Wednesday, September 24, 2014

Review: Acer Liquid E700, Smartphone 3 SIM Card dari Acer

Jika Anda sudah terbiasa dengan dual SIM Card, smartphone dengan tiga SIM Card tetap saja sebuah hal yang baru. Tiga SIM Card? Demikian pertanyaan setiap orang ketika saya katakan bahwa saya menggunakan Acer Liquid E700. Harus diakui bahwa secara global hanya Acer Liquid E700 yang memiliki tiga SIM Card, jadi mungkin bagi sebagian besar orang sebuah keanehan tersendiri. Namun, saya sudah menggunakan Liquid E700 ini hampir tiga minggu. Nah bagaimana kinerjanya? Ikuti review berikut ini.

What's In The Box:
1. Smartphone Liquid E700 + Baterai telah terpasang
1. Buku Panduan
1. Kartu Garansi
1. Headphone (mungkin paket akan berbeda)
1. Travel charger plus kabel data

Spesifikasi dan Software
  • 1,3 Ghz Quad Core MediaTek 
  • 5 Inchi IPS HD (1080 x 720) dengan Zero Air Gap Technology
  • No Gorilla Glass
  • HSPA (Download up to 42 mbps)
  • Dimensi 147 x 73 x 9,9 mm
  • Berat 155 gram
  • USB On The Go
  • DTS Sound
  • Acer Rapid
  • Acer Liquid UI
  • Acer SnapNote
  • Acer LiveScreen
  • Acer QuickMode
  • RAM 2GB, ROM 16GB
  • Android 4.4.2 KitKat
  • Baterai 3.500 mAh
    Tampak Belakang Acer Liquid E700
Secara spesifikasi, Acer Liquid E700 termasuk ke smartphone kelas menengah. RAM yang cukup lapang 2GB memungkinkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan smartphone lain. ROM nya juga cukup luas 16 GB yang setelah dimasukkan sistem masih bersisa 12,83 GB. Ini artinya meskipun menggunakan UI Acer Liquid, Acer Liquid E700 ini mendekati seri Android Nexus yang tidak pakai skin.

Soal skin ini, saya memang mengusahakan dan selalu lebih memilih Android yang minimal skin atau yang mendekati seri Nexus. Acer Liquid E700 ini memenuhi kriteria yang saya inginkan, terlebih sebelumnya saya sudah memiliki tablet Acer A1-811 yang kinerjanya juga bagus.

Bersamaan dengan smartphone ini, Acer menyertakan beberapa aplikasi ikutan yang bisa diaktifkan terdiri dari Acer Cloud, Musik, video dan lainnya yang tidak terlalu saya gunakan kecuali hanya untuk mendaftarkan smartphone untuk pertama kali. 

ROM sebesar 16 GB dan RAM 2GB sangat membantu. RAM 2GB memungkinkan kinerja yang lebih bagus dalam multi tasking plus prosesor 4 core 1,3 Ghz nya. Sejauh menggunakan selama hampir tiga minggu berjalan  mulus.

Fitur Acer Float
Acer juga menyertakan berbagai software buatan mereka sendiri yang membantu dalam multitasking seperti Acer Rapid, Acer SnapNote, Live Screen dan Acer Float. Untuk fitur Acer Rapid, Acer menyediakan tombol di bawah kamera belakang. Dengan menekan tombol ini, pengguna dapat dapat menyalakan kamera, mengambil foto, menjawab dan mengakhiri panggilan atau masuk ke aplikasi favorit. Sejauh saya menggunakan dalam tiga minggu ini, fitur ini cukup membantu ketika menyalakan dan mengambil foto dan karena tombol ini seperti short cut jadi bisa diatur sesuai dengan keinginan pengguna, misalnya tekan sekali untuk ke musik, tekan cukup lama untuk ambil foto.

Acer SnapNote adalah fitur yang mampu mengenali slide yang difoto sehingga walaupun slide difoto dalam keadaan miring atau difoto bersamaan dengan objek lainnya. Acer SnapNote mampu memperbaiki sudut foto menjadi 90 derajat dan hanya mengambil bagian slidenya dan membuang object di luar bidang slide. Sejauh menggunakan hampir tiga minggu fitur ini belum saya gali lebih jauh.

