Tuesday, July 31, 2012

Bagaimana YouTube dan Google Plus Melahirkan Artis


Artis datang dan pergi. Dunia musik sepertinya tidak pernah sepi. Bila anda penggemar lagu-lagu lama 1970-an atau bahkan lebih tua dari itu, internet menyediakan bagi anda lagu yang anda suka dengan baik sekali. Anda dapat mendownload lagu kesukaan anda, berbayar atau gratis.

Ekor panjang yang diciptakan oleh kemajuan internet memungkinkan generasi sekarang menyukai lagu lama yang artisnya mungkin saja tak pernah dilihatnya secara langsung di televisi atau bahkan tidak kenal sama sekali. Tidak itu saja internet dengan jangkauan luasnya memungkinkan lahirnya musisi-musisi baru yang pada awalnya hanya terkenal di dunia internet, namun dengan cara ketok tular, musisi ini akhirnya mendunia dan memperoleh pujian yang tidak sedikit.

Saya akan berikan beberapa contoh artis dunia yang lahir di zaman internet ini dengan tidak perlu lagi mengikuti berbagai lomba asah bakat yang juga sangat banyak dilakukan.

Pemuda berusia 14 tahun ini merupakan magnet baru di dunia musik. Di saluran YouTube miliknya, videonya telah ditonton jutaan orang.

Sejak munculnya media sosial Google Plus, Kina sudah menjadi bintang. Ia boleh dikatakan merupakan artis yang dilahirkan oleh Google Plus. Di Google Plus tidak hanya memposting video lagu baru yang diupload ke YouTube, tetapi juga berinteraksi dengan followernya yang mencapai 2 juta lebih.

3. Alexa Goddard
Penyanyi asal Inggris ini menikmati ketenaran berkat YouTube. Videonya di YouTube telah ditonton 31 juta kali.

Sama dengan Kina Grannis, Daria Musk terkenal melalui media sosial Google Plus. Di media sosial ini, Dari sudah memiliki 1,5 juta lebih follower. Ia juga rajin melakukan update dan hangout dengan fans. Keterikatannya dengan fans terutama melalui Google Hangout cukup tinggi.

Kira-kira selain bakat musik yang dimiliki artis baru di atas apa yang membuat mereka bisa sukses? Kemajuan internet merupakan faktor utama mereka sehingga sukses. Dalam arti yang khusus, keberadaan YouTube merupakan hal yang sangat membantu. Seluruh artis di atas melakukan upload video di YouTube, kemudian membagi video mereka, pertama kepada teman-teman dekat mereka. Lalu teman-teman satu kota, satu negara dan barulah ke seluruh dunia. Berkat ketok tular membagi video itu bisa terjadi secara simultan.

Tidak itu saja, mereka sangat kuat dalam berinteraksi di media sosial. Membuat akun di Facebook, Twitter, Google Plus, Reddit dan banyak lainnya merupakan hal yang harus dikerjakan untuk memperoleh banyak tanggapan. Kita melihat bahwa tidak butuh waktu lama bagi artis tersebut di atas untuk menjadi terkenal.

Dengan demikian, zaman kemajuan internet telah membawa perubahan signifikan terhadap cara lahirnya musisi baru. Banyak bintang baru, baik lokal maupun internasional berawal dari upload video di YouTube. Ini menjadi kredit tersendiri bagi Google bahwa YouTube memungkinkan alternatif dalam menciptakan artis yang pada akhirnya akan membawa perkembangan dalam dunia musik.

Inilah zaman itu. Dengan ekor panjang yang diciptakan internet akan banyak sekali bintang yang lahir yang mengisi relung-relung pasar yang pada awalnya mungkin tidak diperkirakan.
Namun tentu penciptaan artis yang terkesan instan tersebut membawa masalah. Terkadang apa yang anda lihat di video tidak sama baiknya ketika mereka merilis album. Ada kasus ketidaksesuain di mana saat ditonton di YouTube kemudian populer, namun kepopulerannya teramat singkat.

Kita bisa melihat pada kasus Norman Kamaru atau Shinta Jojo. Mereka terlalu cepat tenggelam dan hampir tidak memperoleh liputan setelah sempat populer. Namun ini kasus lokal di mana artis seperti Norman dan Shinta Jojo terkenal lebih kepada kebetulan. Mereka tidaklah seperti kasus artis lainnya di luar negeri yang memang berniat menjadi artis melalui jalur alternatif seperti YouTube. Norman Kamaru dan Shinta & Jojo adalah artis dadakan, bukan karena pada awalnya berniat menjadi artis. Mereka memperoleh keterkejutan luar biasa ketika terkenal sehingga saat kualitas asli mereka ternyata tidak bagus, mereka pun kemudian ditinggalkan.

Selain hal itu kasus Norman Kamaru atai Shinta Jojo memberikan pelajaran bahwa mereka hanya cukup puas dengan kepopuleran sejenak. Mereka tidak kuat berinteraksi di media sosial untuk menjaga untuk tetap populer. Keterkejutan saat menjadi populer membutakan langkah mereka untuk berusaha menjaga kepopuleran dalam jangka panjang.

Hal ini sangat berbeda dengan artis lain yang dilahirkan dan sengaja lahir melalui jalur alternatif YouTube dan Google Plus. Artis seperti Daria Musk dan Kina Grannis terus-menerus mendapat liputan yang konsisten. Mereka setidaknya sudah melakukan berbagai konser di berbagai negara. Kepopuleran mereka adalah sebuah jalur yang direncanakan secara matang. Mereka tidak perlu ikut American Idol atau British Got Talent karena mereka tahu itu jalur biasa yang dan bukan untuk mereka.

Bagi mereka ini internet, Google dan YouTube adalah jalur yang dipilih untuk menjadi artis. Mereka menikmati kemajuan internet dan menjadikannya cara baru untuk menjadi artis. Dengan demikian, internet bukan lagi hanya sekadar untuk mendengarkan lagu, menonton video atau mendownload lagu, internet adalah media bagus bagi mereka yang ingin menjadi artis, tetapi bukan artis dadakan.

Facebook Dikalahkan Google Plus


Apa faktor yang membuat anda masih berada di Facebook? Jika anda bertanya kepada saya, saya berada di Facebook (dengan nama anonim) untuk kepentingan kuis. Itupun saya lakukan jika terpaksa. Sebagian besar waktu saya dalam bermedia sosial berada di Google Plus dan Twitter.

Apa yang membuat saya dan banyak pengguna lainnya lebih memilih berada di Google Plus dan Twitter? Salah satu faktor adalah tingkat kepuasan berinteraksi di Google Plus dan Twitter lebih tinggi dibandingkan dengan di Facebook. Benarkah?

Sebuah survei berkala yang dilakukan oleh  American Customer Satisfaction Index menempatkan situs media sosial Google, Google Plus sebagai media sosial dengan tingkat kepuasan tertinggi. Google Plus yang baru berusi satu tahun tersebut kini telah memiliki 250 juta registered user dan jumlah penggunannya setiap bulan meningkat. Demikian juga traffic-nya meningkat sangat cepat.

Dalam skala sempurna 100, Google Plus memperoleh nilai 78 mengalahkanFacebook yang berada diurutan buncit. Cukup mengejutkan sebagai pendatang baru di media sosial, Google Plus berhasil mengalahkan banyak media sosial lainnya yang lebih dulu eksis seperti Facebook dan Twitter.

Bagi Facebook sendiri, posisinya di dalam survei tersebut jauh turun, yaitu dari posisi pertama ke posisi terakhir dalam hal kepuasan pengguna media sosial. Facebook juga dikalahkan oleh Pinterest yang baru beberapa waktu mengemuka di media sosial. 

American Customer Satisfaction Index (ASCI) yang bekerja sama dengan Forsee (sebuah perusahaan analis) melaporkan bahwa Facebook suffers the largest decline in customer satisfaction. Tentunya timbul pertanyaan, apa sebab menurunnya kepuasan pengguna Facebook di Amerika Serikat?

Pertama, peluncuran Timeline sebagai fitur baru bagi pengguna Facebook yang banyak mendapat kritikan pengguna. Beberapa waktu yang lalu ditemukan fakta  dari 10 pengguna Facebook hanya satu pengguna yang mau menggunakan fitur Timeline tersebut. Pengguna merasa bahwa seringnya perubahan yang dilakukan oleh Facebook membuat mereka kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa selain hanya menyerah dengan keinginan Facebook tersebut. Dalam survei oleh ASCI ditemukan bahwa porsi terbesar dari komplain pengguna Facebook adalah menyangkut Timeline.

Kedua, iklan. Sudah jamak diketahui bahwa Facebook memanfaatkan penggunanya agar bisa memperoleh pendapatan dari iklan. Survei ASCI menemukan 19% pengguna merasakan bahwa iklan mengurangi kepuasan mereka dalam ber-facebook-an. Iklan juga merupakan fitur yang paling kurang disukai di Facebook.

