Tuesday, April 16, 2013

Ketika Foto Telanjang Artis Selebritis Menyebar di Internet

Foto Nakal  Faby Marcelia
Beberapa hari yang lalu, foto "nakal"  seorang artis sinetron beredar luas di internet. Tentu saja bukan sekali dua peristiwa serupa ini terjadi. Bintang sinetron yang baru berusia 18 tahun tersebut di dalam foto yang tersebar bersama Sang Pacar di sebuah kamar. Kemudian ada lagi foto topless yang diperkirakan mirip dengan bintang Sinetron Cenat Cenut 2 tersebut. Tentu saja, kalau sudah soal artis, apalagi ketika fotonya nakalnya beredar, jagat internet ramai dengan komentar. Media sosial pun menambahi, mungkin lebih tepatnya secara sengaja memvonis sang artis sebagai artis "tidak baik" karena foto nakalnya beredar.

Alasan yang diberikan sang artis juga sudah klise atau telalu mudah ditebak. Ponsel hilang karena dicuri, bukan alasan baru untuk dijadikan modus kuat untuk menghindari celaan mencari popularitas. Kita mengetahui, alasan ponsel hilang ini sudah sering dan mungkin terlalu sering untuk dijadikan alasan. Publik pun mungkin tidak akan menerima alasan tersebut karena selama ini kasus-kasus seperti ini menguap dan tidak ditemukan apakah alasan tersebut benar atau tidak.

Padahal kasus ponsel hilang lalu kemudian menyebabkan foto nakal tersebar tersebut perlu dibuktikan. Jangan-jangan itu hanya alasan yang dibuat-buat untuk mencari popularitas. Sayangnya mungkin tidak ada kasus seperti ini yang ditindaklanjuti. Sebagian mungkin menguap dan publik lupa kemudian baru ingat lagi setelah ada lagi peristiwa baru.

Dari sisi korban, kita bisa melihat sebuah pelanggaran serius di bidang privasi. Kita harus mengetahui bahwa setiap pengguna ponsel memiliki hak untuk melakukan apa saja dengan ponsel yang mereka miliki. Mungkin sedikit sekali hal yang dilarang bagi pemilik ponsel, selagi tidak merugikan kepentingan publik. Makanya ketika pemilik ponsel memfoto dirinya sedang telanjang dengan ponsel mereka sendiri, itu adalah haknya. Di mata moral mungkin itu tidaklah baik, namun dari segi kerugian publik tidak ada sama sekali sehingga hal itu sesuatu yang wajar.

Hal yang perlu diusut adalah siapa penyebar foto nakal/foto telanjang tersebut. Penyebaran foto telanjang di artis sinetron jelas-jelas melanggar privasinya. Dalam hal ini ia menjadi korban dari kejahatan sehingga sudah seharusnya ia dibela, bukan malah dicap sebagai artis tidak baik. Dari segi privasi, selama bukan dirinya sendiri yang secara sukarela memposting foto nakal/foto telanjang tersebut berarti privasinya telah dilanggar. Meskipun foto telanjang sekalipun, tidak hak orang lain untuk menyebarkan foto tersebut. Penyebarnya tentu saja bisa dipenjarakan jika hukum berlaku dan ditegakkan.

Sayangnya, peristiwa seperti ini hampir tidak ada tindak lanjutnya. Orang tua si artis juga tidak meminta agar polisi mengusut siapa yang menyebarkan foto tersebut. Mungkin juga karena sudah malu duluan atau malah menikmati popularitas singkat yang diperoleh anaknya. Dengan tidak adanya pengusutan hukum secara tuntas tentu saja kasus seperti mengambang dan bila terjadi lagi publik menanggapinya secara dingin dan cenderung menyalahkan si artis.

Satu ha yang patut diingat adalah apa yang dialami oleh Scarlett Johansson di tahun 2011 yang lalu. Sekitar tahun 2011 kejadian yang serupa tapi tak sama menimpa artis Hollywood Scarlett Johansson. Scarlett Johansson memiliki beberapa foto telanjang dirinya di ponsel miliknya sendiri. Tanpa ia ketahui foto-foto telanjang tersebut beredar luas di internet. Gizmodo pada waktu itu memberikan komentar berikut ini.
Bila anda seorang selebriti, lalu mengambil foto diri anda sedang telanjang, maka siap-siaplah menerima risiko foto-foto tersebut tersebar luas di internet. Orang-orang sangat ingin melihat selebritis telanjang, maka sehendaknyalah para selebriti tersebut lebih berhati-hati, bahkan bila seorang selebriti mengambil foto pribadinya di dalam benteng, orang lain akan menemukannya.
Ini sebuah peringatan bagi selebritis dan artis. Publik sangat ingin melihat artis selebritis berfoto telanjang. Seakan-akan ada semacam dorong di publik untuk selalu mencati tahu jika ada artis berfoto telanjang. Oleh karena itu sudah seharusnya artis selebritis lebih berhati-hati.

Hal yang patut dikritisi dari kejadian ini adalah bahwa ada semacam kecenderungan artis selebritis memberikan alasan mudah bahwa ponselnya hilang atau dicuri ketika foto telanjangnya beredar di internet. Ini sebuah alasan yang patut dipertanyakan. Perlu pembuktian agar publik tidak melulu menyalahkan artis mencari popularitas dengan berfoto telanjang yang di luar pengetahuannya beredar di internet.

Namun upaya pembuktian alasan tersebut tentu butuh waktu. Saya percaya tidak semua artis selebritis mau berurusan dengan hal semacam ini. Dan lagi mereka pun menikmati popularitas dari kejadian tersebut. Pelanggaran privasi sudah tidak disebut lagi karena ada keuntungan langsung bagi si artis dalam kejadian tersebut.

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...