Acer Float merupakan fitur yang membantu ketika pengguna multitasking. Sejatinya fitur ini memberikan kemudahan ketika pengguna mengakses aplikasi-apalikasi yang telah dibuka sebelumnya. Jadi tidak perlu lagi membuka aplikasi lagi cukup mengakses kotak persegi di bagian kanan bawah layar karena di sana ada 9 thumbnail apa saja yang telah dibuka sebelumnya. Cukup membantu agar tidak repot kembali ke layar untuk hanya membuka aplikasi yang telah dibuka sebelumnya.

Nantinya setelah membuka aplikasi tertentu, pengguna dapat menggunakan fitur lainnya di Acer Liquid E700, entah itu aplikasi atau kamera atau kalkulator di atas halaman yang telah dibuka sebelumnya sehingga halamannya bertumpukan.

Bagi yang sering membuka browser seperti chrome mungkin pertama kali akan bingung bagaimana untuk mengatur browser tersebut, misalnya untuk menghemat bandwith. Biasanya di smartphone lain akan terlihat pengaturan entah di layar atau di bawah layar seperti di smartphone Samsung.

Di Acer Liquid E700 ini untuk mengatur browser atau untuk membagi link berita yang baru dibaca ke Twitter misalnya menggunakan fitur Acer Float ini. Ketika membuka browser tekan kotak persegi di bagian kanan bawah layar dan lakukan, temukan kotak kecil, tekan lalu akan muncul bilah kecil panjang. Untuk mengatur browser atau membagi link berita yang dibaca cukup tekan persegi panjang kecil yang ada di sisi kiri halaman berita yang dibaca tersebut. Harus diakui hal ini butuh dua tiga langkah, jadi agak repot.

Acer LiveScreen merupakan fitur yang juga cukup menarik untuk dieksplorasi. Fitur ini memungkinkan berbagi lokasi dengan cepat, misalnya ketika Anda sedang berada di suatu tempat, Anda ingin membagikan lokasi tersebut, maka cukup tekan Live Screen, lalu ada opsi untuk berbagi lokasi yang nantinya akan terhubung dengan Google Maps.

Android yang ditanamkan ke Liquid E700 ini adalah KitKat 4.4.2. Sejatinya tidak banyak perubahan dari versi Jelly Bean 4.3, namun hal yang saya rasakan aliran aplikasi yang lebih fluid, lancar. Tentu saja nantinya jika tersedia Android L, Acer sebaiknya menyediakan upgrade untuk Liquid E700 ini.

Antutu Benchmark
Dari sisi spesifikasi dan software, Liquid E700 ini cukup menjanjikan. Selama  hampir tiga minggu saya gunakan sepanjang hari, performanya cukup baik dan melebihi ekpektasi saya. Main game, menelpon, mendengarkan musik, sesekali nonton YouTube, Hangout melalui Google Plus, email dan media sosial berjalan mulus. Untuk pengguna biasa yang sangat sering menggunkan media sosial, Liquid E700 ini sudah sangat mampu menjawab tantangan tugas-tugas yang dibebankan secara multitasking. 

Layar:

Layar HD seluas 5 inchi di Liquid E700 ini jernih dan zero gap technology memungkinkan Acer Liquid E700 tetap nyaman dilihat ketika berada di bawah sinar matahari. Menengok smartphone selagi berdiri di luar atau di halaman atau sambil berjalan tetap nyaman. Dalam tiga minggu pemakaian, saya mengatur tingkat kecerahan layar ke otomatis dan konsumsi baterainya cukup baik. 

Layar HD Liquid E700 ini juga sangat membantu ketika bermain game seperti game yang cukup berat, misalnya Real Racing 3. Pengaturan kecerahan layar, seperti Android lainnya dapat dilakukan dengan mudah. Sayangnya layar HD di Liquid E700 ini tidak dilapisi Gorilla Glass, jadi jangan coba-coba menggoresnya.

Tuesday, September 16, 2014

Baru, Laptop Tiga Jutaan Windows 8.1 Asli dari Acer Indonesia

Ilustrasi 
Per tanggal 12 September yang lalu, Acer Indonesia merilis beberapa laptop unggulannya untuk tetap menjadi yang terdepan di pasar komputer Indonesia. Tidak tanggung-tanggung Acer Indonesia merilis beberapa laptop sekaligus. Hal yang menarik adalah Acer memberikan harga yang sangat bersaing untuk produk laptop tersebut. 

