Tuesday, August 28, 2012

[VIVA.co.id] Desain Baru yang Fokus Konten

Situs berita sudah sangat banyak dan tidak terhitung lagi. Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri, situs-situs berita bertebaran. Hal ini menjadikan persaingan untuk memperoleh kunjungan pengguna sangat kompetitif. Belum lagi bila kita kaitkan dengan majunya media sosial. Kini ada kecenderungan pengguna media sosial hanya melihat judul yang dititipkan di media sosial, mereka sudah cukup senang melihat judul dan enggan untuk mengklik link yang menuju situs, kecuali benar-benar berita yang menghebohkan.

Tidak itu saja sebenarnya. Bila kita lihat, kesamaan isi berita di situs-ditus berita papan atas di Indonesia membuat pengguna berpendapat, akan sama saja untuk mengunjungi salah satu situs berita. Ini artinya situs berita yang menurut mereka cukup baik selama ini akan selalu mereka kunjungi, sedangkan situs berita lainnya memperoleh giliran belakangan untuk dikunjungi. Bahkan pada kasus tertentu, banyak pengguna hanya mengandalkan satu situs berita karena sudah cukup paham bahwa situs lain pun akan sama saja isinya.

Melihat kondisi tersebut tentu sudah saatnya situs berita di Indonesia khususnya berbenah. Salah satu yang cukup kentara perubahannya adalah situs berita vivanews yang kini berganti desain dan nama menjadi VIVA.co.id. Bagi saya desain baru VIVA.co.id ini sungguh menarik. Saya ingat sekali, setiap berkunjung ke dua buah situs berita papan atas saat ini, yaitu Bloomberg dan Reuters. Kedua situs ini didominasi warna yang sama dengan VIVA.co.id, yaitu putih. Coba kita lihat screen shot berikut ini.
Sumber: Reuters dan Bloomberg

Dua situs berita ternama di dunia tersebut di atas didominasi warna putih. Desainnya tidak ribet, sangat fokus kepada konten dan berita yang disajikan. Bila kita lihat pada bagian headline, gambar yang ditampilkan tidak besar guna menghemat waktu loading. Ini membuat waktu loading lebih singkat dan pengunjung tidak perlu menunggu lama jika koneksi internet lambat.

Coba kita bandingkan dengan desain dan warna vivanews.com sebelumnya seperti gambar berikut ini.
sumber: kopidangdut.org

Meskipun warna dasarnya sama, yaitu putih, vivanews.com diberikan warna merah pada bagian head-nya. Selain itu, warna merah ini mendominasi setiap rubrik yang ada di vivanews.com. Bisa kita lihat, desain dari vivanews.com tersebut tidak bagus dan menurut saya kurang fokus. Karena terlihat terlalu kota-kotak dan tidak memunculkan berita yang terpopuler, sebuah widget yang bisa membantu pembaca mengikuti berita yang paling banyak dibaca. Saya kira desain vivanews.com tersebut ribet. Jika kita lihat desainnya terlalu fokus pada gambar. Hal ini bisa saja mengakibatkan waktu loading situs menjadi lama, apalagi bila gambar yang ditampilkan berkualitas tinggi.

Dengan melihat desain di atas, saya rasa cukup beralasan pengelola vivanews.com yang kini berubah menjadi VIVA.co.id mengubah desain situs. Pengubahan ini sangat perlu, tidak hanya agar situs tersebut lebih enak dipandang, tetapi juga karena situs berita lainpun juga mengalami beberapa perubahan. Kita bisa melihat situs detik.com yang kini didominasi warna biru.

Tampilan terbaru situs VIVA.co.id ini dapat dilihat sebagai berikut.
 VIVA.co.id kini didominasi warna putih. Warna putih merupakan warna netral yang sangat banyak digunakan berbagai situs di dunia. Dengan warna putih, sebenarnya akan banyak sekali kombinasi warna yang bisa dimasukkan sehingga memungkinkan tampilan situs lebih menarik.Bila kita klik satu berita akan terbuka halaman yang cukup menarik. Ternyata warna merah masih digunakan meskipun porsinya sudah jauh berkurang.

Di Home VIVA.co.id kita bisa melihat desain situs yang sudah mengalami perubahan 100 persen.Warna merah di bagian head kini sudah hilang dan diganti dengan warna putih. Di bawah kanal berita terdapat widget Fokus dan Sorot yang menurut saya menampilkan berita hot yang tengah terjadi.

Bagian Headline juga mengalami perubahan. Kini gambar Headline menjadi sangat besar dan di bawahnya terdapat headline lain yang bisa digeser ke kiri dan ke kanan. Ini berbeda sekali jika kita lihat pada situs Bloomberg yang mengurutkan headline lain dari atas ke bawah.

Di sisi kanan Headline terdapat widget Momentum yang menyajikan Berita Terbaru dan Terpopuler. Berita Terbaru ditujukan untuk menjadi breaking news, sedangkan Terpopuler merupakan berita yang mendapat kunjungan sangat banyak dari pengunjung. Kedua bagian ini penting untuk menunjukkan aktualitas berita dan perhatian yang diperoleh oleh satu berita tertentu. Umum kita ketahui, biasanya pengguna sangat suka membaca berita yang termasuk ke kolom Terpopuler dan terbaru agar tidak ketinggalan informasi.

