Tuesday, July 31, 2012

Stephen Elop mengaku Nokia Lumia Kurang Laku


CEO Nokia, Stephen Elop mengakui bahwa seri Windows Phone Nokia, yaitu Nokia Lumia tidak menjual. Artinya sangat sedikit orang yang mau membeli Nokia Lumia berbasis Windows Phone ini. Nokia Lumia terdiri dari beberapa seri, yaitu Lumia 800, Lumia 710, Lumia 900, dan Lumia 610. Perlu diketahui, per akhir Maret 2012, jumlah Nokia Lumia yang dikapalkan (bukan yang terjual) hanya 2 juta unit.

Pengakuan Stephen Elop disampaikannya di sebuah Conference Call pada pagi tanggal 14 Juni yang lalu. Bersamaan dengan pengakuan tersebut Elop juga memutuskan untuk melakukan langkah penting mengurangi karyawan Nokia sebesar 19% dari jumlah keseluruhan pekerja atau 10.000 sampai dengan akhir 2013 nanti. Selain itu, divisi ponsel mewah Vertu dijual EQT senilai 200 juta Euro sekaligus mengumumkan prediksi pendapatan yang lebih rendah untuk kuartal kedua tahun 2012.

Pengakuan Elop tentang tidak menjualnya seri Nokia Lumia sudah jauh hari diprediksi. Beberapa operator besar di Eropa melaporkan bahwa Lumia 800 dan 710, dua seri awal Nokia Lumia yang pertama kali diluncurkan di Eropa tidak menarik hati konsumen karena berbagai alasan. Nokia Lumia 900 yang diluncurkan di Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu, cukup menggembirakan karena sempat menjadi the best selling phone di Amazon. Namun setelah itu, tidak terdengar lagi. Belakangan di Indonesia seri Lumia 900 ini muncul dengan harga Rp5.750.000,00 per unit.

Elop dalam Conference Call tersebut tidak menyalahkan software Windows Phone buatan Microsoft (tentu saja karena ia mantan orang Microsoft), tetapi lebih kepada orang yang menjual Nokia Lumia. Ia lebih menyalahkan bahwa Android dan iPhone sangat kuat dalan lingkungan retail dibandingkan Nokia Lumia.

Perlu tentunya melihat mengapa Elop tidak menyalahkan software Windows Phone. Bagi banyak pengguna, saat ini kedatangan Windows Phone sangat terlambat. Benar secara software Windows Phone untuk pengguna biasa tidaklah buruk. Akan tetapi dengan datang lebih terlambat di pasar, Windows Phone kehilangan momentum karena konsumen lebih dulu menyukai Android, iPhone dan BlackBerry. Oleh karena Nokia Lumia berbasis Windows Phone, tentu saja Nokia kena getahnya, yaitu tidak dilirik oleh konsumen karena mereka lebih dahulu menyukai Android, iPhone dan BlackBerry.

Bila dilihat sebenarnya Stephen Elop tidak bisa hanya menyalahkan bahwa lingkungan retail lebih memprioritaskan Android dan iPhone. Dari segi ekosistem sendiri, Windows Phone masih kalah jauh dibandingkan dengan Android dan iPhone. Developer yang menciptakan aplikasi lebih fokus di iOS Apple dan Android Google sehingga aplikasi penting dan disukai konsumen lebih banyak ditemukan di kedua platform tersebut. Aplikasi merupakan fitur penting smartphone sehingga ketika sebuah aplikasi penting seperti permainan Angry Birds Space tidak ada di Windows Phone, konsumen akan memperioritaskan Android atau iPhone untuk dibeli dibandingkan Nokia Lumia.

Faktor lain yang sejak munculnya Nokia Lumia dan selalu saya kritisi adalah harga. Nokia Lumia termurah di pasar saat ini adalah Lumia 610 seharga Rp2.250.000,00 (harga awal). Dengan harga sebesar itu belum tentu banyak konsumen mau mencoba smartphone baru yang terbatas pilihan aplikasinya. Selain itu masih sangat banyak pesaing yang harganya berada di bawah Lumia 610. Sebut saja BlackBerry 9920 yang baru diluncurkan RIM BlackBerry seharga 1.990.000,00. Smartphone Android pun sangat banyak yang harganya di bawah Lumia 610. Seri Samsung Galaxy Mini, LG dan Motorola sangat banyak yang harganya di bawah dua juta. Belum lagi smartphone buatan China yang dibundel merek lokal oleh operator seperti Smartfriend Andro.

Ini artinya sebagai pendatang baru di pasar, Nokia dengan seri Lumia salah strategi. Mestinya mereka mengguyur pasar dengan seri murah Nokia Lumia dan memberikan seri mahal dengan fitur-fitur canggih yang bisa bersaing dengan iPhone, Galaxy S 3 dan HTC One X.
Hal ini baru kemudian disadari, yaitu saat Conference Call tanggal 14 Juni tersebut. Stephen Elop mengumumkan akan membuat seri murah Nokia Lumia dan percaya Microsoft mendukung rencana tersebut. Rencananya Nokia Lumia seri murah ini akan ditujukan untuk pasar Cina.

Sadarnya Nokia bahwa harga Lumia selama ini kemahalan mungkin belum terlambat. Akan tetapi, apakah harga murah Nokia Lumia nantinya bisa bersaing dengan Android seri murah? Selama murahnya Android lebih baik daripada murahnya Nokia Lumia, Nokia tidak akan mampu berbuat lebih banyak. Hal ini sangat ditentukan kekuatan lingkungan dan dukungan retailer. Jika pun murah sementara aplikasi masih sedikit dan retailer lebih suka menjagokan Android, nasib Nokia Lumia murah mungkin akan sama dengan pendahulunya.

Sumber: techcrunch, endgadget, businessinsider

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...