Siaran Pers dari Acer Indonesia
Acer Indonesia merilis deretan laptop dengan harga tiga jutaan saja dan sudah dilengkapi dengan Windows 8.1 asli, sehingga sangat terjangkau bagi siapa saja yang membutuhkan laptop dengan spek dan fitur terkini.

Di tengah industri PC yang sedang bertransisi ini, Acer tidak henti berinovasi dengan menyediakan produk-produk dengan nilai tambah yang menyasar pasar pengguna pemula laptop. Bekerja sama dengan Microsoft, Acer merilis laptop lengkap dengan sistem operasi Windows asli paling murah se-Indonesia. Acer menawarkan jajaran laptopnya dengan harga mulai dari Rp3 jutaan yang telah dilengkapi dengan pre-installed Windows 8.1 dengan Bing, serta garansi resmi 3 tahun (jasa) untuk kenyamanan pengguna.

Mengapa penting untuk memiliki laptop dengan sistem operasi Windows 8.1 asli? Dukungan keamanan menjadi hal penting. Sistem operasi yang aman akan membuat pengguna nyaman untuk beraktivitas dengan perangkat teknologi tanpa takut di hack atau terjangkit virus. 

Saat ini Acer memberikan 3 paket pilihan untuk masyarakat Indonesia, yaitu: 
  1. Pilihan Tepat: mini laptop Aspire V5-123, Aspire V5-132, dan Aspire E3-111 dengan harga mulai dari Rp3 jutaan memiliki bobot 1,2kg cocok digunakan untuk mereka yang aktif dan menginginkan perangkat dengan desain yang melengkapi penampilan. 
  2. Pilihan Lengkap: Aspire E5-411 laptop 14 inci dengan pilihan warna Piano Black dan Pearl White, lengkap dengan sistem operasi Windows 8.1 dengan Bing serta bonus berupa nelpon aman menggunakan Skype gratis hingga 300 menit. Paket Lengkap ini tepat bagi pelajar & mahasiswa yang menginginkan performa dengan anggaran yang pas di kantong, harga mulai ari Rp4.449.000. 
  3. Pilihan Aman: memberi opsi garansi penuh 3 tahun mencakup servis dan suku cadang untuk produk Aspire E1-410 dan Aspire E1-422 (Dual Core), harga mulai dari Rp3.899.000.

Langkah Acer Indonesia merilis Laptop dengan harga terjangkau ini patut diapresiasi. Bukan hanya sekadar terjangkau, tetapi juga memberikan jaminan software asli dengan memberikan Windows 8.1 asli. Kecenderungan pengguna selama ini adalah membeli laptop kosong (tanpa sistem operasi) dengan harga murah, kemudian membeli software Windows bajakan karena cenderung lebih murah. Dengan memberikan Windows 8.1 out of the box, Acer memutus tindakan seperti ini dengan menawarkan harga laptop yang lebih murah. Jadi pengguna tidak perlu mempertimbangkan harga yang mahal karena membeli sofware yang asli.

Pilihan yang ditawarkan Acer Indonesia juga cukup beragam, misalnya Aspire V5-123, Aspire V5-132 dan Aspire E3-111 merupakan laptop mini seharga 3 jutaan, sedangkan Aspire E5-411 dengan pilihan warna hitam dan pearl white dilengkapi Windows 8.1 plus Bing dengan harga mulai Rp4.449.000,00. Pilihan lain adalah Aspire E1-410 dan Aspire E1-422 dual core dengan harga mulai dari Rp3.899.000,00.

Hal ini membuat calon pengguna bisa memilih sesuai budget yang tersedia dengan tetap mendapatkan garansi 3 tahun dari Acer Indonesia. Nah, jadinya tinggal memilih saja, mana yang paling disukai dari Laptop terbaru Acer Indonesia ini. Tidak perlu khawatir harga yang mahal bila harus menggunakan software asli.