Tepat di bawah headline, terdapat streaming TVOne yang besarnya disesuaikan dengan ukuran headline. Bagi saya melihat bahwa di Bloomberg dan Reuters hal semacam ini diberikan space yang kecil saja, rasanya pengelola tidak perlu menampilkan streaming tersebut terlalu besar. Saya rasa ini semacam faktor yang akan memperlambat loading situs VIVA.co.id.

Saya kira desain baru ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan desain lama. Hal ini sebuah keharusan karena jika tidak lebih baik untuk apa diganti. Desain baru ini juga sangat fokus kepada konten berita dengan berbagai media, seperti artikel, video, gambar dan streaming dari TVOne. Namun saya mengkritisi tampilan gambar headline dan juga di artikel yang sangat besar. Demikian juga tampilan streaming TVOne. Tampilan gambar yang berukuran besar cenderung membuat waktu loading situs menjadi lama. Bila kita kaitkan dengan perilaku pengunjung, biasanya mereka tidak ingin terlalu lama menunggu sehingga ketika situs cukup besar waktu loading-nya mereka kan menutup situs tersebut (tidak jadi berkunjung).

Setelah saya uji, waktu loading bagi situs VIVA.co.id ada 5,53 detik. Sementara kompas.com hanya 3,83 dan detik.com hanya 3.03 detik. Ini artinya VIVA.co.id lebih lambat dua detik dari situs kompas.com dan detik.com. Mengingat kedua situs tersebut adalah pesaing dalam memperebutkan pengunjung, VIVA.co.id harus mempercepat waktu loadingnya, minimal menyamakan di angka 3 detik. Salah satu caranya adalah kurangi ukuran dan kualitas gambar headline dan ukuran streaming video TVOne.

Setelah dua hari melihat dan berselancar di VIVA.co.id, perbedaannya dengan situs lain cukup terasa. Warna putih di hampir seluruh artikel, artikel terkait yang ada di sisi kanan artikel yang dibaca, video dan ada rubrik Wawancara membuat situs ini sangat fokus kepada konten. Saya rasa perubahan desain yang dilakukan sangat baik dan membuat nyaman pengunjung. 

Selain itu di artikel ada Foto Terpopuler dan juga ada widget yang menampilkan tiga topik, yaitu Terpopuler, Unggulan dan Terkomentari. Ini cukup menarik karena pengunjung cukup klik artikel-artikel yang ada di widget untuk mengetahui lebih jauh sebuah berita dan melihat komentar pengunjung lainnya. Ini membuktikan bahwa VIVA.co.id memang sangat fokus pada konten berita yang ditampilkannya sehingga pengunjung memperoleh informasi yang kaya ketika mengunjungi situs ini.

Tentunya dengan perubahan desain ini, VIVA.co.id makin banyak dikunjungi. Bagaimanapun tampilan situs yang baik dan tidak cepat membuat mata lelah akan menjadi pertimbangan pengunjung. Selamat VIVA.co.id!


http://www.viva.co.id/static/sebar_hadiah/blog


Monday, August 13, 2012

Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat


Hari Jumat tanggal 10 Agustus 2012, saya berkesempatan mengikuti acara Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat dan Media. Acara yang dikhususkan untuk media mainstream tersebut terasa berbeda dengan hadirnya Blogger yang berprofesi sebagai pewarta warga yang turut meliput kegiatan tersebut.

Dalam acara Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat dan Media hadir beberapa direktur Indosat, yaitu Curt Stefan Carlsson, Hans Christiaan Moritz, Fadzri Sentosa dan Frederik “Erik” Johannes Meijer.  Curt Stefan Carlsson merupakan Director and Chief Financial Officer Indosat, Hans Christiaan Moritz merupakan  Director and Chief Technology Officer, Fadzri Sentosa merupakan Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer dan Frederik “Erik” Johannes Meijer atau biasa dikenal Erik Meijer merupakan Director and Chief Commercial Officer.

Erik Meijer merupakan direktur baru yang baru bergabung dengan Indosat semenjak bulan Mei 2012. Sebelumnya Erik Meijer bekerja di  Telkomsel selama 14 tahun dan 5 tahun terakhir berkerja di Bakrie Telkom.

Suasana Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat dan Media dibuat sesantai mungkin. Hampir tidak ada aktivitas formal, direktur Indosat bergabung dengan awak media dan blogger dengan duduk  di lantai. Terlihat hampir tidak ada batasan, setiap wartawan atau pewarta warga bisa menyapa dan mengajak para direktur Indosat wawancara. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk bisa bercakap-cakap dengan Hans Christiaan Moritz dan Kepala Divis Public Relation Indosat, Adrian Prasanto.

Dalam acara Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat dan Media, pihak Indosat memberikan beberapa hal penting sekitar produk Indosat dan kesiapan mereka dalam menghadapi Puasa Ramadhan, Lebaran, dan Libur setelah Lebaran.

Hans Christiaan Moritz menyampaikan bahwa Indosat sangat siap melayani pelanggan selama puasa, lebaran dan libur setelah lebaran. Kapasitas jaringan Indosat dijamin mampu melayani sekian juta panggilan dan SMS dan tentunya data selama puasa, lebaran dan libur setelah lebaran.

Erik Meijer yang merupakan Chief Commercial Officer memaparkan tentang program pemasaran terbaru Indosat selama ramadhan tahun 2012, yaitu Gratis 3 Hari 3 Malam++. Erik Meijer mengungkapkan bahwa program gratis 3 Hari 3 Malam++ tidak hanya memberi gratis telepon, tetapi juga gratis SMS dan internetan sampai tiga hari tiga malam setelah isi ulang. Program ini akan berakhir pada tanggal 14 Agustus 2012, tetapi bagi pelanggan yang mengisi ulang pada tanggal 14 Agustus, masih bisa menikmati program ini sampai dengan 3 hari 3 malam++ berikutnya, yaitu hingga tanggal 17 Agusuts.

