Thursday, December 5, 2013

Google Robot: Apple Makin Tertinggal dari Google

Setelah berkuasa di pasar smartphone dan tablet dengan sistem operasi Android, Google kini mencoba banyak proyek baru yang  tidak masuk akal bagi sebagian besar orang. Proyek-proyek tersebut sebenarnya sudah agak lama dirancang, namun menjadi hits beberapa waktu terakhir karena Google semakin serius untuk mewujudkannya. 

Proyek mobil tanpa supir atau Driverless Car misalnya sudah dimulai pada tahun 2009. Namun beberapa waktu terakhir Google makin serius dengan mengadakan lobi ke beberapa negara bagian agar diberikan izin berada di jalan raya. Selain itu baru-baru ini Google merilis proyek Balon Internet bagi negara yang fakir konektsi internet. Proyek-proyek tersebut dinamakan moon shot karena di luar akal dan mungkin hasilnya baru akan diperoleh 5 atau 10 tahun yang akan datang.


Larry Page CEO Google saat ini pernah mengatakan bahwa:
Technology should be deployed wherever possible to free humans from drudgery and repetitive tasks
 Tampaknya hal tersebutlah yang menjadi acuan bagi banyak proyek Moon Shot Google. Teknologi seharusnya dibuat atau diadakan sedapat mungkin untuk menghindarkan manusia dari kebosanan dan perulangan tugas. Hal ini semakin terlihat dengan dirilisnya proyek baru Google, yaitu Robot Google.

Kemarin, The New York Times merilis sebuah artikel yang kemudian menjadi acuan bagi situs berita lain tentang proyek baru Google ini. Tidak tanggung-tanggung, Google menugaskan Andy Rubin, mantan orang nomor satu di Android untuk mewujudkan proyek ini menjadi kenyataan. 

Rubin dari dulunya memang dikenal sebagai orang yang sangat dekat dengan Robotic sehingga proyek ini dipimpin oleh orang yang sangat tepat. Namun sampai saat ini belum jelas benar apa rencana Google dengan proyek Robot Google ini. Hal yang jelas sebagaimana dicatat oleh The New York Times, dalam setengah tahun terakhir Google telah membeli 7 perusahaan yang terkait dengan Robotic untuk mensukseskan proyek Robot Google ini. Termasuk satu perusahaan yang menghasilkan special effect di film Gravity, yaitu Bot and Dolly.

Proyek Google yang berkapasitas Moon Shot ini membuktikan bahwa Google terus berinovasi di bidang lain dan mencari hal-hal baru bagi solusi masa depan manusia. Hal ini tentu berlawan arah dengan Apple yang sampai saat ini masih fokus di iPhone, iPad dan Mac. Apple tampaknya cukup senang dengan posisi mereka saat ini karena menghasilkan sangat banyak uang bagi mereka, sementara Google sudah cukup nyaman membiarkan beberapa posisi mereka seperti di mesin pencari dan Android, untuk kemudian membuat gebrakan dengan berbagai proyek yang bisa jadi solusi orang banyak termasuk Apple nantinya.

Beberapa waktu sebelum dirilisnya berbagai proyek Moon Shot Google ini, banyak sekali pemerhati teknologi mengatakan bahwa Apple tampaknya mulai didekati bahkan mungkin mulai ditinggalkan oleh Google dalam hal inovasi, meskipun sampai saat ini Apple masih tercatat sebagai perusahaan nomor satu dalam hal inovasi. Berbagai fitur yang ditawarkan Google di Android dan iOS tampak terlihat lebih inovatif dibandingkan yang diberikan oleh Apple. Contohlah aplikasi SIRI versus Google Now. Selain itu desain-desain aplikasi Google yang makin bagus, termasuk iklan-iklan baru Google yang menguras emosi, yang dulunya merupakan ciri khas Apple.

Saya rasa Google berada di jalur yang benar dengan terus menggenjot sisi inovasi yang selama ini menjadi ciri khas Apple. Setidaknya semenjak tahun 2011, saat Larry Page mulai menjadi CEO, Google mulai berbenah dan melihat lebih jauh ke depan, mungkin sekitar 10 tahun ke depan dari sekarang. Proyek Robot Google, seperti dikatakan Andy Rubin adalah proyek jangka panjang, yang hasilnya mungkin saja akan baru bisa dilihat 10 tahun ke depan. Namun hal tersebut tetap dilakukan Google, tapi bukan tanpa kalkulasi. 

Google melihat robotic merupakan solusi bagus untuk berbagai keperluan seperti dalam distribusi barang yang selama ini mengandalkan manusia. Demikian juga di pabrik yang terlalu banyak manusianya sehingga pekerjaan yang berulang kurang efisien.

Visi ke depan inilah yang membuat Google jauh melampaui Apple beberapa waktu terakhir. Meskipun mungkin suatu waktu proyek tersebut bisa gagal, setidaknya Google mencoba menghadirkan dan mewujudkan ide yang paling liar sekalipun, seperti Balon Internet. Hal ini membuat perbedaan  dari Apple, Microsoft dan banyak perusahaan teknologi lainnya.

Perusahaan yang melihat jauh ke depan adalah ciri perusahaan yang akan terus tumbuh. Saya pun tetap percaya, Apple akan tetap tumbuh dan menjadi pemain penting di ranah teknologi, namun produk yang mereka hasilkan dari tahun ke tahun akan menjadi barang biasa. iPhone dan iPad bagaimana pun bentuknya dan canggihnya nanti di tahun 2020 atau 2023, tetaplah hanya iPhone dan iPad, bukan sebuah proyek yang bisa mengundang faktor wow!

Visi ke depan dan berani mencoba berbagai hal yang tak mungkin juga merupakan ciri penting dari seorang wirausaha. Mungkin akan berbeda jika Steve Jobs masih ada di Apple atau bahkan mungkin sama saja. Hal yang jelas, sejauh ini, visi ke depan Apple, inovasi apa yang bisa membawa perubahan bagi orang banyak dalam skala lebih luas sama sekali tidak terlihat setelah  iPhone dan iPad. Apple masih begitu-begitu saja, iPhone, iPad, Mac, iTunes.

Tak salah kiranya jika Apple beberapa tahun ke depan akan tetap seperti saat sekarang adanya. 

Tuesday, December 3, 2013

Orang Indonesia Habiskan 3,33 Miliar Dollar Untuk Beli Smartphone

Seberapa besar uang yang dibelanjakan konsumen Indonesia untuk membeli smartphone?
Pertanyaan ini terjawab dengan sebuah rilis dari GfK Asia mengenai pasar smartphone di berbagai negara ASEAN, seperti Indonesia, Singapura, Vietnam, Philipina, Thailand, Malaysia dan Kamboja sehari yang lalu atau tepatnya tanggal 2 Desember 2013.

GfK Asia dalam laporannya menyatakan bahwa pasar smartphone di kawasan ASEAN tumbuh sebesar 61% di 9 bulan (Januari-September) 2013 dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu. Di kawasan ini dominasi Android tak terbantahkan dengan penguasaan pasar sebesar 72%.