Friday, September 12, 2014

Limited Media Discussion Bersama Acer Indonesia

Mr. Jason Lim yang segera akan mengakhiri masa
baktinya sebagai Pesident Director Acer Indonesia
Kemarin (Kamis, 11/09-2014) saya berkesempatan mengikuti diskusi terbatas dengan petinggi Acer Indonesia di sebuah hotel yang cukup kuno yang jika dilihat dari usianya yang 96 tahun, yaitu Hermitage, Menteng, Jakarta. Tentunya ini sebuah kesempatan langka, berdiskusi secara terbatas dengan sebuah brand yang  memiliki nama di Indonesia khususnya di bidang teknologi. Untuk diketahui, Acer Indonesia sudah ada di Indonesia sejak tahun 1998. Itu artinya mereka sudah sangat lama di Indonesia dan masih berkomitmen untuk tetap berinvestasi di Indonesia terkait dengan bidang teknologi komputer dan mobile device.

Dalam diskusi tersebut cukup banyak petinggi Acer Indonesia yang hadir termasuk President Director Acer Indonesia, Mr. Jason Lim yang sudah 17 tahun lebih memimpin Acer Indonesia. Kesempatan tersebut juga merupakan perkenalan unofficial calon pengganti Mr. Jason Lim sebagai president director Acer Indonesia yang secara resmi akan diumumkan pada tanggal 1 Oktober nanti.

Cukup banyak hal yang dibicarakan atau didiskusikan dalam acara yang diselingi dengan makan siang tersebut. Mulai dari kesan dan pengalaman Mr. Jason Lim memimpin Acer Indonesia selama 17 tahun dan portofolio produk Acer yang terus bersiap diri menuju PCPlus Era. 

Dalam era PCPlus tersebut Acer tetap menyiapkan core produk mereka di bidang komputer dengan memperbanyak dan menyediakan produk di bidang mobile. Ini artinya fokus mereka tidak lagi hanya di bidang komputer (PC, Laptop), tetapi juga telah bersiap untuk terjun di pasar perangkat mobile terutama smartphone dan tablet yang kini tengah booming, terutama di Indonesia.

Tentunya sebuah pergeseran cara pandang bila kita lihat selama ini Acer sangat fokus di bidang komputer, namun kemudian bergerak menuju perangkat mobile. Akan tetapi bila kita lihat dari dua tahun yang lalu, sebenarnya Acer sudah jauh dari siap untuk menjalani Era PC Plus tersebut. Produk perangkat mobile mereka sudah cukup banyak dan beragam sehingga mungkin hanya perlu menambah diversifikasi produk, memperbanyak pemasaran dan mungkin menjangkau kelas yang lebih atas, yaitu kelas smartphone premium yang sejauh ini tidak mereka jangkau.

Berbicara tentang tidak dijangkaunya kelas premium di pasar smartphone di Indonesia oleh Acer, Mr. Jason Lim mengatakan kepada saya bahwa Acer selalu melihat apa yang dibutuhkan pasar Indonesia. Sejauh ini pasar Indonesia lebih merespon harga smartphone menengah ke bawah dan merupakan hal yang masuk akal jika Acer fokus di segmen tersebut. Namun bagi saya sendiri, Acer perlu meningkatkan permainan mereka di pasar smartphone. Satu atau dua smartphone flagship sangat diperlukan untuk membawa brand Acer makin dikenal dan diakui di pasar tersebut dan bersaing dengan produk premium lainnya dari Sony, Samsung, HTC, dan LG.

Dalam acara diskusi tersebut saya berkesempatan hands on smartphone Acer yang belum dirilis ke publik. Dua buah smartphone terbaru dari Acer Indonesia kemunginan besar akan dirilis pada kuartal keempat tahun ini. Dilihat dari desain, terdapat satu smartphone yang patut ditunggu oleh pengguna smartphone Indonesia. Desainnya futuristik dan sangat tipis. Saya rasa smartphone ini nantinya akan menjadi semacam titik tolak baru Acer dalam hal desain smarphone yang lebih stylist dan elegan. 

Cukup banyak hal yang didiskusikan termasuk kesiapan Acer Indonesia mengadopsi seri Android terbaru nanti, yaitu Android L. Saya rasa, sebagaimana saya sampaikan ke Acer, mereka perlu meningkatkan permainan mereka di pasar smartphone dan tablet. Seri flagship perlu dirilis dan jaminan update terbaru untuk smartphone Android harus ada agar pengguna yang selama ini ragu membeli, jadi tertarik untuk membeli dan menggunakan smartphone Acer.