Ketiga, masalah privasi. Privasi merupakan hal yang sangat langka di Facebook. Sebaik apapun anda mengatur privasi di Facebook anda tetaplah terlihat oleh pengguna lain. Karena pada dasarnya, Mark Zuckerberg memang menginginkan interaksi tanpa batas di Facebook. Konsep pertemanan di Facebook membuka ruang bagi terlihatnya data-data sensitif pengguna. Survei ASCI menemukan bahwa hampir 50%  memberikan rating poorbagi privasi di Facebook.

Tiga poin tersebut di atas menjadi poin negatif Facebook yang membuatnya turun jauh dalam indek kepuasan pengguna media sosial di Amerika Serikat.

Bagaimana dengan Google Plus? Apa yang membuat situs media sosial Google yang baru setahun ini mampu merebut hati pengguna media sosial di Amerika Serikat?

Pertama, komitmen besar Google Plus dalam hal privasi. Pengguna media sosial merasakan bahwa Google Plus benar-benar memperhatikan privasi mereka. Bila dibandingkan dengan pengguna Facebook, hanya 18% yang merasakan komitmen Facebook terhadap privasi excellent, sedangkan pengguna Google Plus sebesar 42% merasakan komitmen Google Plus excellent.

Kedua, tidak ada iklan. Sejauh ini Google Plus tidak ada iklan. Artinya situs ini benar-benar tidak mengijinkan pengiklan untuk meletakkan iklan mereka di situs Google Plus. Hal ini tentu berbeda jauh dengan Facebook yang terus mengundang pengiklan untuk mau beriklan di Facebook dengan berbagai cara. Google memang tidak menempatkan iklan di Google Plus karena mereka melalui search engine dan program adwords dan adsensesudah melakukannya. Pengalaman berinteraksi pengguna Google Plus lebih baik karena tidak perlu diinterupsi oleh iklan yang lalu lalang.

Ketiga, pengalaman mobile. Bila anda pengguna Android dan iPhone, serta iPad anda akan memberikan pujian kepada Google Plus. Google Plus di Android, iPhone dan iPad memperoleh banyak pujian karena aplikasinya sangat bagus.  Berbeda dengan Facebook yang kini masih tengah berusaha membuat aplikasi yang superior untukmobile, Google Plus sudah terintegrasi dengan baik dalam berbagai perangkat terutama smartphone.

Meskipun demikian, secara keseluruhan tingkat kepuasan pengguna media sosial menurun. ASCI dalam laporannya mengatakan dari 700.000 wawancara dengan pengguna media sosial, nilai kepuasan turn ke angka 69 secara keseluruhan.


Samsung Galaxy Tab Tidak Mencuri Desain iPad


Perang antara dua raksasa teknologi, Apple Inc dan Samsung seperti tidak ada habisnya. Belum lama ini Apple Inc berhasil melakukan pelarangan dua produk Samsung di Amerika Serikat, yaitu Samsung Galaxy Tab 10,1 dan Samsung Galaxy Nexus. Meskipun kemudian pelarangan Galaxy Nexus kemudian dibatalkan setelah Samsung melakukan mosi, namun Galaxy Tab 10,1 tetap dilarang untuk diedarkan di AS.

Bahkan kemudian Apple Inc. mengeluarkan surat kepada retailer tentang peringatan mengedarkan Galaxy Nexus yang tidak hanya terbatas kepada Samsung, tetapi juga segenap retailer yang mengedarkan smartphone tersebut. Langkah ini tentu saja membuat banyak retailer was-was karena takut mereka terkana mosi dari Apple Inc.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, di Belanda beberapa waktu yang lalu, Apple Inc. diperintahkan untuk membayar ganti rugi kepada Samsung terkait sengketa paten. Di Inggris kasusnya juga baru diputuskan beberapa waktu yang lalu. Hakim berpendapat bahwa Samsung Galaxy Tab  tidak mencuri desain iPad. Hakim menyatakan bahwa Galaxy Tab as not cool as iPad. Ini artinya dalam upayanya melarang Samsung dengan mengajukan sidang paten di Inggris, Apple Inc. mengalami kekalahan.
Hakim Colin Birss dalam keputusannya pada tanggal 9 Juli yang lalu mengatakan:
Samsung’s tablets were unlikely to be confused with the iPad because they are “not as cool.”
Imbas dari kekalahan tersebut adalah Apple Inc. diperintahkan untuk membuat pernyataan bahwa Samsung tidak mencuri desain paten iPad di situs Apple Inc yang berada di Inggris Raya dan koran serta majalah Inggris. Bloomberg melaporkan:
Apple Inc. (AAPL) was ordered by a judge to publish a notice on its U.K. website and in British newspapers alerting people to a ruling that Samsung Electronics Co. didn’t copy designs for the iPad.
Perintah pengadilan ini merupakan hal yang baru dalam kasus paten antara Samsung dan Apple Inc. Selama ini seperti di Amerika Serikat, meskipun Samsung terbukti melakukan penyalahgunaan paten Apple Inc. di Galaxy Nexus  (setidaknya menurut hakim Lucy Koh), Samsung tidak diperintahkan untuk mengeluarkan pernyataan yang memberitahukan kepada konsumen bahwa smartphone mereka melanggar paten Apple Inc. Demikian juga HTC ketika mereka kalah di Amerika Serikat dari Apple Inc.

Hakim memerintahkan Apple Inc untuk menempatkan pernyataan bahwa Samsung tidak melakukan copy desain iPad tersebut di situs Apple di Inggris selama enam bulan. Selain itu Apple Inc. diwajibkan juga untuk mempublikasikannya di beberapa koran dan majalah untuk meluruskan persepsi konsumen bahwa Samsung melakukancopy desain produk Apple Inc.
Tentu saja keputusan pengadilan ini terbilang berat. Pertama, selama ini persepsi yang dibangun oleh Apple Inc. adalah bahwa tabletSamsung Galaxy Tab khususnya merupakan pencurian terang-terangan terhadap produk Apple Inc., iPad. Persepsi ini terus dikemukakan dengan melakukan perang paten  terhadap Samsung di berbagai negara, terutama AS dan Eropa.

Dengan membuat pernyataan yang kontra dengan persepsi yang selama ini dibangun, Apple Inc. tentu merasakan keberatan. Perintah ini mengharuskan Apple Inc. membuat sebuah “iklan” untuk Samsung Galaxy Tab yang nyata-nyata merupakan pesaing iPad di situs milik Apple Inc. Artinya suka atau tidak Apple Inc. harus mengiklankan Samsung Galaxy Tab.
Kedua, dampak lanjutan dari perintah ini. Kasus paten antara Samsung dengan Apple Inc yang diputuskan di Inggris ini mungkin saja jadi acuan bagi negara Eropa lainnya di mana terjadi kasus yang sama seperti di Belanda dan Jerman.

Tentu saja kasus paten antara Samsung dengan Apple Inc. masih jauh dari kata selesai. Meskipun telah ada beberapa upaya untuk mencari kesepakatan, seperti pertemuan petinggi Samsung dan Apple Inc., perang paten antara kedua perusahaan yang saling berhubungan bisnis ini masih terus berlangsung.

Update: Apple berhasil melakukan banding dan diizinkan untuk tidak menampilkan pernyataan yang menyatakan bahwa Samsung tidak melakukan copy desain iPad.

Sumber: Bloomberg, Endgadget, Business Insider, Android Police, Cnet

Nokia Lumia Kemahalan (Overpriced)?


Di artikel sebelumnya, saya laporkan bahwa Nokia Lumia 900, Windows Phone andalan Nokia untuk merebut hati konsumen Amerika Serikat, hanya terjual 330 ribu unit saja selama empat bulan terakhir. Jumlah tersebut tidak seluruhnya Nokia Lumia 900, mungkin ada beberapa ratus Nokia Lumia 710 yang juga dijual di Amerika Serikat.

Jumlah penjualan yang hanya tiga ratus ribuan tersebut tentu saja sanga sedikit dan jauh dari harapan Nokia dan Microsoft. Apalagi kalau kita lihat pemasarannya tidak tanggung-tanggung untuk membuktikan bahwa Nokia Lumia adalah smartphone terbaik.

Ternyata Nokia cukup tahu diri dengan mengambil langkah diskon harga Nokia Lumia 900 di Amerika Serikat. Kini harga barunya hanya 49,9 dollar AS dengan kontrak selama dua tahun atau 399 dollar tanpa kontrak. Tentu saja langkah diskon ini perlu agar konsumen mau membeli Nokia Lumia 900 tersebut. Namun, konsumen bukanlah makhluk tak berakal dan akan langsung menyerbu Nokia Lumia 900 tersebut, apalagi konsumen Amerika Serikat cukup pintar.

Ada beberapa hal mengapa langkah diskon tersebut tidak akan berhasil mengangkat jumlah penjualan Nokia Lumia di Amerika Serikat atau bahkan mungkin di Indonesia jika diterapkan hal serupa. Pertama, konsumen sudah sangat terikat dengan tiga platform utama smartphone, yaitu Android, iOS dan BlackBerry. Datangnya Windows Phone sebagai platform keempat di pasar AS dan dunia sejatinya memperoleh perlawanan sengit dari ketiga platform tersebut.

