Thursday, June 19, 2014

Amazon Fire Phone Smartphone yang Tidak (Akan Bisa) Sepanas Namanya

Tadi malam waktu Indonesia, Jeff Bezos, CEO Amazon secara resmi meluncurkan smartphone Amazon yang sudah sangat lama dirumorkan. Smartphone tersebut diberi nama Fire Phone dengan OS Android yang sudah sangat dimodifikasi dan disebut dengan Fire OS. Peluncuran Fire Phone oleh Amazon ini merupakan langkah lanjutan dari sebelumnya ketika mereka merilis seri tablet Kindle Fire. Tentu sebuah usaha yang patut dihargai mengingat pasar smartphone saat ini sedemikian rumitnya dan ketatnya dan isu makin mengarahnya selera konsumen ke wearable setelah masa jaya smartphone berakhir (post smartphone era).

Bisa dikatakan usaha Amazon untuk memasuki pasar smartphone sangat terlambat. Mengingat pasar smartphone saat ini dikuasai oleh dua vendor saja, yaitu Samsung dengan Android dan Apple dengan iOS. Adalah patut untuk dipikirkan karena selain kedua vendor di atas, vendor lain masih merugi di pasar smartphone. Dengan masuknya Amazon, tentu Amazon harus siap menghadapi hal tersebut.

Tampaknya Amazon cukup siap dengan menghadirkan inovasi ala 3D di Fire Phone. Selain itu, spesifikasinya pun tidaklah mengecewakan dan patut untuk disandingkan dengan Galaxy S5 sekalipun. Spesifikasi Fire Phone tersebut adalah sebagai berikut.

The Fire Phone has a Gorilla Glass 3 screen with a rubber frame. The screen is 4.7 inches with a 590 nits screen, making it ideal for outdoor use, and a direct competitor for Samsung Tab S. The processor is 2.2 GHz, quad-core with 2 GB of RAM. As expected, the cameras pack a punch. There is a 13 MP camera, with optical image stabilization. 

Dengan spesifikasi tersebut di atas, Fire Phone siap bersaing dengan Galaxy S5, iPhone 5S, HTC M8 dan smartphone flagship lainnya dari vendor seperti Sony dan LG.

Saya kira dari sisi spesifikasi ini tidak terbantahkan bahwa Fire Phone bisa dikategorikan sebagai smartphone kelas atas. Hal ini terbukti dengan harga yang hampir sama dengan Galaxy S5, iPhone 5S, HTC One M8 jika off contract. Untuk saat ini Fire Phone sudah bisa dipesan khusus di AT&T dengan harga 199 dollar AS untuk 32GB kontrak dua tahun dan 299 dollar AS untuk 64GB. Untuk harga off contract versi 32 GB dari Fire Phone ini seharga 649 dollar AS dan 749 dollar AS untuk versi 64GB.

Dari sisi harga ini terlihat Amazon Fire Phone bukanlah smartphone murahan. Ia bersaing ketat dengan iPhone 5S, Galaxy S5 dan HTC M8. Jelas harganya tidak kemahalan jika dilihat sepintas secara spesifikasi dan perbandingan dengan kompetitor.

Namun saya berpendapat lain. Sebagai mesin uang bagi Amazon, semestinyalah harga Fire Phone ini lebih bersahabat di kisaran 400 dollar hingga 500 dollar untuk versi 64GB. Artinya untuk versi 32GB bisa lebih murah lagi. Mengapa demikian?

Amazon terkenal sebagai tempat belanja di internet. Mereka menyediakan banyak sekali barang yang bisa dibeli secara online. Peluncuran Kindle Fire dan kemudian Fire Phone tidak terlepas dari usaha memagari pengguna untuk hanya belanja di Amazon. Ini adalah nilai lebih dari Amazon. Dengan merilis gadget seperti tablet dan smartphone, Amazon berharap pengguna yang membeli tablet dan smartphone tersebut terhindarkan untuk berbelanja di tempat lain karena kemudahan berbelanja yang lebih baik di Amazon sebab akun pengguna langsung terkoneksi dengan layanan Amazon.

Dengan demikian, smartphone seperti Fire Phone adalah semacam mesin uang bagi Amazon. Dengan Fire Phone pelanggan Amazon bisa berbelanja secara langsung, lebih mudah dan diberikan berbagai bonus. Tentu saja, Amazon berharap, semakin banyak pengguna Fire Phone jumlah penjualan di Amazon akan otomatis meningkat.

Dengan kondisi tersebut, seharusnya Amazon memberikan harga yang lebih murah dibandingkan harga saat ini. Jika harganya sama dengan kompetitor, saya rasa daya tarik Fire Phone menjadi berkurang. Selain itu, sekat-sekat demografis juga menjadi penghalang pengguna di bagian negara lain seperti kawasan Asia dan Afrika bisa menggunakan Fire Phone. 

Bagi saya Fire Phone ini kurang menarik, selain kemahalan karena ditujukan untuk mengarahkan pengguna untuk berbelanja di Amazon, juga kompetisi di pasar smartphone saat ini sangat ketat. Selain itu, ketersediaan yang terbatas untuk berbagai negara dan operator membuat Fire Phone ini sulit untuk dibeli oleh konsumen. Jadinya, Fire Phone ini tidak akan bisa sepanas namanya nantinya. 

Mungkin Jeff Bezos beralasan karena baru dirilis sehingga ia perlu untuk melihat reaksi pasar. Alasan tersebut bisa diterima, namun karena vendor lain juga merilis smartphone dan cakupannya secara global, Fire Phone menjadi tidak menarik bagi mereka. 

Bila dilihat secara strategi, tampaknya Amazon hendak membedakan antara Kindle Fire dengan Fire Phone. Kindle Fire bisa dikatakan sangat murah, tetapi dengan spek yang cukup baik. Strategi ini tidak diulang di Fire Phone. Amazon berharap bahwa pengguna membeli Fire Phone bukan hanya karena ingin berbelanja lebih mudah di Amazon, tetapi juga karena spesifikasi dan teknologi yang ditawarkan.

Namun hal itu akan sangat tergantung bagaimana vendor lain akan menyikapi tantangan yang diluncurkan Amazon. Kita tahu tidak lama lagi iPhone 6 akan dirilis dengan layar yang lebih lebar dan spesifikasi yang makin baik. Dengan keluarnya iPhone 6 nantinya, Fire Phone akan semakin tidak panas, tidak menarik lagi. Terlebih Samsung dan vendor Android lainnya memiliki kelebihan mereka masing-masing. 

Jadinya Fire Phone tidak akan se-Fire (sepanas) namanya.

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...