Bila kita lihat lebih jauh, konsumen di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina, dan Kamboja menghabiskan dana 10,8 miliar dollar AS hanya dalam waktu 9 bulan di tahun 2013 ini (periode Januari-September) untuk membeli 41,5 juta smartphone. Ini artinya kemungkinan untuk terus bertambah sangat besar karena masih ada tiga bulan lagi, yaitu Oktober-Desember 2013. Angka ini tentu saja sebuah angka yang cukup menarik untuk ditelusuri. Tahun lalu, konsumen di negara-negara tersebut menghabiskan 7,54 miliar dollar AS untuk membeli 25,8 juta smartphone dalam periode yang sama.

Pertanyaannya, di antara negara-negara tersebut, negara manakah yang menjadi raja pasar smartphone?

Tidak diragukan lagi Indonesia merupakan bagian terbesar dari kue pasar smartphone di kawasan ASEAN. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak dan pertumbuhan ekonomi lumayan baik, pasar smartphone di Indonesia sangat bergairah dan mengundang banyak vendor untuk memasukinya.

Selama 9 bulan dari Januari-September 2013 ini konsumen Indonesia menghabiskan 3,33 miliar dollar AS untuk membeli 14,8 juta smartphone. Nilai 3,33 miliar dollar AS untuk jangka waktu 9 bulan bukanlah angka yang sedikit dan akan terus bertambah hingga akhir tahun. Saya rasa dengan belum masuknya beberapa smartphone ke Indonesia seperti Nexus 5 dan iPhone 5s dan 5C secara resmi, jumlah tersebut berpotensi bertambah dan mungkin saja mencapai angka 4 miliar dollar AS nantinya di akhir tahun 2013.

Khusus untuk pasar Indonesia cukup menarik dengan berkuasanya Android setelah fenomena BlackBerry mereda. Pasar Android di Indonesia tumbuh 23% dibandingkan tahun lalu dan menguasai 60% pasar.

Pasar Philipina, Malaysia, dan Singapura juga tidak lepas dari penguasaan Android. Di Philipina Android menguasai 93% pasar, di Malaysia sebesar 83% dan Singapura sebesar 81%. Penguasaan Android ini mungkin juga karena Apple khususnya seolah-olah membiarkan kawasan ini sehingga konsumen memilih Android dibandingkan iPhone meskipun mereka cukup mampu (khususnya Malaysia dan Singapura) untuk membeli iPhone yang jauh lebih mahal.

Saya rasa vendor besar seperti Samsung merupakan vendor yang menangguk cukup banyak keberuntungan, tidak hanya di Indonesia tetapi mungkin di semua negara lain di kawasan ASEAN. Dari 41,5 juta smartphone yang dibeli konsumen di negara ASEAN, kemungkinan besar Samsung berada di nomor 1. Sayangnya data per vendor tidak saya temukan. Namun melihat agresivitas Samsung di Indonesia, perkiraan ini bisa mendekati kenyataan.

Khusus bagi Indonesia, uang sebesar 3,33 miliar dollar tersebut akan menarik banyak vendor untuk memasuki pasar Indonesia. Tidak hanya vendor luar, vendor dalam negeri dengan ponsel Android China branded lokal akan semakin banyak beredar di pasar. Harganya pun sangat masuk akal dan banyak sekali yang berada di bawah 1 juta rupiah. Ini sesuatu yang bagus, tinggal bagaimana konsumen bisa berhati-hati memilih smartphone yang tepat dengan berbagai pertimbangan harga.

Sumber: GfK Asia via The Next Web

Monday, November 18, 2013

Alasan Mengapa Ada Warga Amerika Tidak Menggunakan Internet

Internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari warga dunia. Setiap saat kita melihat banyak sekali pengguna yang menggunakan internet, bahkan hampir setiap saat. Namun tahukah anda bahwa ternyata ada warga Amerika Serikat yang sama sekali tidak menggunakan internet?

Survey PEW Internet beberapa waktu yang lalu menunjukkan 15% penduduk Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas sama sekali tidak menggunakan internet. Nah, kira-kira apa alasan mereka tidak menggunakan internet?

1. 34% dari warga AS yang tidak menggunakan internet mengatakan  bahwa internet tidak relevan bagi mereka, mereka tidak tertarik menggunakan internet, tidak ingin menggunakannya dan tidak memiliki kebutuhan untuk menggunakan internet.

2. 32% dari warga AS yang tidak menggunakan internet mengatakan bahwa internet sulit untuk digunakan (menurut perasaan mereka). Warga yang tidak menggunakan internet ini mengatakan bahwa internet itu sulit atau menimbulkan frustasi untuk bisa online, secara fisik mereka tidak melakukannya atau mereka khawatir dengan isu spam, spyware dan hacker.

3. 19% dari warga AS yang tidak menggunakan internet khawatir dengan biaya untuk memiliki komputer dan biaya untuk membayar sambungan internet.

4. 7% dari warga AS yang tidak menggunakan internet karena kesulitan memperoleh sambungan internet.

Bila kita lihat angka di atas, hanya 7% warga AS yang tidak menggunakan internet karena kesulitan ketersediaan sambungan internet.  Ini artinya penetrasi internet di AS sudah cukup tinggi.

Kira-kira apa alasan warga Indonesia tidak menggunakan internet? Kemungkinan besar adalah ketidaktersediaan sambungan internet merupakan sebab yang paling tinggi. Hal ini karena belum semua wilayah di Indonesia terjangkau oleh internet. Bahkan beberapa waktu yang lalu diketahui penetrasi jaringan 3G di wilayah Indonesia baru mencapai 30%. Sebuah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan negara lain.

Sumber: PEW Internet

Thursday, November 14, 2013

Pria Inggris Suka Mengintip Ponsel

Sebuah survei di Inggris yang dilakukan oleh mobilephonechecker.co.uk  beberapa waktu yang lalu menunjukkan perilaku tidak biasa pria Inggris dalam hal mengintip ponsel pasangannya. Dalam survei tersebut ditemukan fakta, pria Inggris dua kali lebih banyak dalam memeriksa (tanpa ijin)  atau mengintip  ponsel pasangannya untuk memeriksa pesan atau aktivitas dibandingkan yang dilakukan perempuan.

Demikian juga terhadap mantan pasangan. 62% pria Inggris mengakui mengintip ponsel mantan pasangan mereka, sedangkan perempuan yang melakukan hal yang sama hanya 34%.

Terkait dengan alasan apa yang mendorong melakukan tindakan mengintip, 89% peserta survei mengatakan mereka ingin mengetahui apakah pasangannya dalam hubungan romantis dengan seseorang atau untuk mengetahui adakah tanda-tanda perselingkuhan.

Hal lain yang patut diketahui adalah ternyata 52% peserta survei mengakui mereka mengetahui pass code atau password untuk mengaktifkan ponsel pasangan mereka sehingga bisa melakukan aksi mengintip.

Kira-kira bagaimana dengan para pria di Indonesia? Apakah mereka juga suka mengintip ponsel pasangan mereka? Jika melihat alasan yang dikemukankan para pria Inggris di atas, rasa-rasanya tidak beda jauh. Kemungkinan para pria di Indonesia juga suka mengintip ponsel pasangannya.