Ini artinya meskipun harga murah, konsumen akan lebih memilih tiga platform utama karena tidak ada kelebihan yang ditawarkan Nokia Lumia 900 semenjak awal dipasarkan yang mampu menarik konsumen untuk berpindah. Mestinya harga murah tersebut sudah sedari awal diterapkan, bukan karena kurang laku, lalu kemudian didiskon. Konsumen akan merasa mereka membeli sesuatu yang kurang menarik sehingga bisa saja mereka tidak membelinya.

Kedua, dari tanggal 30 Juni 2012, Nokia Lumia 900 dan Nokia Lumia lainnya sudah tertinggal dan kuno karena tidak bisa diupgrade ke Windows Phone 8. Microsoft sendirilah, sebagai partner Nokia yang menyebabkan hal ini terjadi karena tidak memberikan upgrade untuk Windows Phone 7.x ke Windows Phone 8. Ini artinya meskipun murah, konsumen di AS belum tentu mau membelinya karena akan segera tertinggal dengan hadirnya Windows Phone 8.

Ketiga, diskon harga ini baru berlaku di AS dan tampaknya tidak/belum berlaku di negara lain. Ini artinya konsumen di negara lain tidak bisa menikmatinya sehingga kesan mahal Nokia Lumia 900 tetap ada. Di Indonesai saja harganya lebih dari 5,5 juta. Harga ini untuk pendatang baru dengan sistem operasi yang belum familiar bagi konsumen kemahalan.  Tidak itu saja, taktik diskon harga ini menjadi bukti bagi konsumen bahwa Nokia Lumia 900 dari awal sudah overpriced (kemahalan). Tidak itu saja bisa jadi Nokia mengakuinya dengan melakukan diskon harga seperti sekarang ini.

Secara umum, dari semenjak diperkenalkan saya cukup khawatir dengan Nokia Lumia. Saya memperkirakan seri Nokia Lumia ini tidak akan mampu berbuat banyak untuk mengangkat kembali nama Nokia dari keterpurukan. Berpartner dengan Microsoft merupakan jalan yang salah yang ditempuh Nokia dan menunjukkan kesombongan mereka karena tidak mau mengadopsi Android. Meskipun memperoleh 1 miliar dollar atas kerja sama dengan Microsoft, namun junlah tersebut terlalu kecil bila dibandingkan dengan masalah yang kini dialami Nokia karena ketidakmampuan mereka kembali ke pasar lebih cepat.

Kurang lakunya Nokia Lumia juga merupakan bukti tidak berjalannya kerja sama antara Nokia dan Microsoft.

Bukti Nokia Lumia Kurang Laku


CEO Nokia, Stephen Elop, beberapa waktu yang lalu mengakui bahwa penjualan Nokia Lumia yang berbasis Windows Phone sedikit. Namun kita tidak tahu persis, kata sedikit itu merujuk ke jumlah berapa. Atau tepatnya seberapa besar sebenarnya jumlah Nokia Lumia yang terjual, terutama di Amerika Serikat di mana di negara ini Nokia meluncurkan dua seri, yaitu seri 710 dan seri 900 yang diklaim sangat murah untuk menarik banyak konsumen untuk membeli.

Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab setelah Horace Dediu di blognya di Asymcomelakukan trace terhadap data penguasaan pasar smartphone di Amerika Serikat yang dihasilkan oleh Nielsen dan comScore.

Dari data terlihat, Android menguasai pasar Amerika Serikat sebesar 51% tidak berbeda jauh dengan yang dikemukakan Kantar World Panel Comtech tanggal 2 Juli yang lalu. Penguasaan Android sebesar 51% ini dibagi kepada Samsung sebesar 17%, HTC sebesar 14%, Motorola sebesar 11% dan lainnya 9%.

Apple Inc boleh bangga, meskipun secara sistem operasi iOS kalah jauh dibandingkan Android, namun sebagai vendor, Apple Inc merupakan penguasa di pasar Amerika Serikat dengan penguasaan pasar sebesar 34%. Ini artinya selama empat bulan terakhir,market share Apple Inc dua kali lipat dari Samsung.

Vendor asal Kanada, RIM dengan sistem operasi BlackBerry penguasaan pasarnya kini hanya 9% di AS. Kondisi ini jauh turun dibandingkan dengan kondisi tahun 2008 di mana saat ini penguasaan RIM BlackBerry hampir 50%.

Hal yang menarik untuk ditelusuri adalah posisi Nokia dan Windows Phone 7.x yang diusungnya. Penguasaan pasar Windows Phone di AS ternyata kalah dibandingkan dengan Windows Mobile. Hal yang lebih mengejutkan, Nokia yang di-support sepenuhnya oleh Microsoft ternyata hanya memperoleh pasar 0,3% di Windows Phone kalah dari Samsung dan HTC yang juga meluncurkan smartphone berbasis Windows Phone dengan penguasaan pasar masing-masing 0,5%.

Dengan asumsi jumlah pengguna keseluruhan smartphone di Amerika Serikat 110 juta unit sebagaimana dilaporkan oleh comScore, Nokia hanya menjual 330 ribu unit Nokia Lumia di Amerika Serikat (0,3% x 110 juta) selama empat bulan terakhir. Jumlah ini tentu saja sebuah jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan vendor lainnya semisal Samsung dan Apple Inc. Bahkan  jika kita lihat penguasaan pasar RIM BlackBerry yang 9% mereka memiliki pengguna lebih banyak dibandingkan Nokia, yaitu sebanyak 9,9 juta selama empat bulan terakhir.

Apa artinya?

Jika kita rujuk data di atas, jelas sudah bahwa perpaduan Nokia dengan Windows Phone belum juga memberikan posisi yang menguntungkan bagi Nokia. Jika kita lihat sedemikian banyaknya kampanye pemasaran yang dilakukan Nokia dan Microsoft, jumlah penjualan sebanyak 330 ribu unit tersebut sangatlah tidak memadai. Apalagi bila kita perhatikan, Nokia dan Microsoft sudah melakukan strategi harga murah pada Nokia Lumia 900. Namun, sayangnya, walaupun sudah berharga murah (99 dollar kontrak dua tahun) konsumen tidak juga melirik Nokia Lumia.

Apalagi Microsoft sudah memastikan seri Windows Phone 7.x yang merupakan sistem operasi bagi Lumia 900 tidak bisa diupgrade ke Windows Phone 8. Ini artinya penjualan Nokia Lumia berbasis Windows Phone 7.x mungkin akan terhenti pada angka 330 ribu unit tersebut karena konsumen jelas akan menunggu seri baru Windows Phone 8 yang rencananya akan tersedia di Nokia Lumia 910.

Boleh dikatakan posisi Nokia tidak juga baik setelah memutuskan bergabung ke Windows Phone. Penjualan yang hanya 330 ribu unit Nokia Lumia di AS bahkan kalah dibandingkan dengan Samsung dan HTC yang tidak di-support sepenuhnya oleh Microsoft.

Pertanyaannya mengapa terjadi hal seperti ini?

Jika melihat penguasaan pasar Windows Phone di AS, Samsung dan HTC lebih baik dibandingkan Nokia. Meskipun tidak didukung sepenuhnya oleh Microsoft, mereka berhasil mengalahkan Nokia yang didukung penuh Microsoft. Tampaknya meskipun telah bergabung dengan Windows Phone, dan menjadi pengusung utama Windows Phone, Nokia tidak lagi menjadi pilihan pertama konsumen sebagai merek smartphone/ponsel yang akan dibeli. Dukungan penuh Microsoft terlihat sia-sia karena tidak juga memperbaiki citra Nokia yang sudah terlanjur jatuh.

Tentu saja citra jelek terhadap Nokia di AS ini karena kondisi mereka yang tidak menentu. Setelah setahun  lebih meninggalkan Symbian, ternyata hasilnya semakin buruk. Penjualan Symbian  jelas jauh menurun, sementara Windows Phone tidak juga menjual. Akhirnya Nokia terperangkap apakah akan terus membuat smartphone Windows Phone (yang kemungkinan belum tentu laku) atau berpindah ke platform lain atau bahkan kembali ke Symbian.

Sumber: Asymco, Nielsen, Business Insider

Fragmentasi Sistem Operasi Android


Isu fragmentasi di sistem operasi Android bukan lagi isu baru. Android memang didera oleh isu ini sejak lama. Kita mengetahui bahkan sampai saat ini masih ada smartphone Android yang berbasis Android versi Eclair, Donut, dan Cupcake meskipun versi terbaru sudah dikeluarkan Google beberapa waktu yang lalu, yaituJelly Bean atau Android 4.1.

