tipisnya membuat Liquid Jade sangat ringan, sangat enak digenggam. Bagian belakang dari Liquid Jade ini mungkin bahan (plastik mengkilat) yang dirancang khusus oleh Acer. Ketipisannya yang hanya 7,5 milimeter membuat Liquid Jade ini salah satu smartphone tipis yang bagus desainnya sangat elok dipandang mata. Klaim Acer bahwa Liquid Jade sangat cocok buat mereka yang suka fashion dan ingin bergaya dengan smartphone mereka mungkin ada benarnya jika melihat Liquid Jade ini. 
Saya mengapresiasi lompatan desain smartphone yang dilakukan Acer di Liquid Jade. Liquid Jade terlihat sangat elegan, enak dipandang, tipis dan keren. 
Namun desain tersebut bukan tanpa kekurangan. Saya melihat tampilanl di bagian depan atas ponsel untuk speaker kurang menarik. Mungkin desain spreaker yang berbentuk garis akan lebih baik. Selain itu logo Acer yang ada di bagian depan bawah ponsel mungkin seharusnya tidak ada karena di bagian belakang sudah ada.


Selular Award 2017 : ZenFone 3 Deluxe Smartphone Terbaik

Aliudin Sute d ja (National Sales Manager ASUS) menerima penghargaan Selular Award 2017 ASUS berhasil menempatkan dua smartphone mereka...