Saturday, January 26, 2013

Steve Jobs Aktor Di Belakang Pakta Tidak Saling Merekrut Karyawan

Steve Jobs
Sumber: campus.edublogs.org
Hari selasa yang lalu (22 Januari 2013) pengadilan mengeluarkan beberapa email yang menjadi bukti adanya persekongkolan di antara perusahaan teknologi di Silicon Valley untuk sepakat tidak saling merekrut karyawan masing-masing perusahaan yang berpartisipasi. 

Email yang menjadi bukti tersebut memperlihatkan peran besar almarhum Steve Jobs untuk memaksa pihak-pihak yang terlibat, seperti Google, Palm, Intel dan Intuit agar sepakat untuk tidak saling merekrut karyawan masing-masing. Hal yang cukup memberatkan Steve Jobs adalah ancamannya kepada CEO Palm waktu itu, Ed Colligan agar berhenti merekrut karyawan Apple Inc. Jika Palm tidak berhenti, Steve Jobs akan melancarkan gugatan paten (bogus patent) terhadap Palm.

Pertanyaannya mengapa munculnya email keterlibatan para petinggi perusahaan di Slicon Valley ini? Sejenak ke belakang, beberapa orang karyawan yang merasa dirugikan dengan adanya perjanjian untuk tidak saling merekrut karyawan ini mengajukan gugatan perdata kepada pengadilan. Mereka menuduh beberapa perusahaan, seperti Apple Inc., Google, Intel, Intuit, Adobe, LucasFilm, dan Pixar bersekongkol untuk tidak saling merekrut karyawan. Mereka merasa dirugikan miliaran dollar karena adanya persekongkolan tersebut. Persekongkolan tersebut mencegah mereka untuk berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain di Silicon Valley, terutama yang terlibat dalam pakta no hire agreement tersebut. Tentunya dengan adanya persekongkolan tersebut mereka tidak bisa memperoleh pendapatan yang lebih tinggi yang ditawarkan oleh salah satu di antara perusahaan yang terlibat.

Khusus mengenai Palm dan Apple Inc.terdapat nama Jon Rubinstein yang cukup familiar karena pernah menjadi CEO Palm. Jon Rubinstein adalah mantan karyawan Apple Inc. dengan jabatan terakhir sebagai senior vice president of Apple's iPod division. Jon Rubinstein meninggalkan Apple Inc. tahun 2006. Di tahun 2007 ia bergabung dengan Palm guna mengembangkan smartphone dan sistem operasi WebOS. Hasil karya Rubinstein yang penting adalah Palm Pre dan WebOS.

Setelah tidak lagi di Apple Inch lebih dari setahun, Rubinstein bergabung dengan Palm. Namun hal ini tidak membuat senang Steve Jobs. Dalam emailnya ke Ed Colligan sebagaimana dikutip dari banyak sumber, Steve Jobs meminta Ed Colligan untuk menghentikan perekrutan karyawan Apple Inc.Apple Inc. merasa bahwa Palm berusaha merekrut karyawan Apple Inc. divisi iPod untuk bergabung ke Palm melalui Jon Rubinstein.

Steve Jobs mengancam Palm dan Ed Colligan jika perekrutan karyawan Apple Inc. tidak dihentikan ia akan melakukan perang paten. Tentu saja Ed Colligan menjawab bahwa sepanjang urusan paten Palm juga memiliki cukup banyak paten untuk melawan Apple Inc. Hal yang aneh tentunya. Steve Jobs memaksakan perang paten karena perusahaan lain yang merekrut karyawannya. Padahal tidak ada hubungan antara paten dan perekrutan karyawan.

Steve Jobs menyadari bahwa trik tersebut tidak berhasil dan menekan Ed Colligan dalam bahasa yang lebih jelas dikemukakan oleh Dan Lyions sebagai berikut.
We have way more money than you do and can tie you up in court forever and destroy you financially. 
Ed Colligan bukan satu-satunya pihak yang dikirimi email oleh Steve Jobs. Mantan CEO Google, Eric Schmidt juga menerima email yang berisi sebagai berikut. 

email yang dikirim Steve Jobs tersebut memaksa Eric Schmidt untuk mengeluarkan aturan perekrutan yang disebut Special Agreement Hiring Policy yang isinya untuk tidak menarik karyawan dari perusahaan sensitif salah satunya, yaitu Apple Inc. 

Jika kita lihat keseluruhan bukti yang dikeluarkan pengadilan, Steve Jobs memang punya peranan besar dalam pakta no hire agreement ini. Berkat ancamannya melalui email yang dikirim ke Palm dan Google, dua perusahaan ini tentu saja tidak mau terlibat perseteruan dengan Apple Inc. Mereka lebih memilih untuk ikut saja. Hal ini merupakan kerugian bagi karyawan yang potensial untuk direkrut perusahaan. Akibatnya mereka kehilangan kemungkinan pendapatan yang lebih besar.

Sumber lebih lanjut:


BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...