Tuesday, January 22, 2013

Google Biang Keladi Sedikitnya LG Nexus 4

LG Nexus 4 dari Google via Anandtech
Beberapa hari yang lalu, LG Indonesia sudah mengumumkan bahwa Nexus 4, smartphone flagship Google yang diproduksi secara terbatas (hanya untuk yang Android Enthusiasts, awalnya) sudah tersedia di Indonesia dan sudah bisa dipesan. Untuk menebusnya anda perlu uang kira-kira 5 Juta lebih. Namun jika anda sudah memesan, mungkin anda harus bersabar untuk bisa menerima pesanan anda tersebut. Mengapa demikian?

Sudah bukan rahasia, bahwa Nexus 4 selalu mengalami sold out jika ada persediaan dan kemudian dijual di Google Play. Situasi sold out ini bukan sekali dua kali, tetapi setiap ada persediaan, konsumen yang terlambat mengetahui akan mengalami sold out dan harus bersabar menunggu pengiriman yang baru.

Direktur Google di Inggris sempat meminta maaf karena belum bisa memenuhi pesanan yang sudah ada. Keterlambatan ini karena persediaan yang memang sedikit. Pertanyaannya mengapa terjadi situasi sold out yang terus berulang? Siapa kira-kira pihak yang disalahkan terhadap sedikitnya Nexus 4 yang terjual (diperkirakan hanya 400 ribu unit) pada akhir tahun yang lalu?

Boss LG di Prancis Cathy Robin, menyalahkan Google yang tidak bisa mengantisipasi tingginya permintaan terhadap Nexus 4. Sebagaimana dicatat oleh CNet, LG akan membuat sebanyak mungkin Nexus 4 sesuai pesanan dari Google. Namun karena (mungkin) pesanan dari Google memang sedikit (belajar dari pengalaman Nexus S Samsung), LG membuat smartphone Nexus 4 yang high end ini sedikit sehingga permintaan yang sepuluh kali lipat lebih besar tidak mungkin terpenuhi.

Permintaan Nexus 4 yang sepuluh kali lebih besar ini mungkin di luar perkiraan Google. Namun jika kita lihat apa yang diberikan Google dalam spesifikasi produk, sepertinya Google terlalu under estimate terhadap produknya sendiri.

Nexus 4 merupakan smartphone Google yang sebenarnya. Pengalaman sebelumnya, smartphone ini memang tidak terlalu diminati karena merupakan smartphone pure Google, vendor hanya memproduksi handset, selainnya merupakan perkerjaan Google. Artinya skin yang selaman ini dilakukan vendor dalam smartphone Android mereka dihilangkan. Smartphone ini benar-benar smartphone Android dan banyak dibeli para developer untuk mengembangkan aplikasi yang cocok dengan seri Android terbaru yang biasanya hadir bersama Nexus terbaru.

Dilihat dari spesifikasi, Google Nexus 4 memiliki spek yang sangat bagus meskipun minus kemampuan 4G LTE. Hal yang harus lebih diperhatikan adalah harga murah yang dipatok Google karena Google memberikan subsidi. Artinya Google merugi di setiap Google Nexus 4 yang terjual. Harga murah karena subsidi ini menjadi daya tarik yang cukup besar bagi konsumen untuk membeli Nexus 4.

Dengan dua hal itu saja sudah bisa sebenarnya diperkirakan permintaan konsumen. Namun Google terlalu berhati-hati dan memesan sedikit Nexus 4 berdasarkan pengalaman seri Nexus sebelumnya yang memang terjual sedikit.

Apalagi bila kita baca banyaknya review positif terhadap LG Nexus 4 ini. Salah satunya yang cukup bagus untuk disimak adalah dari salah seorang pecinta iPhone. Review positif ini tentu saja membuat minat pengguna makin tinggi terhadap Nexus 4. 

Nah jika anda sudah memesan Nexus 4, barangkali perlu waktu lebih banyak sampai pesanan anda datang. Pertanyaannya, sampai kapan? LG sendiri menjanjikan pertengahan Februari ini akan meningkatkan volume pengiriman. 

Google perlu melakukan hal yang lebih baik agar smartphone yang sangat diminati ini bisa tersedia saat konsumen menginginkannya. Saya rasa konsumen makin ke depan akan makin meminati Android ala Google. Kita juga bisa melihat pengalaman di sisi tablet Nexus 7 yang bisa mengalahkan iPad di Jepang. Ini menandakan, handset buatan Google mulai dibanjiri peminat yang tidak sedikit. Google harus bisa melakukan pemesanan yang lebih baik agar konsumen tidak kecewa.

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...