Saturday, February 2, 2013

Posisi BlackBerry Setelah Peluncuran BlackBerry 10

Akhirnya apa yang ditunggu-tunggu banyak orang dari BlackBerry (dulu RIM) muncul juga. Dua hari yang lalu, BlackBerry yang secara resmi mengganti nama RIM menjadi hanya BlackBerry merilis dua smartphone andalan mereka berbasis BlackBerry 10 (sebelumnya dikenal dengan QNX). Dua buah smartphone baru tersebut adalah Z10 dan Q10. Bisa disimpulkan, peluncuran dua smartphone tersebut jauh dari kata "Kejutan". Tidak ada sama sekali unsur kejutan karena sebagian besar telah bocor sebelumnya ke publik melalui banyak foto dan video terutama BlackBerry Z10.

Bahkan sebelumnya sudah ada preview di sekitar kemampuan BlackBerry Z10. Banyak sekali preview dan kemudian review setelah peluncuran yang positif terhadap BlackBerry Z10. Sayangnya hampir tidak ada yang membahas BlackBerry Q10, jagoan lain BlackBerry yang merupakan smartphone hybrid karena memiliki kemampuan touch screen dan keyboard fisik QWERTY khas BlackBerry. Satu hal lagi, BlackBerry Q10 ini belum jelas benar penampakannya. BlackBerry baru memperkirakan smartphone ini akan muncul di bulan April 2013.

Patut dicatat, meskipun diluncurkan di New York, Amerika Serikat, ketersediaan BlackBerry Z10 di AS baru akan ada di bulan Maret 2013. Sementara di pasar-pasar lain, seperti Inggris dan China, kemungkinan besar sudah akan tersedia pada tanggal 5 Februari 2013. Ini menandakan bahwa Amerika Serikat hanya dijadikan tempat untuk merilis smartphone, sementara BlackBerry lebih fokus di pasar yang lain. Hal ini cukup beralasan karena pengguna BlackBerry di AS terus menunjukkan penurunan. Tidak hanya pengguna atau konsumen individual, tetapi juga korporasi dan agen pemerintahan federal AS yang selama ini menjadi pengguna terbesar handset BlackBerry.

Catatan lain, tampaknya BlackBerry sangat fokus untuk menghasilkan satu saja handset, yaitu BlackBerry Z10. Fokus ini membuat seri BlackBerry Q10 seolah ditinggalkan. Mungkin karena BlackBerry ingin menunjukkan bahwa Z10 bisa bersaing dengan iPhone dan Android yang sebagian besar full touch screen.

Tentu kita bertanya bagaimana reaksi peminat gadget di Amerika Serikat setelah diluncurkannya BlackBerry Z10. Bisa dikatakan, sebagian besar review menunjukkan hal yang positif. Satu review yang patut dicatat adalah dari Walt Mossberg. Meskipun menilai positif kembalinya BlackBerry dengan Z10, namun jelas sekali hype-nya biasa saja. Review lain di Gizmodo menunjukkan kelemahan kamera Z10 dalam kondisi kurang cahaya. Dalam foto yang dipublikasikan, hasil foto dari Z10 saat low light sangat tidak bagus.

Namun demikian, kembali kepada pendapat umum, sepertinya BlackBerry sudah melalui masa kritis tahap pertama, yaitu peluncuran yang lumayan sukses. Ini dibuktikan dengan review positif yang mereka terima. Akan tetapi hal tersebut sebenarnya belumlah cukup untuk sebuah brand yang pernah menguasai pasar smartphone dunia dan termasuk sebagai inventor di pasar smartphone. Mengapa?

Meskipun review yang diterima BlackBerry Z10 sejauh ini positif, namun investor di pasar saham beranggapan sebaliknya. Cukup banyak analis yang meragukan kemampuan BlackBerry untuk kembali bersaing dengan Android dan iPhone. Kesimpulan umum yang bisa kita katakan adalah, tanggapan analis kurang bagus atas usaha BlackBerry kembali ke pasar. Pasar saham juga bereaksi sama, saham BlackBerry yang beberapa waktu sebelum peluncuran mengalami kenaikan yang sangat signifikan, mengalami penurunan 18% setelah peluncuran BlackBerry Z10 dan Q10 seperti dilansir oleh berbagai. 