Dalam kesempatan itu Erik Meijer juga mengungkapkan kabar gembira tentang progran penukaran poin senyum selama ramadhan yang nantinya akan disumbangkan ke Dompet Duafa. Sampai dengan tanggal 10 Agustus, program penunkaran Poin Senyum tersebut telah terkumpul sebanyak 300 juta. Nantinya Indosat akan menyerahkan secara resmi sumbangan tersebut ke Dompet Duafa.

Kabar lain, adalah Indosat baru-baru ini membangun dua buah Indosat Shop di Jakarta (di Fatmawati) dan di Surabaya (Hitechmall Surabaya). Indosat Shop bertujuan sama dengan Indosat Gallery, namun berukuran lebih kecil untuk melayani pelanggan Indosat lebih maksimal. Indosat Shop yang ada di Jakarta dan Surabaya tersebut merupakan percontohan dan akan dikembangkan lebih lanjut jika terlihat keberhasilan.

Berikutnya adalah Fadzri Sentosa yang bertanggung jawab terhadap pelanggan Corporate di Indosat. Ia menuturkan makin banyak perusahaan yang membutuhkan banwidth dan kebutuhan tersebut makin besar. Demikian pula, perusahaan kini cenderung membutuhkan data center sehingga Indosat memasuki bisnis data center. Bagusnya lagi data center Indosatsudah memperoleh sertifikat ISO. Data center Indosat sendiri ada dua, satu di Jatiluhur dan satu lagi di gedung kantor pusat Indosat.

Tidak hanya perusahaan besar, Indosat juga memperhatikan Usaha Kecil Menengah, UMKM. Untuk UKM ini Indosat telah membuat produk, yaitu Telefoni, Internet/data melalui BlackBerry dan internet, serta aplikasi solusi berupa i-CRM, i- Koperasi dan Toko Online. Produk Telefoni merupakan layanan lengkap yang memberikan kebebasan komunikasi antarkaryawan UKM atau  Corporate User Group (CUG). I-CRM, I Koperasi dan Toko Online merupakan aplikasi berbasis Cloud.

Fadzri Sentosa menuturkan  i-Koperasi adalah aplikasi simpan pinjam untuk koperasi dan usaha keuangan mikro. i-CRM adalah aplikasi untuk mengelola informasi ke pelangganan. Sedangkan Toko online adalah toko yang dapat memajang dan menjadi perantara produk-produk UKM yang dijual secara digital. Semua produk ini sudah berada di pasar.

Dalam Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Indosat dan Media tersebut, Indosat turut serta mengkampanyekan Drive Savely. Kampanye ini merupakan kampanye keselamatan berkendara. Pengguna ponsel sebaiknya tidak melakukan calling dantexting selagi berkendara. Hal ini penting mengingat statistik menunjukkan ada 2 orang meninggal setiap harinya di jalan raya akibat kecelakaan. Indosat berpartisipasi dalam mengirimkan broadcast SMS kepada seluruh pelanggan Indosat agar menghindari melakukan calling dan texting selama mengendara. Lebih jauh lagi pengguna Indosat dihimbau untuk tidak menggunakan perangkat komunikasi selama berkendara demi keselamatan dalam berkendara.

Great Indosat!

Thursday, August 9, 2012

RIM BlackBerry, Hidup Segan Mati Tak Mau?


Berita mengenai RIM BlackBerry, produsen BlackBerry yang sangat populer di Indonesia merupakan hal yang sangat menarik. Hal ini tidak lain karena kondisi RIM BlackBerry yang bisa dikatakan sangat bermasalah. Setelah beberapa waktu yang lalu melaporkan kerugian sebesar 1,1 triliun, RIM BlackBerry tidak juga mengalami kemajuan yang berarti.

Readwrite.com melaporkan RIM BlackBerry berganti nasib dari sebuah perusahaan yang menguasai pasar smartphone global ke sebuah perusahaan yang kini dililit oleh berbagai masalah, di antaranya sistem operasi yang ketinggalan dan penurunan basis pengguna. Tidak dipungkiri lagi bahwa CEO RIM yang berasal dari Jerman Thorsten Heins telah menghubungi bankir dari JP Morgan dan Royal Bank of Canada sebuah perusahaan yang cukup punya nama dalam hal akuisisi untuk melihat opsi-opsi yang bisa dilakukan RIM BlackBerry, apakah itu melisensikan atau menjual sebagian atau seluruh perusahaan kepada pihak yang berminat.

Sayangnya meskipun telah berusaha untuk menjual perusahaan, sebagian atau bila perlu seluruhnya, Reuters melaporkan:
analysts and investors doubt that anyone is ready to buy the whole company at this time, despite a price that looks tantalizingly cheap on paper. Interest in RIM looks slim to nil, two sources close to the matter said.
Ini artinya meskipun harga RIM BlackBerry sudah sangat murah saat ini (tahun 2008 nilai pasar RIM mencapai 84 miliar dollar, kini hanya 5,5 miliar dollar) belum tentu ada pihak yang bersedia untuk membeli RIM BlackBerry. Hal yang lebih mengherankan mengapa investor atau pihak lain tidak tertarik kepada RIM adalah kenyataan bahwa RIM tidak memiliki utang, memiliki cash on hand 2 miliar dollar dan paten yang diperkirakan bernilai 2,5 miliar dollar Amerika Serikat.