Pertanyaannya mengapa terjadi fragmentasi di Android? Jawabannya cukup mudah, yaitu karena Android diusung oleh banyak vendor. Masing-masing vendor punya UI dan penyesuaian tertentu terhadap versi Android agar sesuai dengan handset yang akan mereka hasilkan. Misalnya HTC jelas berbeda dengan Samsung, demikian juga dengan Sony dan masih banyak lagi vendor-vendor kecil dari China seperti Huawei. Belum lagi jika kita lihat smartphone merek lokal yang kini sudah mulai mengadopsi Android.  Hal ini berakibat bermacam jenis Android ada di pasaran. Bahkan masih ada vendor yang mengeluarkan handset terbaru mereka dengan basis Android Froyo.

Hal yang lebih mengenaskan, sebenarnya Google sangat cepat dalam merilis versi Android terbaru. Akan tetapi vendor sangat lambat memberikan update versi Android terbaru tersebut kepada pemakai karena harus melakukan penyesuaian sebelumnya ke sekian banyak device yang beredar di pasar. Penyesuaian dan editing ini memakan waktu yang cukup lama yang berakibat lambatnya upgrade. Bahkan pada kasus-kasus tertentu terdapat beberapa device yang tidak menerima upgrade sama sekali.

Coba kita lihat laporan Google pada tanggal 2 Juli 2012 yang lalu. Versi Android terbaru, Ice Cream Sandwich yang diluncurkan pada tanggal 19 Oktober 2011 yang lalu baru memiliki pangsa pasar sebesar 10,7 persen. Ini artinya update dariGingerbread ke Ice Cream Sandwich berjalan sangat lambat. Saya pun mengalami, sewaktu melakukan upgrade dari Froyo ke Gingerbread, butuh waktu hampir satu tahun.

Tentu saja hal ini merugikan konsumen karena jika handset mereka punya kapabilitas untuk diupgrade ke versi Android terbaru, mereka tidak bisa menikmati fitur-fitur baru yang disediakan Google di versi terbaru tersebut. Misalnya di Android Jelly Bean, Google memberikan fitur pencarian dengan perintah suara yang sudah ditingkatkan untuk berkompetisi dengan Siri Apple Inc. Fitur ini sebelumnya tidak tersedia di versi Ice Cream Sandwich. Ketika konsumen ingin melakukan upgrade agar fitur tersebut bisa dinikmati, ternyata vendor belum menyediakan upgrade yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja membuat frustasi.

Pertanyaannya, bagaimana caranya agar minimalnya bisa cepat mendapat upgrade sehingga fragmentasi Android bisa dikurangi?

Jawabannya salah satunya adalah membeli smartphone Android yang dikeluarkan oleh Google alias smartphone atau tablet dengan flagship Nexus. Nexus mulai yang pertama kali keluar sudah dirancang oleh Google. Vendor hanya bertugas melakukan produksi smartphone tersebut. Semua hal mulai dari rancang bangun, UI dan fitur merupakan buatan Google sehingga peran partner Google sangat minimal.

Biasanya setiap Nexus baru yang keluar akan membawa sistem operasi Android terbaru, misalnya Galaxy Nexus yang dibuat oleh Samsung mengusung Android Ice Cream Sandwich dan tablet Nexus 7 buatan ASUS mengusung Android Jelly Bean. Smartphone Nexus yang telah beredar sebelumnya tidak butuh waktu lama sudah dapat diupgrade ke Jelly Bean.
Hal ini merupakan keuntungan membeli smartphone atau tablet dengan brand Nexus yang seluruhnya dirancang oleh Google. Dengan membeli Nexus, upgrade sangat cepat diterima sehingga fitur-fitur baru di Android terbaru seketika itu dapat dinikmati konsumen.

Sayangnya, brand Nexus bukanlah smartphone Android yang populer alias laku di pasaran. Banyak orang mengatakan bahwa brand Nexus cocok bagi mereka yang suka melakukan tweaking (oprek)  atau developer. Meskipun tidak tertutup kemungkinan konsumen biasa juga membelinya. Dengan demikian smartphone Nexus jumlahnya sebagian kecil saja dari keseluruhan smartphone Android yang beredar di pasar.

Kita melihat kenyataan bahwa vendor seperti Samsung, HTC, Motorola, dan Sony merupakan pemain besar Android. Samsung sampai saat ini memiliki smartphone paling laku di Samsung Galaxy S II yang terjual lebih dari 2o juta unit. Belum lagi jika kita hitung Samsung Galaxy S III yang beberapa waktu yang lalu diluncurkan. Ini artinya, Nexus bukan jawaban 100 persen benar untuk mengatasi fragmentasi Android. Konsumen tetap saja mengalami bahwa smartphone mereka akan tertinggal sistem operasinya beberapa lama sebelum upgrade dapat dilakukan.

Untuk itu, langkah penting yang perlu dilakukan adalah vendor harus lebih bisa memastikan ketersediaan versi Android terbaru. Vendor harus dipaksa agar bisa melakukan upgrade secepat-cepatnya ketika versi Android terbaru dikeluarkan oleh Google. Langkah ini nantinya akan memberikan dampak signifikan terhadap fragmentasi Android.

Namun tentu vendor punya ide yang berbeda. Biasanya vendor akan menghasilkan smartphone terbaru dengan sistem operasi Android terbaru terlebih dahulu. Langkah ini tentu saja menguntungkan di sisi vendor. Setelah merilis smartphone dengan Android terbaru, barulah vendor melakukan upgrade smartphone lama ke Android versi terbaru tersebut. Tentu saja langkah ini seperti memaksa konsumen untuk selalu membeli smartphone terbaru untuk bisa menikmati Android versi terbaru.
Sumber: Life Hacker, CNet, Business Insider dan Lainnya

Mengenali Akun Palsu di Facebook


Pernah melihat foto profil pengguna Facebook perempuan yang sangat atraktif? Punya teman perempuan dengan foto profil mengundang syahwat? Hati-hati mana tahu akun tersebut merupakan akun palsu yang berpotensi merugikan anda.

Bila kita lihat lebih jauh ada dua kategori akun palsu di Facebook. Pertama akun palsu yang memang sengaja dibuat pengguna biasa. Artinya akun ini tidak memiliki pengguna yang sebenarnya, tetapi berada dan beraktifitas di Facebook. Misalnya sebuah akun dengan nama Alice Taylor, akun ini dibuat dengan sengaja, namun pengguna sebenarnya bukanlah bernama Alice Taylor.

Kedua akun palsu orang terkenal/selebritis, tokoh atau yang memiliki nilai jual tinggi tertentu. Akun seperti ini dibuat dengan menggunakan nama seseorang yang bisa mendatangkan keuntungan tertentu. Misalnya seseorang yang sama sekali tidak beraktiftas di Facebook, tetapi namanya dicatut dan digunakan seseorang untuk beraktiftas di Facebook. Akun ini nama sebenarnya adalah nama di Facebook tersebut, namun dioperasikan oleh orang yang berbeda tanpa sepengetahuan yang punya nama. Mungkin juga pengguna dengan nama tersebut beraktifitas di Facebook, tetapi akunnya digandakan, artinya namanya sama dengan tujuan menipu atau tujuan lainnya.

Akun Palsu
Facebook tidak menolak kenyataan bahwa penggunanya ada yang palsu. Laporan beberapa waktu yang lalu menunjukkan paling tidak (artinya minimal) 5-6% akun Facebook adalah palsu. Jika kita cari jumlahnya, dengan pengguna katakanlah 950 juta saat ini, artinya ada minimal 57 juta akun palsu berada di Facebook. Jumlah ini sangat besar dan kemungkinan buruk yang mungkin diakibatkannya juga besar.

Tentu pertanyaan bagaimana caranya terhindar dari akun palsu yang sangat banyak di Facebook. Salah satunya adalah mengenali ciri-ciri akun palsu tersebut. Barracuda Networks, sebuah perusahaan jasa keamanan menjabarkan ciri-ciri akun palsu di Facebook hasil temuan mereka, yaitu sebagai berikut.

1. Akun palsu sebagian besar mengaku Biseksual. 60% akun palsu tersebut mengaku Biseksual, bandingkan dengan akun asli yang hanya sepersepuluh. Ini artinya akun palsu yang mengaku Biseksual 10 kali lebih besar dibandingkan akun asli.
2. Akun palsu cenderung punya sangat banyak teman, lebih dari enam kali pengguna asli. Rata-rata akun palsu memiliki teman 726 (orang), sedangkan akun asli rata-rata hanya punya teman 130 (orang).
3. Akun palsu cenderung lebih banyak melakukan photo tagging dibandingkan dengan akun asli. Akun palsu melakukan photo tagging seratus kali lebih banyak dibandingkan akun asli. Rata-rata dalam setiap empat foto, akun palsu melakukan photo tagging sebanyak 136 kali, bandingkan dengan akun asli yang hanya satu kali.
4. Hati-hati akun perempuan. Sebagian besar akun palsu di Facebook (97%) mengaku diri mereka berjenis kelamin perempuan.

