Saturday, February 16, 2013

BlackBerry Z10 Black Market Laris Manis?

BlackBerry Z10
BlackBerry mungkin kini mulai bisa tersenyum melihat konsumen Indonesia yang antusias dengan smartphone terbaru mereka BlackBerry Z10. Baru dua hari yang lalu, sebuah operator memperkenalkan seri terbaru BlackBerry ini kepada publik, namun animo konsumen untuk memperoleh smartphone ini sesegera mungkin sudah terlihat. Apalagi sebenarnya secara resmi BlackBerry Z10 baru akan dirilis pada bulan Maret mendatang.

Dikutip dari detik, BlackBerry Z10 Black Market laris manis di Batam. Harga di Batam sekitar 11 juta rupiah, sedangkan di Jakarta 14 juta rupiah. Berita di detik.com ini (jika benar, namun saya meragukannya) merupakan pertanda bahwa sebagian konsumen sudah tidak sabar untuk memiliki BlackBerry Z10 yang harga resminya hanya 7 jutaan ini.

Berita di detik.com juga tidak menunjukkan seberapa unit sebenarnya BlackBerry Z10 yang laku hingga bisa dimasukkan ke dalam kategori "Laris Manis". Apakah bila laku 10-20 unit bisa dikatakan laris manis. Jangan-jangan berita ini hanya untuk warming up menunggu kedatangan BlackBerry Z10 yang resmi.

OK. Kita anggaplah berita tersebut bisa diterima kebenarannya. Melihat harga yang hampir dua kali lipat dari harga resmi (14 juta di Jakarta) saya rasa dengan kata laris manis berarti konsumen Indonesia bisa dikatakan sangat bodoh. Mengapa demikian?

Secara sistem operasi BlakBerry Z10 memang menggunakan software terbaru BB10. Namun dari beberapa review saya tak melihat hype yang terlalu besar di Amerika Serikat terutama.  Benar bahwa dilaporkan di Inggris dan Kanada BlackBerry Z10 laris, namun hingga kini tidak diperoleh data seberapa banyak handset yang terjual.

Jika ada hanyalah hype yang biasa. Selain itu, secara aplikasi BlackBerry Z10 ini masih miskin aplikasi. Benar bahwa ada sekitar 70.000 aplikasi di market, namun 40% merupakan porting dari Android. Artinya aplikasi tersebut bukan sengaja dibuat untuk BlackBerry Z10, tetapi merupakan aplikasi Android yang dipindahkan ke BlackBerry Z10. Artinya lagi tentu saja aplikasi tersebut bukanlah native apps sehingga akan mengalami berbagai kendala dalam penggunaannya.

Dengan harga 11 -14 juta orang yang membeli BlackBerry Z10 black market ini juga terasa benar bodohnya. Saya rasa, jika iPhone masihlah logis untuk mencari produk black market-nya karena brand Apple sangat kuat. Dan lagi secara garansi Apple memberikan garansi internasional. Dengan garansi internasional anda bisa mengklaim di manapun meskipun tempat anda membeli berbeda dengan tempat melakukan klaim.

Berbeda dengan BlackBerry black market yang mungkin tidak dilindungi dengan garansi. Setahu saya waktu pernah membeli BlackBerry BM dahulu, garansi hanya garansi toko dan waktunya pun terbatas. Dengan demikian, akan sangat berisiko membeli BlackBerry Z10 black market karena smartphone ini belum teruji ketangguhannya.

Namun tentu semua berpulang kepada diri konsumen juga. Jika benar laris manis seperti yang diberitakan, alangkah aneh konsumen Indonesia. Barang black market dengan harga yang sangat mahal diserbu. Dan sudah seharusnya BlackBerry berterima kasih kepada mereka karena di negara lain BlackBerry masih terpuruk.

ASUS Bundling Zenfone 3, Zenfone 3 Laser, dan Zenfone Go dengan Kartu Telkomsel

Meskipun sudah cukup lama koneksi 4G LTE ada di Indonesia, ternyata penetrasi koneksi 4G LTE ini belum terlalu dalam. Masih banyak peng...