Bila kita lihat saat ini, pasar smartphone maupun tablet dikuasai oleh dua besar Apple iOS dan Google Android. Sebagaimana pernah dituliskan, kedua perusahaan ini tidak tertarik untuk memiliki RIM karena berbagai alasan, mungkin karena sudah eksis dengan sistem operasi sendiri maupun karena khawatir tidak disetujui oleh regulator sebab persaingan. Beberapa waktu yang lalu, sempat tersiar kabar, Nokia atau Microsoft mungkin akan menjadi pihak yang paling tepat untuk membeli RIM BlackBerry. Namun aliansi kedua perusahaan ini di Windows Phone rasanya sudah cukup untuk melawan dominasi iOS iPhone dan Android sehingga mereka akhirnya tidak tertarik untuk membeli RIM BlackBerry.

Samsung yang kini sebagian besar produk smartphone dan tabletnya berbasis Android, dirumorkan juga menjadi pembeli RIM BlackBerry, Namun kemudian, Samsung membantah, dengan mengatakan mereka mungkin mengakuisisi perusahaan lain, tetapi bukan RIM BlackBerry.

Ini artinya pemain-pemain besar di smartphone tidak tertarik untuk menyelamatkan RIM BlackBerry. Mungkin mereka berpikir lebih baik dibiarkan pelan-pelan hilang, karena sekaligus akan mengurangi persaingan.

Tentu saja banyak yang khawatir, bagaimana kalau benar-benar RIM dibiarkan tanpa bisa menyelamatkan diri. Bila kita lihat laporan IDC terakhir, posisi market share RIM BlackBerry memang terus menunjukkan penurunan. Market Share RIM secara global tinggal 6,4%, bandingkan dengan Android 59% dan iOS iPhone 23%. Bila nanti kampanye global Nokia-Microsoft yang mengusung Nokia Lumia berhasil, mungkin saja tahun depan RIM akan berada di belakang Windows Phone.

Tentu saja hal ini merupakan pertimbangan pihak-pihak yang tertarik untuk mengakuisisi RIM BlackBerry. Dengan market share yang terus menurun, mungkin terlalu berisiko untuk memgakuisisi RIM BlackBerry. Ini juga mungkin menandakan bahwa masa penawaran RIM BlackBerry kepada para pihak yang tertarik sudah berlalu. RIM BlackBerry akan lebih dilirik pihak lain untuk diakuisi jika ditawarkan setahun yang lalu, saat market share mereka relatif lebih baik daripada saat sekarang ini.

Upaya dari RIM sendiri bukan tidak ada. Beberapa waktu yang lalu sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg:
RIM has previously said it aims to save $1 billion in operating costs this fiscal year by cutting its number of manufacturing sites. It also is “reviewing its organizational efficiency” across the company. That may lead to job cuts of 2,000 to 3,000, assuming the company will try to save 30 percent of that operating cost through labor reductions. The move would add to the 2,000 announced about a year ago.
Pemutusan hubungan kerja merupakan langkah yang ditempuh untuk mengurangiOperating Cost. Namun, pemutusan hubungan kerja tentu juga berdampak kepada produk yang akan dihasilkan. Dengan tenaga kerja yang lebih sedikit, bisakah smartphone BlackBerry terbaru, BB10 mengejar iPhone dan Android? Bisakah BB10 sampai di pasar tepat waktu dan memberikan harapan baru bagi RIM BlackBerry?

Jangan Memasang Iklan di Facebook


Facebook sudah menjadi keseharian banyak orang di bumi ini. Banyak pengguna Facebook sudah menengok halaman wall-nya sebelum sempat gosok gigi apalagi sarapan. Tingkat keterikatan pengguna dengan Facebook sangat tinggi. Hal ini membuat pengguna Facebook datang dan datang lagi ke wall mereka di Facebook. Bahkan ada pengguna seharian selalu terhubung dengan Facebook. Jika sudah bosa di komputer mereka berpindah ke perangkat mobile seperti smartphone.

Tentu saja perilaku pengguna Facebook ini merupakan peluang besar terutama bagi bisnis. Dengan pengguna kini melebihi angka 900 juta orang/akun, potensi Facebook untuk dimanfaatkan sebagai media iklan guna memperoleh awareness konsumen sehingga kemudian bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan pembelian sangat besar.  

Tentu sangat banyak perusahaan yang beriklan di Facebook. Sebagai pengguna Facebook anda bisa melihat di sisi kanan halaman Facebook beberapa iklan yang ditumpangkan oleh advertiser di situs Facebook. Namun sayang sekali, iklan di Facebook tersebut tidaklah efektif. Benarkah?

Beberapa waktu yang lalu, sebelum IPO saham Facebook, sebuah perusahaan besar yang beriklan di Facebook, yaitu General Motors menunda program iklan mereka yang sebesar 10 juta dollar di Facebook, namun akan meneruskan program beriklan gratis di Facebook (mungkin melalui page). Bila kita lihat sekilas, dengan potensi pasar 900 juta orang lebih, sepertinya langkah GM tersebut patut dipertanyakan.

Business Insider yang mencoba mendalami keluarnya GM dari program beriklan di Facebook mengungkapkan alasan sederhana mengapa GM melakukan langkah tersebut. Menurutnya langkah GM tersebut didasari bahwa iklan di Facebook tidak bekerja dengan baik alias tidak efektif. Ini artinya advertiser hanya menghamburkan dana iklan sementara hasil yang diperoleh sangat sedikit.