Selain penemuan di atas, ada beberapa ciri akun palsu yang lain, sejauh pengamatan yang dilakukan di Facebook. Pertama akun dengan foto perempuan dewasa dengan foto profil “HOT” atau memakai pakaian secuil. Foto profil tersebut memang sengaja dipasang sedemikian rupa untuk memancing klik terutama dari laki-laki. Apalagi bila dihubungkan dengan kenyataan bahwa akun palsu banyak yang biseksual, tidak tertutup kemungkinan  yang biseksual akan melakukan klik dan berteman dengan akun tersebut.

Kedua jika dilihat biografinya cenderung tidak lengkap atau melebih-lebihkan. Dan biasanya foto profil akun tersebut dapat dilihat di situ-situs porno atau dewasa.

Akun yang Dipalsukan
Berbeda dengan akun palsu, akun yang dipalsukan memiliki tendensi yang berbeda, namun bisa saja tujuannya sama, yaitu keuntungan bagi yang mengoperasikan akun tersebut. Sebuah artikel di Business Insider mengupas kenyataan bahwa Facebook lebih menghargai akun yang dipalsukan dibandingkan mereka yang terkena pemalsuan. Artinya Facebook menghargai mereka yang membuat akun lebih dulu di Facebook dibandingkan mereka yang mengklaim bahwa akun tersebut merupakan akun palsu dan harus dihapus dari Facebook.

Jika nama anda dan alamat lengkap anda serta profesi anda (dan jika kebetulan anda orang terkenal), namun tidak menggunakan Facebook atau menggunakannya, bisa saja nama anda dipalsukan. Sialnya jika anda ingin mengklaim sebuah akun tertentu merupakan pemalsuan dari diri anda atau akun anda, anda harus mengirimkan data-data pribadi anda yang telah anda scan ke Facebook.

Apa artinya? Anda dipaksa oleh Facebook mengirim data pribadi anda yang sangat rahasia seperti KTP atau paspor atau SIM agar kemudian Facebook punya alasan untuk menghapus orang yang telah memalsukan akun atau nama anda. Coba kita baca kutipan berikut ini:
In order to get the fake removed, Facebook required an uploaded scan of a government issued I.D. that shows a photo and birthdate (for example, a driver’s license or passport).

Facebook suggests one black out the most sensitive information and claims it will delete this scanned information from its servers once identity has been verified.
In other words, after an impostor faked my identity, I was the one that had to put myself further at risk by providing a verifiable scanned government I.D. to prove I had the right to complain about the fraud enabled by Facebook.
Tentu saja, Facebook dapat menggunakan data pribadi anda yang sensitif tersebut untuk kepentingan bisnisnya, layaknya jutaan akun pengguna Facebook lainnya. Ini artinya, sebenarnya Facebook lebih berkenan menerima sesuatu yang palsu asal berada di Facebook daripada yang asli namun berada di luar Facebook. Hal ini tentu logis terkait bisnis Facebook yang memang menjual data-data penggunanya kepada pengiklan.

So, masih berpikir berada di Facebook? Bagi anda tentu ada 1001 alasan untuk tetap berada di Facebook dan bagi banyak orang lainnya ada juga 1001 alasan untuk tidak berada di Facebook.
#ThinkSmart

Perilaku Sexting Remaja ABG Meningkat


Sebelum kemajuan internet dan smartphone tidak pernah kita temukan kasus hubungan seks yang terjadi karena sexting di kalangan remaja. Kini berkat internet, media sosial dan smartphone kasus-kasus sexting tersebut sudah cukup biasa di kalangan remaja Amerika Serikat.

Sebelumnya mari kita lihat apa itu SextingSexting merupakan kata gabungan dariSex dan Texting. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan mengirimkan gambar-gambar terkait seks kepada teman atau orang tertentu. Tidak hanya terbatas gambar, kata-kata yang mature dan terkait seks juga merupakan bagian dari Sexting.

Gejala Sexting yang berakhir dengan hubungan seks ini baru-baru ini dirilis studinya oleh  University of Texas Medical Branch, Galveston. Studi tersebut melibatkan 948 siswa dari tujuh  sekolah menengah atas di Texas. Responden studi terdiri dari 55,9 persen perempuan. Studi tersebut melibatkan berbagai remaja dari beberapa etnis seperti African American (26,6%), kulit putih (30,3%), Hispanic (31,7%), Asia (3,4%),  dan  etnis lain (8,0%).
Hasilnya cukup mencengangkan.

28% dari responden pernah mengirimkan foto telanjang mereka melalui teks atau email.
31% dari responden pernah menanyakan kepada orang lain untuk melakukan sexting.
57% dari responden pernah diminta untuk  sexting.


Naiknya angka yang melakukan Sexting tersebut tentu sebuah fenomena yang perlu dilihat lebih jauh. Studi sebelumnya menemukan hanya satu persen remaja yang melakukan sexting. Namun kini angka tersebut sudah naik menjadi 28%.

Hal yang perlu dikhawatirkan tentu saja tindakan setelah melakukan sexting ini. Untuk remaja perempuan terdapat hubungan yang  signifikan antara perilaku sexting dengan  kencan, seks dan perilaku seks berisiko. Mereka yang terlibat Sexting memiliki kemungkinan tinggi untuk mulai melakukan kencan, melakukan hubungan seks, memiliki pasangan seks yang banyak, serta menggunakan alkohol dan obat-obatan sebelum berhubungan seks dibandingkan mereka yang tidak terlibat dalam perilaku sexting.

Melihat hal ini dan semakin majunya internet, media sosial serta smartphone, suatu waktu perilaku sexting akan sampai di Indonesia. Saya pun memperkirakan, mungkin saja perilaku sexting ini sudah ada, namun tidak terlihat karena belum ada studi serupa.

Nah pertanyaannya tentu saja bagaimana mengawasi anak remaja  supaya tidak terlibat sexting. Perlu diketahui, sexting merupakan pintu masuk bagi perilaku lainnya yang lebih berisiko seperti terjadinya hubungan seks. Dengan demikian, makin maju zaman, tantangan bagi orang tua semakin berat untuk mengawasi anak remajanya.

Apalagi saat ini, hampir tidak ada anak usia SMA yang tidak punya ponsel. Baik ponsel canggih maupun ponsel basic kini dilengkapi kamera yang bisa mengambil gambar.  Kamera ponsel sangat membantu dalam meningkatkan perilaku sexting berupa pengiriman gambar eksplisit pemilik ponsel tersebut.

Apa Perlu Memboikot Apple Inc.?


Beberapa waktu yang lalu, selama tiga hari lebih trending topic di Google Plus memunculkan hastag yang sama, yaitu boycottapple. Tidak tahu benar, siapa yang memulai aksi membuat hastag tersebut. Hal yang sudah pasti, ternyata hastag tersebut kemudian menjadi trending topic dan sampai detik ini terus bertambah dan memenuhi stream  di Google Plus. Kebetulan, karena genre saya kepada hal-hal yang dekat dengan internet dan gadget dan mengikuti sekian banyak mereka yang ahli dalam bidang tersebut, tentu saja hal sesuatu yang terkait dengan Apple Inc. akan muncul di stream.

Pertama sekali tentu kita bertanya, mengapa muncul gerakan atau stream dengan hastag boycottapple tersebut. Bila anda akrab dengan berita litigas paten antara dua penguasa pasar smartphone saat ini, yaitu Apple Inc. dan Samsung hal ini mungkin tidak aneh.
Beberapa hari yang lalu, jaksa di pengadilan California Selatan,  Lucy Koh, menyetujui pelarangan sementara smartphone Samsung Galaxy Nexus dari penjualan di Amerika Serikat.  Lucy Koh sebagaimana dikutip oleh slashgear dan banyak media lainnya serta Foss Patent mengatakan:
“Apple has articulated a plausible theory of irreparable harm” in its argument against Samsung and the Galaxy Nexus, because of “long-term loss of market share” along with “losses of downstream sales.” The patent in question is the so-called ’604 Siri-style quick search patent, which describes a system “using a plurality of heuristic algorithms to operate upon information descriptors input by the user, the present invention locates and displays candidate items of information for selection and/or retrieval … Thus, the advantages of a search engine can be exploited, while listing only relevant object candidate items of information.”
Dalam uraian di atas Lucy Koh menyetujui bahwa fitur search atau lebih tepatnya voice search layaknya Siri yang ada di Galaxy Nexus menyalahi paten 604 milik Apple Inc. Sebenarnya Apple Inc. mengajukan empat penyalahagunaan paten ke pengadilan, tiga lainnya adalah slide-to-unlock, data tapping dan autocorrect. Namun yang digunakan Lucy Koh untuk melarang beredarnya adalah paten yang terkait dengan Siri.

Atas dasar hal inilah muncul hastag boycottapple di Google Plus. Bila dilihat, hastag boycottapple tersebut ternyata tidak semata menyalahkan Apple Inc, yang dalam hal ini sementara menjadi pemenang dalam perang paten dengan Samsung dan juga Google. Kita tahu, Galaxy Nexus merupakan smartphone flagship dari Google sehingga pelarangan ini sekaligus merupakan cara membawa Google untuk lebih head to head dengan Apple Inc di perang paten.