Sumber: The Telegraph

Cara Klaim Custom URL di Google Plus

Google Plus memberikan update terbaru bagi penggunanya, yaitu URL profil pengguna yang bisa diklaim. Maksudnya, selama ini URL profil pengguna Google Plus didasarkan kepada angka tertentu sehingga tidak mencirikan pemilik akun Google Plus sehingga kemudian Google mengubah URL profil dengan dengan customURL yang pendek berdasarkan nama pengguna.

CustomURL ini berupa alamat web yang cukup pendek dan mudah diingat yang mencirikan nama pemilik akun di Google Plus, misalnya  google.com/+Toyota. Untuk bisa mengklaim custom URL ini syaratnya juga cukup mudah, yaitu memiliki foto di profil Google Plus, memiliki sedikitnya 10 follower dan akun Google Plus tersebut berusia minimal 30 hari. Dengan syarat yang sangat mudah tersebut, pengguna Google Plus akan bisa mengklain custom URL yang sesuai dengan selera mereka.

Pertanyaannya, bagaimana cara untuk bisa mengklaim custom URL di Google Plus?

Untuk mengklaim custom URL di Google Plus, pertama sekali buka akun Google Plus anda. Setelah itu buka profil anda dan klik About. Di sisi kanan bawah dalam segmen About tersebut, anda bisa melakukan klaim custom URL. Biasanya custom URL sudah disediakan oleh Google, namun anda dapat merubahnya sesuai selera dan kemudian melakukan klaim. Namun jika belum ada button klaim custom URL di profil anda, jangan khawatir karena Google akan merilis custom URL ini secara bertahap.

Sumber: Google Plus

Tuesday, November 5, 2013

Short Review: Acer Iconia A1-811 Tablet Android Bertenaga dari Acer

Beberapa waktu yang lalu, Acer Indonesia merilis lini produk tablet terbaru di Indonesia dengan kode nama Iconia A1-811. Namanya agak sedikit ribet yah, namun ini mungkin untuk membedakannya dengan seri terdahulu yang hanya memiliki koneksi WiFi.

Tablet Iconia A1-811 ini berlayar 7,9 inchi, aspect ratio 4:3 (sama dengan iPad Mini) dengan Android Jelly Bean 4.2.2 sebagai penggeraknya. Spesifikasinya lengkapnya dapat dilihat sebagai berikut.
Spesifikasi Acer Iconia A1-811 (Klik untuk memperbesar)
Sudah lebih dari sebulan ini saya  menggunakan tablet Acer Iconia A1-811 ini. Ada beberapa aspek yang sangat saya sukai dari tablet ini, yaitu pertama sekali daya tahan baterainya. Dalam rilis promonya Acer memberikan daya tahan baterai 9 jam. 

Dari kondisi baterai penuh sampai sisa 20-18% dengan koneksi WiFi dan kecerahan layar 50% saya bisa terus menggunakan Iconia A1-811 hingga 12-14 jam lebih untuk penggunaan standar. Definisi penggunaan standar di sini adalah download aplikasi, media sosial, ambil beberapa foto, sesekali menonton video YouTube, merekam video, browsing internet via Chrome dan menjalankan berbagai aplikasi seperti Currents, Flipboard, Zite, TuneIn, PhotoGrid, Chatting serta main game seperti Candy Crush Saga, Subway Surf, Fifa14 dan lainnya. 

Perlu dicatat, bahwa saya tidak memakai secara terus-menerus selama 12-14 jam tersebut. Pengalaman saya ketika menggunakan dari kondisi 100% baterai, saya baru melakukan charging pada kondisi 20-18% dua hari kemudian. Jadi perlu dipahami angka 12-14 jam tersebut merupakan penjumlahan dari masa pakai yang saya lakukan di Iconia A1-811.

Sedangkan jika menggunakan koneksi 3G (dalam hal ini saya menggunakan Telkomsel) daya tahan baterai kira-kira 8-9 jam untuk pemakaian standar seperti di atas. Saat menggunakan tablet Android, fokus saya tak banyak, lebih hanya kepada daya tahan baterai karena aplikasi hampir semua standar dan disediakan di Google Play. 

Faktor lain yang saya suka dari Iconia A1-811 ini adalah harganya yang bisa dikatakan miring untuk tablet dengan spesifikasi 1,2 GHz quadcore dengan ROM 16GB. Harganya kurang dari 3 juta rupiah. Dengan kemampuan koneksi 3G HSDPA, Acer Iconia A1-811 ini tergolong murah. Spesifikasi yang sama dengan merek terkenal, saya bisa pastikan harganya lebih dari 3 juta rupiah.

Untuk kemampuan kamera, bisa dikatakan karena sedemikian ribet mengambil foto menggunakan tablet, saya cukup senang dengan hanya 5 megapiksel. Untuk ambil foto saya lebih cenderung menggunakan smartphone, jadi fitur kamera di sebuah tablet bukan menjadi faktor penting bagi saya ketika membeli tablet.

Layarnya juga cukup bagus untuk bermain game. Game seperti Fifa 14 bisa dimainkan dengan sangat mulus berkat prosesor MediaTek 1,2 GHz quadcore. Satu hal yang belum saya lakukan di Acer Iconia A1-811 ini adalah menonton film. Namun saya rasa akan sangat bagus dengan kemampuan sudut pandang 170 derajat, menonton film mungkin akan mengasyikkan.

Bagi saya tablet, bukanlah media untuk menggantikan kinerja laptop atau PC secara penuh. Sama halnya dengan smartphone, tablet lebih sering saya gunakan untuk tetap keep in touch dengan eMail, media sosial, internet, hiburan dan bermain game. Untuk memenuhi keinginan saya tersebut, Acer Iconia A1-811 sangat memadai dan bisa dikatakan melebihi ekspektasi. 

Faktor lain yang saya suka adalah temperatur tablet Icoania A1-811 yang bisa dikatakan tidak panas ketika dipakai cukup lama. Tablet saya terdahulu, sebuah merek dari Korea dan China, bila digunakan dalam waktu yang agak lama, bagian belakang atau back cover-nya terasa sangat panas ketika diraba. Demikian juga dengan Phablet Galaxy Note yang saya pakai. Hal ini tidak saya temukan di Acer Iconia A1-811. Suhunya cukup rendah meski dipakai cukup lama untuk bermain game atau terkoneksi ke internet.

Penting untuk diketahui bahwa tidak ada skin bawaan yang disematkan Acer di Iconia A1-8111. Ada beberapa aplikasi bawaan yang diberikan Acer seperti Acer Life Image, Acer Cloud dan Weather Widget, namun itu dapat dengan mudah di disable. Oleh karena tidak banyak aplikasi mimik marketing, ruang yang tersedia dari ROM 16 GB menjadi sangat luas, sekitar 12 GB.  Apalagi dengan ditambah micro SD Card up to 32 GB, ruang penyimpanan menjadi sangat luas.

