Tuesday, February 5, 2013

Google Versus Perusahaan Besar Silicon Valley

Beberapa waktu terakhir persaingan di antara perusahaan di Silicon Valley semakin memanas. Google, Apple, Facebook, Amazon dan masih banyak lainnya terlibat perseteruan yang sengit. Beberapa waktu sebelumnya dalam sebuah artikel dituliskan bahwa ada empat perusahaan yang saling berebut dominasi, yaitu Google, Apple, Facebook, dan Amazon. Mohon maaf bagi fans Microsoft, artikel tersebut tidak menyebut nama perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tersebut karena dipandang paling tertinggal di antara empat perusahaan lainnya.

Satu perusahaan yang patut terus diperhatikan pastinya adalah Google. Google semenjak dipegang kembali oleh CEO-nya yang pertama Larry Page menunjukkan perkembangan yang signifikan. Gaya kepemimpinan Larry Page memang berbeda dibandingkan Eric Schmidt. Schmidt sangat berjasa meletakkan dasar-dasar pengelolaan perusahaan dan bentuk-bentuk awal produk dan monetisasi produk Google. Di tangan Larry Page hal ini menjadi sebuah kekuatan dengan gaya kepemimpinan yang lebih dinamis. Satu yang tidak berubah di antara dua orang tersebut adalah mereka sama-sama sangat suka membeli atau mengakuisisi perusahaan lain. Di tahun-tahun yang lalu, misalnya dalam satu tahun ada 50 perusahaan besar dan kecil yang dibeli oleh Google.

Kemajuan signifikan Google juga terlihat di harga saham mereka di lantai bursa. Pada Oktober 2012 yang lalu, Google mencapai harga saham all time high di angka 774,38 dollar AS. Angka ini kembali pecah beberapa hari yang lalu saat harga saham Googl ditutup di angka 775,60 dollar AS. Harga saham yang terus naik merupakan cerminan kinerja yang baik. Ini dibuktikan dengan bagusnya beberapa produk Google, seperti mesin pencari, Android, Maps dan lainnya.

Tentunya pesaing Google tidak tinggal diam. Pesaing yang terdekat bagi Google adalah Apple Inc dalam hal software smartphone dan pasar smartphone secara keseluruhan. Selain itu ada Facebook yang sangat kuat di media sosial dan mencoba-coba mencari celah di mesin pencari. Pesaing lain, Microsoft lebih tertinggal, namun sering menantang Google dengan kampaye jelek tentang Google.

Facebook juga menantang Google dengan mencoba menerapkan Facebook Graph, sebuah tool pencarian di Facebook. Sejauh ini tool ini bisa dikatakan hanya membongkar hal-hal yang dilakukan pengguna media sosial. Istilahnya kegunaa tool ini tidak dapat diperbandingkan dengan search engine Google. Benar, Facebook memiliki setiap data penggunanya yang kini lebih dari satu miliar akun. Namun ini data mentah yang perlu diolah dan dibagi lagi lebih detail. 

Hal yang lebih aneh adalah mesin pencari Bing yang ada di Facebook. Saya pernah mengalami mencari sebuah halaman bisnis (Facebook Page) yang benar-benar ada di Facebook, tetapi seketika dicari dengan Bing tidak bertemu padahal kata kuncinya adalah naman halaman tersebut. Seketika saya beralih menggunakan search engine Google yang nyata-nyata berada di luar Facebook, hasilnya malah tepat 100%. Ini membuktikan bahwa mesin pencari Google masih jauh di depan dibandingkan lawan-lawannya.

Hal yang perlu kita lihat juga adalah proyek masa depan dan mungkin termasuk aneh bagi orang kebanyakan. Proyek mobil tanpa sopir atau Driverless Car merupakan proyek ambisius Google untuk masa depan guna mencegah banyaknya nyawa melayang secara sia-sia di jalan. Proyek Google Glass merupakan proyek kacamata khusus yang dikendalikan dengan mata. Plus proyek internet super kencang yang telah dimulai di Kansas yang memberikan kecepatan internet 1 gigabyte per detik atau seratus kali lebih kencang dari kecepatan internet yang ada saat ini di Amerika Serikat.

Proyek-proyek yang disebut Moon Shot tersebut hampir tidak ada di perusahaan sekelas Apple Inc., yang katanya merupakan perusahaan paling inovatif di dunia. Di saat Google sudah merancang kacamata khusus yang mungkin akan membuat orang meningglkan ponsel selamanya, Apple Inc. masih bergulat untuk menghasilkan televisi yang sudah dari dulu hadir di dunia.Padahal uang kas Apple Inc. yang menganggur itu tidak tanggung-tanggung, lebih dari 130 miliar dollar.

Mungkin ini semacam perbedaan visi pemimpin dan budaya perusahaan saja. Namun dengan sedemikian banyaknya uang kas menganggur, mestinya Apple Inc. punya inisiatif sebuah proyek besar atau mungkin proyek kemanusiaan yang mencakup seluruh dunia seperti yang dilakukan Google dengan Google Student-nya.

Bisa kita simpulkan bahwa Apple Inc. menghasilkan uang lebih untuk disimpan dan dibagi kepada pemegang sahamnya. Apple Inc mungkin tidak tertarik membuat proyek besar. Namun Google adalah perusahaan yang berbeda. Mereka mengumpulkan recehan dari iklan di mesin pencari, dikumpulkan dan kemudian mereka berani melakukan proyek yang berada di luar nalar manusia. Ini sesuatu yang patut dikagumi dari Google. Mereka memang berbeda dengan budaya perusahaan yang jelas jauh berbeda dari Apple Inc., Facebook, Microsoft dan Amazon.

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Gerbong Kereta Argo Parahyangan Ekonomi Premium Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusa...