Tuesday, March 12, 2013

Nokia, Windows Phone Tak Laku di Amerika Serikat

Stephen Elop, CEO Nokia ketika launching Lumia 920
Usaha Windows Phone untuk bisa bangkit menemui jalan terjal. Seperti kita ketahui, Windows Phone mengandalkan Nokia Lumia untuk bisa bertarung dengan Android (terutama Samsung, HTC, LG, dan Motorola) serta iPhone dari Apple Inc. Nokia sebagai produsen Lumia merilis Nokia Lumia 920 dan 820 di pasar AS dan ada beberapa varian lagi yang menyasar pasar low end. Namun usaha tersebut tampaknya belum cukup karena persaingan di pasar Amerika Serikat sangat sengit.

Laporan terbaru dari ComScore memperlihatkan betapa Windows Phone (sebagian besar adalah Nokia Lumia, sedikit Samsung Ativ dan HTC 8) menderita karena pasarnya justru merosot. Dalam pencacahan tiga bulan yang dilakukan ComScore pangsa pasar Windows Phone di Amerika Serikat justru mengalami penurunan dari 3,2% menjadi 3,1%. Pimpinan pasar tetap dipegang Android dengan penguasaan pasar sebesar 53,6% dan iOS Appl Inc. dengan 37,8%. Nokia tentu saja tidak termasuk dalam daftar vendor yang memiliki pangsa besar di AS. 

Vendor smartphone dikuasai oleh Apple Inc. dan Samsung. Nama Nokia, sebagai representasi dari Windows Phone entah ke mana, padahal mereka cukup giat melakukan kampanye hingga memberikan Windows Phone untuk setiap pengguna Android yang berpindah platform ke Windows Phone. Hal yang lebih mengenaskan adalah tiga bulan terakhir tahun 2012 yang lalu adalah saat-saat konsumen Amerika Serikat berbelanja dan umumnya mereka membeli ponsel baru. 

Dengan melihat data yang dirilis ComScore artinya bukannya dibeli, malah Windows Phone ditinggalkan karena pangsa pasarnya di bulan Januari menurun dibandingkan Oktober 2012. Ini artinya Windows Phone atau Nokia Lumia memang tidak laku di pasar Amerika Serikat. 

Hal yang berbeda terjadi di kawasan Eropa. Catatan yang dikemukakan oleh Kantar World Panel menunjukkan bahwa Windows Phone (Nokia Lumia) mengalami peningkatan pasar yang cukup besar. Panel yang dirilis per tanggal 22 Januari 2013 tersebut menunjukkan Windows Phone mengalami peningkatkan pasar sangat signifikan di Inggris dari 2,2% menjadi 5,9% dan di Italia dari 2,8% menjadi 13,9%. 

Pertanyaannya, mengapa Windows Phone tidak laku di Amerika Serikat dan cukup laris di Eropa? 

Kita bisa merujuk ke platform Nokia sebelum berpindah ke Windows Phone, yaitu Symbian. Dari dulu pasar Amerika Serikat memang tidak begitu akrab dengan Nokia. Bila kita lihat sekitar tahun 2008-2010 yang berjaya adalah BlackBerry. Ini menandakan bahwa Nokia yang menjadi representasi Windows Phone kurang disukai konsumen AS dari dulu. Apalagi setelah munculnya BlackBerry, kemudian iPhone dan terakhir Android. Saingan Nokia makin banyak sehingga kesuksesan pun makin sulit diperoleh. Tidak heran, Windows Phone Nokia Lumia bisa dikatakan tidak laku di Amerika Serikat.

Berbeda dengan Eropa yang merupakan rumah besar Nokia yang berasal dari Finlandia. Eropa semenjak Nokia masih menggunakan Symbian adalah sukses Nokia. Di Eropa Nokia menguasai pasar smartphone yang kemudian diganti oleh Android. Setidaknya hubungan manis Nokia dan Eropa di masa lalu memberi pengaruh baik bagi Windows Phone yang kini diusung oleh Nokia. Hal ini cukup menolong pangsa pasar Nokia/Windows Phone, terutama jika kita lihat di Italia.

Meskipun masih sangat jauh bila dibandingkan Android, kemajuan Windows Phone di Eropa sesuatu yang patut disyukuri Nokia. Mungkin Nokia perlu berpikir ulang tentang strategi mereka. Mungkin Nokia atau Windows Phone perlu lebih fokus di Eropa, atau tinggalkan saja pasar AS dan fokus di Eropa mengingat hasil baik yang diperoleh di sana.

Maukah Nokia?

Note: Forbes berkontribusi dalam artikel ini 

Samsung Rilis Galaxy J7 dan J5 Pro More Than Selfie

Galaxy J Friends di launching Galaxy J Pro  More Than Selfie! Kini bukan lagi jaman selfie Namun sudah zamannya Live Vlogging! ...