Satu hal yang tidak saya temukan di Acer Iconia A1-811 adalah kemampuan Tethering. Saya sudah klaim ke Acer Indonesia kenapa fitur ini tidak ada di tablet yang saya pakai. Saya rasa ini per kasus saja karena setiap Android sudah pasti dilengkapi dengan kemampuan menjadi hotspot portable. Acer melalui akun Twitter-nya berjanji untuk menelusuri hal ini.

Kesimpulannya, jika anda ingin sebuah tablet Android yang cukup murah dan bertenaga serta desainnya berbeda dibandingkan dengan tablet Android lainnya dari sisi aspect ratio, Acer Iconia A1-811 adalah pilihan yang tepat. 

Berikut ini contoh foto yang diambil menggunakan Iconia A1-811.



Foto Acer Iconia A1-811:





So, terima kasih telah membaca review singkat ini. 

Update: Acer Indonesia melalui akun Twitternya mengkorfirmasi bahwa tidak ada fitur Tethering di Acer Iconia A1-811. Acer Indonesia menyarankan untuk mengunduh aplikasi tethering yang ada di Play Store.

Hal ini sebuah kerugian, terutama karena hampir semua tablet Android memiliki fitur tetheringi dan merupakan fitur penting yang tidak boleh dilupakan. Hal ini tentu akan menjadi faktor negatif bagi konsumen untuk membeli Acer Iconia A1-811. 

Baca juga:  Iconia A1-811, Tablet Android Quad Core Terbaru dari Acer Indonesia

Monday, October 28, 2013

Catatan Dari Forum Tata Kelola Internet Ke-8, Bali (The 8th Internet Governance Forum, Bali) IGF 2013


Forum Tata Kelola Internet Ke-8 (Internet Governance Forum) yang berlangsung dari tanggal 22 Oktober-25 Oktober 2013 sudah berakhir dengan sangat sukses. Tidak kurang dari 2.200 orang peserta dari dalam dan luar negeri ikut secara aktif di dalam Forum yang digagas oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini. Diskusi yang berlangsung, hampir di setiap workshop bisa dikatakan seru dan memunculkan banyak pengalaman baru bagi para peserta. Sungguh sebuah pengalaman baru, berinteraksi dengan banyak orang, tukar-menukar ide dan opini dan saling memajukan kepentingan organisasi, perusahaan, negara atau masyarakat sipil (CSO).

Dari segi penyelenggaraan, panitia penyelenggara patut diacungi jempol. Meskipun pada awalnya diragukan, namun nyatanya acara ini sangat sukses. Dari segi jumlah peserta, Internet Governance Forum kali ini merupakan rekor baru dengan 2.200 peserta terdaftar. Selain itu, pelaksaan workshop juga berjalan sangat lancar. Hampir bisa dipastikan 99,99% workshop berjalan sesuai rencana dan sukses. Dari sisi akomodasi peserta seperti makan siang, coffee break, semua tersedia sangat banyak. Panitia sangat menyadari bahwa hal ini merupakan bagian vital dari sebuah acara yang dihadiri ribuan orang.

Untuk media juga demikian. Media disediakan sebuah ruangan besar dengan koneksi internet broadband super kencang plus Wifi meskipun pada titik tertentu ngadat. Setiap ada press release terbaru dengan sendirinya akan tersedia di media center. Melakukan wawancara dengan berbagai tokoh yang cukup penting juga mudah. Selain itu ada media berupa buletin yang disebut Daily News yang setiap pagi hadir menampilkan high light dari acara sehari sebelumnya. Sebuah cara yang sangat membantu rekan-rekan media untuk tetap tersambung dengan workshop yang sudah berlalu sehari sebelumnya.

Tentu saja dari 130 lebih workshop yang diadakan di Internet Governance Forum Bali ada beberapa workshop yang patut menjadi perhatian. Workshop mengenai Privasi di Internet. Perlindungan Jurnalis/Blogger dan awak media di zaman serba internet, Perlindungan anak,  gender, keamanan, hacking, Surveillance dan Free software menjadi perhatian peserta.

Isu Surveillance oleh NSA beredar sangat kencang di Internet Governance Forum Bali. Banyak peserta merasa bahwa Amerika Serikat melakukan hal ini dan melanggar hak asasi manusia. Meskipun hal ini dibantah oleh Scott Busby dari U.S. State Department Representative. 
the U.S. “does not use intelligence collection for the purpose of repressing the citizens of any country for any reason, including their political, religious, or other beliefs,” adding that “individuals should be protected from arbitrary or unlawful State interference.”
Namun tentu tak ada jawaban yang bisa memuaskan semua pihak. Saya tetap percaya bahwa aksi memata-matai pengguna internet dunia yang dilakukan oleh NSA dan kemudian dibocorkan oleh Edward Snowden merupakan bentuk kesewenang-wenangan Amerika Serikat terhadap dunia lain dan harus dihentikan sekarang juga. Tidak ada satupun pengguna internet yang mau kegiatannya di internet disadap oleh siapa pun termasuk Amerika Serikat.

Isu perempuan juga mengemuka di Internet Governance Forum kali ini. Cukup banyak topik yang membahas bagaimana peran perempuan dalam kerangka Internet Governance. Selain itu, isu perlindungan anak, bagaimana seharusnya anak-anak menggunakan internet, apakah mereka terlalu muda untuk dikenalkan dengan internet dan sampai seberapa jauh mereka harus dilindungi karena kemungkinan banyaknya pemangsa anak-anak di internet. Topik-topik seperti ini menjadi tempat berbagi pengalaman yang sangat baik bagi peserta Internet Governance Forum di Bali.

Salah satu topik yang cukup menarik bagi saya adalah perlindungan jurnalis/blogger dan awak media lainnya di zaman internet. Salah satu pembicaranya adalah Bambang Harymurti dari Tempo. Workshop ini sangat ramai karena terdapat beberapa kasus mutakhir yang cenderung menyandera kebebasan berekspresi di internet seperti kasus Benhan. Bambang Harymurti sendiri berpendapat sebaiknya [asal 27 ayat 3 UU ITE tersebut dihapus saja karena cenderung represif dan menyandera kebebasan berekspresi dengan alasan  pencemaran nama baik. 

Menarik juga menyimak tanggapan Menkominfo Tifatul Sembiring dalam acara press conference terhadap keinginan banyak pihak untuk mencabut pasar 27 ayat 3 UU ITE tersebut. Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa pihak-pihak yang mengajukan penghapusan pasal tersebut bereaksi ketika mereka kena, kalau tidak kena mereka akan diam saja. Tentu sebuah pernyataan yang patut dikritisi.


Demikian juga dengan isu privasi. Patut didalami bahwa tidak cukup banyak pengguna internet yang memahami dengan baik bagaimana mengelola privasi mereka di internet. Hal ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan seperti Facebook, Twitter, Google, Apple dan banyak lainnya untuk memunculkan iklan yang sesuai dengan minat dan kebiasaan pengguna. 

Berbagai kepentingan mengemukan di Internet Governance Forum di Bali ini. Namun pada dasarnya peserta sepakat bahwa tidak ada satu pihakpun yang boleh mengelola internet sesuai dengan kepentingan pihak tersebut. Sebagai media dialog dan saling tukar pengalaman, Internet Governance Forum memiliki arti penting untuk menemukan berbagai kepentingan yang saling bersilangan untuk duduk dan memahami kepentingan pihak-pihak lain di internet.