Beberapa stream tentang boycottapple tersebut juga menyalahkan sistem paten Amerika Serikat yang sudah ketinggalan. Tidak tahu benar, mengapa dikatakan demikian, tetapi ada beberapa stream yang mengajak untuk menandatangani petisi untuk dilakukannya reformasi undang-undang paten di Amerika Serikat.

Bila kita lihat keberhasilan Apple Inc dalam perang paten dengan Samsung baru kali ini, sekaligus yang terbesar dan membawa dampak yang tidak sedikit bagi Samsung dan Google. Bagi Samsung, tentu saja penjualan Galaxy Nexus untuk sementara dihentikan di Amerika Serikat. Jika terus berlanjut tentu saja akan memengaruhi penjualan mereka. Bagi Google hal ini merupakan kekalahan telak karena mereka dikalahkan dengan paten voice search ala Siri, padahal mereka tengah menyempurnakan voice assistant milik mereka sendiri yang diberi nama Google Now untuk Android terbaru, Jelly Bean.

Google Now merupakan pencarian dengan metode suara terbaru dari Google dan ada di Android Jelly Bean yang rencananya akan dimasukkan ke Galaxy Nexus. Artinya smartphone pertama yang mendapat jatah upgrade dari Ice Cream Sandwich ke Jelly Bean adalah Galaxy Nexus. Hal ini karena smartphone ini benar-benar rasa Google dan Samsung hanya dimintakan untuk memproduksinya (berbeda dengan Galaxy S 3 yang benar-benar didesain oleh Samsung sendiri).

Dikabarkan fitur pencarian Google Now ini sudah diuji coba oleh seorang fanboy Apple Inc. dan berhasil mengalahkan Siri secara telak. Google Now memberikan ketepatan jawaban 86%, sedangkan Siri hanya 62%. Ini artinya voice search ala Google ini lebih baik. Namun karena Galaxy Nexus dilarang dijual di AS untuk sementara waktu, Google tentu saja tidak bisa melakukan upgrade terhadap Galaxy Nexus dan hanya bisa dilakukan kepada Galaxy Nexus yang sudah terjual sebelumnya. Ini sama artinya Apple Inc. berhasil (mungkin sebagian) memblok fitur lawan potensial dari Siri.

Dengan dibloknya penjualan Galaxy Nexus, di sisi konsumen tentu saja sebuah kerugian. Tidak dipungkiri bahwa Galaxy Nexus ini merupakan smartphone rasa Google terbaik hingga saat ini. Konsumen tidak akan bisa membeli Galaxy Nexus dan merasakan pengalaman menggunakan smartphone tersebut beserta Android terbaru Jelly Bean dan fitur Google Now. Hal ini mendasari reaksi konsumen khususnya di Amerika Serika melakukan boycottapple melalui Google Plus.

Cara Pintar Membeli Smartphone


Pernah kecewa dalam membeli smartphone? Pernah menyesal, rasanya ingin membanting smartphone yang baru saja anda beli dengan harga mahal? Anda tidak sendiri.
Banyak konsumen mengeluh karena membeli smartphone, ternyata smartphone tersebut tidak cocok atau sulit untuk dikuasai. Lalu bagaimana caranya agar bisa membeli smartphone yang tepat?

Tidak mudah sebenarnya. Banyak dari kita, terkadang harus menyesuaikan diri dengan smartphone yang kita beli. Ini artinya persepsi kita terhadap smartphone tersebut salah atau setidaknya kurang tepat. Smartphone yang kita kira akan mudah untuk digunakan, ternyata terlalu sulit untuk ditaklukkan. Namun tentu ada cara umum, yaitu mengikuti selera publik. Biasanya yang banyak dipakai publik, terkesan lebih mudah untuk dikuasai, misalnya BlackBerry. Anda bisa membuktikan, bahkan anak TK pun sekarang menggunakan BlackBerry. Namun tentu tidak semua orang suka BlackBerry.

Think With Google memaparkan empat langkah penting yang dikenal dengan The Four Phases of The Consumer Decision Journey. Empat langkah ini merupakan tahapan yang biasanya dilakukan konsumen, secara sadar atau tidak dalam membeli smartphone terbaru. Coba kita lihat apa saja langkah-langkah tersebut.

1. Stimulus
Pernah melihat iklan satu halaman penuh Samsung Galaxy S3 di koran Kompas? Pernah melihat iklan di televisi yang menampilkan Zooey Deschanel menggunakan aplikasi Siri di iPhone 4S? Iklan di koran, di televisi, melihat iklan ketika browsing internet, membaca artikel di majalah, mencoba smartphone milik teman atau keluarga, melihat iklan di majalah, membaca artikel di koran, dan menerima e-mail dari toko tertentu merupakan stimulus dalam melakukan pembelian smartphone.

Arti stimulus ini adalah pendorong, sesuatu yang membuat anda ingin membeli smartphone. Dalam studi di tahun 2011 yang lalu Think With Google menyatakan bahwa stimulus terbesar dalam pembelian smartphone adalah melihat iklan di televisi dan di koran, masing-masing sekitar 35%. Tidak heran iklan sebagian besar masih ada di televisi dan di koran.
Setelah memiliki stimulus, apa selanjutnya yang perlu anda lakukan?

2. Zero Moment of Truth
Jangan percaya iklan! Mungkin ini arti tahap berikutnya, yaitu Zero Moment of Truth. Dalam tahap ini, anda jangan percaya 100% yang diiklankan. Lalu kalau tidak percaya iklan, apa yang seharusnya dilakukan?

Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan agar pembelian anda berhasil. Think With Google telah mendata beberapa kegiatan penting yang perlu anda lakukan untuk menentukan apakah smartphone tertentu bisa cocok dengan kebutuhan anda. Pertama adalah cari informasi di internet dengan search engine (Google). Kedua bandingkan smartphone yang hendak anda beli dengan smartphone lainnya secara online. Ketiga cari informasi di situs retailer. Keempat bicarakan smartphone yang hendak anda beli dengan teman atau keluarga. Kelima cari informasi di situs vendor atau pembuat smartphone. Keenam baca review produk secara online dan ketujuh baca komentar-komentar orang di artikel online yang membahas smartphone yang hendak dibeli.

Saya percaya dengan tujuh langkah di atas anda memiliki pengetahuan yang sangat cukup untuk memutuskan membeli smartphone idaman anda. Namun jangan buru-buru. Segala sesuatunya harus berjalan biasa karena kalau anda tergesa-gesa akan ada satu atau dua hal yang luput dari perhatian anda. Ikuti langkah ketiga.

3. First Moment of Truth
Pengetahuan tentang smartphone yang hendak anda beli sudah dimiliki. Namun, mungkin anda belum punya kepercayaan terhadap smartphone karena belum mencoba smartphone tersebut secara langsung. Untuk itu, datangilah toko yang menjual smartphone tersebut. Biasanya di toko tersebut disediakan dummy atau bahkan produk fisik/asli dari smartphone yang hendak dibeli. Saya melakukan hal ini ketika hendak menjajal Nokia Lumia 800.

Setiba di toko yang menjual smartphone ada beberapa kegiatan yang perlu anda lakukan. Pertama lihat secara saksama smartphone yang hendak dibeli. Kedua bertanyalah kepada salesperson tentang smartphone tersebut. Pertanyaannya terserah anda, terutama bagaimana kinerja smartphone tersebut. Ketiga coba langsung smartphone tersebut. Jika toko tidak menyediakan, saya sarankan cari toko lain yang menyediakan produk yang bisa dicoba. Keempat lihat umur produk yang ada di toko. Terkadang, produk tersebut tidak sama sekali baru, mungkin sudah beberapa lama berada di toko. Terakhir, bacalah brochure tentang produk yang disediakan toko sehingga anda bisa membandingkan yang ada di brochure tersebut dengan produk nyata yang anda pegang.

Dengan langkah ketiga ini anda sudah siap membeli smartphone karena anda sudah memiliki informasi yang cukup dan telah mencoba secara langsung produk tersebut. Dan jika benar-benar sudah cocok dan informasi yang dimiliki benar dan sudah mencoba sendiri smartphone tersebut, anda bisa membayar harganya di kasir.

4. Post Purchase Behavior
Ada beberapa perilaku yang dilakukan konsumen setelah pembelian smartphone. Beberapa di antaranya adalah memberitahu teman atau keluarga, melakukan mention ke rekan kerja, menuliskan di wall facebook, menulis review konsumen di situs tertentu dan banyak lainnya. Bila menyangkut smartphone sendiri, ada baiknya anda mendaftarkan smartphone yang anda beli melalui situs vendor. Biasanya hal ini membantu jika terjadi kerusakan atau ada keluhan. Selain itu, perlu juga anda membaca garansi smartphone tersebut. Kemudahan dalam mengurus jika terjadi kerusakan patut pula diperhatikan sebagai nilai tambah dalam membeli smartphone.