Dari catatan terlihat sekali Facebook kalah jauh dibandingkan dengan Google dalam hala performance iklan. Di Facebook click-through rates hanya 0,051% jauh lebih rendah dibandingkan dengan Google yang sebesar 0,4%. Click-through rates di Facebook ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata Click-through rates yang sebesar 0.1%. Tentu saja dengan angka yang lebih kecil ini menjadi tidak efektif untuk beriklan di Facebook.

Data yang lebih komprehensif menunjukkan bahwa Google masihlah menjadi tujuan utama para pemasang iklan jika dibandingkan dengan Facebook. Google dengan mesin pencari yang terus diperbaiki kemampuannya mengalahkan Facebook di segala hal tentang di mana seharusnya pengiklan menempatkan iklannya. Coba kita perhatikan data dari  WordStream yang dikompilasikan oleh Business Insider berikut ini.

1. Total Reach: Google 90% dari seluruh pengguna internet

Facebook hanya 50%.
2. Q1 Revenues, Google 2,9 miliar dollar, naik 1% dari tahun lalu
Facebook 1,06 miliar dollar, turun 6,5% dibandingkan Q1 tahun lalu.
3. Targeting: Google  Interest, Keywords, Remarketing, Location, Demographics,
Facebook:  Education, Workplace, Likes, Location, Demographics
4. Format: Google:  text ads, image ads, video text overlay ads, mobile web game ads
Facebook:  standard display ad, Sponsored Stories


Dari data di atas ternyata Google memberikan pilihan yang lebih banyak. Jika Facebook hanya memberikan dua jenis iklan, Google memberikan empat jenis iklan. Selain itu besarnya iklan yang tampil juga dapat disesuaikan. Di Facebook sebagaimana bisa anda lihat di sisi kanan halaman Facebook, ukuran iklan terlalu kecil dan tidak mencolok sehingga mungkin sering diabaikan oleh pengguna Facebook. Google dengan Adswork-nya memberikan pilihan yang lebih baik dan kemungkinan diklik lebih tinggi dibandingkan dengan iklan di Facebook.

Luasnya jangkuan Google dibandingkan Facebook menjadi pertimbangan penting lainnya. Sekarang sangat terasa apa pun kebutuhahan Anda silahkan cari di Google saja, istilahnya Google It!, bukan Facebook It! Ini artinya kata Google tersebut sudah menjadi kata generik untuk mencari sesuatu, di mana hasil pencariannya dapat disisipkan iklan dari pemasang iklan.

Faktor lain yang patut dipertimbangkan oleh Facebook adalah karena mereka media sosial. Ini artinya orang ikut dan menggunakan jasa Facebook bukan untuk melihat iklan, tetapi untuk bertemu teman-teman dan berinteraksi dengan komunitas mereka. Ini artinya kegiatan pengguna akan terfokus pada interaksi tersebut, bukan pada mengklik iklan. Hal ini menjadi bukti mengapa  click-through rates di Facebook sangat rendah.

Melihat kenyataan ini, keluarnya GM dari program iklan berbayar di Facebook mejadi sangat relevan. Selain itu, Facebook sendiri memberikan kesempatan beriklan secara gratis kepada brand dengan menyediakan Page. Ini artinya secara tidak langsung Facebook membunuh program iklan berbayar yang mereka sediakan. Istilahnya, jika ada yang gratis mengapa harus bayar.

Perkembangan selanjutnya, tentu saja tidak hanya General Motors yang keluar dari program iklan di Facebook. Perusahaan lain semacam KIA, Verizon, AT&T, American Express, dan Disney diisukan akan mengikuti langkah General Motors. Jika benar hal ini terjadi performa Facebook akan semakin suram, apalagi mereka telah melakukan IPO sehingga hal ini mungkin akan terus menekan harga saham Facebook ke titik terendah.
Perlu diingat,  investor tidak melihat seberapa banyak pengguna Facebook, namun seberapa besar keuntungan yang didapatkan oleh Facebook. Dengan makin banyaknya pengiklan yang keluar dari Facebook, kemungkinan pendapatan iklan akan terus turun dan akan terus menekan harga saham Facebook.

Facebook Mulai Ditinggalkan Pengguna


Sudah bukan rahasia  bahwa Facebook ingin menjadi Google berikutnya, secepatnya. Namun tentu saja usaha ini tidak bisa berjalan secara instan karena bagaimanapun Google ingin mempertahankan reputasinya. Berbagai usaha tentu saja dilakukan termasuk melakukan Black Campaign terhadap Google. Namun sejauh ini secara keseluruhan Facebook masih kalah telak oleh Google, dalam banyak hal.

Beberapa laporan di waktu yang lalu menyatakan bahwa Facebook bukanlah media yang tepat untuk beriklan karena tingkat klik iklan yang sangat rendah dibandingkan dengan rata-rata klik, apalagi jika dibandingkan dengan Google. Laporan ini ditambah oleh sebuah survei yang dilakukan oleh Reuters menunjukkan fakta yang cukup membuat heran. Survei Reuters melaporkan 34% pengguna Facebook mengatakan Facebook membosankan, 34% pengguna ini menghabiskan waktu yang makin berkurang di Facebook dibandingkan dengan enam bulan yang lalu.