Ini artinya meskipun secara handset mendapat tanggapan baik, namun secara keseluruhan banyak analis meragukan kemampuan BlackBerry untuk bersaing dengan Android dan iPhone. Satu alasan kuat yang bisa dimunculkan adalah posisi BlackBerry di pasar smartphone dunia di kuartal keempat dan di tahun 2012 yang lalu.

Data IDC yang dirilis pada tanggal 24 Januari 2013 menyebutkan bahwa BlackBerry tidak lagi termasuk empat besar vendor smartphone di kuartal keempat dan secara keseluruhan di tahun 2012 yang lalu. Coba kita lihat data berikut ini.





Pada tabel satu kita melihat bahwa posisi BlackBerry aka RIM sudah digantikan oleh vendor asal China, yaitu Huawei dan ZTE. Kedua vendor ini mengusung Android sebagai platform utama smartphone mereka. Di tabel dua yang menunjukkan posisi vendor smartphone di tahun 2012 secara keseluruhan BlackBerry masih bisa tersenyum dengan berada di posisi kelima. Namun penguasaan pasarnya tinggal hanya 4,6%. Angka ini tentu sudah sangat jauh turun dibandingkan posisi mereka dua atau tiga tahun yang lalu.

Berdasarkan posisi pasar tersebut, saya rasa keraguan analis terhadap kemampuan BlackBerry untuk bangkit sangat wajar. Dengan hanya 4,6% pasar apa yang bisa anda perbuat? Coba kita bandingkan dengan iPhone yang juga single fighter, penguasaan pasarnya jauh di atas BlackBerry. Sepanjang tahun 2012 yang lalu, Apple Inc. sebagai produsen iPhone menikmati kue pasar global yang cukup besar, yaitu 19,1%. 

Dengan penguasaan pasar 4,6% cukup berat bagi BlackBerry untuk bisa bersaing dengan Android dan iPhone. Saya kira, seperti kebanyakan analis lainnya, kemunculan BlackBerry baru dengan sistem operasi baru mungkin sudah terlambat. Bila diluncurkan dua tahun yang lalu, saya percaya BlackBerry Z10 akan sangat digandrungi pengguna BlackBerry sehingga mereka tak mungkin pindah ke Android atau iPhone.

Posisi BlackBerry yang berada di urutan buncit lima besar vendor smartphone dunia ini memang sesuatu yang cukup menherankan mengingat mereka merupakan perintis pasar smartphone. Hal ini tidak lebih karena mereka terlalu terlena dengan kondisi pasar yang mereka nikmati. Seperti juga Nokia yang akhirnya membakar Symbian, keduanya bisa dikatakan terlena dan kurang berinovasi di pasar yang cepat sekali berubah seperti pasar smartphone. Ketika mereka kembali ke pasar dengan inovasi baru, pemain lain sudah lebih dulu memantapkan posisi mereka sehingga akan sangat sulit untuk digoyahkan. 

Hal lain yang patut dicatat adalah sebagian besar pasar BlackBerry kini berada di negara berkembang seperti Indonesia, India dan Thailand serta mungkin beberapa negara Afrika seperti Mesir. Konsumen di negara-negara tersebut sangat sensitif dengan harga, sedangkan BlackBerry Z10 merupakan handset yang tidaklah murah. Hal ini akan memperlambat penetrasi handset sehingga bisa diperkirakan butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menaikkan pangsa pasar. Terlebih lagi BlackBerry Q10 yang rencananya (mungkin) akan lebih murah dibandingkan BlackBerry Z10, belum jelas benar bentuknya. 

Beberapa faktor tersebut akan membuat posisi BlackBerry stagnan dan mungkin sangat rentan untuk turun. Saya perkirakan selama enam bulan ke depan, hampir tidak bisa diharapkan BlackBerry Z10 akan memberikan dampak langsung bagi posisi BlackBerry di pasar smartphone dunia. Posisi BlackBerry mungkin bisa berubah, setelah handset BlackBerry Z10 dan Q10 bersama-sama muncul di pasar di seluruh dunia. Terlepas apakah BlackBerry melakukan strategi pemasaran yang brilian, posisi BlackBerry masih akan mengalami tekanan beberapa waktu ke depan.

Tiba-Tiba Dua Malam di Purwokerto

Stasiun Purwokerto di malam hari Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto , namanya.  Se...