Hal yang lebih menarik lagi dari Internet Governance Forum Bali ini adalah adanya High Level Leaders Meeting. Sehari sebelum dibukanya IGF 2013, diadakan High Level Leaders Meeting yang kali ini dihadiri oleh utusan CSO (Civil Society Organization). Pada penyelenggaraan IGF sebelumnya acara ini hanya dihadiri oleh pejabat atau utusan negara tertentu dan perusahaan. Hal ini merupakan sebuah kemajuan, dimana CSO kini diakui sebagai sebuah elemen penting dalam Internet Governance. 

Saya tentu sangat senang bisa hadir dan berinteraksi dengan banyak orang di Forum Tata Kelola Internet tingkat Internasional ini. Panitia lokal juga sangat tanggap dengan berbagai kritikan dan mampu mengadakan perbaikan dalam waktu yang cepat. Sekali lagi saya rasa panitia lokal perlu diberikan pujian karena kerja keras mereka. Saya juga sempat menghadiri informal meeting dengan perwakilan UNESCO guna membahas World Press Freedom Day yang (mungkin) akan diadakan di Indonesia di tahun 2014 nanti.

Sampai berjumpa di Internet Governance Forum ke-9 yang akan diadakan di Istanbul, Turki pada bulan September 2014.

Wednesday, October 23, 2013

Opening Ceremony and Workshop Hari Pertama The 8th Internet Governance Forum, IGF 2013 Bali

Mr. Tifatul Sembiring, Indonesia ICT Minister
(Source:emil huseynov)
Pada hari Selasa tanggal 22 Oktober 2013, Menkominfo Tifatul Sembiring secara resmi membuka Forum Tata Kelola Internet ke-8 yang diadakan di Nusa Dua, Bali. Dalam acara yang dihadiri sangat banyak peserta dan utusan berbagai negara, organisasi dan bisnis tersebut ia menyambut baik diadakannya Forum Tata Kelola Internet yang kali ini diadakan di Indonesia. 

Dalam Opening Ceremony tersebut juga turut memberikan kata sambutan Thomas Gass dari UNDESA. Juga turut menyampaikan sambutannya Menteri Komunikasi Brazil, Paulo Bernardo Silva. Dalam sambutannya ia mengatakan betapa pentingnya model baru bagi Tata Kelola Internet yang memungkinkan internet menjadi demokratis dan transparan yang memungkinkan untuk memastikan hak asasi manusia.

Terdapat sangat banyak workshop yang berlangsung secara paralel di hari pertama Forum Tata Kelola Internet ini. Dalam catatan saya terdapat 20 workshop yang membahas berbagai topik seperti privasi, keamanan, kebebasan berekspresi, internet untuk penanggulangan bencana, dan masih banyak lainnya.

Ringkasan workshop tersebut dapat saya sajikan sebagai berikut

1. Emerging Cybersecurity Threats, focused on emerging cybersecurity threats, including mobile and cloud security, and the implications on Internet governance. The discussion encompassed a discussion of the threats, while also discussed proactive strategies and solutions for addressing emerging cybersecurity threats. 

2. Protection of Children Online, discussed effective ways to protect children from online threats, including sexual harassment and sites of violent nature with the focus on needs and specificities of developing countries. 

3. Power of Internet for Disaster management and Environmental monitoring, provided an overview on the use of Internet based services and ICTs for climate change adaptation, disaster risk reduction and disaster management; policy, legal and regulatory frameworks; international cooperation for disaster management in countries. In addition, the workshop addressed how the use of “Big Data” will add new and potential capability for disaster management. 

4. Internet Governance and Open Government Data Initiatives, as consumers and citizens are increasingly conducting more of their personal and business lives from mobile internet enabled devices, personal data about these activities is often shared in real-time between different parties across the globe. The workshop looked at how mobile data can be used to provide social and economic good while balancing privacy and strengthening consumer confidence and trust. It also looked at the role of regulatory frameworks in creating social and economic opportunities while helping mobile users understand and control how their personal information is managed.

Quote penting yang dikemukakan beberapa tokoh dalam Forum Tata Kelola Internet ini yang cukup penting untuk diketahui adalah sebagai berikut.

If You want to go Fast, Go Alone. If You Want to Go Far, Go Together (Fadi Chehade, ICANN CEO)
Over the years Internet Governance Forum is finally growing a premier league of global diplomacy. Everybody comes here because they realize the central part that the internet is playing and will play in the future. (Nnenna Nwkanma, Civil Society, Africa Regional Coordinator  World Wide Foundation)
I am very hopeful that the internet is not invented by government, it was invented by many stakeholder, and I am very hopeful that its governance will become very strong. ( Thomas Gass, UNDESA)



Monday, October 21, 2013

The 8th Internet Governance Forum IGF 2013 Press Release

Sumber: IGF 2013
Nusa Dua, Bali, 21 October 2013 - Representatives of Governments, business and civil society are gathering in Bali to examine cross-border Internet governance challenges at the annual session of the Internet Governance Forum (IGF), which begins on Tuesday 22 October. Each year the Secretary-General of the United Nations convenes the meeting through the Department of Economic and Social Affairs.

The Minister of Communication and Information Technology of the Republic of Indonesia, H.E. TifatulSembiring, said that the purposes of the IGF are closely related to the acceleration of progress on the Millennium Development Goals (MDGs). “Indonesia will propose that we as one global community develop more concrete global cyber-ethics,” the Minister said. “These norms are to be common references for all stakeholders to conduct transactions and interactions in cyberspace,” he said, adding that cyber ethics are fundamental to demonstrating respect for the values of different countries, communities and cultures.

According to 2012 estimates, Indonesia has some 63 million Internet users, 47 million accounts on Facebook and nearly 30 million Twitter accounts.  As Co-Chair of a High-Level Panel that made recommendations on future global sustainability and growth, Indonesia’s President SusiloBambangYudhoyono was among a group of eminent persons calling for a “data revolution” that would, among other things, improve the quality of information available to citizens.

With nearly 40 percent of the world’s population online by the end of 2013, the Internet has become “an essential tool for the creation of jobs and the delivery of basic public services,” said the United Nations Under-Secretary-General for Economic and Social Affairs,Mr. Wu Hungbo, adding that it is also essential “for improving access to knowledge and education, for empowering women, for enhancing transparency, and for giving marginalized populations a voice in decision-making processes.” Mr. Wu, who will be represented in Bali by United Nations Assistant Secretary-General Thomas Gass, said that with so much at stake, the IGF exists to create an environment in which the potential of the Internet is harnessed by all, for all.

The Forum has met annually since the 2006 World Summit on the Information Society to foster a common understanding of how to maximize Internet opportunities and address emerging risks and challenge. The IGF (which is not a decision-making body) is also intended as a space for developing countries to be granted the same opportunity as wealthier nations to engage in the debate on Internet governance, as well as to facilitate their participation in existing institutions and arrangements.