Survei Reuters juga menunjukkan bahwa empat dari lima pengguna Facebook  tidak pernah membeli sesuatu, baik barang maupun jasa  yang diiklankan di Facebook. Terkait dengan adanya IPO Facebook yang bermasalah, 44% responden mengatakan bahwa mereka makin tidak memfavoritkan Facebook. Ini artinya akibat IPO tersebut ada pengguna Facebook yang berpindah ke media sosial lain seperti Twitter atau Google Plus.

Hal yang lebih menarik untuk kita telusuri adalah kenyataan 4 dari lima pengguna Facebook tidak pernah membeli barang atau jasa yang diiklankan di Facebook. Hal ini sangat berkaitan dengan efektivitas iklan di Facebook yang menurut laporan sangat rendah. Hal ini menjadi dasar General Motors  keluar dari rencana promosi sebesar 10 juta dollar AS di Facebook.
Namun kemudian, data rendahnya klik iklan di Facebook dibantah oleh Comscore. Melalui artikel di blog Comscore, Comscore membantah fakta yang menyebutkan tidak bekerjanya iklan di Facebook. Terdapat tiga hal penting yang menjadi perhatian Comscore, yaitu:

Pertama, Facebook memperoleh iklan media (earned media ads) melalui LIKE dan SHARE yang membantu penjualan barang di Facebook. LIKE dan SHARE ini merupakan faktor signifikan bagu pengguna dalam memebeli brand tertentu.

Kedua, Comscore tidak ikut dalam survei yang dilakukan oleh Reuters, menurut mereka survei Reuters tersebut:
That’s because it’s a survey of what people think they do, and “people generally don’t like to believe that advertising actually has an effect on their behavior.” ComScore, meanwhile, says it can measure both online behavior and offline purchases, and can connect the two.
Ketiga, Comscore tidak senang dengan  pertanyaan yang diajukan Reuters yang memperlihatkan bahwa 34% pengguna Facebook mengurangi kunjungannya ke Facebook dibandingkan dengan enam bulan yang lalu. Menurut perhitungan Comscore waktu yang dihabiskan per pengguna justru mengalami kenaikan.

Menarik. Tentu saja. Bila kita lihat dan telusuri apa latar belakang Comscore dalam waktu yang tidak terlalu lama membantah survei yang dilakukan oleh Reuters. Saya menelusuri beberapa fakta terkait dengan hal ini. Untungnya di stream Google Plus saya memiliki sangat banyak informasi sehingga pelacakan lebih mudah.

Dalam satu artikelnya, Mike Elgan juga mempertanyakan hal yang sama mengapa Comscore memberikan bantahan terhadap temuan Reuters. Menurutnya tidak lebih dari kepentingan ekonomi karena Facebook adalah KLIEN dari Comscore. Dari penjelasan yang dikemukakan, ternyata Comscore selalu memberikan publikasi yang negatif terhadap Google, terutama layanan media sosialnya, Google Plus. Hal-hal yang negatif terhadap Google memang banyak dipublkasikan oleh Comscore seperti  waktu yang dihabiskan pengguna Google Plus sangat sedikit dibandingkan Facebook.

Sebaliknya Comscore selalu positif terhadap Facebook. Data-data positif selalu diberikan oleh Comscore. Ini tidak lain karena hubungan Facebook adalah klien dari Comscore. Mike Elgan mengatakan:
Who is comScore? And why do they publish these reports? More to the point, why are their reports always negative about Google and always positive about Facebook?
Sebab kedua mengapa Comscore perlu memberikan bantahan adalah karena Google adalah main competitor dari Comscore. Bukti bahwa Google merupakan pesaing serius dari Comscore diperoleh dari Venture Beat.

Comscore dijadwalkan akan mempublikasikan data terbaru mereka mengenai Facebook yang diperkirakan pengamat highly positive about Facebook. Hal ini tentu saja karena sebagai KLIEN, Facebook perlu banyak hal positif agar pengguna tidak berpindah ke media sosial lain. Selain itu, para pengiklan diharapkan akan tetap bertahan di Facebook. Namun melihat kenyataan yang berbeda dengan data survei Reuters dan bukti bahwa Facebook adalah klien dari Comscore, semua orang maklum seperti apa laporan Comscore tersebut.

Hal yang lebih penting lagi adalah citra Facebook itu sendiri yang kini berpindah ke harga saham yang diperdagangkan di bursa. Kita melihat laporan yang menunjukkan harga saham Facebook yang terus merosot karena berbagai hal. Apabila ditambah dengan survei dari Reuters, tekanan akan terus melanda saham Facebook dan bisa saja terus turun. Artinya kabar negatif akan berpengaruh jelek terhadap harga saham Facebook.

Secara tidak langsung, Facebook melalui Comscore berupaya melawan Google. Data statistik memang sering dipergunakan untuk menekan kompetitor tertentu. Dengan menjadi klien Comscore, Facebook berupaya untuk terus memberikan kesan bahwa segala sesuatunya baik-baik saja di Facebook karena data-data positif yang dipublikasikan oleh Comscore. Tingkat efektivitas iklan bagus dan pengguna tidak bosan-bosannya menggunakan Facebook. Namun hal yang sebebarnya bisa saja sebaliknya.

