Monday, November 26, 2012

Di Jalan Surabaya, Berburu CD Bekas Premium

Jalan Surabaya, sumber dokume pribadi
Bagi anda yang tinggal di Jakarta tentu Jalan Surabaya, di dekat stasiun kereta api Cikini bukan sesuatu yang asing lagi. Bahkan bagi saya yang warga di luar Jakarta, Jalan Surabaya ini sudah menjadi tujuan tertentu untuk berburu barang antik dan CD (compact disc) bekas dengan kualitas sangat baik. Saya sangat beruntung, di Jalan Surabaya ini masih berdiri hingga kini para penjual barang antik dan CD (compact disc) bekas. Lokasi ini menurut saya sebuah tempat yang luar biasa bagi mereka yang mencari barang antik dan khususnya CD bekas premium. Premium di sini berarti sebagian besar CD bekas yang dijual adalah CD asli dan dalam kondisi yang baik.

Tidak dipungkiri, di pasar saat ini masih banyak terdapat album grup atau penyanyi lawas tersebut yang diproduksi ulang. Namun harganya tetap masih mahal, sedangkan kesan historisnya tidak ada. Untuk mengatasi hal tersebut saya sering membeli CD dan kaset bekas yang harganya lumayan murah dan memiliki nilai historis yang tinggi. Tidak jarang saya menemukan album pertama sebuah grup musik tertentu atau sebuah album yang sudah tidak diproduksi lagi. Tidak jarang juga saya memperoleh album impor asli dari Amerika atau Inggris, tetapi dengan harga yang sangat bersahabat.

Saya sampai rela mencari ke Bandung di Pasar Ciapit. Namun koleksinya sangat terbatas. Demikian juga di Bogor, di dekat pasar Anyar. Dulu sekitar tahun 2001-2004 ada beberapa penjual kaset dan CD bekas di dekat pasar Anyar. Namun kini tidak ada lagi saya temukan. Untunglah di Jakarta masih berdiri sebuah jalan, yaitu Jalan Surabaya, di dekat Cikini. Di sepanjang jalan ini saya menemukan surga CD dan kaset bekas. Koleksinya sangat berlimpah.




salah satu lapak penjual CD bekas

Perkenalan saya dengan para penjual CD dan kaset bekas di Jalan Surabaya sudah lama. Pertama kali saya ke sana sekitar awal tahun 2001. Waktu itu, pemutar CD atau DVD belumlah seterkenal sekarang. CD dan DVD player masihlah sangat mahal waktu itu sehingga saya hanya mencari kaset bekas. Sekitar tahun 2001 tersebut saya kira penjual kaset bekas lebih banyak dibandingkan dengan CD bekas. Namun kini seiring memudarnya popularitas pemutar kaset rekaman, penjual di Jalan Surabaya pun lebih banyak yang menjual CD bekas.


Koleksi CD bekas yang sangat banyak

Saya sangat menikmati berbelanja di Jalan Surabaya ini. Terutama karena koleksi CD bekasnya yang sangat banyak. Sebagian orang menyarankan saya untuk pergi ke Taman Puring karena di sana koleksinya lebih banyak lagi. Akan tetapi bagi saya, koleksi CD bekas di Jalan Surabaya ini sudah sangat memadai. Apalagi tempatnya sangat mudah dicapai.

Tidak itu saja, Jalan Surabaya ini juga terkenal sebagai surga barang antik. Soal barang antik ini, saya lihat pembelinya sering orang bule. Lampu antik, kamera antik, berbagai ukiran atau lukisan antik banyak dijual di sepanjang Jalan Surabaya. Tidak ketinggalan koper atau tas. Harganya pun tentu bisa dengan tawar menawar. 


akhirnya memilih 3 album dari The Police

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali ke Jalan Surabaya. Waktu itu ingin sekali melihat-lihat perkembangan para penjual di sana. Saya perhatikan koleksi CD bekas premium semakin banyak. Tidak jarang juga ada CD yang sama sekali baru. Ini biasanya terjadi karena penjualnya kurang menyukai CD yang baru mereka beli. Sewaktu saya tanya ke pedagang, apakah mereka membeli CD baru keluar di pasar untuk dijual lagi? Jawabannya adalah mereka tidak membeli CD baru. Semua CD yang mereka jual merupakan bekas pakai alias dari tangan pertama.

Lebih enaknya lagi, ketika kita mencari-cari CD bekas yang yang kita inginkan, pedagang sangat memberi waktu. Saya sempat mempertimbangkan beberapa CD sekaligus, sebelum memilih dua CD yang ingin saya koleksi. CD bekas tersebut juga boleh dicoba dulu untuk memastikan kualitasnya.  Bila diperkirakan kualitasnya kurang baik, tidak jadi membelipun tidak masalah.

Hal yang sangat saya sukai lainnya adalah untuk berburu CD bekas itu sebenarnya butuh waktu yang sangat banyak. Bisa-bisa satu hari penuh disediakan untuk berburu CD bekas, biasanya setiap hari minggu. Saya berkeliling dari satu penjual ke penjual lainnya untuk mencari-cari album penyanyi yang saya incar. Kadang hanya menemukan satu dari sekian banyak penjual, bahkan kadang harus cukup puas membeli CD bekas grup musik yang sebenarnya tidak diincar, tetapi punya nilai historis.

Perlu anda memiliki trik ketika melakukan tawar-menawar dengan para pedangag di Jalan Surabaya ini. Biasanya saya membeli lebih dari satu dengan demikian saya bisa menekan harga. Pedagang umumnya menawarkan CD bekas dalam kondisi baik Rp50.000 per buah. Harga itu masih sangat bisa ditawar, apalagi jika anda membeli 2 atau 3 CD sekaligus. Jika kualitas CD kurang bagus menurut anda, harganya pun bisa anda tawar lagi. Jadi anda disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan transaksi. Berkelilinglah terlebih dahulu untuk melihat-lihat harga, barulah kemudian putuskan untuk membeli.

Lokasi penjual CD bekas di Jalan Surabaya ini sangat unik.  Saya rasa pemerintah kota Jakarta perlu melestarikan sudut kecil di Jalan Surabaya ini agar tetap menjadi salah satu alasan orang menyukai kota Jakarta. Bayangkan di kota metropolitan yang sangat padat ini, masih ada satu sudut di Jakarta tempat berburu CD bekas grup musik lawas yang memiliki koleksi sangat banyak. Semoga saja tempat ini akan tetap seperti semula dan bisa bertahan lebih lama.







BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...