 This year’s IGF will also review the role of Governments in multi-stakeholder cooperation for Internet governance, and the Bali meeting will seek to identify common ground on this issue. More than 1,500 delegates will convene in Bali over the course of the four-day meeting.  Several High-level government officials, CEO's and directors of major global business organizations and civil society groups will be in attendance.

SSource: http://www.intgovforum.com/


Thursday, October 17, 2013

Catatan Sebelum Internet Governance Forum, IGF 2013 Bali

Dalam hitungan hari ke depan, Internet Governance Forum ke-8 akan dilaksanakan di Nusa Dua Bali. Forum Tata Kelola Internet tingkat internasional ini mempertemukan para pemegang kepentingan di ranah internet, ada dari pemerintah, organisasi intra pemerintah, swasta, perguruan tinggi, civil society dan lainnya untuk sama-sama berdebat mencari Tata Kelola Internet yang bagaimana semestinya ada.

Sungguh sesuatu yang sangat rumit untuk menentukan sebuah Tata Kelola untuk sebuah (hal) yang melingkupi seluruh dunia ini, yaitu Internet. Banyak hal, banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk sampai pada satu kesimpulan, bahkan kata Tata Kelola itu sendiri (Governance) mungkin masih sangat terbuka untuk diperdebatkan. Apakah semestinya Internet tersebut dikelola? Bagaimana seandainya internet tersebut dibiarkan apa adanya, seperti waktu lahirnya? Apakah tidak sebaiknya Internet itu dibiarkan saja bagaimana pengguna menggunakannya, tak perlulah berbagai pihak harus mengelola bagaimana internet itu bekerja?

Namun sesuatu yang mustahil jika Internet itu dibiarkan begitu saja karena Internet sudah sekian maju. Seperti kata Jovan Kurbalija, "Tiada Konspirasi, Internet Telah Menjadi Korban Ketenarannya Sendiri". Internet yang dulu hanya terbatas bagi akademisi, kini dinikmati sekian miliar penduduk bumi. Internet kini menjadi selebriti baru yang kini memaksa sebagian besar orang tidak bisa hidup tanpanya. 

Lalu, muncullah berbagai kepentingan yang tercipta karena adanya internet. Ada kepentingan ekonomi, ada kepentingan demokrasi dan berbagai kepentingan lain. Ada pihak yang ingin internet diawasi secara ketat karena khawatir dengan berbagai kemungkinan yang merugikan. Ada pihak yang ingin mengekspor berbagai budaya permisif melalui internet. Ada banyak konten tak patut yang ingin disebar pembuat konten demi mengejar keuntungan ekonomi.

Bingung. 

Internet membuat banyak kesempatan terbuka lebar, di sisi lain internet membuat berbagai ketidakpastian dan kerapuhan dalam berbagai hal seperti data pengguna, pencurian identitas, serangan cyber, perdagangan manusia. Lalu mungkinkah sebuah tata kelola yang disetujui semua pihak bisa mengatasi hal-hal buruk dari internet dan menonjolkan sisi-sisi baik internet tersebut?

Saya rasa tidak akan ada satu kesepakatan apa pun tentang Tata Kelola Internet yang diamini semua pihak. Latar belakang budaya, bahasa, demokrasi, kepentingan ekonomi, pertahanan negara dan banyak hal lainnya menjadi faktor kesepakatan untuk tidak sepakat. Namun paling tidak Internet Governance Forum melahirkan sebuah arahan (guidance) bagaimana seharusnya pemegang kepentingan yang sangat banyak tersebut bereaksi dengan internet. (bahkan saya bingung untuk mencari kata yang pas untuk hal ini).

Seperti tema Internet Governance Forum ke-8 di Bali ini, "Building Bridges – Enhancing Multi-stakeholder Cooperation for Growth and Sustainable Development”--Membangun Jembatan. 

Saya jadi ingat apa yang dikisahkan dalam biografi Sutan Sjahrir untuk tamsil sebagai jembatan. Jadi jembatan itu, menghubungkan banyak pihak, banyak kepentingan yang setiap saat berlalu lalang di atas jembatan. Apa yang dilakukan oleh berbagai pihak dengan adanya jembatan belum tentu akan berakibat positif bagi jembatan itu sendiri. Bagi sebuah jembatan, adanya pertemuan berbagai kepentingan karena keberadaan dirinya adalah sesuatu yang sangat besar. Jembatan tak perlu risau akan lapuk asal berbagai pihak bisa bertemu dan mengambil keuntungan dari dirinya. Namun celakanya sebagai jembatan, posisinya berada di titik yang sulit. Untuk ikut satu pihak tertentu tidaklah mungkin, sementara mungkin saja jembatan tersebut tertarik untuk bergabung ke salah satu pihak tertentu. Ini membuat Jembatan sesuatu yang ambigu, posisinya tidak jelas.

Namun setidaknya, kita bisa mengambil berbagai hal positif dari Internet Governance Forum ini. Mungkin banyak yang mengatakan, seolah-olah (forum ini) mengawang-awang, tidak jelas ke mana arahnya dan kurang promosi dan bantuan pemerintah. 

Cobalah nanti kita buktikan dengan mengikuti 130 lebih workshop gratis yang disediakan Internet Governance Forum di Bali. Nilai workshop ini jika dinilai dengan uang akan sangat besar dan manfaatnya akan lebih besar lagi. Melihat lebih jauh bagaimana pemegang kepentingan di Internet saling mendahulukan kepentingan mereka sendiri adalah sesuatu yang menarik. Indonesia sebagai tuan rumah di forum ini sudah semestinya mengajukan berbagai hal yang sesuai pula dengan kepentingannya. Jangan mau jadi tukang cuci piring, namun sudahkah disiapkan apa saja yang hendak kita ajukan demi kepentingan kita sendiri di Internet Governance Forum nanti?

Saturday, October 12, 2013

Google Play Siapkan Aplikasi Khusus Tablet Android

Apa yang paling menjengkelkan ketika memiliki tablet Android? Aplikasi khusus tablet yang miskin dibandingkan dengan aplikasi yang ada di App Store untuk iPad. 

Sebagai pengguna tablet Android, saya kesal karena hanya tersedia sedikit aplikasi yang benar-benar ditujukan untuk tablet. Di Google Play, jika kita browsing dari tablet, tidak ditemukan suatu kanal khusus yang langsung bisa dinikmati untuk mengunduh aplikasi yang cocok dengan ukuran tablet. 

Memang harus diakui bahwa kini ada satu juta aplikasi ada di Google Play. Namun 99% aplikasi tersebut ditujukan untuk smartphone dan Phablet. Kalaupun ada aplikasi yang ditujukan untuk tablet, namun bercampur dan tak terklasifikasi sehingga sulit untuk menemukannya. Hal ini membuat tablet Android menjadi anak tiri dan seperti kurang diperhatikan padahal kini ada sekitar 70 juta tablet Android yang beredar di pasar dan jumlahnya terus meningkat.

Hal yang lebih aneh lagi adalah, aplikasi bagus seperti Twitter juga tidak menyediakan aplikasi khusus untuk tablet. Meskipun dirumorkan sedang mempersiapkan aplikasi khusus tablet, namun diberitakan aplikasi itu khusus untuk Tablet Samsung berlayar 10 inchi.

