Tuesday, April 2, 2013

Apa Alasan Facebook Merilis Ponsel Facebook

Ponsel Facebook
Setelah cukup lama mengelak, akhirnya Facebook akan meluncurkan ponsel Facebook. Kabar tentang akan dirilisnya ponsel tersebut menyeruak beberapa hari terakhir diikuti beberapa bocoran gambar. Seperti diberitakan Techcrunch, nantinya Facebook tidak merancang OS sendiri, tetapi menumpang di OS Android Google dengan melakukan beberapa tweak sehingga Home ponsel tersebut nantinya adalah Facebook. Dikabarkan HTC yang sebelumnya merilis ponsel Facebook setengah matang dengan merek Chaca akan digandeng Facebook untuk proyek ponsel ini. 

Tentu saja kabar akan dirilisnya ponsel Facebook merupakan sebuah berita yang cukup besar. Tahun lalu CEO Mark Zuckerberg mengatakan bahwa tidak ada alasan Facebook akan merilis ponsel mereka sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, Mark Zuckerberg menyadari bahwa mereka harus merilis ponsel Facebook meskipun tidak dengan OS Facebook. Pilihan jatuh kepada Android karena konsep open source yang dimiliki Google sehingga siapa saja bebas untuk melakukan Tweak untuk menciptakan ponsel mereka sendiri.

Sebenarnya pilihan kepada Android ini sebuah pilihan realistis dan satu-satunya. iOS Apple Inc. sangat tertutup. Windows Phone harus membayar lisensi kepada Microsoft sehingga memo Mark Zuckerberg beberapa waktu yang lalu yang meminta karyawannya fokus di Android menjadi kebenaran. Bahkan dikabarkan, karyawan Facebook diberikan smartphone Android gratis agar bisa meng-eksplor Android Google.

Hasilnya akan dapat kita lihat beberapa hari ke depan. Rumornya ponsel Facebook sudah sangat kencang sehingga mungkin saja sebuah kebenaran. Apalagi Facebook telah merilis undangan untuk tanggal 4 April kepada publik.

Pertanyaannya, mengapa akhirnya Facebook merilis ponsel mereka sendiri?
Pertanyaan yang mudah. Jawaban pertama adalah di antara raksasa teknologi saat ini, Google, Amazon, Apple Inc dan Facebook, hanya Facebook yang tidak memiliki perangkat hardware yang mereka hasilkan sendiri. Amazon meskipun tidak memiliki OS, tetapi cukup berani melakukan forking Android sehingga menghasilkan tablet Kindle Fire.

Ini artinya Facebook telah ketinggalan cukup jauh dalam hal hardware sehingga mereka berniat untuk melakukan pengejaran. Hal ini cukup logis. Dengan memiliki hardware sendiri, Facebook akan lebih mudah men-drive traffic ke situs mereka. Dengan demikian, kekhawatiran maturitas produk Facebook bisa dihindari.

Kedua, ada kekhawatiran bahwa pengunjung Facebook menunjukkan penurunan. Studi terbaru menunjukkan bahwa para remaja terutama di Amerika Serikat telah lelah di Facebook. Mereka telah banyak yang keluar dan berpindah layanan ke blog yang menarik seperti Tumblr dan aplikasi chatting yang kini makin menarik seperti Line, WeChat, KakaoTalk dan WhatsApps.

Tentu saja ini sebuah ancaman nyata. Bila makin banyak yang bosan dengan Facebook lalu berpindah layanan, bisa dipastikan Facebook akan mengalami masalah pemasukan, terutama dari iklan.

Ketiga, dengan ponsel Facebook, mau tak mau pengguna pertama sekali akan bertemu dengan Home Facebook seketika membuka ponsel. Ini cara brilian agar pengguna tidak perlu pergi ke aplikasi untuk membuka Facebook. Dengan melakukan tweak terhadap Android sehingga memunculkan Home Facebook, Facebook berharap pengguna akan langsung tersambung dengan halaman mereka di Facebook. Ini akan mempersingkat jalan menuju Facebook serta memudahkan pengguna untuk masuk ke halaman mereka kemudian berinteraksi dengan teman-teman mereka.

Ujung-ujungnya adalah trafik yang konstan dan cenderung meningkat setiap hari karena lebih mudah membuka Facebook. Dan pada akhirnya kehawatiran pengguna tidak menggunakan Facebook karena malas membuka aplikasi bisa dihilangkan.

Keempat. Traffic Facebook dari PC dipercaya akan terus mengalami penurunan. Dengan fokus ke area mobile, Facebook berusaha agar pengguna yang berpindah ke mobile tetap menggunakan Facebook. Jadi meskipun traffic dari PC menurun dapat diatasi dengan meningkatnya traffic mobile berkat ponsel Facebook yang memudahkan membuka Facebook.

Kelima, sebagian besar pengguna membuka Facebook secara mobile. Jumlahnya bisa saja mencapai 600 juta sebulan. Namun Facebook tidak memiliki sesuatu yang membuat pengguna mobile nyaman dalam menggunakan Facebook. Untuk itulah Facebook merilis ponsel Facebook.

Namun apakah alasan-alasan tersebut di atas cukup worth untuk dijadikan alasan merilis ponsel Facebook?

Saya kira perilaku pengguna smartphone terutama Android sangat beragam. Meskipum mereka pengguna Facebook, belum tentu mereka mau ada ponsel Facebook. Mengapa? Karena kehidupan mobile mereka bukan hanya Facebook. Tidak ada pengguna yang mau membeli sebuah ponsel dengan Home Facebook hanya karena ingin lebih mudah berkunjung ke Facebook. Pengguna biasanya lebih suka dengan berbagai aplikasi dan ganti-ganti Home wallpaper mereka. Dengan selalu adanya Home Facebook tentu sebuah hal yang menjengkelkan.

Kemudian, saat ini sedang booming aplikasi chatting. Banyak pengguna beralasan tidak lagi memakai Facebook karena dari dulu fiturnya itu-itu saja. Ketika pengguna membuat status, tinggal menunggu komentar atau LIKE. Tidak ada interaksi yang meningkat. Ini artinya pengembangan fitur Facebook tersendat.

Berbeda dengan aplikasi chatting, misalnya LINE yang menghadirkan chatting dengan selebritis. Selain itu adanya sticker merupakan fitur penarik yang cukup ampuh. Selain itu fitur permainan merupakan fitur yang tidak boleh dilupakan. Oleh karenanya menggunakan Facebook saat ini tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kadang muncul komentar bahwa Facebook hanya untuk bermain poker, kehidupan sosial pengguna kini telah beralih ke aplikasi chatting.

Dengan demikian, ponsel Facebook berisiko gagal total. Saya rasa saya tak akan membeli sebuah smartphone dengan Facebook sebagai alasan utamanya. Toh saya masih bisa menggunakan aplikasinya. Buat apa Home dengan gambar Facebook?

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...