Apalagi sebenarnya Acer punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh pesaing, yaitu program garansi 3 tahun dan service center yang tersebar hampir seluruh Indonesia. Tentunya potensi tersebut perlu dimanfaatkan dengan baik.

Tidak lupa ada perkenalan lebih jauh dengan smartphone Acer yang dirilis beberapa waktu yang lalu, yaitu Liquid E700. Smartphone berlayar HD 5 inchi ini dibekali dengan tiga slot SIM Card dan kapasitas baterai besar, yaitu 3.500 mAH yang bisa tahan untuk digunakan seharian. Smartphone ini termasuk smartphone yang sangat terjangkau dari segi harganya dan spesifkasi yang ditawarkan cukup tinggi. Bila anda menginginkan value for money, Liquid E700 ini bisa dijadikan pilihan.

Unboxing dari Liquid E700 ini dapat Anda tonton dalam video berikut ini.



Foto acara ini dapat dilihat di LINK INI

Tuesday, September 9, 2014

Review: Andromax G2 Touch QWERTY, Smartphone Entry Level Terbaru dari Smartfren

Saya mengingat-ingat kapan terakhir kali menggunakan keyboard qwerty. Eh ternyata, smartphone Android pertama saya adalah Galaxy Pro dari Samsung, saya lupa persisnya kapan dibeli. Sampai sekarang pun masih menggunakan Nokia Asha 201 yang memiliki keyboard qwerty meskipun hanya untuk menelpon dan sms. Hal yang paling saya ingat dari Galaxy Pro adalah metode memasukkan teksnya yang bisa dua cara, yaitu layar sentuh (on screen keyboard) dan keyboard fisik qwerty

Demikian pula halnya dengan smartphone Andromax G2 Touch QWERTY yang sudah beberapa hari ini saya pakai sebagai smartphone kedua setelah smartphone dan tablet yang biasa saya pakai, seperti iPhone dan tablet berbasis Android. Yuk bagi yang sudah tidak sabar, baca review lengkapnya di bawah ini.

Apa yang ada di dalam Boks:
1. Ponsel
1. Baterai
1. Buku Panduan
1. Earphone
1. Kartu Garansi
1. Nomor Samrtfren dan Paket data sebesar 600 MB untuk 7 Hari

Video Unboxing Andromax G2 Touch QWERTY:



Spesifikasi:
Sebagai smartphone entry level, tentunya spesifikasi Andromax G2 Touch QWERTY tidak akan berada di atas smartphone untuk kelas menengah apalagi kelas atas. Namun saya rasa, spesifkasinya sudah lebih dari cukup. Prosesor Snapdragon 1,2 Ghz dual core, RAM 512 MB, ROM 4 GB yang bisa diekspansi hingga 32 GB dengan micro SD, kamera belakang 5 megapiksel dan kamera depan 1,3 megapiksel (interpolasi) dengan layar 3,5 inchi berkualitas HVGA.

Dengan ROM 4 GB tentu sudah cukup bagi pengguna biasa untuk memasang aplikasi favorit seperti Facebook dan Twitter. Bagi saya sendiri, spesifikasi yang diberikan kepada Andromax G2 Touch QWERTY sudah lebih dari cukup untuk para pengguna yang baru memasuki dunia smartphone sehingga bisa menikmati layar sentuh dengan tetap menggunakan keyboard fisik yang selama ini dipakai di feature phone.

Desain:
Tentu kita tidak berharap desain bagus dari sebuah smartphone entry level. Andromax G2 Touch QWERTY ini memiliki desain biasa dengan badan ponsel agak sedikit melengkung di bagian belakang. Terdapat tombol volume di bagian kanan dan di samping tombol volume tersebut terdapat tombol ON/OFF (segaris dan berdekatan). 

Saya agak mengalami kesulitan dengan tidak dipisahkannya (misalnya tombol ON/OFF berada di bagian atas ponsel) tombol volume dan tombol ON/OFF tersebut. Karena untuk mengambil screen shot butuh usaha ekstra dan hati-hati agar benar-benar tombol volume (-) tertekan bersamaan dengan tombol ON/OFF sewaktu ambil screen shot. Berulang kali gagal membuat screen shot, tetapi pada akhirnya bisa juga. 