Masalah-masalah di atas membuat pengalaman menggunakan tablet Android berkurang dan tidak sebaik iPad. Padahal jangka waktu penggunaan tablet sebenarnya lebih lama dibandingkan dengan smartphone karena layarnya yang lebih besar dan pengguna cenderung lebih mau bekerja di tablet dibandingkan dengan smartphone.

Untuk mengatasi hal ini, Google telah mengumumkan sebuah langkah baru kepada pengembang aplikasi di Google Play. Dalam rilis resminya, Google mengatakan bahwa mulai tanggal 21 November 2013 nanti, pengguna yang berkunjung ke Google Play akan langsung (by default) menemukan kanal Designed for Tablets

On November 21, the Play Store will make a series of changes so it’s even easier for tablet users to find those apps that are best for their devices. First, by default, users browsing Google Play on a tablet will now see apps and games that are designed for tablets on the top lists (Top Paid, Top Free, Top Grossing, Top New Paid, Top New Free, and Trending). Tablet users will still be able to switch the view so they can see all apps or games if they choose. Also starting November 21, apps and games that do not meet the “designed for tablets” criteria will be marked as “designed for phones” for users who browse the Play Store on tablets.

Kanal Designed fo Tablets berisi aplikasi-aplikasi yang khusus didesain untuk tablet sehingga akan memudahkan pengguna untuk membeli dan mendownload aplikasi tersebut. Bersamaan dengan hal itu, Google juga mengimbau para pengembang untuk fokus membuat aplikasi untuk tablet Android dengan memperhatikan beberapa Quality Checklist agar aplikasi tersebut memiliki kegunaan yang tinggi bagi para pengguna tablet.

Saya kira langkah ini sesuatu yang sangat bagus. Tablet Android secara over all kini sudah melampaui iPad dari Apple. Sangat disayangkan jika aplikasi yang cocok untuk tablet masih sedikit dan tidak terklasifikasi dengan baik. Dengan langkah ini, Google menunjukkan kepada para pengembang bahwa tablet Android kini sudah semakin banyak dan pengembang memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk melakukan monetisasi dan memperoleh banyak pendapatan dari aplikasi yang didesain khusus untuk tablet.

Tuesday, October 8, 2013

Dua Minggu Menjelang Forum Tata Kelola Internet (IGF 2013) di Bali

Dua minggu dari sekarang (saat blog ini dipublikasikan) akan berlangsung sebuah forum yang sangat besar di Bali, yaitu Forum Tata Kelola Internet (Internet Governance Forum, IGF 2013). Forum Tata Kelola Internet merupakan acara reguler yang berada di bawah naungan PBB. Tentunya acara ini sebuah acara yang sangat penting dan membahas isu-isu seputar tata kelola internet. 

Pelaksanaan Forum Tata Kelola Internet ini berlangsung dari tanggal 22 Oktober - 25 Oktober 2013 di Nusa Dua Bali. Sehari sebelumnya ada acara Pre Event. Nah kira-kira apa saja yang akan dibahas di Forum Tata Kelola Internet di Bali?

Perlu kita lihat tema besar acara IGF 2013 di Bali ini, yaitu
Building Bridges – Enhancing Multi-stakeholder Cooperation for Growth and Sustainable Development.
IGF 2013 ingin menjadi jembatan kerja sama multi stakeholder untuk pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Di Forum ini, baik pemerintah dari berbagai negara, pihak swasta, masyarakat sipil, akademisi, perusahaan besar semacam Google dan Facebook duduk dan berdebat demi menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan patokan tata kelola internet.

Ada beberapa subtema lain yang membangun tema besar tersebut, yaitu

1. Access and Diversity - Internet as an engine for growth and sustainable development
2. Openness - Human rights, freedom of expression and the free flow of information on the Internet
3. Security - Legal and other Frameworks: Spam, Hacking and Cyber-crime
4. Enhanced Cooperation
5. Principles of Multi - Stakeholder Cooperation
6. Internet Governance Principles

Semua tema yang dibahas sangat terkait dengan kegiatan sehari-hari pengguna internet. Untuk itu tentu butuh keterlibatan pengguna internet dari berbagai kalangan, terutama peserta dari Indonesia karena bertindah sebagai tuan rumah. Keterlibatan ini sangat penting agar forum Tata Kelola Internet 2013 memberikan sesuatu yang positif bagi aktivitas berinternet di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Panitia IGF 2013 di Bali pun membuka kesempatan untuk terlibat di Forum Tata Kelola Internet ini. Anda bisa mendaftar untuk ikut acara ini secara gratis. Gratis dalam arti acaranya, anda tak perlu membayar untuk bisa berdiskusi dan berdebat dengan pejabat negara lain atau perusahaan besar seperti Google atau Facebook. Kedudukan semua peserta sama tanpa dibedakan sehingga akan sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari acara ini.

Untuk bisa mengikuti Forum Tata Kelola Internet ini, sebelumnya anda harus mendaftar di link http://www.intgovforum.org/cms/igf-2013-registration   Pendaftarannya sangat mudah dan anda akan diberikan konfirmasi setelah pendaftaran anda diterima. Bagi yang bermukim di Bali, tentunya tak butuh biaya besar untuk terlibat di Forum Tata Kelola Internet ini.

Forum Tata Kelola Internet ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan lebih  jauh tata kelola internet di Indonesia. Indonesia harus bisa mengambil sebanyak-banyaknya manfaat dari forum ini. Indonesia harus bisa memasukkan banyak hal tentang berbagai isu seputar kebebasan berekspresi di internet agar diketahui dan disetujui peserta atau negara lain.

Keterlibatan multi stakeholder di acara ini sangat penting karena internet bukanlah milik satu negara atau perusahaan seperti Google dan Facebook. Internet haruslah jauh dari penguasaan pihak-pihak yang memiliki kepentingan sehingga bisa menjadi katalisator penting dan mampu mendorong pertumbuhan dan menegakkan hak asasi manusia.

Sebagai pengelola blog ini, saya turut menyempatkan diri untuk hadir di Acara Forum Tata Kelola Internet ini. Semoga nanti kita bisa bertemu dan berdiskusi di sela-sela acara. Sampai jumpa nanti di Bali.

Monday, September 23, 2013

Cara Hebat Meningkatkan Follower di Google Plus

Dibandingkan Facebook dan Twitter, Google Plus hadir lebih belakangan. Namun hal ini ternyata tidak membuat Google Plus lebih tertinggal dibandingkan kedua media sosial tersebut.

Sudah banyak sekali artikel yang memberitakan bahwa Google Plus berkembang sangat pesat. Jumlah pengguna aktif setiap waktu terus meningkat. Namun tentu sebagai media sosial relatif baru, banyak pengguna bingung bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan jumlah follower secara signifikan.
Salah satu cara cepat adalah dengan masuk ke dalam daftar Suggested User. Sayangnya untuk memasuki daftar ini butuh usaha panjang secara terus-menerus. Namun jika anda berkeinginan, anda perlu melakukan beberapa langkah penting berikut ini.