Tampaknya langkah-langkah tersebut terlalu ideal? Mungkin. Namun anda perlu memperhatikan bahwa anda membayarkan sejumlah uang yang mungkin saja sangat penting sehingga tentu saja anda perlu teliti dalam membeli agar tidak menyesal kemudian. Bagaimana kalau salesperson-nya tidak ramah, sementara anda sudah tidak tahan untuk membeli tanpa harus bertanya cukup banyak? Saya sarankan untuk calm down. Sebagai pembeli anda perlu pura-pura tidak butuh agar salesperson mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam menjelaskan kecanggihan smartphone yang hendak mereka jual.

Facebook atau Amazon Beli RIM BlackBerry


Sebuah laporan cukup mengejutkan ditulis di halaman The Sunday Times. Menurut situs ini, Facebook dan Amazon merupakan kandidat terkuat untuk membeli divisi handset dari RIM BlackBerry. Seperti diketahui, RIM BlackBerry, layaknya Nokia kini tengah limbung. Pasar mereka di AS terus turun. Penjualan juga mengalami penurunan karena pasar mereka banyak diambil alih, terutama oleh iPhone dan Android.

Laporan terakhir ini, sebenarnya bukan hal yang aneh lagi jika kita telusuri beberapa waktu ke belakang. Beberapa waktu yang lalu, CEO RIM BlackBerry Thorsten Heins menjelaskan posisi RIM yang menyewa JP Morgan dan RBC untuk melihat-lihat peluang terbaik apa yang dimiliki RIM. Salah satu peluang tersebut adalah menjual sebagian atau seluruh perusahaan.

Dengan adanya berita dari The Sunday Times sebagaimana dikutip oleh Business Insiderdan CNet tersebut, kemungkinan RIM sudah menemukan dua kandidat untuk membeli divisi handset mereka. Ini artinya RIM BlackBerry akan fokus untuk melayani enterprise atau bisnis.

CNet melaporkan bahwa nantinya RIM BlackBerry akan terbagi menjadi dua.  RIM BlackBerry akan menjual divisi handset mereka dan memisahkannya dari Messaging Network. Ini artinya RIM fokus dalam memberikan layanan atau jasa, sementara dividi hardware yang terus bermasalah dijual.

Sayangnya, The Sunday Times sebagaimana dikutip oleh CNet dan Business Insider tidak mencantumkan sumber laporan mereka. Namun tentu saja tetap menarik melihat dua kandidat yang dijagokan dalam laporan tersebut. Coba kita lihat satu per satu.

Facebook
Facebook baru saja melakukan IPO. IPO ini cukup bermasalah dan membawa beberapa gugatan baru bagi Facebook. Saham Facebook sempat menyentuh angka 25 dollar AS sebelum kemudian mengalami rebound dan berada di angka 30 dollar per saham.
Sudah bukan rahasia, CEO Facebook adalah penggemar sejati BlackBerry. Mark Zuckerberg dilaporkan sangat mencintai smartphone BlackBerry miliknya.  Jika membeli RIM, paling tidak Mark akan bisa memaksimalkan perangkat BlackBerry yang selama ini sudah sangat baik berkolaborasi dengan Facebook.

Apalagi dilihat, saat ini hanya Facebook (dan juga Amazon) yang tidak memiliki platform mobile. Dengan membeli RIM BlackBerry, Facebook menyelesaikan satu masalah penting, yaitu keharusan memiliki platform mobile untuk bisa bersaing dengan Google dan Apple Inc. Jika bisa memiliki RIM, persaingan di smartphone nantinya akan memaksa Google atau Apple untuk memaksimalkan Android dan iPhone agar bisa bersaing dengan fitur BBM Facebook.

Amazon
Amazon pernah mengajukan tawaran kepada RIM BlackBerry, namun kabarnya ditolak oleh RIM. Jika melihat kondisi RIM saat ini, mungkin tidak ada alasan lagi bagi RIM untuk menolak Amazon jika harga cocok. Bagi Amazon, membeli RIM juga menyelesaikan masalah ketiadaan platform mobile untuk bersaing di pasar smartphone dan tablet. Selama ini Amazon bergantung kepada Android yang telah mereka preteli guna menghasilkan tablet Amazon yang cukup sukses, Kindle Fire.

Namun tentu yang menjadi perhatian Amazon dan Facebook adalah berapa harga divisi hardware RIM? Melihat harga keseluruhan perusahaan RIM BlackBerry yang telah jatuh sangat besar, kemungkinan harganya tidaklah mahal. Akan tetapi tentu saja RIM tidak mau terlalu murah. Negosiasi mungkin akan menjadi buntu jika RIM mematok harga terlalu tinggi mengingat masih banyaknya konsumen mereka.

Tentu saja RIM akan memilih penawar tertinggi. Saya perkirakan Facebook lebih berpeluang karena setelah IPO mereka masih gesit untuk membeli perusahaan lain. RIM merupakan mimpi lama Mark Zuckerberg dan jika jadi nyata ia akan senang sekali.

Stephen Elop mengaku Nokia Lumia Kurang Laku


CEO Nokia, Stephen Elop mengakui bahwa seri Windows Phone Nokia, yaitu Nokia Lumia tidak menjual. Artinya sangat sedikit orang yang mau membeli Nokia Lumia berbasis Windows Phone ini. Nokia Lumia terdiri dari beberapa seri, yaitu Lumia 800, Lumia 710, Lumia 900, dan Lumia 610. Perlu diketahui, per akhir Maret 2012, jumlah Nokia Lumia yang dikapalkan (bukan yang terjual) hanya 2 juta unit.

Pengakuan Stephen Elop disampaikannya di sebuah Conference Call pada pagi tanggal 14 Juni yang lalu. Bersamaan dengan pengakuan tersebut Elop juga memutuskan untuk melakukan langkah penting mengurangi karyawan Nokia sebesar 19% dari jumlah keseluruhan pekerja atau 10.000 sampai dengan akhir 2013 nanti. Selain itu, divisi ponsel mewah Vertu dijual EQT senilai 200 juta Euro sekaligus mengumumkan prediksi pendapatan yang lebih rendah untuk kuartal kedua tahun 2012.

Pengakuan Elop tentang tidak menjualnya seri Nokia Lumia sudah jauh hari diprediksi. Beberapa operator besar di Eropa melaporkan bahwa Lumia 800 dan 710, dua seri awal Nokia Lumia yang pertama kali diluncurkan di Eropa tidak menarik hati konsumen karena berbagai alasan. Nokia Lumia 900 yang diluncurkan di Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu, cukup menggembirakan karena sempat menjadi the best selling phone di Amazon. Namun setelah itu, tidak terdengar lagi. Belakangan di Indonesia seri Lumia 900 ini muncul dengan harga Rp5.750.000,00 per unit.

Elop dalam Conference Call tersebut tidak menyalahkan software Windows Phone buatan Microsoft (tentu saja karena ia mantan orang Microsoft), tetapi lebih kepada orang yang menjual Nokia Lumia. Ia lebih menyalahkan bahwa Android dan iPhone sangat kuat dalan lingkungan retail dibandingkan Nokia Lumia.

Perlu tentunya melihat mengapa Elop tidak menyalahkan software Windows Phone. Bagi banyak pengguna, saat ini kedatangan Windows Phone sangat terlambat. Benar secara software Windows Phone untuk pengguna biasa tidaklah buruk. Akan tetapi dengan datang lebih terlambat di pasar, Windows Phone kehilangan momentum karena konsumen lebih dulu menyukai Android, iPhone dan BlackBerry. Oleh karena Nokia Lumia berbasis Windows Phone, tentu saja Nokia kena getahnya, yaitu tidak dilirik oleh konsumen karena mereka lebih dahulu menyukai Android, iPhone dan BlackBerry.

Bila dilihat sebenarnya Stephen Elop tidak bisa hanya menyalahkan bahwa lingkungan retail lebih memprioritaskan Android dan iPhone. Dari segi ekosistem sendiri, Windows Phone masih kalah jauh dibandingkan dengan Android dan iPhone. Developer yang menciptakan aplikasi lebih fokus di iOS Apple dan Android Google sehingga aplikasi penting dan disukai konsumen lebih banyak ditemukan di kedua platform tersebut. Aplikasi merupakan fitur penting smartphone sehingga ketika sebuah aplikasi penting seperti permainan Angry Birds Space tidak ada di Windows Phone, konsumen akan memperioritaskan Android atau iPhone untuk dibeli dibandingkan Nokia Lumia.

Faktor lain yang sejak munculnya Nokia Lumia dan selalu saya kritisi adalah harga. Nokia Lumia termurah di pasar saat ini adalah Lumia 610 seharga Rp2.250.000,00 (harga awal). Dengan harga sebesar itu belum tentu banyak konsumen mau mencoba smartphone baru yang terbatas pilihan aplikasinya. Selain itu masih sangat banyak pesaing yang harganya berada di bawah Lumia 610. Sebut saja BlackBerry 9920 yang baru diluncurkan RIM BlackBerry seharga 1.990.000,00. Smartphone Android pun sangat banyak yang harganya di bawah Lumia 610. Seri Samsung Galaxy Mini, LG dan Motorola sangat banyak yang harganya di bawah dua juta. Belum lagi smartphone buatan China yang dibundel merek lokal oleh operator seperti Smartfriend Andro.

