Tuesday, July 1, 2014

Windows Phone, Nasibmu Hingga Kini

Microsoft punya ambisi besar terhadap Windows Phone. Ambisi ini telah dimulai lima tahun yang lalu dan semakin terasa dengan pembelian Nokia dan menjadikannya Microsoft Mobile. Pembelian Nokia merupakan langkah strategis Microsoft guna mempercepat banyaknya ketersediaan smartphone berbasis Windows Phone di pasar. Dengan mengontrol Nokia, Microsoft menjadi perusahaan hardware sekaligus software sehingga tidak ada lagi jarak dan harmonisasi produk dapat dilakukan dalam satu atap.

Sebenarnya, sebelum pembelian Nokia secara resmi dilakukan, geliat Windows Phone di beberapa pasar penting seperti Eropa dan China mulai terasa. Di beberapa pasar Eropa seperti Italia, Windows Phone menunjukkan perkembangan sangat bagus. Di China, Microsoft juga punya harapan bagus lantaran selama ini Nokia cukup punya nama di sana.

Namun trend peningkatan tersebut tampaknya mulai melambat. Di beberapa pasar penting seperti Amerika Serikat, Jerman, dan China, Windows Phone mengalami penurunan market share sebagaimana dipublikasikan oleh Kantar Worldpanel Comtech via GigaOm.

Menurut GigaOm Windows Phone tidak lagi berkembang di Amerika Serikat dan China. Di Amerika Serikat, China, dan Jerman, persentase penjualan Windows Phone turun bila dibandingkan dengan bulan yang sama (Mei) setahun lalu. Ini berarti dalam tahun kelima Windows Phone itu, platform besutan Microsoft ini mengalami kesulitan di dua pasar smartphone terbesar di dunia. 

Di Amerika Serikat, Windows Phone memiliki pasar 3,8 persen dari penjualan smartphone selama Mei 2014 atau mengalami penurunan sebesar 0,9 persen dari tahun lalu, ketika Windows Phone menyumbang 4,7 persen dari penjualan smartphone. Windows Phone mengalami nasib yang lebih buruk di China karena mengalami penurunan 2,4 persen menjadi hanya 0,06 persen pada bulan Mei 2014. Android mendominasi di China, dengan  penguasaan sekitar 83 persen smartphone yang dijual di sana pada bulan Mei 2014. 

Persentase penjualan Windows Phone juga turun di Jerman. Namun demikian di lima pasar besar Eropa yaitu Jerman, Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol  Windows Phone tetap OS ketiga setelah iOS dan Android dengan penguasaan pasar 8,1 persen dari ponsel yang dijual.

Melihat kondisi ini tentu saja agak membingungkan karena Windows Phone mengalami pasang surut penguasaan pasar yang cukup besar, terutama bila dilihat pada pasar China. Di AS pun sebenarnya, penguasaan pasar Windows Phone tidak bisa dikatakan membaik karena tetap berada di bawah 5%. Bandingkan dengan Android yang sebesar 61,9% pada bulan Mei 2014.

China merupakan pasar yang sangat menjanjikan karena ukuran jumlah penduduk yang sangat banyak plus perkembangan ekonomi yang terus naik. Bila kita lihat data dari Kantar, Windows Phone mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan bulan Mei 2013 yang lalu. Kini Windows Phone di China hanya menyumbang 0,06 persen dari pangsa pasar di bulan Mei 2014. Sebuah angka yang sangat kecil bila dibandingkan dengan besarnya usaha Microsoft mengembangkan platform Windows Phone.

Saya sendiri berkesimpulan bahwa pengguna saat ini memang sangat sulit untuk menggunakan Windows Phone. Hal yang terjadi adalah pengguna berpindah dari Android ke iOS atau sebaliknya. Sedikit sekali pengguna yang benar-benar pindah ke Windows Phone. Hal ini bukan karena pengguna itu sendiri, tetapi lebih kepada platform Windows Phone yang tidak kunjung menemukan perbaikan.

Empat hal yang dikemukakan oleh CNet beberapa waktu yang lalu, sampai sekarang masih menjadi nilai minus dari Windows Phone. Dengan kekurangan tersebut cukup wajar Windows Phone mengalami kemerosotan dalam penguasaan pasar. Mungkin banyak pengguna yang menggunakan Windows Phone, setelah beberapa lama kemudian meninggalkan Windows Phone untuk kembali memakai Android atau iPhone atau bahkan BlackBerry.

Bagi saya sendiri, Windows Phone tidak pernah jadi daftar belanja smartphone. Saya terkadang lebih tertarik untuk mencoba BlackBerry versi baru dibandingkan mencoba Windows Phone.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ Dirilis 2 Mei di Indonesia

Samsung Galaxy S8 (Source: Samsung) Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang sebulan lalu dirilis di New York dalam waktu dekat akan bisa dibeli ...