Friday, August 3, 2012

Beli BlackBerry Demi Gengsi


Bila anda percaya gengsi bisa membuat dompet anda terkuras, anda perlu membeli BlackBerry Porsche P9981 yang seharga 18.888.000 juta rupiah. Ini bukan harga bercanda, ini harga sebenanrnya dari sebuah smartphone yang kini peminatnya makin berkurang saja.
Meskipun dilanda eksodus setahun terakhir, dimana pengguna BlackBerry khususnya di negara maju seperti Amerika Serikat berpindah ke Android dan iPhone, namun hal ini tidak menyurutkan niat RIM, produsen BlackBerry merilis smartphone termahalnya hasil rancangan produsen mobil terkenal dan juga mahal Porsche.

Cukup aneh, ternyata BlackBerry Porsche ini diklaim laris. Coba kita kutip yang berikut ini:
Bahkan Research in Motion (RIM) mengklaim ponsel cerdas nan premiumnya ini sudah ludes di sejumlah toko di Indonesia. ”Katanya sih demikian (habis terjual-red.). Padahal kita baru menjual secara resminya baru sekitar tanggal 6 Juni lalu melalui rilis dan iklan ke media
Meskipun harganya selangit, namun tidak menyurutkan minat konsumen Indonesia untuk membelinya. Padahal secara teknologi ponsel, BlackBerry Porsche ini biasa saja. Lebih canggih iPhone 4S atau Samsung Galaxy S3 yang baru saja diluncurkan. Lalu apa yang menarik konsumen untuk memiliki smartphone BlackBerry Porsche ini?

Tiada lain gengsi. Gengsi memang mahal, Jenderal. Mereka yang ingin membeli gengsi melalui smartphone yang disasar oleh RIM. Mereka yang ingin mempertujukkan bahwa smartphone mereka berlapis logam mahal agar semua orang tahu, ini bukan smartphone kacangan, meskipun teknologinya terhitung sangat biasa, kalah jauh dari iPhone dan Samsung Galaxy S3.

Ini menjadi perhatian saya tersendiri. Bagi saya angka 18.888.000 sangat di luar jangkauan untuk sebuah smartphone yang kini mulai ditinggalkan konsumen karena kurang berinovasi. Dari sejak kemunculannya, RIM memang mengandalkan fitur itu-itu saja, terutama BlackBerry Messenger. Fitur ini membuat banyak pengguna BlackBerry keranjingan hingga tiada hari tanpa BBM. Dari BBM banyak hal bermula, termasuk kabar-kabar hoax.

Harga sebegitu mahal sebenarnya tidak begitu aneh melihat antusias orang Indonesia dalam menggunakan BlackBerry. Indonesia termasuk pasar subur bagi RIM. Mereka meyakini pengguna smartphone Indonesia tidak butuh banyak hal, tidak butuh banyak aplikasi canggih dan teknologi terkini smartphone karena mereka tidak begitu melek teknologi. Cukup berikan teknologi 2G konsumen Indonesia sudah cukup senang.

Di Indonesia BlackBerry memiliki gangsi tersendiri. Banyak orang bangga menggunakan BlackBerry dan senang ketika ditanyakan berapa nomor PIN-nya. Demam BlackBerry tengah mewabah karena orang biasanya mengikuti ke mana gelombang besar bergerak. Banyak tokoh-tokoh politik, selebritis, para pesohor, dan para pelaku korupsi yang menenteng BlackBerry sehingga gaung BlackBerry memang sangat keras.

Tidak salah tentunya RIM terus membina pasar Indonesia. Saya kira dijualnya BlackBerry Porsche seharga 18 juta lebih ini merupakan bentuk akomodasi dari RIM terhadap orang-orang Indonesia tertentu yang memiliki BlackBerry, namun tidak ingin sama BlackBerry-nya dengan pengguna lain. Maka lahirlah BlackBerry mahal secara harga, namun teknologi hampir sama dengan BlackBerry lawas seharga satu jutaan.

Tentu RIM punya alasan mengapa mereka meluncurkan BlackBerry Porsche. Dengan merilis Porsche P9981 RIM menjual gengsi sebuah smartphone mahal. Smartphone ini diharapkan meningkatkan gengsi penggunanya meskipun teknloginya biasa saja.

Namun Bagi pengguna banyak pengguna, terutama di AS, teknologi yang ditawarkan prioritas utama. Kita bisa melihat berjayanya Android dan iPhone di AS karena kedua smartphone ini sangat cepat dalam mengaplikasikan kemajuan teknologi di smartphone seperti prosesor dual core, teknologi retina display, teknologi perintah suara dan banyak teknologi baru lainnya. Contoh-contoh teknologi ini tidak tersedia di BlackBerry sehingga banyak pengguna meninggalkan BlackBerry. Padahal tahun 2008 BlackBerry merupakan penguasa smartphone di Amerika Serikat.

Berbeda dengan di Indonesia. Meskipun ada yang suka Android dan iPhone jumlahnya kalah jauh dibandingkan BlackBerry. RIM sendiri mengklaim bahwa pengguna BlackBerry di Indonesia saat ini sekitar 10 juta orang. Jumlah yang sangat banyak dan terus bertambah setiap harinya.

BlackBerry di Indonesia selain untuk digunakan sesuai fungsinya, juga pertanda gengsi. Banyak orang menyangka jika mereka menggunakan BlackBerry gengsi mereka terangkat. Tidak heran, di mana-mana sudah jamak kita lihat pengguna BlackBerry yang memperlihatkan BlackBerry mereka. Lebih suka berkirim nomor PIN dan sangat senang jika ditanya berapa nomor PIN nya daripada memberikan nomor ponsel.