Ini artinya sebagai pendatang baru di pasar, Nokia dengan seri Lumia salah strategi. Mestinya mereka mengguyur pasar dengan seri murah Nokia Lumia dan memberikan seri mahal dengan fitur-fitur canggih yang bisa bersaing dengan iPhone, Galaxy S 3 dan HTC One X.
Hal ini baru kemudian disadari, yaitu saat Conference Call tanggal 14 Juni tersebut. Stephen Elop mengumumkan akan membuat seri murah Nokia Lumia dan percaya Microsoft mendukung rencana tersebut. Rencananya Nokia Lumia seri murah ini akan ditujukan untuk pasar Cina.

Sadarnya Nokia bahwa harga Lumia selama ini kemahalan mungkin belum terlambat. Akan tetapi, apakah harga murah Nokia Lumia nantinya bisa bersaing dengan Android seri murah? Selama murahnya Android lebih baik daripada murahnya Nokia Lumia, Nokia tidak akan mampu berbuat lebih banyak. Hal ini sangat ditentukan kekuatan lingkungan dan dukungan retailer. Jika pun murah sementara aplikasi masih sedikit dan retailer lebih suka menjagokan Android, nasib Nokia Lumia murah mungkin akan sama dengan pendahulunya.

Sumber: techcrunch, endgadget, businessinsider

RIP Nokia: Rest In Peace


Banyak sekali yang memberikan komentar RIP NOKIA. Tidak salah memang, melihat kondisi Nokia saat ini yang terus saja mengalami penurunan. Terakhir seperti saya catat di artikel sebelumnya, Stephen Elop mengakui bahwa seri Nokia Windows Phone, Nokia Lumia yang diharapkan bisa membawa kembali Nokia ke persaingan ternyata tidak menjual. Elop juga memangkas perkiraan pendapatan untuk kuartal kedua tahun 2012 dan segera melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 10.000 pekerja hingga akhir 2013.

Namun sampai saat ini Nokia masih berdiri dan baik-baik saja, setidaknya demikian yang terlihat secara kasat mata. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kapan sebenarnya Nokia akan keluar dari pasar ponsel, atau istilahnya Rest In Peace (RIP)? Ups, jangan buru-buru mengatakan Nokia dalam waktu dekat akan RIP.

Sebuah artikel cukup menyengat ditulis oleh penulis tetap di Slate, yaitu  Farhad Manjoo. Judul artikel tersebut RIP, Nokia (1865 – 2014). Artikel tersebut secara jelas mengungkapkan kemungkinan Nokia akan keluar atau RIP di tahun 2014 nanti. Mungkin waktunya terlalu lama? 2014 sekitar satu setengah tahun lagi, namun Farhad Manjoo ikut mengukur kemampuan Nokia dengan dukungan Microsoft untuk terus berdiri paling tidak satu setengah tahun ke depan.

Namun mungkin saja situasinya akan berubah lebih cepat bila melihat kondisi terakhir dan dikaitkan dengan pengumuman Windows Phone 8 dua hari yang lalu. Kita tahu bahwa Nokia kini menggantungkan harapan mereka pada Microsoft yang baru saja mengumumkan software terbaru mereka, Windows Phone 8. Namun Windows Phone 8 tersebut, sepertinya tidak akan banyak membantu Nokia terutama bila dikaitkan dengan Nokia Lumia yang sudah dirilis Nokia ke pasar, yaitu Lumia 800, Lumia 710, Lumia 900, dan Lumia 610. Mengapa demikian?

Ada dua alasan. Pertama, seri Lumia yang ada saat ini tidak akan bisa diupgrade ke Windows Phone 8. Ini bukan rahasia lagi, sudah beberapa waktu lalu, Microsoft mengatakan bahwa smartphone berbasis Windows Phone sebelumnya tidak bisa diupgrade ke Windows Phone 8. Business Insider melaporkan:
Microsoft has confirmed that Windows Phone 8 is for new handsets only. It will not be pushing an update to existing Windows smartphones.
Apa artinya? Windows Phone 8 hanya tersedia bagi handset baru. Artinya lagi Nokia harus membangun dari awal lagi handest yang cocok dengan nature Windows Phone 8. Akibatnya adalah Nokia Lumia yang sudah ada saat ini terancam tidak akan terjual karena hanya mentok di Windows Phone 7.x. Paling yang bisa dinikmati dari Windows Phone 8 hanya start screen yang bisa dipersonalisasi, sebuah fitur yang mungkin tidak akan menjadi pertimbangan banyak konsumen.

Ini merupakan tamparan yang cukup berat bagi Nokia karena partner mereka sendiri, Microsoft, ternyata tidak memberikan harapan yang lebih baik. Konsumen yang logis tidak akan membeli smartphone Nokia Lumia yang ada di pasar saat ini karena teknologinya akan segera tertinggal setelah ada handset baru Windows Phone 8 diluncurkan. Logisnya, mengapa harus beli smartphone yang fiturnya sedikit saat ini, jika bisa membeli smartphone yang lebih baik enam bulan ke depan. Belum lagi jika harus dihadapkan dengan Android dan iPhone.

Samsung Galaxy S3 yang berbasis Android membuktikan diri telah dipesan 9 juta unit lebih sebelum peluncurannya. Belum lagi iPhone 5 yang diperkirakan hadir di bulan Oktober 2012 dengan fitur lebih canggih dan semakin tipis. Tentunya konsumen akan lebih melirik smartphone yang lebih dulu di pasar dan terbukti lebih baik.

Nokia juga harus menerima kenyataan bahwa smartphone Nokia Lumia 900 yang cukup banyak dibeli di AS, ternyata juga tidak akan bisa menikmati Windows Phone 8. Hal ini memaksa konsumen untuk tidak lagi membeli Nokia Lumia 900 paling tidak untuk enam bulan ke depan (handset berbasis Windows Phone 8 diperkirakan meluncur akhir tahun 2012). Jelas saja Nokia harus menekan prediksi pendapatan mereka dan ini makin memengaruhi posisi pasar Nokia. Selanjutnya hal ini makin menekan pendapatan Nokia dan mungkin saja nilai kerugian mereka di kuartal kedua nanti makin besar.

Kedua, jika pun nantinya Nokia mengeluarkan handset baru berbasis Windows Phone 8, belum tentu mereka akan bisa menyaingi iPhone dan Android. Mengapa?
Jawabnya fitur yang dijanjikan di Windows Phone 8 sebenarnya merupakan fitur yang sudah ada di iOS dan Android. Coba kita lihat fitur apa saja yang dijanjikan Windows Phone 8 berikut ini.
1. Support for phones running dual-core processors, Android sudah lebih dahulu.
2. Support for phones with high definition screens, Android sudah lebih dahulu
3. Removable Micro SD, Android juga bisa
4. Sharing content with near field communication (NFC) chips, Android sudah sedari Galaxy Nexus.
5. Mobile credit card payments, Android juga sudah ada.


Fitur-fitur di atas merupakan fitur yang sudah terlebih dahulu dinikmati konsumen, terutama mereka yang menggunakan Android dan iPhone. Karena Windows Phone ditujukan untuk berkompetisi dengan Android dan iPhone, fitur yang sudah terlambat tersebut mungkin saja tidak ada artinya.

Perbedaan utama yang ditawarkan oleh Windows Phone 8 hanyalah customizable Start screen. Fitur ini meskipun belum ada di Android dan iPhone, namun bukan hal yang terlalu penting untuk dipertimbangkan oleh konsumen.

Apa artinya? Fakta bahwa semua fitur tersebut merupakan fitur baru di Windows Phone 8, namun bukan fitur baru bagi Android dan iPhone. Tidak diragukan lagi, Microsoft yang paling bertanggung jawab terhadap Windows Phone software ternyata terlambat dibandingkan Android dan iOS Apple Inc. Ini memaksa konsumen untuk tidak melirik Nokia versi Windows Phone 8 sehingga nasib Nokia makin akan buruk di akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Perlu diketahui, peringkat saham Nokia saat ini hanya setingkat di atas Junk.

Dengan dua faktor ini, ternyata setelah lari dari kapal yang terbakar (Symbian) lalu berpindah ke kapal Windows Phone, hasilnya juga tidak lebih baik. Bisa jadi malah kapal baru tersebut menjadi kuburan bagi Nokia. Belum lagi jika kita tinjau lebih jauh hambatan yang akan dialami Nokia, seperti lingkungan developer yang lebih kecil dan retail yang lebih mengutamakan Android dan iPhone.


Samsung Rilis Galaxy J7 dan J5 Pro More Than Selfie

Galaxy J Friends di launching Galaxy J Pro  More Than Selfie! Kini bukan lagi jaman selfie Namun sudah zamannya Live Vlogging! ...