Bagian belakang Andromax G2 Touch QWERTY ini adalah plastik tipis yang cukup mudah dibuka. Setelah membukanya akan terlihat baterai dan slot kartu Smartfren dan GSM. Di sisi slot kartu tersebut terdapat slot micro SD Card. Bagian belakang Andromax G2 Touch QWERTY ini terlihat mengkilat dan tampak cukup kotor dengan bekas telapak tangan dan agak sukar untuk menghapusnya. Pada sisi paling bawah terdapat speaker yang tampak mencolok dengan empat titik pembatas yang terasa kasar jika dipegang. Sementara pada bagian kiri terdapat bagian untuk melakukan charging atau menghubungkan ponsel dengan komputer dan bagian atas untuk  ear phone.

Dari kiri ke kanan: Nokia Asha 201, iPhone 3GS dan Andromax
G2 Touch QWERTY
Dari sisi desain ini, saya rasa terdapat kelemahan dengan terlalu dekatnya tombol volume dan tombol ON/OFF. Terkadang saat layar padam agak sulit menemukan tombol ON/OFF untuk menyalakan ponsel, selain karena berdempetan juga memiliki warna yang sama serta tidak menonjol keluar dibandingkan garis akhir badan ponsel.

Kamera berkekuatan 5 megapiksel berada di bagian belakang ponsel, sedangkan kamera depan hampir segaris dengan speaker depan.

Andromax G2 Touch QWERTY ini memadukan layar sentuh seluas 3,5 inchi dengan keyboard fisik QWERTY yang berada pada bagian bawah ponsel dan memakan area hampir seperempat bagian ponsel. Keyboard QWERTY ini jika pertama kali anda gunakan akan terasa cukup sulit untuk dipakai untuk melakukan input teks karena harus menekan alt untuk memunculkan koma, titik, angka dan lainnya. Namun setelah beberapa saat anda akan dengan mudah menggunakannya karena pada dasarnya keyboard tersebut sudah anda kenal, tinggal membiasakan diri saja.

Software:
Dari sisi software, Smartfren memberikan Android Jelly Bean 4.3 di Andromax G2 Touch QWERTY ini. Saya rasa ini tentu kekurangan karena semestinya bisa lebih baik diberikan Android KitKat 4.4.2. Namun untuk ponsel entry level KitKat mungkin terasa sangat mewah.

Mengingat ROM yang hanya 4 GB, setelah diisi sistem, maka hanya akan tersisa sekitar 1,4 GB sebelum aplikasi lain ditambahkan. Tentunya ruang yang hanya 1,4 GB tersebut terlalu sempit untuk berbagai aplikasi dan tempat menyimpan foto dan lagu. Untuk itu, anda disarankan ketika membeli Andromax G2 Touch QWERTY ini langsung membeli sd card tambahan.

Smartfren menyertakan sangat banyak aplikasi bawaan yang bagusnya bisa dicopot dengan mudah. Beberapa aplikasi bawaan yang disertakan Smartfren adalah Simobi (Bank Sinar Mas), Informasi Pelanggan, Smartfren Store, FunBox, Gudang Musik, SmartShield, Baidu Browser, Zalora, Uangku, PicMix, Games AntiGalau, Centro One, Lipstik TV, Gameloft Hub, 100% Game Widget, LED Flash Light, dan BBM. Jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan apikasi dari Google seperti Maps, Drive, Play News, GMail dan Google Plus.

Tentu saja hal tersebut membuat penuh ROM yang tersedia. Namun, Anda dapat mencopot semua aplikasi tersebut (yang berasal dari Smartfren) dengan mudah di pengaturan sehingga ruangan ROM yang tersedia untuk aplikasi tambahan seperti Facebook, Twitter atau Path cukup tersedia.

Dari sisi penggunaan, terdapat beberapa jeda ketika menggunakan aplikasi, namun secara keseluruhan tidak berpengaruh banyak. Jeda terjadi ketika menggunakan Twitter lalu langsung berpindah ke Google Plus atau Path. Ini tentu karena RAM yang hanya 512 MB. Multitasking untuk ponsel entry level saya rasa memang tidak bagus, namun selagi hanya untuk bermedia sosial saya rasa sudah sangat cukup. Perlu diketahui saya tidak menggunakan aplikasi chatting semisal WhatsApp dan BBM, juga tidak menggunakan Facebook. Jadi mungkin saja setelah semua aplikasi tersebut dipasang lag-nya mungkin lebih terasa.

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...