1. Meningkatkan Koneksi. Ketika anda masuk Google Plus, tingkatkan koneksi anda dengan mengikuti pengguna lain sebanyak mungkin yang sesuai dengan minat dan keahlian anda. Misalnya jika anda sangat suka hal-hal yang terkait teknologi, tambahkan pengguna lain yang memiliki minat yang sama dengan anda.

2. Tingkatkan kehadiran anda di Google Plus dengan berinteraksi dengan pengguna lain dengan minat yang sama. Bentuk interaksi di Google Plus sebenarnya sangat intim melalui Circles. Dengan pengguna lain dalam Circles anda, anda bisa berintekasi tanpa harus khawatir diketahui orang lain.

3. Bagi konten, lakukan diskusi dan update sesuatu yang sesuai dengan minat anda. Jangan membagi hal lain sebanyak hal yang anda sukai atau minati. Konten yang anda bagi haruslah jelas sumbernya dan memiliki akurasi yang baik sehingga pengguna lain mempercayai anda.

Dengan tiga cara ini secara konsisten suatu saat kelak anda akan masuk ke dalam Suggested User yang akan memiliki dampak positif terhadap jumlah follower anda. Anda bisa belajar dari  seorang pengguna Google Plus yang bisa meningkatkan jumlah followernya dari 4.000 menjadi 80.000 dalam waktu hanya 4 bulan berkat fitur Suggested User.

Sumber: GSQi

Thursday, September 12, 2013

Facebook Didenda 20 Juta Dollar AS

Keputusan final telah dibuat oleh pengadilan di Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu. Keputusan tersebut mengharuskan Facebook mengeluarkan uang 20 juta dollar AS karena kalah dalam class actionClass Action tersebut terkait dengan kasus sponsored stories yang terjadi di tahun 2011 yang lalu.

Perlu diketahui, pada tahun 2011 yang lalu lima orang penggugat mengajukan class action atas fitur sponsored stories di Facebook. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi LIKE terhadap pengiklan tertentu dengan teman-teman di jaringan pertemanan mereka. Misalnya jika anda melakukan LIKE terhadap page McDonald, maka LIKE anda, nama anda dan profil anda akan muncul di news feed teman anda. Hal ini terjadi tanpa sepengetahuan pengguna dan tidak ada tombol yang memungkinkan pengguna keluar dari fitur ini.

Tentu saja hal ini menguntungkan bagi Facebook dan pengiklan, namun menjadi masalah privasi bagi pengguna. Ada kesan Facebook memanfaatkan penggunanya untuk untuk memperoleh manfaat finansial. Tambahan lagi pengguna yang masuk ke dalam fitur Sponsored Stories ini tidak dibayar oleh Facebook untuk menciptakan spread terhadap pengiklan.

Lima orang penggugat tersebut dimenangkan oleh pengadilan. Keputusan pengadilan adalah mengharuskan Facebook membayar 20 juta dollar AS dan berjanji memberikan kontrol kepada pengguna atas apa yang mereka bagi. Perinciannya, 9 juta dollar untuk 614 ribu pengguna yang terlibat di sponsored stories dan selebihnya untuk pengacara dan organisasi seperti seperti Electronic Frontier Foundation.

Sumber: The Next Web, Gigaom, dan Reuters

Teman di Facebook Sebabkan Kegagalan Pengajuan Kredit

Dengan siapa saja anda berteman di Facebook. Adakah di antara teman di jalur pertemanan anda yang menunggak cicilan bank? Hati-hati, bisa saja teman anda yang menunggak tersebut memengaruhi skor kredit anda sehingga anda kesulitan memperoleh pinjaman dari bank.

CNN melaporkan beberapa perusahaan yang bergerak dalam bisnis pinjaman keuangan telah menemukan bahwa hubungan sosial dapat menjadi indikator yang baik untuk skor kredit seseorang.

Salah satu perusahaan tersebut, Lenddo, bisa menentukan apakah Anda berteman di Facebook (FB) dengan seseorang yang terlambat membayar kembali pinjaman dari Lenddo sebagai indikator skor kredit. Jika teman anda telat membayar pinjaman dari Lenddo, berarti hal tersebut kabar buruk bagi Anda. Bahkan akan lebih buruk lagi  jika teman yang menunggak tersebut sangat sering berinteraksi dengan anda di Facebook.

Ini artinya pemberi pinjaman beranggapan orang yang berinteraksi dengan anda setidaknya akan mampu memengaruhi anda, termasuk dalam hal membayar kembali pinjaman. Jika anda berteman dengan orang yang suka menunggak pinjaman, dikhawatirkan jika memperoleh kredit, anda akan ikut-ikutan menunggak pembayaran.

Meskipun penerapan hal ini belumlah terlalu luas dan hanya perusahaan pemberi pinjaman tertentu yang melakukannya, ada baiknya anda harus pilih-pilih teman di Facebook. Setidaknya pengaruh teman di Facebook dianggap cukup besar dalam berbagai hal, seperti keputusan untuk membeli barang tertentu. Rekomendasi teman di Facebook menjadi pertimbangan dalam melakukan pembelian.

Demikian pula sebaliknya. Teman anda di Facebook yang rajin menunggak pembayaran pinjaman dikhawatirkan akan ikut memengaruhi anda jika anda menerima pinjaman sehingga anda lebih sulit untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.

Sumber:  CNN via Slate

Tuesday, September 10, 2013

Fitur Google Now Makin Kaya Informasi

Bila anda pengguna smartphone Android berbasis Jelly Bean, anda kini sudah dapat mempergunakan aplikasi Google Now dengan tambahan berbagai informasi yang makin kaya. Sebagaimana diketahui, aplikasi Google Now adalah aplikasi Google Search yang dikembangkan oleh Google yang berbentuk kartu-kartu sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan pencarian manual. Cukup dengan memasukkan berbagai informasi dasar yang ingin anda ketahui, nantinya Google Now akan mengupdate informasi tersebut secara otomatis.

Informasi dasar yang perlu anda masukkan misalnya adalah lokasi tempat tinggal, lokasi kerja, klub sepak bola kesukaan anda, dan harga saham. Nantinya jika anda membuka aplikasi Google Now akan tersedia informasi terkini tentang hal tersebut, termasuk cuaca lokal saat anda berada.

Dalam pembaruan terbaru yang diberikan Google di Google Now, pengguna dapat memperoleh informasi yang makin kaya. Informasi tersebut antara lain tempat penyewaan mobil, tiket konser, public transit yang semakin baik, sharing komunitas, informasi acara televisi dan olahraga football Amerika atau NCAA.

Hal yang perlu diketahui dalam memanfaatkan Google Now ini adalah anda pertama sekali perlu melakukan pengaturan informasi apa saja yang ingin anda peroleh. Jika sudah diatur, nantinya informasi tersebut akan terupdate secara otomatis. Selain itu, beberapa tempat yang pernah anda kunjungi, juga akan muncul di Google Now. Tempat-tempat yang dekat dengan posisi anda pada waktu tertentu juga akan muncul, misalnya restoran atau tempat pariwisata.

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...