Dengan pasar yang terus tumbuh tersebut, keputusan RIM menjual BlackBerry Porsche di Indonesia masuk akal. Akan sangat banyak orang di Indonesia yang ingin membeli walau teknologinya tidak setara dengan harga yang ditawarkan. Dan sebenarnyalah, RIM tidak menjual teknologi di BlackBerry Porsche tersebut, RIM nyata-nyata menjual gengsi.

Kelly Oxford The Queen of Tweet Land


Bila dulu pilihan kita terhadap ratu sangat terbatas, kini pilihan tersebut terbuka lebar berkat adanya media sosial. Salah satu ratu yang lahir berkat media sosial adalah Kelly Oxford. Siapa Kelly Oxford dan mengapa LA Times memberinya gelar  social media’s quippy queen?

Mungkin tidak banyak dari kita yang kenal dengan perempuan ini. Perempuan yang memiliki tiga anak ini orang biasa. Berasal dari Alberta, Kanada, Kelly Oxford sering melakukan tweet tentang kehidupannya sehari-hari bersama anak-anaknya. Sebagian besar tweet tersebut berisi hal-hal sepele menyangkut berbagai hal kehidupan dan budaya selebriti. Namun ada yang berbeda dengan tweet pengguna lain, Tweet Kelly Oxford lucu dan menginspirasi banyak follower-nya.

Kelly Oxford mulai menggunakan Twitter sejak tahun 2009. Selama tiga tahun terakhir, sebenarnya ia sangat irit dalam melakukan tweet. Dalam catatan statistik tweet-nya ia hanya melakukan tweet sebanyak 3 kali sehari dan 75 tweet sebulan. Dengan statistik ini, dalam tiga tahun terakhir ia hanya membukukan sebanyak 2.950 tweet (data terakhir).

Sebutan ratu yang disematkan LA Times tentu ada dasarnya. Berkat tweet-nya yang terhitung sedikit tersebut, Kelly Oxford memperoleh deal untuk membuat screenwritingdari stasiun televisi NBC. Ia juga memperoleh deal penulisan buku dari Harper Collins. Tweetnya yang penuh rasa humor membuat follower-nya cukup banyak. Di antara follower tersebut ada pemenang Oscar, Jimmy Kimmel, dan kritikus film Rober Ebert.

Coba kita kutip beberapa Tweet dari Kelly Oxford berikut ini.
TRUTHS: At the age of 10 I was confused that I hadn’t been kidnapped yet because I considered myself to be pretty sexy.
If you open your iPhone camera when it’s reversed, and your own face scares and shames you, it’s considered cardio.
Steven Tyler could also be Jim Morrison’s zombie corpse.
The girl loud crunching Chex mix beside me on this flight will be dead soon.
Tentu terlihat perbedaan antara Tweet Kelly Oxford dengan kebanyakan Tweet pengguna Twitter lain seperti Anda atau saya. Kelly Oxford sepertinya membatasi apa yang akan di-tweet. Ia memiliki genre tersendiri, semacam humor yang bisa memperlihatkan kecerdasannya. Tidak heran followernya cukup banyak, yaitu 360.000 lebih.

Kebanyakan pengguna Twiter seperti anda atau saya menumpahkan segenap uneg-uneg di Twitter. Banyak saya temui kegiatan pengguna Twitter yang asal-asalan. Ada yang perang Tweet, ada yang menegakkan harga diri dengan Tweet, ada yang membela kaum tertentu dengan tweet dan ada juga pembunuhan karakter dengan Tweet. Tahukah anda twitter sepertinya tidak diperuntukkan untuk hal-hal mubazir seperti itu?

Kelly Oxford meski terlihat sepele, apa yang di-tweetnya merupakan pandangan umumnya terhadap sesuatu yang ia alami tanpa harus kehilangan rasa humor. Ia mungkin seperti pengguna Twitter lainnya, ia juga seorang perempuan yang biasa saja dan bukan selebriti. Namun kekuatan tweet-nya mengubah nasibnya.

Ini artinya meskipun mungkin tanpa disadari efektivitas tweet Kelly Oxford sangat tinggi. Di tahun 2011 yang lalu, salah satu tweet-nya masuk dalam daftar The 140 Best Twitter Feeds of 2011. Ia berada di posisi keempat yang memperoleh vote terbanyak.

Dengan latar seperti di atas, tentulah Kelly Oxford sangat pantas untuk dinobatkan sebagai ratu yang lahir di abad media sosial. Kelly Oxford sepertinya tidak terlalu candu dengan Twitter seperti anda atau saya yang tidak mau berhenti untuk melakukan Tweet. Ia secara sadar membatasi dirinya pada hal-hal penting dan dengan genre yang konsisten. Tidak terlibat dan tidak mau ikut arus besar untuk selalu berada di media sosial sepanjang hari. Inilah kelebihannya.

Sepanjang 3 tahun di Twitter, Kelly Oxford hanya membukukan 2.950 tweet, tetapi dengan tweet tersebut ia memperoleh deal dari stasiun televisi dan penulisan buku merupakan bukti penting bahwa anda dan saya tidak perlu terus-menerus melakukan tweet. Kelly Oxford benar-benar bisa memanfaatkan media sosial sebagai berkah baru dalam mengubah nasibnya.

Follow Kelly Oxford di @kellyoxford
Statistik Tweet KellY Oxford bisa dilihat di LINK INI.

Review DelCell Power Bank Note Polymer Battery Real Capacity 10500 mAh

DelCell Power Bank Note Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sepertinya hampir sama dengan kebutuhan perangkat seperti smartphone. S...